Anda di halaman 1dari 13

Bar Screen

3.3.1 Definisi Screening/Bar Screen

Screening di dalam pengolahan air limbah merupakan salah satu tahapan


pra pendahuluan (pre-treatment). Di dalam tahapan ini dilakukan penyisihan
material-material berukuran besar (kasat mata) dari dalam air limbah. tujuannya
adalah agar material tersebut nantinya tidak akan merusak pompa, aerator,
menyumbat pipa, dan peralatan lainnya sehingga proses pengolahan dapat
berjalan sebagaimana mestinya. Untuk tujuan tersebut, screen diletakkan di
hulu instalasi sebelum air limbah masuk ke dalam unit-unit pengolahan.
Umumnya suatu instalasi tidak hanya memasang satu melainkan dua
buah screen. Tujuannya adalah agar ada cadangan apabila salah
satu screen dalam proses pemeliharaan, pembersihan, maupun perbaikan.
Bar screen terdiri dari batang baja yang dilas pada kedua ujungnya
terhadap dua batang baja horizontal. Penggolongan bar screen yakni kasar,
halus dan sedang tergantung dari jarak antar batang (bar). Saringan halus (fine
screen) jarak antar batang 1,5 13 mm, saringan sedang (medium screen) jarak
antar batang 13 25 mm, dan saringan kasar (coarse scrre) jarak antar batang
32 100 mm.
Saringan halus (fine screen) terdiri dari fixed screen dan movable screen.
Fixed atau static screen dipasang permanen dengan posisi vertikal, miring atau
horizontal. Movable screen dibersihkan harus secara berkala. Kedua tipe
saringan halus tersebut juga dapat menghilangkan padatan tersuspensi, lemak
dan kadang dapat meningkatkan oksigen terlarut (DO level) air limbah. Berapa
deskripsi untuk saringan kasar (coarse screen) dapat dilihat pada Tabel 3.3.

Gambar 3.5 :
Beberapa
Jenis
Penyaring
Yang
Sering
Digunakan
Dalam
Sistem
a. intake bar rack b. traveling screen

c. drum screen d. microstrainer


Pengolahan. (a). intake bar rack , (b) traveling screen,
(c) rotary drum screen, (d)
microstrainer Tabel 3.3 : Deskripsi Saringan Kasar
(Coarse Screen)

Tipe Lokasi Diskripsi


Bar Rack atau Di depan stasiun Bar screen dapat
Bar Screen pompa atau unit dibersihkan secara
pemisah pasir manual atau mekanik.
(grit chamber) Untuk pembersihan
secara manual biasanya
digunakan untuk instalasi
pengolahan air limbah
kapasitas kecil.
Coarse Di belakang bar Bentuknya bermacam-
wovenwire screen atau di macam
screen depan trickling : datar, keranjang,
filter. sangkar
(cage), disk. Digunakan
untuk memisahkan
padatan dengan ukuran
yang relatif kecil.
Pembersihan dilakukan
dengan cara mengambil
saringan dari bak atau
saluran. Ada tipe yang
menggunakan screen
yang dapat digerakkan
atau dipindahkan seperti
pada saringan halus.
Padatan yang tersaring
dipisahkan secara
kontinyu kedalam
penampung, bukaan
screen bervariasi antara 3
20 mm tergantung
kebutuhan.
Comminutor Digabungkan Comminutor terdiri dari
dengan saringan peralatan seperti grinder
kasar (coarse dan memotong material
screen) yang tertangkap oleh
screen. Comminutor
dilengkapi dengan gigi
pemotong atau peralatan
pencacah dalam drum
yang berputar.

