Anda di halaman 1dari 24

Modul 3 : Pencegahan Pencemaran Laut

PENCEGAHAN PENCEMARAN LAUT

PENDAHULUAN

D alam kata bijak dijelaskan bahwa mencegah jauh lebih baik jika dibandingkan
dengan penanggulangan. Ungkapan ini pulalah yang lebih tepat digunakan
dalam melakukan suatu tindakan pencegahan pencemaran laut. Tindakan
pencegahan terhadap terjadinya pencemaran laut khususnya pencemaran yang
diakibatkan dengan tumpahan minyak dapat dimulai dari atas kapal.

Penanggulangan pencemaran laut dapat dimulai dari atas kapal, dengan


melakukan suatu tindakan pencegahan yang dimulai dari prilaku anak buah kapal
khususnya anak buah kapal bagian mesin, sehingga diharapkan sisi bahan bakar
dan minyak pelumas yang bercampur dengan air got dapat diperkecil dengan
penggunaan alat pencegah pencemaran laut.

Pada modul ini dibahas tentang kegiatan yang dilakukan dalam melaksanakan
pencegahan pencemaran laut. Setelah mempelajari modul ini anda diharapkan
dapat mengerti tentang pencegahan pencemaran laut khususnya yang berasal
dari kamar mesin yang secara khusus dirinci dalam bentuk-bentuk perilaku sebagai
berikut :

1. Mengenal sumber pencemaran laut.


2. Menyebutkan pengaruh tumpahan minyak.
3. Menyebutkan dampak pencemaran laut.

Untuk memberikan kemudahan kepada anda mencapai tujuan-tujuan tersebut


dalam modul ini disajikan pembahasan materi sebagi berikut :

1. Sumber pencemaran laut.


2. Pengaruh tumpahan minyak.
3. Dampak pencemaran laut.

Pada masing-masing butir bagian anda akan selelu menjumpai uraian materi,
bahan latihan, intisari dan tes formatif. Oleh karena itu sebaiknya anda mengikuti
seluruh pembahan itu. Sedangkan untuk memperkaya pemahaman dan
memperluas wawasan anda mengenai materi, disarankan agar anda membaca
buku rujukan yang sesuai dan dicantumkan dibagian akhir buku materi pokok ini.

Hal-1
Modul 3 : Pencegahan Pencemaran Laut

Kegiatan Belajar 1

LEMBAR INFORMASI
Nama Program Diklat : Dinas Jaga
Materi Pembelajaran : Sumber Pencemaran
Jumlah Jam Latihan : 2 jam

A. SUMBER PENCEMARAN LAUT

Lingkungan laut merupakan tempat hidupnya berbagai jenis biota laut dan
tumbuhan yang sangat beraneka ragam dan harus dilindungi untuk
memertahankan ekosistim yang telah ada. Kerusakan lingkungan laut diakibatkan
oleh ulah manusia yang tidak peduli dan akibat pencemaran yang antara lain :

1. Penyebab Pencemaran Laut

Penyebab pencemaran laut dapat berasal dari :


a. Ladang minyak di bawah dasar laut, baik melalui rembesan maupun kesalahan
pengeboran pada operasi lepas pantai.
b. Kecelakaan pelayaran seperti kapal kandas, tenggelam dan kapal tanker yang
tabrakan.
c. Pembuangan air bilge(air got) dari kapal.
d. Terminal banker minyak dipelabuhan, dimana minyak dapat tumpah pada
waktu memuat/membongkar pengisian bahan bakar.
e. Limbah pembuangan refinery, minyak pelumas dan cairan yang mengandung
hydrocarbon dari darat.

Sedangkan minyak bumi yang masuk ke dalam lingkungan laut, seperti


diperlihatkan pada Tabel berikut ini.

Hal-2
Modul 3 : Pencegahan Pencemaran Laut

Tabel : Sumber pencemaran laut


NO. SUMBER PENCEMARAN MINYAK BUMI JUMLAH
1. Pembuangan limbah industri/perkantoran 37%
2. Operasi kapal 33%
3. Kecelakaan kapal tangker 12%
4. Atmosfir 9%
5. Sumber alam 7%
6. Eksplorasi dan produksi 2%

2. Sebab Terjadinya Tumpahan Minyak Dari Kapal

Tumpahan minyak dari kapal terjadi karena faktor-faktor :

a. Kerusakan mekanis :
Kerusakan dari sistim peralatan kapal
Kebocoran lambung kapal
Kerusakan katup-katup hisap atau katup pembuangan kelaut
Kerusakan selang-selang muatan bahan bakar

b. Kesalahan manusia :
Kurang pengetahuan/pengalaman
Kurang perhatian dari personil pada saat pengisian bahan bakar
Kurang ditaatinya ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan
Kurangnya pengawasan terhadap pentingnya perlindungan lingkungan laut

Kerusakan mekanis dapat di atasi dengan sistem pemeliharaan dan perawatan


yang lebih baik dan pemeriksaan berkala oleh pemerintah dalam hal ini bina .
Sedangkan kesalahan manusia dapat di atasai dengan memberikan training
kepada personil kapal untuk meningkatkan keterampilan sehingga dapat
melaksanakan tugasnya dengan lebih efektif.

Hal-3
Modul 3 : Pencegahan Pencemaran Laut

LEMBAR KERJA

1. Alat :
OHP
Slide Proyektor
2. Bahan yang digunakan :
Modul
3. Langkah kerja :
Siswa dapat menjelaskan sumber-sumber pencemaran
Siswa dapat menjelaskan penyebab pencemaran

LEMBAR LATIHAN

Setelah anda membaca dan memahami tentang sumber pencemaran, cobalah


anda kerjakan latihan di bawah ini. Dengan demikian anda akan dapat
memahami dan menerapkan prinsip-prinsip ketentuan-ketentuan itu lebih jauh.

