Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PENDAHULUAN

Penyusunan RTBL Kawasan Gerbang Timur dan Barat Kab. Boalemo

BAB 4.
PENDEKATAN, METODOLOGI DAN
PROGRAM KERJA

4.1 PENDEKATAN TEKNIS


Merupakan proses pemahaman kawasan secara berjenjang dari konstelasi makro
kawasan yaitu kedudukan Kawasan Gerbang Timur dan Barat di dalam RTRW Provinsi
Gorontalo, konstelasi mezzo kawasan yaitu kedudukan kawasan ini di dalam RTRW
Kabupaten Boalemo dan konstelasi mikro kawasan yaitu elemen-elemen urban design
yang berpengaruh ke kawasan Gerbang Timur dan Barat ini. Adapun keluaran dari
proses pendekatan ini adalah perumusan isu-isu strategis kawasan yang nantinya
akan diusulkan penanganannya melalui gagasan konsultan.

4.1.1 Pemahaman Lingkup Tugas dan Keluaran


Pemahaman konsultan dalam lingkup tugas pekerjaan ini adalah:
a) Untuk mengarahkan penyelenggaraan penataan bangunan dan lingkungan
di suatu kawasan sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum
No.06/PRT/M/2007 tentang Pedoman Umum Rencana Tata Bangunan dan
Lingkungan (RTBL) sebagaimana diamanatkan oleh UURI No. 28/2002 tentang
Bangunan, maka perlu disusun Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan.
b) Tugas Bidang Penataan Bangunan dan Lingkungan adalah :
a. Penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL),
b. Penataan Ruang Terbuka Hijau (penyusunan Rencana Tindak RTH dan
Sarana dan Prasarana RTH),
c. Revitalisasi Kawasan (penyusunan Rencana Tindak PRK dan Sarana
dan Prasarana PRK)
d. Penataan Permukiman Tradisional dan Bersejarah (penyusunan
Rencana Tindak Penataan Permukiman Tradisional & Bersejarah dan
Sarana dan Prasarana Penataan Permukiman Tradisional &
Bersejarah),
e. Penyusunan Rencana Induk Sistem Proteksi Kebakaran (RISPK) serta
Sarana dan Prasarana Sistem Proteksi Kebakaran .
c) Tidak adanya kesinambungan antara RTBL dan Rencana Tindak yang
dilaksanakan pada tahun anggaran yang berbeda walaupun
berkelanjutan. Hal ini akibat perbedaan persepsi konsultan di dalam
mengerjakannya, sehingga kegiatan yang sudah dilakukan tidak terpakai lagi.
d) Oleh karena itu, lingkup tugas dan keluaran pekerjaan saat ini adalah
menyusun dokumen RTBL dan Rencana Tindak, yang terdiri dari Master
Plan Kawasan dan DED (Detailed Engineering Design).
Adapun pemahaman keluaran pekerjaan sebagai berikut:

4.1.2 Kedudukan RTBL Rencana Tindak (MP dan DED)


RTBL merupakan panduan rancang bangun suatu lingkungan/kawasan yang
dimaksudkan untuk mengendalikan pemanfaatan ruang, penataan bangunan dan

PT. ARENCO BINATAMA 1


LAPORAN PENDAHULUAN
Penyusunan RTBL Kawasan Gerbang Timur dan Barat Kab. Boalemo

lingkungan. Sedangkan rencana tindak merupakan bentuk rencana implementasi fisik


dari sub kawasan RTBL. Di dalam rencana tindak dibedakan menjadi beberapa
program, yaitu:
Penataan Kawasan Ruang Terbuka Hijau
Revitalisasi Kawasan
Penataan Permukiman Tradisional dan Bersejarah
Penyusunan Rencana Induk Sistem Proteksi Kebakaran (RISPK)
Oleh karena itu, agar implementatif di lapangan, maka panduan di dalam RTBL perlu
dijabarkan ke dalam bentuk master plan dan DED, seperti diagram dibawah ini;

