Anda di halaman 1dari 8

HAKIKAT PENELITIAN PENDIDIKAN

1. Pengertian Penelitian Pendidikan


Pada hakikatnya penelitian merupakan suatu usaha untuk menemukan,
mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan dengan menggunakan metode-
metode ilmiah. Menurut Suparmoko (1991), penelitian adalah usaha yang secara sadar
diarahkan untuk mengetahui atau mempelajari fakta-fakta baru dan juga sebagai penyaluran
hasrat ingin tahu manusia. Penelitian adalah investigasi yang sistematis, terkontrol, empiris
dan kritis dari suatu proposisi hipotesis mengenai hubungan tertentu antarfenomena
(Kerlinger, 1986: 17-18). Penelitian merupakan refleksi dari keinginan untuk mengetahui
sesuatu berupa fakta-fakta atau fenomena alam.
Perhatian atau pengamatan awal terhadap fakta atau fenomena merupakan awal dari
kegiatan penelitian yang menimbulkan suatu pertanyaan atau masalah (Indriantoro dan
Supomo,1999: 16). Sedangkan menurut Fellin, Tripodi dan Meyer (1969) penelitian adalah
suatu cara sistematik untuk maksud meningkatkan, memodifikasi dan mengembangkan
pengetahuan yang dapat disampaikan (dikomunikasikan) dan diuji (diverifikasi) oleh peneliti
lain.Dari definisi para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa pengertian penelitian yaitu suatu
proses penyelidikan yang dilakukan secara sadar, bersifat sistematik, terkontrol, empiris dan
kritis, dalam mengungkap suatu fenomena atau hubungan fenomena tertentu dengan maksud
meningkatkan, memodifikasi dan mengembangkan pengetahuan yang dapat diverifikasi.
Untuk lebih jelasnya pemahaman tentang penelitian itu sendiri dengan memperhatikan
beberapa ciri suatu kerja penelitian antara lain sebagai berikut.
a. Penelitian dirancang dan diarahkan guna memecahkan suatu masalah tertentu sebagai
jawaban terhadap suatu masalah yang menjadi fokus penelitian.
b. Penelitian memiliki nilai deskripsi dan prediksi serta hasil temuannya terhadap sampel yang
berfokus pada suatu kelompok atau situasi objek tertentu yang spesifik pang penekanannya
pada pengembangan generalisasi, prinsip- prinsip, serta teori- teori.
c. Penelitian memerlukan instrumen dan prosedur pengumpulan data yang valid sehingga
membuahkan hasil analisis/ penemuan yang akurat dan terpercaya.
d. Penelitian berkepentingan bukan sekedar mensintesa atau mereorganisasi hal-hal yang telah
diketahui sebelumnya tetapi lebih diarahkan untuk penemuan baru.
e. Penelitian dirancang dengan prosedur- prosedurnya secara teliti dan rasional.
f. Penelitian menuntut keahlian untuk mengetahui secara mamadai permasalahan yang
diselidikinya.

1
g. Penelitian yang menggunakan hipotesis, tekanannya pada pengajuan hipotesis, bukan pada
pembuktian hipotesis.
h. Penelitian menuntut kesabaran dan tak dilakukan secara tergesa-gesa.
i. Penelitian memerlukan pencatatan dan pelaporannya dilakukan secara teliti dan cermat, baik
terhadap prosedurnya maupun hasil-hasil dan kesimpulannya disajikan atas dasar bukti- bukti
yang ada secara obyektif, hati- hati, dan cermat sehingga dapat dijadikan bahan yang
berharga.
Dalam dunia pendidikan, dengan penelitian bisamembawa pengertian yang semakin
baik terhadap perilaku orang perseorangan, termasuk subyek didik atau pendidik, proses
belajar mengajar serta situasi atau kondisi yang bisa membuat lebih berhasilnya proses
pendidikan. Pada ilmu - ilmu tingkah laku, penelitian mengarah pada pengembangan dan
pengujian teori- teori tingkah laku. Pemahaman terhadap tingkah laku peserta didik atau pun
pendidik semakin di perlakukan dari hasil- hasil penelitian dalam bidang pendidikan, baik
dari segi ilmu maupun prakteknya.
Pada umumnya penelitian- penelitian pendidikan tergolong penelitian jenis terapan
guna mengembangkan generalisasi- generalisasi yang berkenaan dengan proses belajar
mengajar dan bahan- bahan mengajar. Karena itu, penelitian pendidikan memberikan
perhatiannya pada pengembangan dan pengujian teori- teori tentang bagaimana peserta didik
berperilaku dalam setting pendidikan.
Berdasarkan pengertian-pengertian diatas, dapat disimpulkan pengertian penelitian
pendidikan adalah cara yang digunakan untuk mendapatkan informasi yang berguna dan
dapat dipertanggungjawabkan dalam upaya memahami proses kependidikan dalam
lingkungan pendidikan melalui pendekatan ilmiah, baik di lingkungan pendidikan formal,
pendidikan informal, maupun pendidikan nonformal. Menemukan prinsip- prinsip umum atau
penafsiran tingkah laku yang dapat dipakai untuk menerangkan, meramalkan, dan
mengendalikan kejadian- kejadian dalam lingkungan pendidikan merupakan tujuan dari suatu
kerja penelitian pendidikan.
2. Sumber-sumber ilmu pengetahuan
Beberapa sumber ilmu pengetahuan yang tersedia sebagai hasil penelitian ilmiah
terhadap masalah-masalah pendidikan.
Sumber sumber pengetahuan tersebut dapat dikelompokkan menjadi 5 (lima ), yaitu:
(1) Pengalaman,
(2) Otoritas,
(3) Cara berpikir deduktif,

