Anda di halaman 1dari 25

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 mengamanatkan bahwa


pembentukanpemerintah negara Indonesia yaitu antara lain untuk mencerdask
an kehidupan bangsa. Untuk mewujudkan upaya tersebut, Undang-Undang Dasar
1945 Pasal 31 ayat (3) memerintahkan agar pemerintah mengusahakan dan
menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan
dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,
yang diatur dengan undang-undang. Perwujudan dari amanat Undang-Undang
Dasar 1945 yaitu dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 20 Tahun
2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Pendidikan nasional mempunyai visi yaitu terwujudnya sistem pendidikan
sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua
warga negar Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga
mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Makna
manusia yang berkualitas adalah manusia terdidik yang beriman dan bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,
mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
Oleh karena itu, pendidikan nasional harus berfungsi secara optimal sebagai
tempat dalam pembangunan bangsa dan karakter.
Pemberlakuan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004
tentang Pemerintah Daerah menuntut pelaksanaan otonomi daerah dan wawasan
demokrasi dalam penyelenggaraan pendidikan. Pengelolaan yang semula bersifat
sentralistik berubah menjadi desentralistik. Penerapan desentralisasi pengelolaan
pendidikan adalah dengan diberikannya wewenang kepada sekolah untuk
menyusun kurikulum sesuai dengan visi pendidikan nasional.
Desentralisasi pengelolaan pendidikan yang diharapkan dapat memenuhi
kebutuhan dan kondisi daerah perlu segera dilaksanakan. Bukti nyata dari
desentralisasi pengelolaan pendidikan ini adalah diberikannya kewenangan

Dokumen 1 Kurikulum SD Negeri 137 OKU/ TP. 2014/2015 1


kepada sekolah untuk mengambil keputusan berkenaan dengan pengelolaan
pendidikan, seperti dalam pengelolaan kurikulum, baik dalam penyusunannya
maupun pelaksanaannya di sekolah.
Kurikulum merupakan salah satu unsur yang memberikan kontribusi yang
signifikan untuk mewujudkan proses berkembangnya kualitas potensi peserta
didik dari sekian banyak unsur sumber daya pendidikan. Jadi tidak dapat
disangkal lagi bahwa kurikulum yang dikembangkan dengan berbasis pada
kompetensi sangat diperlukan sebagai instrumen untuk mengarahkan peserta didik
menjadi: (1) manusia berkualitas yang mampu dan proaktif menjawab tantangan
zaman yang selalu berubah; dan (2) manusia terdidik yang beriman dan bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,
mandiri; dan (3) warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
Kurikulum pada hakikatnya adalah alat untuk mencapai tujuan pendidikan.
Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi
dan bahan pelajaran, serta cara yang digunakan sebagai pedoman
penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan
tertentu. Tujuan tertentu meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian
dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan, dan peserta
didik. Oleh sebab itu, kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk
memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi
yang ada di daerah.
Kurikulum SD Negeri 137 OKU mengembangkan nilai-nilai budaya dan
karakter bangsa sebagai satu kesatuan kegiatan pendidikan yang terjadi di sekolah.
Nilai-nilai yang dimaksud di antaranya: religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja
keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta
tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli
sosial dan lingkungan, serta tanggung jawab. Nilai-nilai melingkupi dan
terintegrasi dalam seluruh kegiatan pendidikan sebagai budaya sekolah.

Dokumen 1 Kurikulum SD Negeri 137 OKU/ TP. 2014/2015 2


B. Landasan
Dalam mengembangkan kurikulum, terlebih dahulu harus diidentifikasi
dan dikaji secara selektif, akurat, mendalam dan menyeluruh landasan apa saja
yang harus dijadikan pijakan dalam merancang, mengembangkan, dan
mengimplementasikan kurikulum. Dengan landasan yang kokoh kurikulum yang
dihasilkan akan kuat, yaitu program pendidikan yang dihasilkan akan dapat
menghasilkan manusia terdidik sesuai dengan hakikat kemanusiannya, baik untuk
kehidupan masa kini maupun menyongsong kehidupan jauh kemasa yang akan
datang.

Penggunaan landasan yang tepat dan kuat dalam mengembangkan


kurikulum tidak hanya diperlukan oleh para penyusun kurikulum ditingkat pusat
(makro), akan tetapi terutama harus difahami dan dijadikan dasar pertimbangan
oleh para pengembang kurikulum ditingkat operasional (satuan pendidikan),
yaitu para guru, kepala sekolah, pengawas pendidikan (supervisor) dewan
sekolah atau komite pendidikan dan para guru serta pihak-pihak lain yang terkait
(stacke holder).

