Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Telah lama diketahui penyebab Penyakit Jantung Koroner (PJK)
multifaktorial. Salah satu faktor resiko utama PJK adalah dislipidemia, faktor
resiko lain adalah diabetes militus, hipertensi, kegemukan, merokok dan lain-
lain. Dialipidemia merupakan kelainan metabolisme lipid yang ditandai
dengan peningkatan maupun penurunan fraksi lipid dalam plasma. Kelainan
utama adalah kenaikan kadar kolesterol total, kolesterol-LDL (Low density
lipoprotein-cholesterol).(Hardjoeno,2003).
Pemeriksaan pola lipid atau penetapan kadar lipid-lipoprotein biasanya
dihubungkan dengan resiko penyakit vaskular yang mencakup penyakit
jantung koroner, penyakit pembuluhdarah otakdan penyakit pembuluh darah
perifer. Proses yang mendasarinya adalah atercsklerosis yang berkembang
secara lambat dan berlangsung bertahun-tahun. Oleh karena itu dengan
mendeteksi lebih awal akan memunhkinkan untuk melakukan tindakan
pencegahan.(Hardjoeno,2003).
Kementerian kesehatan memiliki visi misi, dan visi misi itu akan
diwujudkan melalui rencana strategis tahun 2010-2014 yaitu : meningkatkan
pemberdayaan masyarakat, swasta dan masyakat madani dalam pembangunan
kesehatan melalui kerjasama nasional dan global, meningkatkan pelayanan
kesehatan yang merata, bermutu dan berkeadilan, serta berbasis bukti, dengan
pengutamaan pada upaya promotif dan preventif.
Pemeriksaan kolesterol darah total dapat menggunakan dua metode yaitu
dengan metode Point of care test (POCT) dan CHOD-PAP. POCT merupakan
serangkaian pemeriksaan laboratorium sederhana menggunakan alat meter.
Alat ini disebut juga Badside testing, Near Patient Testing, Alternative site
Testing. POCT dirancang hanya untuk sampel darah kapiler bukan untuk
sampel serum atau plasma. Penggunaan Point of care test karena harga yang
terjangkau dan hasil yang relatif singkat. Alat ini hanya memerlukan sedikit
sampel darah (whole blood), sehingga digunakan darah kapiler, sedangkan alat
fotometer mengunakan serum atau plasma sehingga tidak di pengaruhi sel-sel
darah sepirti pada sampel whole blood.
Point of care testing pemeriksan kolesterol darah total terdiri dari alat
meter kolesterol darah total, strip test kolesterol darah total dan autoclick
lanset (jarum pengambil sampel). Alat meter kolesterol adalah alat yang
digunakan untuk mengukur kadar kolesterol darah total berdasarkan deteksi
elektrokimia dengan dilapisi enzim cholesterol oxidase pada strip membran.
Untuk menghindari terjadinya beberapa penyakit maka harus bisa
menjaga kadar kolesterol agar seimbang. Sehingga harus secara rutin
dilakukan pemeriksaan kadar kolesterol. Pemeriksaan kadar kolesterol dapat
dilakukan dengan 4 cara yaitu total kolesterol, HDL kolesterol, LDL
kolesterol, dan trigliserida. Pemeriksaan kolesterol ini dapat menggunakan
metode Point of Care Test (POCT) dan Fotometer.
Namun dalam setiap metode akan ada beberapa perbedaan yang akan
mempengaruhi hasil dari pemeriksaan, sehingga perlu dilakukan penelitian
untuk dapat mengetahui perbandingan pemeriksaan pada setiap metode.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, rumusan masalah pada penelitian ini
adalah apakah ada perbedaan hasil pemeriksaan kolesterol darah total dengan
menggunakan Point of Care Test (POCT) dengan Fotometer ?.