1. Sebutkan sumber pencemaran yang anda ketahui


2. Sebutkan penyebab pencemaran yang anda ketahui

Untuk memeriksa hasil latihan anda bagian ini tidak disediakan kunci jawaban. Oleh
karena itu hasil latihan anda sebaiknya anda bandingkan dengan hasil latihan
siswa/kelompok lain. Diskusikanlah dalam kelompok untuk hal-hal yang berbeda
dalam hasil latihan itu. Dalam mengkaji hasil latihan itu anda sebaiknya selalu
melihat sumber pencemaran yang diuraikan sebelumnya. Jika terdapat hal-hal
yang tidak dapat di atasi dalam diskusi kelompok, bawalah persoalan tersebut ke
dalam pertemuan tutorial. Yakinlah dalam pertemuan tersebut anda akan dapat
memecahkan persoalan itu.

RANGKUMAN
1. Lingkungan laut adalah tempat hidupnya berbagai jenis biota laut dan
tumbuhan yang sangat beraneka ragam.
2. Penyebab terjadinya pencemaran lingkungan laut adalah lading minyak yang
bocor didasar laut, kecelakaan pelayan, pembuangan air got, terminal
bangker minyak di pelabuhan dan limbah pembuangan refinery.

Hal-4
Modul 3 : Pencegahan Pencemaran Laut

LEMBAR EVALUASI
Tes Formatif 1. Pilihlah salah satu kemungkinan jawaban yang menurut anda paling
tepat dengan memberi tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau d.

1. Lingkungan tempat hidupnya berbagai jenis biota dan tumbuhan yang


beraneka ragam disebut..
a. Lingkungan laut
b. Lingkungan pesisir
c. Lingkungan pencemaran
d. Lingkungan hidup

2. Penyebab pencemaran lingkungan laut adalah :


a. Kapal kandas
b. Kapal bocor
c. Tumpahan minyak
d. Kapal berlayar

3. Penyebab terjadinya tumpahan minyak dari kapal merupakan kerusakan .


yang dialami kapal.
a. Kerusakan biologi
b. Kerusakan mekanis
c. Kerusakan kmiawi
d. Kerusakan kesalahan manusia

4. Salah satu kecelakaan yang diakibatkan oleh kesalahan manusia, disebabkan


karena
a. Kurangnya pengetahuan dan pengalaman.
b. Kurangnya perencanaan.
c. Kurangnya komunikasi.
d. Kurangnya pengalaman.

Cocokkanlah jawaban anda dengan kunci jawaban yang terdapat pada bagian
akhir Buku Materi Pokok ini. Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar, kemudian
gunakanlah rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda
terhadap materi Kegiatan Belajar 1.

Rumus :

Jumlah Jawaban Anda yang benar


Tingkat Penguasaan = X 100 %
4

Hal-5
Modul 3 : Pencegahan Pencemaran Laut

Arti tingkat penguasaan yang anda capai :

90 % - 100 % : Baik sekali


80 % - 89 % : Baik
70 % - 79 % : Cukup
69 % : Kurang

Bila tingkat penguasaan anda mencpai 80 % ke atas, anda dapat meneruskan ke


kegiatan belajar berikutnya, Bagus, tetapi apabila nilai yang anda capai di bawah
80 %, anda harus mengulangi kegiatan belajar 1, terutama pada bagian yang
belum anda kuasai.

Hal-6
Modul 3 : Pencegahan Pencemaran Laut

Kegiatan Belajar 2

LEMBAR INFORMASI
Nama Program Diklat : Dinas Jaga
Materi Pembelajaran : Pengaruh Pencemaran
Jumlah Jam Latihan : 3 jam

A. PENGARUH TUMPAHAN MINYAK

Pengaruh tumpahan minyak terhadap lingkungan laut ditentukan oleh faKtor


biologis dan non biologis, yaitu antara lain :

a. Tipe Minyak Yang Tumpah

Sifat fisika dan kimia bervariasai, sedangkan komponen minyak yang paling
beracun adalah fraksi aromatis, yang kebanyakan terdapat dalam minyak ringan
hasil penyulingan. Minyak aromatis bersifat volatile (sangat mudah menguap)
tetapi mudah larut dalam air dan dalam kosentrasi yang encer dapat mematikan
terhadap beberapa organisme. Bensin dan naphtaleura lebih beracun daripada
minyak olahan(fuel oil, binker) yang juga lebih beracun daripada minyak mentah.

Lapisan minyak tebal yang sudah lama bersifat kurang daya racunnya, namun
menimbulkan kerukan mekanis yang lebih besar. Lapisan minyak yang tebal dapat
menyebabkan binatang di daerah intertidal mati perlahan atau menyebabkan
kelebihan berat yang berakibat fatal. Penyelidikan menunjukkan bahwa lapisan
minyak hitam itu dapat menyebabkan panas dan dapat menyebabkan kondisi
panas yang mematikan bagi binatang beberapa bulan setelah terkena tumpahan
minyak.

b. Daerah Sekitar Secara Geografis

Daerah sekitar tumpahan minyak terkadang juga menentukan seberapa cepat


kondisi bias pulih. Didaerah panas dimana biota masa hidupnya singkat dan
menghasilkan banyak anak, alih generasi terjadi lebih cepat daripada daerah
kutub, dimana binatangnya bermasa hidup panjang dan tidak begitu cepat
menghasilkan anak. Kecepatan biodegresi yang terjadi di daerah yang lebih dingin
juga berkurang.

