Anda di halaman 1dari 19

ANATOMI FISIOLOGI

SISTEM PENCERNAAN

Oleh :
1. Putu Yeni Yunitasari (P07120214004)
2. Ni Kadek Ariyastuti (P07120214007)
3. Ni Putu Erna Libya (P07120214014)
4. Ni Made Desi Sugiani (P07120214017)
5. Ni Kadek Dian Inlam Sari (P07120214018)
6. Ayu Indah Agustini (P07120214027)
Kelompok: 5
D-IV Keperawatan

KEMENTERIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
TAHUN 2014
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Fungsi utama sistem pencernaan adalah memindahkan zat nutrisi, air dan garam
yang berasal dari zat makanan ke lingkungan dalam untuk didistribusikan ke sel-sel
melalui sistem sirkulasi. Zat makanan merupakan sumber energi bagi tubuh, seperti
ATP yang dibutuhkan sel untuk melaksanakan berbagai kegiatan di tubuh dan juga
berfungsi sebagai bahan pembangun dan pengganti sel-sel yang rusak.
Sistem pencernaan terdiri dari semua organ yang berfungsi untuk mengunyah,
menelan, mencerna dan mengabsorpsi makanan serta mengeliminasi makanan yang
tidak dapat dicerna dan tidak dicerna tubuh. sistem ini terdiri dari saluran cerna atau
kanal cerna (alimentary canal) dan organ-organ tambahan dalam sistem pencernaan.
Proses pencernaan makanan pada manusia melibatkan alat-alat pencernaan
makanan yang kita makan. Alat pencernaan makanan dapat dibedakan atas saluran
pencernaan dan kelenjar pencernaan. Saluran pencernaan manusia memanjang dari
mulut sampai anus, terdiri dari mulut (kaum olis), kerongkongan (esofagus), lambung
(ventlikulus), usus halus (intestinum), usus besar (kolon), dan anus. Kelenjar
pencernaan menghasilkan enzim-enzim yang membantu proses pencernaan kimiawi.
Kelenjar air liur, kelenjar getah lambung, hati (hepar), dan pankreas. Sistem
pencernaan
Sehingga, dengan mengetahui latar belakang dari penulisan ini, maka sangat
penting bagi penulis untuk menyusun makalah yang berjudul "Sistem Pencernaan"

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka dapat dirumuskan
permasalahan sebagai berikut.
1.2.1 Apa pengertian dari sistem pencernaan?
1.2.2 Apa saja organ-organ pada sistem pencernaan?
1.2.3 Apa saja hormon pencernaan pada tubuh manusia?
1.2.4 Apa sajakah penyakit atau kelainan yang berhubungan dengan sistem
pencernaan manusia?
1.3 Tujuan
Berdasarkan latar belakang dan rumusan permasalahan tersebut, maka dapat
diketahui tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut.
1.3.1 Untuk mengetahui pengertian dari sistem pencernaan
1.3.2 Untuk mengetahui organ-organ pada sistem pencernaan
1.3.3 Untuk mengetahui hormon pencernaan pada tubuh manusia
1.3.4 Untuk mengetahui penyakit atau kelainan yang berhubungan dengan sistem
pencernaan manusia

1.4 Manfaat
1.4.1 Menambah wawasan penulis mengenai pengertian, organ-organ pada sistem
pencernaan
1.4.2 Menambah wawasan penulis mengenai hormon serta kelainan pada sistem
pencernaan