C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui hasil pemeriksaan kolesterol darah total dengan
menggunakan Point of Care Test ( POCT )
2. Untuk mengetahui hasil pemeriksaan kolesterol darah total dengan
menggunakan Fotometer
3. Untuk mengetahui perbandingan hasil pemeriksaan kolesterol darah total
dengan menggunakan Point of Care Test (POCT) dan Fotometer.
D. Manfaat Penelitian
1. Menambah pengetahuan tentang pemeriksaan kolesterol darah total bagi
penulis dan pembaca
2. Memberikan informasi tentang perbandingan pemeriksaan kolesterol darah
total dengan Point of Care Test (POCT) dengan Fotometer
3. Menambah pengetahuan untuk mahasiswa atau para praktisi laboratorium
kesehatan dalam memilih metode yang baik untuk pemeriksaan kolesterol
darah dengan hasil yang baik.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Kolesterol Darah
Kolesterol adalah salah satu penyakit tidak menular. Kolesterol adalah
senyawa lemak berlilin yang sebagian besar diproduksi tubuh di dalam liver
dari makanan berlemak yang kita makan. Kolesterol diperlukan tubuh untuk
membuat selaput sel, membungkus serabut saraf, membuat berbagai hormon
dan asam tubuh. Kolesterol tidak dapat diedarkan langsung oleh darah karena
tidak larut dalam air. Untuk mengedarkannya, diperlukan molekul
pengangkut yang disebut lipoprotein. Ada dua jenis lipoprotein, yaitu high
density lippoprotein (HDL) dan low density lipoprotein (LDL).
Kolesterol adalah metabolit yang mengandung lemak sterol (bahasa
Inggris: waxy steroid) yang ditemukan pada membran sel dan disirkulasikan
dalam plasma darah. Merupakan sejenis lipid yang merupakan molekul lemak
atau yang menyerupainya. Kolesterol ialah jenis khusus lipid yang disebut
steroid. Steroids ialah lipid yang memiliki struktur kimia khusus. Struktur ini
terdiri atas 4 cincin atom karbon.
Steroid lain termasuk steroid hormon seperti kortisol, estrogen, dan
testosteron. Nyatanya, semua hormon steroid terbuat dari perubahan struktur
dasar kimia kolesterol. Saat tentang membuat sebuah molekul dari
pengubahan molekul yang lebih mudah, para ilmuwan menyebutnya sintesis.
Hiperkolesterolemia berarti bahwa kadar kolesterol terlalu tinggi dalam
darah.(Marks B Drawn, 2009)
Kolesterol

