Anda di halaman 1dari 2

Feri Ferdinan A.

Nama: Fandu Syafrian


NPM: 044116535
Kelas: J

Profil wartawan
Judul Ani Idrus : Pejuang Wanita Dibidang Pers

Ani Idrus, yang lahir di Sawahlunto, Sumatra Barat pada 25 November 1918, merupakan salah satu
tokoh wanita di bidang pers atau media cetak. Dalam menekuni profesinya sebagai wartawan, Ani Idrus
telah memiliki jam terbang yang cukup tinggi. Untuk mencapai jam terbang itu tentu tidak mudah,
berbagai suka dan duka, upaya dan target serta kemauan yang kuat membuat apa yang dicita-citakan
terkabul. Di tahun 1936an ia sudah mencapai reputasi sangat baik di bidang pers. Bekerja pada harian
"Sinar Deli" Medan, ia juga menerbitkan majalah politik "Seruan Kita" bersama dengan Haji Mohammad
Said yang juga menjadi suaminya. Pada 11 Januari 1947 mereka menerbitkan :"Pewarta Deli", "Majalah
Wanita", dan "Harian Waspada".
Tahun 1969, Ani Idrus memimpin sebanyak 4 jenis media cetak yaitu : Harian Waspada, majalah
Dunia Wanita, edisi Koran Masuk Desa ( KMD ) dan Koran Masuk Sekolah ( KMS ). Pada tahun 1955, ia
diberi kesempatan untuk melakukan peliputan perundingan Tengku Abdul Rahman dengan Chin Peng (
pemimpin komunis Malaya ) di Baling, Malaya. Tahun 1974, ia bersama rombongan Adam Malik
menghadiri KTT Non Blok di Srilanka. Karena ia adalah seorang wanita, maka perjuangan di bidang pers
banyak bertemakan wanita, seperti ketika diadakan pekan diskusi yang berlangsung di aula Pusat
Kebudayaan Perancis di Jakarta, ia memberi judul makalah "Posisi Kaum Perempuan dalam Pengelolaan
Manajemen Pers". Demikian juga ketika Ikatan Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Fisipol USU
menyelenggarakan simposium tentang Perkembangan Perusahaan Pers di Indonesia, judul makalahnya
adalah "Prospek Pers Wanita dalam Industri Pers Indonesia".
Di tahun 1991, ketika berlangsung Kongres Kebudayaan di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, ia
diminta untuk berbicara tentang "Kebudayaan dan Wanita". Pada tahun yang sama beliau mendapat
penghargaan dari Menteri Negara Urusan Peranan Wanita ( Meneg UPW ) berkaitan dengan Harian
Waspada sebagai surat kabar terbaik, isinya masalah peningkatan peranan wanita dalam pembangunan
bangsa. Berbagai kegiatan ia ikuti seakan tidak pernah bosan, dan semakin banyak pengalaman baru yang
ia tekuni sehingga membuat dirinya bersemangat untuk berkarya, seperti mendirikan "Taman Indria" yang
terdiri dari Balai Penitipan Anak, Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar di Medan.
Taman Indria dalam perkembangannya menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan.
Tahun 1978, dalam rangka Hari Kartini, Ani Idrus mendirikan Perguruan ERIA yang terdiri dari TK, SD,
SMP yang berlokasi di Jalan Sisingamangaraja 195 Medan. Tahun 1984, ia membuka sekolah pendidikan
agama Islam setingkat SD yaitu Madrasah Ibtidaiyah "Rohamah" yang berada di jalan Selaman Ujung,
Simpang Lima, Medan. Di beberapa bidang lain beliau juga mempunyai perhatian besar seperti
mendirikan "Wanita Demokrat" yang berpusat di Jakarta, mendirikan Bank Pasar Wanita di Medan.
Tidak pernah bosan dan tidak jemu adalah prinsip hidupnya untuk mengembangkan profesi
khususnya di bidang jurnalistik. Sampai akhir hidupnya ia terus berkarya. Dan pada tanggal 9
Januari 1999 beliau meninggalkan dunia kembali menghadap khaliknya. Namun karya dan
pengabdiannya tetap dikenang oleh bangsa Indonesia.

Latihan soal TP 1 || Dasar-dasar Jurnalistik || 2016-2017 || 1


Feri Ferdinan A.

Latihan soal TP 1 || Dasar-dasar Jurnalistik || 2016-2017 || 2