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Sistem Pencernaan
Sistem pencernaan (bahasa Inggris: digestive system) adalah sistem organ
yang menerima makanan, mencernanya menjadi energi dan nutrien, serta
mengeluarkan sisa proses tersebut melalui dubur. sistem pencernaan manusia
merupakan saluran yang terletak di sepanjang rongga tubuh bagian ventral. saluran
ini disebut saluran pencernaan (tractus digentivus) atau tractus gastrointesnalis.
(Citrawathi, 2001:194). sedangkan saluran pencernaan makanan merupakan saluran
yang menerima makanan dari luar dan mempersiapkannya untuk diserap oleh tubuh
dengan jalan proses pencernaan (pengunyahan, penelanan, dan pencampuran) dengan
enzim dan zat cair yang terbentang mulai dari mulut (oris) sampai anus.
Secara spesifik, sistem pencernaan berfungsi untuk mengambil makanan,
memecahnya menjadi molekul nutrisi yang lebih kecil, menyerap molekul tersebut ke
dalam alirah darah, kemudian membersihkan tubuh dari sisa pencernaan.
Pencernaan makanan merupakan proses mengubah makanan dari ukuran besar
menjadi ukuran yang lebih kecil dan halus, serta memecah molekul makanan yang
kompleks menjadi molekul yang sederhana dengan menggunakan enzim dan organ-
organ pencernaan. Enzim ini dihasilkan oleh organ-organ pencernaan dan jenisnya
tergantung dari bahan makanan yang akan dicerna oleh tubuh. Zat makanan yang
dicerna akan diserap oleh tubuh dalam bentuk yang lebih sederhana. Proses
pencernaan makanan pada tubuh manusia dapat dibedakan atas dua macam, yaitu:
1. Proses pencernaan secara mekanik
Yaitu proses perubahan makanan dari bentuk besar atau kasar menjadi bentuk kecil
dan halus. Pada manusia dan mamalia umumnya, proses pencernaan mekanik
dilakukan dengan menggunakan gigi.
2. Proses pencernaan secara kimiawi (enzimatis)
Yaitu proses perubahan makanan dari zat yang kompleks menjadi zat-zat yang lebih
sederhana dengan menggunakan enzim. Enzim adalah zat kimia yang dihasilkan oleh
tubuh yang berfungsi mempercepat reaksi-reaksi kimia dalam tubuh.
Proses pencernaan makanan pada manusia melibatkan alat-alat pencernaan
makanan. Alat-alat pencernaan manusia adalah organ-organ tubuh yang berfungsi
mencerna makanan yang kita makan. Alat pencernaan dapat dibedakan atas saluran
pencernaan dan kelenjar pencernaan. Kelenjar pencernaan menghasilkan enzim-
enzim yang membantu proses pencernaan kimiawi. Kelenjar-kelenjar pencernaan
manusia terdiri dari kelenjar air liur, kelenjar getah lambung, hati (hepar), dan
pankreas. Berikut ini akan dibahas satu per satu proses pencernaan yang terjadi di
dalam saluran pencernaan makanan pada manusia.

2.2 Organ-organ pada Sistem Pencernaan

a. Rongga Mulut
Terjadi pencernaan secara mekanik dan kimiawi. Pada bagian dalam mulut
terdapat gigi, lidah, dan kelenjar ludah.

