Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH

GEOMETRI ANALITIK
SILINDER, KERUCUT, DAN BIDANG PUTAR

Dosen Pembimbing:
Surawan, S.Pd

Disusun oleh
Kelompok 9 :
1. Amirotur Rosyidah (1104140112)
2. Isnaini (1104140019)
3. Siti Umu Khoirun Nisa (1104140005)
4. Wildatul Maslahah (1104140034)
Pendidikan Matematika 2014-A

PRODI PENDIDIKAN MATEMATIKA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI RONGGOLAWE TUBAN
2017

1
KATA PENGANTAR

Tiada kata yang lebih indah selain puja dan puji syukur kehadirat Allah
SWT, atas limpahan Rahmat dan Hidayah-Nya. Sehingga pembuatan makalah ini
bisa berjalan dengan lancar dan selesai tepat pada waktunya.
Ucapan terimakasih kami haturkan kepada Dosen pengampu Mata Kuliah
Geometri Analitik, Surawan, S.Pd yang telah memberikan bimbingan kepada
kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan lancar.
Pembuatan makalah ini digunakan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah
Geometri Analitik. Penulis sangat menyadari bahwa dalam menyusun makalah ini
masih jauh dari kesempurnaan. Hal ini dikarenakan terbatasnya pengetahuan dan
pengalaman dari penulis. Maka dari itu, penulis sangat mengharap saran dan kritik
yang membangun, demi kesempurnaan makalah ini. Sehingga diharapkan bisa
digunakan sebagai bahan pembenahan yang lebih lanjut serta peningkatan kualitas
dari makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca khususnya bagi
penulis.

Tuban, 09 April 2017

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................................... i


DAFTAR ISI....................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang .......................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ..................................................................................................... 2
1.3 Tujuan ....................................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN .................................................................................................... 3
2.1 Persamaan Bidang Silinder ....................................................................................... 3
2.2 Persamaan Kerucut ................................................................................................... 7
2.3 Bidang Putar............................................................................................................ 11
BAB III PENUTUP .......................................................................................................... 17
3.1 Kesimpulan ............................................................................................................. 17
3.2 Saran ....................................................................................................................... 17
DAFTAR PUSAKA.......................................................................................................... 18

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Matematika merupakan cabang mata pelajaran yang luas cakupannya dan
bukan hanya sekedar bisa berhitung atau memasukkan rumus saja tetapi
mencakup beberapa kompetensi yang menjadikan siswa tersebut dapat
memahami dan mengerti tentang konsep dasar matematika.
Kata geometri berasal dari bahasa Yunani yang berarti ukuran bumi.
Maksudnya mencakup segala sesuatu yang ada di bumi. Geometri adalah ilmu
yang membahas tentang hubungan antara titik, garis, sudut, bidang dan bangun-
bangun ruang. Mempelajari geometri penting karena geometri telah menjadi alat
utama untuk mengajar seni berpikir. Dengan berjalannya waktu, geometri telah
berkembang menjadi pengetahuan yang disusun secara menarik dan logis.
Geometri terutama terdiri dari serangkaian pernyataan tentang titik-titik, garis-
garis, dan bidang-bidang, dan juga planar (proyeksi bidang) dan benda-benda
padat. Geometri dimulai dari istilah-istilah yang tidak terdefinisikan, definisi-
definisi, aksioma-aksioma, postulat-postulat dan selanjutnya teorema-teorema.
Berdasarkan sejarah, geometri telah mempunyai banyak penerapan yang sangat
penting, misalnya dalam mensurvei tanah, pembangunan jembatan, pembangunan
stasiun luar angkasa dan lain sebagainya.
Geometri adalah sistem pertama untuk memahami ide. Dalam geometri
beberapa pernyataan sederhana diasumsikan, dan kemudian ditarik menjadi
pernyataan-pernyataan yang lebih kompleks. Sistem seperti ini disebut sistem
deduktif. Geometri mengenalkan tentang ide konsekuensi deduktif dan logika
yang dapat digunakan sepanjang hidup. Dalam mendefinisikan sebuah kata,
pertama digunakan kata yang lebih sederhana kemudian kata yang lebih sederhana
ini pada gilirannya didefinisikan menjadi kata yang lebih sederhana lagi, sehingga
pada akhirnya, proses tersebut akan berakhir. Pada beberapa tingkatan, definisi
harus menggunakan sebuah kata yang artinya sudah sangat jelas, ini dikarenakan
agar artinya diterima tanpa memerlukan definisi lagi, dengan kata lain dapat
disebut dengan istilah tak terdefinisikan (undefined term).

