Anda di halaman 1dari 8

Kondisi Umum Kabupaten Rembang

1.1 Letak Geografis


Kabupaten Rembang terletak di ujung Timur Laut Provinsi Jawa Tengah
dan
dilalui jalan Pantai Utara Jawa (jalur Pantura). Letak geografis Kabupaten
Rembang pada koordinat 111o00 111o30 Bujur Timur dan 6o30
7o6 Lintang Selatan. Secara umum kondisi lahannya berdataran rendah
dengan ketinggian
wilayah kurang lebih 70 meter di atas permukaan laut.
Secara administratif wilayah Kabupaten Rembang berbatasan dengan :
Sebelah Utara : Laut Jawa
Sebelah Timur : Kabupaten Tuban (Provinsi Jawa Timur)
Sebelah Selatan : Kabupaten Blora
Sebelah Barat : Kabupaten Pati
Secara administrasi Kabupaten Rembang
memliki 14 kecamatan, 287 desa dan 7
kelurahan. Luas wilayahnya sekitar 101.408 Ha.
1.2 Kondisi Perekonomian
Total penerimaan daerah dari tahun 2002 hingga tahun 2005 tercatat
sebesar Rp.197,665 milyar (2002), Rp. 249,807 milyar (2003), Rp.
266,592 milyar (2004) dan Rp. 283,165 milyar (2005), yang berasal dari
PAD, dana perimbangan,dana bantuan prasarana dan sarana untuk
Kabupaten/Kota, Ingub Sektoral dan Provinsi. Jumlah penerimaan daerah
memiliki trend pertumbuhan yang positif,sedangkan belanja daerah mulai
tahun 2005 cenderung mengalami kenaikan.
Secara rinci kondisi keuangan daerah Kabupaten Rembang dapat dilihat
pada
tabel III.1.
Pendapatan asli daerah Kabupaten Rembang dari tahun ke tahun
cenderung mengalami peningkatan. Keadaan ini secara umum akan
memberikan manfaat positif bagi pemerintah Kabupaten Rembang karena
dengan kecenderungan kenaikan PAD maka upaya optimasi PAD sebagai
sumber pembiayaan
pembangunan dapat dilakukan.
4.Sub Wilayah Pengembangan IV dengan pusat di kota
Pamotan, mencakup :Kecamatan Pamotan, Gunem
Sedan dan Sale. Sektor yang dikembangkan adalah
pertanian, kehutanan, sumber air dan
irigasi,pertambangan dan industri kecil.
5.Sub Wilayah Pengembangan V dengan pusat di kota
Kragan, mencakup :Kecamatan Kragan dan Sarang.
Sektor yang dikembangkan meliputi pertanian lahan
basah, perkebunan, permukiman dan transportasai
III.2
Potensi Wilayah
III.2.1
Penduduk
Pada akhir tahun 2004 penduduk Kabupaten Rembang
berjumlah 585.446 jiwa. Dari jumlah tersebut 35,62%
(208.536 jiwa) merupakan penduduk miskin, dengan
kepadatan rata-rata 558 jiwa/km2 serta laju
pertumbuhan rata-rata pada dasawarsa terakhir adalah
1,22%. Dari tingkat kepadatan ini 82,6%penduduk
tinggal di daerah pedesaan dan sisanya 17,4% berada di
daerah perkotaan. Kepadatan penduduk terendah
terdapat di Kecamatan Bulu sebesar 250 jiwa/km2, dan
tertinggi di Kecamatan Rembang sebesar 1.344 jiwa/km
Angka ketergantungan penduduk di Kabupaten
Rembang pada tahun 2003 cukup tinggi, berkisar antara
56,4 56,7. Hal ini berarti bahwa jumlah penduduk usia
non produktif cukup tinggi. Besarnya angka
ketergantungan penduduk di Kabupaten Rembang dapat
dilihat pada tabel III.4. Dari data tersebut terlihat bahwa
tingkat ketergantungan penduduk di Kabupaten
Rembang cenderung meningkat sehingga perlu upaya
atau tindakan untuk menurunkan angka ketergantungan
tersebut. Komposisi penduduk menurut pekerjaan
diKabupaten Rembang terus bertambah dari tahun ke
tahun seiring dengan semakin bertambahnya jumlah
penduduk. Jumlah tenaga kerja bertambah dari 437,7
ribu jiwa pada tahun 1996 menjadi 476,2 ribu jiwa pada
tahun 2003.
Tabel III.3 Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten
Rembang
Tahun 1996-2003