1. Bibir dan Pipi


Di depan ditutup oleh bibir atas dan bibir bawah. jaringan utama bibir dan pipi
adalah otot rangka. permukaan luar bibir diliputi kulit dengan folikel rambut, kelenjar
sebasea, dan kelenjar keringat.bagian dalam bibir diliputi mukosa. pada daerah tepian
bibir, epidermisnya mengalami modifikasi, stratum stratum lusidumnya tebal dan
lebih transparan. Pada dermis di bawahnya terdapat papil-papil tinggi dan banyak
pleksus pembuluh darah. Semuanya ini menyebabkan warna merah pada daerah
tepian bibir ini (merah bibir). Di sini tidak ada rambut, kelenjar keringat, maupun
kelenjar sebasea. (Tambayong Jan, 2001:59)
2. Lidah
Pada permukaan atas dekat pangkal lidah terdapat alur berbentuk "V", yaitu
sulkus terminalis, yang memisahkan lidah bagian anterior dari bagian posterior.
Permukaan sepertiga belakang lidah tampak bernodul, tidak rata karena adanya
nodulus limfatikus (tonsila lingual). Permukaan atas lidah dipenuhi banyak tonjolan
kecil disebut papil lidah. Terdapat 3 jenis papil papil utama pada manusia: 1) papila
filiformis, terdapat di seluruh permukaan lidah, berbentuk langsing tinggi. 2) papila
fungiformis, tersebar di antara papila filiformis, berbentuk jamur. 4) papila foliata,
terdapat pada bagian samping dan belakang lidah, berbentuk lipatan mirip daun,
dengan kuncup kecap. semua papila mengandung banyak ujung saraf sensorik untuk
rasa sentuhan dan kuncup kecap terdapat pada semua papila kecuali papila filiformis.
(Tambayong Jan, 2001:59-60)
Lidah berfungsi untuk :
a. Pengaduk makanan.
b. Membantu proses penelanan makanan.
c. Sebagai alat/organ pengecap.
d. Membantu membersihkan rongga mulut.
e. Membantu untuk berbicara/bercakap-cakap.
f. Terbagi menjadi beberapa daerah rasa antara lain asin, manis, asam dan pahit.
1. Kelenjar ludah/glandula salivales
Menghasilkan air liur/air ludah/saliva yang bersifat pekat dan licin. Saliva ini banyak
mengandung lendir atau musin dan enzim ptyalin/amylase. Enzim ptialin memiliki
pH sekitar 6,8 7,0 dengan suhu 37o C.
2. Fungsi air liur/saliva :
a. Mempermudah proses penelanan dan pencernaan makanan
b. Melindungi selaput mulut
c. Mencerna makanan secara kimiawi.
3. Gigi/ dens
Merupakan alat pencernaan yang bertugas secara mekanik. Terdapat 4 jenis gigi
yaitu gigi taring (dens caninus) berfungsi untuk merobek/mencabik makanan. Gigi
seri (dens inscisivus) berfungsi untuk memotong makanan. Gigi geraham depan (dens
premolare) dan geraham belakang (dens molare) yang keduanya berfungsi untuk
menghaluskan makanan.
b. Kerongkongan (esophagus)
Esophagus berasal dari bahasa Yunani: i (dibaca: oeso) yang berarti
membawa dan (dibaca: phagus) yang berarti memakan] atau kerongkongan
adalah tabung (tube) berotot yang dilalui sewaktu makanan mengalir dari bagian
mulut ke dalam lambung atau ventrikulus dengan panjang sekitar 20 25 cm.
Makanan berjalan melalui esofagus dengan menggunakan proses peristaltik . Dinding
kerongkongan atau esophagus ini terdiri atas 3 lapisan, yaitu:
a. Tunika mukosa : menghasilkan mucus/lendir
b. Tunika submukosa : terdapat jaringan ikat kolagen dan elastis, ujung kapiler darah,
dan ujung saraf
c. Tunika muskularis : mengandung otot polos dan jaringan ikat.

1. Gerakan Peristaltik pada Kerongkongan


Gerakan menelan makanan yang terjadi di esophagus merupakan gerakan
peristaltic/peristalsis, yaitu gerakan otot dinding saluran pencernaan (kaya akan otot
polos) yang berupa gerakan kembang kempis atau gerak meremas-remas makanan
dalam bentuk bolus dan akan mendorong lobus menuju ke lambung. Waktu yang
diperlukan lobus dari kerongkongan menuju ke lambung adalah 6 detik.

c. Lambung/ventrikulus
Lambung atau ventrikulus merupakan organ kantung besar yang terletak di
rongga perut agak ke kiri. Dinding lambung tersusun menjadi 4 lapisan, yaitu :

