Anda di halaman 1dari 2

Kenali Gejala Dehidrasi dan Edema

ist
Oleh: Suyadi
metropolitan - Senin, 15 Oktober 2012 | 15:54 WIB
Share on facebookShare on twitterShare on emailShare on googleMore Sharing Services

Powered by Translate

Edema dan dehidrasi adalah suatu kondisi yang bertolak belakang. Edema merupakan
suatu penimbunan cairan dalam jaringan. Akibatnya terjadi gangguan keseimbangan
cairan dalam tubuh.

Edema dapat terjadi karena, adanya tekanan indrustotik yang sangat tinggi pada pembuluh
kapiler, misalnya apabila aliran darah vena tersumbat.

Juga tekanan osmotic yang terlalu rendah karena kadar protein plasma terutama albumin sangat
rendah. Selain itu juga bisa terjadi akibat sumbatan pada pembuluh limpha, pembengkakan pada
ketiak dan lipat paha.

Adakalanya juga akibat kerusakan pada dinding pembuluh kapiler. Sehingga plasma dapat
merembas keluar dan masuk ke dalam jaringan sehingga menimbulkan tekanan osmotic protein
dalam aliran darah.

Sementara dehidrasi adalah kekurangan cairan atau pengurangan volome air yang terjadi pada
tubuh, karena pengeluaran yang berlebihan atau penyusutan yang tidak tergantikan. Dehidrasi
dapat terjadi karena, keringat yang berlebihan, sakit muntah berak (muntaber) ataupun gangguan
penyerapan pada usus.
Juga bisa diakibatkan perut tidak menerima minuman maupun makanan atau mengalami luka
bakar. Akibat pengeluaran cairan yang berlebihan melalui kulit ini biasanya suhu badan tinggi
atau sakit demam.

Jika ada di antara anggota keluarga mengalami tanda-tanda seperti itu anjurkan memperbanyak
minum air putih. Hal itu adalah sebagai upaya mencegah munculnya komplikasi baru atau
penyakit baru serta untuk mempertahankan setamina tubuh.

http://metropolitan.inilah.com/read/detail/1916049/kenali-gejala-dehidrasi-dan-edema