2.1 Gambar struktur kimia kolesterol


Kolesterol darah adalah salah satu unsur yang paling penting dari darah /
tubuh. Kolesterol darah memiliki fungsi tubuh yang berbeda, dan membangun
sel-sel sehat. Kolesterol darah merupakan konstituen penting dari dinding sel
(membran), dan jika tingkat kolesterol darah turun di bawah normal, dinding
sel darah merah (RBC) yang cenderung pecah, sehingga menyebabkan
penurunan berat pada hemoglobin (Hb).
Kolesterol disintesis / dibuat di dalam tubuh. Ini telah mendapat ekskresi
terbatas. Beberapa lolos dalam kotoran / empedu, tetapi kebanyakan tetap di
dalam tubuh. Tingkat kolesterol darah meningkat begitu orang makan.
Tingkat kolesterol darah normal harus antara 150-199 mg / dl, dan jika
lebih dari 240 mg / dl, hal ini dikategorikan tingkat tinggi kolesterol darah.
Pasien memiliki tingkat kolesterol darah antara 200-239 mg / dl adalah batas
kasus. (Hardjoeno, 2003 )
Pemeriksaan pola lipid atau penetapan kadar lipid-lipoprotein biasanya
dihubungkan dengan resiko penyakit vascular yang mencakup penyakit
jantung koroner, penyakit pembuluh darah otak dan penyakit pembuluh darah
perifer. Proses yang mendasarinya adalah atecsklerosis yang berkembang
secara lambat dan berlangsung bertahun-tahun. Oleh karena itu dengan
mendeteksi lebih awal akan memungkinkan untuk melakukan tindakan
pencegahan.
Kadar kolesterol darah tinggi yang berbahaya bagi tubuh. Mereka
menyebabkan penyempitan dan bahkan penyumbatan arteri koroner
(pembuluh darah yang memasok jantung) dan pembuluh darah yang
memasok otak, yang menyebabkan serangan jantung dan stroke (kelumpuhan,
dll) masing-masing Kemungkinan mengembangkan penyakit ini menjadi
lebih tinggi jika seseorang memiliki, di samping itu, diabetes, tekanan darah
tinggi dan obesitas. Risiko ini juga meningkat jika seseorang memiliki sejarah
keluarga kolesterol darah tinggi / serangan jantung.
B. Darah Vena dan Darah Kapiler
Darah adalah jaringan cair yang terdiri atas dua bagian yaitu plasma
darah dan sel darah. Sel darah terdiri dari tiga jenis yaitu trombosit, leukosit,
dan eritrosit ( Pearce, 2006 )
1. Darah Vena
Pembuluh darah vena adalah pembuluh berdinding tiga lapis seperti
arteri, tetapi lapisan tengah berotot lebih tipis, kurang kuat, lebih mudah
kemps dan kurang elastic dibandingkan dengan arteri. Darah adalah
jaringan cair yang terdiri atas dua bagian. Bagian interseluler adalah cairan
yang disebut plasma dan di dalamnya terdapat unsur padat yaitu sel darah.
Sel darah terdiri dari tiga jenis yaitu eritrosit atau sel darah merah, leukosit
atau sel darah putih, dan trombosit atau butir pembeku. Susunan darah
dalam kapiler dan dalam vena berbeda-beda. Darah vena berwarna lebih
tua dan agak ungu karena banyak dari oksigennya sudah diberikan kepada
jaringan. (Pearce, 2006)
2. Darah Kapiler
Pembuluh darah kapiler pada umumnya meliputi sel-sel jaringan. Oleh
karena itu secara langsung berhubungan dengan sel. Karena dindingnya
yang tipis maka plasma dan zat makanan merembes ke cairan jaringan
antar sel. Darah dalam kapiler terus menerus berubah susunan dan
warnanya karena terjadinya pertukaran gas.
Pembuluh darah kapiler berdiameter 5 10 mikrometer, pembuluh
kapiler ini adalah pembuluh darah terkecil di tubuh. Fungsinya untuk
menghubungkan ateriola dan venula. Dengan adanya pembuluh darah ini
maka dimungkinkan terjadinya pertukaran air, oksigen, karbondioksida,
nutrient, dan zat kimia sempit antara darah dan jaringan disekitarnya.
Jaringan pembuluh darah kapiler bekerja membentuk sebuah anyaman
yang terdiri dari suatu jaringan dengan kandungan kurang lebih 2000
kapiler darah permilimeter. (Pearce, 2006)
C. Pemeriksaan Kolesterol Darah
Pada umumnya permintaan tes laboratorium mempunyai beberapa tujuan
seperti menyaring berbagai penyakit dan mengarahkan tes ke penyakit tertentu
misalnya membantu dalam menentukan terapi penyakit jantung dengan
melihat kadar kolesterol seseorang. (Hardjoeno, 2003).
Pemeriksaan kolesterol dapat dilakukan dengan 2 cara yakni melalui
pemeriksaan darah di laboratorium oleh tenaga medis atau pemeriksaan
sendiri dengan alat pemeriksa kolesterol yang mudah didapatkan di apotek
