Anda di halaman 1dari 32

REFERAT

TUMBUH KEMBANG ANAK

Pembimbing

Disusun oleh :
Fisca Resita Setyawati
17710021

KEPANITERAAN KLINIK FARMASI


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS WIJAYA KUSUMA SURABAYA

1
2017

KATA PENGANTAR

Puji syukur senantiasa penulis panjatkan kehadirat Tuhan YME, berkat


karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan pembuatan referat yang berjudul Tumbuh
Kembang Anak yang merupakan salah satu syarat dalam mengikuti ujian
kepaniteraan klinik Pendidikan Profesi Dokter di Bagian Ilmu Farmasi Kedokteran
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.

Referat ini sedikit banyak membahas mengenai proses pertumbuhan dan


perkembangan anak. Walaupun mungkin hanya sebagian kecil yang penulis bahas,
diharapkan referat ini bisa memberikan sedikit pengetahuan kepada para pembaca
sekalian mengenai pertumbuhan dan perkembangan anak..

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan referat ini banyak terdapat


kekurangan dan juga masih jauh dari kesempurnaan, sehingga penulis mengharap
kritik dan saran dari pembaca.

Semoga referat ini dapat bermanfaat bagi teman-teman pada khususnya dan
semua pihak yang berkepentingan bagi pengembangan ilmu kedokteran pada
umumnya. Amin.

Surabaya, Oktober 2017

Penulis

2
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Istilah tumbuh kembang sebenarnya mencakup 2 peristiwa yang
sifatnya berbeda, tetapi saling berkaitan dan sulit dipisahkan, yaitu
pertumbuhan dan perkembangan. Sedangkan pengertian mengenai apa yang
dimaksud dengan pertumbuhan dan perkembangan per definisi adalah
pertumbuhan (growth) berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar,
jumlah, ukuran atau dimensi tingkat sel, organ maupun individu yang bisa
diukur dengan ukuran berat (gram, pound, kilogram), ukuran panjang (cm,
meter), umur tulang dan keseimbangan metabolik (retensi kalsium dan
nitrogen tubuh) sedangkan perkembangan (development) adalah
bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi yang lebih
kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari
proses pematangan.1
Proses tumbuh kembang dimulai sejak dalam kandungan. Ini berarti
pula bahwa sang ibu pun harus mendapat nutrisi yang cukup dan faktor-faktor
lain yang mendukungnya, misalnya peran serta suami dan keluarga,
lingkungan yang bersih, dan perawatan selama kehamilan. Proses ini pun
berlanjut ketika si anak dilahirkan ke dunia, lalu memasuki masa bayi, masa
pra sekolah, masa sekolah (termasuk di dalamnya pubertas), lalu masa
adolesensi.2 Periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah masa balita.
Karena pada masa ini pertumbuhan dasar yang akan mempengaruhi dan
menentukan perkembangan anak selanjutnya. Pada masa ini perkembangan
kemampuan berbahasa, kreativitas, kesadaran sosial, kesadaran emosional dan
inteligensia berjalan sangat cepat. Perkembangan psiko-sosial sangat
dipengaruhi lingkungan dan interaksi antara anak dengan orang tuanya.

3
Perkembangan anak akan optimal bila interaksi sosial diusahakan sesuai
dengan kebutuhan anak pada berbagai tahap perkembangan.3
Tahun 2006 WHO referensi tumbuh kembang yang baru untuk menilai
pertumbuhan dan perkembangan sesuai standart yang telah ditentukan. Dalam
laporannya, set pertama WHO Child Growth Standards menjelaskan metode
yang digunakan untuk standar panjang/tinggi badan banding usia, berat badan
banding usia, berat badan untuk panjang badan, berat untuk tinggi badan dan
BMI berbanding usia. Hal ini juga membandingkan standar baru dengan
NCHS/WHO growth reference (WHO, 1983) and the 2000 CDC growth
charts.4
Kualitas seorang anak dapat dinilai dari proses tumbuh kembang.
Proses tumbuh kembang merupakan hasil interaksi faktor genetik dan faktor
lingkungan. Faktor genetik/keturunan adalah faktor yang berhubungan dengan
gen yang berasal dari ayah dan ibu, sedangkan faktor lingkungan meliputi
lingkungan biologis, fisik, psikologis, dan sosial.5
Pertumbuhan dan perkembangan mengalami peningkatan yang pesat
pada usia dini, yaitu dari 0 sampai 5 tahun. Masa ini sering juga disebut
sebagai fase Golden Age. Golden age merupakan masa yang sangat penting
untuk memperhatikan tumbuh kembang anak secara cermat agar sedini
mungkin dapat terdeteksi apabila terjadi kelainan. Selain itu, penanganan
kelainan yang sesuai pada masa golden age dapat meminimalisir kelainan
pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga kelaianan yang bersifat
permanen dapat dicegah.5

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

4
A. Definisi Tumbuh Kembang
Istilah tumbuh kembang sebenarnya mencakup dua peristiwa yang
sifatnya berbeda, tetapi saling berkaitan yaitu pertumbuhan dan
perkembangan. Sedangkan pengertian mengenai apa yang dimaksud
pertumbuhan dan perkembangan adalah sebagai berikut:
1. Pertumbuhan (growth) adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel, serta
jaringan interseluler, yang berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur
tubuh dalam arti sebagian atau keseluruhan. Pertumbuhan bersifat
kuantitatif sehingga dapat diukur dengan menggunakan satuan panjang
dan berat.2
2. Perkembangan (development) adalah bertambahnya kemampuan struktur
dan fungsi tubuh yang lebih kompleks, sehingga bersifat kualitatif, yang
pengukurannya jauh lebih sulit dibanding dengan pengukuran
pertumbuhan.2 Disini menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel
tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem organ yang berkembang
sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya.
Termasuk juga perkembangan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai
hasil interaksi dengan lingkungannya.1

