Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH

DATA DIGITAL DAN SINYAL DIGITAL

Disusun Untuk Memenuhi Persyaratan


Mata Kuliah Teknik Transmisi Digital

Oleh:

DWI RAHMA PUTRISARI


0614 3033 0269

Kelas : 5 TB

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI
2016/2017

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah


memberikan rahmat serta karunia-Nya sehinggan penulis bisa menyelesaikan
makalah ini yang Alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul Data Digital
dan Sinyal Digital untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Teknik Transmisi
Digital.

Penulis ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu
dalam pembuatan makalah ini serta berbagai sumber sebagai data dan fakta yang
digunakan dalam makalah ini.

Penulis mengakui bahwa hanyalah manusia biasa yang mempunyai


keterbatasan dalam berbagai hal. Oleh karena itu tidak semua hal dapat penulis
deskripsikan dengan sempurna dalam makalah ini. Penulis melakukannya
semaksimal mungkin dengan kemampuan yang penulis miliki. Di mana seperti
yang telah dijelaskan bahwa penulis memiliki keterbatasan dan juga kekurangan
maka penulis bersedia menerima kritik dan saran dari pembaca yang budiman.
Penulis akan menerima semua kritik dan saran tersebut sebagai batu loncatan agar
dapat memperbaiki makalah ini di masa yang akan datang. Sehingga semoga
makalah berikutnya dan makalah lain dapat penulis selesaikan dengan hasil yang
lebih baik.
Dengan menyelesaikan makalah ini penulis mengharapkan banyak
manfaat yang dapat dipetik dan diambil dari karya ini. Semoga dengan adanya
makalah ini dapat menambah pengetahuan kita tentang isi dari makalah ini.

Palembang, Januari 2017


Penulis,

ii
DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ............................................................................... i

KATA PENGANTAR ............................................................................ ii

DAFTAR ISI ........................................................................................... iii

I. PENDAHULUAN .............................................................................. 1

1.1 Latar Belakang .............................................................................. 1

1.2 Tujuan dan Manfaat ...................................................................... 2

1.3 Rumusan Masalah ......................................................................... 3

II. PEMBAHASAN

2.1 Data Digital dan Sinyal Digital ....................................................... 4

2.1.1 Pengertian Data Digital dan Sinyal Digital ............................ 4

2.1.2 Konsep Dasar Data Digital dan Sinyal Digital ...................... 5

2.2 Nonreturn to Zero-Level (NRZ-L) ................................................. 7

2.2.1 Pengertian Nonreturn to Zero-Level (NRZ-L) ........................ 7

2.2.2 Konsep Dasar Nonreturn to Zero-Level (NRZ-L) ................... 7

2.3 HDB3 (High Density Bipolar 3 Zero) .............................................. 8

2.3.1 Pengertian HDB3 (High Density Bipolar 3 Zero) ................... 8

2.3.2 Konsep Dasar HDB3 (High Density Bipolar 3 Zero) ............. 9

iii
III. PENUTUP

3.1 Kesimpulan .................................................................................... 11

3.2 Saran .............................................................................................. 11

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................... v

iv
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada konsep komunikasi data suatu sistem komputer terdapat banyak


sekali konversi-konversi yang terjadi. Sinyal-sinyal yang terbentuk akan
tergantung pada pemilihan teknik pengubahan data yang telah ditentukan. Konsep
pengubahan data ini dikenal dengan teknik encoding data, dengan banyak
pemilihan skema encoding, yaitu diantaranya skema Nonreturn to Zero-Level
(NRZ-L), Nonreturn to Zero Invert to ones (NRZI), Bipolar-AMI (Alternate Mark
Inversion), Pseudoternary, Manchester, Differential Manchester, B8ZS (Bipolar
with 8-Zero Substitution), dan HDB3 (High Density Bipolar 3 zero). Dari masing-
masing skema memiliki karakteristik-karakteristik yang berbeda-beda.

Untuk menyalurkan data dari satu tempat ke tempat yang lain, data akan
diubah menjadi sebuah bentuk sinyal. Sinyal adalah suatu isyarat untuk
melanjutkan atau meneruskan suatu kegiatan. Biasanya sinyal ini berbentuk tanda-
tanda, lampu-lampu atau suara-suara. Sinyal dibentuk oleh transmitter dan
ditransmisikan melalui media transmisi. Sinyal sangat erat sekali hubungannya
dengan fungsi waktu (periodik), tetapi sinyal juga dapat diekspresikan dalam
bentuk fungsi frekuensi.