NO TAHUN LAJU KETERANGAN


PERTUMBUHAN
1 1993-1994 2,77
2 1994-1995 5;31
3 1995-1996 4,03
4 1996-1997 4,42
5 1997-1998 -10,38 KRISIS EKONOMI

6 1998-1999 2,91
7 1999-2000 4,98
8 2000-2001 3,71
9 2001-2002 4,03
10 2002-2003 3,90
Sumber : RPJM Kabupaten Rembang Tahun 2006 - 2010
Pertumbuhan nilai PDRB ini dipengaruhi oleh kenaikan yang pesat pada
sektor-sektor unggulan, yaitu pertanian, pertambangan dan penggalian,
angkutan dan komunikasi,sektor-sektor lain juga mengalami kenaikan
namun nilainya secara keseluruhan masih terlalu kecil untuk
meningkatkan nilai PDRB. Kebutuhan mendasar tindakan untuk memacu
pertumbuhan ekonomi adalah dengan memacu nilai investasi
pembangunan.
III.1.3Kebijakan Tata Ruang
Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Rembang Tahun
2005-2014, struktur tata ruang wilayah Kabupaten Rembang dibagi
menjadi lima Sub
Wilayah Pembangunan (SWP) yaitu: 1.Sub Wilayah Pengembangan I
dengan pusat di kota Rembang, meliputi Kecamatan Rembang dan Kaliori.
Wilayah pengembangan ini mengutamakan pengembangan sektor
perhotelan, perdagangan, restoran dan industri serta pariwisata;
2.Sub Wilayah Pengembangan II dengan pusat di kota Lasem, meliputi
Kecamatan Lasem, Sluke, dan Pancur. Sektor potensial yang
dikembangkan adalah perdagangan, perhotelan, restoran dan industri;
3.Sub Wilayah Pengembangan III dengan pusat di kota Sulang, meliputi
Kecamatan Sulang, Sumber dan Bulu. Pengembangan wilayah didukung
sektor pertanian dan kehutanan;
4.Sub Wilayah Pengembangan IV dengan pusat di kota Pamotan,
mencakup :Kecamatan Pamotan, Gunem Sedan dan Sale. Sektor yang
dikembangkan: pertanian, kehutanan, sumber air dan irigasi,
pertambangan dan industri kecil.
5.Sub Wilayah Pengembangan V dengan pusat di kota Kragan, mencakup
Kecamatan Kragan dan Sarang. Sektor yang dikembangkan meliputi
pertanian lahan basah, perkebunan, permukiman dan transportasi
III.2
Potensi Wilayah
III.2.1
Penduduk
Pada akhir tahun 2004 penduduk Kabupaten Rembang berjumlah 585.446
jiwa. Dari jumlah tersebut 35,62% (208.536 jiwa) merupakan penduduk
miskin, dengan kepadatan rata-rata 558 jiwa/km serta laju pertumbuhan
rata-rata pada dasawarsa terakhir adalah 1,22%. Dari tingkat kepadatan ini
82,6% penduduk tinggal di daerah pedesaan dan sisanya 17,4% berada di
daerah perkotaan. Kepadatan penduduk terendah terdapat di Kecamatan
Bulu sebesar 250 jiwa/km dan
tertinggi di Kecamatan Rembang sebesar 1.344 jiwa/km.Angka
ketergantungan penduduk di Kabupaten Rembang pada tahun 2003 cukup
tinggi, berkisar antara 56,4 56,7. Hal ini berarti bahwa jumlah penduduk
usia non produktif cukup tinggi. Besarnya angka ketergantungan penduduk
di Kabupaten Rembang dapat dilihat pada tabel III.4. Dari data tersebut
terlihat bahwa tingkat ketergantungan penduduk di Kabupaten Rembang
cenderung meningkat sehingga perlu upaya atau tindakan untuk
menurunkan angka ketergantungan tersebut. Komposisi penduduk menurut
pekerjaan di
Kabupaten Rembang terus bertambah dari tahun ke tahun seiring dengan
semakin bertambahnya jumlah penduduk.Jumlah tenaga kerja bertambah
dari 437,7 ribu jiwa pada tahun 1996 menjadi 476,2 ribu jiwa pada tahun
2003.
Tabel III.2 Kontribusi Masing
-Masing Komponen Pendapatan
Terhadap Total Pendapatan Daerah
NO URAIAN 2002 2003 2004 2005
I. PENDAPATAN 6,99% 7,07% 6,76% 7,45%
NASIONAL
1.1 PAJAK DAERAH 22,89% 24,28% 26,00% 22,25%
1.2 RETRIBUSI 59,24% 58,24%
DAERAH
1.3 BAGIAN LABA 59,24% 58,45% 66,21% 59,11%
PERUSAHAAN
1.4 LAIN-LAIN PAD 1,75% 2,42% 3,96% 3,65%
II DANA 93,01% 86,53% 86,98% 88,55%
PERIMBANGAN
2.1 BAGI HASIL 5,02% 7,20% 5,75% 5,30%
PAJAK DAN
BUKAN PAJAK
2.2 DANA ALOKASI 90,08% 86,59% 84,80% 85,45%
UMUM
2.3 DANA ALOKASI 0,00% 2,25% 3,51% 4,49%
KHUSUS
2.4 DANA BANTUAN 4,90% 3,97% 5,94% 4,76%
PS& Ingub Sektoral
&Provinsi

III LAIN-LAIN 0,00% 6,40% 7,26% 4,05%


PENDAPATAN
YANG SAH
Dari data pada tabel III.2 nampak bahwa keuangan daerah Kabupaten
Rembang masih sangat bergantung pada dana perimbangan, hal ini dapat dilihat
dari prosentase dana perimbangan terhadap pendapatan daerah secara
keseluruhan yang mencapai rata-rata 88%. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten
Rembang yang diukur dari pertumbuhan nilai PDRB selama kurun waktu 10
tahun terakhir berfluktuasi dengan kisaran angka antara 2,77% - 5,31%.
Pertumbuhan negatif terjadi pada periode 1997 - 1998 yang disebabkan oleh
krisis ekonomi. Dari tabel III.3 terlihat bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten
Rembang terlihat stagnan, sehingga tantangan ke depan dalam rangka
pembangunan Kabupaten Rembang adalah bagaimana melakukan suatu
tindakan untuk meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi. Sektor yang memiliki
pertumbuhan paling pesat adalah sektor pertanian dengan pertumbuhan 13,87
%, diikuti oleh sektor pertambangan dan penggalian sebesar 6,67 %.