Sedangkan area perencanaannya, lokasi DED merupakan bagian dari area


perencanaan Master Plan. Area perencanaan Master Plan merupakan bagian dari area
perencanaan RTBL, seperti diagram berikut ini;

4.1.3 Luasan Area Perencanaan

RTBL Rencana Tindak


(Permen PU 6/2007) (Permen PU 18/2011)

PT. ARENCO BINATAMA 2


LAPORAN PENDAHULUAN
Penyusunan RTBL Kawasan Gerbang Timur dan Barat Kab. Boalemo

Master Plan Kawasan DED

Kawasan perencanaan Kawasan dengan Luas kawasan <


mencakup suatu lingkungan / kompleksitas 20 Ha
kawasan dengan luas 5 - 60 permasalahan sedang,
hektar (Ha), dengan ketentuan dengan luasan < 20 Ha
sebagai berikut: Kawasan dengn
kota metropolitan dengan kompleksitas
luasan minimal 5 Ha. permasalahan rendah,
kota besar/sedang dengan dengan luasan 20 50 Ha
luasan 15-60 Ha.
kota kecil/desa dengan
luasan 30-60 Ha

PT. ARENCO BINATAMA 3


LAPORAN PENDAHULUAN
Penyusunan RTBL Kawasan Gerbang Timur dan Barat,
Barat,
Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo

4.1.4 Tipe Lokasi

PT. ARENCO BINATAMA 4


LAPORAN PENDAHULUAN
Penyusunan RTBL Kawasan Gerbang Timur dan Barat,
Barat,
Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo

4.1.5 Materi Pokok Pengaturan

PT. ARENCO BINATAMA 5


LAPORAN PENDAHULUAN
Penyusunan RTBL Kawasan Gerbang Timur dan Barat,
Barat,
Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo

4.1.6 Model Penanganan Kawasan

4.1.7 Pemilihan kawasan RTBL1


Adalah sebagai berikut:

1
Modul Sosialisasi RTBL, Dit PBL, Ditjen Cipta Karya, Departemen PU, 2009

PT. ARENCO BINATAMA 6


LAPORAN PENDAHULUAN
Penyusunan RTBL Kawasan Gerbang Timur dan Barat,
Barat,
Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo

a. Sumber dan Acuan yang digunakan


1) Sumber langsung adalah individu yang mewakili pemerintah pusat maupun daerah yang memiliki otoritas untuk menentukan
pembangunan suatu wilayah, terutama jika kwasan tersebut membutuhkan penanganan dalam jangka waktu yang mendesak.
2) Acuan merupakan sumber tidak langsung dan merupakan rencana pembangunan provinsi, kabupaten/kota, antara lain:
RTRW Nasional, RTRW Pulau
RTRW Provinsi, RTR Kawasan Strategis Provinsi
RTRW Kabupaten/Kota, RDTR (Rencana Detail Tata Ruang)
Rencana Pembangunan Tahunan di Daerah (RPJM, RPIJM, dokumen Musrembang, dll)

b. Skala Prioritas
Untuk kejelasan dan dasar pemilihan, setiap kawasan yang diusulkan sebaiknya memnuhi beberapa kriteria yang dianalisis dengan
memperhatikan kriteria berikut ini;
1) Ekonomi (masyarakat maupun vitalitas kawasan)
2) Keamanan
3) Kemasyarakatan
4) Densitas penduduk dan bangunan
5) Peruntukan lahan
6) Kondisi bangunan eksisting
7) Sistem sirkulasi dan aksesibilitas
8) Kualitas dan kuantitas ruang publik dan ruang terbuka hijau
9) Kualitas Lingkungan
10) Komponen sektor ke-PU-an

c. Sumber Pendanaan
1) Sumber pendanaan untuk pelaksanaan penyusunan RTBL secara ideal difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten/Kota.
Keterbatasan dana pelaksanaan akan didukung oleh sumber penerimaan lain seperti:
2) Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN)
3) Investasi swasta/masyarakat

6. Usulan lokasi Kawasan RTBL dibawa ke forum focussed group discussion (FGD) untuk menentukan lokasi kawasan terpilih
dan disepakati delineasi area perencanaan RTBL, Master Plan dan lokasi DED.

