Anda di halaman 1dari 13

Perbedaan Pengaruh Pemberian Intervensi Cold Pack Dan Active Assisted Exercise Dengan Infra Red

Radiation Dan Active Assisted Exercise Terhadap Pengurangan Oedem Pada Post Arthroscopy Rekonstruksi
Ligamen Cruciatum Anterior Setelah Minggu I

Perbedaan Pengaruh Pemberian Intervensi Cold Pack


Dan Active Assisted Exercise Dengan Infra Red
Radiation Dan Active Assisted Exercise Terhadap
Pengurangan Oedem Pada Post Arthroscopy
Rekonstruksi Ligamen Cruciatum Anterior Setelah
Minggu I

Dewi Libriana, M. Irfan


Dosen FISIOTERAPI UIEU
muhammad.irfan@indonusa.ac.id

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh cold pack dan
active assisted exercise dengan infra red radiation dan active assisted
exercise terhadap pengurangan oedem pada post arthroskopi rekonstruksi
ligamen cruciatum anterior setelah minggu I. Penelitian dilaksanakan sejak
bulan Juni 2005 sampai dengan Agustus 2005 di RS. Siaga Raya Jakarta.
Metode penelitian bersifat kuasi eksperimental untuk mengetahui efek suatu
perlakuan pada objek penelitian. Pengolahan data dan analisa data
menggunakan program Statistical Program for Science (SPSS 11.5). Adapun
hasil uji wilcoxon nilai penurunan oedem pada kelompok perlakuan 1 adalah
nilai P Value = 0,028 (P< , = 0,05), yang berarti ada pengaruh
pengurangan oedem yang bermakna pada penggunaan cold pack dan active
assisted exercise. Hasil uji wilcoxon nilai penurunan oedem pada kelompok
perlakuan 2 adalah nilai P Value = 0,027 (P< , = 0,05), yang berarti ada
pengaruh pengurangan oedem basis patella yang bermakna pada
penggunaan infra red radiation dan active assisted exercise. Berdasarkan
grafik tampak penurunan nilai oedem basis patela kelompok perlakuan 1
yang tidak jauh berbeda dengan kelompok 2. Dari uji Mann Withney didapat
nila P value = 0,228 (P< , = 0,05), yang berarti tidak terdapat perbedaan
yang bermakna penurunan nilai oedem basis patella antara kelompok
perlakuan 1 dan kelompok perlakuan 2. Dengan demikian kedua metode ini
dapat digunakan sebagai metode intervensi untuk mengurangi oedem pada
kondisi tersebut.

Kata Kunci : Cold Pack, Active Assisted Exercise, Long Axis Oscillated
Traction, Capsular Pattern, Osteoarthritis.

Pendahuluan syaraf dan kulit pada saat melakukan olah


Dalam aktivitas olahraga, gerakan raga. Terjadinya cidera olah raga dapat
yang luas dan dinamis dari beberapa diakibatkan oleh beberapa faktor penyebab
anggota gerak tubuh sering terjadi bahkan antara lain pemanasan (warmin up) yang
terdapat gerakan-gerakan yang dapat tidak dilakukan dengan baik sebelum
menyebabkan pembebanan secara ber- berolahraga, beban yang diterima terlalu
lebihan ataupun trauma berulang pada tinggi (otot tidak dapat mengadaptasikan
suatu jaringan tubuh yang selanjutnya beban tersebut), benturan dari luar, dan
mengakibatkan terjadinya suatu cedera. lain-lain.
Cidera (injury) olah raga adalah suatu Salah satu cedera yang sering
keadaan terjadinya kerusakan pada terjadi pada aktivitas olahraga yaitu cidera
jaringan baik pada tulang, otot, soft tissue, ligamen lutut. Berdasarkan data yang

Jurnal Fisioterapi Indonusa Vol. 5 No. 2, Oktober 2005 51


Perbedaan Pengaruh Pemberian Intervensi Cold Pack Dan Active Assisted Exercise Dengan Infra Red
Radiation Dan Active Assisted Exercise Terhadap Pengurangan Oedem Pada Post Arthroscopy Rekonstruksi
Ligamen Cruciatum Anterior Setelah Minggu I

diperoleh dari American Orthopaedi Sur- yang aktif, remaja dengan cedera ligamen
geon, pada tahun 2001 lebih dari 9 juta (efek ketidakstabilan kronis jangka panjang
orang mendatangi klinik bedah orthopedi dalam kelompok ini lebih nyata),
dengan keluhan pada lutut. Pada sendi manajemen konservatif dari kerobekan ACL
lutut lebih sering terjadi cedera ligamen gagal.
dari pada cedera meniscus (cedera Tindakan pembedahan dari
meniscus biasanya dihasilkan dari keru- ligamen cruciatum anterior yang robek
sakan ligamen primer). Cedera ACL meru- biasanya dilakukan dengan cara
pakan cedera ligamen lutut yang sering rekonstruksi dalam arthroscopi. Arthroskopi
terjadi, 4 dari 10 atlet di Amerika Serikat adalah suatu tindakan operasi untuk
mengalami cedera ligamen cruciatum melihat, memeriksa keadaan dalam sendi
anterior. Dari data ACL injury dicatat dengan menggunakan teleskop fiberotik
bahwa terdapat 30 injury ACL per 100.000 dan memasukkan cairan yang memung-
populasi. kinkan untuk visualisasi struktur sendi
Ligamen cruciatum anterior (ACL) tersebut.
merupakan stabilisasi terbesar pada sendi Pada post operasi arthroscopi
lutut. Lokasi ligamen cruciatum terletak di dengan rekonstruksi ACL permasalahan
pusat/poros sendi lutut dan berjalan dari yang dapat timbul antara lain adanya
femur ke tibia melewati poros lutut. Pada nyeri, oedem, gangguan gerak dan fungsi,
posisi ini, fungsinya untuk mencegah atrofi dan kelemahan otot, gangguan pola
ketidakstabilan pada lutut. Ligamen ini jalan, serta hambatan fungsional sendi
pada umumnya terluka karena cidera pada lutut lainnya. Problem-problem yang
olahragaolahraga seperti sepak bola diuraikan di atas merupakan bidang kajian
misalnya ditackling dan ski yaitu pada fisioterapi, yang mana sekarang ini lebih
perubahan gerakan dengan arah yang dikenal sebagai fisioterapi olah raga yang
cepat, jatuh perlahan ketika berlari, telah dijadikan salah satu fragmentasi
mendarat dari melompat/meloncat. Cidera pelayanan fisioterapi. Pada penelitian ini,
ini disebabkan oleh adanya tenaga putaran problem fisioterapi yang difokuskan adalah
di luar kapasitas dinamis yang dimiliki oedem.
seratserat ligamen, oleh benturan secara Peran fisioterapi pada cidera olah
langsung oleh ligamen. Cidera ini sering raga yaitu untuk mengembalikan gerak
terjadi di hampir semua kegiatan olah maksimal dan kemampuan fungsional
raga, dimana lutut seringkali dipaksa optimal akibat cidera olah raga, sehingga
mendapatkan tekanan dalam porsi yang pasien dapat melakukan aktivitasnya
paling besar sehingga hal ini menyebabkan olahraganya kembali seperti sebelum
lutut harus berkontraksi melebihi mengalami cedera. Dengan demikian
kemampuan strukturnya. seorang fisioterapi dituntut untuk mema-
Terdapat dua jenis treatment hami tentang cidera olah raga serta
untuk injury ligamen cruciatum anterior, penanganannya secara baik dan benar.
yaitu treatment konservatif dan treatment Beberapa teknik penanganan
operatif. Cedera ligamen yang tidak dapat fisioterapi yang dapat diberikan pada
disembuhkan dengan cara konservatif yaitu penderita post arthroscopi rekonstruksi
apabila: Kerobekan bersifat hebat baik ACL dengan keluhan oedem yaitu cold
akut ataupun kronik insufisiensi dari ACL, pack, IRR, dan active assisted exercise.
tes pivot-shift abnormal, terdapat
penguncian yang berulang, melalui MRI Tujuan Penelitian
atau pemastian arthroskopik adanya Untuk mengetahui perbedaan
robekan meniscus, gejala lutut lepas pengaruh pemberian intervensi cold pack
yang tidak tertahankan, diagnosis atau dan active assisted exercise dengan infra
tingkat cedera ligamen tetap meragukan, red dan active assisted exercise untuk
kerobekan partial yang menyebabkan mengurangi oedem pada kondisi post
limitasi aktivitas fungsional pada individu

