Anda di halaman 1dari 7

Jenis Pakan Sapi Potong

1. Pakan Hijau

Pakan hijau sangat baik untuk sapi terutama pada masa penggemukan. Pakan hijau yang dapat
diberikan yaitu jenis rumput, siratro, lamtoro, gamal, centro. Daun lamtoro, limbah pertanian
yaitu jerami. Pakan hijau bisa dijadikan pakan utama sapi, jadi pakan harus baru agar sapi
mendapatkan gizi yang cukup untuk pertumbuhannya.

Berdasarkan jenisnya, pakan hijau dibagi menjadi 3 kategori yaitu hijauan kering, hijauan segar dan
silase. Jenis pakan hijauan segar seperti rerumputan, kacang-kacangan, serta tanaman hijau yang lain.
Beberapa jenis rumput yang bagus digunakan untuk pakan sapi antara lain daun turi, daun lamtoro,
rumput gajah, rumput raja dan lain sebagainya. Hijauan kering merupakan jenis pakan yang bersal dari
hijauan segar yang secara sengaja dikeringkan supaya tahan lebih lama. Contohnya saja jerami padi,
jerami jagung, jerami kacang tanah yang sering dipakai ketika musim kemarau tiba. Jenis pakan yang
ketiga yaitu silase, silase merupakan hijauan segar yang diawetkan. Cara pembuatan silase yaitu dengan
menutup rapat hijuan segar selanjutnya akan terjadi proses fermentasi. Beberapa contoh silase yang
dikenal masyarakat yaitu silase rumput, silase jagung, silase jerami padi dan lain sebagainya

2. Pakan Konsentrat

Pakan konsentrat atau pakan penguat yaitu berupa pakan olahan seperti dedak padi yang telah
dicampurkan bungkil kelapa, tepung tulang dan garam dapur. Pakan konsentrat ini 70% dedak,
30% bungkil kelapa, 0,5% tepung tulang dan 1% garam dapur, komposisi olahan tersebut harus
sesuai jangan terlalu banyak salah satunya agar gizi seimbang untuk kebutuhan sapi tersebut.

Cara Pemberian Pakan untuk Sapi Potong

Pakan untuk cara penggemukan sapi limosin harus diatur agar cara penggemukan sapi limosin
potong tersebut mencapai target yang diharapkan. Nah, bagi pembudidaya sebaiknya
memberikan pakan hijau lebih banyak dari pada olahan konsentrat, karena pakan hijau adalah
makanan utama sapi. Waktu yang cocok dalam pemberian pakan yaitu pukul 8 pagi, 12 siang,
dan 5 sore, tiga kali dalam sehari merupakan standar pemberiaan pakan untuk ternak.

Proses Pembuatan Jerami Padi Fermentasi


Pembuatan jerami padi fermentasi dengan sistem terbuka. Proses fermentasi terbuka
dilakukan pada tempat terlindung dari hujan dan sinar matahari langsung. Bahan-bahan yang
digunakan untuk menghasilkan 1 ton jerami fermentasi adalah : 1 ton jerami padi segar,
Probion (probiotik) 2,5 kg, Urea 2,5 kg, dan air secukupnya.
Cara Pembuatan :
Proses pembuatan dibagi dua tahap, yaitu tahap fermentatif dan pengeringan serta
penyimpanan. Pada tahap pertama, jerami padi yang baru dipanen dari swah dikumpulkan
pada tempat yang telah disediakan, dan diharapkan masih mempunyai kandungan air 60%.
Jerami padi segar yang akan dibuat menjadi jerami padi fermentasi ditimbun dengan ketebalan
kurang lebih 20 cm kemudian ditaburi dengan Probion dan urea. Tumpukan jerami tersebut
dapat dilakukan hingga ketinggian sekitar 3 meter. Setelah pencampuran dilakukan secara
merata, kemudian didiamkan selama 21 hari agar proses fermentatif dapat berlangsung dengan
baik. Tahap kedua adalah proses pengeringan dan penyimpanan jerami padi fermentasi.
Pengeringan dilakukan dibawah sinar matahari dan dianginkan sehingga cukup kering sebelum
disimpan pada tempat yang terlindung. Setelah proses pengeringan ini, maka jerami padi
fermentasi dapat diberikan pada ternak sebagai pakan pengganti rumput segar.
CARA KE 2
BAHAN
(a). Satu ton jerami padi kering/basah (sekitar 3 colt), yang paling baik tidak kering dan tidak
basah = magel.
(b). 1 botol bioactivator "Ragi Tape Jerami"
(c). 1 kg molasse/tetes tebu (bisa digantikan dengan 500 gr gula jawa/gula aren)
(d). air secukupnya
Jika jeraminya basah tidak perlu menambah air, jika jeraminya kering, air yang dibutuhkan antara
300 400 liter atau diperkirakan nantinya jerami mengandung air berkisar 50-60%.

