Anda di halaman 1dari 2

Perencana keuangan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia


Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifikasi artikel. Setelah
dirapikan, tolong hapus pesan ini.

Artikel atau bagian artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber
tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan.Bantu perbaiki artikel
ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber
dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu oleh Pengurus.

Definisi perencanaan keuangan menurut menurut Financial Planning Standard Board (FPSB)
adalah Suatu proses untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan seseorang melalui manajemen
keuangan secara terintegrasi terencana. Topik atau bahasan dalam perencanaan keuangan
boleh dibilang cukup banyak. Topik dalam perencanaan keuangan umumnya diurutkan
berdasarkan prioritasnya. Dalam perencanaan keuangan, prioritas-prioritas tersebut
digambarkan dalam bentuk piramida.

1. Prioritas pertama dalam perencanaan keuangan adalah memenuhi kebutuhan jangka


pendek, dalam hal ini adalah mengelola arus kas (cash flow), dana darurat dan utang.
Ketiga bagian tersebut adalah permasalahan keuangan jangka pendek yang harus
dipastikan sehat.
2. Prioritas kedua adalah manajemen risiko individu (personal risk management). Pada
bagian ini, seseorang memastikan aset-asetnya telah terlindungi dengan cukup, dengan
kata lain seseorang memastikan dirinya terlindungi oleh asuransi atau proteksi.
3. Prioritas ketiga adalah tujuan-tujuan keuangan jangka menengah. Prioritas yang ada
bisa saja berbeda, misal ada yang prioritasnya biaya pendidikan anak, biaya untuk
perjalanan ibadah, atau biaya untuk membeli rumah dan lain sebagainya.
4. Prioritas keempat adalah tujuan keuangan jangka panjang seperti dana hari tua (dana
pensiun).
5. Prioritas terakhir adalah waris atau distribusi keuangan.

Fungsi Perencanaan Keuangan[sunting | sunting sumber]


Fungsi perencanaan keuangan pribadi atau keluarga adalah mengelola keuangan untuk masa
depan sedini mungkin dalam mencapai tujuan keuangan, dilakukan secara terencana, teratur
dan bijaksana (bisa jadi membutuhkan perencana keuangan. Direncanakan, yang berarti kita
dapat mengantisipasi yang akan terjadi di masa yang akan datang. Teratur, yang berarti bahwa
kita memiliki cara atau strategi keuangan dengan mempertimbangkan yang prioritas ataukah
yang kurang prioritas lebih jelas . Dan mengelola uang dengan bijaksana dapat berarti secara
masuk akal atau sesuai nalar, tidak emosional .
Rencana keuangan berisi daftar tujuan keuangan disertai dengan saran tentang cara bagaimana
untuk mencapai hal itu, dan tentu saja disesuaikan dengan keadaan seseorang atau keluarga
bersangkutan. Itulah sebabnya Perencana keuangan tidak dapat selalu memberikan jawaban
secara umum kepada setiap orang .Karena situasi dan kondisi setiap orang berbeda, tujuan
yang berbeda, strategi yang berbeda juga. Oleh karena itu penting bagi kita untuk tahu dulu apa
yang kita inginkan (finish point), dan bagaimana kondisi keuangan kita saat ini (titik awal), dalam
rangka menciptakan peta dan jalur dari titik awal ke titik finish (rencana keuangan). Dalam
sebuah buku berjudul The Truth About Money, Ric Edelman menjelaskan Sebelas alasan
mengapa perencanaan keuangan perlu dilakukan, yaitu karena melalui proses perencanaan
keuangan kita lebih bisa untuk:

1. Melindungi diri Anda dan keluarga Anda dari dampak keuangan risiko kecelakaan,
penyakit, kematian, dan tuntutan hukum
2. Mengurangi utang pribadi / keluarga
3. Membiayai Keuangan bila hidup ini tidak lagi dalam rentang usia produktif terkait
dengan tingkat yang lebih tinggi harapan hidup rata rata di suatu di negara
4. Membayar biaya biaya untuk membesarkan anak
5. Memberikan alokasi pendidikan bagi anak-anak ke keperguruan tinggi
6. Membiayai pernikahan anak perempuan kita
7. Untuk membeli kendaraan
8. Untuk membeli rumah
9. Mampu menentukan gaya hidup yang kita inginkan saat pensiun
10. Membayar biaya biaya perawatan jangka panjang
11. Mewariskan kesejahteraan ke generasi selanjutnya (anak, cucu, dll )
Daftar tujuan keuangan diatas dapat ditambahkan sesuai dengan kepentingan masing-masing
yang mungkin saja bisa sangat bervariasi . Pada intinya perencanaan keuangan ini penting
karena tanpa perencanaan yang tepat , hidup seseorang akan menjadi lebih sulit dan tidak
memiliki arah atau tujuan yang jelas . Bahkan di Indonesia masih sangat sedikit keluarga yang
memiliki rencana finansial. Faktor yang mempengaruhi hal itu dikarenakan, antara lain:

1. Tidak memiliki tujuan keuangan yang jelas dan cenderung menghabiskan uang untuk
memenuhi keinginan jangka pendek
2. Kendala waktu
3. Keterbatasan ilmu dan pengetahuan tentang bagaimana mengelola keuangan keluarga
dengan baik
4. Tidak dapat memilih produk investasi yang lebih beragam
5. Kurangnya kesadaran masyarakat
Untuk itulah alasan mengapa Financial Planner atau perencana Keuangan profesional itu
dibutuhkan , yang perannya adalah untuk membantu keluarga yang masih memiliki keterbatasan
keterbatasan tersebut diatas agar bisa tetap memiliki rencana keuangan.

Profesi Perencana Keuangan[sunting | sunting sumber]


Tugas utama dari Perencana Keuangan adalah untuk membantu individu atau keluarga untuk
mengembangkan rencana keuangan untuk mencapai tujuan keuangan yang telah atau
ditetapkan . Pada hal ini perencanaan keuangan adalah lebih berkaitan dengan keuangan
pribadi daripada keuangan perusahaan. Sebagai bahan kekayaaan pengetahuan kita, silahkan
bisa menuju ke situs wikepedia untuk mengetahui lebih lanjut tentang profesi perencana
keuangan.

Referensi[sunting | sunting sumber]


Gaurav, Mashruwala. Financial Planning. http://www.gauravmashruwala.com/financial-
planning/financial-planning.php
Gitman, L.J; Joehnk, M.D, dan Billingsley, R. (2014). Personal Financial Planning 13rd Edition/
cencage learning. South-westerns.
Situs Finansialku.com, diakses pada tanggal 14 Maret 2017