52 Jurnal Fisioterapi Indonusa Vol. 5 No. 2, Oktober 2005


Perbedaan Pengaruh Pemberian Intervensi Cold Pack Dan Active Assisted Exercise Dengan Infra Red
Radiation Dan Active Assisted Exercise Terhadap Pengurangan Oedem Pada Post Arthroscopy Rekonstruksi
Ligamen Cruciatum Anterior Setelah Minggu I

arthroscopi rekonstruksi ligamen cruciatum lateral condylus femur yang berfungsi


anterior setelah minggu I. untuk mencegah gerakan anterior tibia di
atas femur, menahan eksorotasi tibia pada
Anatomi dan Biomekanik Sendi saat fleksi lutut, mencegah hyperekstensi
Lutut lutut dan membantu saat rolling dan
Sendi lutut atau articulatio genus gliding sendi lutut. Ligamen cruciatum
merupakan sendi engsel, dibentuk oleh anterior terdiri dari 2 ikat yang timbal balik
beberapa tulang yaitu tulang femur, tibia, saling mengetat atau mempererat pada
fibula dan patella serta dibentuk oleh tiga waktu fleksi dan ekstensi. Anterior medial
persendian yakni tibiofemoral joint, band lebih kecil dan mengetat saat fleksi
patellofemoral joint dan tibiofibular knee, ketika bangun lateral posterior
proksimal. Permukaan sendi (corpus mengetat saat knee ekstensi. Secara
articularis) sendi lutut terdiri dari condylus keseluruhan, ligamen cruciatum anterior
femoris dan condylus tibia. Condylus panjangnya 38 mm dan lebarnya 11 mm.
femoris melebar ke arah distal dan Insertio tibia berlokasi lebih ke depan dan
posterior. Condylus lateralis lebih lebar di panjangnya 30 mm, dimana potongan
bagian depan dari pada belakang, femoral panjangnya 23 mm dan berlokasi
sedangkan condylus medialis tebalnya di posterior femur. Sirkulasi ke ligamen
tidak berubah. Permukaan sendi dari distal cruciatum anterior sulit, sebagian besar
femur mempunyai dua permukaan bagian disuplai oleh jaringan lunak termasuk
depan disebut femorro patellar yang synovium, lapisan lemak dan arteri middle
disebut saddle dan non simetrikel dengan genicular. Sedikit atau tidak ada sirkulasi
permukaan lateral yang lebih konveks, di yang masuk melalui tulang. (Insall, John,
atas permukaan ini terjadi gerak luncur 1984:282).
patella yang merupakan tibia yang lebih Lutut juga diperkuat oleh dua group
rata pada bagian anterior dan lebih konkaf otot yang besar yaitu group ekstensor dan
bagian lateral. Hubungan antara group fleksor. Group ekstensor adalah
tibiofemoral merupakan satu sendi yang quadriceps yang terdiri dari rectus femoris,
memungkinkan gerakan yang sangat luas vastus lateralis, vastus medialis dan vastus
dengan bentuk hinge joint. (H.M. Syamsir, intermedius. Sedangkan yang termasuk
1997:202). group fleksor lutut adalah otot-otot
Ketidakrataan sendi ini diatasi oleh hamstring yang terdiri dari otot biceps
adanya lapisan tulang rawan yang relatif femoris, semitendinosus dan semimem-
tebal dan meniscus. Hubungan yang branosus.
asimetri antara condylus femoris dan
condylus tibia dilapisi oleh meniscus Osteokinematika dan Arthrokine-
dengan struktur fibro cartilago yang matika
melekat pada capsul sendi. Meniscus a) Osteokinematik
medial berbentuk seperti huruf C dan Sendi tibiofemoral merupakan
meniscus lateral berbentuk seperti huruf sendi condyloid ganda dengan dua
O. Meniscus membantu mengurangi derajat kebebasan gerak. Gerak fleksi-
tekanan femur di atas tibia, menambah ekstensi terjadi pada bidang sagital di
elastisitas sendi, menyebarkan tekanan sekitar aksis medio-lateral; rotasi
pada kartilago dan menurunkan tekanan terjadi pada bidang transversal di
antara dua condylus serta mengurangi sekitar aksis vertical (longitudinal).
friksi selama gerakan, membantu ligamen Incongruence dan asymetris dari sendi
dan capsul sendi dalam mencegah tibiofemoral dikombinasi dengan
hyperekstensi lutut. aktifitas otot dan penguluran ligamen
Ligamen cruciatum anterior akan menghasilkan gerak rotasi secara
merupakan stabilisasi utama sendi lutut otomatis. Gerak rotasi yang terjadi
dimana ligament ini membentang dari secara otomatis ini terdapat secara
bagian anterior tibia melekat pada bagian primer pada gerak ekstensi yang