Hal-7
Modul 3 : Pencegahan Pencemaran Laut

c. Luas Daerah Yang Terpengaruh

Tumpahan minyak pada daerah yang luas diduga juga menyebabkan kerusakan
biologis yang lebih parah dari pada daerah yang sempit. Jumlah minyak yang
tertumpah juga penting tetapi pengaruhnya tergantung kepada daerah yang
tertutup tumpahan. Sebagai contoh 50 barel minyak yang tertumpah di sebuah
teluk kecil seluas beberapa area mempunyai pengaruh yang lebih besar terhadap
kerusakan biologis dari pada 50 barel minyak atau tertumpah di lautan yang
terbuka.

d. Kondisi Meteorologis dan Oceanografis

Kondisi meteorologis (angin, badai) dan oceanografis (ombak, arus) yang ada
sangat penting dalam pengaruhnya terhadap akibat tumpahan angin dan badai
yang tertiup pada daerah tumpahan di pantai perairan terbuka dapat merugikan,
tetapi sebaliknya menguntungkan karena akan mengaduk minyak dan air akan
mengencerkannya. Badan kulitas lingkungan dalam penelitian dampak lingkungan
untuk daerah dasar laut benua bagian luar melaporkan bahwa tumpahan minyak,
cenderung pecah jika ketinggian ombak mencapai 10 feet atau lebih.

e. Weathering (perubahan karena cuaca)

Maksud perubahan disini adalah penguapan, oksidasi, pelarutan dalam air dan
degridasi biologis. Bila tumpahan minyak tumpah diair akan tersebar dengan cepat
diatas permukaan tenaga yang menyebabkan tersebar antara lain :
a. Berat jenis minyak yang lebih kecil dari berat jenis air laut
b. Tegangan permukaan minyak itu sendiri

Penguapan minyak merupakan suatu peristiwa alam yang penting penguapan


akan terjadi dengan kecepatan yang tergantung dari sifat minyak, ombak,
kecepatan angin, temperatur dan lain sebagainya. Minyak bumi terdiri dari jumlah
besar bahan yang mempunyai sifat sendiri sendiri, yang teringan akan menguap
lebih dahulu, tetapi meskipun demikian pasti ada yang tersisa.

Setelah minyak tertumpah maka minyak itu akan menguap dan penguaopan
kandungan yang paling berbahaya akan hilang sekitar 20% selang 24 jam pertama
(IMCO,1973). Minyak fraksi berat dan minyak pelumas tidak mengandung
komponen yang mudah menyerap dan biasanya tidak berkurang jumlahnya
karena penguapan (Nelson Smith,1970). Jika tumpahan menimbulkan tirai minyak,
maka sejumlah besar komponen minyak ini akan kontak dengan satuan di daerah
subtidal.

Selain menguap sebagian minyak akan melarut dalam air, sebagian akan
teroksidasi dan sebagian lagi akan dihancurkan oleh mikro organisme.

Hal-8
Modul 3 : Pencegahan Pencemaran Laut

Jumlah yang melarut dalam air tergantung kepada licin tidaknya minyak dan
jumlah yang kena weathering. Penelitian menunjukkan bahwa air yang
mengandung tumpahan minyak yang tebal mengandung 5-10 ppm minyak, tetapi
tumpahan itu pecah, keadaannya berkurang sampai 1 ppm atau kurang.
Sebaliknya air laut yang mengandung tumpahan benzene dalam bentuk tirai
mengandung 1500 mg/it benzene dalam air, yang sangat beracun terhadap
beberapa organisme laut, namun benzene menguap dengan cepat dan akan
menguap keseluruhannya dalam satu hari atau lebih.

Degridasi biologis dan mikribial menyebabkan pemecahan dan eliminasi minyak


dari lingkungan. Mikro organisme yang ada dalam air laut, air danau, sungai
mempunyai kemampuan besar memakan hidrokarbon(unsure minyak) tersebut.
Lebih dari 100 jenis bakteri, ragi dan jamur telah ditemukan yang menyerang
hidrikarbon, memecahnya dan mendapatkan energi untuk kebutuhan hidupnya.

Hidrokarbon dipakai untuk sumber energinya dan juga dipakai untuk membentuk
tubuhnya. Adanya hidrokarbon ini mempercepat pertumbuhan mikro organisme
tersebut. Bagaimanapun kecepatan pertumbuhannya akan dibatasi oleh jumlah
organisme itu sendiri, jumlah oksigen dan pupuk yang dipakai guna mendukung
metabolisme tersebut.

Usaha-usaha riset yang utama sedang dilanjutkan dalam penggunaan pupuk dan
untuk meningkatkan aktivitas biologis dan pembiakan mikribial untuk membersihkan
tumpahan minyak. Tehnik pemulihan biologis ini meningkatkan cara-cara untuk
membersihkan garis pantai yang sukar dan sensitive.

f. Musim

Jika tumpahan minyak terjadi pada saat biota baru melahirkan maka akan
menimbulkan kematian yang lebih besar. Hal ini disebabkan karena biota yang
baru dilahirkan lebih sensitive terhadap fraksi. Minyak yang beracun dan kerusakan
mekanis dari pada yang sudah dewasa. Migrasi tahunan dari mamalia dan burung
dari tempat pembiakkan seringkali menuju kedaerah yang terkena tumpahan
selama musim dingin. Temperatur rendah akan menyebankan biodegrasi minyak
berjalan lambat.

g. Jenis Biota

Jenis tanaman dan binatang yang tidak sama menunjukkan terhadap fraksi minyak
beracun dalam kadar yang rendah, sementara itu jenis yang lain tampak tidak
terpengaruh dalam kosentrasi yang tinggi. Rumput laut biasanya mempunyai
lapisan lendir yang mencegah menempelnya minyak kecuali jika tanaman itu mati
dan kering.

