Anda di halaman 1dari 16

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuam Pendidikan : SMK NU Kesesi Kab. Pekalongan


Kelas/Semester : XII/5
Mata Pelajaran : Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor
Kompetensi Dasar : Memahami Sistem Transmisi Otomatis
Pertemuan Ke- :1
Alokasi Waktu : 2 JP

A. Kompetensi Inti:
1. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan,teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
2. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara
efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B. Kompetensi Dasar
Memahami sistem transmisi otomatis sesuai SOP

C. Indikator Pencapaian Kompetensi


a. Siswa dapat menguraikan gangguan-gangguan pada transmisi otomatis
b. Siswa dapat mendemonstrasikan prosedur pengujian transmisi otomatis dan komponen-
komponennya.
c. Siswa dapat menjabarkan pelaksanakan metode pengujian tanpa menyebabkan
kerusakan terhadap komponen-komponen dan sistem lainnya

D. Tujuan Pembelajaran
a. Agar peserta didik dapat menguraikan gangguan-gangguan pada transmisi otomatis
b. Agar peserta didik mendemonstrasikan prosedur pengujian transmisi otomatis
c. Agar peserta didik dapat menjabarkan pelaksanakan metode pengujian tanpa
menyebabkan kerusakan
E. Materi Ajar

MEKANISME CVT
Rangkaian Rute Tenaga
Rangakaian Rute Tenaga pada sistem transmisi otomatis dimulai dari putaran crankshaft.
Seperti pada sepeda motor lainnya, untuk memutarkan poros engkol menggunakan dua
cara, yaitu menggunakan elektrik starter digunakan motor listrik bertenaga baterai terlebih
dahulu mengidupkan starter wheel, selanjutnya memutarkan crankshaft. Pada kick starter,
sebelum putaran sampai pada crankshaft, tenaga etakan dari kick crank terlebih dahulu
melewati kopling ( One Way Clucth ).

Diagram Rangkaian Rute Tenaga Pada Sepeda Motor Matic

CARA KERJA CVT


Sistem cara kerja cvt sepeda motor matic dimulai dari putaran stasioner hingga
putaran tinggi. Sistem cara kerja cvt sepeda motor matic diuraikan sebagai berikut :
1. Putaran Stasioner
Pada putaran stasioner ( langsam ), putaran dari crankshaft diteruskan ke pulley
primer, kemudian putaran diteruskan ke pulley sekunder yang dihubungkan oleh V-
belt. Selanjutnya putaran dari pulley sekunder diteruskan ke kopling sentrifugal.
Namun, karena putaran masih rendah, kopling sentrifugal belum bisa bekerja. Hal ini
disebabkan gaya tarik per kopling masih lebih kuat daripada gaya sentrifugal,
sehingga sepatu kopling belum menyentuh rumah kopling dan rear wheel ( roda
belakang ) tidak berputar.

2. Saat Mulai Berjalan


Ketika putaran mesin meningkat, roda belakang mulai berputar. Ini
terjadi karena adanya gaya sentrifugal yang semakin kuat dibandingkan dengan gaya
tarik per. Pada putaran yang tinggi, sepatu kopling akan terlempar keluar dan
mengopel rumah kopling. Pada kondisi ini, posisi V-belt pada bagian puller (
diameter kecil ). Pada bagian pulley sekunder, diameter V-belt berada pada bagian
luar ( diameter besar ).
3. Putaran Menengah
Pada putaran menengah, diameter V-belt kedua pulley berada pada posisi
balance ( sama besar ). Ini terjadi akibat gaya sentrifugal weight pada pulley primer
bekerja dan mendorong sliding sheave ke arah fixed sheave. Tekanan pada sliding
sheave mengakibatkan V-belt bergeser ke arah lingkaran luar. Selanjutnya menarik
V-belt pada pulley sekunder ke arah lingkaran dalam.