1
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Bagaimana persamaan bidang silinder ?
1.2.2 Bagaimana persamaan bidang kerucut ?
1.2.3 Bagaimana persamaan bidang putar ?

1.3 Tujuan
1.3.1 Untuk mengetahui persamaan bidang silinder.
1.3.2 Untuk mengetahui persamaan bidang kerucut.
1.3.3 Untuk mengetahui persamaan bidang putar.

2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Persamaan Bidang Silinder
Tempat kedudukan disingkat TK adalah himpunan titik-titik yang
memnuhi syarat-syarat yang ditentukan. TK mungkin hampa () , satu titik
berupa kurva (garis lengkung /lurus), berupa permukaan (surface/bidang) ataupun
seluruh ruang itu sendiri. Dalam menghadapi masalah TK kita mempunyai cara-
cara menyelesaikan sebagai berikut :
A. Mengambil titik (0 , 0 , 0 ) sembarang pada TK, lalu mencari hubungan-
hubungan yang diperoleh, variabel x, y, z dieleminasi sehingga didapat
hubungan antara 0 , 0 , 0 saja. Dengan menghapus indek nol dari hubungan
tersebut (dikatakan: mejalankan titik (0 , 0 , 0 ) ) : diperoleh TK yang
dinyatakan.
Contoh :
Tentukan TK titik-titik yang berjarak 4 dari bidang XOY serta jumlah kuadrat
jaraknya ke (1,0,0) dan (-1,0,0) adalah tetap = 36
Penyelesaian :
Ambil P ke (0 , 0 , 0 ) TK. Karena berjarak 4 dari bidang XOY (bidang z = 0)
Maka : z0 = 4 atau z0 = -4 (1)
kuadrat jaraknya P ke (1,0,0) adalah (0 1)2 + 0 2 + 0 2
dan kuadrat jarak P ke (-1,0,0) adalah (0 + 1)2 + 0 2 + 0 2
Sehingga jumlah kuadrat jaraknya = (0 1)2 + 0 2 + 0 2 + (0 + 1)2 + 0 2 +
0 2
diketahui jumlah kuadrat jaraknya = 36. Atau 0 2 + 0 2 + 0 2 = 17 (2)
Dari kedua hubungan (1) dan (2) bebas dari variabel x, y, z sehinga dengan menghapus
=4
indeks nol, diperoleh TK : { 2
0 + 0 2 + 0 2 = 17
TK tersebut berbentuk sepasang lingkaran, Secara teori himpunan dapat kita tulis:
TK= {(, , )| 2 = 16} {(, , )|0 2 + 0 2 + 0 2 = 17}
B. Adanya / munculnya prameter. Dengan mengeliminasi parameter-parameter
tersebut diperoleh TK yang dinyatakan . kalau terdapat (n + 1) hubungan n

3
buah parameter maka TK merupakan permukaan . kalau (n + 2) hubungan
dengan n buah parameter maka TK merupakan kurva.
Contoh :
Tentukan TK titik dengan vektor posisinya vekotr a yang yang mempunyai
persamaan a = [x,y,z] = [1,t,t2] dimana t suatu parameter
Penyelesaian :
[x,y,z] = [1,t,t2] dapat ditiulis menjadi x = 1, y = t, z = t2 terdapat tiga hubungan
dengan sebuah parameter, TK merupakan kurva peleyapan parameter
=1
menghasilkan {
= 2
TK tersebut berbentuk parabola.
Catatan:
Titik dapat diwakili oleh vektor posisi titik tersebut. Hal ini memungkin kita
menggunakan vektor.