1. Lapisan peritoneal (Lapisan Serosa)


Merupakan lapisan terluar dari ventrikulus yang berfungsi sebagai lapisan pelindung
perut. Sel-sel di lapisan ini mengeluarkan sejenis cairan untuk mengurangi gaya
gesekan yang terjadi antara perut dengan anggota tubuh lainnya.
2. Lapisan Berotot, yang terdiri dari :
1. Cardiac merupakan bagian atas ventriculus yang berhubungan dengan
esophagus dan hepar.
2. Fundus merupakan bagian tengah ventriculus yang bentuknya membulat.
3. Pylorus merupakan bagian bawah ventriculus yang berhubungan dengan
intestinum tenue.
3. Lapisan Submukosa.
Submucosa ialah lapisan dimana pembuluh darah arteri dan vena dapat ditemukan
untuk menyalurkan nutrisi dan oksigen ke sel-sel perut sekaligus untuk membawa
nutrisi yang diserap, urea, dan karbon dioksida dari sel-sel tersebut.
4. Lapisan Mukosa.
Mucosa ialah lapisan dimana sel-sel mengeluarkan berbagai jenis cairan, seperti
enzim, asam lambung, dan hormon. Lapisan ini berbentuk seperti palung untuk
memperbesar perbandingan antara luas dan volume sehingga memperbanyak volume
getah lambung yang dapat dikeluarkan.
Fungsi ventriculus yaitu :
a. Menyimpan makanan dalam kurun waktu 2 5 jam.
b. Mengaduk makanan (dengan gerakan meremas).
c. Mencerna makanan dengan bantuan enzim.
d. Menerima makanan dan bekerja sebagai penampung untuk jangka waktu pendek.
e. Makanan dicairkan dan dicampur dengan asam hidrokhlorida dan dengan cara ini
disiapkan untuk dicernakan oleh usus.
f. Susu dibekukan dan kasein dikeluarkan.
g. Pencernaan lemak dimulai di dalam lambung.
h. Faktor antianemia dibentuk.
i. Khime, yaitu isi lambung yang cair disalurkan masuk duodenum.
Enzim yang dihasilkan :
a. HCl/asam chlorida/asam lambung dihasilkan oleh sel parietal (parietal cell)
yang fungsinya antara lain :
1. Merangsang keluarnya seketin.
2. Mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin untuk memecah protein.
3. Desinfektan, yaitu membunuh kuman-kuman.
4. Merangsang keluar hormon kolesistokinin yang merangsang empedu
mengeluarkan getahnya.
b. Renin berfungsi untuk mengendapkan kasein (protein susu). Kasein akan
diubah oleh pepsin menjadi pepton.
c. Pepsinogen [dihasilkan oleh sel chief (chief ceel)], akan aktif bila dalam bentuk
pepsin. Pepsin berfungsi untuk mencerna protein menjadi pepton dan proteosa.
d. Lipase berfungsi untuk mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
e. Hormone gastrin berfungsi untuk sekresi getah lambung.
f. Lendir/musin berfungsi melindungi sel-sel di permukaan lambung terhadap
kerusakan akibat kerja dari HCl. Dihasilkan oleh sel Goblet (goblet cell).
d. Usus Halus (Intestinum Tenue)
Merupakan saluran panjang sekitar 8,25 m dan dibagi menjadi 3 bagian utama
yaitu :
a. Duodenum/usus dua belas jari merupakan usus halus yang berbatasan dengan
ventriculus. Terjadi proses oemecahan lemak dan karbohidrat. Panjangnya
sekitar 25 cm/0,25 m
b. Jejunum/usus kosong merupakan usus halus yang berbatasan langsung dengan
duodenum dan ileum. Disini tidak terjadi proses penyerapan dan pencernaaan
makanan. Panjangnya sekitar 7 m.
c. Ileum/usus penyerapan merupakan usus halus yang berbatasan dengan jejunum
dan intestinum crassum. Disinilah terjadi penyerapan sari-sari makanan.
Panjangnya sekitar 1 m.
Fungsi utama usus halus adalah menerima zat-zat makanan yang mudah dicerna
untuk diserap melalui kapiler-kapiler darah dan saluran-saluran limfe, menyerap
protein dalam bentuk asam amino dan menyerap karbohidrat dalam bentuk emulsi
lemak.
Kelenjar atau enzim di dalam usus halus di antaranya:
a. Enterokinase untuk mengaktifkan tripsinogen menjadi tripsin.
b. Eripsin menyempurnakan pencernaan protein menjadi asam amino.
c. Laktase mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.
d. Maltase mengubah maltosa menjadi glukosa.
e. Disakarase mengubah disakarida menjadi monosakarida
f. Peptidase mengubah polipeptida menjadi asam amino
g. Lipase mengubah trigliserida menjadi gliserol dan asam lemak
h. Sukrase mengubah sukrosa menjadi fruktosa dan glukosa.