atau toko perlengkapan alat kesehatan. Meskipun pemeriksaan sendiri dengan
alat yang dijual bebas di apotek lebih praktis, namun, tidak sedikit terjadi
ketidakcocokan hasil dengan pemeriksaan yang dilakukan di laboratorium
kesehatan.
Hal ini sering membingungkan pasien. Biasanya, hal tersebut terjadi
karena bisa saja pasien tidak melakukan puasa terlebih dahulu sebelumnya.
Pemeriksaan kolesterol di laboratorium menghasilkan hasil pemeriksaan yang
lebih spesifik dan akurat karena pemeriksaan yang dilakukan terhadap kadar
trigliserida, LDL, dan HDL dilakukan secara terpisah dan juga bersamaan
dalam bentuk total kolesterol.
Sedangkan pada alat periksa praktis, hanya menyajikan hasil akhir
berupa total kolesterol. Padahal total kolesterol biasanya terdiri atas 2 faktor
penting yaitu LDL dan HDL yang memiliki fungsi serta pengaruh yang
berbeda pada tubuh. Oleh karena itu, banyak dokter menyarankan pasien
untuk memeriksakan kolesterolnya di laboratorium kesehatan.
Pemeriksaan kolesterol saat-saat ini sering dilakukan dan untuk
mempermudah dalam memperoleh dalam memperoleh hasil yang lebih cepat
dapat dilakukan dengan pemeriksaan Point Of Care Testing menggunakan alat
meter sederhana. Alat ini terdiri dari kolesterol alat meter, strip kolesterol dan
holder beserta jarum untuk pengambilan sampel darah kapiler.
Point Of Care Testing adalah pemeriksaan kesehatan yang dilakukan
didekat pasien atau disamping tempat tidur pasien, menggunakan sampel
darah dalam jumlah sedikit. Pemeriksaan ini dilakukan dengan atau tanpa
tahap praanalitik dan memberikan hasil yang cepat, sehingga pengambilan
keputusan dapat segera dilakukan untuk manajemen pasien yang lebih baik.
Selain digunakan dalam system pelayanan di rumah sakit, POCT juga
dapat digunakan untuk memantau kondisi kesehatan seseorang secara mandiri,
tanpa harus datang kelayanan kesehatan, pemeriksaan dapat dilakukan sendiri
oleh pasien di rumah.
1. Pra Analitik
Pengambilan sampel lebih baik dilakukan pada pagi hari dibanding
sore hari karena adanya variasi diurnal. Pada sore hari kolesterol darah
lebih rendah sehingga banyak kasus jantung yang tidak terdiagnosis.
Untuk tes saring atau control jantung sampel plasma vena, serum atau
darah kapiler. Untuk tes diagnostic sebaiknya serum vena, karena
molaritas kolesterol pada serum vena hampir sama dengan kolesterol pada
whole blood. Konsentrasi kolesterol serum lebih tinggi 11% dibanding
whole blood pada hematokrit normal.
Untuk menghindari kesalahan pra analitik pemeriksaan kolesterol
menggunakan POCT, perlu diperhatikan dari mana asal specimen tersebut
dan bagaimana perlakuan yang benar terhadap specimen. Beberapa hal
yang perlu diperhatikan untuk pengambilan specimen kapiler adalah :
Tempat pengambilan specimen harus dibersihkan dengan alcohol 70%
Pastikan untuk membersihkan tetesan pertama sebelum menganalisa
kadar kolesterol pada tetesan kedua.
2. Analitik
a. Prinsip Pemeriksaan Kolesterol pada POCT
Hydrogen Peroksida dalam darah terbentuk bereaksi dengan phenol
dan 4-Amino phenazon dalam stip mengubah enzimperoksida menjadi
quinonimin. Reaksi ini menciptakan arus listrik yang besarnya setara
dengan kadar bahan kimia yang ada didalam darah.
Ketika darah yang diteteskan pada test strip, akan terjadi reaksi
antara bahan kimia yang ada didalam darah dengan reagen yang ada di
dalam strip. (Luhur, Anggunmeka : 2013)
b. Prinsip Pemeriksaan Kolesterol Metode CHOD-PAP ( Cholesterol
Oksidase Para Amino Phenazone )
Ester kolesterol oleh kolesterol esterase diubah menjadi kolesterol
dan asam lemak bebas. Kolesterol yang terbentuk dioksidasi dengan
bantuan kolesterol oksidase membentuk koleston dan hydrogen
peroksida. Hydrogen peroksida yang terbentuk bereaksi dengan
phenol dan 4 amino phenazon dengan bantuan enzim peroksidase
membentuk quininimin yang berwarna merah muda, kemudian diukur
dengan photometer pada rentang panjang gelombang 480-550 nm.
Intesitas warna yang terbentuk setara dengan kadar kolesterol yang
terdapat dalam sampel.
3. Post Analitik
Menurut leaflet sebagai tes saring kadar kolesterol darah memilki nilai
rujukan yaitu < 200 mg / dL.

