Anda di halaman 1dari 7

Karakteristik Uang Lembaran (kertas) Maupun Uang Receh (koin)

dan Nilai Mata Uang Yen

A. Uang Kertas

1. 10.000

Pada lembaran uang kertas 10.000 terdapat gambar seorang bushi (samurai), yang
juga seorang cendekiawan dan pendidik, yaitu Yukichi Fukuzawa. Jika ada satu
lembar uang 10.000 di dalam dompet, Anda dapat merasa tenang. Anda dapat
menikmati makan di restoran tanpa perlu merasa khawatir. Selain itu, Anda dapat
ikut Tur Multibahasa di HATO bus, bus tur wisata yang juga terkenal di kalangan
wisatawan domestik dengan harga per orang sekitar 10.000. Apabila tertarik,
pastikan Anda mencobanya.

2. 5.000

Lembaran uang 5.000 berwarna ungu. Di lembaran ini terdapat gambar novelis
perempuan Ichiyou Higuchi. Untuk menikmati makan malam di restoran terkenal
atau bar-bar mewah, Anda hanya perlu merogoh kocek sekitar 5.000 per orang.
Kalau datang ke Jepang dan ingin merasakan makan siang di restoran makanan
Jepang atau restoran sushi yang mewah, harganya berkisar antara 3.000 5.000.
3. 2.000

Uang kertas 2.000 menggunakan desain yang dibuat oleh pengarang buku klasik
Genji Monogatari yaitu Murasaki Shikibu. Uang kertas 2.000 adalah uang kertas
yang langka dan jarang terlihat. Uang ini tidak bisa digunakan di vending machine,
makanya Anda harus berhati-hati.

Jika Anda ingin menikmati makan siang yang memuaskan, Anda hanya
membutuhkan anggaran sekitar 2.000 yen. Selain itu, di Tokyo Anda dapat
menggunakan layanan bebas naik kereta api bawah tanah, JR Pass 23 jalur, atau
bus kota sesuka hati dengan menggunakan Tokyo Free Tiket. Harga untuk dewasa
hanya 1.590 per orang, dengan uang 2.000 yen anda masih akan mendapat
kembalian.

4. 1.000

Pada uang 1.000, terdapat gambar ahli bakteriologi Hideyo Noguchi .Harga
makan siang seorang pegawai kantoran biasanya sekitar 1.000. Anda dapat
menikmati satu set menu yang disebut dengan teishoku , yang biasanya terdiri atas
nasi, lauk, dan sup dengan harga 1.000 saja.
B. Uang Koin

1. 500

Di antara koin-koin yang digunakan sekarang di Jepang, uang koin 500 yen adalah
uang yang paling baru diterbitkan. Selain itu, koin ini juga merupakan koin yang
bentuknya paling besar sehingga keberadaannya akan sangat terasa sekali saat di
dalam dompet.

Di penjual bento atau minimarket, umumnya, bento dijual dengan harga 500. Selain
itu, saat kita mengetik keyword one coin, Anda akan menemukan toko-toko yang
menjual bento untuk makan siang dengan harga 500. Bagi orang yang ingin
berhemat, pilihan ini cocok dengan standar uang Anda.

2. 100

Harga 1 dollar Amerika kira-kira setara dengan uang koin 100. Koin ini merupakan
koin yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

McDonald memiliki menu yang bernama Mac 100 , dengan pilihan menu
hamburger, soft ice cream, softdrink ukuran small yang dapat dibeli dengan harga
100. Selain itu, terdapat toko-toko hyakkin (serba 100) seperti Daiso atau Seria
yang menetapkan harga 100 pada produk yang mereka jual, baik makanan,
pakaian ataupun, barang kebutuhan sehari-hari berjajar di sini. Tempat ini juga
populer di kalangan wisatawan.
3. 50

Uang koin 50 memiliki desain bunga Krisan, bunga berkelas yang dibudidayakan
dan dijadikan bunga hias. Desain awal koin 50 tidak memiliki lubang, tapi sekarang
agar lebih mudah dikenali dibandingkan uang 100, desain diberi lubang.

Baru-baru ini terjadi kenaikan harga pengiriman selembar kartu pos di Jepang dari
50 menjadi 52. Sementara itu, jika ingin mengirim kartu pos ke luar negeri,
dengan pos udara kemanapun hanya 70 yen, dengan pos laut seharga 60.
Sebagai kenang-kenangan selama bepergian cobalah mengirim surat kepada
keluarga atau teman di negara asal.

4. 10

Koin perunggu 10 yen memiliki desain kuil Kyoto yang telah diakui sebagai warisan
dunia oleh UNESCO yaitu Kuil Byodoin.