PT. ARENCO BINATAMA 7


4.1.8 Keluaran Pekerjaan

Rencana Tindak
RTBL (Permen PU 18/2011)
(Permen PU 6/2007)
Master Plan Kawasan DED

1) Rencana Umum 1) Rencana Umum 1) Konsep Rancangan


a. Struktur Peruntukan a. Rencana batasan/deliniasi kawasan; 2) Pra Rancangan
Lahan b. Rencana desain tapak (kawasan) 3) Pengembangan Desain
b. Intensitas Pemanfaatan Rencana akses, sirkulasi dan jalur 4) Rancangan Gambar Detail
Lahan penghubung;
c. Tata Bangunan c. Rencana struktur kawasan; Prasarana dan sarana yang dapat diwujudkan melalui
d. Sistem Sirkulasi dan d. Rencana tata bangunan (figure DED:
a. Pembangunan/peningkatan jalan lingkungan, dengan
Jalur Penghubung ground plan, rencana bentuk ruang lebar jalan maksimal 3 meter.
e. Sistem Ruang Terbuka kawasan, rencana tipologi b. Pembangunan/peningkatan saluran lingkungan, dengan
dan Tata Hijau bangunan); dimensi penampang saluran drainase 40x60 cm
f. Tata Kualitas Lingkungan e. Rencana ruang terbuka dan tata disesuaikan dengan intensitas curah hujan.
c. Pembangunan/peningkatan ruang terbuka publik (plaza)
g. Sistem Prasarana dan hijau; beserta sarana/prasarana pendukungnya (gazebo,
Utilitas Lingkungan f. Rencana tata kualitas lingkungan lampu taman/pedestrian, tugu/monumen, dll)
2) Panduan Rancangan yang meliputi identitas lingkungan, d. Pembangunan/peningkatan jalan pedestrian
a. Panduan Rancangan Tiap orientasi lingkungan, wajah jalan; e. Pembangunan kios pedagang semi permanen
f. Pembangunan/peningkatan gerbang kawasan
Blok Pengembangan g. Rencana prasarana dan utilitas g. Rehabilitasi (konservasi) bangunan adat/tradisional
b. Simulasi Rancangan Tiga lingkungan; milik umum (Pemerintah Daerah) dan/atau masuk ke
Dimensional h. Rencana tata letak sarana kawasan dalam Daftar Bangunan Cagar Budaya, sesuai dengan
3) Rencana Investasi 2) Panduan desain (design guidelines), persyaratan pelestarian bangunan.
h. Taman Kota atau Taman Bermain beserta kelengkapan
4) Ketentuan Pengendalian merupakan penjelasan lebih rinci atas sarana dan prasarananya, seperti lapangan olah raga,
Rencana rencana umum, berupa arahan bentuk, badan air, ram aksesibilitas, trek jogging, pedestrian
5) Pedoman Pengendalian dimensi, gubahan massa, perletakan ways, sitting group, gazebo, wc umum, lampu taman,
Pelaksanaan dari komponen perlengkapan kawasan rumah pompa
6) Pembinaan Pelaksanaan yang dibutuhkan.
7) Ketentuan Penutup
LAPORAN PENDAHULUAN
Penyusunan RTBL Kawasan Gerbang Timur dan Barat,
Barat,
Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo

4.1.9 Skala Peta

Rencana Tindak
RTBL
(Permen PU 18/2011)
(Permen PU 6/2007)
Master Plan Kawasan DED
1 : 1.000 1 : 500 1 : 100,
1 : 50,
1: 10

4.2 METODOLOGI
Untuk memandu konsistensi di dalam penanganan pekerjaan maka konsultan
membuat kerangka pikir metodologi yang memuat urutan kegiatan dan alokasi
tenaga ahli secara umum disetiap tahap pelaporan sesuai waktu pekerjaan.
Untuk lebih jelasnya
LAPORAN PENDAHULUAN
Penyusunan RTBL Kawasan Gerbang Timur dan Barat,
Barat,
Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo

Gambar PENDEKATAN, METODOLOGI DAN PROGRAM KERJA.1 Diagram Kerangka Pikir Metodologi Penyusunan RTBL Kawasan
Gerbang Timur dan Barat, Kabupaten Boalemo
Prov. Gorontalo
LAPORAN PENDAHULUAN
Penyusunan RTBL Kawasan Gerbang Timur dan Barat,
Barat,
Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo

4.2.1 Metode Identifikasi


Untuk menangani pekerjaan penyusunan RTBL Kawasan Gerbang Timur dan Barat,
metodologi yang digunakan konsultan terdapat dalam kegiatan:
a. Identifikasi Isu Strategis
b. Identifikasi Profil Kawasan
c. Analisis Kawasan
d. Perumusan Skenario dan Konsep Umum
e. Perumusan Rencana

Secara rinci, dapat diuraikan sebagai berikut :


4.2.1.1 Metode Identifikasi Isu Strategis
Untuk mengidentifikasi awal isu-isu strategis kawasan, maka konsultan akan
menggunakan metode:
a. Pemahaman latar belakang, maksud, tujuan dan sasaran studi. Hal ini untuk
mendapatkan pemahaman persepsi tentang pekerjaan dari pemberi kerja yaitu
Kementerian PU Dit PBL.
b. Pemahaman konstelasi lokasi studi dalam skala makro dan mezzo, yaitu Provinsi
Gorontalo, Kabupaten Boalemo dan Kawasan Gerbang Timur dan Barat. Hal ini
untuk mendapatkan pemahaman umum tentang lokasi studi yang akan di
superimposisikan dengan pemahaman tentang pekerjaan sehingga akan
menghasilkan isu-isu strategis.
c. Melakukan kajian teori untuk mendapatkan hipotesa mengenai isu-isu strategis dan
cara penanganannya.

4.2.2 Metode Pendataan Profil Kawasan


Untuk mengidentifikasi profil kawasan, konsultan akan menggunakan metode :
4.2.2.1 Pengadaan Citra Satelit
Pengadaan citra satelit berguna untuk:
a. Membuat peta dasar kawasan yang akan dijadikan peta dasar dalam
pembuatan tematik kawasan
b. Membuat figure ground kawasan yang akan berguna di dalam proses analisis.

4.2.2.2 Penyiapan Peta Dasar Perencanaan


Untuk itu konsultan akan mengunjungi instansi-instansi sumber data sekunder.
Instansi-instansi yang konsultan akan datangi adalah yang diperkirakan menyediakan
data berupa peta Kawasan Gerbang Timur dan Barat, Provinsi Gorontalo antara lain:
a. Bakosurtanal,
b. Dinas PU/ Tata Ruang dan Permukiman Prov. Gorontalo,
c. Dinas PU/ Tata Ruang dan Permukiman Kabupaten Boalemo,

PT. JAKARTA KONSULTINDO 11


LAPORAN PENDAHULUAN
Penyusunan RTBL Kawasan Gerbang Timur dan Barat,
Barat,
Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo

d. Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Boalemo,


e. Penyedia jasa pengadaan citra satelit ikonos.
4.2.2.3 Peta Tematik Kawasan
Peta tematik kawasan dibuat berdasarkan identifikasi kondisi pemanfaatan lahan,
intensitas bangunan, tata bangunan, aktivitas kawasan, sirkulasi transportasi dan
parkir, sistem ruang terbuka dan tata vegetasi, utilitas dan infrastruktur kawasan yang
dilakukan melalui survey data primer ke lapangan. Peta tematik ini menceritakan
kondisi eksisting elemen-elemen urban desain tersebut. Oleh karena itu, peta tematik
ini berguna di dalam proses analisis.