1. Landasan Yuridis
Dalam penyusunan Pengembangan Kurikulum 2013 ini mengacu pada
peraturan-peraturan sebagai berikut :
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang
Sistem Pendidikan Nasinal
2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2013 Tentang
Standar Nasional Pendidikan
3. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
Nomor 65 Tahun 2013 Tentang Standar Proses.
4. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
Nomor 54 Tahun 2013 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk
Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah

Dokumen 1 Kurikulum SD Negeri 137 OKU/ TP. 2014/2015 3


5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
Nomor 66 Tahun 2013 Tentang Penilaian
6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
Nomor 67 Tahun 2013 Tentang KD dan Kurikulum SD
7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
Nomor71 Tahun 2013 Tentang Buku Teks Pelajaran

2. Landasan Filosofis
Filsafat memegang peranan penting dalam pengembangan kuikulum. Di
bawah ini diuraikan tentang pengembangan kurikulum berdasarkan filsafat
pendidikan.
1. Menekankan pada keabadian, keidealan, kebenaran dan keindahan dari
pada warisan budaya dan dampak sosial tertentu.
2. Menekankan pentingnya pewarisan budaya dan pemberian pengetahuan
dan keterampilan pada peserta didik agar dapat menjadi anggota
masyarakat yang berguna.
3. Menekankan pada individu sebagai sumber pengetahuan tentang hidup dan
makna.
4. Menekankan pada pentingnya melayani perbedaan individual, berpusat
pada peserta didik, variasi pengalaman belajar dan proses.
5. Menekankan pada peradaban manusia, di samping menekankan tentang
perbedaan individual seperti pada progresivisme, rekonstruktivisme lebih
jauh menekankan tentang pemecahan masalah, berfikir kritis dan
sejenisnya.

3. Landasan Psikologis
Terdapat dua bidang psikologi yang mendasari pengembangan kurikulum
yaitu (1) psikologi perkembangan dan (2) psikologi belajar. Psikologi
perkembangan merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu
berkenaan dengan perkembangannya. Dalam psikologi perkembangan dikaji
tentang hakekat perkembangan, pentahapan perkembangan, aspek-aspek
Dokumen 1 Kurikulum SD Negeri 137 OKU/ TP. 2014/2015 4
perkembangan, tugas-tugas perkembangan individu, serta hal-hal lainnya yang
berhubungan perkembangan individu, yang semuanya dapat dijadikan sebagai
bahan pertimbangan dan mendasari pengembangan kurikulum. Psikologi belajar
merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu dalam konteks
belajar. Psikologi belajar mengkaji tentang hakekat belajar dan teori-teori belajar,
serta berbagai aspek perilaku individu lainnya dalam belajar, yang semuanya
dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan sekaligus mendasari pengembangan
kurikulum.

4. Landasan Sosial-Budaya
Pendidikan bukan hanya untuk pendidikan semata, namun memberikan
bekal pengetahuan, keterampilan serta nilai-nilai untuk hidup, bekerja dan
mencapai perkembangan lebih lanjut di masyarakat. Peserta didik berasal dari
masyarakat, mendapatkan pendidikan baik formal maupun informal dalam
lingkungan masyarakat dan diarahkan bagi kehidupan masyarakat pula.
Kehidupan masyarakat, dengan segala karakteristik dan kekayaan budayanya
menjadi landasan dan sekaligus acuan bagi pendidikan. Oleh karena itu, tujuan,
isi, maupun proses pendidikan harus disesuaikan dengan kebutuhan, kondisi,
karakteristik, kekayaan dan perkembangan yang ada di masyakarakat.

5. Landasan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi


Pada awalnya, ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki manusia
masih relatif sederhana, namun sejak abad pertengahan mengalami perkembangan
yang pesat. Berbagai penemuan teori-teori baru terus berlangsung hingga saat ini
dan dipastikan kedepannya akan terus semakin berkembang.
Kemajuan cepat dunia dalam bidang informasi dan teknologi dalam dua
dasa warsa terakhir telah berpengaruh pada peradaban manusia melebihi
jangkauan pemikiran manusia sebelumnya. Pengaruh ini terlihat pada pergeseran
tatanan sosial, ekonomi dan politik yang memerlukan keseimbangan baru antara
nilai-nilai, pemikiran dan cara-cara kehidupan yang berlaku pada konteks global
dan lokal.

Dokumen 1 Kurikulum SD Negeri 137 OKU/ TP. 2014/2015 5


Selain itu, dalam abad pengetahuan sekarang ini, diperlukan masyarakat
yang berpengetahuan melalui belajar sepanjang hayat dengan standar mutu yang
tinggi. Sifat pengetahuan dan keterampilan yang harus dikuasai masyarakat sangat
beragam dan canggih, sehingga diperlukan kurikulum yang disertai dengan
kemampuan meta-kognisi dan kompetensi untuk berfikir dan belajar bagaimana
belajar (learning to learn) dalam mengakses, memilih dan menilai pengetahuan,
serta mengatasi siatuasi yang ambigu dan antisipatif terhadap ketidakpastian.
Perkembangan dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, terutama
dalam bidang transportasi dan komunikasi telah mampu merubah tatanan
kehidupan manusia. Oleh karena itu, kurikulum seyogyanya dapat mengakomodir
dan mengantisipasi laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga
peserta didik dapat mengimbangi dan sekaligus mengembangkan ilmu
pengetahuan dan teknologi untuk kemaslahatan dan kelangsungan hidup manusia.