C. Pengambilan titik sembarang (0, 0 , 0 ) pada TK disamping parameter yang


ada / muncul. Peleyapan parameter dan menjalankan (0, 0 , 0 ) tersebut
menghasilkan TK yang dinyatakan.
Contoh :

Sebuah garis lurus digerakkan sejajar y = 0 dan selalu memotong kurva-kurva. :


= 4 2
1 : { 2 : { = 8 tentukan TK-nya
=0 =0
Penyelesaian :
Ambil P (0, 0 , 0 ) pada TK tersebut bila [a,b,c] merupakan arah garis diatas,
diperoleh Persamaan = 0 + , = 0 + , = 0 + .. (1)
suatu parameter, karena memotong C1 dengan eliminasi (1) terdapat hubungan
0 0
(0 ) . (0 ) = 4.(2)

0 2 0
dan memotong C2 diperoleh (0 ) = 8(0 ) .(3)

Karena (1) sejajar dengan y = 0 berarti b = 0

4
Eliminasi a, b, c dengan b = 0 dari (2) dan (3) menghasilkan 0 2 (4 0 0 ) =
320 dan menjadikan (0 , 0 , 0 ) diperoleh TK suatu permukaan dengan
persamaan 2 (4 ) = 32

BIDANG SILINDER
Bidang Silinder : adalah TK garis lurus-lurus yang saling // dan selalu
memotong suatu garis tertentu .
Untuk mencari persamaan suatu bidang silinder kita lakukan kombinasi dari (A)
dan (B) di atas.

Contoh :
Cari persamaan silinder dengan garis lengkung arah sebuah lingkaran pada bidang
z = 0 berpusat di (0,0,0) dan jari-jari 3, sedang garis lukisnya berarah [2,1,1].
Maka lingkaran arah silinder adalah perpotongan bola 2 + 2 + 2 = 9 dan
bidang z = 0 atau : 2 + 2 + 2 = 9
z =0
ambil sembarang titik (0 , 0 , 0) pada lingkaran , berarti terpenuhi 0 2 + 0 2 = 9
(*)
Persamaan garis lukis melalui (0 , 0 , 0) berarah 2,1,1 adalah (x,y,z) =

5
[0 , 0 , 0] + [ 2,1,1 ] atau
x = 0 + 2 0 = 2
= 0 + 0 =
=
Dan dengan mensubtitusikan ke (*)
Diperoleh : (x 2y)2+ (y z) = 9 atau x 2 + y 2 + 5z 2 4xz 2yz = 9 adalah
persamaan bidang silinder yang diminta.

Silinder selubung dari bola S = 0, dengan arah pelukisnya [a, b, c] dapat


ditentukan sebagai berikut:
Ambil sebarang pelukis dengan persamaan:
x = x0 + a
y = y0 + b ...........(*)
z = z0 + c
Substitusikan (*) ke S = 0, diperoleh persamaan kuadrat dalam syarat supaya
menyinggung : D = 0 (D =diskriminan). Dengan menjalankan titik (x0, y0, z0)
diperoleh silinder yang diminta.

Contoh:
Suatu bola S : x2 + y2 + z2 = 9 diselubungi silinder yang arah pelukisnya [1, 1, 2].
Tentukan persamaan silinder yang dimaksud.

(a, b, c)

bola

6
Jawab:
Ambil garis sembarang dengan arah [1, 1, 2], melalui (x0, y0, z0)
x = x0 +
y = y0 +
z = z0 +
substitusikan (*) ke dalam S = 0 =>
(x0 + )2 + (y0 + )2 + (2z0 + )2 = 9
x02 + 2x0 + 2 + y02 + 2y0+ 2 + z02 + 4z0+ 42 9 = 0
62+ (2x0+ 2y0+ 4z0) + x02 + y02 + z02 - 9 = 0
Syarat supaya garis menyinggung bola adalah:
D (diskriminan) = 0, maka diperoleh:
(2x0 + 2y0 + 4z0)2 4.6 (x02 + y02 + z02 - 9) = 0
4x02+ 4y02+ 16z02 + 8x0z0 + 16y0z0 - 24x02 24y02 24z02.216 = 0
-20x02 20y02 8z02 + 8x0y0+ 16x0z0 + 16y0z0 + 216 = 0
5x02+ 5y02 + 2z02 - 2x0y0 - 4x0z0 4y0z0 54 = 0,
Jika (x0, y0, z0) dijalankan, maka diperoleh persamaan silinder:
5x2 + 5y2 + 2z2 - 2xy - 4xz 4yz 54 = 0

