Anda di halaman 1dari 13

I.

PENDAHULUAN
A. LatarBelakang
1. Profil Organisasi

Wilayah kerja Puskesmas Parakannyasag terdiri dari 2 kelurahan yaitu Kelurahan


Parakannyasag dan Kelurahan Panyingkiran, dengan luas wilayah 261.498 Ha.
- Batas wilayah kerja Puskesmas Parakannyasag :
Sebelah utara : Kelurahan Nagarasari
Sebelah barat : Kelurahan Sukarindik/ Indihiang
Sebelah timur : Cipedes
Sebelah selatan : Sukamulya / Cipedes

- Kondisi Geografis wilayah kerja Puskesmas Parakannyasag :


Ketinggian tanah dari permukaan laut : 400 m
Banyaknya curah hujan : 3500 mm/thn
Tofografi (daratan rendah tinggi-pantai) : rendah
Suhu udara rata-rata : 27- 30 derajat celsius
Kondisi fisik Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Parakannyasag dilihat dari
penggunaan lahan terdiri dari tanah darat dan pesawahan.
- Kependudukan
Jumlah penduduk Puskesmas Parakannyasag tahun 2016 sebanyak 16934orang,
terdiri dari laki-laki sebanyak 8569orang dan perempuan sebanyak 8365orang
dengan perincian sebagai berikut
- VISI Puskesmas Parakannyasag yaitu SEBAGAI PENGGERAK
PEMBANGUNAN KESEHATAN DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS
PARAKANNYASAG UNTUK MEWUJUDKAN MASYARAKAT YANG SEHAT DAN
MANDIRI
- Misi Puskesmas UPTD Puskesmas Parakannyasag
1. Meningkatkanderajat Kesehatan Masyarakat, Melalui
Pemberdayaanmasyarakat ,Termasuk Swasta Untuk Tercapainya
Kemandirian Masyarakat Di Bidang Kesehatan
2. Menyelenggarakan Upaya Pelayanan Kesehatan Yang
Paripurna,Merata,Bermutu Dan Berkeadilan .
3. Menjamin Ketersediaan Dan Pemerataan Sumber Daya Kesehatan
4. Menciptakan Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Yang Baik

1
- Strategi UPTD Puskesmas Parakannyasag
Untuk mencapai visi dan misi diatas, UPTD Puskesmas Parakannyasag
sebagai UPTD yang berada di tingkat kecamatan, berdasar pada strategi
sebagai berikut ;
1. Pembangunan Kota Tasikmalaya berwawasan,
2. Pengembangan profesionalisme tenaga kesehatan,
3. Pengembangan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat, dan
4. Desentralisasi
- Kebijakan UPTD Puskesmas Parakannyasag
Kebijakan yang ditetapkan puskesmas, mengarah pada kebijakan Dinas
Kesehatan Kota Tasikmalaya, yaitu ;
1. Meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu,
2. Meningkatkan kualitas lingkungan dan perilaku hidup bersih dan sehat,
3. Meningkatkan efektivitas upaya pemberantasan penyakit menular,
4. Meningkatkan kualitas upaya kesehatan keluarga guna mewujudkan
keluarga sehat, mandiri dan sumber daya manusia yang berkualitas,dan
5. Meningkatkan manajemen kesehatan yang akuntabel, perencanaan
kesehatan berdasarkan fakta, penguatan system kesehatan dan SDM
kesehatan.

2. Kebijakan Mutu
a. Mengutamakan Kepuasan pelanggan dengan melakukan peningkatan kualitas
secara terus menerus.
b. Memberikan pelayanan ramah, cepat,akurat, dan kemudahan mendapatkan
informasi.
c. Menerapkan system Manajemen Mutu Puskesmas secara efektif dan efisien.