Hal-9
Modul 3 : Pencegahan Pencemaran Laut

Tanaman di daerah payau tidak mempunyai lapisan pelindung dan peka terhadap
kontaminasi minyak. Untuk menentukan jenis tanaman dan binatang disuatu
daerah yang peka terhadap minyak, harus berkonsultasi dengan ahli biologi
setempat.

Minyak mempengaruhi kehidupan laut baik secara langsung atau tidak langsung.
Pengaruh secara langsung(keracunan,mati muda dan lain-lain). Telah dibahas
minyak bias membahayakan secara tak langsung melalui :

Elemenasi sumber bahan makanan


Penurunan daya tahan terhadap tekanan lain(misalnya kontaminasi terhadap
minyak menyebabkan penurunan temperatur yang dapat menimbulkan suatu
organisme)
Gangguan gelagat kimia yang perlu untuk tetap hidup
Gangguan keseimbangan ekologi

h. Pembersihan

Sejumlah kerusakan dapat terjadi terhadap lingkungan karena penggunaan


dispersan untuk membersihkan minyak dari struktur interdal, dari sudut pandang
biologis, bagi tanaman dan binatang mungkin masih lebih baik terlapisi minyak
daripada kemasukkan dispersan. Namun beberapa kasus yang terjadi dilaut yang
terbuka menunjukkan bahwa dispersan sangat membantu dalam mencegah
kerusakan di area interdal yang diakibatkan minyak.

B. DAMPAK PENCEMARAN MINYAK

Pengaruh jangka pendek dari tumpahan minyak ini telah banyak diketahui. Tetapi
pengaruh jangka panjang sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. Beberapa
jenis burung laut di daerah tumpahan minyak akan musnah karena mereka tidak
bias hinggap diatas lapisan minyak.

Salah satu jenis burung yang tampak hidup dilaut adalah burung camar,
merupakan komponen kehidupan pantai yang langsung dapat dilihat dan sangat
terpengaruh akibat tumpahan minyak. Bahaya utama diakibatkan penyakit fisik
daripada pengaruh lingkungan kimia dan minyak. Burung harus selalu menjaga
temperatur tubuhnya tetap hangat yang dilakukan karena kemampuan bulu-bulu
lembut bagian bawah dalam mengisolasikan. Bulu bagian bawah itu dilindungi
oleh lapisan. Bulu bagian luar kuat dan bentuknya rata. Bulu itu tidak menyerap air
tetapi menyerap minyak. Oleh karena itu minyak yang menempel pada bulu
tersebut akan melekat terus dan tidak bias terbilas oleh air . Lapisan minyak yang
tipis tidak akan masuk kebagian dalam dan mengganggu kemampuan bulu dalam
isolasi. Kehilangan daya sekat tersebut menyebabkan hilangnya panas tubuh
burung secara terus menerus sehingga menimbulkan :

Hal-10
Modul 3 : Pencegahan Pencemaran Laut

1. Kebutuhan pemasukkan makanan yang lebih besar


2. Penggunaan cadangan dalam tubuh hewan
3. Burung yang terkena minyak cenderung kehilangan nafsu

Baru-baru ini diperkirakan ikan paus yang bunuh diri ke pantai disebabkan oleh
tumpahan minyak. Beberapa kerang-kerang juga mati oleh minyak, tetapi ada
beberapa kerang yang masih bertahan meskipun kosentrasi minyak cukup tinggi,
asalkan waktu eksposnya relatif singkat. Tetapi hampir semua dispersan sangat
baebahaya untuk kerang. Ikan-ikan akan lebih tahan terhadap tumpahan minyak,
karena ia dapat bergerak pindah tempat.

Pengaruh tumpahan minyak terhadap tanaman-tanaman laut, bakteri dan mahluk


hidup kecil lainnya dalam laut tidak diketahui dengan jelas karena factor-faktor
alam yang terpengaruh amat banyak akan berfluktuasi.
Penyelidikan yang dilakukan oleh California game dan fish departement, seorang
guru mamalia laut mengungkapkan bahwa makan dan mati yang disebutkan oleh
paparan dan kelaparan, karena pengaruh dari tumpahan minyak. Penelitian
terakhir menujukkan bahwa mengganggu fungsi kelenjar pengeluaran garam
sehingga burung mampu minum air laut dan akhirnya mati.

Polusi minyak dapat mengakibatkan perubahan populasi burung secara lokal, yang
paling terpengaruh oleh tumpahan minyak adalah burung yang menghabiskan
sebagian besar atau seluruh hidupnya dalam air.Jenis-jenis ini adalah dari populasi
lokal yang khusus. Dalam urutan kepekaan yang makin rendah jenis-jenis burung
yang terkena bahaya tumpahan minyak adalah :

Penguin
Burung penyelam
Unggas air (bebek, angsa)
Auk (sejenis burung laut dari utara)
Burung camar
Biota dari tumbuhan laut

Pengaruh tumpahan minyak terhadap planton dilaut sukar diteksi. Sampel planton
yang diambil selama musibah tumpahan torrey canyon masih nampak normal
kecuali terdapat kematian 50-90 % telur ikan yang mengapung dan larva. Sampel
planton yang diambil selama ledakan santa Barbara menunjukkan tingkat yang
normal selama satu tahun itu. Beberapa binatang planton terlihat memakan
tetesan minyak mentah dan minyak bunker dan tak terlihat tanda-tanda merugikan
karena komunikasi palnton terus menerus terbawa arus, suatu daerah yang terkena
tumpahan minyak nampaknya masih memiliki komunikasi palnton yang normal
beberapa hari setelah tumpahan.

Karena sifat mobilitas ikan dapat meloloskan diri dari yang terkena gangguan
lingkungan seperti misalnya tumpahan minyak, maka selama pengamatan ledakan

Hal-11
Modul 3 : Pencegahan Pencemaran Laut

santa Barbara tidak ada ikan yang mati, ikan dapat mati jika tidak dapat keluar
dari daerah yang luas tertutup oleh sejumlah besar tumpahan minyak.