4.2.2.4 Perekaman Kondisi Kawasan dengan Kamera Digital dan Video


Untuk melengkapi peta tematik kawasan konsultan juga melakukan perekaman kondisi
kawasan menggunakan kamera digital dan kamera video. Hasil foto kamera digital
selain berguna untuk proses analisis juga untuk menampilkan visualisasi kondisi
sebelum dan sesudah. Hasil perekaman dengan kamera video selain sebagai bahan
analisis juga untuk membuat animasi simulasi kawasan.

4.2.2.5 Wawancara di Lapangan


Metode ini digunakan untuk menggali hal-hal yang secara nyata tidak didapat di
lapangan, sehingga perlu adanya nara sumber sebagai sumber data di lapangan. Pada
metode ini sebelumnya dibuat suatu daftar sejenis kuestioner sebagai acuan surveyor
dalam mencari data yang diinginkan.

4.2.2.6 Mengunjungi Instansi Sumber Data Sekunder


Untuk mendapatkan data-data perencanaan di Kawasan Kabupaten Boalemo maka
konsultan mendatangi instansi, antara lain adalah :
a. Kementerian Pekerjaan Umum
b. Dinas PU Prov. Gorontalo / Kabupaten Boalemo
c. Bappeda Prov. Gorontalo / Kabupaten Boalemo
d. Dinas Pariwisata Prov. Gorontalo / Kabupaten Boalemo
e. Dinas Pertambangan Prov. Gorontalo / Kabupaten Boalemo
f. Dinas Perumahan Prov. Gorontalo / Kabupaten Boalemo
g. Biro Pusat Statistik Prov. Gorontalo / Kabupaten Boalemo
h. Instansi terkait (Pusat Kebudayaan, Universitas, Lembaga Penelitian).

4.2.3 Metode Analisis Kawasan


Untuk menganalisis profil kawasan, konsultan menggunakan metode :

PT. JAKARTA KONSULTINDO 12


LAPORAN PENDAHULUAN
Penyusunan RTBL Kawasan Gerbang Timur dan Barat,
Barat,
Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo

4.2.3.1 Metode Perumusan Potensi dan Masalah


Di dalam identifikasi profil kawasan di lapangan konsultan merumuskan potensi dan
masalah baik fisik maupun non fisik. Potensi adalah semua hal yang dapat
meningkatkan pengembangan kawasan. Masalah adalah semua hal yang dapat
melemahkan pengembangan kawasan.
4.2.3.2 Metode SWOT
Analisis SWOT dilakukan terhadap elemen-elemen perancangan kota. Dengan metode
SWOT dapat diketahui:
Strength : untuk mengetahui kekuatan pengembangan kawasan,
Weakness : untuk mengetahui kelemahan pengembangan kawasan,
Opportunity : untuk mengetahui peluang pengembangan kawasan,
Threat : untuk mengetahui hambatan pengembangan kawasan.
Di dalam metode ini digunakan data-data visual hasil survey lapangan yang sudah
disusun ke dalam peta-peta tematik.
Proses maupun kesimpulan analisis ini akan digambarkan dalam peta. Gambaran dari
peta ini menghasilkan :
A. Peluang-peluang dari areal yang dapat dikembangkan baik kegiatan yang
merupakan fungsi utama / dominan atau sebagai kegiatan yang berfungsi
penunjang.
B. Kendala-kendala yang merupakan hal-hal yang perlu diantisipasi dan dicarikan
jalan keluarnya di dalam pengembangan Kawasan Gerbang Timur dan Barat
Kabupaten Boalemo.

4.2.3.3 Metode Perhitungan Kebutuhan Master Plan


Metode ini digunakan untuk menghitung kebutuhan dasar dan pengembangan (basic
needs and developments needs) serta komunitas (community needs) di dalam
menyusun program bangunan dan lingkungan. Di dalam metode ini digunakan data-
data statistik sebagai dasar perhitungan dalam memproyeksikan jumlah penduduk
dalam jangka waktu 5-10 tahun mendatang. Dengan mengetahui jumlah penduduk
pada masa akhir tahun pengembangan akan menjadi dasar perhitungan kebutuhan
program bangunan dan lingkungan.

