Anda di halaman 1dari 6

Sejarah Perkembangan HAN (Hukum Administrasi Negara)

30AGU2010Tinggalkan komentar

by Rheinaldyy in Hukum

https://rheinaldyy2likesrin.wordpress.com/2010/08/30/sejarah-perkembangan-han-hukum-
administrasi-negara/

Perkembangan HAN adalah sejalan dengan berkembangnya lapangan pekerjaan administrasi negara,
dan lapangan pekerjaan tersebut tergantaung dari bentuknya negara dan sistem pemerintahannya.

Abad 4 sampai dengan abad 15 (abad pertengahan)

Pada masa ini kebanyakan negara terutama di Eropa adalah berbenatuk Monarkhi Absolut, dimana
seluruh pemerintahan (kekuasaan) negara berada dalam satu tangan, yakni berada pada tangan
Raja.

Dengan demikian, lapangan pekerjaan administrasi negara hanya terbatas pada mempertahankan
peraturan-peraturan dan keputsan-keputusan yang dibuat oleh Raja.

Administrasi negara hanya merupakan alat kekuatan/kekuasaan belaka.

HAN berbentuk instruksi-instruksi yang harus diindahkan oleh administrasi negara dalam
melaksanakan tugasnya yang sekaligus merupakan aturan yang mengatur bagaimana melaksanakan
tugasnya itu.

Abad 17 dan 18

Munculnya pemikiran tentang pemisahan kekuasaan dipengaruhi oleh teori yang dikemukakan
oleh John Locke (1632-1704) yakni adanya tiga macam kekuasan di dalam negara yang harus
diserahkan kepada badan-badan yang masing-masing berdiri sendiri:

kekuasaan legislatif: kekuasaan membuat peraturan perundang-undangan;

kekuasaan eksekutif: kekuasaan melaksanakan peraturan perundang-undangan, termasuk


kekuasaan mengadili;

kekuasaan federatif: kekuasaan yang tidak termasuk kedua kekuasaan tersebut di atas
(misalnya hubungan luar negeri)

Seoarang ahli hukum berkebangsaan Perancis yang bernama Montesquieu (1689-


1755) mengemukakan untuk membatasi kesewenangan raja yang absolut, hendaknya dalam suatu
negara diadakan pemisahan kekuasaan (fungsi) negara dalam tiga kekuasaan yang masing-masing
mempunyai lapangan pekerjaan tersendiri dan terpisah-pisah satu sama lain, yaitu:

kekuasan legislatif,

kekuasaan eksekutif, dan

kekuasaan yudikatif

Ajaran pemisahan kekuasaan ini dikenal dengan nama Trias Politika.


Menurut Montesquieu, tinjaun dari negara adalah mebuat hukum dan mempertahankan hukum
sehingga para warganya mempunyai kemerdekaan yang dijamin oleh hukum dan masyarakat tetap
teratur. Negara bukan menjadi suatu alat kekuatan/kekuasaan tetapi menjadi alat hukum.

Ajaran Montesquieu kemudian melahirkan tipe negara hukum dalam ari sempit atau negara
hukum formal atau negara penjaga malam (nachwakerstaat).

Dalam negara hukum formal ini, dipisahkan dengan tegas antara negara dengan masyarakat, negara
tidak mencampuri segi-segi kehidupan masyarakat.

Turut campurnya negara dalam perekonomian dan segi-segi lain penghidupan sosial dilarang dengan
sekeras-kerasnya.

Negara hanya bertugas membuat dan mempertahan hukum atau negara hanya menjaga keamanan.

Peranan negara tidak begitu besar dan HAN belum berkembang demikian pula kehadiran peradilan
administrasi negara belum merupakan kebutuhan yang sangat penting.

Akhir abad 19 dan pemulaan abad 20

Pada akhir abad 19 dan permulaan abad 20 muncul tipe welfare state (Negara Kesejahteraan) atau
Negara Hukum Materiil yang mengutamakan kepentingan seluruh rakyat.

Dalam negara hukum materiil, administrasi negara:

bertugas menjaga keamanan dalam arti seluas-luasnya yaitu keamanan keamanan sosial
yang disegala lapangan masyarakat;

turut serta secara aktif dalam pergaulan sosial sehingga kesejahteraan sosial bagi semua
orang yang tetap perlihara.

Administrasi negara diserahi penyelenggaraan kesejahteraaan/kepentingan umum yang meliputi


segala lapangan kemasyarakatan (besturzorg).

Hal ini menyebabkan lapangan pekerjaan administrasi negara berkembang semakin luas dan HAN
Khusus juga berkembang dengan pesatnya.

HAN Khusus adalah peraturan-peraturan hukum yang berhubungan dengan bidang-bidang tertentu
dari kebijakan penguasa, seperti contoh: hukum atas tata ruang, hukum perizinan, dan sebagainya.