2.2 Persamaan Kerucut


Bidang kerucut adalah TK garis-garis yang melalui sebuah titik tetap tertentu
(disebut puncak ) dan selalu memotong sebuah garis lengkung tertentu (disebut
garis arah)
Misalnya hendak mencari persamaan kerucut berpusat di T (1,1,2) dan baris
lengkung arahnya adalah sebuah lingkaran terletak di bidang OYZ pusat (0,0,0)
jari-jari = 1
Maka persamaan lingkaran
2 + 2 + 2 = 1
=0
Ambil titik sembarang (0,0 , 0 ) pada lingkaran tersebut.
0 2 + 0 2 = 1 . (*)

7
Garis lukis melalui T(1,1,2) dan (0,0 , 0 ) persamaannya : [ x,y,z ] = [ 1,1,2 ] +
[-1, 0 1, 0 2] atau :
= 1 = 1
1+
= 1 + 0 0 = =
1
2 + 2 2
= 2 + 0 2 0 = =
1
2
Subtitusi ke (*) diperoleh : ( 1 )2 + ( 1 )2 = 1

Atau : 4 2 + 2 + 2 2 4 + 2 1 = 0 adalah persamaan bidang


kerucut yang diminta.

8
Kerucut selubung: Bola S = 0 yang puncaknya T (xl, yl. zl), dan ditentukan
pelukis dengan arah [a, b, c]:
x = x1+ a
y = y1+ b ...........(*)
z = z1+ c
Substitusikan (*) ke dalam S = 0 => persamaan kuadrat dalam . Ambil D
(diskriminan) = 0 => persamaan (**). Dengan eliminasi a, b, c (dari (*) dan (**))
diperoleh persamaan kerucut yang diminta.

Contoh:
Tentukan persamaan kerucut selubung bola x2 + y2 + z2= 9 yang puncaknya T (2,
3, 4)

Jawab:
Ambil pelukis melalui T(2,3,4) dengan arah [a,b,c]

9
X = x1 + a
Y = y1 + b ........(*)
Z = z1 + c
Substitusikan (*) ke persamaan bola S : x2 + y2 +z2 = 9
(2 + b)2 + (3 + )2 + (4 + c)2 = 9
4 + 4 a + 2a2 + 9 + 6 b + 2b2 + 16 + 8 c + 2c2 = 9
(a2 + b2 + c2 ) 2 + (4a + 6b + bc) + 20 = 0
Ambil D (deskriminan) = 0 diperoleh:
(4a + 6b +8c)2 80(a2 + b2 + c2) = 0...........(**)
{(4(x 2) + 6(y 3) + 8(z 4)}2 80{(x 2)2 + (y 3)2 + (z 4)} = 0
Coba Anda sederhanakan bentuk ini, yang merupakan persamaan kerucut yang
diminta.

Bagaimanakah bentuk persamaan bidang kerucut dengan puncak T(x1, y1, z1) dan
garis lengkung besar :

(, , ) = 0
: {
(, , ) = 0

(0 , 0 , 0 ) = 0
Pilihlah P(x0, y0, z0) pada {
(0 , 0 , 0 ) = 0

Persamaan garis pelukis TP, dengan arah : [(x0- x1), (y0- y1), (z0- z1)] adalah :

= 1 + (0 1 )
{ = 1 + (0 1 )
= 1 + (0 1 )

Dari hubungan di atas parameter dilenyapkan, maka diperoleh bidang kerucut


yang diminta.

