Anda di halaman 1dari 3

Splicing Autokatalitik dari Tetrahymena Prekursor rRNA

Dalam biologi pada umumnya, metabolisme yang terjadi dibantu oleh reaksi enzim pengkatalis.
Semua enzim-enzim penting adalah protein walaupun beberapa adalah polipeptida tunggal dan
heteromultimer komplek yang terkadang membutuhkan nonprotein kofaktor untuk menjalankan
fungsinya. Sehingga ketika ikatan kovalen diubah, kita mengharapkan jika reaksi tersebut dikatalis
oleh enzim. Dengan demikian, penemuan intron dalam precursor rRNA pada Tetrahymena
thermophila yang dipotong tanpa keterlibatan protein cukup mengejutkan banyak ahli biologi.
Sehingga sekarang jelas jika aktifitas splicing intron dari rRNA precursor adalah intrinsic dari
molekul RNA itu sendiri. Selain itu aktifitas autokalitik telah ditunjukkan pada precursor rRNA
dari beberapa eukariotik lebih rendah dan precursor mRNA pada mitokondria dan kloroplas dari
spesies berbeda. Pada permasalahan dari introns(disebut intron kelompok I) pada molekul
precursor RNA, mekanisme self-splicing sama atau sangat mirip dengan yang untuk Tetrahymena
precursor rRNA dijelaskan selanjutnya. Pada lainnya (disebut intron kelompok II), mekanisme
self-splicing serupa dengan mekanisme splicing yang diamati dengan precursor mRNA nuclear
kecuali jika itu tidak memerlukan aktivitas spliceosom. Eksisi autokatalitik dari intron pada
prekursor rRNA Tetrahymena tidak memerlukan sumber energy eksternal dan juga protein.
Persyaratan G-3-OH adalah mutlak, tidak ada dasar lain yang dapat mengganti dalam nukleosida
atau kofaktor nukleotida. Titik kuncinya adalah bahwa reaksi splicing autokalitik adalah
intramolekul di alam dan tidak tergantung pada konsentrasi. Selain itu precursor RNA mampu
membentuk pusat aktif dimana mengikat guanosin-3-OH. Situs katalis tidak terbatas pada protein
tetapi perlu dicatat bahwa tidak ada aktivitas katalistik trans, yang ada katalistik cis

Pre-mRNA splicing snRNAs, snRNPs, and the Spliceosome

Intron prekursor mRNA pada nuklear (pre-mRNA nuklear) memiliki 2 tahap pemotongan seperti
intron pada pre-mRNA ragi dan pre-rRNA Tetrahymena membahas pada 2 golongan terdahulu.
Bagaimanapun, pemotongan intron tidak dengan penyambungan nucleases sederhana dan ligase
atau autokatali. Bahkan pre-mRNA nuklear melibatkan stuktur komplek RNA/protein yang
disebut spileceosomes. Spileceosomes terdiri dari banyak seperti ribosom kecil, yang terdiri
sebuah kumpulan molekul RNA kecil yang disebut snRNAs (RNA nuklear kecil) dan sebuah
kumpulan protein yang masih belum diketahui. Terdapat 2 cara yang diketahui nuklear pre-mRNA
bergabung. Namun belum secara detail diketahui.

Terdapat 5 snRNAs yang disebut U1,U2,U3,U4,U5 dan U6berada pada pre-mRNA nuklear
penyambung dan merupakan komponen dari spileceosomes. (snRNA U3 berada di nukleolus dan
mungkin melibatkan ribosom). Pada mamalia, snRNAs tersusun dari 100 nukleotida (U6) sekitar
250 nukleotida (U3). Beberapa snRNAs pada ragi S. cerevisieajauh lebih besar. snRNAs tidak
bebas seperti molekul RNA. Bahkan mereka membentuk kompleks nuklear kecil yang disebut
snRNPs(small nuclear ribonucleoprotein). Karakterisasi dari snRNPs memudahkan dari penemuan
beberapa pasien dengan sebuah penyakit yang disebut dengan sistemik lupus eritematosus
menghasilkan antibodi yang reaktif dengan protein snRNPs. Antibodi tersebut dikenal dengan
autoantibodi dikarenakan reaktif dengan protein pada pasien tersebut (protein sendiri).
Normalnya antibodi menyerang protein asing dengan membentuk sistem imun. Antibodi tersebut
digunakan untuk lapisan snRNPs yang merupakan cara terbaik dalam pembelajaran mengenai
purifikasi.

snRNPs U1,U2, dan U6 menunjukkan 3 perbedaan partikel snRNAs, dimana ketiganya terdiri dari
sebuah snRNAs. snRNAs U4 dan U6 terdiri dari 2 wilayah komplement intermolekuler terdiri dari
pasangan basa pada U4/U6 snRNPs. Masing masing 4 tipe partikel snRNPs terdiri sebuah subset
dengan 7 karakteristik protein snRNPs tambahan satu atau lebih protein unik tipe partikular dari
snRNPs partikel. Bagaimanapun komposisi pada sn spliceosomes masih belum diketahui.

Langkah pertamapenyambungan pada pre-mRNA melibatkan pembelahan pada daerah 5


intron(GT intron) dan formasi sambungan intramolekuler fosfodiester antara carbon 5 G pada
tempat pembelahan dan karbon 2 mengurangi sebuah residu dekat ujung 3 pada intron. Langkap
ini terjadi kpada spliceosomes utuh dan menggunakan hidrolisis ATP. Hal ini mengindikasikan
snRNPs akan mengikat pada sambungan daerah 5. Penambahan pada daerah ujung 5 mungkin
melibatkan pasangan basa antara rangkaian konsensus dan sebuah rangkaian komplementer pada
dekar terminus 5 dari snRNAs U1. Bagaimanapun pengikatan pada rangkaian yang melibatkan
snRNAs dan snRNPs dengan menggunakan protein khusus. Rangkaian basa antara karbon 5 dan
rangkaian komplementari pada snRNAs U1 hanya menyediakan tempat khusus spesifik untuk
pembentukan fungsional dari U1 snRNPs untuk molekul pre-mRNA.
Selanjutnya terjadi penambahan dekat komplek sambugan pada U2snRNPs. Mengikatan ini pada
rangkaian konsesus terdiri 100 persen bentukan pengurangan sebuah residu . selanjutnya U5
snRNPs mengikat pada 3 dan penambahan snRNPs U4/U6 menjadi komplek yang menghasilkan
spliceosome lengkap. Saat intron 5 membelah pada tahap pertama snRNAs U4 terlepas dari
spliceosome (dengan invitro). Tahap ke 2 reaksi penyambungan , tempat sambungan 3 pada
pembelahan intron dan 2 exon bergabung kembali seperti semula menjadi 5 ke 3 dengan ikatan
fosfodiester. Sambungan mRNA siap untuk dikeluarkan kesitoplasma dan translasi pada ribosom.

Pertanyaan dan Jawaban

1. Mengapa pada prokariot transkrip primer biasanya setara dengan mRNA, namun pada
eukariot, transkrip primer masih sebagai pre-mRNA?
Karena prokariot tidak memiliki intron dan ekson pada DNAnya. Pada sebagian besar
eukariot, transkrip primer merupakan pre-mRNA untuk mengeksisi intron pada gen.
2. Mengapa transfer informasi genetik dari DNA ke RNA dapat bersifat reversibel?
3. Karena apabila terdapat inang yang diinfeksi oleh retrovirus, maka virus itu akan
mengirim innformasi genetik dari RNA ke DNA (transkripsi balik), jadi tidak selamanya
transfer informasi genetik dari DNA ke RNA.