4. Putaran Tinggi
Pada kondisi putaran tinggi, diameter V-belt pada pulley primer lebih besar
daripada V-belt pulley sekunder. Ini disebabkan gaya sentrifugal weight makin
menekan sliding sheave. Akibatnya, V-belt terlempar ke arah sisi luar pulley primer.

Sistem Pendinginan Ruang CVT


Selama masih bekerja, putaran yang terus menerus akan menimbulkan panas. Panas
yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan yang cukup serius pada beberapa
komponen, misalnya V-belt. Oleh karena itu, panas yang ditimbulkan akibat putaran
mesin harus dikendalikan atau diminimalkan. Panas yang timbul pada ruang CVT dapat
disebabkan oleh adanya koefisien gesek pada bagian pulley, koefisien gesek pada kopling
sentrifugal, dan akibat putaran mesin. Sistem pendinginan ruang CVT umumnya
menggunakan kipas pendingin dan sirkulasi udara. Sepeda motor matic telah dilengkapi
pula dengan saringan udara untuk menyaring debu dan kotoran lainnya.

INDIKASI KERUSAKAN DAN CARA MEMPERBAIKI


KERUSAKAN PADA RUMAH CVT
Rumah CVT merupakan bagian penting dari sepeda motor matic. Sistem transmisi
yang ada didalamnya adalah sistem transmisi otomatis ( tanpa perseneling ).
Kerusakan Pada Kopling
Kopling yang bergetar ( clutch juddering ) merupakan getaran yang timbul pada saat
start awal. Ini terjadi pada saat sepeda motor mulai berjalan, sehingga putaran mesin
dirasakan kurang halus. Biasanya, clutch juddering atau kopling bergetar akibat adanya
gemuk, oli, dan kotoran lain yang menempel pada sepatu kopling atau rumah kopling.
Berikut ini langkah-langkah untuk mengatasi clutch juddering.
1. Periksa permukaan singgung sepatu kopling dalam permukaan rumah kopling dibagian
dalam. Jika komponen tersebut terlihat mengandung oli atau gemuk pada permukaannya,
segera bersihkan dengan cairan pembersih. Selain itu, lakukan pengecekan penyebab
kemungkinan munculnya kebocoran oli, terutama pada seal oli.
2. Jika juddering bukan disebabkan oleh adanya oli dan kotoran lainnya, kemungkinan
disebabkan permukaan singgung kopling dan rumah kopling tidak rata. Oleh karena itu,
gosoklah permukaan kopling agar merata dengan menggunakan ampelas.

Kerusakan Pada Clutch Spring ( Per Kopling )


Hampir semua matic menggunakan clutch tipe kering. Clutch ini tidak memerlukan oli
dan hanya akan bekerja pada angka RPM tertentu. Jika RPM dibawah, clutch tidak akan
menekan atau slip. Kerusakan clutch disebabkan oleh usia pakai dan akibat bebasn yang
bekerja terlalu berat. Beban berat biasa terjadi saat sepeda motor matic digunakan
berboncengan atau ketika dijalan menanjak. Salah satu indikasi yang sering terlihat adalah
jarum speedometer menurun, padahal kondisi grip gas stabil. Jika terjadi demikian, clutch
harus segera diganti.
Komponen yang mendukung kinerja clutch spring, sering disebut dengan per kopling.
Tugasnya adalah membuat kopling menekan setelah mencapai putaran tertentu. Karena usia
pakai dan beban yang terlalu berat seperti saat berboncengan, clutch spring dapat saja rusak
atau tidak menyentuh tromol kopling. Berikut ini cara memeriksa dan memperbaiki
kerusakan pada clutch spring :
1. Lepaskan baut-baut pada cover CVT dan buka cover cvt
2. Lepaskan V-belt, lalu buka komponen scondary sheave
3. Periksa kondisi clutch spring dan lakukan penggantian jika terindikasi rusak atau tidak
bekerja maksimal
4. Lakukan pemasangan kembali, jangan memberikan gemuk pada bagian dalam secondary
sheave
5. Pasang cover cvt kebalikan dari pembongkaran