D. Kelebihan dan Kekurangan Kolesterol Metode POCT dan CHOD-PAP


Selain memiliki perbedaan metode dan sampel yang digunakan, kedua
metode ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yaitu :
Metode Kelebihan Kekurangan
POCT 1. Penggunaan instrument 1. Jenis pemeriksaan masih
sangat praktis, mudah, dan terbatas
efisien. 2. Akurasi dan presisi hasil
2. Penggunaan jumlah sampel pemeriksaan POCT belum
yang sedikit sebaik hasil dari laboratorium
3. Mengurangi atau klinik
meniadakan tahap pra 3. Proses QC (Quality Control)
analitis, sehingga belum baik
mengurangi kemungkinan 4. Proses dokumentasi hasil
kesalahan pada tahap ini. belum baik, karena biasanya
alat ini belum dilengkapi
dengan system identifikasi
4. Hasil dapat diketahui pasien, printer dan belum
dengan cepat sehingga terkoneksi dengan system
lebih cepat dalam informasi laboratorium (SIL).
pengambilan keputusan. 5. Biaya pemeriksaan lebih
5. Mengurangi waktu mahal bila dibandingkan
kunjungan klinik rawat dengan biaya pemeriksaan di
jalan, dan penggunaan laboratorium klinik
waktu tenaga kesehatan 6. Pemeriksaan masih
yang lebih optimal. menggunakan metode yang
6. Pemeriksaan dapat invasive.
dilakukan secara mandiri
tanpa perlu mengunjungi
laboratorium / sarana
pelayanan kesehatan.
CHOD- 1. Hasil lebih akurat 1. Hasil tes membutuhkan
PAP 2. Kadar kolesterol yang waktu yang lama
terlalu rendah dan terlalu 2. Volume darah yang
tinggi dapat terbaca dibutuhkan lebih banyak
3. Pemeriksaan dilakukan 3. Untuk tes ulang dibutuhkan
oleh petugas waktu yang lama
laboratorium di 4. Pemeriksaan dan
laboratorium klinik penyimpanan dibutuhkan
4. Proses QC (Quality tempat khusus
control) baik 5. Harga lebih mahal
5. Akurasi dan presisi hasil 6. Alat harus menggunakan
pemeriksaan lebih baik arus listrik yang stabil
dari hasil POCT
6. Tidak ada factor
ketergantungan bahan
habis pakai /reagen
(Open Methode)
BAB III
METODE PENELITIAN

A. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, yaitu penelitian yang
bertujuan untuk mendeskripsikan tentang suatu keadaan secara objektif.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan data-
data yang bersumber atau berbentuk dari angka-angka.
B. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di laboratorium klinik Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Palangkaraya dan dilaksanakan pada tanggal 26
sampai dengan 29 Juni 2013
C. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi pada penelitian ini adalah Pegawai Universitas Muhammadiyah
Palangka Raya sebanyak
2. Sampel
Sampel adalah bagian dari populasi yang menjadi objek penelitian.
Dalam penelitian ini dilakukan dengan cara Random Sampling, yaitu
teknik pengambilan sampel dengan tidak memilih-milih individu yang
akan dijadikan responden.
Sampel yang digunakan dalam pemeriksaan adalah darah vena dan
kapiler dari 20 orang Pegawai Universitas Muhammadiyah Palangka Raya.

