Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Inisiasi menyusui dini (IMD) adalah proses bayi mulai menyusu sendiri segera setelah
lahir,dengan hentakan kepala bayi ke dada ibu ,sentuhan tangan bayi diputing susu dan
sekitarnya,emutan dan jilatan bayi pada putting ibu merangsang pengeluaran hormon
oksitosin,dimana hormon oksitosin membantu rahim berkontraksi sehingga mempercepat
pelepasan placenta dan mengurangi perdarahan.

Dalam proses kelahiran proses IMD sering tertunda karena prosedur perawatan bayi yang
dilakukan,seperti menimbang bb,mengukur panjang dan prosedur lainnya.Oleh karena itu, World
Health Organization (WHO) merekomendasikan penundaan penimbangan dan pengukuran bayi
setidaknya sampai 1 jam pertama kelahiran.

Berdasarkan data Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) terakhir tahun 2007,
Angka Kematian Ibu (AKI) Indonesia sebesar 228 per 100.000 Kelahiran Hidup, angka tersebut
membuat Indonesia menempati urutan tertinggi di Asia. Tiga penyebab utama Angka Kematian
Ibu di Indonesia dalam bidang obstetric adalah perdarahan (45%), infeksi (15%) dan pre
eklampsi (13%). Menurut data kesehatan Propinsi Jawa Timur terakhir pada tahun 2009, Angka
Kematian Ibu sebesar 260 per 100.000 kelahiran hidup dan tiga penyebab Angka Kematian Ibu
di Propinsi Jawa Timur yaitu perdarahan (34,62%), pre eklampsi (14,01%) dan infeksi (3,02%)
(Profil Kesehatan Jawa Timur, 2010).

Perdarahan yang langsung terjadi setelah anak lahir dan plasenta lahir biasanya disebabkan
oleh atonia uteri. Antonia uteri dapat diketahui dengan palpasi uterus, tinggi fundus uteri masih
di atas pusat, uterus lembek, kontraksi uterus tidak baik. Sisa plasenta yang tertinggal dalam
kavum uteri dapat diketahui dengan memeriksa kelengkapan 3 plasenta yang lahir kemudian
eksplorasi kavum uteri terhadap sisa plasenta, sisa selaput ketuban, atau anak plasenta. Hal ini
dapat berguna untuk mengetahui apakah ada robekan rahim, laserasi serviks dan vagina dapat
diketahui dengan inspekulo. Atonia uteri adalah suatu keadaan dimana uterus gagal untuk
berkontraksi dan mengecil sesudah janin keluar dari rahim. Perdarahan postpartum secara
fisiologis dikontrol oleh kontraksi serat-serat myometrium terutama yang berada di sekitar
pembuluh darah yang mensuplai darah pada tempat perlengkapan plasenta (Cunningham, F
G,dkk., 2005).

Kontraksi uterus merupakan keadaan dimana otot otot uterus berkontraksi.Pembuluh


pembuluh darah yang berada di antara anyaman otot otot uterus akan terjepit,proses ini akan
menghentikan perdarahan setelah placenta dilahirkan .

Berdasarkan latar belakang ini,peneliti merasa perlu melakukan penelitian mengenai


Pengaruh IMD dengan peningkatan Kontraksi uterus