3. Proses Pelayanan (Proses Bisnis)


a. Penyelenggaraan Upaya Kesehatan Masyarakat.
Pelayanan Promosi Kesehatan termasuk UKS
Pelayanan Kesehatan Lingkungan
Pelayanan KIA-KB yang bersifat UKM
Pelayanan gizi yang bersifat UKM

2
Pelayanan Pencegahan dan pengendalian penyakit
Pelayanan Keperawatan kesehatan masyarakat

b. Penyelenggaraan Pelayanan Klinis

B. Ruang lingkup

Lingkup pedoman mutu ini disusun berdasarkan persyaratan standar akreditasi


puskesmas yang meliputi : persyaratan umum, system manajemen mutu, tanggung jawab
manajemen, manajemen sumberdaya, proses pelayanan yang terdiri dari
penyelenggaraan Upaya Kesehatan Masyarakat, yang meliputi : pelayanan promosi
kesehatan termasuk UKS, pelayanan kesehatan lingkungan,pelayanan KIA-KB yang
bersifat UKM, pelayanan gizi yang bersifat UKM, pelayanan pencegahan dan
pengendalian penyakit, pelayanan keperawatan kesehatan masyarakat dan pelayanan
klinis. Dalam penyelenggaraan UKM dan pelayanan klinis memperhatikan keselamatan
sasaran/pasien dengan menerapkan manajemen risiko.

C. Tujuan
Tujuan dari pembuatan pedoman mutu ini adalah sebagai acuan bagi Puskesmas dalam
membangun system manajemen mutu di Puskesmas baik dalam upaya penyelenggaraan
UKM maupun upaya pelayanan klinis.

D. Landasan hukum
1. Undang-Undang No.40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN)
2. Undang-Undang No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
3. Undang-Undang No.24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial
(BPJS)
4. KEP/25/25/M.PAN/2/2004 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Publik dan
sebagai pedoman dalam pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat.
5. Permenkes 75 tahun 2014 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat
6. Permenkes nomor 43 Tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan

E. Istilah dan Definisi


a. Pelanggan
b. Kepuasan Pelanggan
c. Pasien

3
d. Koreksi
e. Tindakan Korektif
f. Tindakan Preventif
g. Pedoman Mutu
h. Dokumen
i. Rekaman
j. Efektivitas
k. Efisiensi
l. Proses
m. Sasaran Mutu
n. Perencanaan Mutu
o. Kebijakan Mutu
p. Sarana
q. Prasarana

II. SISTEM MANAJEMEN MUTU DAN PENYELENGGARAN PELAYANAN


A. PersyaratanUmum
Puskesmas menetapkan, mendokumentasikan memelihara system manajemen mutu
sesuai dengan standar akreditasi Puskesmas dan standar ISO 9001:2008. Sostem ini
disusun untuk memastikan telah diterapkannya persyaratan pengendalian terhadap
proses-proses penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat baik penyelenggaraan
upaya puskesmas maupun pelayanan klinis, yang meliputi kejelasan proses pelayanan
dan interaksi proses dalam penyelenggaraan pelayanan, kejelasan penanggung jawab,
penyediaan sumber daya, penyelenggaraan pelayanan itu sendiri mulai dari perencanaan
yang berdasar kebutuhan masyarakat/pelanggan, verifikasi terhadap rencana yang
disusun, pelaksanaan pelayanan, dan verifikasi terhadap proses pelayanan dan hasil-hasil
yang dicapai, monitoring dan evaluasi serta upaya penyempurnaan yang
berkesinambungan.

B. Pengendalian Dokumen
Secara umum, dokumen-dokumen dalam system manajemen mutu yang disusun meliputi
:
Dokumen level 1 : kebijakan
Dokumen level 2 : pedoman/manual
Dokumen level 3 : standar prosedur operasional

4
Dokumen level 4 : rekaman-rekaman sebagai catatan sebagai akibat pelaksanaan
kebijakan, pedoman dan prosedur.
1. Pengendalian dokumen meliputi :
a. Menyetujui dokumen sebelum terbit
b. Memberikan cap terkendali untuk dokumen yang diberlakukan dan cap tidak
terkendali untuk dokumen yang sudah tidak berlaku.
c. Menelaah dan memperbaharui jika diperlukan dan persetujuan pemberlakuan
ulang dokumen
d. Memastikan bahwa perubahan dan status revisi terkini dari dokumen
teridentifikasi
e. Memastikan bahwa dokumen yang berasal dari luar Puskesmas yang ditetapkan
oleh organisasi yang penting untuk perencanaan dan operasional system
manajemen mutu diidentifikasi dan distribusinya dikendalikan
f. Catatan/rekaman implementasi sebagai bukti pelaksanaan kegiatan harus
dikendalikan. Puskesmas menetapkan SPO terdokumentasi untuk
mendefinisikan pengendalian yang diperlukan untuk identifikasi,penyimpanan,
perlindungan, pengambilan, lama simpan dan permusnahan. Catatan/rekaman
implementasi harus dapat terbaca segera dapat teridentifikasi dan dapat diakses
kembali.
g. Untuk memperjelas dokumen mutu/akreditasi Puskesmas dilengkapi dengan
contoh-contoh dokumen sebagai lampiran dari pedoman ini

