Anda di halaman 1dari 3

Degradasi adalah proses yang melibatkan perubahan fisik atau kimia dalam polimer

akibat
faktor lingkungan seperti cahaya, panas, kondisi kimia atau aktivitas biologis. Proses
degradasi menyebabkan perubahan sifat polimer seperti menghasilkan pemotongan ikatan
polimer, transformasi atau terbentuknya ikatan baru struktur kimia. Degradasi biasanya
disebabkan oleh cahaya, suhu, atau aktivitas biologis.
Biodegradasi adalah pelarutan kimia yang dihasilkan oleh mikroorganisme. Bahan yang
dapat dibiodegrasikan adalah bahan yang dapat dikonsumsi oleh mikroorganisme sedangkan
kemampuan biodegradasi diartikan sebagai kemampuan material yang akan didekomposisi
oleh agen biologi, terutama bakteri.
Bahan organik dapat terdegradasi secara aerobik dan anaerobik.
Plastik merupakan salah satu bahan kimia yang menimbulkan masalah terhadap
lingkungan. Plastik dapat terurai dalam kondisi aerobik dan anaerobik. Pada kondisi aerob,
produk degradasi yang dihasilkan adalah karbon dioksida dan air, sedangkan degradasi pada
kondisi anaerod dihasilkan karbon dioksida, air dan metana. Beberapa mikroorganisme
seperti bakteri, jamur, dan actinomycetest memiliki kemampuan untuk mendegradasi plastik
sintetis secara alami (biodegradasi). Umumnya, terpotongnya rantai polimer menjadi
monomer memerlukan beberapa microorganisme yang berbeda, misalnya suatu bakteri
mampu memecah polimer menjadi monomer, bakteri lain mampu menggunakan monomer
dan mengeluarkan senyawa limbah yang lebih sederhana. Bakteri lain bahkan dapat gunakan
limbah yang diekskresikan (Hari dan Neale, 2002)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak lingkungan terhadap biodegradabilitas
kantong plastik dan surat kabar.

Penelitian ini dilakukan memberikan berbagai perlakuan pada objek kantong plastik (plastic
bag), kantong kertas (paper bag), kertas koran (page of paper bag). Perlakuakan yang
diberikan pada ketiga objek diatas antara lain:
1. Objek ditempatkan pada tanah dan dibiarkan terpapar sinar matahari.
2. Objek ditempatkan pada mulsa atau tumpukan daun yang benar benar basah.
3. Objek ditampatkan pada kontainer air tawar
4. Objek ditempatkan pada kontainer yang mengandung 15% volume air garam.
Ketiga objek tersebut (kantong plastik, kantong kertas, kertas koran ) dibiarkan pada
lingkungan selama tiga bulan kemudian dicatat bentuk perubahan pada objek. Metode ini
sesuai panduan Athina dan Reinart (2012)
Hasil yang diperoleh melalui pengamatan ini selama 3 bulan pada masing masing objek
adalah adanya perubahan fisik mencolok pada objek yang diletakan pada kontainer air
garam. Perubahan fisik ini sudah terlihat pada minggu pertama pengamatan. Hal ini
terjadi karena adanya reaksi yang terjadi antara garam dan objek. Perlakukan objek
yang diletakkan di kontainer air tawar menunjukkan perubahan berupa semakin
harus, tampak pada pengamatan minggu ke 4. Pada sampel yang terpapar sinar matahari,
perubahan fisik objek tampak pada minggu ke 5. Hal ini kerena matahari memberi perubahan
tinggi akibat efek sinar ultraviolet terhadap material. Sampel yang ditempatkan di tanah bisa
terdegradasi karena
Aktivitas mikroorganisme dalam tanah.. Namun degradasi ini cukup lambat, karena
menunjukkan perubahan pada munggu ke 9.

Bakteri yang diisolasi dari bahan biodegradasi meliputi; Pseudomonas aeroginosa, Proteus
vulgaris dan
Enterobacter aerogenes, Staphylococcus aureus dan Bacillus subtilis, sedangkan jamur yang
diisolasi meliputi
Penisillum chrysogenum, Aspergillus niger, Aspergillus flavus, Rhizopus stolonifer dan
Sitoklas Neurospora.

Mikroorganisme membentuk biofilm pada saat mendegradasi objek penelitian., dalam


biofilm ini, beberapa microorganisme mendegradasi objek penelitian secara langsung, sedang
kan beberapa spesies bakteri lainnya memanfaatkan hasil degradasi bakteri lain. Semua
bakteri yang ada berinteraksi dalam biofilm untuk endegradasi objek penelitian serta
memanfaatkan produk hasil degradasi. Menurut Sang et al (2002)
Jamur memiliki potensi untuk menurunkan polimer di dalam tanah. Hal ini dilakukan dengan
mensekresikan enzim yang mudah larut, enzim yang disekresikan oleh microorganisme
pendegradasi polimer tampak sulit ditelusuri, sehingga jejak terbentuknya degradasi polimer
oleh mikroorganisme diamati selama proses degradasi di dalam tanah. Oleh karena itu, laju
degradasinya seharusnya ditentukan dengan daerah yang ditempati oleh microorganisme
yang lakukan degradasi polimer.
Penelitian ini menunjukkan hasil yang konsisten, bahwa kecepatan lagu degradasi oleh jamur
disebabkan oleh laju pertumbuhan permukaan yang cepat.

Studi ini membuktikan bahwa kantong kertas cenderung terdegradasi lebih cepat daripada
kantong plastik di lingkungan. Faktor lain seperti air asin yang merupakan kondisi laut dan
matahari berpengaruh lebih terhadap proses biodegradasi dari bahan yang tersuspensi.
Berdasarkan penelitian ini, disarankan untuk menggunakan lebih banyak menggunakan
kantong kertas pada saat berbelanja dan/atau menggunakan kemasan barang berbahan kertas.