Informasi yang dipublikasikan mengatakan bahwa minyak berpengaruh kecil


terhadap mamalia laut. Selama ledakan santa Barbara dilaporkan terjadi kematian
singa laut dan anjing laut dalam jumlah besar dan kesalahan ditimpahkan karena
tumpahan minyak.

LEMBAR KERJA
1. Alat :
OHP
Skide proyektor

2. Bahan yang digunakan


Modul

3. Langkah kerja :
Siswa dapat menjelaskan penyebab tumpahan minyak secara biologi dan
non biologi

LEMBAR LATIHAN
Setelah anda membaca dan memahami tentang pengaruh pencemaran,
cobalah anda kerjakan latihan di bawah ini. Dengan demikian anda akan dapat
memahami dan menerapkan prinsip-prinsip ketentuan-ketentuan itu lebih jauh.

1. Sebutkan penyebab tumpahan minyak secara biologi !


2. Sebutkan penyebab tumpahan secara non biologi !

Untuk memeriksa hasil latihan anda bagian ini tidak disediakan kunci jawaban. Oleh
karena itu hasil latihan anda sebaiknya anda bandingkan dengan hasil latihan
siswa/kelompok lain. Diskusikanlah dalam kelompok untuk hal-hal yang berbeda
dalam hasil latihan itu. Dalam mengkaji hasil latihan itu anda sebaiknya selalu
melihat tentang pengaruh pencemaran yang diuraikan sebelumnya. Jika terdapat
hal-hal yang tidak dapat di atasi dalam diskusi kelompok, bawalah persoalan
tersebut ke dalam pertemuan tutorial. Yakinlah dalam pertemuan tersebut anda
akan dapat memecahkan persoalan itu.

Hal-12
Modul 3 : Pencegahan Pencemaran Laut

RANGKUMAN
1. Pengaruh tumpahan minyak terhadap lingkungan laut ditentukan oleh factor
biologis dan non biologis.
2. Pengaruh tumpahan minyak dapat ditentukan oleh tumpahan minyak sebagai
contoh adalah sifat kimia dan yang paling beracun afraksi aromatis.
3. Daerah tempat terjadinya tumpahan minyak secara geografis dapat berfungsi
kembali.
4. Kecepatan aliran tumpahan minyak di laut ditentukan oleh: berat jenis minyak
dan tegangan permukaan dari minyak itu sendiri.

Hal-13
Modul 3 : Pencegahan Pencemaran Laut

LEMBAR EVALUASI
Tes Formatif 2. Pilihlah salah satu kemungkinan jawaban yang menurut anda paling
tepat dengan memberi tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau d.

1. Pengaruh tumpahan minyak pada lingkungan laut dapat ditentukan dari dua
faktor yaitu ..
a. Faktor biologi dan non biologi
b. Faktor biologi dan kimia
c. Faktor kimia dan non biologi
d. Faktor kimia dan non kimia

2. Salah satu pengaruh tumpahan minyak terhadap lingkungan laut adalah :


a. Tipe tumpahan minyak
b. Penyebaran tumpahan minyak
c. Kecepatan tumpahan minyak
d. Berat jenis minyak

3. Kecepatan sebaran tumpahan minyak ditentukan oleh .


a. Berat jenis tumahan minyak
b. Kepadatan tumpahan minyak
c. Tegangan permukaan tumpahan minyak
d. Penguapan tumpahan minyak

4. Daerah tempat tumpahan minyak


a. Dapat berfungsi kembali
b. Tidak dapat berfungsi kembali
c. Sulit berfungsi kembali
d. Sangat sulit berfungsi kembali

Cocokkanlah jawaban anda dengan kunci jawaban yang terdapat pada bagian
akhir Buku Materi Pokok ini. Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar, kemudian
gunakanlah rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda
terhadap materi Kegiatan Belajar 2.

Rumus :

Jumlah Jawaban Anda yang benar


Tingkat Penguasaan = X 100 %
4

Hal-14
Modul 3 : Pencegahan Pencemaran Laut

Arti tingkat penguasaan yang anda capai :

90 % - 100 % : Baik sekali


80 % - 89 % : Baik
70 % - 79 % : Cukup
69 % : Kurang

Bila tingkat penguasaan anda mencpai 80 % ke atas, anda dapat meneruskan ke


kegiatan belajar berikutnya, Bagus, tetapi apabila nilai yang anda capai di bawah
80 %, anda harus mengulangi kegiatan belajar 2, terutama pada bagian yang
belum anda kuasai.

Hal-15
Modul 3 : Pencegahan Pencemaran Laut

Kegiatan Belajar 3

LEMBAR INFORMASI
Nama Program Diklat : Dinas Jaga
Materi Pembelajaran : Pencegahan dan Penanggulangan Pencemaran
Jumlah Jam Latihan : 3 jam

A. PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN PENCEMARAN

1. Pencegahan Pencemaran

Permulaan tahun 1970-an cara pendekatan yang dilakukan IMO (Internasional


Maritime Organization) dalam membuat peraturan yang berhubungan dengan
marine pollution(MarPol) pada dasarnya sama dengan sekarang ini yakni
melakukan kontrol yang ketat pada struktur kapal untuk mencegah jangan sampai
terjadi tumpahan minyak ataupun pembuangan campuran minyak kelaut. Dengan
pendekatan yang demikian Marine Polution 1973/1978 memuat peraturan untuk
mencegah seminim mungkin minyak yang tumpah kelaut. Tetapi kemudian pada
tahun 1984 dilakukan modifikasi oleh IMO yang menitikberatkan pada pencegahan
pencemaran laut yakni keharusan suatu kapal untuk dilengkapi dengan oily water
separator equipment dan oily discharge monitoring system. Karena itu pada
peraturan Marine Polution 1973/1978 dapat dibagi dalam 3(tiga) kategori yaitu :

a. Peraturan untuk mencegah terjadinya pencemaran


b. Peraturan untuk menanggulangi pencemaran
c. Peraturan untuk melaksanakan ketentuan tersebut(Batti,1998)