Sehingga dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan mempunyai dampak


aspek fisik, sedangkan perkembangan berkaitan dengan pematangan fungsi
organ/individu. Walaupun demikian, kedua peristiwa itu terjadi secara sinkron
pada setiap individu. Sedangkan untuk tercapainya tumbuh kembang yang
optimal tergantung pada potensi biologiknya.1
B. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Tumbuh Kembang Anak
Secara umum terdapat dua faktor utama yang berpengaruh terhadap
tumbuh kembang anak, yaitu faktor genetik dan lingkungan.1 Dan dapat
diuraikan faktor pokok tersebut menjadi berbagai macam faktor yang secara
khusus langsung berpengaruh terhadap tumbuh kembang walau beberapa
faktor tersebut dapat tumpang tindih, faktor-faktor tersebut diantaranya;

5
pengaruh saraf, pengaruh hormon, pengaruh gizi, pengaruh sosial ekonomi,
pengaruh musim dan iklim, penyakit emosi dll.2
1. Faktor genetik (internal)
Faktor genetik merupakan modal dasar dalam mencapai hasil akhir
proses tumbuh kembang anak. Melalui instruksi genetik yang terkandung
di dalam sel telur yang telah dibuahi, dapat ditentukan kualitas dan
kuantitas pertumbuhan. Ditandai dengan intensitas dan kecepatan
pembelahan, derajat sensitivitas jaringan terhadap rangsangan, umur
pubertas dan berhentinya pertumbuhan tulang. Termasuk faktor genetik
antara lain adalah berbagai faktor bawaan yang normal dan patologik, jenis
kelamin, suku bangsa. Potensi genetik yang bermutu hendaknya
berinteraksi dengan lingkungan secara positif sehingga diperoleh hasil
akhir yang optimal. Gangguan pertumbuhan di negara maju lebih sering
diakibatkan oleh faktor genetik ini. Sedangkan di negara yang sedang
berkembang, gangguan pertumbuhan selain diakibatkan oleh faktor genetik
juga oleh faktor lingkungan yang kurang memadai untuk tumbuh kembang
anak yang optimal bahkan kedua faktor ini dapat menyebabkan kematian
anak-anak sebelum mencapai usia balita. Di samping itu banyak penyakit
keturunan yang disebabkan oleh kelainan kromosom seperti sindrom down,
sindrom turner dan lain-lain. 1

2. Faktor lingkungan (eksternal)


Lingkungan merupakan faktor yang sangat menentukan tercapai atau
tidaknya potensi bawaan. Lingkungan yang cukup baik akan
memungkinkan tercapainya potensi bawaan, sedangkan yang kurang baik
akan menghambatnya. Lingkungan ini merupakan lingkungan bio-fisiko-
psiko-sosial yang mempengaruhi individu setiap hari, mulai dari konsepsi
sampai akhir hayat, diantaranya:
a. Gizi ibu pada waktu hamil
Gizi ibu yang jelek sebelum terjadinya kehamilan maupun pada
waktu sedang hamil, lebih sering menghasilkan bayi BBLR (berat badan
lahir rendah) atau lahir mati dan jarang menyebabkan cacat bawaan.

6
Disamping itu pula menyebabkan hambatan pertumbuhan otak janin,
anemia pada bayi baru lahir, bayi baru lahir mudah terkena infeksi,
abortus dan sebagainya.anak yang lahir dari ibu yang gizinya kurang dan
hidup di lingkungan miskin maka akan mengalami kurang gizi juga dan
mudah terkena infeksi selanjutnya akan menghasilkan wanita dewasa
yang berat dan tinggi badannya kurang pula.1
b. Mekanis
Trauma dan cairan ketuban yang kurang menyebabkan kelaianan
bawaan pada bayi yang dilahirkan.1
b. Infeksi
Infeksi yang sering menyebabkan cacat bawaan adalah TORCH
(Toxoplasmosis, Rubella, Cytomegalovirus, Herpes simplex).
Sedangkan infeksi lainnya yang juga menyebabkan penyakit pada janin
adalah varisela, Coxsackie, Echovirus, Malaria, lues, HIV, polio,
campak, listeriosis, leptospira, mikoplasma, virus influenza dan virus
hepatitis.1
c. Toksin/ zat kimia
Masa organogenesis adalah masa yang sangat peka terhadap
teratogen. Misalnya obat-obatan seperti thalidomide, phenitoin,
methadion, obat-obat anti kanker dan lainnya. Demikian pula pada ibu
hamil perokok berat/peminum alkohol kronis sering melahirkan bayi
BBLR, lahir mati, cacat atau retardasi mental.1
d. Endokrin
Hormon-hormon yang mungkin berperan dalam pertumbuhan
janin adalah somatotropin, hormone plasenta, hormone tiroid, insulin
dan peptida-peptida lain dengan aktivitas mirip insulin (Insulin like
growth factors/IGFs).1
e. Imunitas
Rhesus atau ABO inkomtabilitas sering menyebabkan abortus,
hidrops fetalis, kern ikterus atau lahir mati.1
f. Stress
Stres yang dialami ibu pada waktu hamil dapat mempengaruhi tumbuh
kembang janin antara lain cacat bawaan,kelainan kejiwaan.1
g. Radiasi

7
Radiasi pada janin sebelum umur 18 minggu dapat menyebabkan
kematian janin, kerusakan otak, mikrosefali atau cacat bawaan lainnya.1
h. Anoksia embrio

Kebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembang, secara umum dibagi


menjadi 3 kebutuhan dasar yaitu:1
1. Kebutuhan fisik-biomedis (ASUH)
a. pangan/gizi
b. perawatan kesehatan dasar: imunisasi, pemberian ASI, penimbangan
yang teratur, pengobatan
c. pemukiman yang layak- kebersihan perseorangan, sanitasi lingkungan
d. pakaian
e. rekreasi, kesegaran jasmani dll
2. Kebutuhan emosi/kasih sayang (ASIH)
Kasih sayang dari orang tua akan menciptakan ikatan yang erat dan
kepercayaan dasar untuk menjamin tumbuh kembang yang selaras baik fisik,
mental atau psikososial.