Contoh:

Tentukan persamaan bidang kerucut yang puncaknya T(0,0,3), garis lengkung


dasarnya suatu lingkaran z = 0, x2 + y2 + z2 = 4

Jawab:

10
Pilih P(x0, y0, z0) pada lingkaran dasar, berarti z0 = 0, x02 + y02 + z02 =
4..................(1)

Persamaan garis pelukis TP adalah :



= 0 + (0 0) 0 =

= 0 + (0 0) 0 = }(2)

= 3 + (0 3) 0 = 3 + 0 3

Dengan penyelesaian x0, y0, z0 dan V dari (1) dan (2) diperoleh:

9x2 + 9y2 4z2 24z 36 = 0 adalah persamaan bidang kerucut yang diminta.

2.3 Bidang Putar


Bidang putar : terjadi bila suatu garis lurus/lengkung diputar sekeliling sebuah
garis lurus tertentu ( yang disebut sumbu putar ). Tiap-tiap titik dari garis yang
berputar tadi akan melalui sebuah lingkaran, yang mana bidang lingkaran tersebut
tegak lurus sumbu putar.

Misalkan kita hendak mencari persamaan bidang putar yang terjadi apabila sebuah

garis lurus : y = 0, + = 1 diputar sekeliling sumbu Z.

11
0 0
Ambil titik sembarang (0 , 0, 0 ) pada garis tersebut maka terpenuhi : + =1

(*).
Persamaan lingkaran yang dibuat oleh perputaran titik (0 , 0, 0 ) sekeliling sumbu
z adalah perpotongan silinder 2 + 2 = 0 2 dan bidang z = 0 atau :
2 + 2 = 0 2
z = 0

Subtitusi ke (*) diperoleh :


2 + 2 2 + 2 ( )2
+ = 1 =
2 2
Yang adalah suatu kerucut lingkaran tegak.

Bidang putar adalah bidang yang terjadi jika suatu garis lurus atau
lengkung diputar mengelilingi suatu garis lurus tertentu (sebagai sumbu putar atau
poros). Bahwa setiap titik pada garis yang diputar akan membentuk lingkaran,
yang terletak pada bidang parallel (bidang yang tegak lurus poros).

12
Sebuah bidang melalui sumbu putar dinamakan bidang meridian.

Jika ditentukan suatu garis lengkung, misalkan:

(, ) = 0
: } garis lengkung pada bidang XOZ, dan poros sumbu Z.
=0
Bagaimana bentuk persamaan bidang-bidang putarnya?

Suatu titik P(x0, y0, z0) dari garis lengkung akan memenuhi f(x0,z0), y0
= 0 ..(*)

Titik P menjalani lingkaran : z = z0, x2 + y2 = x02 ..(**)

Pelenyapan x0, y0 dan z0 dari (*) dan (**) menghasilkan persamaan bidang putar
:( 2 + 2 . ) = 0

Contoh:


1) Jika garis lurus : = 0, 2 + 4 = 1 berputar mengelilingi sumbu z,

bagaimanakah persamaan bidang putarnya ?


Jawab:
0 0
Ambil P(x0, y0, z0) dari garis lurus, berarti + 1, 0 = 0.................(*)
2 4

Titik P menjalani lingkaran : z = z0, x2 + y2 = x02 ..(**)


Pelenyapan x0, y0 dan z0 dari (*) dan (**) menghasilkan
2 +2 2 + 2 (4)2
+ 4 = 1 atau =
2 4 14

(4)2
Atau 2 + 2 = atau 4x2 + 4y2 z2 + 8z 16 = 0
14

Merupakan persamaan kerucut dengan puncak T(0,0,4)


2) Parabola : y = 0,x2 = 2pz diputar mengelilingi sumbu z. Bagaimanakah
persamaan bidang putar yang terjadi ?
Jawab:
Ambil P(x0, y0, z0) pada parabola, berarti y0 = 0,
x02 = 2pz0 ........(*)
Titik P menjalani lingkaran : z = z0, x2 + y2 = x02 ..(**)

