Anda di halaman 1dari 14

TUGAS FISIKA DASAR

MOMENTUM DAN IMPULS

DISUSUN OLEH :

NAMA : Deni Tri Setiawan


NIM : 41115120048

TEKNIK SIPIL
TAHUN AJARAN 2015/2016
I. PENDAHULUAN

Bila anda berada di dalam sebuah bus yang sedang bergerak cepat,
kemudian direm mendadak, anda merasakan bahwa badan anda terlempar ke
depan. Hal ini akibat adanya sifat kelembaman, yaitu sifat untuk
mempertahankan keadaan semula yaitu dalam keadaan bergerak. Hal yang sama
juga dirasakan oleh si sopir yang berusaha mengerem bus tersebut. Apabila
penumpang busnya lebih banyak, pada saat sopir bus memberhentikan/mengerem
bus secara mendadak, harus memberikan gaya yang lebih besar. Hal tersebut
terjadi karena momentum bus tersebut lebih besar. Pada bab ini akan
dibicarakan mengenai momentum, yang merupakan salah satu besaran yang
dimiliki oleh setiap benda yang bergerak. Di dalam fisika, dikenal dua macam
momentum, yaitu momentum linear (p) dan momentum angular (L). Pada bab ini
hanya akan dibahas momentum linear. Selain momentum linear akan dibahas
juga besaran Impuls gaya (I) dan hukum kekekalan momentum linear.

II. MOMENTUM

Istilah momentum yang akan dipelajari pada bab ini adalah momentum linear (p).
Momentum linear didefinisikan sebagai hasil perkalian antara massa benda dan
kecepatannya. Oleh karena itu, setiap benda yang bergerak memiliki
momentum

1
Secara matematis, momentum linear ditulis sebagai berikut:

p=m.v

p adalah momentum (besaran vektor),

m massa (besaran skalar)

v kecepatan (besaran vektor).

Arah dari momentum selalu searah dengan arah kecepatannya.

Momentum adalah besaran vektor, oleh karena itu jika ada beberapa vektor
momentum dijumlahkan, harus dijumlahkan secara vektor. Misalkan ada dua
buah vektor momentum p1 dan p2 membentuk sudut , maka jumlah
momentum kedua vektor harus dijumlahkan secara vektor, seperti yang terlihat
dari gambar vektor gambar 8.1. Besar vektor p dirumuskan sebagai berikut :

Gambar 9.1 Penjumlahan momentum mengikuti aturan penjumlahan vektor

2
a. Hubungan Momentum dengan Energi Kinetik

Energi kinetik suatu benda yang bermassa m dan bergerak dengan


kecepatan v adalah

Jika persamaan (3) dikalikan dengan maka akan menjadi

(4)

III. IMPULS

Apabila sebuah gaya F bekerja pada sebuah benda bermassa m dalam


selang waktu tertentu t sehingga kecepatan benda tersebut berubah,
maka momentum benda tersebut akan berubah. Dalam hal ini,
berdasarkan hukum kedua Newton dan definisi percepatan, maka
diperoleh persamaan berikut,

F=m.a (5) dan a= (6)

Jika kedua persamaan di atas disubstitusikan, akan diperoleh persamaan,

F t = mv2 mv1 (7)

3
F t dinamakan impuls, dan mv2 mv1 adalah perubahan momentum

(momentum akhir momentum awal). Dengan demikian diperoleh


hubungan impuls dan momentum sebagai berikut,

I = F t = p = mv2 mv1

I = impuls (N.s)
F = gaya (N)
t = selang waktu (s)
p = perubahan momentum (kg.m/s)
Dari persamaan di atas dapat dikatakan, impuls adalah perubahan
momentum yang dialami suatu benda.

IV. CONTOH SOAL MOMENTUM DAN IMPULS

1. Sebuah mobil dengan massa 2000 kg, mula-mula bergerak lurus dengan
kecepatan awal 20 m/s ke utara. Setelah beberapa saat, mobil tersebut
direm dan setelah 10 detik kecepatannya berkurang menjadi 5 m/s.

Tentukan:

a. Momentum awal mobil

b. Momentum mobil setelah direm. (setelah 10 detik)

c. Perubahan momentumnya setelah direm

4
Diketahui :

m = 2000 kg

vt = 5 m/s v0 = 20 m/s

t = 10 s

Ditanya :

a. p0?

b. pt?

c. p?