3. Kebutuhan akan stimulasi mental (ASAH)


Stimulasi mental mengembangkan perkembangan kecerdasan, kemandirian,
kreativitas, agama, kepribadian, moral-etika, produktivitas dan sebagainya

C. Tahap-Tahap Tumbuh Kembang


Anak yang mendapat ASUH, ASIH, dan ASAH yang memadai akan
mengalami tumbuh kembang yang optimal sesuai dengan potensi genetik yang
dimilikinya. Setiap anak akan melalui setiap tahapan tumbuh kembang yang
mempunyai ciri tersendiri, yaitu:
1. Masa prenatal
a) Masa mudigah/embrio: dari konsepsi sampai 8 minggu di dalam
kandungan.
b) Masa janin: mulai dari 9 minggu di dalam kandungan sampai lahir.
2. Masa bayi: usia 0 - 1 tahun
a) Masa neonatal dini: usia 0-7 hari
b) Masa nenonatal lanjut: usia 8-28 hari
c) Masa pasca neonatal: usia 29 hari sampai 1 tahun
3. Masa pra-sekolah: usia 1 6 tahun
4. Masa sekolah: usia 6 18/20 tahun
a) Masa pra-remaja: usia 6-10 tahun

8
b) Masa remaja dini: wanita usia 8-13 tahun, pria usia 10-15 tahun
c) Masa remaja lanjut: wanita usia 13-18 tahun, pria 15-20 tahun

Pertumbuhan Fisik

1. Pertumbuhan janin dalam kandungan


Pertumbuhan pada masa janin merupakan pertumbuhan yang paling pesat
yang dialami seseorang dalam hidupnya. Janin tumbuh dari berat 0,0000175 gram
menjadi 3700 gram, dan panjang badan dari 0,01 menjadi 50 cm.1

2. Pertumbuhan setelah lahir


Indikator pertumbuhan:1
a. Berat badan
Berat badan lahir rata-rata 3,4 kg (2,7-4,1 kg)
Bayi yang dilahirkan cukup bulan akan kehilangan berat badannya selama 3-4
hari pertama dan akan kembali sama dengan berat badan lahir pada hari ke 10.
Berat badan meningkat:
2 x berat badan lahir pada umur 5 bulan,
3 x berat badan lahir pada umur 1 tahun,
4 x berat badan lahir pada umur 2 tahun
Penambahan berat badan:
700-1000 gram/bulan pada triwulan I
500-600 gram/bulan pada triwulan II
350-450 gram/bulan pada triwulan III
250-350 gram/bulan pada triwulan IV

9
Tabel 1. Perkiraan berat badan dalam kilogram

(dikutip dari Behrman, 1992)

b. Tinggi Badan
Rata- 1. Lahir 3,25 kg rata tinggi
2. 3-12 bulan
Umur(bulan)+9 (panjang)
3. 1-6 tahun 2 badan
4. 6-12 tahun
lahir Umur(tahun)x2+8 + 50 cm
Umur (tahun)x7-5 Panjang
2 badan
meningkat
1,5 x panjang badan pada umur 1 tahun
Penambahan panjang badan:
4 tahun 2x TB lahir
6 tahun 1,5x TB setahun
13 tahun 3x TB lahir
Dewasa 3,5x TB lahir (2 x TB 2 tahun)

10
1. Lahir 50 cm
2. Umur 1 tahun
75 cm
3. 2-12 tahun
Umur (tahun) x 6 +77

Tabel 2. Perkiraan tinggi badan dalam sentimeter


(dikutip dari Behrman, 1992)

Sedangkan rumus prediksi tinggi akhir anak sesuai dengan potensi genetik
berdasarkan data tinggi badan orangtua dengan asumsi bahwa semuanya
tumbuh optimal sesuai dengan potensinya, adalah sebagai beikut: 1

TB anak perempuan : ( TB ayah 13 cm ) + TB ibu 8,5 cm

( TB ibu + 13 cm) +TB ayah


TB anak laki-laki : 8,5 cm

( 13 adalah rata-rata selisih tinggi badan antara orang dewasa laki-laki dan
perempuan di Inggris dan 8,5 cm adalah nilai absolut tentang tinggi badan )

c. Lingkar Kepala
Rata-rata lingkar kepala lahir 34 cm, lingkar kepala ini lebih besar dari
lingkar dada. Pada anak umur 6 bulan lingkar kepala rata-ratanya adalah 44 cm,
umur 1 tahun 47 cm, umur 2 tahun 49 cm dan dewasa 54 cm. Jadi pertambahan
lingkar kepala pada 6 bulan pertama adalah 10 cm atau sekitar 50% dari
pertambahan lingkar kepala dari lahir sampai dewasa terjadi pada 6 bulan
pertama kehidupan.