D. Variabel dan Defenisi Operasional Variabel


1. Varabel
a. Variabel bebas : POCT dan Fotometer
b. Varabel terikat : Kadar Kolesterol
2. Definisi Operasional Variabel
a. Kadar kolesterol darah adalah nilai atau jumlah kolesterol dalam tubuh
yang sebagai sumber utama energi tubuh untuk proses metabolisme
tubuh.
b. Darah kapiler adalah darah yang diperoleh dari pengambilan pada jari
manis / jari tengah dengan membuang tetesan darah pertama sebelum
pemeriksaan
c. Alat meter / POCT adalah alat pemeriksaan sederhana kolesterol
sehingga diperoleh hasil yang lebih cepat.
E. Teknik Pengumpulan Data
Data dikumpulkan dari hasil pemeriksaan kolesterol darah kapiler dan
darah vena yang dilakukan di laboratorium klinik Universitas Muhammadiyah
Palangka Raya.
a. Peralatan dan Bahan
Alat yang digunakan adalah kolesterol meter nesco multi check, holder
beserta jarum / lanset untuk pengambilan darah kapiler, fotometer,
sentrifuge, vortex mixer, tabung reaksi dan mikropipet beserta tip.
Bahan yang digunakan adalah whole blood, serum, strip kolesterol,
aquades dan kapas alcohol.
b. Pemeriksaan kolesterol darah sewaktu
1. Metode POCT
Sampel : Darah kapiler
Prinsip : Hydrogen Peroksida dalam darah terbentuk bereaksi
dengan phenol dan 4-Amino phenazon dalam stip mengubah
enzimperoksida menjadi quinonimin. Reaksi ini menciptakan arus
listrik yang tidak berbahaya pada alat meter untuk mengukur kolesterol
dalam darah.
Cara kerja :
a) Masukan strip kealat kolesterol meter, alat akan hidup secara
otomatis dan layar akan menunjukan kode dan tanda tetesan darah
b) kode tertera pada layar dipastikan sesuai dengan kode yang tertera
pada tempat strip tes
c) bersihkan jari tengah atau jari manis yang akan diambil darahnya
dengan kapas alcohol dan biarkan kering
d) kemudian tusuk dengan lancet sampai darah keluar. Sebaiknya
buang tetesan darah yang pertama keluar dan gunakan tetesan
kedua
e) darah diteteskan pada zona sampel secara perlahan
f) setelah selesai tekan bekas tusukan dengan kapas
g) hasil akan muncul pada layar dalam waktu 150 detik
h) hasil yang muncul kemudian dicatat dan strip dilepaskan dari alat.
Hasil dibaca dengan satuan mg/dL
2. Metode CHOD-PAP
Sampel : Darah vena
Prinsip : Ester kolesterol oleh kolesterol esterase diubah menjadi
kolesterol dan asam lemak bebas. Kolesterol yang terbentuk dioksidasi
dengan bantuan kolesterol oksidase membentuk koleston dan hydrogen
peroksida. Hydrogen peroksida yang terbentuk bereaksi dengan phenol
dan 4 amino phenazon dengan bantuan enzim peroksidase
membentuk quininimin yang berwarna merah muda, kemudian diukur
dengan photometer. Intesitas warna yang terbentuk setara dengan
kadar kolesterol yang terdapat dalam sampel.
Reaksi
Cholesterol Esterase
Cholesterol ester + H2O Cholesterol + RCOOH
Cholesterol Oxidase
Cholesterol + O2 4 cholestone-3-one + H2O2
Peroxidase
2H2O2 + 4 aminophenzone + phenol 4- (p-benzoquinone-
monoimino) phenazone + 4 H2O ( warna merah )
Popetasi :
Dipipet dalam tabung Blanko Standar Sampel
Serum - - 10 ul
Standar - 10 ul -
R1 1000 ul 1000 ul 1000 ul
Homogenkan, 10 menit pada suhu 20 -25 OC atau selama 5 menit pada suhu
37OC dan dibaca menggunakan fotometer dengan panjang gelombang 546
nm

F. Pengolahan dan Analisis Data


Data disajikan dalam bentuk tabel yaitu sebagai berikut :
Jumlah Pemeriksaan Laboratorium Kolesterol Darah
sampel POCT (mg/dl) CHOD-PAP(mg/dl)