e. Usus Besar
Makanan yang tidak dicerna di usus halus, misalnya selulosa, bersama dengan
lendir akan menuju ke usus besar menjadi feses. Di dalam usus besar terdapat
bakteri Escherichia coli. Bakteri ini membantu dalam proses pembusukan sisa
makanan menjadi feses. Selain membusukkan sisa makanan, bakteri E. coli juga
menghasilkan vitamin K. Vitamin K berperan penting dalam proses pembekuan
darah.
Sisa makanan dalam usus besar masuk banyak mengandung air. Karena tubuh
memerlukan air, maka sebagian besar air diserap kembali ke usus besar. Penyerapan
kembali air merupakan fungsi penting dari usus besar.
Usus besar terdiri dari bagian yang naik, yaitu mulai dari usus buntu (apendiks),
bagian mendatar, bagian menurun, dan berakhir pada anus. Untuk lebih jelasnya,
dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Struktur usus besar


Perjalanan makanan sampai di usus besar dapat mencapai antara empat sampai
lima jam. Namun, di usus besar makanan dapat disimpan sampai 24 jam. Di dalam
usus besar, feses di dorong secara teratur dan lambat oleh gerakan peristalsis menuju
ke rektum (poros usus). Gerakan peristalsis ini dikendalikan oleh otot polos (otot tak
sadar).
f. Anus
Merupakan lubang tempat pembuangan feses dari tubuh. Sebelum dibuang
lewat anus, feses ditampung terlebih dahulu pada bagian rectum. Apabila feses sudah
siap dibuang maka otot spinkter rectum mengatur pembukaan dan penutupan anus.
Otot spinkter yang menyusun rektum ada 2, yaitu otot polos dan otot lurik. Jadi,
proses defekasi (buang air besar) dilakukan dengan sadar, yaitu dengan adanya
kontraksi otot dinding perut yang diikuti dengan mengendurnya otot sfingter anus dan
kontraksi kolon serta rektum. Akibatnya feses dapat terdorong ke luar anus. Untuk
lebih jelasnya, dapat dilihat pada gambar berikut ini.