Jurnal Fisioterapi Indonusa Vol. 5 No. 2, Oktober 2005 53


Perbedaan Pengaruh Pemberian Intervensi Cold Pack Dan Active Assisted Exercise Dengan Infra Red
Radiation Dan Active Assisted Exercise Terhadap Pengurangan Oedem Pada Post Arthroscopy Rekonstruksi
Ligamen Cruciatum Anterior Setelah Minggu I

ekstrem sebagai gerak perhentian dari 1) Partial ruptur : Serat yang utuh
condylus lateral yang lebih panjang. membebat serat yang robek dan akan
Selama akhir dari ROM gerak ekstensi terjadi penyembuhan spontan.
aktif, rotasi yang terjadi secara Perlekatan akan membahayakan, maka
otomatis dihasilkan seperti mekanisme latihan aktif dilakukan sejak awal,
dari putaran screw (mur) atau dibantu dengan aspirasi efusi yang
penguncian (locking) dari lutut. Untuk tegang, aplikasi kompres es pada lutut
memulai gerak fleksi, penguncian lutut dan, kadang-kadang, injeksi anestetik
harus terbuka dengan rotasi yang lokal ke daerah yang nyeri.
berlawanan. Pembebanan diperbolehkan tetapi lutut
b) Arthrokinematik dilindungi dari rotasi atau strain
Incongruence dari sendi angulasi dengan pembalut berbantalan
tibiofemoral dan kenyataan bahwa atau bebat posterior.
permukaan sendi pada femur lebih 2) Complete ruptur adalah gangguan pada
besar dari pada tibia menyebabkan semua serabut ligamen yang disebab-
saat condylus femoral bergerak pada kan oleh kekuatan yang keras, tiba-
condylus tibia (saat kondisi weight tiba, dan sendi menjadi unstable.
bearing), condylus femoral harus Penyembuhan dapat terjadi asalkan
melakukan gerak rolling dan sliding yang robek diaposisi dengan teliti dan
untuk tetap berada di atas tibia. Pada dipertahankan tanpa gerak dalam gips,
gerak fleksi dengan weight bearing, tetapi hasilnya tidak menentu. Lebih
condylus femoral rolling ke arah bijaksana bila dilakukan operasi dan
posterior dan sliding ke arah anterior. merupakan kesempatan terbaik untuk
Meniscus mengikuti gerak rolling menghindari ketidakstabilan di masa
tersebut dengan bergerak ke arah mendatang (Kannus, 1988). Pada
posterior saat fleksi. Pada gerak robekan yang luas sendi harus
ekstensi, condylus femoral rolling ke dieksplorasi. Pada ligamen cruciatum
arah anterior dan sliding ke arah yang robek, maka ligamen itu harus
posterior. Pada akhir gerak ekstensi, diperbaiki.
gerakan dihentikan pada condylus
femoris lateral, tapi sliding pada Patologi
condylus medial tetap berlanjut untuk Ligamen cruciatum dapat robek
menghasilkan penguncian sendi. jika terjadi cedera karena putaran yang
Pada gerakan aktif non weight berat, dimana tibia dan femur berangulasi
bearing, permukaan sendi pada tibia atau berotasi dengan kuat satu sama lain.
melakukan gerak slide pada condylus Cedera semacam itu sering ditemukan
femoral dengan arah gerakan searah pada pemain sepak bola, ski, pesenam dan
dengan sumbu tulang tibia. Condylus korban kecelakaan lalu lintas. Injury ACL
tibia melakukan gerak slide ke arah dapat terjadi pada perubahan yang
posterior pada condylus femoral saat dilakukan secara langsung seperti berhenti
fleksi. (Platzer, Warner, op.cit., p.208). secara cepat/mendadak ketika sedang
berlari, mendarat, atau meluruskan sendi
Injury Ligamen Cruciatum secara berlebihan yang terjadi secara
Anterior langsung juga. Misalnya dalam tendangan
Injury ligamen cruciatum anterior bloking atau ketika jatuh tergelincir pada
didefinisikan sebagai gangguan jaringan olahraga sepakbola, bisa juga karena
ligamen cruciatum anterior, yang biasanya tekanan kuat yang melebihi batas untuk
diakibatkan oleh bertambahnya perpin- menekuk lutut ke belakang ketika kaki
dahan tempat pada bagian anterior tibia diluruskan.
(Cannon et al., 1992:134). Tipe ruptur Kekuatan yang besar dapat
ligamen cruciatum anterior: (Ibid,392) merobek kedua ligamen secara bersamaan
dan biasanya merobek salah satu atau

54 Jurnal Fisioterapi Indonusa Vol. 5 No. 2, Oktober 2005


Perbedaan Pengaruh Pemberian Intervensi Cold Pack Dan Active Assisted Exercise Dengan Infra Red
Radiation Dan Active Assisted Exercise Terhadap Pengurangan Oedem Pada Post Arthroscopy Rekonstruksi
Ligamen Cruciatum Anterior Setelah Minggu I