Kerusakan Pada Tromol Kopling dan Kanvas Sentrifugal


Kerusakan pada rumah atau tromol kopling disebabkan oleh aus. Kerusakan ini
mengakibatkan tenaga mesin berkurang sebab kerja kanvas sentrifugal menjadi lambat,
sehingga perpindahan tenaga putar akan terhambat. Sepeda motorpun boros BBM. Berikut ini
cara mengatasi kerusakan pada tromol kopling :
1. Periksa permukaan tromol kopling dan bersihkan permukaan dalam menggunakan
ampelas halus. Jika permukaan sudah termakan cukup dalam, harus diganti.
2. Periksa ketebalan kanvas sentrifugal. Berdasarkan anjuran, ketebalan minimum kanvas
adalah 2 mm. Kalau sudah aus segera diganti.

Kerja kanvas sentrifugal adalah menekan flywheel, sehingga perpindahan tenaga dari
penggerak dapat langsung diteruskan keroda. Sama halnya dengan rumah kopling, jika kanvas
sentrifugal aus, perpindahan tenaga terhambat, sehingga tenaga menjadi berkurang.

Kerusakan Pada V-belt


Seperti telah disinggung pada bagian sebelumnya, V-belt pada sepeda motor matic berfungsi
sebagai penerus putaran mesin ke gear reduksi ( roda belakang ). Oleh karena itu, perlu
dilakukan penggantian V-belt jika telah menempuh jarak tersebut. Belt yang bagus harus
dapat mengcengkram pulley primer dan pulley sekunder dengan baik. V-belt yang kurang
baik sering menyebabkan selip pada cvt. Akibatnya banyak tenaga mesin berkurang dan
pemakaian BBM meningkat. Kerusakan pada V-belt menyebabkan tenaga mesin berkurang
dan timbul suara berisik. Suara berisik tersebut disebabkan oleh adanya kotoran dan
kemasukan minyak. Perlu dilakukan pemeriksaan seputar kebersihannya secara rutin,
maksimal 6 bulan sekali atau setiap 3.000 km. Selain adanya selip, kerusakan V-belt juga
dapat disebabkan terlalu kerasnya pemasangan spring yang menyebabkan V-belt
mendapatkan perlawanan yang lebih berat dan menjadi jauh lebih cepat aus bahkan putus.
Berikut ini langkah-langkah pengecekan pada komponen V-belt :
1. Buka cover CVT menggunakan kunci shock rachet atau kunci T.
2. Lepaskan baut selang udara menggunak obeng plus ( + ).
3. Setelah cover cvt dilepas, buka mur crankshaft menggunakan kunci sok 22 dan buka
mur drive shaft dengan kunci sok 19. Tapi sebelumnya pully primer dan pully sekunder
ditahan memakai traker penahan.
4. Periksa kondisi masing-masing piranti dengan memakai sikmat, periksa lebar V-belt,
minimal 18 mm ( standar 19 mm ) kalau kurang harus diganti.
5. Periksa kondisi V-belt apakah ada keretakan atau tidak dengan cara membalikannya atau
menekuknya. Kalau ada keretakan, segera diganti. Jika masih ada kemungkinan terpakai lagi,
gunakan larutan V-belt cleaner untuk menghilangkan suara berdecit. Berikut ini dua ( 2) cara
pengecekan V-belt :
a. Berdasarkan panjang kilometer
Biasanya kekuatan V-belt sepeda motor matic tahan sampai kurang lebih 25.000 km (
tegantung pemakaiannya ). Bila sepeda motor sudah melebihi jarak itu, V-belt sebaiknya
diganti dengan yang baru.
b. Menggunakan V-belt Gauge
V-belt gauge berbentuk huruf F, cara pengecekannya lewat lubang baut di cover cvt.
Caranya, buka baut pemeriksa pada bagian crankcase dan masukan V-belt check gauge.
Sebagai patokan, jika tidak ada kelebihan saat pengukuran, V-belt harus diganti. Selain itu,
jika bagian bawah alat pemeriksa sudah rata dengan V-belt gauge bagian bawah, berarti V-
belt aus dan perlu diganti.

