Anda di halaman 1dari 4

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP)

PENYULUHAN KESEHATAN

Cabang Ilmu : Keperawatan Keluarga


Topik : Penyakit ISPA
Hari/ Tanggal : Senin, 25 Mei 2015
Waktu : 16.00 sampai selesai
Tempat : Rumah Keluarga Tn.B
Sasaran : Keluarga Tn.B
Metode : Ceramah, Diskusi, Tanya Jawab
Media : Leafflet, Plip chart, spidol, gambar balik
Materi : Terlampir.

Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan ini masyarakat Dusun Bontolangkasa 1 dapat
mengetahui tentang penyakit infeksi saluran nafas atas (ISPA)

Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan ini masyarakat Dusun Romang Sapiria akan
mampu :
1. Menyebutkan pengertian penyakit ISPA
2. Menyebutkan penyebab ISPA
3. Menyebutkan tanda dan bahaya penyakit ISPA
4. Menyebutkan faktor-factor yang memperburuk ISPA
5. Menyebutkan akibat penyakit ISPA
6. Menyebutkan prinsip-prinsip perawatan ISPA di rumah
7. menyebutkan cara pencegahan penyakit ISPA
Materi Penyuluhan
Pengertian
Infeksi saluran nafas atas (ISPA) adalah penyakit yang disebabkan oleh karena adanya
infeksi pada hidung, tenggorokan dan paru-paru. ISPA merupakan 30 % penyebab kematian anak
balita di Indonesia

Penyebab/etiologi
ISPA disebabkan oleh virus dan bakteri
Tanda dan bahaya
Tanda dan bahaya penyakit ISPA tergantung tingkat keparahan ISPA
Kurang dari 2 bulan:
Kemampuan minum menurun sampai dari biasanya
Kejang
Kesadaran menurun
Nafas bunyi ngorok
Demam
2 bulan 5 tahun
Tidak bisa minum
Kejang
Kesadaran menurun
Bunyi nafas ngorok
Gizi buruk

Faktor-faktor yang mempengaruhi ISPA


1. Imunisasi yang tidak lengkap
2. Gizi buruk
3. Lingkungan yang tidak sehat (rumah kotor, lembab, kurang ventilasi, kurang cahaya
matahari masuk di rumah, polusi udara)
Akibat yang dapat terjadi bila ISPA tidak diatasi
1. Radang telinga (congekan)
2. Pendenganran menurun
3. Daya tahan tubuh menurun sehingga mudah kena penyakit
4. Infeksi yang meluas mengakibatkan kematian

Prinsip-prinsip perawatan ISPA di rumah


1. Istrahatkan anak minimal 8 jam sehari
2. Mengatasi panas (demam) yang timbul
Untuk anak yang kurang dari 2 bulan harus segera dibawa ke rumah sakit atau puskesmas
Untuk anak diatas 2 bulan- 5 bulan dapat diberikan kompres dan bila tersedia obat penurun
panas (paracetamol) boleh diberikan
3. Mengatasi batuk
Tidak dianjurkan membeli obat batuk sembarangan. Buatkan obat batuk tradisional yang
aman. Cara membuat obat tradisional :
sendok teh air perasan jeruk nipis dicampur dengan sendok teh madu atau kecap manis,
berikan 3 x sehari.
Bila batuk tidak hilang segera bawa ke puskesmas terdekat
4. Pemberian makanan
Usahan pemberian makan seperti biasa dengan makanan yang bergizi dan seimbang. Berikan
sedikit-sedikit tapi sering. Bila anak masih menyusui ASI tetap diberikan
5. Pemberian minum
Usahakan pemberian minum lebih banyak dari biasanya (kira-kira 8 gelas sehari)
Hal ini membantu mengencerkan dahak dan menurunakan panas. Kekurangan cairan akan
menambah sakit yang diderita.
6. Hal-hal yang dianjurkan:
Jangan memberi pakaian/selimut terlalu tebal bila anak sedang demam
Jika anak sedang pilek bersihkan hidung dengan kain bersih dan lembut serta
menyerap,jangan sampai lobang hidung ditekan dan terluka
Usahakan lingkungan rumah sehat, berventilasi cukup sehingga memudahkan cahaya
matahari dan hindarkan anak dari asap
Bila keadaan anak semakin parah segera bawa ke puskesmas
Usahakan obat yang diberiakn dari puskesmas terutama jenis antibiotik diberikan tepat
waktu dan dihabiskan

Cara pencegahan penyakit ISPA:


Jauhkan anak dari penderita batuk dan pilek
Berikan imunisasi lengkap
Berikan makanan tambahan yang bergizi dan seimbang setiap hari
Jaga kebersihan tubuh, makanan dan lingkungan