Anda di halaman 1dari 13

Air Pollutant Concentration Models

FIXED BOX MODELS


Fixed Box Models adalah model yang paling
sederhana dari jenis model yang ada. Model Ini
mengasumsikan volume udara atmosfer dalam
bentuk kotak .
Model Ini juga mengasumsikan bahwa polusi
udara di dalam kotak didistribusikan secara
homogen .
Model ini sangat terbatas dalam kemampuannya
untuk secara akurat memprediksi dispersi
polutan udara karena asumsi distribusi polutan
homogen jauh terlalu sederhana .
2
1) Fixed-Box Models
The city of interest is assumed to be rectangular.
The goal is to compute the air pollutant concentration in this
city using the general material balance equation.

Fig. 6.1
De Nevers

3
Untuk menggunakan jenis pemodelan ini,
terdapat beberapa ketentuan yang harus
diperhatikan, yaitu :
1. Sebuah kota diasumsikan dalam bentuk
persegi panjang dengan lebar (W) dan
panjang (L), dan salah satu sisinya sejajar
dengan arah angin
2. Adanya turbulensi di atmosfer menghasilkan
pencampuran polutan secara total dan
menyeluruh sampai pada ketinggian tertentu
(H) dan tidak terjadi pencampuran diatas
ketinggian tersebut.

4
3. Turbulensi ini cukup kuat sehingga konsentrasi
polutan menjadi seragam di seluruh penjuru
kota.
4. Angin bergerak searah sumbu x dengan
kecepatan (u) yang konstan pada setiap waktu,
tempat dan ketinggian. Untuk pemodelan ini,
kecepatan dirata-rata antara kecepatan di atas
tanah sampai pada ketinggian (H).
5. Konsentrasi polutan di udara yang memasuki
kota (x=0) adalah konstan dan dinyatakan dalam
b (background concentration). Satuan
konsentrasi yang digunakan adalah g/m atau
g/m.

5
6. Laju emisi polutan udara di kota dinyatakan
dalam Q (g/s) dan nilai ini juga dinyatakan
sebagai laju emisi per luas area, q (g/s.m)
yang rumusnya sbb :
Q =qA
Dimana :
A = luas kota yang dihitung dari perkalian
W dengan L Laju emisi dinyatakan konstan
7. Tidak ada polutan yang masuk atau keluar
melalui kotak bagian atas, atau melalui sisi
yang sejajar dengan arah angin.

6
7
8
Now, back to the general material balance eqn
Accumulation rate = (all flow rates in)
(all flow rates out)
+ (creation rate)
(destruction rate)

Destruction rate = zero (from assumptions)


Accumulation rate = zero (since flows are independent of time and
therefore steady state case since nothing is changing with time)
Q can be considered as a creation rate or as a flow into the
box through its lower face. Lets say a flow through lower
face.

9
General Form of Models
The models in this chapter are material balance models. The
material under consideration is the pollutant of interest.
The General material balance equation is:

Accumulation rate = (all flow rates in)


(all flow rates out)
+ (creation rate)
(destruction rate)

Notes: 1) we need to specify some set of boundaries.


2) The model will be applied to one air pollutant at a time. In
other words, we cannot apply the model to air pollution
in general.

10
the general material balance eqn becomes:
0 = (all flow rates in) (all flow rates out)
0=uWHb+qWLuWHc

qL
c b
uH
Where c is the concentration in the entire city

The equation indicates that the upwind concentration is added


to the concentrations produced by the city.
To find the worst case, you will need to know the wind speed,
wind direction, mixing height, and upwind (background)
concentration that corresponds to this worst case.
11
Example

A city has the following description: W = 5


km, L = 15 km, u = 3 m/s, H = 1000 m. The
upwind, or background, concentration of CO is
b = 5 g/m3. The emission rate per unit area is
q = 4 x 10-6 g/s.m2. what is the concentration c
of CO over the city?

12
Example
A city has the following description: W = 5 km, L = 15 km, u
= 3 m/s, H = 1000 m. The upwind, or background,
concentration of CO is b = 5 g/m3. The emission rate per
unit are is q = 4 x 10-6 g/s.m2. what is the concentration c
of CO over the city?
qL
c b
uH
g
4 10
6
2
15000 m
5 g s.m
c 3
m 3 m/s1000 m
= 25 g/m3
13