kedua kartilago pada waktu yang sama. aspirasi dalam darah. Swelling ini
Cedera yang sedang dapat merobek berkembang dalam 72 jam. Perkembangan
keseluruhan salah satu ligamen, tanpa joint haemarthrosis berhubungan secara
merusak ligamen yang satunya, dan signifikan dengan adanya ruptur ACL.
dengan atau tanpa disertai kerusakan Cidera ini disebabkan oleh adanya
kartilago. Dalam cedera kecil, mungkin tenaga putaran di luar kapasitas dinamis
hanya kerobekan sebagian terjadi pada yang dimiliki seratserat ligamen, oleh
satu ligamen cruciatum. Dimana ligamen benturan secara langsung oleh ligamen,
cruciatum yang mengalami kerusakan atau lebih sering karena kombinasi cedera
tergantung sepenuhnya pada macam dan rotasi dan tumbukan pada lutut penahan
arah dari kekuatan yang abnormal beban yang sedang tertekuk seperti pada
tersebut. cedera pesepak bola (O Donoghue, 1973;
Akut sprain ligamen disebabkan Hughston dkk, 1976).
oleh twisting yang tiba-tiba atau putaran
sendi yang dihasilkan pada ligamen yang Arthroscopi
overstretching. Hal itu dihubungkan Arthroscopi lutut adalah suatu
dengan otot-otot yang mengontrol sendi pembedahan dengan memasukkan kamera
secara sementara untuk melindungi kecil ke dalam sendi lutut melalui sayatan
sehingga ligamen bergerak dengan kecil. Kamera kecil ini disambungkan ke
kekuatan penuh. Hanya beberapa serabut monitor video, dimana pembedahan dapat
yang ruptur, beratnya injury bergantung melihat sisi dalam sendi lutut. Setelah
pada jumlah serabut yang terpengaruh. kamera dimasukkan ke dalam sendi
Sendi tetap stabil tetapi kualitas dan tersebut, cairan khusus (saline)
stabilitas bergantung pada jumlah sisa dimasukkan untuk memperbesar ukuran
serabut yang utuh. Sprain ligamen kronik sendi dan membantu mengontrol
disebabkan oleh repetitive stretching dari perdarahan. Setelah melihat sekeliling sisi
kekuatan yang mungkin menjadi kebiasaan dalam sendi pada area yang bermasalah,
postural jelek atau kualitas yang buruk dari pembedah akan membuat sayatan lainnya
gerakan. untuk memasukkan alat lain yang akan
digunakan dalam tindakan pembedahan.
Mekanisme Cidera Pada tahap akhir pembedahan, cairan
Mekanisme yang paling sering saline dikeluarkan dari sendi, sayatan
dilaporkan pada ruptur ACL yaitu pasien ditutup, dan diberikan balutan yang
pada waktu bermain bola badannya maju disebut Robert John.
ke depan, dengan hip fleksi dan adduksi,
femur internal rotasi, lutut fleksi pada 20- 1. Oedem
300, tibia internal rotasi dan kaki pronasi. Oedem adalah tertimbunnya cairan
Lalu pasien berusaha melakukan aselerasi dalam jaringan akibat adanya
atau deselerasi secara mendadak, biasanya gangguan dan penyumbatan pada
dengan perubahan secara langsung, pola saluran lymphe, kerusakan dinding
gerakannya mirip dengan langkah ke kapiler sehingga plasma (elektrolit)
samping pada permainan rugby atau ski. menembus keluar dan masuk ke dalam
Pada waktu injury pasien biasanya jaringan trombus vena dan tekanan
mendengar pop atau bunyi keras/kertakan osmotik terlalu rendah karena kadar
dan sensasi lutut terpisah. Kemudian protein plasma. Oedem juga
biasanya disertai dengan nyeri yang didefinisikan sebagai adanya jumlah
tajam/kuat dalam waktu pendek, cairan yang abnormal pada ruang
terkadang merasa mampu untuk bermain jaringan extracellular di dalam tubuh.
kembali dalam beberapa menit. Hal (Prentice, et al., 1999:282). Jenis-jenis
selanjutnya yang terjadi adalah adanya oedem :
perdarahan dalam sendi lutut, swelling 1) Joint swelling : Ditandai dengan
yang besar pada lutut, dengan bunyi adanya darah dan cairan sendi

Jurnal Fisioterapi Indonusa Vol. 5 No. 2, Oktober 2005 55


Perbedaan Pengaruh Pemberian Intervensi Cold Pack Dan Active Assisted Exercise Dengan Infra Red
Radiation Dan Active Assisted Exercise Terhadap Pengurangan Oedem Pada Post Arthroscopy Rekonstruksi
Ligamen Cruciatum Anterior Setelah Minggu I

yang berkumpul di dalam kapsul yang diberikan kepada ujung-


sendi. Swelling jenis ini terjadi ujung syaraf panca indera ( sensory
segera setelah cedera. Joint nerve endings), mediator kimiawi
swelling biasanya terdapat pada yang menyebabkan vasodilatasi,
kapsul sendi, akan tampak dan timbulnya efek dari substansi-
terasa seperti balon air. substansi lain yang menimbulkan
2) Lymphedema : Variasi swelling lain rasa nyeri, zat kimiawi yang
yang ditemukan pada cedera dilepaskan karena cedera sel.
atletik. Tipe swelling ini terdapat
pada jaringan subcutaneus sebagai 3. Cold Pack
hasil dari akumulasi berlebihan dari Merupakan salah satu metoda
lymph dan biasanya terjadi setelah aplikasi pada cold therapy atau
beberapa jam setelah cedera. cryotherapy/ice therapy, dengan
menggunakan kantong es.
2. Oedem Post Arthroskopi Rekons- Prosedur aplikasi (Prentice., op.cit., 65-
truksi ACL 66):
Proses Timbulnya oedem pada post 1) Persiapan alat
arthroskopi Rekonstruksi ACL: Dilakukan meliputi pemeriksaan
1) Luka sayatan waktu operasi alat dan suhu yang diinginkan.
Luka sayatan waktu operasi Peralatan yang dibutuhkan antara
mengakibatkan terpotongnya lain :
pembuluh darah yang selanjutnya (a) Hydrocollator cold pack yang
menyebabkan kerusakan pada harus didinginkan hingga 100
dinding kapiler, plasma darah C. Ini memerlukan plastik atau
merembes keluar dan tertimbun handuk protektif untuk
dalam jaringan. Oleh karena itu, ditempatkan pada segmen
tekanan osmotik antar darah dan tubuh.
cairan jaringan diubah sehingga (b) Kantong plastik. Hydrocollator
cairan meninggalkan pembuluh harus ditempatkan pada
dan memasuki ruangan jaringan. kantong. Udara harus
Lebih jauh hal ini didukung oleh dipindahkan dari kantong.
peningkatan tekanan hidrostatic Kemudian kantong plastik
capillary yang disebabkan oleh dibentuk melingkari segment
dilatasi arteriole. tubuh yang diobati.
2) Cairan NaCL yang disemprotkan ke (c) Handuk kering. Untuk
dalam sendi mencegah kehilangan dingin
Karena terjadi kerusakan dengan cepat dari cold
jaringan, maka absorbsi menjadi hydrocollator, handuk diguna
buruk. Cairan NaCL tidak sepenuh- kan sebagai cover untuk
nya tersedot tetapi masih ada yang mengisolasi/menyekat cold
tertinggal di dalam sendi sehingga pack.
meningkatkan jumlah cairan yang 2) Teknik pelaksanaan
ada dalam sendi. Cold pack didinginkan dalam cold
3) Luka akibat cedera ligamen itu pack unit dengan temperatur
sendiri. antara 100C. Cold pack dianjurkan
Setelah injury, terjadi diberi alas plastik. Cold pack
perdarahan akibat robeknya diletakkan pada daerah patella,
pembuluh darah kapiler dan akan kemudian dilingkarkan pada lutut
menginfiltrasi ruang (space) antar lalu diikat dan harus ditutupi
jaringan dan membeku. Selama dengan sebuah handuk untuk
proses inflamasi akan terasa nyeri membatasi hilangnya/ berku-
karena adanya tekanan eksudate rangnya dingin. Apabila sudah