4.2.3.4 Studi Banding


Studi banding perlu dilakukan untuk memberikan gambaran penanganan proyek
sejenis. Hal ini merupakan salah satu usaha untuk meyakinkan stakeholders kawasan
bahwa konsep penanganan yang seperti dicontohkan bisa diimplementasikan. Hal ini
juga berguna untuk mengurangi kekhawatiran stakeholder terhadap kegagalan
penanganan kawasan.

PT. JAKARTA KONSULTINDO 13


LAPORAN PENDAHULUAN
Penyusunan RTBL Kawasan Gerbang Timur dan Barat,
Barat,
Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo

4.2.3.5 Studi Literatur


Studi literatur berguna untuk memperkaya pemahaman, pengetahuan dan alternatif
pemecahan untuk proyek-proyek peremajaan kota. Metode ini juga dapat dilakukan
jika di dalam studi banding proyek sejenis tidak didapatkan di lokasi yang terjangkau.

4.2.3.6 Peraturan Bangunan dan Ketatakotaan


Peraturan bangunan dan ketatakotaan merupakan perangkat hukum pengendali
pembangunan. Ruang-ruang yang yang didesain harus mengikuti standar yang ada
untuk kenyamanan dan keselamatan para pemakai bangunan. Oleh karena itu harus
ditaati untuk menghindari kecelakaan yang diakibatkan oleh desain ruang yang tidak
terstandarisasi.

4.2.4 Metode Perumusan Skenario dan Konsep Umum


Di dalam merumuskan skenario dan konsep umum kawasan untuk menyusun RTBL
kawasan ini, maka konsultan menggunakan metode:

a. Kawasan, yaitu skenario dan konsep untuk penataan pada tingkat kawasan yang
merupakan gabungan dari beberapa blok.
b. Kapling, yaitu skenario dan konsep untuk penataan kapling.
c. Bangunan, yaitu skenario dan konsep untuk penataan bangunan.

4.2.5 Metode Perumusan Rekomendasi


Di dalam perumusan RTBL Kawasan Gerbang Timur dan Barat ini konsultan
menggunakan metode:

4.2.5.1 Panduan Tekstual


Panduan tekstual ini merupakan ketentuan dasar implementasi perancangan dan
prinsip-prinsip pengembangan rancangan kawasan yang diberikan secara tertulis
untuk memberikan informasi tersebut dengan jelas. Oleh karena itu penjelasannya
disajikan menurut elemen-elemen pengaturan.

4.2.5.2 Gambar Simulasi Rancangan


Gambar Simulasi Rancangan ini merupakan simulasi ketentuan dasar implementasi
perancangan dan prinsip-prinsip pengembangan rancangan kawasan yang disajikan
melalui gambar untuk menerangkan secara jelas panduan tekstual. Oleh karena itu
didalam penyajiannya juga dilengkapi dengan ukuran dan keterangan gambar.

4.2.5.3 Animasi Kawasan dan Bangunan


Animasi kawasan dan bangunan ini merupakan simulasi ketentuan dasar implementasi
perancangan dan prinsip-prinsip pengembangan rancangan kawasan yang disajikan
melalui gambar bergerak yang menginformasikan visi kawasan.. Oleh karena itu

PT. JAKARTA KONSULTINDO 14


LAPORAN PENDAHULUAN
Penyusunan RTBL Kawasan Gerbang Timur dan Barat,
Barat,
Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo

penyajiannya menggunakan proses sebelum dan sesudah perencanaan, agar terlihat


kegiatan penanganannya.

4.2.5.4 Konsep Peraturan Bupati


Di dalam perumusan konsep Peraturan Bupati, konsultan menggunakan metode
tekstual karena menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan hal menimbang,
mengingat, memperhatikan dan menetapkan. Penjelasan secara tekstual ini juga
dilengkapi oleh gambar tata guna lahan, distribusi intensitas dan table distribusi
intensitas.

PT. JAKARTA KONSULTINDO 15