Untuk melaksanakan bestuurzorg tersebut, administrasi negara memerlukan


kekuasaan/kewenangan yang berupa kebebasan/kemerdekaan untuk bertindak atau mengambil
keputusan menurut inisiatif sendiri (Freies Ermessen).

Freies Ermessen ini tidak jarang menyebabkan terjadinya perbuatan-perbuatan atau tindakan-
tindakan administrasi negara yang:

bertentangan dengan peraturan perundang-undangan;

sewenang-wenang (willekeur atau a bus de droit);

menyalahgunakan wewenang (detournement de pouvoir).

Untuk itu, kehadiran HAN dan asas-asas umum pemerintahan yang baik, serta peradilan administrasi
negara menjadi sangat penting, terutama untuk memberikan perlindungan kepada para warga
masyarakat. Kehadiran HAN Umum menjadi sangat penting.
HAN Umum adalah peraturan-peraturan hukum yang tidak terikat pada suatu bidang tertentu dari
kebijakan penguasa, seperti contoh: asas-asas umum pemerintahan yang baik, undang-undang
peradilan administrasi negara.

SEJARAH PERKEMBANGAN HUKUM


ADMINISTRASI NEGARA DAN KONSEP
NEGARA KESEJAHTERAAN
Agustus 2, 2012 oleh Nursilmi Pratiwi in Uncategorized Tinggalkan komentar

https://nursilmipratiwi.wordpress.com/2012/08/02/sejarah-dan-perkembangan-hukum-

administrasi-negara-dan-konsep-negara-kesejahteraan/

Oleh : Nursilmi Pratiwi

Hukum Administrasi Negara (HAN) merupakan suatu aturan yang mengatur segala
keadministrasian negara, administrasi tersebut bukanlah hanya mengatur tentang yang
berupa keuangan,surat menyurat, ataupun seperti aturan registrasi tetapi juga mencakup
keadministrasian terhadap kegiatan kerja pemerintah yang mana sifatnya dinamis. semisal
aturan dalam membuat peraturan ataupun didalam membuat keputusan. HAN juga
merupakan sebuah aturan yang mana memiliki keterikatan dengan alat negara (pemerintah)
ketika alat negara tersebut menjalankan kekuasaannya. Dalam perkembangannya kini,
HAN dijadikan sebuah ilmu pengetahuan yang mana dapat dipelajari oleh siapapun, HAN
menjadi perlu dipelajari karena penting didalam berkenegaraan terkhusus kepada siapa saja
yang ingin berkecimpung didalam bidang pemerintahan. Tidak dikecualikan, para calon
aparat penegak hukum pun perlu mempelajarinya karena sangat tidak dapat dipungkiri
bahwa kaitannya juga sangatlah erat, agar nantinya HAN tidak hanya dijadikan sebagai ilmu
pengetahuan yang kemudian hanya sekedar dipraktikan tetapi tentunya juga harus
ditegakan bilamana ada perselisihan dan ketidaksesuaian didalam praktik pemerintahan
mengingat keadaanya yang dinamis.

Untuk mempelajari HAN sendiri diperlukan alasan alasan asal usul dari mana, mengapa,
dan kapan HAN itu ada, maka, diperlukanlah suatu pengetahuan sejarah dan perkembangan
dari HAN itu sendiri. selain agar memiliki pengetahuan, mengetahui sejarah serta
perkembangan HAN dapat membuat kita lebih menjiwai dan mengerti peranan HAN
didalam penegakan hukum dibidang pemerintahan .

Berbicara tentang sejarah, maka dapat dipertanyakan mengenai bagaimana Penyebab


tumbuh dan berkembangnya HAN dan apa yang dapat dikembangkan dari HAN tersebut.
Maka hal hal tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

HAN tumbuh dan berkembang dikarenakan adanya dua periode, yaitu adanya Revolusi
Industri dan adanya pergeseran tipe negara klasik liberal (Nacht Wakerstaat) ke negara
Kesejahteraan (WelfareStaat)diantara kedua periode tersebut, terjadi suatu tahun krisis
dan gerakan sosialis di Inggris.
Revolusi Industri

Revolusi Industri dimulai oleh negara negara Eropa; Belanda, Inggris, dan USA yang mana
didalam revolusi tersebut telah terjadi penemuan-penemuan baru yang menyebabkan
adanya pabrik-pabrik untuk membuat barang atas penemuan tersebut maka terjadilah
sebuah konsentrasi kegiatan didalam pabrik, seperti modal, buruh, kontrak kerja, system
pengupahan. dalam perkembangannya ternyata konsentrasi kegiatan juga menyebar ke
lingkungan sekitar pabrik. Ketika itu, belum ada peraturan yang mengatur hal-hal tersebut
maka akibatnya kehidupan didalam dan disekitar pabrik menjadi buruk . untuk mengatasi
hal tersebut maka pemerintah turut campur tangan dengan membuat peraturan-peraturan.
Peraturan-peraturan inilah yang selanjutnya dikenal dengan Hukum Administrasi Negara.