C. Tujuan
Penyusunan dan pengembangan Kurikulum 2013 bertujuan untuk
memberikan acuan kepada kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan lainnya
yang ada di sekolah dalam mengembangkan program-program yang akan
dilaksanakan. Selain itu, Kurikulum 2013 disusun antara lain agar dapat memberi
kesempatan peserta didik untuk :

a. belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
b. belajar untuk memahami dan menghayati,
c. belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif,
d. belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain, dan
e. belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar
yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.

Dokumen 1 Kurikulum SD Negeri 137 OKU/ TP. 2014/2015 6


BAB II
VISI, MISI DAN TUJUAN
A. VISI
Berdasarkan analisis konteks yang meliputi standar isi, standar kelulusan,
kondisi satuan pendidikan, peluang serta tantangan yang ada di masyarakat, maka
dalam merumuskan visi harus melalui pihak-pihak terkait (stakeholders) sehingga
visi tersebut benar-benar mewakili aspirasi semua pihak yang terkait. Harapannya
semua pihak yang terkait dalam kegiatan pembelajaran (guru, karyawan, peserta
didik, dan wali murid) benar-benar menyadari visi tersebut untuk selanjutnya
memegang komitmen terhadap visi yang telah disepakati bersama.

Adapun VISI SD Negeri 137 OKU ialah :


Terwujudnya sekolah yang unggul dalam prestasi berlandaskan iman dan
takwa, budi pekerti luhur dan berwawasan lingkungan.

Indikator VISI :
1. Unggul dalam persaingan untuk melanjutkan ke SMP negeri
2. Unggul dalam disiplin
3. Unggul dalam lomba olah raga dan seni
4. Unggul dalam kegiatan keagamaan

B. MISI
1.

Dalam rangka mewujudkan misi tersebut, sekolah berusaha menerapkan


peraturan yang ketat dan menjalin komunikasi yang baik untuk menjamin
hubungan kerja yang harmonis.

Dokumen 1 Kurikulum SD Negeri 137 OKU/ TP. 2014/2015 7


BAB III
STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

Struktur kurikulum adalah gambaran mengenai penerapan prinsip


kurikulum mengenai posisi seorang peserta didik dalam menyelesaikan
pembelajaran di suatu satuan atau jenjang pendidikan. Dalam struktur kurikulum
menggambarkan ide kurikulum mengenai posisi belajar seorang peserta didik
yaitu apakah mereka harus menyelesaikan seluruh mata pelajaran yang tercantum
dalam struktur ataukah kurikulum memberi kesempatan kepada peserta didik
untuk menentukan berbagai pilihan. Struktur kurikulum terdiri atas sejumlah mata
pelajaran, dan beban belajar.

A. Kompetensi Inti
Kompetensi Inti Sekolah Dasar merupakan tingkat kemampuan untuk
mencapai Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang harus dimiliki seorang peserta
didik pada setiap tingkat kelas. Kompetensi Inti dirancang untuk setiap kelas/usia
tertentu. Melalui Kompetensi Inti, sinkronisasi horisontal berbagai Kompetensi
Dasar antarmata pelajaran pada kelas yang sama dapat dijaga. Selain itu
sinkronisasi vertikal berbagai Kompetensi Dasar pada mata pelajaran yang sama
pada kelas yang berbeda dapat dijaga pula.

Rumusan Kompetensi Inti menggunakan notasi sebagai berikut:


1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk Kompetensi Inti sikap spiritual;
2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk Kompetensi Inti sikap sosial;
3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk Kompetensi Inti pengetahuan; dan
4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk Kompetensi Inti keterampilan.

Uraian tentang Kompetensi Inti untuk jenjang SD dapat dilihat pada Tabel
berikut.

Dokumen 1 Kurikulum SD Negeri 137 OKU/ TP. 2014/2015 8


Tabel 1. Kompetensi Inti SD/MI Kelas I, II, dan III
Kompetensi Inti Kompetensi Inti Kompetensi Inti
Kelas I Kelas II Kelas III
1. Menerima dan 1. Menerima dan 1. Menerima dan
menjalankan ajaran menjalankan ajaran menjalankan ajaran
agama yang dianutnya agama yang dianutnya agama yang
dianutnya
2. Memiliki perilaku 2. Menunjukkan perilaku 2. Menunjukkan
jujur, disiplin, jujur, disiplin, perilaku jujur,
tanggung jawab, tanggung jawab, disiplin, tanggung
santun, peduli, dan santun, peduli, dan jawab, santun,
percaya diri dalam percaya diri dalam peduli, dan percaya
berinteraksi dengan berinteraksi dengan diri dalam
keluarga, teman, dan keluarga, teman, dan berinteraksi dengan
guru guru keluarga, teman,
guru dan
tetangganya
3. Memahami 3. Memahami 3. Memahami
pengetahuan faktual pengetahuan faktual pengetahuan faktual
dengan cara dengan cara mengamati dengan cara
mengamati [mendengar, melihat, mengamati
[mendengar, melihat, membaca] dan [mendengar,
membaca] dan menanya berdasarkan melihat, membaca]
menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dan menanya
rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk berdasarkan rasa
dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan ingin tahu tentang
ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan dirinya, makhluk
kegiatannya, dan benda-benda yang ciptaan Tuhan dan
benda-benda yang dijumpainya di rumah kegiatannya, dan
dijumpainya di rumah dan di sekolah benda-benda yang
dan di sekolah dijumpainya di