11
d. Erupsi gigi
Gigi pertama tumbuh pada umur 5 9 bulan, pada umur 1 tahun
sebagian besar anak mempunyai 6-8 gigi susu. Pada umur 2,5 tahun sudah
terdapat 20 gigi susu. Erupsi gigi tetap sebagai berikut:

- Molar pertama : 6-7 tahun


- Incisor : 7-9 tahun
- Premolar : 9-11 tahun
- Kanisius : 10-12 tahun
- Molar kedua : 12-16 tahun
- Molar ketiga : 17-25 tahun

Pertumbuhan Anak
Tumbuh adalah bertambah besarnya ukuran sel atau organ tubuh
sedangkan perkembangan adalah bertambahnya fungsi organ tubuh.
Pertumbuhan dan perkembangan tidak dapat dipisahkan satu sama lain.
Artinya untuk perkembangan yang normal diperlukan pertumbuhan yang
selalu bersamaan dengan kematangan fungsi. Sebuah organ yang tumbuh atau
menjadi besar karena sel-sel jaringan yang mengalami proliferasi atau
hiperplasia dan hipertrofi. Pada awalnya organ ini masih sederhana dan
fungsinya pun belum sempurna. Dengan bertambahnya umur atau waktu,
organ tersebut berikut fungsinya akan tumbuh dan berkembang. Pertumbuhan
seorang anak memberikan gambaran tentang perkembangan keadaan

12
keseimbangan antara asupan dan kebutuhan zat gizi seorang anak untuk
berbagai proses biologis termasuk untuk tumbuh.

Periode pertumbuhan dan perkembangan anak mulai di dalam


kandungan ibu sampai umur 2 tahun disebut masa kritis tumbuh-kembang.
Bila anak gagal melalui periode kritis ini maka anak tersebut sudah terjebak
dalam kondisi point of no return, artinya walaupun anak dapat
dipertahankan hidup tetapi kapasitas tumbuh-kembangnya tidak bisa
dikembalikan ke kondisi potensialnya.6

Pada dasarnya pertumbuhan dibagi dua, yaitu; pertumbuhan yang


bersifat linier dan pertumbuhan massa jaringan. Dari sudut pandang
antropometri, kedua jenis pertumbuhan ini mempunyai arti yang berbeda.
Pertumbuhan linier menggambarkan status gizi yang dihubungkan pada saat
lampau, dan pertumbuhan massa jaringan menggambarkan status gizi yang
dihubungkan pada saat sekarang atau saat pengukuran.7

Pertumbuhan linier
Ukuran yang berhubungan dengan tinggi (panjang) atau stature dan
merefleksikan pertumbuhan skeletal. Contoh ukuran linier adalah panjang
badan, lingkar dada dan lingkar kepala. Ukuran linier yang rendah biasanya
menunjukkan keadaan gizi kurang akibat kekurangan energi dan protein
yang diderita waktu lampau. Ukuran linier yang paling sering digunakan
adalah tinggi atau panjang badan.7

Pertumbuhan Massa Jaringan


Bentuk dan ukuran massa jaringan adalah massa tubuh. Contoh
ukuran massa tubuh adalah berat badan, lingkar lengan atas (LLA), dan
tebal lemak bawah kulit, apabila ukuran ini rendah atau kecil, menunjukkan
keadaan gizi kurang akibat kekurangan energi dan protein yang diderita

13
pada waktu pengukuran dilakukan. Ukuran massa jaringan yang sering
digunakan adalah berat badan.7

Tahap pertumbuhan anak


Tahap perkembangan anak berangsur-angsur mulai dari:6
1) Pertumbuhan yang cepat sekali dalam tahun pertama, yang kemudian
mengurang secara berangsur-angsur sampai umur 3-4 tahun.
2) Pertumbuhan yang berjalan lamban dan teratur sampai masa akil balik.
3) Pertumbuhan cepat pada masa akil balik (12-16 tahun).
4) Pertumbuhan kecepatannya mengurang berangsur-angsur sampai suatu
waktu (kira-kira umur 18 tahun) berhenti. Dalam tahun pertama panjang
badan bayi bertambah dengan 23 cm (di negera maju 25 cm), sehingga
anak pada umur 1 tahun panjangnya menjadi 71 cm (75 cm di negeri
maju).Kemudian kecepatan pertambahan panjang badan kira-kira 5 cm
per-tahun.

Ciri-ciri pertumbuhan
Terdapat 4 indikator perubahan, yaitu: 1, 2

1. Perubahan ukuran
Tampak jelas pada perubahan fisik, yang dengan bertambahnya umur

anak akan terjadi perubahan tinggi, berat badan, lingkar kepala, organ

tubuh sesuai kebutuhannya.


2. Perubahan proporsi
Perubahan proporsi tubuh dimulai dari usia kehamilan dua bulan sampai

dewasa, terlihat seperti gambar berikut.

14
Gambar 1. Menunjukan proporsi tubuh dari janin sampai dewasa (dikutip dari
Behrman 1992, gambar dikutip dari Markum AH 1991)

3. Hilangnya ciri-ciri lama


Menghilangnya kelenjar timus, lepasnya gigi susu, dan menghilangnya

refleks-refleks primitif.
4. Timbulnya ciri-ciri baru
Tumbuhnya cirri-ciri baru ini adalah akibat pematangan fungsi-fungsi

organ seperti munculnya gigi tetap, munculnya tanda-tanda seks

sekunder.

Perkembangan Anak
Perkembangan (development) adalah bertambahnya kemapuan (skill)
dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur
dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan. Disini
menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh,
organ-organ dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga
masing-masing dapat memenuhi fungsinya.1

15
Perkembangan merupakan suatu perubahan, dan perubahan ini tidak
bersifat kuntitatif, melainkan kualitatif. Jadi perkembangan itu adalah proses
terjadinya perubahan pada manusia baik secara fisik maupun secara mental
sejak berada di dalam kandungan sampai manusia tersebut meninggal. Proses
perkembangan pada manusia terjadi dikarenakan manusia mengalami
kematangan dan proses belajar dari waktu ke waktu. Kematangan adalah
perubahan yang terjadi pada individu dikarenakan adanya perkembangan dan
pertumbuhan fisik dan biologis, misalnya seorang anak yang beranjak menjadi
dewasa akan mengalami perubahan pada fisik dan mentalnya.