2.3 Hormon Pencernaan


Hormon diekstraksikan dari dinding usus halus, dinamakan sekretin.
Rangsangan berbagai bahan kimia dalam kimus menyebabkan dilepaskannya hormin
di permukaan basal yang kemudian berdifusi ke dalam kapiler untuk sampai ke sel
sasarannya melalui jalur sirkulasi. (Syaifuddin, 2006:184)
1. Gastrin
Gastirn diproduksi oleh sel yang disebut dengan sel G, di dinding
lambung.Ketika makanan memasuki lambung, sel G memicu pelepasan gastrin dalam
darah. Dengan meningkatnya gastrin dalam darah, maka lambung mengeluarkan
asam lambung yang membantu memecah dan mencerna makanan. Ketika asam
lambung yang diproduksi telah cukup untuk memecah makanan, kadar gastrin dalam
darah akan kembali menurun. Jadi, pengaruh hormon ini dalam adalah mengatur
pencernaan sebagai perangsang sekresi terus-menerus getah lambung.
Gastrin juga dapat mempunyai pengaruh dan peran pada pancreas, hati, dan
usus. Gastrin membantu pancreas memproduksi enzim untuk pencernaan dan
membantu hati menghasilkan empedu. Gastrin juga membantu merangsang usus
untuk membantu memindahkan makanan melalui saluran pencernaan.
2. Enterogastron (sekretin)
Sekretin distimulus untuk produksi bubur makanan (chime) asam dalam
duodenum. Pengaruh hormon ini dalam proses pencernaan yaitu merangsang
pankreas untuk mengeluarkan bikarbonat, yang menetralkan bubur makanan (chime)
asam dalam duodenum.
3. Cholecystokinin (CCK)
Cholecystokinin (CCK) diproduksi di dinding duodenum. Hormon ini disekresi
oleh sel epitel mukosa dari duodenum. Cholecystokinin juga diproduksi oleh neuron
dalam sistem saraf enterik, dan secara luas dan berlimpah didistribusikan di dalam
otak.
Distimulus untuk produksi asam amino atau asam lemak dalam chime.
Pengaruhnya untuk merangsang pancreas mengeluarkan enzim pancreas ke dalam
usus halus, merangsang kantung empedu untuk berkontraksi, yang mengeluarkan
empedu ke dalam usus halus.
4. Ghrelin
Ghrelin disintesis sebagai preprohormone, lalu proteolytically diproses untuk
menghasilkan suatu peptida asam amino 28. Sebuah modifikasi menarik dan unik
dikenakan pada hormon selama sintesis dalam bentuk asam n-octanoic terikat ke
salah satu asam amino tersebut, modifikasi ini diperlukan untuk aktivitas biologis.
Sumber utama sirkulasi ghrelin adalah saluran pencernaan, terutama dari perut, tetapi
juga dalam jumlah yang lebih kecil dari usus. Hipotalamus di otak adalah sumber
ghrelin yang signifikan. Jumlah yang lebih kecil diproduksi di plasenta, ginjal, dan
kelenjar hipofisis.
5. Motilin
Motilin berpartisipasi dalam mengendalikan pola kontraksi otot polos pada
saluran pencernaan atas. Motilin disekresi ke sirkulasi selama keadaan berpuasa pada
interval kira-kira 100 menit. Kontrol sekresi motilin sebagian besar tidak diketahui,
walaupun beberapa studi menunjukkan bahwa pH basa dalam duodenum merangsang
rilis.

