Anda di halaman 1dari 13

Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat,
sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan buku Pedoman Tanggap Darurat. Pedoman
ini kami buat untuk lingkungan RS Bunda dimana dalam dalam hal ini fokusnya bagi
karyawan dan seluruh pasien agar bilamana ada kondisi gawat darurat bisa menyingkapi
dengan benar.
Keadaan darurat dapat disebabkan karena perbuatan manusia maupun oleh alam dapat
terjadi setiap saat dan dimana saja, untuk itu disemua unit kerja perlu mempersiapkan suatu
cara penanggulangannya bila terjadi keadaan darurat. Dalam mendapatkan kondisi tanggap
darurat di lingkungan RS Bunda di harapkan seluruh karyawan,keluarga dan pasien dapat
melakukan tindakan yang bersifat tidak membahayakan serta menjadikan korban jiwa baik
dari karyawan dan terutama bagi pasien dan keluarga. Dalam hal pembahasan ini tidak
hanya berfokus pada pasien saja tetapi juga pada keluarga, pengunjung dan semua orang
yang ada di lingkungan RS Bunda.
Harapan kami dalam penyusunan Pedoman Tanggap Darurat ini dapat menjadi dasar
bagi seluruh karyawan di lingkungan RS Bunda dalam memberikan pengarahan,pertolongan
dan evakuasi kepada seluruh individu yang ada di lingkungan RS Bunda.kedepannya
Pedoman Tanggap Darurat juga perlu direvisi dan disesuaikan dengan perkembangan dan
kebijakan dari pemerintah,perkembangan ilmu keperawatan maupun kedokteran sehingga
menjadi dasar dalam memberikan pelayanan yang holistic kepada pasien.

Dokumen RS Bunda 1
Kata Pengantar .. 1

Daftar Isi .. 2

BAB I PENDAHULUAN

I Latar belakang .. 3

II Definisi .. 3

II Tujuan .. 3

III Ruang Lingkup .. 4

BAB II TATA LAKSANA

I Keadaan Darurat .. 5

II Penyebab Bencana .. 5

III Tanggap Darurat RS Bunda .. 5-9

BAB III DOKUMENTASI .. 11-12

BABA IV PENUTUP .. 13

Dokumen RS Bunda 2
BAB I

PENDAHULUAN

I. Latar belakang.
Pedoman tanggap darurat adalah suatu sistem dimana rumah sakit membuat tata cara
dalam melakukan tindakan,evakuasi dan pertolongan kepada semua individu yang ada di
lingkungan RS Bunda guna meminimalkan terjadinya resiko. Hal ini mencegah terjadinya
cedera yang lebih berat atau kematian yang disebabkan oleh kesalahan akibat melaksanakan
suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan pada saat ada kondisi gawat darurat..
Dalam hal ini di harapkan semua karyawan,keluarga pasien dan pasien sendiri yang
ada dilingkungan RS Bunda dapat melakukan tindakan awal bilamana ada kondisi tanggap
darurat di lingkungan RS Bunda, guna mengurangi cedera,kecacatan dan kematian
Kesadaran akan hal tersebutlah yang mendasari pelaksanaan program tanggap
darurat. Dalam upaya mencegah terjadinya kejadian yang tidak diharapkan pada
pasien,keluarga,pengunjung dan semua orang yang ada di lingkungan RS Bunda perlu
ditumbuh kembangkan.
II. Definisi
Keadaan darurat adalah situasi atau keadaan yang tidak normal,terjadi tiba-tiba dan
dapat mengganggu kegiatan suatu komunitas dan perlu segera di tanggulangi.(Rizka,2009)
Factor pemicu terjadinya keadaan darurat di rumah sakit adalah adanya bencana.
Bencana adalah suatu peristiwa yang terjadi secara mendadak atau tidak terencana atau
secara perlahan dan berlanjut yang menimbulkan dampak pola kehidupan normal dan
ekosistem, sehingga perlu dilakukan tindakan darurat dan luar biasa untuk menolong dan
menyelamatkan korban yaitu manusia besrta lingkungannya.( Depkes RI 27a )
III. Tujuan umuim
3.1 Tujuan umum
Semua karyawan dapat melakukan tindakan,evakuasi dan pertolongan awal saat terjadi
tanggap darurat di lingkungan RS Bunda.

Dokumen RS Bunda 3
IV. Ruang Lingkup
4.1Panduan ini diterapkan kepada semua individu ( karyawan,pasien,keluarga
pasien,pengunjung dan atau orang yang ada di semua lingkungan )di RS Bunda .
4.2 Pelaksana panduan ini adalah seluruh karyawan,keluarga pasien,pasien dan semua
individu yang berada di lingkungan RS Bunda.