Sinyal digital merupakan hasil teknologi yang dapat mengubah sinyal


menjadi kombinasi urutan bilangan 0 dan 1 dengan biner. Sehingga tidak mudah
terpengaruh oleh derau, proses informasinya pun mudah, cepat dan akurat, akan
tetapi transmisi dengan isyarat digital hanya mencapai jarak jangkau pengiriman

1
2

data yang relatif dekat (diskrit). Sinya yang mempunyai dua keadaan ini biasa
disebut dengan bit. Bit merupakan istilah khas pada isyarat digital. Sebuah bit
dapat berupa nol (0) atau satu (1). Nilai untuk sebuah bit adalah 2 buah (21)
sedangkan nilai untuk 2 bit adalah sebanyak 4 (22), yaitu 00, 01, 10, dan 11.
Secara umum, jumlah kemungkinan nilai yang terbentuk oleh kombinasi n bit
adalah sebesar 2n buah.

Sistem digital merupakan bentuk sampling dari sitem analog. Digital pada
dasarnya dikodekan dalam bentuk biner atau Hexa. Besarnya nilai suatu sistem
digital dibatasi oleh lebarnya atau jumlah bit (bandwidth). Jumlah bit juga sangat
mempengaruhi nilai akurasi sistem digital.

1.2 Tujuan dan Manfaat

1.2.1 Tujuan

Tujuan yang akan dicapai dalam penulisan makalah ini yaitu:

1. Mengetahui pengertian dan konsep dasar dari data digital dan sinyal-
sinyal digital

2. Mengetahui pengertian dan konsep dasar Nonreturn to Zero-Level


(NRZL) dan HDB3 (High Density Bipolar 3 zero)

3. Sebagai tugas pada mata kuliah Teknik Transmisi Digital semester 5

4. Untuk menambah pengetahuan dan wawasan mengenai data digital dan


sinyal-sinyal digital

1.2.2 Manfaat

Dari penulisan makalah ini, Penulis berharap dapat memberikan manfaat


yang dapat dirasakan oleh berbagai pihak yaitu sebagai berikut:
1. Dapat mengetahui tentang data digital dan sinyal-sinyal digital
3

2. Dapat mengetahui teknik pengkodean sinyal digital (Nonreturn to Zero-


Level dan HDB3)

1.3 Rumusan Masalah


Perumusan masalah yang dibahas pada makalah ini adalah penjelasan
mengenai pengertian dan konsep dasar data digital, sinyal-sinyal digital,
dan teknik pengkodean sinyal digital (Nonreturn to Zero-Level dan
HDB3).
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Data Digital dan Sinyal Digital


2.1.1 Pengertian Data Digital dan Sinyal Digital
Data digital merupakan data yang memiliki nilai-nilai yang berlainan dan
memiliki ciri-ciri tersendiri. Contoh data digital adalah teks, bilangan bulat dan
karakter-karakter lain. Data digital ditransmisikan dalam sederetan bit. Sementara
sinyal digital adalah suatu rangkaian voltase pulsa yang bisa ditransmisikan
melalui sebuah media kabel. Sistem komputer bekerja dengan sinyal ini. Sinyal
digital hanya memiliki dua keadaan, yaitu 0 dan 1 sehingga tidak mudah
terpengaruh oleh noise. Namun, transmisi dengan sinyal digital hanya mencapai
jarak jangkau pengiriman data yang relatif dekat. Biasanya sinyal ini juga dikenal
dengan sinyal diskrit. Sinyal yang mempunyai dua keadaan ini biasa disebut
dengan bit. Bit merupakan istilah khas pada isyarat digital. Sebuah bit dapat
berupa nol (0) atau satu (1). Nilai untuk sebuah bit adalah 2 buah (21) sedangkan
nilai untuk 2 bit adalah sebanyak 4 (22), yaitu 00, 01, 10, dan 11. Secara umum,
jumlah kemungkinan nilai yang terbentuk oleh kombinasi n bit adalah sebesar 2n
buah.

4
5

Gambar 2.1 Data Digital dan Sinyal Digital

2.1.2 Konsep Dasar Data Digital dan Sinyal Digital


Data digital dan sinyal digital merupakan bentuk paling sederhana dari
pengkodean digital. Data digital ditetapkan satu level tegangan untuk biner satu (1)
dan lainnya untuk biner nol (0). Sebuah data digital merupakan serangkaian pulsa
tegangan diskrit, dan masing-masing pulsa merupakan sebuah elemen sinyal. Data
biner ditransmisikan dengan mengkodekan setiap bit data ke dalam elemen-elemen
sinyal. Jika elemen-elemen sinyal semuanya memiliki tanda aljabar yang sama
yaitu positif dan negatif, maka sinyal tersebut adalah unipolar. Pada pensinyalan
polar, satu kondisi logika direpresentasikan oleh tingkat tegangan positif dan
lainnya dengan tingkat tegangan negatif.