Dokumen 1 Kurikulum SD Negeri 137 OKU/ TP. 2014/2015 9


Kompetensi Inti Kompetensi Inti Kompetensi Inti
Kelas I Kelas II Kelas III
rumah dan di
sekolah
4. Menyajikan 4. Menyajikan 4. Menyajikan
pengetahuan faktual pengetahuan faktual pengetahuan faktual
dalam bahasa yang dalam bahasa yang dalam bahasa yang
jelas dan logis, dalam jelas dan logis, dalam jelas, sistematis dan
karya yang estetis, karya yang estetis, logis, dalam karya
dalam gerakan yang dalam gerakan yang yang estetis, dalam
mencerminkan anak mencerminkan anak gerakan yang
sehat, dan dalam sehat, dan dalam mencerminkan anak
tindakan yang tindakan yang sehat, dan dalam
mencerminkan mencerminkan perilaku tindakan yang
perilaku anak beriman anak beriman dan mencerminkan
dan berakhlak mulia berakhlak mulia perilaku anak
beriman dan
berakhlak mulia

Tabel 2. Kompetensi Inti SD/MI Kelas IV, V, dan VI


Kompetensi Inti Kompetensi Inti Kompetensi Inti
Kelas IV Kelas V Kelas VI
1. Menerima, 1. Menerima, 1. Menerima,
menjalankan, dan menjalankan, dan menjalankan, dan
menghargai ajaran menghargai ajaran menghargai ajaran
agama yang dianutnya agama yang agama yang
dianutnya. dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku 2. Menunjukkan 2. Menunjukkan
jujur, disiplin, perilaku jujur, perilaku jujur,

Dokumen 1 Kurikulum SD Negeri 137 OKU/ TP. 2014/2015 10


Kompetensi Inti Kompetensi Inti Kompetensi Inti
Kelas IV Kelas V Kelas VI
tanggung jawab, disiplin, tanggung disiplin, tanggung
santun, peduli, dan jawab, santun, jawab, santun, peduli,
percaya diri dalam peduli, dan percaya dan percaya diri
berinteraksi dengan diri dalam dalam berinteraksi
keluarga, teman, guru, berinteraksi dengan dengan keluarga,
dan tetangganya keluarga, teman, teman, guru, dan
guru, dan tetangganya serta
tetangganya serta cinta tanah air.
cinta tanah air.
3. Memahami 3. Memahami 3. Memahami
pengetahuan faktual pengetahuan faktual pengetahuan faktual
dengan cara dan konseptual dan konseptual
mengamati dan dengan cara dengan cara
menanya berdasarkan mengamati, mengamati,
rasa ingin tahu tentang menanya dan menanya dan
dirinya, makhluk mencoba mencoba berdasarkan
ciptaan Tuhan dan berdasarkan rasa rasa ingin tahu
kegiatannya, dan ingin tentang tentang dirinya,
benda-benda yang dirinya, makhluk makhluk ciptaan
dijumpainya di rumah, ciptaan Tuhan dan Tuhan dan
di sekolah dan tempat kegiatannya, dan kegiatannya, dan
bermain benda-benda yang benda-benda yang
dijumpainya di dijumpainya di
rumah, di sekolah rumah, di sekolah
dan tempat bermain dan tempat bermain
4. Menyajikan 4. Menyajikan 4. Menyajikan
pengetahuan faktual pengetahuan faktual pengetahuan faktual
dalam bahasa yang dan konseptual dan konseptual dalam

Dokumen 1 Kurikulum SD Negeri 137 OKU/ TP. 2014/2015 11


Kompetensi Inti Kompetensi Inti Kompetensi Inti
Kelas IV Kelas V Kelas VI
jelas, sistematis dan dalam bahasa yang bahasa yang jelas,
logis, dalam karya jelas, sistematis, sistematis, logis dan
yang estetis, dalam logis dan kritis, kritis, dalam karya
gerakan yang dalam karya yang yang estetis, dalam
mencerminkan anak estetis, dalam gerakan yang
sehat, dan dalam gerakan yang mencerminkan anak
tindakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam
mencerminkan sehat, dan dalam tindakan yang
perilaku anak beriman tindakan yang mencerminkan
dan berakhlak mulia mencerminkan perilaku anak
perilaku anak beriman dan
beriman dan berakhlak mulia
berakhlak mulia

B. Mata Pelajaran

Struktur Kurikulum SD terdiri atas mata pelajaran umum kelompok A dan


mata pelajaran umum kelompok B. Mata pelajaran umum kelompok A merupakan
program kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi sikap,
kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan peserta didik sebagai
dasar penguatan kemampuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara. Mata pelajaran umum kelompok B merupakan program kurikuler yang
bertujuan untuk mengembangkan kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan, dan
kompetensi keterampilan peserta didik terkait lingkungan dalam bidang sosial,
budaya, dan seni. Khusus untuk MI, dapat ditambah dengan mata pelajaran
keagamaan yang diatur oleh Kementerian Agama.