2
(4) Cara berpikir induktif dan
(5) Pendekatan ilmiah.
Untuk lebih jelasnya berikut ini, secara singkat dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Melalui pegalaman.
Sebagaimana biasa kita dengar orang mengatakan guru yang paling baik adalah
pengalaman. Orang dapat belajar dari pengalamannya karena mereka melakukan,
mengalami dan menghadapi masalah hidup.
Sejumlah pengalaman tersebut dapat dikembangkan manusia dalam berbagai
aktivitas atau usaha untuk dimanfaatkan dalam kehidupannya. Misalnya, seorang petani
bekerja langsung sebagai petani dan menjadi petani tanpa sekolah. Seorang anak pandai
berdagang karena sejak kecil, disamping sekolah sudah diajak untuk melayani bapaknya
berjualan di pasar atau di rumahnya.
Setelah belajar, mereka mempunyai keahlian khusus dalam berjual beli dan bahkan
mengembangkannya menjadi pedagang yang besar. Cara orang belajar dari pengalaman
sendiri sering tersebut trial and error atau coba dan salah dan mencobanya lagi. Semakin
orang tersebut gigih dan tidak putus asa ketika terjadi salah atau jatuh, semakin besar
kemungkinan orang tersebut untuk lebih berhasil dalam hidupnya.
Cara lain seorang belajar melalui pengalaman untuk menguasai suatu ilmu
pengetahuan adalah menggunakan modal tradisi atau cara tradisi yang berlaku di dalam
masyarakat. Sebagai contoh, misalnya anggota atau kelompok masyarakat menurut
pandangan orang tua pada suku tertentu, suatu tradisi turun temurun tidak boleh dilanggar.
Artinya, perbuatan melanggar tradisi perlu dicegah karena sudah menjadi tradisi lama bagi
kehidupan suatu kelompok masyarakat tertentu yang diyakini bahkan dianggap tabu.
Melarang anak-anaknya melakukan pekerjaan yang disebutnya sebagai bentuk pengajaran
kepada generasi yang lebih muda.
3. Tujuan Penelitian Pendidikan
Pada dasarnya tujuan penelitian pendidikan ialah menemukan prinsip- prinsip umum
atau penafsiran tingkah laku yang dapat dipakai untuk menenrangkan, meramalkan, dan
mengendalikan kejadian kejadian dalam lingkungan pendidikan, baik pendidikan formal,
nonformal, maupun informal.
Secara umum bebrapa tujuan penelitian yang hendak dicapai, termasuk penelitian
pendidikan antara lain: (1) memperoleh informasi baru, (2) mengembangkan dan
menjelaskan, dan (3) menerangkan, memprediksi, dan mengontrol suatu ubahan.
Tujuan- tujuan penelitian tersebut diuraikan sebagai berikut.