Perkembangan Anak (Perkembangan Fisik, Perkembangan Motorik,


Perkembangan Kognitif, Perkembangan Psikososial) Periode ini merupakan
kelanjutan dari masa bayi (lahir usia 4 th) yang ditandai dengan terjadinya
perkembangan fisik, motorik dan kognitif (perubahan dalam sikap, nilai, dan
perilaku), psikosial serta diikuti oleh perubahan perubahan yang lain.

Deteksi dini perkembangan anak dilakukan dengan cara pemeriksaan


perkembangan secara berkala, apakah sesuai dengan umur atau telah terjadi
penyimpangan dari perkembangan normal. Empat parameter yang dipakai
dalam menilai perkembangan anak adalah:

1. Gerakan motorik kasar (pergerakan dan sikap tubuh).


2. Gerakan motorik halus (menggambar, memegang suatu benda dll).
3. Bahasa (kemampuan merespon suara, mengikuti perintah, berbicara
spontan).
4. Kepribadian/tingkah laku (bersosialisasi dan berinteraksi dengan
lingkungannya).

a. Jenis jenis Perkembangan


1) Perkembangan Fisik
Pertumbuhan fisik pada masa ini lambat dan relatif seimbang.
Peningkatan berat badan anak lebih banyak dari pada panjang badannya.

16
Peningkatan berat badan anak terjadi terutama karena bertambahnya
ukuran sistem rangka, otot dan ukuran beberapa organ tubuh lainnya.

2) Perkembangan Motorik Kasar


a) Perkembangan Motorik Kasar
Gerak kasar atau motorik kasar adalah aspek yang
berhubungan dengan kemampuan anak melakukan pergerakan dan
sikap tubuh yang melibatkan otot-otot besar seperti duduk, berdiri,
dan sebagainya. Perkembangan motorik pada usia ini menjadi lebih
halus dan lebih terkoordinasi dibandingkan dengan masa bayi. Anak
anak terlihat lebih cepat dalam berlari dan pandai meloncat serta
mampu menjaga keseimbangan badannya.

b) Perkembangan Motorik Halus


Untuk memperhalus ketrampilan ketrampilan motorik,
anak anak terus melakukan berbagai aktivitas fisik yang terkadang
bersifat informal dalam bentuk permainan. Gerak halus atau motorik
halus adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak
melakukan gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu
dan dilakukan oleh otot-otot kecil, tetapi memerlukan koordinasi
yang cermat seperti mengamati sesuatu, menjimpit, menulis, dan
sebagainya. Disamping itu, anak anak juga melibatkan diri dalam
aktivitas permainan olahraga yang bersifat formal, seperti senam,
berenang, dll.

c) Tahap Perkembangan Motorik


Berikut tahapan-tahapan perkembangannya:

Usia 1-2 tahun


Motorik Kasar Motorik Halus

17
Merangkak mengambil benda kecil dengan ibu
berdiri dan berjalan beberapa
jari atau telunjuk
langkah membuka 2-3 halaman buku secara
berjalan cepat
bersamaan
cepat-cepat duduk agar tidak
menyusun menara dari balok
jatuh memindahkan air dari gelas ke
merangkak di tangga
gelas lain
berdiri di kursi tanpa pegangan
belajar memakai kaus kaki sendiri
menarik dan mendorong benda-
menyalakan TV dan bermain
benda berat
remote
melempar bola
belajar mengupas pisang

Usia 2-3 tahun

Motorik Kasar Motorik Halus


melompat-lompat mencoret-coret dengan 1 tangan
berjalan mundur dan jinjit menggambar garis tak
menendang bola
beraturan
memanjat meja atau tempat tidur
memegang pensil
naik tangga dan lompat di anak
belajar menggunting
tangga terakhir mengancingkan baju
berdiri dengan 1 kaki memakai baju sendiri

Usia 3-4 tahun


Motorik Kasar Motorik Halus
melompat dengan 1 kaki menggambar manusia
berjalan menyusuri papan mencuci tangan sendiri
menangkap bola besar membentuk benda dari plastisin
mengendarai sepeda membuat garis lurus dan lingkaran
berdiri dengan 1 kaki
cukup rapi

Usia 4-5 tahun


Motorik Kasar Motorik Halus
menuruni tangga dengan cepat menggunting dengan cukup baik
seimbang saat berjalan mundur melipat amplop
melompati rintangan membawa gelas tanpa
melempar dan menangkap bola
menumpahkan isinya

18
melambungkan bola memasikkan benang ke lubang
besar

d) Fungsi Perkembangan Motorik


Perkembangan motorik merupakan salah satu faktor yang
sangat penting dalam perkembangan individu secara keseluruhan.
Beberapa pengaruh perkembangan motorik terhadap konstelasi
perkembangan individu dipaparkan oleh Hurlock (1996) sebagai
berikut:8