Kerusakan Pada Roller


Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, roller pada sepeda motor matic berfungsi
memberikan tekanan keluar pada variator. Gerakan roller akan memberikan perubahan pada
lingkar sleeding sheave ( variator ). Dengan adanya perubahan tersebut, lingkar diameter akan
meningkat, sehingga motor dapat begerak. Kinerja variator ini sangat ditentukan oleh roller,
baik itu bentuk maupun bahan roller, tetapi yang terpenting adalah berat dari roller.
Roller yang baik berbentuk bundar dan sempurna, sehingga akan mempermudah gerakan
variator dan meningkatkan performa sepeda motor matic. Akibat usia pakai, bentuk roller
akan berubah. Jika roller sudah tidak bundar, sudah waktunya melakukan penggantian. Bahan
yang dipergunakan biasanya terbuat dari bahan teflon karena sifatnya yang licin, keras, dan
tahan panas. Penggantian roller dapat dilakukan secara keseluruhan atau kombinasi masing-
masing 3 roller dari dua berat yang berbeda. Ada asumsi, semakin ringan berat roller, semakin
cepat akselerasi skuter matic. Sebaliknya. Semakin berat roller, akselerasi akan berkurang,
tetapi tekanan terhadap pulley sekunder akan semakin besar dan dapat menambah kecepatan (
speed ).
Berikut ini cara mengecek dan mengganti Roller :
1. Buka baut pengunci rumah pulley dengan kunci 17 mm. Jangan lupa untuk mengganjal
rumah pulley agar tidak ikut berputar dengan baut 12 mm panjang 65 mm yang dilettakan
menghadap crankcase bagian atas.
2. Tarik keluar ring pengganjal bushing rumah roller. Jangan lupa pasang lagi ketika proses
ganti roller sudah selesai. Ingat, posisi memasangnya sesudah kipas puli bagian luar.
3. Periksa kondisi roller. Jika ada yang rusak atau gepeng ( tidak rata ), harus diganti
keenamnya meskipun hanya satu yang rusak. Jika yang diganti yang rusak saja akan
percuma, karena keausan yang lain juga berbeda, sehingga kerja antara yang satu dengan
yang lain tidak rata.
4. Ukuran ketebalan roller. Contoh : ketebalan roller tidak boleh kurang dari 14,5 mm (
standar 15 mm ), jika kurang dari standar, segera diganti. Standar ukuran roller tiap
sepeda motor matic berbeda-beda, tergantung dari pabriknya.
5. Ketika meletakan roller pengganti, perhatikan juga posisinya.
6. Pasang lagi rumah roller keposisi semula.
7. Jangan lupa perhatikan kondisi ring pengganjal kipas puli bagian luar. Pastikan setiap
gigi ring mengunci rapat gigi as rumah roller. Kalau tidak tepat, bisa menyebabkan kedua
gigi termakan atau slek.
8. Kencangkan baut pengunci rumah roller. Jangan lupa untuk menghentikan putaran,
gunakan lagi baut pengganjal rumah roller. Kali ini, baut diposisikan menghadap
crankcase bagian bawah.