2. Pengendalian dokumen mutu/akreditasi Puskesmas wajib mentaati sitem


pengendalian dokumen yang telah ditentukan didalam kebijakan pengendalian
dokumen.
A. Pengkodean dokumen kelompok pelayanan :
1) Administrasi Manajemen dengan kode : A
a. Bab I. (A/I)
b. Bab II. (A/II)
c. Bab III. (A.III)
2) Pelayanan Program kode : B
a. Bab IV. (B/IV)
b. Bab V. (B/V)
c. Bab VI. (B/VI)

5
d. Apabila dari sub upaya dengan ditambahkan sub upaya (contoh sub
upaya KIA = B/IV/SPO/KIA-KB/6/13/005, dan lain-lain).
3) Pelayanan Klinis kode : C
a. Bab VII. (C/VII)
b. Bab VIII. (C/VIII)
c. Bab IX. (C/IX)
4) Cara penulisan dokumen : Standar Prosedur Opersional, disingkat SPO.
Daftar tilik disingkat : Dt, Kerangka Acuan disingkat : KA, Surat Keputusan
disingkat : SK, Kebijakan disingkat : Kb, Dokumen Eksternal disingkat : Dek,
Manual Mutu disingkat : man

3. Penyimpanan dokumen/arsip
a. Semua dokumen mutu/akreditasi aktif/terkendali, memiliki masa berlaku selama 3
tahun. Setelah itu perlu dilakukan evaluasi (direvisi, diganti, atau tidak terkendali)
b. Dokumen rekam klinik/medic inaktif wajib disimpan sekurang-kurangnya 3 tahun,
terhitung dari tangga terakhir pasien meninggal atau pindah tempat. Setelah batas
waktu sebagaimana dimaksud di atas dilampaui, rekam medic/klinis dapat
dimusnahkan, kecuali persetujuan tindakan dan persetujuan lain harus disimpan
dalam jangka waktu 10 tahun, terhitung dari tanggal dibuatnya.
c. Sistem penyimpanan resep yang telah dilayani di Puskesmas harus dipelihara dan
disimpan minimal 2 tahun.
d. Penyimpanan dokumen/arsip perkantoran sesuai dengan system penyimpanan
dokumen/arsip perkantoran sesuai dengan system penyimpanan dokumen/arsip
aturan Pemerintah Daerah .
e. Penyimpanan dokumen mutu/akreditasi disimpan di masing-masing kelompok
pelayanan, sedangkan di Sekretariat tim mutu/administrasi dan manajemen
(admen) menyimpan master dokumen semua kelompok pelayanan dan program.
f. Untuk prosedur kerja yang masih terkendali (belum lebih dari 3 tahun) dan
memakai istilah prosedur tetap (protap) masih bisa digunakan. Selanjutnya,
apabila protap tersebut sudah lebih dari 3 tahun, direvisi dengan format baru
(Standar Prosedur Operasional/SPO)
4. Sistem Penomoran
a. Cara penomoran : KODE/BAB/JENIS DOKUMEN/BULAN/TAHUN BERLAKU/NO
URUT DOKUMEN
Contoh :