Data hasil penelitian nilai kolesterol darah metode POCT dan CHOD-
PAP menggunakan darah vena dan darah kapiler dianalisis dengan
menggunakan uji-t sampel berpasangan dengan taraf signifikan 99% ( =
0,01) dan df = n-1.
Hipotesis statistik yang diuji adalah :
Ho : o=1
Ha :o 1
Keterangan :
o = Hasil pemeriksaan kolesterol darah metode POCT menggunakan darah
kapiler
1 = Hasil pemeriksaan kolesterol darah metode CHOD-PAP menggunakan
darah vena.
Ho = Tidak ada perbedaan nilai kolesterol darah metode POCT dan metode
CHOD-PAP.
Ha = Ada perbedaan nilai kolesterol darah metode POCT dan metode
CHOD-PAP.
Kriteria penarikan kesimpulan adalah :
Jika, thitung ttabel maka Ho diterima
Jika, thitung ttabel maka Ho ditolak
Rumus untuk uji-t berpasangan adalah sebagai berikut :

d
th
Sd
n
Dimana
n

d
i 1
i
d
n
Dan

d
n
2
i d
i 1
Sd
n 1
Keterangan :
d i = Selisih antara hasil pengukuran 1 dan 2

d : rata-rata selisih hasil pengukuran 1dan 2

S d : Standar Deviasi

n : jumlah sampel
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Sampel penelitian ini adalah
Pegawai Universitas Muhammadiyah Palangka Raya. Jumlah sampel yang
diambil sebanyak 20 sampel yaitu terdiri dari laki-laki (16 orang) dan
perempuan (4 orang).
Tabel IV.1 Jumlah pasien yang melakukan pemeriksaan kolesterol darah
berdasarkan jenis kelamin
Jenis Kelamin Jumlah yang diperiksa Persentase (%)
Laki-laki 16 orang 80 %
Perempuan 4 orang 20 %
Jumlah Pasien 20 orang 100 %

Table diatas menunjukan bahwa persentase laki-laki sebanyak 80%,


sedangkan perempuan lebih sedikit yaitu 20% dari 20 orang yang diperiksa.
Tabel IV.2. Hasil rata-rata pemeriksaan Kolesterol darah metode POCT dan
CHOD-PAP
Pemeriksaan Laboroatorium Kolesterol Darah
Jumlah sampel
POCT (mg/dl) CHOD-PAP(mg/dl)
20 152,95 152,7

Tabel diatas menunjukan hasil rata-rata hasil pemeriksaan kadar kolesterol


darah metode POCT adalah 152,95 dan kadar kolesterol darah metode CHOD-
PAP 152,7.
153
152.95
152.9
152.85
152.8
152.75 Rata-rata
152.7
152.65
152.6
152.55
POCT CHODP-PAP