Dokumen RS Bunda 4
BAB II
TATA LAKSANA

Kejadian tanggap darurat biasanya berlangsung cepat dan tiba-tiba sehingga sulit
memprediksi kapan terjadinya. Langkah terbaik untuk situasi ini adalah waspada dan
melakukan upaya kongkrit untuk mengantisipasinya. Harus dipikirkan satu bentuk mekanisme
tindakan,evakuasi dan pertolongan awal. Tercapainya kualitas hidup penderita pada akhir
bantuan harus tetap menjadi tujuan dari seluruh rangkai pertolongan yang diberikan.

I. Keadaan darurat
1.1 Keadaan darurat tingkat 1
Keadaan darurat yang berpotensi mengancam jiwa manusia dan harta benda,yang
secara normal dapat diatasi oleh personil jaga dan instalasi dengan menggunakan
prosedur yang dipersiapkan tanpa adanya regu bantuan yang di koordinasi.
1.2 Keadaan darurat tingkat 2
Suatu kecelakaan besar dimana semua karyawan yang berdinas dibantu dengan
peralatan dan material yang tersedia di instalasi tersebut tidak mampu mengendalikan
keadaan darurat tersebut,seperti kebakaran hebat dan ledakan dasyat.dimana
mengancam manusia dan lingkungannya serta asset dan instalasi tersebut dengan
dampak atas karyawan/daerah/masyarakat sekitar.
1.3 Keadaan darurat tingkat III
Keadaan darurat berupa mala petaka atau bencana dasyat dengan akibat lebih besar
dari tingkat II dan memerlukan bantuan koordinasi tingkat nasional.
II. Penyebab bencana
2.1 Bencana alam
Bencana yang disebabkan oleh alam / natural.contoh seperti gempa,gunung meletus.
2.2 Bencana oleh akibat manuasia ( man made disaster )
Bencana yang disebabkan ulah manusia yang langsung maupun tidak langsung.
III. Tanggap darurat yang ada di rumah RS Bunda
Dalam menyingkapi adanya tanggap darurat yang ada di lingkungan RS Bunda,dibagi
menjadi beberapa hal yang meliputi :

Dokumen RS Bunda 5
3.1 Code Blue / Henti jantung
Suatu keadaan kegawat daruratan dimana ada kondisi henti jantung atau henti
nafas dan situasi darurat lainnya yang menyangkut dengan nyawa pasien. dimana
dapat terjadi sewaktu waktu,dapat terjadi di semua instalasi dan terjadi pada semua
orang yang ada di lingkungan RS Bunda Bila di temukan ada orang yang tidak sadar
kan diri maka :
3.1.1 Penilaian korban
cek kesadaran korban dengan cara memanggil korban dan menepuk-nepuk
pundak pasien
3.1.2 Minta pertolongan serta aktifkan sistem emergensi / Teriak CODE
BLUE,lakukan pengumuman lewat Front Office agar unit terkait ( IGD / unit
yang terdekat ) mengetahui akan adanya Kode Biru / Code Blue.
3.1.3 Cek Air way, Breathing dan Circulation ( A,B,C / jalan
nafas,pernafasan,sikulasi/denyut jantung )
a. Air way / jalan nafas
Posisikan korban / pasien
Buka jalan napas dengan manuver topang dagu ( chin lift ).
b. Breathing
Nilai pernapasan untuk melihat ada tidaknya pernapasan adekuat atau
tidak ada pernapasan korban.
Jika korban / pasien dewasa tidak sadar dengan napas spontan, serta tidak
adanya trauma leher (trauma tulang belakang) posisikan korban pada
posisi mantap (Recovery position), dengan tetap menjaga jalan napas
tetap terbuka.
Jika korban dewasa tidak sadar dan tidak bernapas, lakukan bantuan
napas
c. Circulation
Lakukan tindakan resusitasi sesuai Bantuan Hidup Dasar
d. evaluasi ulang
e. Hal-hal yang perlu diperhatikan :

Dokumen RS Bunda 6
berikan keleluasaan bagi tim medis reaksi cepat untuk melakukan
pertolongan.
Keluar dari ruangan, agar tidak menganggu kelancaran aktivitas resusitasi
yang membutuhkan ruang gerak yang cukup.
Bila kita/ keluarga kita berada dirawat satu kamar dengan pasien yang
henti jantung, jangan jadikan pasien tersebut sebagai tontonan.
Sedapat mungkin keluar dari kamar, berikan ruang yang cukup dan
leluasa bagi tim code blue untuk memberikan pertolongan.
Silahkan berdoa, menangis atau mengekspresikan kecemasan kita dengan
cara lain, tetapi pada jarak yang aman dari kamar pasien.
Bagi pasien dan pengunjung lainnya, berikan jalan dan dahulukan
petugas medis yang menggunakan penanda (pin, rompi, seragam, dll) tim
medis reaksi cepat atau tim code blue, baik di tangga, lift maupun di
lorong.