56 Jurnal Fisioterapi Indonusa Vol. 5 No. 2, Oktober 2005


Perbedaan Pengaruh Pemberian Intervensi Cold Pack Dan Active Assisted Exercise Dengan Infra Red
Radiation Dan Active Assisted Exercise Terhadap Pengurangan Oedem Pada Post Arthroscopy Rekonstruksi
Ligamen Cruciatum Anterior Setelah Minggu I

tidak terasa dingin lagi, perlu Waktu penyinaran berkisar


didinginkan kembali. Waktu total antara 10-20 menit dan ini
pengobatan 10 menit. Saat aplikasi tergantung pada toleransi serta
harus dicek adanya vasokontriksi kondisi penyakitnya.
dan vasodilatasi serta timbulnya 5) Pengulangan pengobatan
gejala nyeri. Akhiri dengan Untuk kondisi yang kronik
membersihkan dan mengeringkan diberikan penyinaran 20-30 menit
daerah yang telah diobati. dan diberikan satu kali perhari
seperti yang telah ditentukan yaitu
4. Infra Red Radiation (IRR) 35-45 cm bagi yang luminous
Sinar infra merah adalah pancaran generator.
gelombang elektromagnetik dengan
panjang gelombang 7.700 4.000.000 5. Active Assisted Exercise
A. Active assisted exercise merupakan
Prosedur aplikasi : gerakan yang terjadi oleh karena
1) Persiapan alat adanya kerja otot-otot yang
Antara lain meliputi kabelnya, bersangkutan melawan pengaruh
jenis lampu, besarnya watt. Jenis gravitasi dan dibantu oleh kekuatan
lampu yang digunakan adalah dari luar tubuh (assisted). Dalam hal
lampu generator luminous, ini kemungkinan kekuatan otot dan
gelombang pendek (penetrating), koordinasi gerak tidak memenuhi
tidak memerlukan waktu dalam membentuk suatu gerakan,
pemanasan. maka dari itu harus dibantu atau
2) Persiapan penderita diberikan kekuatan dari luar tubuh
Posisi pasien diatur untuk memudahkan kekurangan
secomfortable mungkin dan kekuatan kontraksi tersebut.
disesuaikan dengan daerah yang Teknik latihan active-assisted:
akan diobati. Pasien tidur 1. Posisi pasien tidur terlentang.
terlentang. Daerah tubuh yang 2. Jelaskan tujuan terapi pada pasien.
akan diobati harus bebas dari 3. Pasien diminta untuk melakukan
pakaian. Perlu pula diberitahukan gerakan pada hip (fleksi, abduksi),
kepada penderita mengenai pada knee (fleksi, ekstensi).
derajat panas yang semestinya Gerakan dilakukan oleh pasien
dirasakan, yaitu perasaan hangat sendiri dengan dibantu oleh
yang nyaman (comfortable) serta fisioterapis hingga mencapai full
dapat ditahannya selama ROM dan diulangi sampai 5 kali.
berlangsungnya pengobatan.
3) Pemasangan lampu pada penderita Kerangka Berfikir
Pada dasarnya metode Ruptur ligamen cruciatum anterior
pemasangan lampu diatur disebabkan oleh karena terjadinya putaran
sedemikian rupa sehingga sinar yang berat, dimana tibia dan femur
yang berasal dari lampu jatuh berangulasi atau berotasi dengan kuat satu
tegak lurus terhadap jaringan yang sama lain. Dapat pula terjadi pada saat
diobati, baik untuk lampu luminous lutut menekuk, sehingga merileksasikan
maupun non-luminous. Pada kapsul dan ligamen, dan memungkinkan
kondisi post arthroscopy, terjadinya rotasi tibia keluar.
pemasangan lampu infra red Pada cedera ACL terdapat
diletakkan pada area proksimal beberapa faktor yang mengindikasikan
lutut dengan sudut aplikasi tegak agar ACL direkonstruksi melalui
lurus 900, jarak penyinaran lampu arthroscopi. Pada post arthroscopy
antara 35-45 cm. rekonstruksi ACL, oedem dapat timbul
4) Teknik pelaksanaan radiasi karena adanya bekas luka sayatan pada

Jurnal Fisioterapi Indonusa Vol. 5 No. 2, Oktober 2005 57


Perbedaan Pengaruh Pemberian Intervensi Cold Pack Dan Active Assisted Exercise Dengan Infra Red
Radiation Dan Active Assisted Exercise Terhadap Pengurangan Oedem Pada Post Arthroscopy Rekonstruksi
Ligamen Cruciatum Anterior Setelah Minggu I