Struktur kurikulum SD/MI adalah sebagai berikut

Dokumen 1 Kurikulum SD Negeri 137 OKU/ TP. 2014/2015 12


ALOKASI WAKTU PER MINGGU
MATA PELAJARAN
I II III IV V VI

Kelompok A (Umum)
1. Pendidikan Agama dan Budi
4 4 4 4 4 4
Pekerti
2. Pendidikan Pancasila dan
5 5 6 5 5 5
Kewarganegaran
3. Bahasa Indonesia 8 9 10 7 7 7
4. Matematika 5 6 6 6 6 6
5. Ilmu Pengetahuan Alam - - - 3 3 3
6. Ilmu Pengetahuan Sosial - - - 3 3 3
Kelompok B (Umum)
1. Seni Budaya dan Prakarya 4 4 4 4 4 4
2. Pendidikan Jasmani, Olahraga,
4 4 4 4 4 4
dan Kesehatan
Jumlah jam pelajaran per minggu 30 32 34 36 36 36

Tabel 3. Struktur Kurikulum SD/MI

Keterangan:
Mata pelajaran Kelompok A merupakan kelompok mata pelajaran yang
muatan dan acuannya dikembangkan oleh pusat.
Mata pelajaran Kelompok B merupakan kelompok mata pelajaran yang
muatan dan acuannya dikembangkan oleh pusat dan dapat dilengkapi dengan
muatan/konten lokal.
Mata pelajaran Kelompok B dapat berupa mata pelajaran muatan lokal yang
berdiri sendiri.
Muatan lokal dapat memuat Bahasa Daerah

Dokumen 1 Kurikulum SD Negeri 137 OKU/ TP. 2014/2015 13


Satu jam pelajaran beban belajar tatap muka adalah 35 menit.
Beban belajar penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri, maksimal 40%
dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan.
Satuan pendidikan dapat menambah beban belajar per minggu sesuai dengan
kebutuhan belajar peserta didik dan/atau kebutuhan akademik, sosial, budaya,
dan faktor lain yang dianggap penting.
Untuk Mata Pelajaran Seni Budaya dan Prakarya, satuan pendidikan wajib
menyelenggarakan minimal 2 aspek dari 4 aspek yang disediakan. Peserta
didik mengikuti salah satu aspek yang disediakan untuk setiap semester,
aspek yang diikuti dapat diganti setiap semesternya.
Khusus untuk Madrasah Ibtidaiyah struktur kurikulum dapat dikembangkan
sesuai dengan kebutuhan yang diatur oleh Kementerian Agama.
Kegiatan ekstrakurikuler terdiri atas Pendidikan Kepramukaan (wajib), usaha
kesehatan sekolah (UKS), palang merah remaja (PMR), dan lainnya sesuai
dengan kondisi dan potensi masing-masing satuan pendidikan.
Pembelajaran menggunakan pendekatan pembelajaran Tematik-Terpadu
kecuali mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti

C. Beban Belajar

Beban belajar merupakan keseluruhan kegiatan yang harus diikuti peserta


didik dalam satu minggu, satu semester, dan satu tahun pelajaran.
1. Beban belajar di SD/MI dinyatakan dalam jumlah jam pelajaran per
minggu.
a. Beban belajar satu minggu Kelas I adalah 30 jam pelajaran.
b. Beban belajar satu minggu Kelas II adalah 32 jam pelajaran.
c. Beban belajar satu minggu Kelas III adalah 34 jam pelajaran.
d. Beban belajar satu minggu Kelas IV, V, dan VI adalah 36 jam
pelajaran.
2. Beban belajar di Kelas I, II, III, IV, dan V dalam satu semester paling
sedikit 18 minggu minggu efektif.

Dokumen 1 Kurikulum SD Negeri 137 OKU/ TP. 2014/2015 14


3. Beban belajar di kelas VI pada semester ganjil paling sedikit 18 minggu
minggu efektif.
4. Beban belajar di kelas VI pada semester genap paling sedikit 14 minggu
minggu efektif.

D. Muatan Pembelajaran

Pelaksanaan Kurikulum 2013 pada SD/MI dilakukan melalui


pembelajaran dengan pendekatan tematik-terpadu dari Kelas I sampai Kelas VI.
Mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti dikecualikan untuk tidak
menggunakan pembelajaran tematik-terpadu.

Pembelajaran tematik terpadu merupakan pendekatan pembelajaran yang


mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam
berbagai tema seperti yang terdapat dalam tabel berikut ini.