Dalam usaha mencegah sekecil mungkin minyak mencemari laut, maka sesuai
marine pollution 1973/1978 sisa-sisa campuran minyak di atas kapal seperti halnya
hasil purifikasi minyak pelumas dan kebocoran dari sistem bahan bakar minyak
akan dikumpulkan dalam tangki penampungan seperti slop tank dengan daya
tampung yang mencukupi.

Pencegahan dan penanggulangan pencemaran yang datangnya dari kapal perlu


dikontrol melalui pemeriksaan dokumen sebagai bukti bahwa pihak perusahaan
dan kapal sudah melaksanakan dengan semestinya. Salah satu dokumen yang
harus dibawa berlayar bersama kapal adalah Inruction and Operation Manual of

Hal-16
Modul 3 : Pencegahan Pencemaran Laut

Oily Water Separating and Filtering Equipment. Dengan adanya dokumaen


tersebut diharapkan pencemaran dapat dicegah dan kalau sampai terjadi
pencemaran maka kepentingan hukum yang timbul dapat ditanggulangi
berdasarkan dokumen yang tersedia.

Pembuangan minyak ke laut pada dasarnya dilarang sehingga untuk


pelaksanaannya timbul ketentuan-ketentuan pencegahan pencemaran
internasional itu seperti :

a. Pengadaan tangki ballast terpisah pada ukuran kapal-kapal tertentu, ditambah


dengan peralatan-peralatan seperti oily detector monitor (ODM), oily water
separator (OWS) dan sebagainya.
b. Batasan-batasan minyak yang dapat dibuang ke laut.
c. Daerah pembuangan minyak.
d. Keharusan pelabuhan-pelabuhan untuk menyediakan penampung slop.

Marine Pollution 1973/1978 dalam Batti (1998) menerangkan bahwa pembuangan


minyak kelaut dapat juga dibolehkan apabila :

a. Lokasi pembuangn lebih dari 50 mil dari daratn.


b. Tidak dalam special area seperti lautan mediteran, laut Baltic, laut hitam, laut
merah dan daerah teluk.
c. Tidak membuang lebih dari 30 liter permil laut.
d. Tidak membuang lebih besar dari 1 : 30.000 dari jumlah muatan.
e. Kapal harus dilengkapi dengan oily discharge monitoring (ODM) dengan
kontrol sistemnya.

Selain itu pemerintah negara anggota diminta mengeluarkan peraturan agar untuk
pelabuhan dimana kapal akan membuang sisa atau campuran minyak harus
dilengkapi dengan tangki penampungan di darat.

Untuk memonitor dan mengontrol pembuangan sisa minyak atau campuran


minyak dengan air kelaut maka dikeluarkan peraturan tambahan untuk Marine
Pollution 1973/1978 sebagai berikut :

a. Kapal dengan ukuran 400 GT sampai 10.000 GT harus dilengkapi dengan oily
separating equipment untuk menjamin campuran minyak dan air yang
terbuang ke laut sesudah melalui sistem tersebut tidak melebihi kandungan dari
100 ppm.
b. Kapal ukuran 10.000 GT ke atas harus dilengkapi tambahan peralatan : oily
discharge monitoring and control system atau oily filtering equipment yang
menjamin bahwa air yang terbuang kelaut setelah melewati sistem tersebut
tidak mengandung minyak lebih dari 15 ppm.

Hal-17
Modul 3 : Pencegahan Pencemaran Laut

Karena prinsip pencegahan pencemaran yang berasal dari kapal adalah


mengurangi semaksimal mungkin pembuangan minyak kelaut tetapi kalau terpaksa
harus batas-batas yang tidak sampai merusak lingkungan hidup dilaut.

Menyingkapi ketentuan tersebut maka pengadaan dan pengaktipan alat pemisah


dengan air (oily water separator) merupakan syarat yang mutlak bagi armada
penangkapan ikan modern sehingga tercipta pengembangan sumberdaya
perikanan yang berwawasan lingkungan. Alat pemisah minyak dengan air laut
dudalam kapal perikanan berfungsi untuk memisahkan minyak dengan air yang
tercampur dengan air got sebelum air got tersebut dibuang kelaut.

2. Oily Water Separator

Menurut undang-undang No. 21 tahun 1992 tentang Pelayaran dalam BPLP


(2000), oily water separator (OWS) adalah suatu alat pencegah pencemaran laut
yang dipasang di kamar mesin kapal-kapal tertentu. Sedangkan romzana
mengatakan bahwa pengertian oily water separator (OWS) adalah suatu alat untuk
memisahkan minyak yang tercampur dengan air got. Minyak kotor yang dihasilkan
tersebut digunakan untuk membakar limbah padat pada suatu tungku pembakar.

Pada dasarnya Oily Water Separator ini merupakan bilik-bilik yang dibuat untuk
menyediakan kondisi aliran cairan agar diam tidak bergerak hingga butiran minyak
bebas naik kepermukaan air dan membentuk suatu lapisan minyak yang tidak
tercampur yang bisa diambil dengan menggunakan oli skimmer.

