Anda di halaman 1dari 3

5.

Tinjauan Singkat Teori Akuntansi

a. Teori Akuntansi

Secara garis besar, terdapat tiga macam teori akuntansi, yaitu teori akuntansi induktif,
prediktif atau positif, dan normatif. Keberadaan lebih dari satu teori dalam suatu bidang
ilmu ini dikarenakan oleh adanya perbedaan pandangan dari para peneliti yang didasari
oleh peran dan kebutuhan peneliti atas teori tersebut.

1) Teori Akuntansi Induktif

Awal perkembangan teori atau gagasan berasal dari observasi atas praktik yang
dilakukan oleh Akuntan di lapangan, atau melalui proses induksi.

2) Teori Akuntansi Prediktif (positif)

Teori prediktif atau positif merupakan sebuah teori yang menjelaskan dan
memprediksikan fenomena tertentu. Sehingga, Teori Akuntansi Positif mencoba untuk
menjelaskan dan memprediksikan praktik akuntansi dan tidak mencoba untuk
menyarankan tindakan tertentu.

Teori akuntansi positif mengemukakan bahwa pemilihan atas suatu metode akuntansi
dapat dijelaskan melalui perspektif efisiensi atau perspektif oportunis yang terkadang
sangat sulit untuk membedakan perspektif apa yang terbaik untuk menjelaskan strategi
akuntansi dari organisasi tertentu. Untuk menjelaskan mengapa sebuah perusahaan lebih
memilih metode akuntansi tertentu, perlu diketahui bahwa pemilihan atas suatu metode
akuntansi dapat memengaruhi arus kas yang diasosiasikan dengan kontrak utang, arus kas
terkait management-compensation plans, dan biaya politik perusahaan

3) Teori Akuntansi Normatif

Teori Akuntansi Normatif mencoba memberikan pengarahan kepada individu untuk


memungkinkan mereka untuk memilih kebijakan akuntansi yang paling tepat untuk situasi
yang terjadi. Teori ini didasari oleh keyakinan peneliti teori, bukan dari observasi, yang
mengakibatkan evaluasi atas teori tidak dapat dilakukan berdasarkan praktik akuntansi
yang terjadi di lapangan.
6. Evaluasi Teori Akuntasi

a. Teori Akuntansi Positif

Teori akuntansi positif memiliki beberapa hal yang dapat dikritik, yang merupakan hal-
hal yang dikemukakan oleh penganut teori lainnya, yaitu bahwa teori ini hanya memberi
informasi mengenai masalah yang terjadi dan tidak memberikan solusi untuk
memperbaiki praktik akuntansi tersebut karena penganut teori ini memandang bahwa
pengguna informasi harus bebas dalam menentukan langkah penyelesaian.

Di samping tidak memberikan solusi, penganut teori ini memiliki pendapat yang
negatif terhadap umat manusia, yang mana menurut teori ini adalahsuatu makhluk yang
melakukan semua kegiatan atas dasar keinginan untuk memperkaya diri sendiri.

b. Teori Akuntansi Normatif

Kelemahan dari teori akuntansi normatif adalah bahwa penganut teori ini cenderung
memberikan pendapat yang bersifat subjektif karena didasari oleh penilaian pribadi
akuntan. Sehingga, setiap pendapat dari teori ini harus dapat dibuktikan kebenarannya
secara empiris.

Di samping itu, teori ini cenderung bersifat idealis, di mana pada teori ini terdapat
penekanan pada baik atau buruknya suatu praktik daripada kebenaran atau kesalahan
akibat dari praktik tersebut.

7. Kemungkinan Pembuktian Teori

Menurut Deegan (2006), jika teori akuntansi digunakan sebagai penjelasan dan
prediksi aksi dan rekasi individu terhadap informasi akuntansi, dan jika hasil prediksi
tersebut dapat dipergunakan untuk menjelaskan kondisi dalam beberapa waktu, maka
kondisi tersebut dapat digunakan meskipun tidak sempurna.
8. Evaluasi Teori AkuntansiPertimbangan Logika dan Fakta

a. Mengevaluasi deduksi Logis

Penekanan bahwa suatu argumen dapat dikatakan logis apabila yang mendasarinya
adalah benar, sehingga kesimpulan yang diambil dari deduksi adalah benar. Sebagai
contoh, A memiliki seluruh saham B dan B memiliki seluruh saham C, sehingga A adalah
pemilik dari C, dan hal ini adalah benar.

b. Mengevaluasi asumsi dasar teori

Peneliti harus waspada dan memerhatikan bahwa penerimaan asumsi tersebut tidak
hanya karena pengaruh penggunaan bahasa asumsi tersebut. Peneliti harus dapat
memastikan apakah asumsi tersebut tetap dapat diterima bila bahasa penjelasan diubah,
sehingga hasil evaluasi tersebut dapat lebih berguna

c. Penggunaan teori secara universal

Secara alami, teori merupakan sebuah abstrak dari realita, sehingga tidak dapat
diimplementasikan secara umum di setiap masa. Sehingga diperlukan suatu batasan
penerimaan teori yang dapat menjelaskan fenomena dan kecenderungan respon individu
terhadap fenomena tersebut.

d. Generalisasi materi dari pengujian sampel

Dalam menguji teori akuntansi, peneliti masih cenderung menggunakan metode dari
penelitian science yang berasumsi bahwa fenomena yang dipelajari akan memberikan
hasil yang sama pada semua situasi. Hal ini berarti bahwa dalam sudut pandang tersebut,
teori akuntansi dengan mudah dapat digeneralisasi pada semua kondisi. Namun sudut
pandang lain berpendapat bahwa hal tersebut tidak tepat, memandang bahwa akuntansi
merupakan human activity yang tidak dapat disamakan dengan penelitian yang bersifat
science, dan bahwa respon individu akan selalu berbeda dengan individu yang lain. Untuk
itu dalam generalisasi teori akuntansi, hal utama yang perlu ditekankan adalah
pemahaman logika dari suatu argument atau asumsi, sehingga dalam pengambilan
sampel untuk populasi yang besar pun harus didasari atas logika tersebut.