Tabel 4. Daftar Tema Kelas I, II, dan III

KELAS I KELAS II KELAS III

1. Diriku 1. Hidup rukun 1. Perkembangbiakan


hewan dan
tumbuhan

2. Kegemaranku 2. Bermain di 2. Perkembangan


lingkunganku teknologi

3. Kegiatanku 3. Tugasku sehari-hari 3. Perubahan di alam

4. Keluargaku 4. Aku dan sekolahku 4. Peduli lingkungan

5. Pengalamanku 5. Hidup bersih dan 5. Permainan


sehat tradisional

6. Lingkungan bersih, 6. Air, bumi, dan 6. Indahnya

Dokumen 1 Kurikulum SD Negeri 137 OKU/ TP. 2014/2015 15


KELAS I KELAS II KELAS III

sehat, dan asri matahari persahabatan

7. Benda, hewan, dan 7. Merawat hewan dan 7. Energi dan


tanaman di sekitarku tumbuhan perubahannya

8. Peristiwa alam 8. Keselamatan di 8. Bumi dan alam


rumah dan semesta
perjalanan

Tabel 5. Daftar Tema Kelas IV, V, dan VI

KELAS IV KELAS V KELAS VI

1. Indahnya 1. Benda-benda di 1. Selamatkan makhluk


kebersamaan lingkungan sekitar hidup

2. Selalu berhemat 2. Peristiwa dalam 2. Persatuan dalam


energi kehidupan perbedaan

3. Peduli terhadap 3. Kerukunan dalam 3. Tokoh dan penemu


lingkungan hidup bermasyarakat

4. Berbagai pekerjaan 4. Sehat itu penting 4. Globalisasi

5. Pahlawanku 5. Bangga sebagai 5. Wirausaha


bangsa indonesia

6. Indahnya negeriku 6. Organ tubuh 6. Kesehatan


manusia dan hewan masyarakat

Dokumen 1 Kurikulum SD Negeri 137 OKU/ TP. 2014/2015 16


KELAS IV KELAS V KELAS VI

7. Cita-citaku 7. Sejarah peradaban 7. Organisasi di


indonesia sekitarku

8. Tempat tinggalku 8. Ekosistem 8. Bumiku

9. Makananku sehat dan 9. Lingkungan sahabat 9. Menjelajah angkasa


bergizi kita luar

Pendekatan yang digunakan untuk mengintegrasikan Kompetensi Dasar


dari berbagai mata pelajaran yaitu intradisipliner, interdisipliner, multidisipliner,
dan transdisipliner. Integrasi intradisipliner dilakukan dengan cara
mengintegrasikan dimensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan menjadi satu
kesatuan yang utuh di setiap mata pelajaran. Integrasi interdisipliner dilakukan
dengan menggabungkan Kompetensi DasarKompetensi Dasar beberapa mata
pelajaran agar terkait satu dengan yang lainnya, sehingga dapat saling
memperkuat, menghindari terjadinya tumpang tindih, dan menjaga keselarasan
pembelajaran. Integrasi multidisipliner dilakukan tanpa menggabungkan
Kompetensi Dasar tiap mata pelajaran sehingga tiap mata pelajaran masih
memiliki Kompetensi Dasarnya sendiri.
Integrasi transdisipliner dilakukan dengan mengaitkan berbagai mata
pelajaran yang ada dengan permasalahanpermasalahan yang dijumpai di
sekitarnya sehingga pembelajaran menjadi kontekstual. Tema merajut makna
berbagai konsep dasar sehingga peserta didik tidak belajar konsep dasar secara
parsial. Dengan demikian, pembelajarannya memberikan makna yang utuh kepada
peserta didik seperti tercermin pada berbagai tema yang tersedia. Tematikterpadu
disusun berdasarkan gabungan proses integrasi seperti dijelaskan di atas sehingga
berbeda dengan pengertian tematik seperti yang diperkenalkan pada kurikulum
sebelumnya.

Dokumen 1 Kurikulum SD Negeri 137 OKU/ TP. 2014/2015 17


Selain itu, pembelajaran tematikterpadu ini juga diperkaya dengan
penempatan Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di Kelas I, II, dan III sebagai
penghela mata pelajaran lain. Melalui perumusan Kompetensi Inti sebagai
pengikat berbagai mata pelajaran dalam satu kelas dan tema sebagai pokok
bahasannya, sehingga penempatan Mata Pelajaran Bahasa Indonesia sebagai
penghela mata pelajaran lain menjadi sangat memungkinkan.
Penguatan peran Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dilakukan secara utuh
melalui penggabungan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam
dan Ilmu Pengetahuan Sosial ke dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Kedua
ilmu pengetahuan tersebut menyebabkan Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
menjadi kontekstual, sehingga pembelajaran Bahasa Indonesia menjadi lebih
menarik.
Pendekatan sains seperti itu terutama di Kelas I, II, dan III menyebabkan
semua mata pelajaran yang diajarkan akan diwarnai oleh Mata Pelajaran Ilmu
Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial. Untuk kemudahan
pengorganisasiannya, Kompetensi DasarKompetensi Dasar kedua mata pelajaran
ini diintegrasikan ke mata pelajaran lain (integrasi interdisipliner).
Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam diintegrasikan
ke Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dan Kompetensi Dasar
Mata Pelajaran Matematika. Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan
Sosial diintegrasikan ke Kompetensi Dasar mata pelajaran Bahasa Indonesia, ke
Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan,
dan ke Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Matematika.
Sedangkan untuk kelas IV, V, dan VI, Kompetensi Dasar Mata Pelajaran
Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial masingmasing berdiri
sendiri, sehingga pendekatan integrasinya adalah multidisipliner, walaupun
pembelajarannya tetap menggunakan tematik terpadu.
Prinsip pengintegrasian interdisipliner untuk Mata Pelajaran Ilmu
Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial seperti diuraikan di atas dapat
juga diterapkan dalam pengintegrasian muatan lokal.