Oily water separator (OWS) merupakan suatu yang dimaksudkan untuk mengurangi
dan memisahkan minyak yang terbawa air buangan yang beroperasi menurut
tekanan atmosfir. Sedangkan Suasono (1994) menerangkan bahwa pengertian oily
water separator (OWS) adalah sebuah penampung yang berbentuk kubus yang di
dalamnya terbagi atas tiga bagian yang fungsinya sebagai pemisah minyak dan
air.

a. Jenis-Jenis Separator

Menurut Seran (1998) ada dua jenis separator yaitu :

1) Separator Konvensional

Pemisahan secara gravitasai (gravity separation) adalah cara yang paling


ekonomis dan efisien untuk memisahkan sejumlah besar limbah
hidrokarbon. Pada proses pemisahan limbah tersebut ditampung
sementara pada bak pemisah dan tahan beberapa waktu untuk
membiarkan proses pemisahan secara gravitasi berlangsung. Kemudian
minyak yang terapung diatas air diambil melalui oil skimmer. Efisiensi
pemisahan secara gravitasi adalah perbedaan berta jenis antara air

Hal-18
Modul 3 : Pencegahan Pencemaran Laut

dengan minyak, sedangkan efektifitas dari alat ini tergantung pada desain
hidrolis danwaktu tahannya. Semakin lama waktu tahannya maka proses
pemisahannya akan semakin baik.

2) Separator Plat Pararel

Alat ini memerlukan ruang yang jauh lebih sedikit dengan yang dibutuhkan
oleh separator tipe konvensional. Luas permukaan separator dapat
ditambah dengan memasang alat plat pararel dibilik-bilik separator
tersebut. Dengan adanya plat pararel dapat mengurangi turbulensi dalam
separator sehingga akan meningkatkan efisiensi separator. Plat-plat
tersebut dipasang dengan posisi miring guna mendorong minyak terkumpul
dibagian plat kemudian bergerak kepermukaan atas separator.

Minyak yang terkumpul dari separator plat pararel memiliki kandungan air
lebih rendah dibandingkan dengan tipe konvensional.

Alat oily water separtor OWS) digunakan untuk memisahkan minyak yang
tercampur dengan air got kemudian minyak tersebut akan ditampung
dalam tangki dan setelah air tersbut terpisahkan maka air tersebut dapat
dibuang kelaut sedangkan minyak kotor tersebut dipakai sebagai bahan
bakar pada alat incenerator untuk membakar limbah padat
(Romzana,1998).

b. Prinsip Kerja Oily Water Separator (OWS)

1) Cara kerja.

Limbah minyak didapat dari pompa sepanjang tank (bilge feed tank)
mengalir kedalam coarse separating chamber (ruang pemisah kasar)
melalui oily water inlet pada primary coloum (ruang pertama). Setelah
limbah minyak yang tercampur dengan air kotor masuk kedalam ruangan
pemutar (chamber tangeentally). Kemudian sebagai hasilnya minyak
mengalir ruang pengumpul minyak (oily collecting chamber) dan menuju
keruang pemisah yang halus (fine separating chamber) melalui bagian
tengah buffle plate dan mengalir disekitarnya kepipa pengumpul air (water
collecting pipe) melalui celah-celah diantara plat-plat penangkap minyak
(oily catch plates). Dalam proses ini minyak mengapung dan menempel
pada kedua sisi di masing-masing plat penangkap sehingga minyak dan air
terpisah.

Sesudah pemisahan, air melewati lubang kecil pada water collecting pipe
(pipa pengumpul air) dan mengalir ke ruang pemisah kedua, dengan cara
melalui tempat keluar air (treated water outlet). Pada bagian lain minyak
yang menempel pada plat lama kelamaan bertambah banyak dan
bergerak perlahan-lahan keplat-plat sekelilingnya. Kemudian minyak

Hal-19
Modul 3 : Pencegahan Pencemaran Laut

tertinggal disetiap plat mengapung dan mengalir dengan mudah pada


buffet plate yang berada dibawah aliran air yang berminyak dan akhirnya
kedalam water collecting chamber melalui dua oil ascending pipes.

Butiran minyak yang tidak dapat disaring dalam fist stage dihilangkan dan
air yang sudah dibersihkan dipompakan keluar melalui tempat
pembuangan air yang sudah dibersihkan (purified water outlet). Sementara
itu butiran minyak yang ditangkap dalam frst stage filter berkumpul
membentuk gumpalan dan mengalir ke oil collection chamber pada
bagian atas dan gravity separating chanber.

2) Cara pengoperasian.

Sebelum pelaksanaan pastikan bahwa sistim pipa berada pada posisinya


sesuai piping arrangement dan sambungan kabel untuk automatic oily
controller sudah benar. Adapun cara pengoperasian dari oily water
separator (OWS) adalah :

a) Membuka valve-valve line air laut pada bagian hisap pompa.


b) Membuka semua valve-valve pada bilgy suction line dari bilgy tank
kepompa.
c) Putar switch automatic oily level controller ke on.
d) Menghidupkan bilgy feed pumpu untuk feed bilgy ke separating tank.
e) Atur pressure regulating valve ketekanan antara 0.5 sampai 2.0 kg/cm2.

Sebelum mengawali pekerjaan pengoerasiannya, lakukan pengisisan air


laut kedalam separating tank dan biarkan air laut mengalir lebih dari 10
mrnit. Minyak yang sudah dipisahkan dalam separating tank berada
didalam oily collecting chamber pada bagian atas ruangan. Minyak
dibuang secara otomatis dengan oily level cntroller ketiak jumlah minyak
melebihi dari tinggi yang sudah ditentukan.

3) Memberhentikan pengoperasian (stop Opertion).

Adapun langkah-langkah memberhentikan pengoperasian adalah :


a) Mengalirkan air laut lebih dari 10 menit untuk mencegah perubahan
kualitas dari campuran minyak yang tersisa didalamseparating tank
setelah pekerjaan membuang air got selesai.
b) Menutup bilge feed pump dan semua valve-valve pada bilge
discharge pipe line.
c) Memutar switch pada automatic oil level controller ke off.