Koin 10 menjadi penting saat akan menggunakan telepon umum. Uang kertas tidak
bisa digunakan di telepon umum, hanya bisa menggunakan uang koin 10 atau
100. Dengan satu koin 10, Anda bisa melakukan panggilan lokal di siang hari
selama 1 menit, kalau di malam hari Anda bisa melakukan panggilan selama 80
detik.
5. 5

Koin 5 dan 50 memiliki desain unik yaitu lubang di bagian tengah. Koin 5
(Jepang dibaca goen) dan goen (penghubung manusia dengan takdir yang baik),
yang manapun sama-sama dibaca goen, oleh sebab itu koin 5 dianggap sebagai
koin keberuntungan.

6. 1

Koin ini beratnya 1 gram dan terbuat dari aluminium. Untuk membuat 1 memakan
biaya 3. Di Jepang ada peribahasa ichien wo warau mono wa ichien ni naku .
Maknanya adalah bahkan uang 1 saja bisa menjadi sangat berharga. Selain itu,
karena pajak konsumsi yang ditetapkan pemerintah Jepang adalah 8%, pada saat
pembayaran koin ini jadi sering digunakan.
C. Sejarah asal usul kata yen pada mata uang Jepang

Aksara artinya lingkaran. Setidaknya ada dua penjelasan mengapa kata ini
bisa menjadi nama mata uang negara matahari terbit ini. Pertama, karena tradisi
orang Jepang sendiri yang melambangkan uang dengan lingkaran yang dibentuk
dari jari telunjuk dan ibu jari. Semua orang Jepang pasti tau bila ada orang
menunjukan kode tangan tersebut artinya uang. Penjelasan yang kedua iyalah uang
logam sendiri bentuknya memang bundar. Pada waktu itu di Hong Kong mencetak
uang logam dengan bentuk bundar. Lalu ditiru oleh Jepang.

Keunikan mata uang yen Jepang

Selalu tersedia kembalian dalam jumlah yang cukup. Bila anda belanja di
sana meski dengan uang nominal besar, pasti akan ada kembalian yang pas
sampai nominal terkecil 1.

Mudah dikenali bahkan oleh tuna netra sekalipun. Selain memiliki jumlah
pecahan sedikit, uang yen Jepang juga dilengkapi blind code sehingga
memudahkan para tuna netra.

Nilainya hampir stabil dan rendah inflasi.

Jarang ditemukan uang yen lecek ataupun rusak (diberlakukan aturan clean
money policy).

Design dan warna yang hampir sama sepanjang tahun.

Ada fitur pengaman yang menyebabkan sulit dipalsukan.

Bukan bergambar kaisar, tetapi bergambar para peneiti dan cendekiawan.


D. Sejarah Mata Uang Rupiah Negara Indonesia

Rupiah adalah mata uang resmi Indonesia. Mata uang ini dicetak dan diatur
penggunaannya oleh Bank Indonesia dengan kode ISO 4217 IDR. Secara tidak
formal, orang Indonesia juga menyebut mata uang ini dengan nama perak . Satu
rupiah dibagi menjadi 100 sen, walaupun inflasi telah membuatnya tidak digunakan
lagi kecuali hanya pada pencatatan di pembukuan bank.

Pada masa-masa awal kemerdekaan, Indonesia belum menggunakan mata


uang rupiah namun menggunakan mata uang resmi yang dikenal sebagai ORI. ORI
memiliki jangka waktu peredaran di Indonesia selama 4 tahun, ORI sudah mulai
digunakan semenjak 1945-1949. Pada masa itu, ORI merupakan mata uang yang
memiliki nilai yang sangat rendah jika dibandingkan dengan uang-uang yang
dikeluarkan oleh de Javasche Bank. Padahal uang ORI adalah uang langka yang
semestinya bernilai tinggi.

Setelah NKRI lahir, pemerintah Indonesia pun berusaha sekuat tenaga


menghapuskan berbagai bentuk pengaruh dari Belanda, terutama pengaruh dalam
sistem keuangan Indonesia. Upaya tersebut antara lain yang pertama adalah
menggantikan mata uang terbitan Belanda berdenominasi rendah dengan mata
uang Rupiah berupa coin pecahan 1, 5, 10, 25, dan 50 sen, serta penerbitan uang
kertas 1 dan 2 1/2 Rupiah.

Langkah selanjutnya, pemerintah Indonesia menasionalisasikan De Javasche


Bank yang merupakan bank sentral RIS menjadi Bank Indonesia. Bank Indonesia
sudah mulai merilis uang kertas baru, mulai dari 1 Rupiah hingga 100 Rupiah pada
tahun 1952-1953. Ini merupakan pertanda baru dalam sejarah republik Indonesia,
karena sejak tahun itu Bank Indonesia memiliki tugas untuk menerbitkan dan
mengedarkan uang kertas Rupiah.

Sekarang ini, mata uang negara Indonesia yang bernama Rupiah sudah banyak
seri atau pecahan Rupiah yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk mengganti,
memperbaiki, dan menyempurnakan mata uang ini. Seperti yang sudah disebutkan
sebelumnya, Rupiah merupakan cermin dari Indonesia. Sebagai salah satu
kebanggaan negara, sudah selayaknya Rupiah diakui, dibanggakan, dan dijaga oleh
setiap warga negara Indonesia.