6
A/IV/SPO/6/13/005 (A : Kode pelayanan admen, IV : Bab IV, SPO : Jenis
dokumen, 6 : Bulan Juni, 13 : tahun 2013, 005 : nomor urut SPO)
A/IV/KA/6/13/005 (A : Kode pelayanan admen, IV : Bab IV, KA : Jenis
dokumen, 6 : bulan Juni, 13 : tahun 2013, 005 : nomor urut KA)
b. Cara penomoran upaya : KODE/BAB/JENIS DOKUMEN/JENIS
UPAYA/BULAN/TAHUN BERLAKU/NO URUT DOKUMEN
Contoh :
B/IV/SK/KIA-KB/6/13/005 (B : Kode pelayanan program, IV : Bab IV,
SK/KIA-KB : Jenis upaya, 6 : bulan Juni, 13 : tahun 2013, 005 : Nomor
urut SK)
B/IV/SPO/KIA-KB/6/13/005 (B : Kode pelayanan program, IV : Bab IV,
SPO/KIA-KB : Jenis Upaya, 6 : bulan Juni, 13 : tahun 2013, 005 : Nomor
urut SPO)
5. Surat Masuk dan Keluar sesuai dengan aturan Pemerintah Daerah .
6. Penomoran dokumen di kelompok pelayanan dilakukan oleh kelompok pelayanan
masing-masing disesuaikan dengan system pengkodean yang telah ditentukan
7. Penomoran dokumen diurutkan sesuai dengan pengodean
8. Format dokumen diatur/diseragamkan dengan contoh format terlampir,
a. Format Standar Prosedur Operasional
b. Format rekam medis
c. Format resep
d. Format Surat Keterangan Sehat
e. Format Cuti Sakit
f. Format rujukan eksternal
g. Format rujukan internal
h. Format persetujuan tindakan ( inform consent)
i. Format permintaan rujukan eksternal
j. Format penolakan rujukan internal
k. Format lain-lain
9. Penataan Dokumen
1. Untuk memudahkan didalam pencarian dokumen mutu/akreditasi Puskesamas
dikelompokkan masing-masing bab/kelompok pelayanan/UKM dengan diurutkan
setiap urutan kriteria dan elemen penilaian dan diberikan daftar secara berurutan.
2. Penataan dengan menggunakan file dan otner yang sudah disepakati
3. Setiap dokumen tim mutu diberi label sesuai urutan kriteria dalam instrument

7
4. Penyimpanan dokumen ada di setiap UKM dan untuk dokumen mutu disimpan di
secretariat (Admen, Pelayanan Klinis,Upaya) dan dikelola oleh masing-masing
penanggung jawab
5. Dokumen SPO/SK yang dibuat oleh masing-masing pelaksana/upaya dibuat
rangkap tiga (untuk Master,Tim Admen, dan pelaksana/upaya)

III. TANGGUNGJAWAB MANAJEMEN


1. Komitmen Manajemen
Kepala Puskesmas, penanggung jawab manajemen mutu, penanggung jawab
upaya,penanggung jawab pelayanan klinis,dan seluruh karyawan puskesmas
bertanggung jawab untuk menerapkan seluruh persyaratan yang ada pada manual
mutu ini.
2. Fokus pada Sasaran/Pasien
Pelayanan yang disediakan oleh puskesmas dilakukan dengan berfokus pada
pelanggan.Pelanggan dilibatkan mulai dari identifikasi kebutuhan dan harapan
pelanggan, perencanaan penyelenggaraan upaya puskesmas dan pelayanan klinis,
pelaksanaan pelayanan, monitoring dan evaluasi serta tindak lanjut pelayanan.
3. Kebijakan Mutu

Seluruh karyawan berkomitmen untuk menyelenggarakan pelayanan yang berfokus


pada pelanggan, memperhatikan keselamatan pelanggan, dan melakukan
penyempurnaan yang berkelanjutan. Kebijakan mutu dituangkan dalam surat
keputusan Kepala Puskesmas yang meliputi kebijakan mutu pelayanan klinis dan
kebijakan mutu pelayanan UKM. Seluruh karyawan berkomitmen untuk
menyelenggarakan pelayanan yang berfokus pada pelanggan, memperhatikan
keselamatan pelanggan, dan melakukan penyempurnaan yang berkelanjutan.
Kebijakan mutu dituangkan dalam surat keputusan Kepala Puskesmas yang meliputi
kebijakan mutu pelayanan klinis dan kebijakan mutu pelayanan UKM.

