Anda di halaman 1dari 3

1.

PENANGANAN DERMATOPHYTOSIS

No.Dokumen :440/346/SOP.03.7/2016

SPO No. Revisi :

Tanggal Terbit : 05 Desember 2016

Halaman : 3 halaman

Kepala UPT.
UPT PUSKESMAS
PuskesmasGadingrejo
GADINGREJO Tanda Tangan :
KOTA PASURUAN
NennyKusumawardani,S.KM.M.AP
NIP. 19721216 199503 2 003

2. Pengertian Dermatofitosis adalah infeksi jamur dermatofita yang memiliki sifat


mencernakan keratin di jaringan yang mengandung zat tanduk,
misalnya stratum korneum pada epidermis, rambut, dan kuku.
3. Tujuan Sebagai acuan petugas dalam melakukan penanganan
dermatophytoses
4. Kebijakan Surat Keputusan Kepala UPT Puskesmas Gadingrejo No.
440/799.4/423.104.01/2016 tentang Pelayanan Klinis lampiran X
(Penyusunan Rencana Klinis)
Surat Keputusan Kepala UPT Puskesmas Gadingrejo No.
440/799.4/423.104.01/2016 tentang Kebijakan Pelayanan Klinis
lampiran XX (Penyusunan Rencana Layanan Medis dan Terpadu)
5. Referensi Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
HK.02.02/MENKES/514/2015 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi
Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama
6. Alat dan Bahan -
7. Prosedur / langkah 1. Petugas melakukan anamnesa keluhan pasien
langkah Pada sebagian besar infeksi dermatofita, pasien datang
dengan bercak merah bersisik yang gatal. Adanya riwayat
kontak dengan orang yang mengalami dermatofitosis.
Faktor Risiko
a. Lingkungan yang lembab dan panas
b. Imunodefisiensi
c. Obesitas
d. Diabetes Melitus
2. Petugas melakukan pemeriksaan fisik
Lesi berbentuk infiltrat eritematosa, berbatas tegas, dengan
bagian tepi yang lebih aktif daripada bagian tengah, dan
konfigurasi polisiklik. Lesi dapat dijumpai di daerah kulit
berambut terminal, berambut velus (glabrosa) dan kuku.
3. Petugas melakukan pemeriksaan penunjang

1/3
Bila diperlukan, dapat dilakukan pemeriksaan mikroskopis
dengan KOH, akan ditemukan hifa panjang dan artrospora.
4. Petugas menegakkan diagnosa
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan
Pemeriksaan Fisik. Bila diperlukan dilakukan pemeriksaan
penunjang.
Klasifikasi dermatofitosis yang praktis adalah berdasarkan
lokasi, yaitu antara lain:
a. Tinea kapitis, dermatofitosis pada kulit dan rambut
kepala
b. Tinea barbe, dermatofitosis pada dagu dan jenggot
c. Tinea kruris, pada daerah genitokrural, sekitar anus,
bokong, dan perut bagian bawah.
d. Tinea pedis et manum, pada kaki dan tangan
e. Tinea unguium, pada kuku jari tangan dan kaki
f. Tinea korporis, pada bagian lain yang tidak termasuk
bentuk 5 tinea di atas. Bila terjadi di seluruh tubuh
disebut dengan tinea imbrikata.
5. Petugas memberikan terapi
a. Hygiene diri harus terjaga, dan pemakaian
handuk/pakaian secara bersamaan harus dihindari.
b. Untuk lesi terbatas, diberikan pengobatan topikal, yaitu
dengan:
c. Antifungal topikal seperti krim ketokonazole , mikonazol,
atau salp 2-4, yang diberikan hingga lesi hilang dan
dilanjutkan 1-2 minggu kemudian untuk mencegah
rekurensi.
d. Untuk penyakit yang tersebar luas atau resisten
terhadap terapi topikal, dilakukan pengobatan sistemik
dengan:
1. Griseofulvin dapat diberikan dengan dosis 0,5-1 g
untuk orang dewasa dan 0,25 0,5 g untuk anak-
anak sehari atau 10-25 mg/kgBB/hari, terbagi dalam
2 dosis.
2. Golongan azol, seperti:
Ketokonazol: 200 mg/hari,
Pengobatan diberikan selama 10-14 hari pada pagi hari setelah
makan
6. Petugas melakukan konseling dan edukasi
Edukasi mengenai penyebab dan cara penularan penyakit.
Edukasi pasien dan keluarga juga untuk menjaga
hygienetubuh, namun penyakit ini bukan merupakan penyakit
yang berbahaya.

2/3
8. Diagram alir
Melakukan Melakukan
Anamnesa Pemeriksaan Fisik pemeriksaan
penunjang

Menegakkan diagnosa
klinis

Menegakkan diagnosa
banding

Menegakkan
komplikasi

Melakukan Melakukan terapi dan


konselling tindakan
dan edukasi

9. Hal hal yang perlu Pasien dirujuk apabila:


diperhatikan
a. Penyakit tidak sembuh dalam 10-14 hari setelah terapi.
b. Terdapat imunodefisiensi.
c. Terdapat penyakit penyerta yang menggunakan multifarmaka.

10. Unit Terkait poli umum, poli lansia, pustu

11. Dokumen Terkait -

11.Rekaman Historis

Halaman Yang dirubah Perubahan Diberlakukan


Tgl.

3/3