Dokumen 1 Kurikulum SD Negeri 137 OKU/ TP. 2014/2015 18


Kompetensi Dasar muatan lokal yang berkenaan dengan seni, budaya,
keterampilan, dan bahasa daerah diintegrasikan ke dalam Mata Pelajaran Seni
Budaya dan Prakarya. Kompetensi Dasar muatan lokal yang berkenaan dengan
olahraga serta permainan daerah diintegrasikan ke dalam Mata Pelajaran
Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan.

E. Kompetensi Dasar

Kompetensi Dasar dirumuskan untuk mencapai Kompetensi Inti. Rumusan


Kompetensi Dasar dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik dan
kemampuan peserta didik, dan kekhasan masingmasing mata pelajaran.
Kompetensi Dasar meliputi empat kelompok sesuai dengan pengelompokan
Kompetensi Inti sebagai berikut:
1.kelompok 1 : kelompok Kompetensi Dasar sikap spiritual dalam rangka
menjabarkan KI1;
2.kelompok 2 : kelompok Kompetensi Dasar sikap sosial dalam rangka
menjabarkan KI2;
3.kelompok 3 : kelompok Kompetensi Dasar pengetahuan dalam rangka
menjabarkan KI3; dan
4.kelompok 4 : kelompok Kompetensi Dasar keterampilan dalam rangka
menjabarkan KI4.

F. Ekstrakurikuler SDN 137 OKU


a. Kegiatan ekstrakurikuler wajib sesuai tuntutan Kurikulum 2013 adalah
Pramuka
Kegiatan ini berupa.......
Kegiatan ini memiliki struktur organisasi sebagai berikut
Kegiatan ini berjadwalkan sebagai berikut
b. Kegiatan Ekstrakurikuler pilihan adalah sbb :
Drumband
Kegiatan ini berupa.......

Dokumen 1 Kurikulum SD Negeri 137 OKU/ TP. 2014/2015 19


Kegiatan ini memiliki struktur organisasi sebagai berikut
Kegiatan ini berjadwalkan sebagai berikut

G. Ketuntasan Belajar
Melalui rapat dewan guru SD Negeri 137 OKU telah ditentukan Standar
Ketuntasan Belajar Minimal (SKBM) dengan mempertimbangkan tingkat
kemampuan peserta didik, kompleksitas kompetensi, serta kemampuan sumber daya
pendukung meliputi warga sekolah, sarana dan prasarana dalam penyelenggaraan
pembelajaran. Diharapkan SD Negeri 137 OKU dapat meningkatkan kriteria belajar
secara terus menerus untuk mencapai kreteria ketuntasan yang ideal.
Standar Ketuntasan Belajar Minimal (SKBM) SD Negeri 137 OKU Tahun
Pelajaran 2014/2015 ditetapkan berdasarkan kurikulum 2013 yang cakupan
penilaian meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap, aspek yang dinilai
tergantung pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Kompetensi Inti (KI), dan
Kompetensi Dasar (KD).
1. SKL mencakup aspek sikap (attitude), pengetahuan (knowledge), dan
keterampilan(skills).
2. KI mencakup aspek kompetensi sebagai berikut:
KI-I: aspek sikap peserta didik terhadap Tuhan.
KI-II: aspek sikap peserta didik terhadap diri sendiri dan terhadap
lingkungannya.
KI-III: aspek pengetahuan peserta didik.
KI-IV:aspek keterampilan peserta didik.
3. Untuk setiap KI terdapat rumusan KD yang berbeda dengan pemberian
materi pokok tertentu. Jadi, untuk suatu materi pokok tertentu, muncul 4
KD sebagai berikut:
KD pada KI-I: aspek sikap terhadap Tuhan (untuk mata pelajaran
tertentu bersifat generik, artinya berlaku untuk seluruh materi
pokok).

Dokumen 1 Kurikulum SD Negeri 137 OKU/ TP. 2014/2015 20


KD pada KI-II: aspek sikap terhadap diri sendiri dan lingkungannya
(untuk mata pelajaran tertentu bersifat relatif generik, namun
beberapa materi pokok tertentu ada KD pada KI-II yang berbeda
dengan KD lain pada KI-II).
KD pada KI-III: aspek pengetahuan
KD pada KI-IV: aspek keterampilan
Berdasarkan pertimbangan dan ketentukan diatas KKM SD 137 OKU
ditetapkan untuk kelas 1, 2, 4 dan 6 adalah 2,67 (B-) pada aspek pengetahuan dan
keterampilan sedangkan pada aspek sikap dengan predikat Baik.

H. Kreteria Kenaikan Kelas dan Kelulusan


a. Kenaikan Kelas
1. Siswa dinyatakan naik kelas setelah menyelesaikan seluruh program
pembelajaran pada dua semester di kelas yang diikuti.
2. Tidak terdapat nilai di bawah SKBM lebih dari 3 mata pelajaran
pokok.
3. Memiliki nilai minimal Baik untuk aspek kepribadian pada semester
yang diikuti.
4. Rumusan Nilai Rapor : N1(60%)+N2(30%)+N3(10%) = NR
N1 = Nilai Formatif
N2 = Nilai UTS (Mid Semseter)
N3 = Nilai UAS (Ujian Akhir Sekolah)

b. Kriteria Kelulusan
1. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran.
2. Memperoleh nilai minimal Baik untuk seluruh kelompok Mata
Pelajaran; agama dan akhlaq mulia, kewarganegaraan dan kepribadian,
estetika, jasmani olahraga dan kesehatan.
3. Lulus Ujian Sekolah/Ujian Nasional sesuai dengan peraturan Menteri
Pendidikan Nasional yang berlaku.