saat operasi, cairan NaCL yang Active assisted merupakan salah


disemprotkan ke dalam sendi, luka akibat satu teknik terapi latihan yang dapat
cedera ligamen itu sendiri. digunakan untuk mengurangi oedema.
Cold pack merupakan salah satu Oedema post arthroscopy rekonstruksi
metode intervensi cryotherapy yang dapat ACL, jika diberikan latihan active assisted
digunakan pada kondisi oedem. Oedem akan bermanfaat untuk mengurangi
yang dihasilkan pada post arthroscopy oedema. Efek gerak pada inflamasi : Gerak
rekronstruksi ACL jika diberi cold pack pada suatu sendi dapat mempercepat
berarti kita memberikan rangsangan reaksi inflamasi. Kekuatan gravitasi dapat
dingin, maka pada jaringan yang terkena digunakan untuk memperbesar aliran
rangsangan dingin tadi akan mengalami lymphe yang normal, juga akan mencegah
penurunan temperatur (cooling). Hal ini keadaan statik cairan dalam jaringan.
akan diikuti dengan penurunan tingkat Sehingga reaksi inflamasi dapat dipercepat
metabolisme, yang selanjutnya akan secara progresif, dengan demikian oedema
disusul dengan vasokontriksi arteriole yang dapat segera diatasi.
timbul akibat pengurangan terbentuknya
metabolit (Co2 dan asam laktat) dari Hipotesis
pengaruh dingin terhadap pembuluh 1. Diduga terdapat Perbedaan pengaruh
darah. Vasokontriksi ini juga terjadi pada pemberian intervensi cold pack dan
pembuluh darah kulit dan ini berlangsung active assisted exercise dengan infra
secara reflektoris, oleh karena kulit sebagai red radiation dan active assisted
komponen thermoregulatoris akan bereaksi exercise terhadap pengurangan oedem
terhadap adanya rangsangan dingin. pada kondisi post arthroscopy
Vasokontriksi yang terjadi akan rekonstruksi ACL setelah minggu I
menurunkan kecenderungan terbentuknya 2. Diduga terdapat Cold pack dan active
cairan oedema dan penurunan produksi assisted exercise berpengaruh
cairan limfe, karena permeabilitas dinding terhadap pengurangan oedem pada
pembuluh darah menurun. kondisi post arthroscopy rekonstruksi
Infra red radiation merupakan ACL setelah minggu I.
salah satu modalitas fisioterapi yang 3. Diduga terdapat Infra red radiation
menggunakan efek panas. Oedem post dan active assisted exercise
arthroscopy rekonstruksi ACL jika diberikan berpengaruh terhadap pengurangan
modalitas Infra Red Radiation, berarti kita oedem pada kondisi post arthroscopy
memberikan efek panas. Dengan rekonstruksi ACL setelah minggu I.
pemberian IRR akan terjadi peningkatan
temperatur yang akan meningkatkan Metodologi Penelitian
aktivitas metabolisme (reaksi kimia Tempat Penelitian
dipercepat). Selanjutnya akan terjadi Penelitian dilakukan di bagian
penurunan viskositas cairan juga dilatasi fisioterapi Rumah Sakit Siaga Raya Jakarta
arteriole dan kapiler. Dilatasi arteriole Selatan.
menyebabkan peningkatan aliran kapiler
dan meningkatkan tekanan hidrostatik Waktu Penelitian
kapiler, sehingga menambah tingkat Penelitian dilaksanakan selama bulan
pertukaran cairan dan dapat membantu Juli sampai dengan Agustus 2005.
meningkatkan reabsorpsi eksudate.
Dengan demikian sirkulasi menjadi lebih Bahan dan Cara Penelitian
baik, maka pemberian nutrisi dan oksigen Jenis penelitian
ke jaringan akan ditingkatkan, selanjutnya Penelitian ini bersifat metode qoasi
kadar sel darah putih dan antibodi di dalam eksperimental, digunakan untuk
jaringan tersebut akan meningkat pula, mempelajari fenomena korelasi sebab
begitu juga pengeluaran sampah-sampah akibat dengan memberikan perlakuan pada
pembakaran (pembersihan metabolit). obyek penelitian dan ada monitoring

58 Jurnal Fisioterapi Indonusa Vol. 5 No. 2, Oktober 2005


Perbedaan Pengaruh Pemberian Intervensi Cold Pack Dan Active Assisted Exercise Dengan Infra Red
Radiation Dan Active Assisted Exercise Terhadap Pengurangan Oedem Pada Post Arthroscopy Rekonstruksi
Ligamen Cruciatum Anterior Setelah Minggu I

perubahan efek berupa pengurangan fisioterapi, sebelum diberikan intervensi


oedem sebagai dampak dari intervensi terlebih dahulu dilakukan pengukuran
yang diberikan. Besarnya oedem diukur oedem pada basis patella untuk
dan dievaluasi dengan menggunakan alat mengetahui besarnya oedem. Kemudian
ukur mid line, kemudian hasilnya akan dilakukan terapi sebanyak 5 kali lalu
dianalisa antara kelompok perlakuan I dan dilakukan pengukuran oedem kembali
kelompok perlakuan II sebelum dan untuk menentukan tingkat keberhasilan
sesudah perlakuan. dari perlakuan yang diberikan.

Teknik Pengambilan Sampel Tabel 1: Nilai penurunan oedem basis


Dilakukan dengan menggunakan patella pada kelompok perlakuan 1
teknik purposive sampling, dengan jumlah sebelum dan sesudah intervensi
sampel sebanyak 12 orang. Dari 12 orang
tersebut 6 orang dimasukkan dalam Kelompok perlakuan 1
kelompok perlakuan 1 dan 6 orang lainnya Sampel
Sebelum Sesudah
dimasukkan ke dalam kelompok perlakuan intervensi intervensi
2. Pembagian kelompok tersebut dilakukan
1 38,7 36,5
secara random. 2 40,5 38,5
Pengambilan sample dilakukan
3 36,2 35,4
dengan cara pemeriksaan secara lengkap
4 43,6 40,7
dan sistematis pada setiap pasien yang 5 37,4 35,3
mengalami keluhan oedem dengan terlebih
6 35,6 33,9
dahulu melakukan anamnesa atau tanya
jawab kepada pasien yang kemudian
dilanjutkan dengan melakukan Mean 38,667 36,717
pemeriksaan. SD 2,9931 2,4807
Sumber: Data hasil pengolahan
Analisa data
Data yang diperoleh dari lembar Dari tabel di atas mean sebelum intervensi
pengukuran oedem akan dilihat adalah 38,667 dengan nilai SD 2,9931
perubahannya sebelum dan sesudah berarti nilai penyimpangan maksimal rata-
perlakuan dengan menggunakan perangkat rata 43,6 dan nilai penyimpangan minimal
lunak komputer Statistical Program for rata-rata 35,6, sedangkan nilai mean
Social Science (SPSS versi 11.5 for sesudah intervensi menurun menjadi
windows). 36,717 dengan nilai SD 2,4807 yang
berarti nilai penyimpangan maksimal rata-
Hasil Penelitian rata 40,7 dan nilai penyimpangan minimal
Sampel dalam penelitian ini berasal rata-rata 33,9.
dari unit fisioterapi RS Siaga Raya Jakarta Dengan uji Wilcoxon dengan nilai
Selatan, yang secara keseluruhan Asym sig (2-tailed) 0,028 (P<0,05) yang
berjumlah 12 orang lalu dibagi ke dalam 2 berarti bermakna, hal ini menunjukkan
kelompok yang masing-masing terdiri dari kelompok perlakuan 1 sesudah intervensi
6 sampel. Anggota kelompok terdiri dari mengalami perubahan yang bermakna
atlet sepak bola maupun mahasiswa dan dibandingkan sebelum intervensi. Sehingga
pegawai perusahaan yang gemar dapat disimpulkan bahwa terdapat
melakukan aktivitas olahraga. Jenis perbedaan nilai oedem yang bermakna
kelamin pada kedua kelompok terdiri dari antara sebelum dan sesudah intervensi
10 pria dan 2 wanita. Kelompok usia 15-24 pada kelompok perlakuan 1.
th terdiri dari 4 orang, usia 25-34 th terdiri
dari 6 orang, usia 35-44 th terdiri dari 1
orang dan usia 45-54 terdiri dari 1 orang.
Sampel diperoleh melalui asuhan