Mengatasi Suara Berdesis ( sseth ...... sseth ..... sseth ...... sseth )
Selain oleh V-belt yang selip, suara berdesis atau noise yang keluar dari rumah cvt dapat
disebabkan oleh masalah berikut :
1. Kesalahan dalam memasang cronical spring washer pada bagian transmisi. Oleh sebab
itu, pemasangan kedua cronical spring washer tidak boleh terbalik.
2. Selain itu, suara berdesis juga dapat disebabkan oleh kendornya pemasangan mur
kopling secondary. Oleh sebab itu, kencangkan mur kopling secondary sesuai dengan
standar torsi pengencang. Jika kendor, akan menyentuh rumah kopling dan putaran
mesin akan diteruskan kebagian roda belakang meskipun mesin dalam putaran idle (
langsam ) dan suara noisepun tidak terelakan.

F. Strategi Pembelajaran
1. Pendekatan Berfikir : Sientific
2. Model Pembelajaran : Problem Based Learning
3. Metode Pembelajaran : Ceramah, Observasi, Diskusi, dan Penugasan

G. Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan Deskripsi Alokasi Waktu


Pendahuluan 1. Diawali dengan pemberian salam 15 menit
2. Guru mengajak semua siswa berdoa
bersama.
3. Guru melakukan presensi siswa
4. Guru menjelaskan tentang tujuan
dan materi pembelajaran yang akan
dicapai.

Inti 1. Eksplorasi 60 menit


a. Guru menjelaskan nama-
nama komponen transmisi
otomatis
b. Guru menjelaskan fungsi
masing-masing komponen
transmisi otomatis
c. Guru menjelaskan prinsip
dasar sistem transmisi
otomatis
d. Guru menjelaskan spesifikasi
dan penggunaan minyak
pelumas transmisi

2. Elaborasi
a. Guru mengajak siswa
mengemukakan pendapat
mengenai prinsip dasar dan
fungsi masing-masing
komponen transmisi otomatis
b. Guru memfasilitasi siswa untuk
bertanyajawab tentang transmisi
otomatis.
c. Guru memfasilitasi siswa untuk
menyebutkan komponen-
komponen transmisi otomatis.

3. Konfirmasi
a. Guru memberikan apresiasi
kepada siswa atas
keberhasilannya.
b. Guru memberikan kesempatan
siswa untuk bertanya pada
materi yang belum dipahami.
c. Guru membantu menyelesaikan
persoalan/hal yang belum
dipahami oleh siswa.
Penutup 1. Merangkum/membuat 15 menit
kesimpulan dari materi yang
telah disampaikan.
2. Guru memberikan tugas
tes/praktek kepada siswa
seputar materi yang
disampaikan.
3. Siswa mengerjakan tugas/tes
yang diberikan oleh guru.

H. Alat dan Sumber Belajar


Alat dan Bahan: laptop
power point
Lcd
Sumber belajar:
1. Jalius Jama, dkk., Teknik Sepeda Motor Jilid 3 BSE, Dir.Pembinaan Sekolah
Menengah Kejuruan, DirJend Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah,
DepdikNas, Jakarta, 2008.
2. Tanpa nama, Buku Petunjuk Service Yamaha, PT. YMKI, Jakarta, Tanpa tahun.

I. Penilaian Proses dan Hasil Belajar


a. Teknik Penilaian
Penilaian Sikap : Observasi
Penilaian Pengetahuan : Tes Tertulis (Penugasan)

b. Instrumen / Bentuk
Instrumen Penilaian Sikap
a. Observasi
LEMBAR OBSERVASI 1

Mata Pelajaran : Transmisi Otomatis


Kelas/Semester : XII/5 (Gasal)
KI-2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin,
tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran,
damai), santun, responsif dan pro-aktifdan menunjukan sikap
sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam
serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.
KD : Memahami sistem transmisi otomatis sesuai SOP
Aspek Yang Diamati : Aspek Sosial (santun dan toleran)
Materi Pokok : Memahami sistem transmisi otomatis sesuai SOP
Pendekatan : Saintifik
Metode/Model : Problem Based Learning /
Pembelajaran yang Diskusi dan Penugasan
Digunakan
Tanggal Pengamatan :

Petunjuk :