5 Cara Mengolahnya
(a). Cari tempat yang berlantai tanah dan kalau bisa teduh (tidak terkena panas dan hujan).
(b). Tumpuk jerami padi setebal 20 cm padatkan dengan cara diinjak-injak.
(c). Campur Ragi Tape Jerami dengan mollase dan air. Siramkan ke seluruh permukaan jerami
agar merata (jika jerami sudah basah, tidak perlu disiram dengan air, cukup dipercik-percikan
dgn larutan ragi tape jerami + mollase).
(d). Tumpuk lagi dengan jerami setinggi 20 cm, padatkan.
(e). Ulangi lagi sesuai langkah (3) hingga jerami habis. Bagian paling atas sebaiknya ditutup
dengan plastik atau jerami kering. Dan biarkan selama 7-10 hari.

7. Pada hari ke 7 periksa aroma (bau) yang timbul pada tumpukan jerami. Jika aroma jerami
sudah berubah beraroma harum (karamel atau tape) dan serat-serat jerami sudah lunak (periksa
dengan cara pegang dan remas-remas), serta tumpukan dalam jerami sudah mengeluarkan jamur
berwarna putih dan kuning, maka proses pembuatan Tape Jerami sudah selesai. Jika belum
proses dapat dilanjutkan sampai maksimum 10 hari.

6 Bagaimana Cara Memberikannya ?


Ambil Tape Jerami secukupnya (1 ekor sapi dewasa cukup 10 kg/hari), angin-anginkan terlebih
dahulu sekitar 5 menit, baru berikan kepada sapi. Sebaiknya pemberian dibagi dua atau tiga kali
dalam sehari, yakni pagi, setelah diberi konsentrat, siang hari, dan malam hari.

7 Apakah Setiap Sapi Mau Makan Tape Jerami ?


Mau ! Jika sapi peternak ternyata tidak mau, maka harus dilatih terlebih dahulu. Caranya:
puasakan sapi sepanjang pagi-siang (hanya diberi minum secukupnya dan konsentrat sedikit
saja) kemudian pada malam harinya sediakan Tape Jerami. Insya Allah sapi peternak segera mau
makan Tape Jerami.Pemberian sebaiknya jangan dicampur dgn rumput segar/hijauan laiinya,
setelah terbiasa bisa dicampur.

8 Tape Jerami dapat Disimpan ?


Ya! Tape jerami dapat disimpan sampai satu tahun. Caranya: setelah jadi, bongkar dan angin-
anginkan sampai kering, kemudian diikat kembali atau bila perlu dipres agar dapat lebih padat
dan mudah diatur. Jadi saat musim hujan tiba. Hijauan rumput tersedia banyak dan jerami padi
juga panen dalam jumlah besar. Maka buatlah Tape Jerami sebanyak-banyaknya untuk disimpan
dan digunakan pada musim kemarau. Maka tentunya, meskipun peternak punya banyak ternak
sapi, para peternak tidak perlu kebingunan atau stress mencari rumput atau menjual ternak
hanya untuk membeli hijauan.