3.2 Kode Merah ( code red ) / Kebakaran


Mengumumkan adanya ancaman kebakaran di lingkungan rumah sakit (api maupun
asap), sekaligus mengaktifkan tim siaga bencana rumah sakit untuk kasus kebakaran.
Dimana tim ini terdiri dari seluruh personel rumah sakit, yang masing-masing
memiliki peran spesifik yang harus dikerjakan sesuai panduan tanggap darurat
bencana rumah sakit. Misalnya; petugas teknik segera mematikan listrik di area
kebakaran, perawat segera memobilisasi pasien ke titik-titik evakuasi, dan sebagainya.
Adapun hal yang dilakukan adalah :
3.2.1 Lakukan pemadaman dengan cara memadamkan api menggunakan APAR yang
terdekat dari titik api ( gunakan SPO Penggunaan APAR ) dilakukan oleh
siapapun mengetahui adanya titik api pertama kali dan teriakkan CODE RED /
KODE MERAH.
3.2.2 KUPP atau katim yang bertugas melakukan tindakan :
a. Menghubungi Front Office untuk melakukan pemberitahuan tentang
adanya kode merah / code red / kebakaran di instalasi yang terjadi
kebakaran.

Dokumen RS Bunda 7
b. Melakukan koordinasi dengan perawat jaga dan petugas lain yang ada
guna :
Melakukan evakuasi terhadap pasien,keluarga pasien serta
pengunjung dengan mengikuti jalur evakuasi yang ada dengan
dipimpin oleh perawat / petugas rumah sakit.
Melakukan evakuasi terhadap barang berharga dan dokumen RS
Bunda yang meliputi : BRM,berkas-berkas RS Bunda.
c. Memastikan pasien,keluarga pasien,pengunjung sudah tidak berada di
dekat titik api.
d. Melakukan koordinasi dengan manajer keperawatan serta yanmed dalam
melakukan tindakan lebih lanjut.
3.3 Kode Hitam / Code Black
Mengumumkan adanya ancaman bom atau ditemukan benda yang dicurigai bom di
lingkungan RS Bunda.
Adapun hal yang dilakukan adalah :
3.3.1 Siapapun petugas RS Bunda yang menemukan adanya benda mencurigakan
serta di duga sebagai bom maka wajib melaporkan ke KUPP atau katim bila
ada di tempat,bila tidak ada maka langsung lapor ke security / satpam.
3.3.2 KUPP / katim yang mendapatkan laporan langsung berkoordinasi dengan :
a. Manajer keperawatan
b. Yanmed
c. Security
Guna menindak lanjuti pelaporan ke pihak kepolisian terdekat / Polsek benowo
3.3.3 KUPP Melakukan tindakan :
a. Menghubungi Front Office untuk melakukan pemberitahuan tentang
adanya kode hitam / code black / bom di instalasi yang di duga adanya
bom.
b. Melakukan koordinasi dengan perawat jaga dan petugas lain yang ada
guna :

Dokumen RS Bunda 8
Melakukan evakuasi terhadap pasien,keluarga pasien serta
pengunjung dengan mengikuti jalur evakuasi yang ada dengan
dipimpin oleh perawat / petugas rumah sakit.
Melakukan evakuasi terhadap barang berharga dan dokumen RS
Bunda yang meliputi : BRM,berkas-berkas RS Bunda.
Memastikan pasien,keluarga pasien,pengunjung sudah tidak berada
di dekat barang di duga bom.
3.4 Code Pink / kode merah muda
Mengumumkan adanya penculikan bayi / anak atau kehilangan bayi / anak yang ada di
ruang perawatan rawat inap di RS Bunda.
Bila di temukan adanya kejadian penculikan / bayi hilang dari ruang perawatan rawat
inap umum dan rawat inap bersalin maka bila ada pelaporan dari petugas / perawat
yang mengetahui maka lakukan :
3.4.1 Menghubungi Front Office untuk melakukan pemberitahuan tentang adanya
kode merah muda / code pink / bayi / anak hilang di instalasi yang di duga
adanya bayi / anak hilang.
3.4.2 Menghubungi security untuk melakukan tindakan menutup semua akses keluar
masuk RS Bunda,bagi petugas / perawat yang mengetahui adanya
pemberitahuan kode pink maka ikut membantu security dan instalasi yang
terjadi kode merah muda.
3.4.3 Melakukan koordinasi dengan KUPP unit terkait dalam membantu melakukan
pencarian terhadap adanya bayi atau anak hilang di instalasi terkait.
3.4.4 Melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dalam menyelesaikan kondisi
yang ada.
3.5 Code Grey / kode abu-abu
Bilaman di temukan adanya gangguan keamanan dalam bentuk apapun,dapat berupa
perkelahian, orang dengan senjata, hingga situasi penyanderaan. Dalam kondisi seperti
ini maka yang dilakukan adalah :
3.5.1 Bagi petugas / perawat yang menemukan terjadinya keadaan perkelahian atau
orang dengan membawa senjata.maka hal yang dilakukan adalah :