1. Lembar pengamatan ini diisi oleh guru untuk menilai aspek sosial dengan memberi tanda
ceklist () pada kolom skor.
2. Kriteria pemberian skor :
SL = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
SR = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang
tidak melakukan
KD = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan sesuai pernyataan
dan sering tidak melakukan
TP = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan
Nama Peserta Didik : _________________________

Kelas : _________________________

Skor
No Indikator Aspek Santun
TP KD SR SL
1. Memperhatikan teman berpendapat saat melaksanakan
diskusi
2. Menggunakan bahasa santun saat menyampaikan
pendapat atau bertanya
3. Mengucapkan terimakasih setelah menerima bantuan
orang lain
Jumlah Skor
Skor yang Diperoleh/Predikat

Skor
No Indikator Aspek Toleran
TP KD SR SL
1. Tidak mengganggu teman yang berpendapat atau
bertanya
2. Mampu bekerjasama dengan siapa saja
3. Menerima kesepakatan meskipun berbeda pendapat
4. Terbuka dengan perubahan
Jumlah Skor
Skor yang Diperoleh/Predikat

LEMBAR OBSERVASI 2

Indikator :
Menunjukkan sikap mesyukuri nikmat Tuhan YME atas karunianya sehingga dapat
mempelajari perbankan dengan cara berdoa sebelum dan sesudah pelajaran.
Menunjukkan sikap jujur, disiplin, tanggung jawab dan mampu bekerja sama dengan orang
lain.
PENGAMATAN GURU MENGENAI SIKAP SISWA
MATA PELAJARAN AKUNTANSI

Nama Peserta Didik : ..


Kelas : ..
Tanggal Pengamatan : ..
Materi Pokok : ..

Skor
No Aspek Pengamatan
1 2 3 4
1. Kerja sama
2. Disiplin
3. Jujur
4. Tanggung Jawab
Jumlah Skor

Penilaian pengamatan dg cara memberi tanda cek (v) pada kolom skor
o Sangat Baik =4 jika menunjukkan adanya usaha sungguh-sungguh secara ajek
o Baik =3 jika menunjukkan adanya usaha yg sering mulai ajek/konsisten
o Cukup =2 jika menunjukkan usaha masih sedikit kesungguhan & belum ajek
o Kurang =1 jika tidak menunjukkan adanya usaha kesungguhan yang ajek
KISI-KISI SOAL OBJEKTIF

Mata pelajaran : Melakukan Perbaikan sistem transmisi otomatis

Kompetensi Ranah
No Materi pokok Indikator Md Sd Sk JBS %
Dasar Kognitif
1 Mendiagnosi Gangguan- Siswa dapat C4 1 1 20 20
s gangguan gangguan pada menguraikan %
pada sistem transmisi gangguan-
transmisi otomatis. gangguan pada
otomatis transmisi
otomatis
Prosedur Siswa dapat C3 1 10 10
pengujian mendemonstrasi %
transmisi kan prosedur
otomatis pengujian
transmisi
otomatis dan
komponen-
komponennya.

Langkah kerja Siswa dapat C4 1 10 10


pengujian menjabarkan %
transmisi pelaksanakan
otomatis dan metode
komponen- pengujian tanpa
komponennya. menyebabkan
kerusakan
terhadap
komponen-
komponen dan
sistem lainnya

2 Memperbaiki Pemeriksa dan Siswa dapat C4 1 1 20 20


transmisi perbaikan menjabarkan %
otomatis transmisi pemeriksa dan
sepeda motor otomatis dan perbaikan
komponen- transmisi
komponennya otomatis dan
komponen-
komponennya
Pemeriksa Siswa dapat C4 1 1 20 20
komponen- menguraikan %
komponen pembongkaran,
transmisi pemeriksa dan
otomatis perakitan
komponen-
komponen.

Prosedur Siswa dapat C3 1 1 20 20


pelaksanaan mendemonstrasi %
perakitan dan kan pelaksanaan
perbaikan perbaikan
transmisi transmisi
otomatis. otomatis dan
komponen-
komponennya
berdasarkan
SOP, UU K3.