1. Melalui keterampilan motorik, anak dapat menghibur dirinya dan


memperoleh perasaan senang. Seperti anak merasa senang
dengan memiliki keterampilan memainkan boneka, melempar
dan menangkap bola atau memainkan alat-alat mainan.
2. Melalui keterampilan motorik, anak dapat beranjak dari kondisi
tidak berdaya pada bulan-bulan pertama dalam kehidupannya, ke
kondisi yang independent. Anak dapat bergerak dari satu tempat
ke tempat lainnya dan dapat berbuat sendiri untuk dirinya.
Kondisi ini akan menunjang perkembangan rasa percaya diri.
3. Melalui perkembangan motorik, anak dapat menyesuaikan
dirinya dengan lingkungan sekolah. Pada usia prasekolah atau
usia kelas-kelas awal Sekolah Dasar, anak sudah dapat dilatih
menulis, menggambar, melukis, dan barisberbaris.
4. Melalui perkembangan motorik yang normal memungkinkan
anak dapat bermain atau bergaul dengan teman sebayannya,
sedangkan yang tidak normal akan menghambat anak untuk dapat
bergaul dengan teman sebayanya bahkan dia akan terkucilkankan
atau menjadi anak yang fringer (terpinggirkan).
5. Perkembangan keterampilan motorik sangat penting bagi
perkembangan selfconcept atau kepribadian anak.

e) Uji Perkembangan Motorik

19
Berikut adalah beberapa tes perkembangan motorik yang
sering digunakan dalam menilai perkembangan anak, yaitu:2

1. Brazelton Newborn Behaviour Assessment Scale, berfungsi


menaksir kondisi bayi, refleks dan interaksi. Skala ini digunakan
untuk anak umur neonatus
2. Uzgiris-Hunt Ordinal Scale, berfungsi menaksir stadium
sensorimotor menurut Piaget, yang digunakan pada anak umur 0-
2 tahun.
3. Gesell Infant Scale dan Catell Infant Scale, berfungsi terutama
menaksir perkembangan motorik pada tahun pertama dengan
beberapa perkembangan sosial dan bahasa, digunakan pada umur
4 minggu-3,5/6 tahun.
4. Bayley Infant Scale of Development, berfungsi menaksir
perkembangan motorik dan sosial, digunakan pada usia 8
minggu 2,5 tahun.
5. The Denver Developmental Screening Test, berfungsi menaksir
perkembangan personal sosial, motorik halus, bahasa dan
motorik kasar pada usia 1 bulan 6 tahun.
6. Yale Revised Development Test, berfungsi menaksir
perkembangan motorik kasar, motorik halus, adaptif, perilaku
sosial dan bahasa, diguanakn pada usia 4 minggu 6 tahun
7. Geometric Forms Test, berfungsi menaksir perkembangan
motorik halus dan intelektual.
8. Motor Milestone Development
Kartu perkembangan motorik anak merupakan kartu yang
digunakan Depkes dan dokter anak. Kurva perkembangan
anaknya hanya mencantumkan satu titik kemampuan gerak
anak yang merupakan hasil perhitungan modus sejumlah
anak pada umur tertentu pada studi perkembangan anak di

20
luar negeri. Secara alamiah setiap anak dalam
perkembangannya memiliki variasi kemampuan gerak
(motorik milestone) pada umur yang dicapai.

Pusat Penelitian dan pengembangan Gizi dan. Makanan


Bogor pada pertengahan tahun 2003; telah melakukan
penelitian studi motorik milestone untuk pembuatan KMS
perkembangan anak. Penelitian ini adalah untuk memperoleh
jawaban karena menurut kronologis kemampuan motorik
milestone serta variasinya menurut umur anak, sehingga
mendapatkan suatu kurva perkembangan anak yang sesuai
dan relevan dengan program nasional gizi dan kesehatan.

Hasil penelitiannya menghasilkan sutau kurva


perkembangan anak yang merupakan cikal bakal untuk kurva
perkembangan anak. Kurva perkembangan anak yang
terbentuk ini merupakan gambaran dari perkembangan anak
sehat Indonesia, Berikut ini, antropometri yang digunakan untuk
mengukur motorik bayi dengan mengggunakan Milestone
Perkembangan Motorik :

Pengukuran Milestone Perkembangan Motorik yang


dikembangkan oleh Depkes.

21
Gambar 2. Pengukuran Milestone Perkembangan Motorik

22
Gambar 3. Tahap perkembangan anak

D. Ciri-Ciri Perkembangan

Perkembangan memiliki karakteristik yang dapat diramalkan dan


memiliki ciri-ciri sehingga dapat diperhitungkan. Ciri-ciri tersebut, sebagai
berikut:1
1. Perkembangan memiliki tahap yang berurutan, Perkembangan adalah
proses yang kontinue dari konsepsi sampai maturasi. Perkembangan sudah
terjadi sejak didalam kandungan, dan setelah kelahiran merupakan suatu
masa dimana perkembangan dapat dengan mudah diamati.
2. Dalam priode tertentu ada masa percepatan dan ada masa perlambatan.
Terdapat 3 (tiga) periode pertumbuhan cepat adalah pada masa janin, masa
bayi 0 1 tahun, dan masa pubertas.

23
3. Perkembangan memiliki pola yang sama pada setiap anak, tetapi
kecepatannya berbeda.
4. Perkembangan dipengaruhi oleh maturasi system saraf pusat. Bayi akan
menggerakkan seluruh tubuhnya, tangan dan kakinya.
5. Refleks primitif seperti refleks memegang dan berjalan akan menghilang
sebelum gerakan volunter tercapai.

E. Status Gizi

Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsusmsi makanan


dan penggunaan zat-zat gizi. Dibedakan antara status gizi buruk, gizi kurang
dan gizi lebih.7

Keadaan gizi seseorang mempengaruhi pertumbuhan dan


perkembangannya, serta ketahanan tubuh terhadap penyakit. Penilaian gizi
adalah proses yang digunakan untuk mengevaluasi status gizi,
mengidentifikasi malnutrisi, dan menentukan individu mana yang sangat
membutuhkan bantuan gizi.9

Penilaian status gizi dapat dilakukan melalui 2 cara yaitu penilaian


status gizi secara langsung dan penilaian status gizi secara tidak langsung.
Penilaian status gizi secara langsung dapat dibagi menjadi 4 penilaian yaitu :
antropometri, klinis, biokimia dan biofisik.