4. Perencanaan Sistem Manajemen Mutu dan Pencapaian Sasaran Kinerja/Mutu.

Sasaran mutu ditetapkan berdasarkan standar kinerja/ standar pelayanan minimal


yang meliputi indikatorindikator pelayanan klinis, indikator penyelenggaraan upaya
Puskesmas. Perencanaan disusun dengan memperhatikan kebutuhan dan harapan
pelanggan, hak dan kewajiban pelanggan, serta upaya untuk mencapai sasaran

8
kinerja yang ditetapkan. Perencanaan mutu Puskesmas dan keselamatan pasien
berisi program-program kegiatan peningkatan mutu yang meliputi :
1. Penilaian dan peningkatan kinerja baik UKM maupun UKP.
2. Upaya pencapaian enam sasaran keselamatan pasien.
3. Penerapan manajemen risiko pada area prioritas.
4. Penilaian kontrak/kerjasama pihak ke ga.
5. Pelaporan dan ndak lanjut insiden keselamatan pasien.
6. Peningkatan mutu pelayanan laboratorium.
7. Peningkatan mutu pelayanan obat.
8. Pendidikan dan pela han karyawan tentang mutu dan keselamatan pasien.
5. Tanggung jawab, wewenang
Semua pegawai Puskesmas Parakanyasag dari mulai Kepala Puskesmas, ka Sub
Bag Tata Usaha, Pokja UKM, Pokja Pleyanan klinis, Pokja jejaring dan jaringan serta
semua karyawan yang ada di Puskesmas Parakanyasag mempunyai tangung jawab
dan wewenang dalam meningkatkan mutu sesuai dengan tupoksinya masing-masing.

6. Wakil manajemen mutu/Penanggung jawab manajemen mutu


Wakil manajemen mutu Puskesmas Parakanyasag adalah Kasub Bag Tata Usaha
yang bertanggung jawab untuk mengkoordinir seluruh kegiatan mutu di Puskesmas:
Memastikan sistem manajemen mutu ditetapkan,diimplementasikan, dan
dipelihara
Melaporkan kepada manajemen kinerja dari sistemmanajemen mutu dan
kinerja pelayanan
Memastikan kesadaran seluruh karyawan terhadap kebutuhan dan harapan
sasaran/pasien
7. Komunikasi internal
Komunikasi internal dilakukan dengan cara workshop (mini lokakarya), pertemuan,
diskusi, email, Whastup Grup, memo dan media lain yang tepat untuk melakukan
komunikasi.

IV. TINJAUAN MANAJEMEN


A. Umum
Rapat tinjauan manajemen dilaksanakan 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan
Juni dan Desember
B. MasukanTinjauanManajemen

9
1. Hasil audit
2. Umpan balik pelanggan
3. Kinerja proses
4. Pencapaian sasaran mutu
5. Status tindakan koreksi dan pencegahan yang dilakukan
6. Tindak lanjut tehadap hasil njauan manajemen yang lalu
7. Perubahan terhadap Kebijakan mutu
8. Perubahan yang perlu dilakukan terhadap system manajemen mutu/sistem
pelayanan

C. LuaranTinjauan
Hasil yang diharap dari njauan manajemen adalah peningkatan efektivitas
sistem manajemen mutu, peningkatan pelayanan terkait dengan persyaratan
pelanggan, dan iden fi kasi perubahan-perubahan, termasuk penyediaan sumber
daya yang perlu dilakukan.

V. MANAJEMEN SUMBERDAYA
A. Penyediaan sumberdaya
Kepala Puskesmas berkewajiban menyediakan sumber daya yang dibutuhkan untuk
penyelenggaraan pelayanan di puskesmas. Penyediaan sumber daya meliputi baik
untuk penyelenggaraan UKM maupun pelayanan klinis. Penyediaan sumberdaya
dilakukasn melalui upaya pengajuan sesuai kebutuhan dan rekruitmen apabila
Puskesmas sudah dengan status PPK BLUD

B. Manajemen sumberdaya manusia


Proses penyediaan sumber daya manusia dilakukan melaui rekruitmen, dengan
didahului proses kredensialisng. Setelah terpilih menjadi karyawan, maka dilakukan
proses orientasi dan pelatihan program. Sedangkan bagi karyawan lama di
Puskesmas Parakanyasag, dilaksanakan upaya peningkatan kapasitas SDM.
Dengan cara mengikutsertakan karyawan pada pelatihan-pelatihan yang
dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan maupun pelatihan yang dilaksanakan oleh
pihak luar.

