Anda di halaman 1dari 2

3

Penggambaran sosok tokoh perempuan dalam novel memiliki kedudukan dan

kepentingan tersendiri oleh pengarang. Misalnya, peran dan kedudukan perempuan

yang selalu disorot oleh pemerhati perempuan, termasuk dunia internasional. Lebih dari

itu, ada kalanya perempuan di dalam kehidupan masyarakat cenderung dimanfaatkan

oleh kaum laki-laki untuk pemuasan kebutuhan kaum laki-laki,seperti seks. Mungkin

juga perempuan telah menjelma menjadi bahan eksploitasi bisnis dan seks.

Salah satu novel yang mengangkat tema permasalahan social, khususnya tentang

perempuan adalah novel Tungku Karya Saman Yoga S. Beragam permasalahan pelik

yang muncul akibat dominasi patriarki juga mewarnai novel itu. Secara umum novel

Tungku memuat berbagai macam kisah menyentuh dan mengetarkan jiwa pembaca.

Kisah perjalanan tokoh dan penyelesaian konflik dapat menjadi pengetahuan tersendiri

bagi pembaca.

Novel tungku bercerita tentang Anan dan Inen Ipak sebagai perempuan korban

perkosaan (fisik, martabat, dan hak) dalam konflik aceh. Sebagai wanita gayo inen Ipak

sangat pintar menyembunyikan deritanya dan tegar dalam menghadapi setiap musibah.

Anan, satu-satunya wanita tua yang tersisa di kampung dan sebagai sumur tua yang

kenyang akan luka dan penderitaan adalah sosok yang teguh memegang adat dan

agama. Ia mencoba menyembunyikan segala kepedihan hatinya dengan cara

membutakan kedua matanya, setelah ia tidak mampu dan kuat lagi melihat gegur anak

abang kandungnya yang telah berkhianat. Gegur bersosok sinis dan menganggap rendah

semua wanita, Anan sangat membanggakan dan mengharapkan gegur agar dapat

menjadi pewaris kepeminpinan di kampung gerunte, karna berdasarkan garis turuna

setelah anan pensiun dari jabat annya. Gegurlah yang berhak memegang kepemimpinan.
4

Kenyataannya, Gegur justru menjadi bagian dari semua malapetaka yang terjadi,

Anan mencoba memahami kontradiksi tersebut, yaitu antara harapannya akan sosok

gegur sebagai calon pewaris tunggal dan kenyataan bahwa lelaki itu adalah bagian dari

semua malapetaka yang terjadi.

Sebagai penjaga gawang terekhir akan kelangsungan adat, tata nilai, dan norma-

norma di kampung, Anan merasa sangat menderita atas segala kejadian di kampung

selama ini. Anan sosok yang bijaksana dalam menyelesaikan masalah dan mengambil

keputusan, termasuk menjatuhkan hukuman Qisas kepada Gegur, yang tak lain putra

kelima dari Reje Cik, salah satu bangsawan di kampung Gerunte yang cukup dihormati

dan disegani, pernah berkuasa dan memerintah selama Lima belas tahun, tetapi bagi

Anan, siapapun yang melakukan kesalahan terlebih pembunuh, permerkosan dan

bentuk-bentuk pengkhianatan lainnya yang mengacaukan ketenterman dan kedamaian

kampung, iya harus di hukum. Meskipun keturunan raja jika sudah bersalah maka

hukum adalah jawabannya. Masih banyak gambaran psikologi Tokoh perempuan,

khususnya tokoh Mila yang trauma akibat percobaan pemerkosaan.

Berdasarkan uraian di atas, dapat dikemukakan bahwa penelitian ini

dilaksanakan atas dasar bahwa novel Tungku merupakan novel yang ditulis oleh

pengarang sebagai penggambaran kedudukan dan psikologi tokoh perempuan dalam

kehidupan nyata. Dalam novel Tungku juga kental sekali sorotan tentang kehidupan

kaum perempuan. Selain itu, diduga novel Tungku memuat ide-ide sosial kehidupan

perempuan sehingga dianggap representative untuk dianalisis dengan menerapkan teori

kritik sastra feminis sebagai alat analisis.