Terjadinya Tahun Krisis

Terjadinya tahun krisis merupakan lanjutan dari revolusi industri yang mana pada saat itu
keadaan negara semakin buruk. Segala kegiatan industri, transportasi, dan perdagangan
menjadi tersendat bahkan terhenti hal ini mengakibatkan banyaknya pengangguran dan
perekonomian negara menjadi lumpuh dengan keadaan yang seperti ini, pemerintah
terpaksa lebih banyak lagi campur tangan dalam kehidupan bermasyarakat.

Gerakan sosialis di Inggris : Menimbulkan sebuah Konsep Negara


Kesejahteraan

Gerakan sosialis di Inggris yang dimulai pada tahun 1883. Pada saat itu seorang
cendekiawan di Inggris yang bernama Beveridge Report memperkenalkan konsep Negara
kesejahteraan sosial untuk pertama kalinya. Konsep ini banyak mengandung program-
program sosial diantaranya adalah:

Meratakan pendapatan masyarakat

Usaha kesejahteraan sosial sejak manusia lahir sampai mati

Mengusahakan lapangan-lapangan kerja seluas-luasnya

Melakukan pengawasan upah yang dilakukan oleh pemerintah

Dan melakukan usaha-usaha dibidang pendidikan

Dengan begitu munculah sebuah pendefinisian apa itu Negara Kesejahteraan yaitu adalah
tipe negara dimana pemerintah mencampuri segala aspek kehidupan masyarakat dan
juga mengurusi segala kegiatan masyarakat demi menjamin kesejahteraan rakyatnya.

Pergeseran tipe negara klasik liberal (NachtWaker state) ke Tipe Negara


Kesejahteraan (welfarestate) terjadi sekitar pada tahun 1840

Jauh ketika konsep negara kesejahteraan belum diperkenalkan konsep negara klasik liberal
telah diperkenalkan secara tidak langsung terlebih dahulu, konsep pada tipe negara ini
hanya dengan menyerahkan beberapa masalah-masalah pokok kepada pemerintah untuk
diurusi . Masalah-masalah pokok itu adalah

Permasalahan terhadap Pertahanan Negara

Permasalahan mengenai Keuangan Negara, dan

Hubungan dengan Luar Negeri

Sedang untuk masalah lainnya terserah dan diserahkan kepada kebebasan individu untuk
mengaturnya, pemerintah baru boleh bertindak bila ada kekuatan yang mengganggu
kemanan dan ketertiban rakyat.

Untuk lebih spesifikasinya maka dapat di sebutkan mengenai perbedaan Ciri-ciri dari
Negara Klasik Liberal dengan negara Kesejahteraan (*ket: KL= Klasik Liberal, NK= Negara
Kesejahteraan)

1. KL: Kebebasan Individu mutlak merdeka, NK: Terjaminnya Hak Asasi Sosial

2. KL: Dipisahkan secara tajam oleh TRIAS POLITICA, NK: Trias Politica condong

tidak dipisahkan tapi pembagian kekuasaan saling mengontrol satu sama lain

3. KL: Hak Milik bersifat mutlak bebas, NK: Hak Milik berfungsi sosial

4. KL: Peranan negara adalah sebagai menjaga keamanan dan ketertiban, NK: Peranan

Negara Menjaga keamanan dan ketertiban memenuhi kebutuhan asasi sosial,

ekonomi, dan kultur ikut campur tangan dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat

5. KL: Sifat kaidah HAN diperuntukan dalam membatasi kebebasan penguasa dalam

menggunakan kekuasaannya serta memberikan jaminan agar yang diperintah tidak

diperlakukan sewenang-wenang, NK: Sifat kaidah HAN membebankan kewajiban

tertentu kepada pihak yang diperintah

6. KL: Keberadaan Hukum perdata, pihak swasta, perekonomian yang lebih luas dan

bebas, adanya kebebasan berkontrak menjadikan peranan Negara menjadi minim,

NK: Peranan Hukum Publik makin meluas dan makin luasnya peranan administrasi

negara .

Melihat sejarah tumbuh dan berkembangya HAN dan kemunculan perpindahan negara
klasik liberal ke negara kesejahteraan maka dapatlah dilihat bahwa kiranya HAN itu
merupakan sesuatu yang sangat perlu didalam pelaksanaan pemerintah demi terciptanya
suatu keadaan yang seimbang. Indonesia dilihat dari ciri-cirinya adalah merupakan negara
bertipe kesejahteraan, hal ini dapat dibuktikan melalui peneraan pasal yang terdapat
didalam undang-undang dasar negara RI diantaranya pasal 28, 31, 33, dan 34 keempat pasal
tersebut berisikan tentang penjaminan negara terhadap kesejahteraan rakyatnya.

Begitulah sedikit dari perkembangan HAN serta penjelasan mengenai negara kesejahteraan
semoga dapat bermanfaat.