3
1. Memperoleh informasi baru
Untuk menemukan sesuatu yang baru bidang pendidikan dilakukan melalui penelitian
pendidikan. Artinya, dalam perkembangan pengetahuan, termasuk juga ilmu atau
pengetahuan di bidang pendidikan, penemuan sesuatu yang baru mengenai berbagai
persoalan pendidikan dapat dilakukan dengan metode atau cara penelitian yang hasilnya
berupa temuan-temuan baru. Karena itu, kegiatan penelitian harus dilakukan dengan cara-
cara yang benar, dalam arti dilakukan secara sistematis dengan menggunakan metode-
metode ilmiah.
2. Mengembangkan dan menjelaskan
Mengembangkan hasil kajian dari suatu kegiatan penelitian pendidikan berarti
mengembangkan perubahan-perubahan dan kemajuan-kemajuan yang dicapai oleh individu,
kelompok ataupun organisasi dalam kurun waktu tertentu.
3. Menerangkan, memprediksi, dan mengontrol suatu ubahan
Ubahan yang didalam istilah penelitian disebut variabel. Variabel adalah gejala yang
sedang diteliti. Variabel atau ubahan adalah simbol yang digunakan untuk mentransfer gejala
ke dalam data penelitian. Biasanya variabel muncul pada tingkat intensitas yang berbeda
sehingga variabel itu adalah variabel lebel. Ada beberapa varibel yang biasa digunakan dalam
suatu penelitian, yaitu: variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas (independent
variable) adalah variabel yang memberi pengaruh atau diuji pengaruhnya terhadap variabel
lain, disebut juga variabel perlakuan, variabel eksperimen atau variabel intervensi. Variabel
terikat (dependent variabel) adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas, disebut
juga variabel hasil, variabel pos tes, atau variabel kriteria.
4. Fungsi Penelitian Pendidikan
Pemahaman tentang bagaimana penelitian berperan dalam mengembangkan
pengetahuan dan memperbaiki praktik pendidikan dikaitkan dengan perbedaan macam-
macam penelitian berkenaan dengan fungsinya. Secara umum penelitian mempunyai dua
fungsi utama, yaitu mengembangkan ilmu pengetahuan dan memperbaiki praktek.
Penelitian dasar, misalnya mempunyai andil yang sangat besar dalam mengembangkan
batang ilmu pengetahuan (a scientific body of knowledge). Temuan-temuan penelitian dasar
dapat memperkaya teori. Selain pengembangan ilmu pengetahuan peranan penelitian lain
yang berfungsi memperbaiki praktek (pendidikan) adalah penelitian terapan dan evaluatif
yang ditujukan untuk meneliti praktik pendidikan, meneliti penerapan teori atau
mengevaluasi pelaksanaan program dan kegiatan. Karena itu, hasil-hasil penelitian terapan
dan evaluasi tersebut dapat digunakan untuk memperbaiki praktik pendidikan.

4
5. Proses Penelitian Pendidikan
Penelitian merupakan suatu siklus. Setiap tahapan akan diikuti oleh tahapan lain secara
terus menerus.
Tahapan-tahapan penelitian itu adalah
1. Identifikasi masalah
2. Perumusan masalah
3. Penelusuran pustaka
4. Rancangan penelitian
5. Pengumpulan data
6. Pengolahan data
7. Penyimpulan hasil
Tahapan ini hendaknya tidak dilihat sebagai lingkaran tertutup, tetapi sebagai suatu
spiral yang semakin lama makin tinggi. Penyimpulan hasil suatu penelitian akan merupakan
masukan bagi proses penelitian lanjutan, dan seterusnya.
Secara garis besar fase-fase yang ditempuh dalam proses melaksanakan penelitian
adalah:
1. Fase perencanaan, kegiatan yang dilakukan dalam fase perencanaan meliputi:
a. Merumuskan masalah
Pada tahap ini setelah peneliti merasakan atau menemukan masalah yang akan diteliti,
selanjutnya membuat rumusan masalah secara operasional dan membuat pembatasannya,
terutama untuk menentukan ruang lingkup masalah yang diteliti agar batas-batas yang
menjadi lingkup penelitian tidak bersifat kabur dan menyulitkan usaha pemecahannya.
b. Mengadakan studi pendahuluan atau prelyminary study untuk mengumpulkan data atau
informasi
Sehubungan dengan masalah yang diteliti sehingga dapat diketahui keadaan atau
kedudukan masalah tersebut baik secara teoritis maupun praktis. Pengetahuan yang diperoleh
dari studi pendahuluan sangat berguna untuk menyusun kerangka teoritis tentang pemecahan
masalah dalam bentuk hipotesis yang diuji kebenarannya melalui pelaksanaan penelitian.
Studi pendahuluan dapat dilakukan melalui studi dokumenter, yakni mempelajari berbagai
dokumen baik resmi maupun tidak resmi. Studi kepustakaan, yakni mempelajari berbagai
buku dan studi lapangan sehingga masalahnya bener-bener dipahami. Tanpa memahami dan
mendalami seluk-beluk masalah yang diteliti, sukar dibayangkan penelitian akan memperoleh
hasil yang berarti (signifikan).