1. Pengukuran Anthropometri
Pengertian istilah nutritional anthropometry mula-mula muncul
dalam Body measurements and Human Nutrition yang ditulis oleh
Brozek pada tahun 1966 yang telah didefinisikan oleh Jelliffe (1966)
sebagai, pengukuran pada variasi dimensi fisik dan komposisi besaran
tubuh manusia pada tingkat usia dan derajat nutrisi yang berbeda.2
a. Jenis parameter

24
Antropometri sebagai indikator status gizi dapat dilakukan
dengan mengukur beberapa parameter. Parameter adalah ukuran tunggal
dari tubuh manusia, antara lain : umur, berat badan dan tinggi badan.

1) Umur
Umur sangat memegang peranan dalam penentuan status gizi,
kesalahan penentuan akan menyebabkan interpretasi status gizi yang
salah. Hasil penimbangan berat badan maupun tinggi badan yang
akurat, menjadi tidak berarti bila tidak disertai dengan penentuan
umur yang tepat. Jadi perhitungan umur adalah dalam bulan penuh,
artinya sisa umur dalam hari tidak diperhitungkan.10

2) Berat Badan
Berat badan merupakan salah satu ukuran yang memberikan
gambaran massa jaringan, termasuk cairan tubuh. Berat badan sangat
peka terhadap perubahan yang mendadak baik karena penyakit
infeksi maupun konsumsi makanan yang menurun. Berat badan ini
dinyatakan dalam bentuk indeks BB/U (Berat Badan menurut Umur)
atau melakukan penilaian dengam melihat perubahan berat badan
pada saat pengukuran dilakukan, yang dalam penggunaannya
memberikan gambaran keadaan kini. Berat badan paling banyak
digunakan karena hanya memerlukan satu pengukuran, hanya saja
tergantung pada ketetapan umur, tetapi kurang dapat menggambarkan
kecenderungan perubahan situasi gizi dari waktu ke waktu.2

3) Tinggi Badan
Tinggi badan memberikan gambaran fungsi pertumbuhan
yang dilihat dari keadaan kurus kering dan kecil pendek. Tinggi
badan sangat baik untuk melihat keadaan gizi masa lalu terutama
yang berkaitan dengan keadaan berat badan lahir rendah dan kurang

25
gizi pada masa balita. Tinggi badan dinyatakan dalam bentuk
Indeks TB/U (Tinggi Badan menurut Umur), atau juga indeks
BB/TB (Berat Badan menurut Tinggi Badan) jarang dilakukan
karena perubahan tinggi badan yang lambat dan biasanya hanya
dilakukan setahun sekali.10

b. Syarat Pengukuran Antropometri:2


1) Pengukuran antropometri sesuai dengan cara-cara yang baku,
beberapa kali secara berkala misalnya berat badan anak diukur tanpa
baju, mengukur panjang bayi dilakukan oleh 2 orang pemeriksa pada
papan pengukur (infantometer), tinggi badan anak diatas 2 tahun
dengan berdiri diukur dengan stadiometer.
2) Baku yang dianjurkan adalah buku NCHS secara Internasional untuk
anak usia 0-18 tahun yang dibedakan menurut jender laki-laki dan
wanita.
3) Tebal kulit di ukur dengan alat Skinfold caliper pada kulit lengan,
subskapula dan daerah pinggul., penting untuk menilai kegemukan.
Memerlukan latihan karena sukar melakukannya dan alatnya pun
mahal (Harpenden Caliper). Penggunaan dan interpretasinya yang
terlebih penting.
4) Body Mass Index (BMI) adalah Quetelets index, yang telah dipakai
secara luas, yaitu berat badan (kg) dibagi kuadrat tinggi badan (m2).
BMI mulai disosialisasikan untuk penilaian obesitas pada anak dalam
kurva persentil juga.

c. Indeks Antropometri
Parameter antropometri merupakan dasar dari penilaian status
gizi. Kombinasi antara beberapa parameter disebut indeks antropometri.
Di Indonesia ukuran baku hasil pengukuran dalam negeri belum ada,
maka untuk berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) digunakan baku
HARVARD.

26
Beberapa indeks antropometri yang sering digunakan yaitu berat
badan dan menurut umur (BB/U), tinggi badan menurut umur (TB/U),
dan berat badan menurut tinggi badan (BB/TB).

1) Berat Badan menurut Umur


Berat badan adalah salah satu parameter yang memberikan
gambaran massa tubuh. Massa tubuh sangat sensitif terhadap
perubahan-perubahan yang mendadak. Berat badan adalah parameter
antropometri yang sangat labil. Dalam keadaan normal, berat badan
berkembang mengikuti pertambahan umur. Sebaliknya dalam
keadaan abnormal, terdapat 2 kemungkinan yaitu dapat berkembang
cepat atau lebih lambat dari keadaan normal. Berdasarkan
karakteristik berat badan maka indeks berat badan/umur digunakan
sebagai salah satu cara mengukur status gizi. Mengingat karakteristik
berat badan yang labil maka berat badan/umur lebih menggambarkan
status gizi seseorang. BB/U dapat dipakai pada setiap kesempatan
memeriksa kesehatan anak pada semua kelompok umur. BB sensitif
terhadap perubahan-perubahan kecil, dapat digunakan timbangan apa
saja yang relatif murah, mudah dan tidak memerlukan banyak waktu
dan tenaga.7