Jawab :

Karena momentum merupakan besaran vektor, maka harus


ditetapkan terlebih dahulu arah positifnya (pemilihan ini boleh
sembarang). Misalkan arah ke utara kita ambil sebagai arah positif.

a. Momentum awal mobil :

po = m vo

= 2000 kg x 20 m/s

5
= 40000 kg m/s arah po ke utara

b. Momentum akhir :

Pt = m vt

= 2000 kg x 5 m/s

= 10000 kg m/s arah pt ke utara

c. Perubahan momentum bisa dinotasikan sebagai

p : p = pt po

= 10000 kg m/s - 40000 kg m/s

= -3000 kg m/s perubahan momentum mempunyai tanda negatif,


berarti arahnya ke selatan

2. Mobil dengan massa 500 kg bergerak dengan kecepatan tetap (v). Energi
kinetiknya (Ek) = 100.000 joule. Tentukan momentum dan kecepatan
mobil tersebut (v) (dengan satuan km/jam).

6
Diketahui :

m = 500 kg

Ek = 100.000 joule

Ditanya :
a. p?
b. v?
Jawab :

Hubungan Ek dengan p adalah :

Sehingga momentumnya (p) adalah :

Kemudian kecepatannya adalah

3. Dua buah bola masing-masing mempunyai massa 2 kg dan 3 kg. Bola


pertama bergerak ke utara dengan 4 m/s dan bola kedua ke barat dengan 10
m/s. Berapakah besar momentum total kedua benda tersebut ?

7
Diket :

m1 = 2 kg v1 = 4 m/s (arah utara)

m2 = 3 kg v2 = 10 m/s (arah barat)

Ditanya : p total ?

Jawab :
p1 = m1 . v1

=2.4

= 8 kg.m/s (arah utara)

p2 = m2 . v2

= 3 . 10

= 30 kg.m/s (arah barat)

8
Besar

4. Sebuah bola bergerak dengan kecepatan 20 m/s kemudian dipukul


dengan pemukul bola dengan gaya 2000 newton selama 0,001 sekon.
Tentukan besarnya Impuls gaya pada bola.

Diketahui :

V = 20 m/s F = 2 000 N t = 0,001 s

Ditanya : I ?

Jawab :

Besarnya Impuls :

I = F . t

9
= 2000 newton x 0,001 sekon

= 2 N.s

5. Sebuah benda bermassa 1 kg, sedang bergerak lurus beraturan dengan


kecepatan 20 m/s tiba-tiba ada gaya yang bekerja pada benda searah
dengan gerak benda sebesar 50 newton selama 0,2 detik.

Tentukan:

a. Besarnya impuls gaya pada benda ?

b. Momentum benda sebelum dan sesudah dikenai gaya ?

c. Perubahan momentum ?

Diketahui :

M = 1 kg F = 50 N

V = 20 m/s t = 0,2

10
Ditanya :

a. I?

b. p1?

c. p2?

d. p?

Jawab:
a. Besar impuls gaya
I = F . t
= 50 newton x 0,2 sekon
= 10 N.s
b. Momentum bola sebelum dikenai gaya p1= m v1
= 1 kg x 20 m/s
= 20 kg m/s

Untuk mencari momentum benda sesudah dikenai gaya dicari


dahulu berapa besar kecepatan benda sesudah dikenai gaya. Mula-mula
benda bergerak lurus beraturan, setelah dikenai gaya benda bergerak
GLBB selama 0,2 detik

c. Momentum benda setelah dikenai gaya p2= m v2


= 1 kg . 30 m/s
= 30 kg m/s

11
d. Perubahan momentum
p = p2 p1
= m v2 m v1

Arah kedua momentum sama, oleh karena itu


p = 30 kg m/s 20 kg m/s
= 10 kg m/s

Perhatikan jawaban a dan c. hasilnya sama. Impuls gaya sama dengan


perubahan momentum.

12
V. DAFTAR PUSTAKA

Sears, Zemansky, Fisika Untuk Universitas 1, College Physics, Addison


Wesley Pub. Co., Terjemahan, Sudarjana, Amir Achmad, Binacipta,
Bandung, 2010

Tipler, Paul A., Fisika Untuk Sains dan Teknik 1, Worth Publisher Inc,
Terjemahan : Lea Prasetio,Rachmad W. Adi, Erlangga, Jakarta, 2010.

Frederick J. Bueche, Eugene Hecht, College Physics, The McGraw-Hill


Companies, Terjemahan, Refina Indriasari, Penerbit Erlangga, Jakarta, 2011.

Douglas C. Giancoli, Fisika, Terjemahan, Erlangga, Jakarta, 2010.

13