SOAL OBJEKTIF

1. Pada sepeda motor metik terdengar suara mendesis pada komponen CVT, hal ini disebabkan
oleh
a. Adanya kotoran pada puli sekunder
b. Puli primer bekerjanya kurang baik
c. Terjadinya selip pada V-belt
d. Pemberat atau roller sudah aus
e. Sepatu kopling kurang maksimal
2. Ketika melewati jalan tanjakan sepeda motor metik terasa kurang bertenaga, kasus seperti ini
dikarenakan
a. Adanya oli pada permukaan sepatu kopling
b. Puli sekunder selip
c. Collar pada puli primer nacet
d. Pegas pengembali terlalu kuat
e. Rumah kopling sudah aus
3. Pada CVT saat putaran stasioner roda belakang belum ikut berputar karena
a. V-belt tidak ikut berputar
b. Sepatu kopling belum mengembang
c. Roller pada puli primer rusak
d. Slider sudah aus
e. Drive axle belum berputar
4. Perhatikan gambar berikut:

Puli primer Puli sekunder

Berdasarkan gambar di atas, menunjukkan cara kerja CVT pada saat putaran
a. Saat putaran langsam
b. Saat putaran stasioner
c. Saat mulai berjalan
d. Saat putaran menengah
e. Saat putaran tinggi
5. V-belt merupakan salah satu komponen pada transmisi otomatis, pemeriksaan yang dilakukan
pada v-bel adalah
a. Diameter dalam pada v-belt
b. Diameter luar pada v-belt
c. Lebar dari v-belt
d. Panjang dari v-belt
e. Tinggi permukaan pad v-belt
6. Perhatikan gambar berikut:

Pada gambar di atas adakah pemeriksaan komponen transmisi otomatis, yaitu


a. Komponen drive axle
b. Komponen puli primer
c. Komponen puli sekunder
d. Komponen v-belt
e. Komponen roda belakang
7. Ketika akan melakukan pembongkaran komponen CVT pada bagian sepatu kopling, maka
SST yang harus digunakan adalah
a. kunci inggris dan tracker
b. lock nut wrench
c. clutch spring compressor
d. flywheel holder
e. universal holder
8. Alat ukur yang tepat digunakan untuk melakukan pemeriksaan pada saat mengukur diameter
dalam rumah kopling adalah
a. Jangka sorong
b. Micrometer
c. Dial indicator
d. Feeler gauge
e. Cylinder bore gauge
9. Penggantian pemberat/roller pada transmisi otomatis dilakukan ketika
a. Jarak tempu sudah 2000 km
b. Bersama-sama ketika penggantian oli mesin
c. Terjadinya kerusakan pada puli sekunder
d. Ketika roller sudah aus
e. Pada saat roller sudah tidak menyentuh cam
10. Perhatikan gambar di bawah ini:

Urutan pada saat perakitan kembali komponen CVTberdasarkan gambar di atas yang
tepat adalah :
a. Torque cam, clutch carier, clutch housing, fixed sheave, sliding sheave
b. Torque cam, fixed sheave, sliding sheave, clutch carier, clutch housing
c. Clutch carier, torque cam, fixed sheave, sliding sheave, clutch housing
d. Fixed sheave, clutch carier, torque cam, sliding sheave, clutch housing
e. Torque cam, clutch housing, fixed sheave, sliding sheave, clutch carier

KUNCI JAWABAN SOAL OBJEKTIF

1. C
2. E
3. B
4. E
5. C
6. A
7. C
8. A
9. D
10. B

Pekalongan, Agustus 2017


Kepala SMK NU Kesesi Guru Mata Pelajaran
Kabupaten Pekalongan

H. YASKUR, S.Pd, M.Pd TEGUH IMAN NURSATIO, ST