5
c. Merumuskan Hipotesis.
Hipotesis merupakan kesimpulan atau jawaban terhadap masalah yang diteliti yang
bersifat sementara dalam arti belum final, dan masih memerlukan pembuktian. Hipotesis
sangat penting dalam kegiatan penelitian, sebab melalui hipotesis tersebut peneliti berusaha
mengumpulkan data untuk dijadikan dasar dalam menarik kesimpulan akhir atau generalisasi
hasil penelitian.
d. Menentukan sample penelitian.
Pada tahap ini ditentukan obyek yang akan diteliti. Keseluruhan obyek yang diteliti
disebut populasi atau univers, sedangkan bila dalam penelitian hanya menggunakan sebagian
saja dari seluruh obyek yang diteliti, maka dalam hal ini digunakan sample.
e. Menyusun rancangan penelitian (Research Design) yang akamen dijadikan pedoman
selama melaksanakan penelitian.
Sebagai suatu pola perencanaan harus dapat mengungkapkan hal-hal yang
berhubungan dengan kegiatan pelaksanaan penelitian dan memuat hal-hal sebagai berikut :
1. Masalah yang diteliti dan alasan dilakukannya penelitian.
2. Bentuk atau jenis data yang diperlukan.
3. Tujuan dilakukannya penelitian.
4. Dimana dilakukannya penelitian.
5. Jangkau waktu pelaksanaan penelitian.
6. Organisasi kegiatan dan pembiayaan.
7. Hipotesa yang diajukan.
8. Teknik pengumpulan dan pengolahan data.
9. Pola atau sistematik laporan yang direncanakan.
f. Menentukan dan merumuskan alat penelitian atau teknik pengumpulan data.
Pada tahap ini ditentukan jenis alat atau teknik pengumpulan data yang digunakan
kemudian dirumuskan sehingga dapat digunakan dalam pelkasanaan penelitian sebagai alat
untuk mengumpulkan data yang diperlukan.
2. Fase pelaksanaan penelitian.
Apabila segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan penelitian sudah
dipersiapkan, selanjutnya barulah meningkat pada fase pelaksanaan.
Kegiatan dalam pelaksanaan penelitian meliputi:

6
a. Pengumpulan data.
Kegiatan pengumpulan data harus didasarkan pada pedoman yang sudah dipersiapkan
dalam rancanagan penelitian. Kegiatan ini erat sekali dengan metode penelitian yang
digunakan, seperti metode sejarah, eksperimenta dan deskriptif. Data yang dikumpulkan
menjadi dasar dalam menguji hipotesis.
b. Pengolahan atau analisis data.
Dari data yang terkumpul selanjutnya di analisis, dan hipotesis yang diajukan diuji
kebenarannya melalui analisis tersebut. Teknik pengujian hipotesis disesuaikan disesuaikan
dengan jenis data dan metode penelitian yang digunakan. Apabila jenis data yang
dikumpulkan itu data kualitatif maka dilakukan dengan penarikan kesimpulan deduktif-
induktif. Namun bila data yang dikumpulkan kuantitatif atau angka-angka dapat digunakan
melalui analisis statistika sebelum menarik kesimpulan secara kualitatif (deduktif-induktif).
Disamping menggunakan teknik analisis data seperti diatas apabila tersedia dapat digunakan
alat elektronik modern atau komputer.
3. Fase laporan penelitian.
Untuk kepentingan publikasi pada umum atau orang yang berkepentingan. Sistematik
laporan penelitian dapat berupa paper laporan, skripsi, thesis atau disertasi. Hal itu
disesuaikan dengan tujuan dilakukannya penelitian sebagaimana terumuskan dalam
rancangan penelitian. Demikianlah proses dalam melaksanakan penelitian ilmiah.
6. Keterbatasan penelitian pendidikan
Keterbatasan penelitian tidak memaparkan keterbatasan waktu dan logistik yang yang
dihadapi peneliti saat melakukan penelitian. Kesulitan-kesulitan yang mungkin dihadapi
peneliti saat melakukan penelitian sudah harus diperhitungkan sebelum merencanakan
penelitian. Keterbatasan penelitian memaparkan hal-hal atau variabel yang sebenarnya
tercakup di dalam keluasan lingkup penelitian tapi karena kesulitan-kesulitan metodologis
atau prosedural tertentu sehingga tidak dapat dicakup di dalam penelitian dan di luar
kendalikan peneliti.
Adapun yang melatarbelakangi adanya beberapa keterbatasan penelitian pendidikan
yaitu :
1. Dapat terjadi salah penginterpretasian.
2. Sering kali pembuat keputusan hanya mau tahu hasil akhirnya saja.
3. Hasilnya sulit untuk dipublikasikan secara luas kepada publik.
4. Tidak mudah menemukan dan merumuskan masalah yang hendak diteliti.

7
5. Kurang mendalamnnya pengetahuan dan keterampilan dalam teknik-teknik dasar penelitian
pendidikan.
6. Kurangnya ketidakmampuan dalam menyakinkan bahwa model, metode, strategi yang
digunakan benar-benar berjalan secara efektif dan mampu membawa perubahan positif.