Anda di halaman 1dari 8

I.

METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1 Waktu dan Tempat

Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum lapangan oceanografi ini


dilakukan pada hari jumat 28 April 2017 pukul 19.00 WIB sampai dengan
minggu 30 April 2017 pukul 16.00 WIB. Bertempat di Pantai Sebalang Kec.
Tarahan, Kab. Lampung Selatan.

3.2 Alat dan Bahan

Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah sedimen
trap, termometer, botol, tali rafia, stopwatch, kertas kalkir, alat tulis, roll
meter, plastik, refraktometer, pelampung, ph papper, secidisc, tiang pancang,
patok, busur dansaringan

3.3 Cara Kerja


3.3.1 Fisika
3.3.1.1 Suhu
1. Termometer diberi tali pada salah satu ujung nya, tali yang digunakan
sepanjang 1 meter.
2. Dimasukan termometer kedalam ar dan diamkan sampai beberapa menit,
kemudian angkat termometer dan dilihat suhu nya.
3. Pengukuran dilakukan 25 kali.
3.3.1.2 Pasang Surut
1. Tiang pacang ditaruh pada titik tertentu
2. Diamati selama satu jam sekali.
3. Dicatat hasil nya untuk mengetahui pasang surut.

3.3.1.3 Periode Gelombang


1. Periode gelombang diukur dengan menggunakan stopwatch
2. Praktikan masuk kedalam perairan dan dicatat banyak nya gelombang yang menerpa
tubuh nya dalam selang waktu 1 menit.
3. Konversikan nilai-nilai yang didapat untuk mengetahui nilai periode gelombang.
4. Pengukuran periode gelombang dilakukan di tiga titik berbeda.

3.3.1.4 Arus
1. Dihanyutkan floating drodge (bola kasti yang telah diikat tali satu meter) di
permukaan air pada jarak tertentu dengan menggunakan tali.
2. Disiapkan juga stopwatch untuk mengetahui berapa lama tali tersebut menegang
karena arus.
3. Pengukuran arus dilakukan pada 25 titik berbeda, dalam menentukan titik dilihat
berapa titik koordinat nya agar mengetahui kemana arus tersebut.

3.3.1.5 Kemiringan Pantai


1. Pengukuran dan menentukan titik, pada praktikum ini melakukan di satu titik.
2. Ambil data kedalaman sebanyak satu titik.
3. Konversikan dengan perhitungan dan gambar.

3.3.1.6 Kecepatan Gelombang


1. 3 orang praktikan mengambil 3 titik yang akan digunakan mengambil data kecepatan
gelombang.
2. 1 orang memegang tiang panjang dan stopwtach
3. 1 orang lain siap melihat gelombang sampai pecah mengenai tiang panjang
4. 1 orang lain memegang jung roll meter
5. Catat waktu gelombang ketika pecah mengenai tiang pancang.

3.3.1.7 Sendimen
1. Core sampler yang telah diberi semen bagian bawah nya ditaruh di di tempat yang
ditentukan.
2. Setelah 24 jam diambil, lalu dimasukan kedalam lastik dan dikeringkan.
3. Core sampler yang kedua ditujukan untuk melihat lapisan tanah pada pantai.
4. Core sampler ditanam sedalam 20 cm, lalu diamati lapisan tanah pantai tersebut.

3.3.2 Kimia
3.3.2.1 Salinitas
1. Refraktometer dikalibrasi menggunakan akuades.
2. Dikeringkan menggunakan tisu lalu tanda tera diarahkan ke nol
3. Dibilas kembali refraktometer dengan akuades dan dikeringkan
4. Diberi 1 tetes air sampel yang sudah diambil
5. Nilai salinitas akan terlihat pada skla refraktometer dengan peneropongan
6. Pengukuran dilakukan pada titik yang berbeda dan waktu yang berbeda.

3.3.2.2 pH
1. dicelupkan kertas pH ke dalam air selama beberapa saat.
2. Warna kertas ph dibandingkan dengan warna baku.
Pengukuran dilakukan dibeberapa titik lokasi yang sudah ditentukan
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Lokasi

Sebalang merupakan tempat yang berada di daerah Tarahan, Lampung selatan. Kondisi
pantai dan sungai di daerah cukup memprihatinkan, karena sungai dan pantai sudah
tercemar sehingga menyebabkan kematian pada terumbu karang. Limbah yang
mencemari pantai dan sungai berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Suhu
di pantai sebalang cukup tinggi, di karenakan kurangnya pepohonan di daerah tersebut.

4.2 Pasang Surut


Keterangan Pancang 1 Pancang 2 Pancang 3
Pancang tertinggi
Pancang Terendah
Nilai duduk tengah

Jenis- jenis pasang surut secara umum terdapat empat tipe , yaitupasang surut harian
ganda, pasang surut harian tunggal dan pasang surut harian campuran.
a. Pasang Surut Harian Ganda (diumal tide)
Merupakan pasang surut yang terjadi dua kali dalam satu hari. Seperti yang
terdapat pada perairan Kalimata, antara Sumatera dan Kalimantan.
b.
4.3 Kedalaman

Kedalaman Jumlah
0-30
31-60
61-90
91-120
121-150

4.4 Kemiringan

Sudut Jumlah
0-5
6-12
13-17

4.5 Arus

Kecepatan Jumlah
0,0-0,3
0,4-