3.3.2 Kelebihan dan kekurangan sistem pengolahan screening


3.3.3 Kriteria Perencanaan Bar Screen

Bar screen biasanya digunakan untuk fasilitas pengolahan air limbah


dengan skala sedang atau skala besar. Pada umumnya terdiri dari screen
chamber (bak) dengan struktur inlet dan outlet, serta peralatan saringan
(screen). Bentuknya dirancang sedemikian rupa agar memudahkan untuk
pembersihan serta pengambilan material yang tersaring.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merencanakan bar screen


antara lain yakni :
Kecepatan atau kapasitas rencana.
Jarak antar bar
Ukuran Bar (batang).
Sudut Inklinasi.
Head loss yang diperbolehkan.

Berikut adalah beberapa kriteria desain yang akan dijadikan acuan


untuk perancangan bar screen:

Tabel .1 Kriteria Desain Bar Screen


Parameter Simbol Besaran Satuan Sumber
Jarak Bukaan antar batang b 25-50 mm Metcalf&Eddy
Lebar batang w 5-15 mm Metcalf&Eddy
Kedalaman batang 25-38 mm Metcalf&Eddy
Sudut kemiringan batang dari 30-45 o Metcalf&Eddy
vertikal
Kecepatan mendekati bars vh 0,3-0,6 m/det Metcalf&Eddy
Headloss maksimum h1 150 mm Metcalf&Eddy
freeboard 0,2-0,3 m Metcalf&Eddy
Jumlah bar screen n >1 buah Metcalf&Eddy

Tabel .1 Faktor Batang Unit Bar Screen


No Jenis Bar
1 Sharp-edged rectangular 2,42
2 Rectangular with semicircular upstream face 1,83
3 Circular 1,79
4 Rectangular with semicircular upstream and 1,67
down stream face

5 Tear shape 0,76

A. Persamaan-persamaan yang Digunakan


Persamaan yang digunakan pada perencanaan bar screen
diantaranya:

Dimana:
hL = head loss di rack (m)
vbar = kecepatan aliran melalui bar screen (m/det)
v2 = kecepatan aliran di saluran (m/det)
g = percepatan gravitasi (m/det)
= faktor tingkat pada bentuk batang
w = lebar batang (m)
b = bukaan (m)
hv = velocity head aliran, mendekati bars (m)
= sudut bar dengan horizontal ()

Comminutor
3.3.1 Definisi Comminutor

Comminutor berfungsi sebagai alat pencucian untuk


memotong-motong sisasisa material yang masih terbawa aliran,
sampai ukurannya menjadi lebih kecil dan atau hancur sama
sekali sehingga memudahkan dalam pengolahannya. Penentuan
ukuran dan tipe comminutor dipilih berdasarkan debit
maksimum air buangan.
Comminutor diproduksi langsung dari suatu pabrik
sehingga dimensinya dapat dipilih sesuai dengan keinginan.
Umumnya ukuran slot (celah-celah pada comminutor) yaitu
sampai , tergantung tipe peralatan dari pabrik yang
membuatnya.

Comminutor yang digunakan adalah jenis Controlled


Discharge. Pemilihan ini didasarkan atas pertimbangan bahwa
jenis ini tidak memperhitungkan head loss, karena head loss
selalu ditentukan oleh pabrik pembuat. Sedangkan untuk tipe
free discharge, biasanya membutuhkan lahan yang tinggi
sehingga tidak dapat digunakan di sembarang tempat.

3.3.2 Kriteria Perencanaan Comminutor

Tabel .9 Ukuran dan Kapasitas Comminutor


No. Ukuran Motor Kapasitas (mgd)

Controlled Discharge Free Discharge

7B 0.25 0-0,35 0-0,30

10B 0.5 0,17-1,10 0,17-0,82

15M 0.75 0,40-2,30 0,40-1,40

25M 1.5 1,00-6,00 1,00-3,60

25A 1.5 1,00-11,00 1,00-6,50


36A 2 1,50-25,00 1,50-9,60

54A Desain Terpisah

Sumber : Elwyn and Selly, Design. John Willey & Sons Inc. New York. third
edition
B. Persamaan-persamaan yang Digunakan
Persamaan yang digunakan pada perencanaan Comminutor
diantaranya:

