Anda di halaman 1dari 4

BAB II

KONSEP DASAR TEORI

A. Pengertian keluarga
Keluarga adalah kumpulan anggota rumah tangga yang saling
berhubungan melalui pertalian darah, adopsi, perkawinan (WHO, 1969).
Keluarga adalah sekumpulan orang yang dihubungkan oleh ikatan
perkawinan, adopsi, kelahiran yang bertujuan menciptakan dan
mempertahankan budaya yang umum, meningkatkan perkembangan fisik,
mental, emosional dan sosial dari tiap anggotanya (Duvall, 1976).
Keluarga adalah dua atau lebih individu yang hidup dalam satu
rumah tangga karena adanya hubungan darah, perkawinan atau adopsi.
Mereka saling berinteraksi satu dengan yang lain mempunyai peran
masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu budaya
(Bailon dan Maglaya, 1978).

B. Ciri-ciri Keluarga
Ada beberapa citi-ciri keluarga menurut Nasrul Effendi (2007)
sebagai berikut :
1. Diikat dalam satu perkawinan
2. Ada ikatan batin
3. Ada tanggung jawab masing anggota
4. Ada pemngambilan keputusan
5. Kerjasama di antara anggota keluarga
6. Kominitas interaksi antar anggota keluarga
C. Tipe/bentuk Keluarga
1. Keluarga inti (Nuclear Family)
Keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak.
2. Keluarga besar (Ekstended Family)
Keluarga inti di tambah dengan sanak saudara misal : nenek,
kakek, keponakan, saudara sepupu, paman, bibi, dsb.
3. Single parent family
Adalah satu keluarga yang dikepalai oleh satu kepala keluarga
dan hidup bersama dengan anak-anak yang masih bergantung
kepadanya.
4. Nuclear dyead
Adalah keluarga yang terdiri dari sepasang suami istri tanpa
anak, tinggal dalam satu rumah yang sama
5. Blended family
Adalah suatu keluarga yang terbentuk dari perkawinan
pasangan, yang masing masing pernah menikah dan
membawa anak hasil perkawinan terdahulu.
6. Three generation family
Adalah keluarga yang terdiri dari 3 generasi yaitu : kakek nenek
bapak ibu dan anak anak dalam satu rumah.
7. Single adult living alone
Adalah bentuk keluarga yang hanya terdiri dari satu orang
dewasa yang hidup dalam rumahnnya.
8. Middle age atau elderly couple
Adalah keluarga yang terdiri dari sepasang suami istri paruh
baya ( zaidin Ali,2009 : 6-7 ).
D. Tahap tahap keluarga
1. Tahap 1 : keluarga pemula ( juga menunjuk pasangan menikah atau
tahap pernikahan ).
2. Tahap II : keluarga sedang mengasuh anak ( anak tertua adalah bayi
sampai umur 30 bulan ).
3. Tahap III : keluarga dengan anak usia pra sekolah ( anak tertua
berumur 2 hingga 6 tahun ).
4. Tahap IV : keluarga dengan anak usia sekolah ( anak tertua berumur 6
13 tahun ).
5. Tahap V : keluarga dengan usia remaja ( anak tertua berumur 13
sampai 20 tahun ).
6. Tahap VI : keluarga yang melepas anak usia dewasa muda ( mencakup
anak pertama sampai anak terakhir yang meninggalkan rumah ).
7. Tahap VII : orangtua usia pertengahan ( tanpa jabatan , pensiun )
8. Tahap VIII : keluarga dalam masa pensiun dan lansia ( juga termasuk
anggota keluarga yang berusia lanjut atau pensiun hingga pasangan
meninggal dunia ) ( di adaptasi dari Duvval 1997, Duval dan miller
1985 ).

E. Konsep keluarga sejahtera


Paradigma baru program keluarga berencana nasional telah mengubah
visinnya dari mewujudkan NKKBS menjadi visi untuk mewujudkan
keluarga berkualitas pada tahun 2015 . hal ini berarti di harapkan pada
tahun 2015 seluruh keluarga di indonsia menjadi berkulaitas dan bukan
hanya mencapai norma keluarga kecil yang sejahtera.
1. Keluarga pra sejahtera
Keluarga pra sejahtera adalah keluarga yang belum dapat memenuhi
kebutuhan dasarnnya secara minimal.
2. Keluarga sejahtera 1
Keluarga sejahtera 1 adalah keluarga yang dapat memenuhi kebutuhan
dasarnnya secara minimal, tetapi belum dapat memenuhi kebutuhan
sosial dan psikologisnnya.
3. Keluarga sejahtera II
Keluarga yang telah dapat memenuhi kebutuhan dasar, sosial dan
psikologis, tetapi belum mampu memenuhi kebutuhan pengembangan,
seperti menabung dan memperoleh informasi yang layak.
4. Keluarga sejahteaIII
Keluarga yang telah dapat memenuhi seluruh kebutuhan dasar, sosial
dan psikologis dan pengembangan keluarga, tetapi belum dapat
meberikan sumbangan teratur bagi masyrakat baik materi maupun
peran aktif dalam kegiatan masyarakat.
5. Keluarga sejahtera III plus adalah keluarga yang telah dapat memenuhi
seluruh kebutuhan dasar, sosial, psikologis dan pengembangan serta
memiliki kepedulian sosial tinggi ( Sulistyo Andarmoyo, 2012 ).