Dokumen 1 Kurikulum SD Negeri 137 OKU/ TP. 2014/2015 21


SDN 137 OKU
TAHUN PELAJARAN 2013/2014
Tabel 6. Jam Pelajaran Kelas I (A,B)
Jam
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Waktu
ke
1 Upacara Diriku Agama Diriku Agama Diriku 07.20-07.30
2 Upacara Diriku Agama Diriku Agama Diriku 07.30-08.05
3 Diriku Diriku Diriku Diriku Diriku Diriku 08.05-08.40
I s t i r a h a t 08.40-08.50
4 Diriku Diriku Diriku Diriku Diriku Diriku 08.50-09.25
5 Diriku Diriku Diriku Diriku Diriku Diriku 09.25-10.00
Catatan : 1. Satu jam pelajaran 35 menit
1. 10 menit jam pertama digunakan untuk doa dan tadarus serta
hafalan surat Juz 30 (Juz Amma)
3. Jadwal pelajaran bersifat tentatif dan berubah setelah setiap tema
selesai.

Tabel 7. Jam Pelajaran Kelas II (A, B)


Jam
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Waktu
ke
1 * * * * * * 10.00-10.35
2 * * * * * * 10.35-11.10
I s t i r a h a t 11.10-11.20
4 * * * * * * 11.20-11.55
5 * * * * * * 11.55-12.30
Catatan : 1. Satu jam pelajaran 35 menit

Dokumen 1 Kurikulum SD Negeri 137 OKU/ TP. 2014/2015 22


2. 10 menit jam pertama digunakan untuk doa dan tadarus serta
hafalan surat Juz 30 (Juz Amma)
3. Jadwal pelajaran bersifat tentatif dan berubah setelah setiap tema
selesai .

Tabel 8. Jam Pelajaran Kelas IV


Jam
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Waktu
ke
1 Upacara * * * * * 07.20-07.45
2 Upacara * * * * * 07.45-08.20
3 * * * * * * 08.20-08.55
I s t i r a h a t 08.55-09.30
4 * * * * * * 09.30-09.45
5 * * * * * * 09.45-10.20
6 * * * * * * 10.20-10.55
I s t i r a h a t 10.55-11.10
7 * * * * * * 11.10-11.45
8 * * * * * * 11.45-12.20
Sholat Zuhur berjamaah 12.20-12.55
Catatan : 1. Satu jam pelajaran 35 menit
2. 10 menit jam pertama digunakan untuk doa dan tadarus serta
hafalan surat Juz 30 (Juz Amma)
3. Jadwal pelajaran bersifat tentatif dan berubah setelah setiap tema
selesai .

Dokumen 1 Kurikulum SD Negeri 137 OKU/ TP. 2014/2015 23


BAB IV
KALENDER PENDIDIKAN

Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan


pembelajaran siswa selama satu tahun pelajran. Kalender pendidikan mencakup
permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif
dan hari libur.

A. Analisis Hari Belajar Efektif


Tabel 9. Analisis Hari Belajar Efektif

KALENDER PENDIDIKAN
Analisis Hari Belajar Efektif

Kalender Pendidikan SD Negeri 137 OKU

Tahun 2014/2015

JUMLAH

KEGIATAN
BULAN HARI

1-12, Libur tahun ajaran


Juli 2014 1 1 1 1 4
lalu
18-31, Libur Idul Fitri
Agustus 4 4 4 4 4 4 24
1-2, Libur Idul Fitri
2014
September 5 5 4 4 4 4 26
2014
Oktober 4 4 5 5 5 3 27 13-15, UTS
2014 25, Tahun Baru Islam
Nopember 4 4 4 4 4 5 25
2014

Dokumen 1 Kurikulum SD Negeri 137 OKU/ TP. 2014/2015 24


8-13, Ulangan Semester
Desember 1 1 1 1 1 1 6 23, Pengisian Raport
2014 25, Natal
27-31, Libur semester

JUMLAH 112 : 6 19 Minggu efektip

JUMLAH

KEGIATAN
BULAN HARI

Januari 4 4 4 4 4 4 24
1-3, Libur semester
2015
Februari 4 4 4 4 4 4 24
2015
Maret 5 5 4 4 4 4 26
23-25, UTS
2015
April 4 4 5 5 4 4 26
2015
Mei 4 4 4 4 5 5 26
2015

Juni 8-3, Ulangan Semester


1 1 1 1 1 1 6
25, Pengisian Raport
2015
29-30, Libur semester
JUMLAH 106 : 6 18 Minggu efektip

Dokumen 1 Kurikulum SD Negeri 137 OKU/ TP. 2014/2015 25