Hal-20
Modul 3 : Pencegahan Pencemaran Laut

c. Komponen oily water separator (OWS)

Fungsi komponen-komponen utama dari oily water separator terdiri dari :


1) Tangki pengumpul minyak (oily collecting chamber) fungsinya adalah untuk
menampung minyak yang telah terpisahkan denagn air.
2) Tangki pengumpul air (water collecting pump)fungsinya adalah untuk
menampung air sebelum dikeluarkan dari lambung kapal.
3) Plat penangkap minyak (oily catch plates) fungsinya adalah sebagai
tempat menempelnya minyak setelah melewati plat-plat.
4) Ruangan pemutar (chamber tangentially) fungsinya untuk memutarkan
limbah minyak dalam air got melalui oily water inlet dengan perlahan-
lahan.
5) Pompa bilga (bilge pump) fungsinya adalah sebagai pompa untuk
membuat air got keluar lambung kapal.

LEMBAR KERJA
1. Alat :
Oily Water Separator (OWS)
Kunci-kunci

2. Bahan yang digunakan


Modul
Buku petunjuk pengoperasian OWS

3. Langkah kerja :
Siswa dapat menjelaskan penyebab terjadinya pencemaran di laut
Siswa dapat menjelaskan alat pencegah pencemaran di laut

Hal-21
Modul 3 : Pencegahan Pencemaran Laut

LEMBAR LATIHAN
Setelah anda membaca dan memahami prinsip-prinsip tentang pencegahan dan
penanggulangan pencemaran, cobalah anda kerjakan latihan di bawah ini.
Dengan demikian anda akan dapat memahami dan menerapkan prinsip-prinsip
ketentuan-ketentuan itu lebih jauh.

1. Sebutkan penyebab terjadinya pencemaran lingkungan laut !


2. Sebutkan alat apa saja yang digunakan untuk mencegah terjadinya
pencemaran lingkungan laut !

Untuk memeriksa hasil latihan anda bagian ini tidak disediakan kunci jawaban. Oleh
karena itu hasil latihan anda sebaiknya anda bandingkan dengan hasil latihan
siswa/kelompok lain. Diskusikanlah dalam kelompok untuk hal-hal yang berbeda
dalam hasil latihan itu. Dalam mengkaji hasil latihan itu anda sebaiknya selalu
melihat prinsip-prinsip tentang pencegahan dan penanggulangan pencemaran
yang diuraikan sebelumnya. Jika terdapat hal-hal yang tidak dapat di atasi dalam
diskusi kelompok, bawalah persoalan tersebut ke dalam pertemuan tutorial.
Yakinlah dalam pertemuan tersebut anda akan dapat memecahkan persoalan itu.

RANGKUMAN
1. Pencegahan dan penanggulangan pencemaran diatur dalam peraturan
Marine Polution tahun 1973/1978.
2. Untuk mencegah terjadinya polusi lingklungan laut maka secara internasional
kapal-kapal harus dilengkapi dengan Oliy Detector Monitor (ODM), dan Oliy
Water Separtor.
3. Berdasarkan Undang-Undang No. 21 tahun 1992, tentang Pelayaran dalam
BLPL (2000), Oily Water Separator (OWS) adalah suatu alat pencegah
pencemaran laut yang dipasang di kamar mesin kapal-kapal tertentu.
4. Oily Water Separator dibagi menjadi dua bagian yaitu Separator Konvensional
dan Separator Plat Pararel.

Hal-22
Modul 3 : Pencegahan Pencemaran Laut

LEMBAR EVALUASI
Tes Formatif 3. Pilihlah salah satu kemungkinan jawaban yang menurut anda paling
tepat dengan memberi tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau d.

1. Pencegahan dan penanggunalangan pencemran laut diatur dalam Marine


Polution tahun ..
a. 1974/1976
b. 1973/1978
c. 1975/1979
d. 1976/1979

2. Peraturan untuk mencegah terjadinya pencemaran dan penanggulangan


merupakan isi dari peraturan
a. STCW
b. STCW-F
c. Marine Polution
d. STCW dan Marine Polution

3. Prinsip asar dari kerjanya OWS adalah pemisahan air dengan :


a. Bahan bakar dan minyak pelumas
b. Minyak pelumas
c. Bahan bakar
d. Dengan partikel zat padat lainnya

4. Ketentuan penggunaan OWS pada kapal-kapal tertentu diatur dalam


a. Undang-Undang No. 21 tahun 1992
b. Undang-Undang No. 21 tahun 1995
c. Undang-Undang No. 21 tahun 1998
d. Undang-Undang No. 21 tahun 1999

Cocokkanlah jawaban anda dengan kunci jawaban yang terdapat pada bagian
akhir Buku Materi Pokok ini. Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar, kemudian
gunakanlah rumus di bawah ini untuk megetahui tingkat penguasaan anda
terhadap materi Kegiatan Belajar 3.

Rumus :

Jumlah Jawaban Anda yang benar


Tingkat Penguasaan = X 100 %
4

Hal-23
Modul 3 : Pencegahan Pencemaran Laut

Arti tingkat penguasaan yang anda capai :

90 % - 100 % : Baik sekali


80 % - 89 % : Baik
70 % - 79 % : Cukup
69 % : Kurang

Bila tingkat penguasaan anda mencpai 80 % ke atas, anda dapat meneruskan ke


kegiatan belajar berikutnya, Bagus, tetapi apabila nilai yang anda capai di bawah
80 %, anda harus mengulangi kegiatan belajar 3, terutama pada bagian yang
belum anda kuasai.

Hal-24