2) Tinggi Badan menurut Umur


Tinggi badan merupakan antropometri yang menggambarkan
keadaan pertumbuhan skeletal. Pada keadaan normal, tinggi badan
tubuh seiring dengan pertambahan umur. Pertumbuhan tinggi badan
tidak seperti berat badan, relative kurang sensitif terhadap masalah
kekurangan gizi dalam waktu yang pendek. Pengaruh definisi gizi
terhadap tinggi badan akan nampak dalam waktu yang relatif lama.7

3) Berat Badan menurut Tinggi Badan

27
Berat badan memiliki hubungan yang linear dengan tinggi
badan. Dalam keadaan normal, perkembangan berat badan akan
searah dengan pertumbuhan tinggi badan dengan kecapatan tertentu.
indeks BB/TB merupakan indikator yang baik untuk menilai status
gizi saat kini (sekarang).7

28
Gambar 4. Kurva Pertumbuhan Intrauterin menurut panjang, lingkar kepala, dan berat
lahir bayi tunggal

Sumber: Lubchenco L, Hansman C, Boyd E

Cara Klasifikasi :1

1. Berat badan terhadap umur BB/U:


a. Menurut Gomez :
- Baku Boston
- Cara % dari median
- Klasifikasi :
>90% : normal
90-75% : malnutrisi ringan (grade 1)
75-61% : malnutrisi sedang (grade 2)
61% : malnutrisi berat (grade 3)
b. Menurut Jelliefe :
- Baku Boston
- Cara % dari median
- Klasifikasi :
110-90% : normal
90-81% : malnutrisi ringan (grade 1)
80-61% : malnutrisi sedang (grade 2 dan 3)
61% : malnutrisi berat (grade 4)

2. Tinggi badan terhadap umur TB/U :


a.Kanawati dan McLaren :
- Baku : Boston

29
- Cara : % dari median
- Klasifikasi :
95% : normal
95-90% : malnutrisi ringan
90-85% : malnutrisi sedang
<85% : malnutrisi berat

b. WHO/CDC
- Baku : NCHS
- Cara : % dari median
- Klasifikasi :
90% : normal
< 90% : stunted/malnutrisi kronis

BAB III

KESIMPULAN

Pertumbuhan (growth) adalah setiap perubahan dari tubuh yang berhubungan


dengan bertambahnya ukuran tubuh baik fisik (anatomis) maupun struktural dalam

30
arti sebagian atau menyeluruh. Dan perkembangan (development) ialah bertambahnya
kemampuan struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks, sehingga bersifat
kualitatif, yang pengukurannya jauh lebih sulit dibanding dengan pengukuran
pertumbuhan.

Tumbuh kembang merupakan proses yang berkesinambungan mulai dari


konsepsi sampai dewasa. Dan dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor bawaan dan
faktor lingkungan.

Sedangkan tahap-tahap pertumbuhan secara umum dibagi menjadi 2 bagian, yaitu


masa prenatal dan postnatal. Setiap anak akan melewati tahap-tahap tersebut.

Dan terdapat 4 indikator perubahan, yaitu perubahan ukuran, proporsi,


hilangnya ciri-ciri lama, dan timbulnya ciri-ciri baru. Sementara, ciri-ciri
perkembangan adalah melibatkan perubahan, perkembangan awal menentukan
pertumbuhan selanjutnya, mempunyai pola yang tetap, memiliki tahap yang
berurutan, mempunyai kecepatan yang berbeda, dan berkorelasi dengan pertumbuhan

Kebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembang, secara umum di golongkan


menjadi tiga kebutuhan dasar : yaitu kebutuhan fisis-biomedis (asuh), kebutuhan akan
emosi atau kasih sayang (asih) dan kebutuhan akan stimulasi (asah).

Untuk menilai pertumbuhan anak, digunakan ukuran antropometrik, misalnya


berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, erupsi gigi, dan lain-lain. Sementara, untuk
mengukur tingkat perkembangan anak dapat digunakan skala-skala. Misalnya, adalah
Skala Yaumil-Mimi. Selain itu, ada metode skrining yang sering digunakan untuk
menilai keterlambatan perkembangan pada anak, yaitu Denver II.

DAFTAR PUSTAKA

1. Soetjiningsih, 1995, Tumbuh Kembang Anak, Jakarta: Penerbit

31
2. Narendra MB, Sularyo TS, Soetjiningsih, dkk, penyunting. Buku ajar 1:

tumbuh kembang anak dan remaja. Edisi pertama. Jakarta: Sagung Seto,

IDAI; 2002.
3. Irwanto, dkk. 2006. Penyimpangan tumbuh kembang anak. Surabaya: Bagian

Ilmu Kesehatan Anak FKUNAIR/RS Dr. Soetomo.


4. WHO. Child Growth Standards. 2006. Diunduh tanggal 25 Desember 2012;

tersedia di: http://www.who.int/childgrowth/standards/Technical_report.pdf


5. Chamidah Nur Atien. Deteksi dini gangguan pertumbuhan dan perkembangan

anak. 2009. Yogyakarta. FKUNY. Diunduh tanggal 25 Desember 2012;

tersedia di: http://www.eprints.uny.ac.id/878/2/deteksi_dini_gangguan

_tumbang.pdf
6. Matondang CS, Wahidiyat I, Sastroasmoro S, penyunting. Diagnosis fisis

pada anak. Edisi kedua. Jakarta: Sagung Seto; 2003.


7. Supariasa. 2002. Penilaian Status Gizi. Jakarta: Buku Kedokteran EGC
8. Hurlock, EB. 2005. Perkembangan anak. Jilid 1. Jakarta : Erlangga
9. Moore, M C .1997. Terapi Diet dan Nutrisi Edisi II, Hipokrates, Jakarta
10. Depkes RI. 2004. Pedoman deteksi tumbuh kembang balita. Depkes RI.

Jakarta

32