2.4 Penyakit/Kelainan pada Sistem Pencernaan Manusia


1. Konstipasi
Konstipasi atau yang sering kita sebut dengan sebutan sembelit adalah
keadaan yang dialami seseoang dengan gejala fases mengeras sehingga susah
dikeluarkan. Sembelit disebabkan oleh adanya penyerapan air pada sisa makanan.
Akibatnya, fases kekurangan air dan menjadi keras. Ini terjadi dari kebiasaan buruk
yang menunda-nunda buang besar. Selain itu, juga karena kurangnya penderita dalam
mengkonsumsi makanan berserat, kurang minum, stres, dan lain-lain. Oleh karena itu,
banyak memakan buah-buahan dan sayur-sayuran berserat, minum banyak air, makan
teratur, buang air setiap hari, makan makanan berserat, dan olahraga teratur dapat
mencegah gangguan ini.
2. Disentri
Penyakit ini menyerang usus. Usus yang terserang disentri terinfeksi oleh
kuman (bakteri atau amoeba) jadi meradang. Gejala umumnya antara lain sakit perut,
mencret (diare) kadang-kadang berdarah dan berlendir.Penyebaran atau penularannya
seperti penyakit diare, yaitu melalui tinja si penderita yang mencemari air atau tanah.
Dan orang sehat memakai air atau tanah yang tercemari oleh tinja yang mengandung
kuman penyakit ini.
3. Apendisitis
Apendisitis merupakan gangguan yang terjadi karena peradangan apendiks.
Penyebabnya ialah adanya infeksi bakteri pada umbai cacing (usus buntu). Akibatnya,
timbul rasa nyeri dan sakit.
4. Maag
Penyakit ini juga disebut tukak lambung atau luka pada lambung. Alat
pencernaan yang diserang oleh maag adalah lambung atau usus dua belas jari.
Gejalanya antara lain pegal-pegal di punggung satu sampai dua jam setelah makan
atau jika perut kosong. Gejala yang terkenal dari penyakit maag adalah mual,
kembung, dan muntah-muntah. Gejala lainnya adalah kurang nafsu makan dan berat
turun.
Penyebab penyakit maag yaitu bakteri Helicobakter pylori atau pemakaian
sejenis obat antiradang.Pengobatannya dilakukan dengan memberikan obat
antibiotika jika penyebabnya bakteri tadi. Misalnya, pemberian tetrasikin atau
amoksilin. Yang ringan dapat diatasi dengan antasid. Gejala mual dan kembung dapat
diatasi dengan obat sakit maag.
5. Radang Usus Buntu
Terjadi infeksi pada usus buntu. Gejalanya sakit pada perut sebelah kanan
bawah. Radang terjadi jika lubang antara usus buntu dan usus besar menaik tersumbat
lalu tertutup. Penyumbatannya bisa lendir atau benda keras seperti biji terung atau
cabe. Karena tersumbat atau tertutup, bakteri dalam usus buntu membuat dinding
usus buntu terinfeksi. Untuk menyembuhkannya biasanya dilakukan operasi, yaitu
memotong usus buntu.
6. Demam Tifoid
Demam tifoid adalah penyakit serius yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri
tifoid menyebabkan penderitanya demam, lemah, dan bahkan kematian. Kejadian
demam tifoid umumnya terjadi di kawasan yang sangat padat penduduk. Ketika
sanitasi dan kebersihan diperbaiki hingga standar modern, kejadian demam tifoid
menurun drastis. Sekarang relatif agak jarang.
Gejala penyakit ini ialah demam, khususnya pada malam hari, sakit kepala,
sakit perut, lidah pahit sehingga tidak ada nafsu makan. Gelaja pertama muncul satu
hingga tiga pekan setelah mengkonsumsi air atau makanan yang tercemar bakteri
demam tifoid. Lazimnya demam terjadi pada pekan pertama, dan pada pekan kedua
meningkat dan tetap tinggi. Seringkali juga diikuti munculnya bercak-bercak warna
merah muda. Pada tingkat parah, terjadi diare berwarna kehijauan. Selanjutnya terjadi
hal-hal yang lebih fatal seperti tukak pada usus bahkan lubang pada dinding usus.
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang disebut Salmonella typhi. Bakteri ini
ditularkan terutama melalui air atau makanan yang tercemar. Korban demam tifoid
membuang bakteri dalam feses dan urinenya. Orang sehat tapi pembawa bakteri
penyakit bisa menularkan penyakit ini melalui fesesnya. Bakteri juga dapat dibawa
oleh lalau yang hinggap pada feses yang terkontaminasi lalu hinggap pada makanan.
Makanan yang sudah terkontaminasi kemudian kita makan.
Pengobatannya dilakukan dengan memberikan obat antibiotik. Obat ini akan
menghambat pertumbuhan Salmonella dan mempercepat pemulihan kondisi
tubuh.Cara pencegahannya yaitu memperbaiki sanitasi umum dan kebersihan
perorangan. Vaksin tifoid memberi perlindungan sementara bagi orang yang hendak
pergi ke negeri di mana berjangkit wabah penyakit ini. Anak-anak juga diberikan
vaksin tifoid untuk perlindungan baginya hingga dewasa.
7. Hemeroid/Wasir/Ambeyen
Hemoroid/Wasir/Ambeyen merupakan gangguan pembengkakan pada
pembuluh vena disekitar anus. Orang yang sering duduk dalam beraktivitas dan ibu
hamil seringkali mengalami gangguan ini.
8. Cacingan
Ada beberapa jenis penyakit cacing. Tiga yang perlu Anda ketahui yaitu cacing
gelang, cacing tambang, dan cacing kremi.Pengobatannya dilakukan dengan
memberikan obat cacing yang sesuai dan dosis yang tepat atau memakan biji petai
cina sebanyak-banyaknya agar cacingnya mati dan keluar bersama tinja.
9. Radang Dinding Lambung
Radang dinding lambung menyerang membran mukus yang melapisi lambung.
Gejalanya sulit bernapas, feses berwarna gelap bercampur darah, dan sakit kepala.
Penyebabnya mungkin alergi makanan, alkohol, atau obat-obatan, racun atau bakteri.
Pengobatannya dilakukan sesuai dengan penyebabnya. Yang disebabkan oleh bakteri
pasien diberi antibiotika.
10. Keracunan
Keracunan makanan dapat terjadi karena pengaruh beberapa bakteri semisal
bakteri Salmonela yang menyebabkan penyakit demam tipus dan paratipus.
11. Tukak Lambung
Tukak lambung adalah salah satu kelainan sistem pencernaan yakni kerusakan
pada selaput lendir. Tukak lambung dapat disebabkan oleh factor-faktor kuman,
toksin, ataupun psikosomatis. Kecemasan, ketakutan, stress, dan kelelahan
merupakan faktor psikosomatis yang akhirnya dapat merangsang pengeluaran HCL di
lambung. Jika HCL berlebihan, selapu lendir lambung akan rusak.
12. Malnutrisi (kurang gizi)
Yakni penyakit yang disebabkan oleh terganggunya pembentukan enzim
pencernaan. Gangguan tersebut disebabkan oleh sel-sel pancreas atropi yang
kehilangan banyak reticulum endoplasma. Sebagai contoh adalah kwashiorkor, yakni
penyakit akibat kekurangan protein yang parah dan pada umumnya menyerang anak-
anak.
BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan
Berdasarkan pembahasan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa Sistem
pencernaan makanan merupakan proses mengubah makanan dari ukuran besar
menjadi ukuran yang lebih kecil dan halus, serta memecah molekul makanan yang
kompleks menjadi molekul yang sederhana dengan menggunakan enzim dan organ-
organ pencernaan. Adapun organ pencernaan pada manusia terdiri dari: mulut,
kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar dan anus. Pencernaan dipengaruhi
oleh cara kerja hormon, yaitu: Gastrin, sekretin, CCK, ghrelin, motilin. Terdapat
beberapa kelainan pada sistem pencernaan, yaitu: konstipasi, disentri, apendisitis,
maag, radang usus buntu, demam tifoid, hemeroid/wasir/ambeyen, cacingan, radang
dinding lambung, keracunan, tukak lambung dan malnutrisi (kurang gizi).