Jenis Teknik Transmisi Data Digital


1. Sistem transmisi data synchronous
Pada sistem transmisi ini data ditransmisikan per karakter pada suatu
waktu dimana tiap karakter adalah 5 sampai 8 bit.
2. Sistem transmisi data asynchronous
Pada transmisi synchronous, ada level lain dari synchronisasi yang
perlu agar receiver dapat menentukan awal dan akhir dari suatu blok
6

data. Untuk itu, tiap blok dimulai dengan suatu pola preamble bit dan diakhiri
dengan pola postamble bit.

Kelebihan Data Digital dan Sinyal Digital


1. Mampu mengirimkan informasi dengan kecepatan cahaya sehinggan
informasi dapat dikirim dengan kecepatan tinggi
2. Penggunaan yang berulang-ulang terhadap informasi tidak
mempengaruhi kualitas dan kuantitas informasi itu sendiri
3. Informasi dapat dengan mudah diproses dan dimodifikasi ke dalam
berbagai bentuk
4. Dapat memproses informasi dalam jumlah yang sangat besar dan
mengirimnya secara interaktif.

Kekurangan Data Digital dan Sinyal Digital


Kekurangan pada sinyal sistem digital yaitu jarak jangkau pengiriman
datanya relatif dekat.
7

2.2 Nonreturn to Zero-Level (NRZ-L)


2.2.1 Pengertian Nonreturn to Zero-Level (NRZ-L)
Nonreturn to Zero-Level (NRZ-L) yaitu suatu kode dimana tegangan
negatif dipakai untuk mewakili suatu binary dan tegangan positif dipakai untuk
mewakili binary lainnya.
Dua tegangan yang berbeda antara bit 0 dan bit 1
Tegangan konstan selama interval bit
Tidak ada transisi yaitu tegangan Nonreturn to Zero
Contoh: lebih sering tegangan negatif untuk satu hasil dan tegangan
positif untuk yang lain

2.2.2 Konsep Dasar Nonreturn to Zero-Level (NRZ-L)


Cara yang paling umum untuk mentransmisikan sinyal-sinyal digital
adalah menggunakan tingkat tegangan berbeda untuk dua digit biner. Kode-kode
yang mengikuti strategi ini berbagi sifat bahwa tingkat tegangan tersebut itu
konstan selama interval bit tidak ada transisi. Tegangan negatif mewakili satu nilai
biner dan tegangan positif mewakili satu lainnya.

Gambar 2.2 Aturan pengkodean untuk NRZ-L dan NRZI


8

Karakteristik Nonreturn to Zero-Level


Nonreturn to Zero-Level mempunyai karakteristik yaitu pada saat bit 0
maka dinyatakan sebagai low signal, sedangkan pada saat bit 1
dinyatakan high signal.

Gambar 2.3 Unipolar NRZ-L

Keuntungan dari Nonreturn to Zero-Level (NRZ-L) yaitu:


1. Lebih kebal noise
2. Tidak dipengaruhi oleh level tegangan

Kelemahan dari Nonreturn to Zero-Level (NRZ-L) yaitu:


Keterbatasan dalam komponen dc dan kemampuan synchronisasi yang
kurang baik.

2.3 HDB3 (High Density Bipolar 3 Zero)


2.3.1 Pengertian HDB3 (High Density Bipolar 3 Zero)
High Density Bipolar 3 Zero yaitu suatu kode dimana menggantikan string
empat nol dengan urutan mengandung satu atau dua pulsa. Pada setiap kasus, nol
keempat digantikan dengan sebuah kode violasi (pelanggaran). Selain itu,
dinyatakan aturan-aturan bahwa untuk memastikan violasi yang berurutan adalah
pertukaran polaritas. Jika violasi terakhir positif maka violasi ini harus negatif
atau sebaliknya. Tabel 2.1 berikut ini menunjukkan bahwa (1) apakah jumlah
pulsa-pulsa sejak violasi terakhir itu genap atau ganjil dan (2) polaritas dari pulsa
terakhir sebelum kejadian empat nol (Lihat Tabel 2.1).