13
Pelenyapan x0, y0 dan z0 dari (*) dan (**) menghasilkan :
x2 + y2 = 2pz yang merupakan parabola putar

contoh:
Tentukan persamaan bidang putar, yang terjadi pada perputaran elips z = 0, x2 +
y2 2x = 0 mengelilingi garis lurus : y = 0,z = px
Jawab:
Sebuah titik pada elips dapat dinyatakan :
z0 = 0, x02 + y02 2x0 = 0..............(1)
Arah garis poros adalah : [1,0,p], sehingga bidang melalui (x0,y0,0) tegak lurus
poros, mempunyai persamaan : x x0 pz = 0............(2)
Bola dengan 0(0,0,0) sebagai pusat dan melalui (x0,y0,0) mempunyai persamaan
x2 + y2 + z2 = x02 + y02 ................(3)
Pelenyapan x,y0,z0 dari (1),(2) dan (3) memberikan persamaan bidang putar :
x2 + 2y2 + (2 p2)z2 2pxz 2x 2pz = 0
x02 + 2x0 + 2 + y02 + 2y0+ 2 + z02 + 4z0+ 42 9 = 0
62+ (2x0+ 2y0+ 4z0) + x02 + y02 + z02 - 9 = 0
Syarat supaya garis menyinggung bola adalah:
D (diskriminan) = 0, maka diperoleh:
(2x0 + 2y0 + 4z0)2 4.6 (x02 + y02 + z02 - 9) = 0
4x02+ 4y02+ 16z02 + 8x0z0 + 16y0z0 - 24x02 24y02 24z02.216 = 0
-20x02 20y02 8z02 + 8x0y0+ 16x0z0+16y0z0 + 216 = 0
5x02+ 5y02 + 2z02 - 2x0y0 - 4x0z0 4y0z0 54 = 0,
Jika (x0, y0, z0) dijalankan, maka diperoleh persamaan silinder:
5x2 + 5y2 + 2z2 - 2xy - 4xz 4yz 54 = 0

Sebuah bidang melalui sumbu putar dinamakan bidang meridian.


Jika ditentukan suatu garis lengkung misalkan:
C : f (x,z) = 0 garis lengkung pada bidang XOZ, dan poros sumbu Z.
Y=0
Bagaimana bentuk persamaan bidang-bidang putarnya?

14
Suatu titik P(x0, y0, z0) dari garis lengkung akan memenuhi f(x0, z0), y0 = 0......(*)
Titik P menjalani lingkaran : z = z0, x2 + y2 =x02.......(**)
Pelenyapan x0, y0 dan z0 dari (*) dan (**) menghasilkan persamaan
Bidang putar : ( 2 + 2 ) = 0
Contoh:

1) Jika garis lurus : = 0, 2 + 4 = 1 berputar mengelilingi sumbu z, bagaimanakah

persamaan bidang putarnya?


Jawab:
Ambil P(x0, y0, z0) dari garis lurus, berarti
0 0
+ = 1, 0 = 0 ()
2 4
Titik P menjalani lingkaran : z = z0, x2 + y2 = x02......(**)
Pelenyapan X0, Y0, Z0 dari (*) dan (**) menghasilkan

2 + 2 2 + 2 (4 )2
+ = 1 =
2 4 4 16
(4)2
Atau 2 + 2 = 4 2 + 4 2 + 8 16 = 0
4

Merupakan persamaan kerucut dengan puncak T(0,0,4), coba Anda membuat


sketsa untuk soal ini.

2) Parabola : y = 0, x2 = 2pz diputarkan mengelilingi sumbu z. Bagaimanakah


persamaan bidang putarnya yang terjadi?
Jawab:
Ambil P(x0, y0, z0) pada parabola, berarti y0 = 0
X02 = 2pz0......(**)
Titik P menjalani lingkaran : z = z0, x2 + y2 =x02.........(**)
Pelenyapan x0, y0, z0 dari (*) dan (**) menghasilkan :
x2 + y2 = 2pz Yng merupakan parabola putar
bagaimana halnya jika porosnya sembarang?
(1) Menetapkan persamaan garis c yang diputar (garis ini dinamakan garis meridian
bidang putar).