C. Infrastruktur
Pengelolaan infrastruktur dilakukan dengan cara pemeliharaan bangunan

10
D. Lingkungan kerja
Dalam memelihara lingkungan kerja tetap aman Puskesmas memberdayakan 1
orang karyawan pekarya, selain itu setiap sudut ruangan disimpan pot-pot berisi
tanaman hijau. Dalam upaya kebersihan selain dilaksanakan oleh pekarya, semua
karyawan diwajibkan untuk memelihara kebersihan lingkungan kerja masing-masing
terutama dilakukan setelah selesai melaksanakan pekerjaan. Selain itu Semua
karyawan Puskesmas Parakanyasag diupayakan untuk menghemat baik itu air
maupun listrik dengan cara mewajibkan semua untuk selalu mematikan air atau
listrik apabila tidak dipaka.

VI. PENYELENGGARAAN PELAYANAN


A. Upaya Kesehatan Masyarakat Puskesmas, akses dan pengukuran kinerja
1. Perencanaan Upaya Kesehatan Masyarakat, akses dan pengukuran kinerja
2. Proses yang berhubungan dengan sasaran
a. Penetapan persyaratan sasaran
b. Tinjauan terhadap persyaratan sasaran
c. Komunikasi dengan sasaran
3. Pembelian
4. Penyelenggaraan UKM
a. Pengendalian proses penyelenggaraan upaya
b. Validasi proses penyelenggaraan upaya
c. Identifikasi dan mampu telusur
d. Hak dan kewajiban sasaran
e. Pemeliharaan barang milik pelanggan (jika ada)

5. Pengukuran , analisis dan penyempurnaan sasaran kerja UKM


a. Umum
b. Pemantauandanpengukuran:
1) Kepuasanpelanggan
2) Audit internal
3) Pemantauan dan pengukuran proses
4) Pemantauan dan pengukuran hasil layanan
c. Pengendalianjikaadahasil yang daksesuai
d. Analisis data

11
e. Peningkatanberkelanjutan
f. Tindakankorektif
g. Tindakan preventif

B. Pelayanan klinis (Upaya Kesehatan Perseorangan):


1. Perencanaan Pelayanan Klinis
2. Proses yang berhubungan dengan pelanggan
3. Pembelian / pengadaan barang terkait dengan pelayanan klinis:
a. Proses Pembelian
b. Verifikasi barang yang dibeli
c. Kontrak dengan pihak ketiga

4. Penyelenggraan proses pelayanan klinik


a. Pengendalian proses pelayanan klinis
b. Validasi proses pelayanan
c. Identifikasi dan ketelusuran
d. Hak dan kewajiban pasien
e. Pemeliharaan barang milik pelanggan (specimen, rekam medis, dsb)
f. Manajemen resiko dan keselamatan pasien
5. Peningkatan Mutu Pelayanan Klinis dan Keselamatan Pasien
a. Penilaian indicator kinerja klinis
b. Pengukuran pencapaian sasaran keselamatan pasien
c. Pelaporan insiden keselamatan pasien
d. Analisis dan tindaklanjut
e. Penetapan manajemen resiko
6. Pengukuran, Analisis dan Penyempurnaan
1) Umum
2) Pemantauan dan Pegukuran
a) Kepuasan pelanggan
b) Audit internal
c) Pemantauan dan pengukuran proses, kinerja
d) Pemantauan dan pengukuranhasil layanan
3) Pengendalian jika ada hasil yang tidak sesuai
4) Analisis data
5) Peningkatan berkelanjutan

12
6) Tindaka korektif
7) Tindakan perventif

VII. PENUTUP
Pedoman ini dibuat sebagai acuan dalam mempertahankan dan meningkatkan mutu
Puskesmas Parakanyasag. Diharapkan dengan pedoman ini Puskesmas dapat
meningkatkan kualitas mutu layanan kepada masyarakat, baik Upaya Kesehatan
Masyarakat maupun upaya pelayanan klinis.

13