Jurnal Fisioterapi Indonusa Vol. 5 No. 2, Oktober 2005 59


Perbedaan Pengaruh Pemberian Intervensi Cold Pack Dan Active Assisted Exercise Dengan Infra Red
Radiation Dan Active Assisted Exercise Terhadap Pengurangan Oedem Pada Post Arthroscopy Rekonstruksi
Ligamen Cruciatum Anterior Setelah Minggu I

Tabel 2: Nilai penurunan oedem basis Dari tabel di atas dengan menggunakan uji
patella pada kelompok perlakuan 2 Mann-Whitney didapat deskriptif statistik
sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai mean untuk nilai selisih kedua
Sampel Kelompok perlakuan 2 kelompok perlakuan 1 dengan nilai mean
Sebelum Sesudah intervensi sebesar 1,950 dan nilai SD sebesar 0,6892
intervensi dan kelompok perlakuan 2 dengan nilai
1 42,0 35,6 mean sebesar 3,033 dan nilai SD sebesar
2 38,0 36,4 1,7580 didapat nilai Asym sig (2-tailed)
3 35,0 32,5 0,228 (P>0,05) ini berarti tidak ada
4 31,0 28,0 perbedaan yang bermakna.
5 35,6 33,9 Perbandingan nilai rata-rata
6 35,0 32,0 kelompok perlakuan 1 dengan kelompok
Mean 36,1 33,067 perlakuan 2 divisualisasikan dalam grafik di
SD 3,6633 3,0118 bawah ini :
Sumber: Data hasil pengolahan
Grafik 1 : Nilai penurunan oedem area
Berdasarkan tabel di atas mean sebelum basis patella pada kelompok perlakuan 1
intervensi 36,1 dengan nilai SD 3,6633 dan kelompok perlakuan 2 sebelum dan
berarti nilai penyimpangan maksimal rata- sesudah intervensi
rata 42,0 dan nilai penyimpangan minimal
rata-rata 31,0, sedangkan nilai mean Grafik 1 : Nilai penurunan oedem basis
sesudah intervensi menurun menjadi patella kelompok perlakuan 1 dan
33,067 dengan nilai SD 3,0118 yang kelompok perlakuan 2 sebelum dan
berarti nilai penyimpangan maksimal rata- sesudah intervensi
rata 36,4 dan nilai penyimpangan minimal
rata-rata 28,0.
Nilai oedem (cm)

Dengan uji Wilcoxon dengan nilai 40


Asym sig (2-tailed) 0,027 (P<0,05) yang 38 kelompok
berarti bermakna, hal ini menunjukkan 36 perlakuan 1
kelompok perlakuan 2 sesudah intervensi 34 kelompok
mengalami perubahan yang bermakna 32 perlakuan 2
dibandingkan sebelum intervensi. 30
1 2
Tabel 3: Nilai selisih penurunan nilai
oedem antara kelompok perlakuan 1 dan sebelum sesudah
kelompok perlakuan 2
Nilai selisih Nilai selisih
penurunan nilai penurunan nilai Dari grafik 1 dapat dilihat bahwa pada
oedem kelompok oedem kelompok awal penelitian, nilai oedem pada basis
perlakuan 1 perlakuan 2 patella kelompok perlakuan 1 berada di
2,2 6,4 atas nilai rata-rata kelompok perlakuan 2,
2 1,6 setelah intervensi kelompok perlakuan 1
0,8 2,5 mengalami penurunan nilai oedem dan
2,9 3 kelompok perlakuan 2 juga mengalami
2,1 1,7 penurunan nilai oedem yang signifikan.
1,7 3
Mean = 1,950 Mean = 3,033 Uji Persyaratan Analisis
SD = 0,6892 SD = 1,7580 Uji homogenitas antara kelompok
Sumber: Data hasil pengolahan perlakuan 1 dan kelompok perlakuan 2
dengan uji menggunakan uji Mann-
Whitney.

60 Jurnal Fisioterapi Indonusa Vol. 5 No. 2, Oktober 2005


Perbedaan Pengaruh Pemberian Intervensi Cold Pack Dan Active Assisted Exercise Dengan Infra Red
Radiation Dan Active Assisted Exercise Terhadap Pengurangan Oedem Pada Post Arthroscopy Rekonstruksi
Ligamen Cruciatum Anterior Setelah Minggu I

Tabel 4: Nilai oedem basis patella pada dinding pembuluh darah menurun. Juga
kelompok perlakuan 1 dan kelompok dengan latihan yang diberikan akan
perlakuan 2 sebelum intervensi memperbesar aliran lymphe yang normal,
dan akan mencegah keadaan statik cairan
Kelompok Kelompok dalam jaringan. Sehingga reaksi inflamasi
Sampel perlakuan 1 perlakuan 2 dapat dipercepat secara progresif, dengan
Sebelum Sebelum demikian oedema dapat segera berkurang
intervensi intervensi yang terbukti dengan perhitungan uji
statistik.
1 38,7 42,0
2 40,5 38,0 Sedangkan dengan pemberian
3 36,2 35,0 intervensi infra red dan active assisted
4 43,6 31,0 exercise pada post arthroskopi rekonstruksi
5 37,4 35,6 ACL juga akan mengurangi intensitas
oedem. Hal ini disebabkan adanya
6 35,6 35,0
peningkatan temperatur yang akan
Mean 38,667 36,717 meningkatkan aktivitas metabolisme,
SD 2,9931 2,4807 selanjutnya terjadi penurunan viskositas
Sumber: Data hasil pengolahan cairan juga dilatasi arteriole dan kapiler,
yang menyebabkan peningkatan aliran
Dari tabel di atas, hasil perhitungan uji kapiler dan meningkatkan tekanan
homogenitas pada kedua kelompok hidrostatik kapiler, sehingga menambah
didapatkan hasil uji statistik dengan uji tingkat pertukaran cairan dan dapat
Mann-Whitney pada kedua kelompok yaitu membantu meningkatkan reabsorpsi
nilai Asymp sig (2-tailed) 0,127 (P>0,05), eksudate. Dengan demikian sirkulasi
yang berarti pada awal penelitian antara menjadi lebih baik, maka pemberian nutrisi
kelompok perlakuan 1 dengan kelompok dan oksigen ke jaringan akan ditingkatkan,
perlakuan 2 tidak terdapat perbedaan selanjutnya kadar sel darah putih dan
tingkat oedem yang bermakna. antibodi di dalam jaringan tersebut akan
meningkat pula, begitu juga pengeluaran
Analisis Hipotesa sampah-sampah pembakaran
Dari hasil penelitian yang (pembersihan metabolit). Juga dengan
didapatkan hasil >0,05 pada pengukuran latihan yang diberikan dapat mempercepat
antropometri, hal ini menunjukkan bahwa reaksi inflamasi, karena adanya kekuatan
tidak terdapat perbedaan nilai penurunan gravitasi yang digunakan untuk memper-
oedem yang bermakna antara pemberian besar aliran lymphe yang normal, juga
intervensi cold pack dan active assisted akan mencegah keadaan statik cairan
exercise dengan pemberian intervensi infra dalam jaringan. Sehingga reaksi inflamasi
red radiation dan active assisted exercise. dapat dipercepat secara progresif, dengan
demikian oedem dapat segera berkurang
Pembahasan yang terbukti dengan perhitungan uji
statistik.
Dengan pemberian intervensi cold
pack dan active assisted exercise pada post
arthroskopi rekonstruksi ACL akan Kesimpulan
menurunkan intensitas oedem. Hal ini Berdasarkan hasil penelitian dan
disebabkan oleh adanya penurunan pembahasan maka kesimpulan yang dapat
temperatur akibat rangsang dingin yang diambil adalah sebagai berikut :
diberikan, yang selanjutnya menyebabkan 1. Pemberian intervensi cold pack dan
penurunan tingkat metabolisme, disusul active assisted exercise memberi
dengan vasokontriksi. Vasokontriksi yang pengaruh yang bermakna terhadap
terjadi akan menurunkan kecenderungan penurunan nilai oedem pada kondisi
terbentuknya cairan oedem dan penurunan post arthroskopi rekonstruksi ACL
produksi cairan limfe, karena permeabilitas setelah 1 minggu.