9 Apakah Cukup dengan Tape Jerami ?


Untuk kebutuhan hijauan, sudah cukup! Jadi tidak perlu lagi ditambah dengan rumput atau
hijauan yang lain. Jika peternak memelihara 12 ekor sapi maka harus disediakan 120 kg Tape
Jerami per hari atau 3.600 kg (2 truk) per bulan. Peternak cukup membuat sebulan sekali saja.
Dengan demikian tidak perlu mencari rumput untuk pakan ternak sapi setiap harinya, dan waktu
luang peternak menjadi lebih banyak sehingga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan yang lebih
produktif lainnya (tukang kayu, bisnis, dagang dlsb).

10 Apakah Perlu Pakan Tambahan lain ?


Ya! Sapi kita tetap memerlukan pakan tambahan untuk mencukupi kebutuhan sesuai dgn tujuan
pemeliharaan. Kita harus menyediakan konsentrat minimum 2,5% dari bobot badan. Konsentrat
dapat berupa konsentrat jadi atau meramu sendiri seperti ampas tahu, bekatul, bungkil kedela,
dan lain-lain. Jangan lupa agar sapi lebih lahap makannya, pencernaannya semakin optimum,
daya tahan lebih tinggi terhadap serangan penyakit dan cuaca ekstrim, serta berpenampilan lebih
baik (kulit berminyak, bulu lembut, mata cerah berseri) tambahkan Jamu Ternak/probiotik.
Jangan lupa sediakan air minum sebanyak 40 60 liter setiap hari agar metabolisme ternak
semakin lancar.

MANFAAT JERAMI FERMENTASI


1. Mempunyai kandungan protein lebih tinggi dari jerami biasa (sekitar 7 9%);
2. Lebih mudah dicerna oleh hewan/ternak ruminansia;
3. Nilai gizi pakan meningkat;
4. Beraroma harum, tidak berbau busuk;
5. Lebih higienis;
6. Bahan mudah didapat dan murah;
7. Sebagai cadangan pakan tahan lama, praktis dan murah.
BAHAN DAN UKURAN UNTUK FERMENTASI
1. Jerami padi kering, kadar air -/+ 10%, bisa dalam bentuk jerami utuh sebanyak 800 kg
2. Probiotik In Vivo/vitro 3 liter
3. Molase/tetes tebu sebagai sumber energy awal buat mikrobia pada awal inkubasi 20 kg
4. Air biasa sumur tanpa klorinasi 177 liter.
Catatan :

Jika jeraminya basah, kadar air 20 25%, maka menambah airnya sedikit saja atau diperkirakan nantinya
jerami mengandung air berkisar 25 30%.

BAGAIMANA MENGOLAHNYA
1. Cari tempat yang berlantai tanah atau semen, lebih tinggi minimum 50 cm dari sekitarnya, ditaburi
kapur dan harus yang teduh (tidak terkena panas dan hujan)
2. Tumpuk jerami padi setebal 20 cm padatkan dengan cara diinjak-injak atau dipadatkan pakai alat
stemper (pemadat tanah uruk)
3. Menyiapkan formula probiotik sebgai bioactivator. Campur Win_Prob In Vivo dengan molase 2%
dan air (sesuai ukuran yang disediakan di awal)
4. Siramkan ke seluruh permukaan jerami agar merata (jika jerami sudah basah, tidak perlu disiram
dengan air, cukup dipercik-percikan dengan larutan probiotika)
5. Tumpuk lagi dengan jerami setinggi 20 cm, disiram larutan probiotika sambil dipadatkan, bisa
sampai 5 lapis atau lebih
6. Ulangi lagi sesuai langkah (3) hingga jerami habis. Kemudian ditutup total dengan plastik atau
terpal dan biarkan terfermentasi selama 30 hari
7. Pada hari ke-7 bila periksa aroma (bau) yang timbul pada tumpukan jerami. Jika aroma jerami
sudah berubah beraroma harum seperti tape dan serat-serat jerami sudah lunak (periksa dengan
cara pegang dan remas-remas), serta tumpukan dalam jerami sudah mengeluarkan jamur berwarna
putih dan kuning, maka proses pembuatan fermentasi sudah selesai
CARA PENYAJIAN
Berikan jerami fermentasi secukupnya, 1 ekor sapi dewasa, bobot badannya >400 kg, cukup 10 kg/hari.
Tapi mesti diangin-anginkan terlebih dahulu minimum 5 menit, baru berikan kepada sapi. Sebaiknya
pemberian dibagi dua atau tiga kali dalam sehari, yakni pagi, setelah diberi konsentrat, siang hari setelah
diberi konsentrat.

