Anda di halaman 1dari 4

Kompresor

Digunakan untuk mensirkulasi refrigran di dalam system AC. Compressor ini akan menghisap uap
Freon dan memampatkannya sehingga suhunya meningkat. Selanjutnya kompresor akan
mengalirkan uap refrigran ke kondensor dalam keadaan uap bertekana tinggi menuju cair.

Kondensor

Kondensor berfungsi untuk menyerap panas dari refrigran yang dikompresikan oleh compressor.
Yaitu denagn cara mengkipasi kondensor dengan extra fan. Selain itu kondensor juga menjaga
agar suhu dari refrigran tidak melebihi 70 derajat celcius.

Receiver Dryer

Komponen ini berfungsi untuk wadah penampungan refrigran dan sekaligus mengeringkan
refrigran (menghilangkan kelembaban) dengan cara menyerap uap air yang terkandung di dalam
refrigran. Selian itu receiver dryer juga berfungsi untuk menyaring refrigran sebelum dialirkan ke
katup ekspansi.

Katup ekspansi

Berfungsi untuk mengijeksikan refrigran yang telah meglami filtrasi di receiver dryer ke dalam
evaporator. Selian itu receiver dryer juga berfungsi untuk menurunkan suhu dan tekanan dari
refrigran. Refrigran cair bertekanan tinggi dan bersuhu tinggi diubah menjadi refrigran cair yang
mempuyai tekanan dan suhu yang lebih rendah kemudian dialirkan ke dalam evaporator.

Evaporator
Berfungsi mengambil panas zat pendingin agar menjadi lebih dingin serta merubahnya menjadi
gas. Sepintas mirip kondensor cuma evaporator lebih banyak mengambil panas dibandingkan
kondensor. Evaporator diletakkan dalam dashboard mobil dan dilengkapi motor blower atau kipas
peniup untuk menghembuskan udara dingin ke dalam kabin mobil. Agar udara yang ditiup bersih
maka diperlukan filter untuk menyaring kotoran yang ikut tertiup blower.

jenis evaporator:
tipe plate fin

tipe serventine tube

Blower

Blower di dalam ruang penumpang berfungsi untuk mensirkulasi udara ke evaporator.


Persinggungan udara dan evaporator akan memmbuat udara yang mengalir menjadi lebih dingin
dan kemudian dihembuskan/dialirkan ke ruang penumpang.

Extra Fan berfungsi untuk mendinginkan freon di dalam kondensator agar suhu froen tidak
melebihi 70 derajat

Pulley dan belt


Pulley berfungsi sebagai rumah belt. Pulley dan belt merupakan komponen penerus tenaga dari
mesin ke kompresor AC mobil. Jenis belt yang digunakan pada AC mobil diantaranya adalah V
belt dan ribbed belt. Perbedaan keduanya terletak pada bentuk dan kemampuan meneruskan
tenaga. Jenis ribbed belt memiliki kemampuan meneruskan tenaga lebih baik dari pada jenis V
belt dan tidak mudah slip.

Pipa refrigerant
Pipa refrigerant AC terbuat dari karet (pipa elastic) dan pipa logam yang tahan terhadap tekanan
dan temperature tinggi serta tahan terhadap getaran. Bagian dalam pipa logam terbuat dari
tembaga dan alumunium yang diproses dengan baik sehingga lebih tahan terhadap unsur kimia
dalam refrigerant. Pipa karet dibuat berlapis-lapis agar lebih kuat menahan kebocoran dan reaksi
unsur kimia.

Pengatur suhu elektronik (Thermistor)


Termistor adalah sebuah resistor yang mempunyai koefisien termal negative. Artinya, semakin
rendah suhunya, semakin tinggi tahanannya, dan sebaliknya. Sifat ini dimanfaatkan oleh amplifier
untuk menghidupkan dan mematikan kompresor. Pada suhu tinggi, tahanan thermistor rendah,
amplifier akan mengalirkan arus listrik dari baterai ke kopling magnet, sehingga kompresor
bekerja. Pada saat suhu rendah, tahanan thermistor tinggi, amplifier akan memutus arus listrik dari
baterai ke kopling magnet, sehingga kompresor tidak bekerja.

Pressure Switch
Pressure switch merupakan komponen kelistrikan AC mobil yang berfungsi memutus dan
menghubungkan aliran listrik yang menuju ke kompresor yang bekerja berdasarkan tekanan
refrigerant. Pada tekanan refrigerant yang tidak normal, pressure switch akan bekerja. Pressure
switch yang banyak digunakan pada system AC mobil adalah tipe dual pressure switch. Pressure
switch dipasang pada pipa yang berisi cairan diantara receiver dan katup ekspansi. Alat ini mampu
mendeteksi ketidaknormalan tekanan di dalam system dan akan memutus aliran listrik yang
menuju kopling magnet jika terjadi tekanan yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, sehingga
kompresor berhenti bekerja. Pressure switch akan bekerja pada tekanan 448 psi untuk R-134a dan
378 psi untuk R-12.
Jika terdapat kebocoran pada pipa, seal, dan pada sambungan antar komponen sehingga tekanan
dalam system cukup rendah, sekitar 28 psi untuk R-134a dan 378 psi untuk R-12, pressure switch
akan mematikan kopling magnet.

Amplifier
Amplifier merupakan rangkaian elektronik yang berfungsi mengatur kerja AC mobil agar selalu
dalam kondisi aman dan sesuai dengan keinginan pemakai. Pada prinsipnya amplifier bekerja
sebagai relay otomatis yang menghubungkan dan memutus aliran listrik dari baterai yang menuju
ke kopling magnet. Terdapat dua jenis amplifier yang digunakan pada AC mobil, yaitu
temperature control amplifier dan temperature control idling stabilizer amplifier.

Sakelar (Selector switch)


Sakelar yang digunakan pada system AC mobil umumnya adalah jenis sakelar putar. Sakelar ini
digunakan untuk mematikan dan menghidupkan kompresor, serta memilih kecepatan putaran
blower evaporator. Sakelar terdiri dari tombol putar (menunjuk posisi off, low, medium, dan high)
dan terminal listrik.

Saat tombol diputar pada posisi off, hubungan antar terminal terputus. Pada posisi low, sakelar
akan menghubungkan terminal line ke posisi low dan kompresor. Pada posisi medium, sakelar
akan menghubungkan terminal line ke posisi medium dan kompresor. Pada posisi high, sakelar
akan menghubungkan terminal line ke posisi high dan kompresor. Untuk mengetahui adanya arus
listrik yang menghubungkan antar terminal pada sakelar, digunakan multitester.