Gambar IV.1 Grafik Rata-rata kadar kolesterol darah

B. Pembahasan
Kolesterol adalah salah satu penyakit tidak menular. Kolesterol adalah
senyawa lemak berlilin yang sebagian besar diproduksi tubuh di dalam liver
dari makanan berlemak yang kita makan. Kolesterol diperlukan tubuh untuk
membuat selaput sel, membungkus serabut saraf, membuat berbagai hormon
dan asam tubuh. Kolesterol tidak dapat diedarkan langsung oleh darah karena
tidak larut dalam air.
Pemeriksaan kolesterol darah adalah pemeriksaan yang penting untuk
mengetahui penyebab penyakit jantung koroner karena jika kadar kolesterol
dislipedenia, factor resiko mengalami penyakit jantung koroner. Jika penyakit
jantung koroner sudah diketahui maka dapat dilakukan pengobatan dan terapi
bagi pasien. Dalam penelitian ini, pemeriksaan kadar kolesterol darah total
menggunakan dua metode yaitu POCT dan CHOD-PAP.
Metode POCT dan CHOD-PAP ini memiliki perbedaan yang sangat jelas
terutama pada alat dan sampel yang digunakan serta mempunyai kelebihan
dan kekurangannya masing-masing. Metode POCT, dapat dilakukan oleh
setiap orang karena prosedur yang sangat mudah. Kesalahan yang dapat terjadi
adalah memory alat yang hanya sedikit sehingga mengakibatkan alat tidak
dapat mengukur kadar kolesterol darah (error) hasil akurasinya masih
dipertanyakan dan hanya dapat membaca kadar kolesterol darah antara 100
400 mg/dl. Sedangkan metode CHOD-PAP kesalahan dapat dilakukan oleh
seorang analis (human error) pada saat pengambilan sampel. Pemipetan
sampel dan waktu inkubasi yang terlalu lama sehingga mengakibatkan hasil
tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, serta penggunaan alat yang
kurang bersih dan dapat menimbulkan kontaminasi yang berakibat juga pada
hasil pemeriksaan. Pemeriksaan dengan metode CHOD-PAP hanya dapat
dilakukan pada laboratorium dengan fasilitas baik, seperti rumah sakit dan
laboratorium kesehatan yang memiliki fasilitas yang memadai serta perawatan
alat yang relative mahal.
Menurut nilai normal kadar kolesterol darah yaitu < 200 mg/dl. Dari data
hasil rata-rata pemeriksaan hasil kolesterol darah menggunakan metode POCT
dan metode CHOD-PAP, hasil kedua pemeriksaan ini berada dalam rentan
normal yaitu 152,95 mg/dl pada metode POCT dan 152,7 mg/dl pada metode
CHOD-PAP. Perbedaan pada metode tersebut karena sampel yang digunakan
berbeda yaitu darah vena dan darah kapiler. Dalam darah kapiler, terdapat
berbagai zat kimia, karbondioksidsa, dan jaringan-jaringan, sehingga pada
perhitungan pada alat meter kadar kolesterol darah menjadi lebih tinggi. Selain
itu juga karena alat POCT tidak memiliki nilai standar yang digunakan sebagai
acuan seperti pada fotometer. Pengambilan darah yang tidak sesuai prosedur
juga dapat mempengaruhi metode POCT. Namun kelebihan alat POCT ini
adalah hasil yang diperoleh tidak memperlukan waktu yang lama sehingga
dapat dilakukan oleh siapapun selain petugas laboratorium. Sedangkan metode
CHOD-PAP pengerjaannya memerlukan waktu yang lama dan baha yang
digunakan mahal serta pemeliharaan alatnya. Namun metode CHOD-PAP
memberikan hasil yang lebih teliti dan tepat sehingga dijadikan sebagai gold
standart.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian pemeriksaan kadar kolesterol darah dengan
metode POCT dan CHOD-PAP maka dapat diambil kesimpulan sebagai
berikut :
1. Hasil pemeriksaan kadar kolesterol darah dengan metode POCT dan
CHOD-PAP berada dalam rentan nilai akurasi yang berbeda

B. Saran
1. Bagi masyarakat hendaknya memilih metode pemeriksaan yang lebih baik
dan lebih akurat untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang baik
2. Bagi mahasiswa analis kesehatan, penelitian ini dapat dijadikan sebagai
masukan untuk penelitian tentang kolesterol darah metode POCT dan
CHOD-PAP
DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2013. Leaflet Cholesterol Strip-kit Reagen. PT. Rajawali Nusindo.


Jakarta.

Anonim, 2013. Nesco Multi Check. Blood Cholesterol Test Strip. Kernel Intl
Corp. Taiwan

Hardjoeno, H, dkk, 2003. Interpretasi Hasil Tes Laboratorium Diagnostik.


Lembaga Penerbitan Universitas Hasanuddin (Lephas). Makasar.

Kaurvaki Redva, 2011. Definisi dan Fungsi Pembuluh Darah Arteri, Vena, dan
Kapiler.http://id.shvoong.com/tags/definisi_&_fungsi_pembuluh_darah_art
eri_vena_dan_kapiler.html diakses pada tanggal 9 Februari 2013

Luhur, Anggunmeka, Richard Mengko (editor), 2013. Instrument Laboratorium


Klinik. ITB, Bandung.

Marks, Dawn B, Marks, Allan D, dan Smith, Collen M (editor), 2000. Biokimia
Kedokteran Dasar : Sebuah Pendekatan Klinis. EGC, Jakarta.