Anda di halaman 1dari 7

58

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. HASIL PENELITIAN

1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

Madrasah Aliyah Negeri ( MAN ) 2 Garut yang terletak di tengah kota dengan

luas tanah 12.268 m dan luas bangunan 3.662 m . Sekolah yang terletak di Jalan

Pembangunan nomor 144 ini berdekatan dengan RSU Dr. Slamet Garut, Jawa

Barat. Pada tahun 1990 MAN 2 Garut berdiri dengan lembaga penyelenggaranya

Depertemen Agama. Sekolah yang berstatus negeri beralamat di Jalan

Pembangunan nomor. 144 Garut kode pos 44151 nomor telpon ( 0262 ) 230145,

dan menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar pada pagi hari hingga siang

hari. Jurusan atau Program peminatan adalah IPA dan IPS.

Para Guru yang mengajar di MAN 2 Garut, Jawa Barat sebagian besar

mempunyai pendidikan terakhir adalah S1. Sarana dan pasarana yang dimiliki

terdiri dari; Ruang Kelas sejumlah 27 kelas, Ruang Kepala, Ruang TU, Ruang

Guru, WC Guru, WC Murid sejumlah 15, Ruang Keterampilan, Ruang

Perpustakaan, Ruang Laboratorium Biologi, Ruang Laboratorium Komputer,

Ruang Laboratorium Kesenian, Masjid, GOR, dan Lapangan Olahraga 2.


59

Adapun Visi dan Misi MAN 2 Garut, Jawa Barat yaitu :

a. Visi:

Mewujudkan madrasah yang bermartabat serta memiliki keunggulan

dalam kualitas kultur Islam serta mampu memenuhi tuntutan masa

depan bangsa

b. Misi:

1) Mewujudkan penyelenggaraan pendidikan yang tertib, dinamis dan

kondusif

2) Menciptakan ketenangan yang profesional, porposional dan kualitas

yang memadai

3) Mewujudkan sarana prasarana fisik dan lingkungan yang representatif,

betah dan bergairah

4) Mewujudkan system manajemen dan administrasi yang transparan dan

akuntabel

5) Terciptanya output lulusan yang siap melanjutkan ke jenjang

perguruan tinggi, serta mampu mandiri berdayaguna dan berhasil guna

bagi lingkungan dengan dilandasi akhlaqul karimah.

6) Terjalinnya hubungan harmonis dalam koordinasi, integrasi dan

sinkroniasis ( KIS ) secara sektoral dan lintas sekolah.


60

2. Karakteristik Responden

Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Umur

Umur ( Tahun ) Jumlah %


18 2 1,3
17 36 24
16 95 63,3
15 17 11,4
Total 150 100
Sumber : Data Primer 2008

Berdasarkan table 4.1 maka karakteristik responden sebagian besar

berumur 16 tahun sebanyak 95 responden (63,3%).

Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pengetahuan

Remaja Putri tentang Menstruasi

Pengetahuan Remaja Putri


Frekuensi %
tentang menstruasi
Kurang 4 2,6
Sedang 74 49,3
Baik 72 48
Total 150 100
Sumber : Data Primer 2008

Dari tabel 4.2 berdasarkan distribusi frekuensi dari 150 responden yang

diteliti bahwa pengetahuan remaja putri tentang menstruasi adalah sedang yaitu

sebanyak 74 responden (49,33%). Artinya responden mempunyai pengetahuan

sedang tentang definisi menarch, definisi menstruasi, masa subur, siklus


61

menstruasi, kelainan siklus menstruasi dan gangguan menstruasi mempunyai skor

diantara 6-10.

Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Sikap Remaja

Putri tentang Menstruasi

Sikap Remaja Putri tentang


Frekuensi %
menstruasi
Tidak Mendukung 1 0,67
Kurang Mendukung 126 84
Mendukung 23 15,33
Total 150 100
Sumber : Data Primer 2008

Dari tabel 4.3 berdasarkan distribusi frekuensi dari 150 responden yang

diteliti bahwa sikap remaja putri tentang menstruasi adalah kurang mendukung

yaitu sebanyak 126 responden (84%). Artinya sikap responden kurang

mendukung tentang kebersihan menstruasi, kesehatan menstruasi dan keluhan

menjelang menstruasi mempunyai skor diantara 20X<30.

Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Perilaku

Menghadapi Dismenorrhoea

Perilaku Menghadapi
Frekuensi %
Dismenorrhoea
Kurang 8 5.3
Sedang 101 67,3
Baik 41 27,4
Total 150 100
Sumber : Data Primer 2008
62

Dari tabel 4.4 berdasarkan distribusi frekuensi dari 150 responden yang

diteliti bahwa perilaku menghadapi dismenorrhoea adalah sedang yaitu sebanyak

101 responden (67,3%). Artinya perilaku responden sedang tentang definisi

dismenorrhoea, dismenorrhoea primer, dismenorrhoea skunder, keluhan

dismenorrhoea dan mengatasi dismenorrhoea mempunyai skor 5-9.

3. Hasil analisis dan uji hipotesis

a. Hasil Tabulasi Silang antara Pengetahuan Remaja Putri tentang

Menstruasi dengan Perilaku Menghadapi Dismenorrhoea

Tabel 4.5 Hasil Tabulasi Silang antara Pengetahuan Remaja Putri

tentang Menstruasi dengan Perilaku Menghadapi

Dismenorrhoea

Perilaku Dismenorrhoea Total


Pengetahuan
Kurang Sedang Baik
Persentase
Menstruasi
n % n % n % n %
Kurang 4 2,7 0 0 0 0 4 2,7
Sedang 2 1,3 56 37,3 16 10,7 74 49,3
Baik 2 1.3 45 30 25 16,7 72 48
Total 8 5,3 101 67.3 41 27,4 150 100
Dari tabel diatas tersebut bahwa kebanyakan responden mempunyai

pengetahuan menstruasi sedang 74 orang ( 49,3% ) dan perilaku dismenorrhoea

sedang sebanyak 101 orang ( 67,3% ) Artinya jika pengetahuan menstruasi

responden sedang tentang definisi menarch, definisi menstruasi, masa subur,

siklus menstruasi, kelainan siklus menstruasi dan gangguan menstruasi maka

perilaku dismenorrhoea sedang tentang definisi dismenorrhoea, dismenorrhoea


63

primer, dismenorrhoea skunder, keluhan dismenorrhoea dan mengatasi

dismenorrhoea.

Tabel 4.6 Analisis Hubungan antara Pengetahuan Remaja Putri tentang

Menstruasi dengan Perilaku Menghadapi Dismenorrhoea

Variabel Perilaku Dismenorrhoea


Pengetahuan r hitung Sig.(2-tailed)
0,223 0,005
Menstruasi

Dari hasil analisis menunjukan bahwa nilai r hitung = 0,223 dan r tabel 0,159

untuk jumlah sampel 150 dengan tingkat kesalahan 5% dimana nilai signifikan

0,005 berarti nilai p< 0,05, sehingga ada hubungan yang positif antara

pengetahuan remaja putri tentang menstruasi dengan perilaku menghadapi

dismenorrhoea.

b. Hasil Tabulasi Silang antara Sikap Remaja Putri tentang Menstruasi

dengan Perilaku Menghadapi Dismenorrhoea

Tabel 4.7 Hasil Tabulasi Silang antara Sikap Remaja Putri tentang

Menstruasi dengan Perilaku Menghadapi

Dismenorrhoea

Perilaku Dismenorrhoea Total


Sikap
Kurang Sedang Baik
Persentasi
Menstruasi
n % n % n % n %
Tidak Mendukung 1 0,7 0 0 0 0 1 0,7
Kurang Mendukung 6 4 93 62 27 18 126 84
Mendukung 1 0.7 8 5,3 14 9,3 23 15,3
Total 8 5,4 101 67,3 41 27,3 150 100
64

Dari tabel diatas tersebut bahwa kebanyakan sikap responden kurang

mendukung terhadap menstruasi sebanyak 126 orang ( 84% ) dan perilaku

dismenorrhoea sedang sebanyak 101 orang ( 67,3% ). Artinya jika sikap

responden yang kurang mendukung tentang kebersihan menstruasi, kesehatan

menstruasi dan keluhan menjelang menstruasi maka perilaku responden sedang

tentang definisi dismenorrhoea, dismenorrhoea primer, dismenorrhoea skunder,

keluhan dismenorrhoea dan mengatasi dismenorrhoea.

Tabel 4.8 Analisis Hubungan antara Sikap Remaja Putri tentang

Menstruasi dengan Perilaku Menghadapi Dismenorrhoea

arV Per
ariailak
bel u