Dokumen RS Bunda 9
a. Lakukan tindakan awal untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak
dinginkan,seperti : melerai perkelahian.
b. Mengamankan orang yang terduga menjadi penyebab terjadinya
perkelahian,jauhkan dari lingkungan RS Bunda atau tempat terjadinya
kejadian.
3.5.2 Lakukan koordinasi dengan pihak security guna melakukan tindakan
pengamanan lebih lanjut dengan berkoordinasi kepada pihak kepolisian.

Dokumen RS Bunda 10
BAB III

DOKUMENTASI

Dari semua kejadian tanggap darurat yang terjadi dilingkungan RS Bunda maka perlu adanya
sebuah dokemntasi akan terjadinya hal-hal yang ada,maka perlu dibuatkan adanya sebuah
dokumentasi pelaporan atas kejadian tanggap darurat yang terjadi.
Adapun bentuk dokumentasi atas semua tanggap darurat adalah :
I. Kode Blue
Bentuk dokumentasinya berupa TRIAGE,observasi dan BRM yang menggambarkan
tentang kondisi pasien saat terjadi kegawat daruratan sampai dengan penatalaksanaan
selanjutnya di IGD.
II. Kode Merah
Bentuk dokumentasinya berupa laporan kronologi atas kejadian dari KUPP / kepala unit
terkait yang terjadi kebakaran,untuk selanjutnya akan di tindak lanjuti kepada direktur
guna di tindak lanjuti dalam pencegahan serta evaluasi selanjutnya
III. Kode Black / Kode Hitam
Bentuk pelaporan yang di buat atas terjadinya kode hitam adalah dengan membuat
kronologi kejadian serta berhubungan dengan pihak kepolisian. selanjutnya akan di
tindak lanjuti kepada direktur guna di tindak lanjuti dalam pencegahan serta evaluasi
selanjutnya
IV. Code Pink / kode merah muda
Bentuk pelaporan yang di buat atas terjadinya kode hitam adalah dengan membuat
kronologi kejadian serta berhubungan dengan pihak kepolisian. selanjutnya akan di
tindak lanjuti kepada direktur guna di tindak lanjuti dalam pencegahan serta evaluasi
selanjutnya
V. Code Pink / kode merah muda
Bentuk pelaporan yang di buat atas terjadinya kode hitam adalah dengan membuat
kronologi kejadian serta berhubungan dengan pihak kepolisian. selanjutnya akan di
tindak lanjuti kepada direktur guna di tindak lanjuti dalam pencegahan serta evaluasi
selanjutnya

Dokumen RS Bunda 11
VI. Code Grey / kode abu-abu
Bentuk pelaporan yang di buat atas terjadinya kode hitam adalah dengan membuat
kronologi kejadian serta berhubungan dengan tindak lanjut dalam pengamanan internal
security di RS Bunda.

Dokumen RS Bunda 12
BAB III

PENUTUP

Besar harapan kami dari panduan tanggap darurat ,ini dapat bermanfaat bagi seluruh
individu yang ada di lingkungan RS Bunda dalam menghadapi adanya suatu kondisi yang
emergency.
Dari semua itu maka seluruh petugas RS Bunda dapat melakukan tindakan
awal,evakuasi dan evaluasi terhadap terjadinya tanggap darurat. Dari semua itu tujuan utama dari
di buatnya panduan ini adalah menghilangkan terjadinya korban jiwa maupun korban yang cacat
dengan cara melakukan tindakan awal dan evakuasi secara terkoordinasi dan konsisten oleh
seluruh perawat dan petugas yang ada dilingkungan RS Bunda.
Panduan ini jauh dari sempurna,kedepannya akan di perbaharuisesuai dengan
perkembangan ilmu serta kebijakan dari pemerintah tentang penaggulangan tanggap darurat.

Dokumen RS Bunda 13