15
(2) Ambil P(x0, y0, z0) pada c yang berarti x0, y0, z0 memenuhi persamaan c
(diperoleh 2 hubungan).
(3) Tentukan persamaan bidang paralel H melalui P. H tegak lurus poros (diperoleh 1
hubungan).
(4) Menentukan persamaan lingkaran L yang dijalani P, yaitu berpotongan H dan bola
S (pusatnya pada poros). Jika poros melalui (0,0,0), lebih menguntungkan
mengambil pusat di (0,0,0) dan R2 (jari0-jari kuadrat) = x02 + y02 + z02 (diperoleh 1
hubungan).
(5) Pelenyapan x0, y0, z0 dari hubunga-hubungan diatas.
Contoh:
Tentukan persamaan bidang putar, yang terjadi pada perputaran elips z = 0, x2 +
y2 2x = 0 mengelilingi garis lurus : y= 0, z = px
Jawab:
Sebuah titik pada elips dapat kita nyatakan:
Z0 = 0, x02 + 2y02 2x0 = 0.........(1)
Arah garis poros adalah : [1,0,p], sehingga bidang melalui (x0, y0, 0) tegak lurus
poros, mempunyai persamaan : x- x0 + pz = 0........(2)
Bola dengan O(0,0,0) sebagai pusat dan melalui (x0, y0, 0) mempunyai persamaan
x2 + y2 + z2 = x02 + y02..........(3)
Pelenyapan x0, y0, z0 dari (1), (2) dan (3) memberikan persamaan bidang putar : x2
+ 2y2 (2-p2)z2 2pxz 2x 2pz =0

16
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.1.1 Tempat kedudukan disingkat TK adalah himpunan titik-titik yang memnuhi
syarat-syarat yang ditentukan. TK mungkin hampa () , satu titik berupa kurva
(garis lengkung /lurus), berupa permukaan (surface/bidang) ataupun seluruh ruang
itu sendiri. Bidang silinder adalah TK garis lurus-lurus yang saling // dan selalu
memotong suatu garis tertentu.
3.1.2 Bidang kerucut adalah TK garis-garis yang melalui sebuah titik tetap
tertentu (disebut puncak ) dan selalu memotong sebuah garis lengkung tertentu
(disebut garis arah).
3.1.3 Bidang putar adalah bidang yang terjadi jika suatu garis lurus atau lengkung
diputar mengelilingi suatu garis lurus tertentu (sebagai sumbu putar atau poros).
Bahwa setiap titik pada garis yang diputar akan membentuk lingkaran, yang
terletak pada bidang parallel (bidang yang tegak lurus poros).

3.2 Saran
Kami membuat makalah ini untuk pembelajaran bersama. Kami
mengambil dari berbagai sumber, jadi apabila pembaca menemukan kesalahan
dan kekurangan, maka kami sarankan untuk mencari referensi yang lebih baik.
Apabila pembaca merasa ada kekurangan dapat membaca buku yang menjadi
referensi secara lengkap.
Dalam mempelajari Geometri dibutuhkan ketelitian serta pemahaman
terhadap berbagai hal yang ditemukan dalam Geometri. Oleh karena itu
dibutuhkan problem solving / pemecahan masalah dalam mempelajari geometri.
Misalnya dengan mengerjakan soal soal latihan, agar kita dapat lebih terlatih
dalam mengerjakan soal soal yang berhubungan dengan geometri.

17
DAFTAR PUSAKA

www.toermoedy.wordpress.com

http://p4tkmatematika.org/downloads/sd/GeometriRuang.pdf

http://catatancagur08.blogspot.com/p/makalah-geometri.html

http://mynewsitipujaaini.blogspot.co.id/2014/12/makalah-tentang-bola-pada
bangun-ruang.html

http://prizta11192.blogspot.co.id/2011/09/geometri-ii.html

18