Tabel 2.1 Aturan-aturan substitusi HDB3


9

Contoh pengkodean bit (HDB3): 10000000000100 Anggap polarity bit


1pertama adalah positif dan bilangan bit 1sebelum bit tersebut adalah
ganjil.

2.3.2 Konsep Dasar HDB3 (High Density Bipolar 3 Zero)


Konsep HDB3 berdasarkan konsep AMI. Dalam hal ini skema
menggantikan string dari 4 deret 0 dengan runtutan yang berisi 1 atau 2
pulsa. Setiap empat kali biner 0 diganti oleh satu kode pengganggu yang
berpola 000-, 000+, +00+, atau -00-.

Bentuk dari pengkodean HDB3 adalah:

Gambar 2.4 Bentuk Sinyal HDB3


10

Gambar 2.5. Aturan Pengkodean Untuk B8ZS dan HDB3

Kelebihan dari HDB3 (High Density Bipolar 3 Zero) yaitu:


1. Untuk telekomunikasi jarak jauh
2. Kemampuan sinkronisasi yang lebih baik
3. Tidak adanya dc komponen
4. Bandwidth relatif bagus.

Kelemahan dari HDB3 (High Density Bipolar 3 Zero) yaitu:


Panjang string (deretan) nol dapat menyebabkan hilangnya sinkronisasi
saat transmisi.
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

1. Data digital merupakan data yang memiliki deretan nilai yang


berbeda dan memiliki ciri-ciri tersendiri dan sinyal digital
merupakan hasil teknologi yang dapat mengubah sinyal
menjadi kombinasi urutan bilangan 0 dan 1

2. Terdapat beberapa format pengkodean sinyal digital yang dapat


digunakan dala pemetaan dari bit data ke elemen sinyal: Nonreturn
to Zero-Level (NRZL), Nonreturn to Zero Invert to ones (NRZI),
Bipolar-AMI (Alternate Mark Inversion), Pseudoternary,
Manchester, Differential Manchester, B8ZS (Bipolar with 8-Zero
Substitution), dan HDB3 (High Density Bipolar 3 zero).

3. Kode-kode Nonreturn to Zero-Level (NRZ-L) mengikuti strategi


yang bersifat bahwa tingkat tegangan tersebut itu konstan selama
interval bit tidak ada transisi.

4. Pengkodean HDB3 adalah suatu kode yang menggantikan string-


string dari 4 nol dengan rangkaian yang mengandung satu atau dua
pulsa (violation code). Jika variasi terakhir positif maka variasi
berikutnya pasti negatif atau sebaliknya.

3.2 Saran

1. Untuk memahami lebih mendalam tentang pengkodean data


sebaiknya kita terlebih dahulu memahami tentang gerbang logika
dan konversi bilangan.

11
12

2. Pada pengkodean data dan sinyal digital sering terjadi


permasalahan yaitu mudah sekali terkena gangguan noise
atau interferensi. Noise adalah sinyal tambahan yang
tidak diinginkan sehingga bisa menghasilkan
sejumlah retransmission data dan mengakibatkan
lambatnya suatu pengiriman informasi.

3. Dalam pengkodean NRZ-L tidak ada voltase dikodekan dengan bit


1, dan voltase positif konstan dikodekan dengan bit 1 atau voltase
negatif dikodekan dengan bit 1, dan voltase positif dikodekan
dengan bit 1.

4. Kode HDB3 menggantikan AMI pada jaringan terdistribusi


modern
DAFTAR PUSTAKA

Afdhol. 2012. Pertemuan Dua Konsep Data dan Sinyal Digital Serta Teknik
Pengkodean. https://afdhol19.wordpress.com/2012/06/21/pertemuan-2konsep-
data-dan-sinyal-analog-digital-dan-teknik-pengkodean/

Zenhadi. Komunikasi Data dan Pengkodean Data Digital.


http://zenhadi.lecturer.pens.ac.id/kuliah/Komdat/T3%20Pengkodean%20data.pdf

Academia.edu. Data dan Sinyal. 4238895.


https://www.academia.edu/4238895/Data_dan_Sinyal

http://elektronika-dasar.web.id/teknik-komunikasi-data-digital/

Dokumen.tips. Makalah Enconding Data.


http://dokumen.tips/documents/makalah-enconding-datauntadpdf.html

http://www.bing.com/images/search?q=pengkodean+sinyal+Nonreturn+to+Zero-
Level/

http://www.bing.com/images/search?q=aturan+pengkodean+HDB3/

https://www.scribd.com/doc/33689737/Line-Coding-Bipolar

https://www.scribd.com/document/245683514/Laporan-2-Pengkodean