3.2 Saran
Melalui penulisan makalah ini, penulis menyarankan beberapa hal kepada
pembaca, khususnya mahasiswa calon profesional keperawatan, agar dapat
memahami materi sistem pencernaan dengan baik, mempelajari lebih dalam
mengenai organ-organ apa saja yang terlibat dalam sistem pencernaan, hormon-
hormon yang berperan serta kelainan-kelainan yang berhubungan dengan sistem
pencernaan. Hal ini dilakukan guna memperdalam nalar dan pengetahuan yang
dimiliki sebelum dipraktikan dan diaplikasikan secara langsung.
DAFTAR PUSTAKA

Citrawathi, 2001. Anatomi dan Fisiologi Manusia, Singaraja-Denpasar: Institut


Keguruan dan Ilmu Pendidikan Negeri Singaraja
Syaifuddin. 2006. Anatomi Fisiologi untuk Mahasiswa Keperawatan, Jakarta: EGC
Tambayong, Jan. 2001. Anatomi dan Fisiologi, Jakarta: EGC
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_pencernaan, diakses tanggal 16 September 2014
http://kamuskesehatan.com/arti/saluran-pencernaan/ diakses tanggal 16 September
2014
http://novalinahasugian.blogspot.com/2009/05/peran-hormon-dalam-proses-
pencernaan.html diakses tanggal 16 September 2014
http://www.anneahira.com/kelainan-sistem-pencernaan.htm diakses tanggal 16
September 2014
https://www.academia.edu/5448301/MAKALAH_pencernaan diakses tanggal 16
September 2014