Solid Separation Chamber


3.3.1 Definisi Solid Separation Chamber

Kolam Pemisahan Lumpur (Solid Separation Chamber/SSC) dan Bak


Pengering (Drying Area/DA) merupakan alternatif pengganti Tanki Imhoff.
Mempunyai Prinsip kerjanya sangat sederhana karena hanya mengandalkan
proses fisik untuk pemisahan padatan dari lumpur tinja. Setelah pemisahan,
dilakukan penyinaran memanfaatkan sinar matahari sebagai desinfeksi serta
angin untuk pengurangan kelembaban atau pengeringan
Fungsi unit ini adalah untuk memisahkan padatan dan air dengan memanfaatkan
sifat fisik air limbah., Lumpur tinja yang dihamparkan secara merata di atas
media SSC akan mengalami pemisahan antara padatan di bagian bawah dan
cairan di bagian atas. Sebagian cairan dapat terpisah dari lumpur tinja melalui
proses perembesan media SSC sehingga kemudian dapat disalurkan bersama
cairan yang telah dipisahkan di bagian atas lumpur tinja untuk diolah bersama
lebih lanjut di dalam unit IPLT. Sementara padatan yang telah mengalami
penirisan akan dikeringkan lebih lanjut di unit Drying Area.
3.3.2 Kelebihan dan Kekurangan Solid Separation Chamber

3.3.3 Kriteria Perencanaan Solid Separation Chamber


Tabel 15 Kriteria Desain Kolam Pemisahan Lumpur
Kriteria desain bak pengendap pertama dapat dilihat pada Tabel berikut:
Tabel .16 Kriteria Desain Bak Pengendap Pertama
Parameter Simbol Besaran Satuan Sumber
Overflow rate Vo m /m2/hari
3

Debit rata-rata 30-50 Qasim, 1985


Debit Peak 70-130

Weir Loading 124-496 m3/m2/hari Metcalf & Eddy, 1991

Dimensi
Bentuk
Rectangular Panjang
p 10-100 M
Qasim, 1985
Lebar l 6-24 M
Kedalaman t 2.5-5 M
Parameter Simbol Besaran Satuan Sumber
Rasio p dan l 1-7.5
Rasio l dan t Bentuk 4.2-25
Circular Qasim, 1985
Diameter d 3-60 M
Kedalaman t 3-6 M
Penyisihan SS 50-70 % Metcalf & Eddy,
Penyisihan BOD 25-40 % 1991
Kemiringan Dasar S 1-2 % Qasim, 1985

Rumus Perhitungan Dimensi Solid Separation Chamber sebagai Bak Pengendap


Pertama
Menghitung luas permukaan bak pengendap (A)

Menghitung panjang (p) dan lebar (l) bak pengendap

- Lebar (l)
Periksa overflow rate

Menghitung volume bak

Menghitung waktu detensi (td)

Dari hasil diatas nilai panjang memenuhi kriteria design.

5. Perhitungan Volume Lumpur


Dengan waktu detensi selama1,98 jam, dapat dihitung penyisihan BOD dan TSS
yang teadi sebagai berikut:

BOD dan TSS removal

Dengan kata lain BOD yang tersisa dan terkandung dalam air limbah untuk
diolah di pengolahan selanjutnya sebesar ;

= %
Dengan kata lain TSS yang tersisa dan terkandung dalam air limbah untuk
diolah di pengolahan selanjutnya sebesar

Menghitung Volume Lumpur (Vs)

Menghitung Ruang Lumpur


Periode pengurasan ruang lumpur direncanakan dilakukan 5 hari sekali,
sehingga volume ruang lumpur yang dibutuhkan adalah

6. Menghitung diameter pipa inlet di bak pengendap


Gambar 12 Contoh Denah SSC
Gambar 13 Gambar Potongan Unit SSC