Jurnal Fisioterapi Indonusa Vol. 5 No. 2, Oktober 2005 61


Perbedaan Pengaruh Pemberian Intervensi Cold Pack Dan Active Assisted Exercise Dengan Infra Red
Radiation Dan Active Assisted Exercise Terhadap Pengurangan Oedem Pada Post Arthroscopy Rekonstruksi
Ligamen Cruciatum Anterior Setelah Minggu I

2. Pemberian intervensi infra red De Wolf A. N. et al, Pemeriksaan Alat


radiation dan active assisted exercise Penggerak Tubuh, The Hague,
memberi pengaruh yang bermakna Netherland, 1994.
terhadap penurunan nilai oedem pada
kondisi post arthroskopi rekonstruksi Hasan, Igbal, Pokok-pokok Materi Statistik
ACL setelah 1 minggu. 2Statistik Inferensif, Ed. II, Bumi
3. Tidak terdapat perbedaan penurunan Aksara, Jakarta, 2002.
nilai oedem yang bermakna antara
kelompok yang diberi cold pack dan Insall, John, Surgery of the Knee, (New
active assisted exercise dengan York, Edinburg, London, and
kelompok yang diberi infra red Melbourne, Churchill Livingstone,
radiation dan active assisted exercise. 1984.

Implikasi Kisner & Colby, Therapeutic : Exercise


Dengan penerapan pemberian Foundation and Techniques, Ed.
intervensi cold pack dan active assisted III, WB Saunders Company,
exercise atau pemberian infra red radiation Philadelphia, 1996.
dan active assisted exercise secara tepat
akan dapat mengurangi oedem pada Kuprian, Werner, Physical Therapy for
kondisi post arthroskopi rekonstruksi ACL. Sports, 2nd Edition, Philadelphia,
Jadi dari antara kedua modalitas yang akan London, Toronto, Montreal,
dipilih sebaiknya dikombinasi pula dengan Sydney, Tokyo, 1982.
latihan, karena bagaimanapun juga dengan
latihan aktif yang disadari dapat Low, John & Dyson, et al, Electrotherapy
memperbaiki fungsi otot selain untuk Explained principles and practice,
mencegah kondisi statik cairan dalam Ed. III, Oxford, Auckland, Boston,
jaringan dan keterbatasan gerak yang Johannesburg, Melbourne, New
dapat memperberat kondisi. Delhi, 2000.

Daftar Pustaka Santoso, Singgih, SPSS Versi 10-Mengolah


American Academy of Orthopaedic Data Statistik Secara Profesional,
Surgeons Symposium on PT Elex Media Komputindo
Reconstructive Surgery of the Gramedia, Jakarta, 2001
Knee, Rochaster, New York, May
1976. Scott, Arthroscopy of The Knee, WB
Saunders Company Philadelphia,
Appley, A. Graham Buku Ajar Orthopedi London, Montreal, Sydney, Tokyo,
dan Fraktur Sistem Appley, Ed. 1990.
VII, Widya Medika, Jakarta, 1995.
Sugijanto, Bahan mata kuliah Anatomi
Atkinson, Karen, et al, Physiotherapy in Terapan dan Biomekanik Knee
Orthopaedics, Edinburg, London, Joint Complex, FFT, Jakarta,
New York, Philadelphia, Sidney Januari 2003.
Toronto, Churchil Livingstone,
1989. Sujatno, Ig, Sumber Fisis, Akademi
Fisioterapi Surakarta, 1998.
Cannon, Dilworth & Aichroth, M. Paul,
Knee Surgery-current practice, Platzer, Warner, alih bahasa : H.M.
London, UK, 1992. Syamsir, Sistem Lokomotor,
Hipokrates, Jakarta, 1997.
Chung, Kyung, Gross Anatomi, Binarupa
Aksara, Jakarta, 1993.

62 Jurnal Fisioterapi Indonusa Vol. 5 No. 2, Oktober 2005


Perbedaan Pengaruh Pemberian Intervensi Cold Pack Dan Active Assisted Exercise Dengan Infra Red
Radiation Dan Active Assisted Exercise Terhadap Pengurangan Oedem Pada Post Arthroscopy Rekonstruksi
Ligamen Cruciatum Anterior Setelah Minggu I

Prentice, E. William, Therapeutic


modalities for Sports Medicine and
Athletic Training, Boston, Burr
Ridge, IL Dubugue, IA Madison,
WI New York, San Francisco, 1999.

Wooden & Donatelli, Orthopaedics


Physical Therapy, New York,
Edinburgh, London, Melbourne,
Churchill Livingstone, 1989.

Jurnal Fisioterapi Indonusa Vol. 5 No. 2, Oktober 2005 63