PENYIMPANAN
Jerami fermentasi dapat disimpan sampai satu tahun.

Caranya: setelah fermentasinya sudah jadi (matang), bongkar dan angin-anginkan sampai kering,
kemudian diikat kembali atau bila perlu di-pres agar dapat lebih padat dan mudah diatur.

Maka buatlah jerami fermentasi sebanyak-banyaknya untuk disimpan dan digunakan pada musim
kemarau (cadangan pakan)

Cara membuat pakan fermentasi gedebog pisang kaya nutrisi

Kandungan yang terdapat dalam batang pisang menurut berbagai penelitian, gedebog diketahui memiliki
kandungan nutrisi yang komplit sebagai pengganti pakan ternak. Adapun komposisi rata-rata nutri dalam
batang pisang antara lain : Bahan kering (BK) 87,7 %, abu 25,12%, lemak kasar (LK) 14,23 %, serat kasar (SK)
29,40%, protein kasar (PK) 3 % termasuk asam amino, amine nitrat, glikosida, mengandung N, glikilipida,
vitamin B, asam nukleat, bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) 28,15% termasuk karbohidrat, gula dan pati.
Dengan diketahui kandungan nutrisi pada batang pisang, tentu kebutuhan makanan ternak bukan suatu
kendala bagi peternak, dengan kata lain gedebog merupakan kandidat tepat untuk pengganti pakan ternak.
Memang jumlah protein kasar dalam gedebog pisang tidaklah terlalu tinggi namun dengan mencampur bahan
lain seperti bekatul, bungkil kelapa, ampas tahu atau limbah dari produk kedelai, dan ditambah dengan
fermentasi mampu meningkatkan protein kasar pada gedebog pisang.

Pemanfaatan limbah untuk pakan ternak sangat populer disebut pakan fermentasi. Fermnetasi merupkan
proses pemecahan senyawa organik menjadi sederhana yang melibatkan mikroorganisme dengan tujuan
menghasilakn sutau produk yang mmepunyai petumbuhan mikroba kontaminan.
Perlu diperhatikan bahwa cara alami pertambahan berat badan pada hewan ternak akan sangat cepat. Namun
untuk mewujudkan itu perlu cara pemberian konsentrat dengan menggunakan pola HCS dengan produk SOC,
hasil pakan yang dibuta dari sisa-sisa limbah pertanian. Dengan fermentasi menggunkaan produk SOC-HCS,
selain menguntungkan dari sisi pengeluaran hewan ternak juga akan cepat gemuk. Cara membuatnya juga
cukup mudah dan bisa di lakukan siapa saja.
SOC (Suplemen Oranik Cair) merupakan suplemen khusus untuk menyehatkan bintang ternak anda. Dengan
SOC anda dapat menekan pengeluaran selama produksi dan perawatan. SOC membantu mengurangi tingkat
stres pada hewan ternak dan menekan timbulnya penyakit pada ternak anda untuk meningkatkan antibodi,
sehingga hewan tenak tidak muda sakit.
Cara membuat pakan fermentasi gedebog pisang kaya nutrisi
Pohon pisang dipotong-potong / dicacah kecil-kecil. Lalu masukkan gula dan SOC kedalam air 1 liter.
Di sisi lain, campurkan bahan utama yaitu pohon pisang, ampas tahu dan katul kedalam wadah yang besar.
Larutan yang berisi air, gula pasir dan SOC tadi aduk rata dan diamkan sejenak selama kurang lebih 15
menit. Kemudian masukkan lag larutan itu kedalam air 10 liter lalu siramkan secara merata kedalam
campuran pakan dalam wadah besar, kemudian sebagai tambahan taburkan garam dan aduk terus menerus
hingga semuanya tercampur rata.
Masukkan pakan kedalam drum plastik lalu tutup rapat dengan tujuan agar kedap udara selama kurang lebih
1 hari.
Pakan fermentasisiap untuk diberikan pada ternak kambing atau sapi setiap pagi dan sore.
Hal yang harus diperhatikan supaya hewan ternak akan menyukai pakan fermentasi
Terlebih dahulu hewan ternak dicekok/dicontang dengan 2-3 cc (1 tutup botol SOC-HCS) agar nafsu
makannya meningkat.
Pertama berikan pakan buatan dicampur dengan pakan biasa yang telah disemportkan SOC-HCS.
Selama 1-7 hari, tiap pagi ternak diberi pakan seperti biasa yang telah disemprot SOC-HCS, sore harinya
diberi pakan buatan agar terbiasa. Selanjutnya akan normal dengan pakan buatan.
Atur kadar air jangan terlalu tinggi. Bila terlalu tinggi atau basah, hasil fermentasi tidak optimal dan kurang
tahan lama.
Manfaat pakan fermentasi gedebog pisang kaya nutrisi
Keunggulan pakan organik alternatif yang diperoleh dari fermentasi tidak hanya terkait dengan soal biaya.
Secara alami, hewan ternak sebenarnya melakukan proses ferementasi dalam proses pencernaannya. Dengan
adanya pakan yang sudah difermentasikan, setidaknya tubuh hewan ternak bisa langsung menyerap sari
makanan. Meskipun demikian, perlu juga dicatat bahwa jumlah total pakan yang harus diberikan pada hewan
ternak setidaknya mencapai 10% dari total berat pada hewan ternak. Pemberian pakan yang kurang hanya
akan menghambat kesehatan reproduksi hewan ternak.

CARA KE 2
Berikut ini adalah Cara Fermentasi daun jati dan Gedebok Pisang.
Seperti yang telah disampaikan dalam artikel sebelumnya, fermentasi merupakan pakan ternak hasil proses
pemencahan senyawa organic, dimana dengan bantuan mikroorganisme diubah menjadi senyawa yang sederhana.

Bahan-bahannya Adalah:

Daun Molases atau tetes tebu 6Kg


Jati 10Kg Bekatul 3Kg
Dun-daun kering 10Kg Kulit
Rumout Hijauan Lapang 20Kg Kacang 10Kg
Titen 8Kg Air
Ketela 8Kg Probiotik, EM4, Probiotik Tangguh, SOC PT HCS,
Janggel 10 dll
Kg
Cara pengolahan bahan Pakan Fermentasi:
1. Timbanglah bahan yang akan diugunakan yang akan difermentasi
2. Potong bahan pakan tersebut dengan parang atau mesin chopper.
3. Daun jati dapat digiling agar menjadi halus.
4. Bahan pakan yang telah disiapkan dibuat berlapis dan lapis, kemudian dicampur dengan bekatul, tetes tebu, dan
probiotik.
5. Pakan yang telah dibuat, diaduk secara merata seluruhnya.
6. Kemudian masukkan ke dalam drum plastic atau silo, dipadatkan dengan cara dinjak-injak sampai padat,
kemudian tutuplah dengan rapat.
7. Lamanya fermetasi selama 21 hari sehingga hasil akan maksimal.
Hasil fermentasi ini akan dikatakn berhasil jika
Pakannya berbau harum
Warna kuning kecoklatan
Teksturnya lembut dan lembab
Tidak berjamur
Jika hasil fermentasi ini, yang diberikan tidak habis, kita harus menutup kembali dengan rapat, supaya mikroba
pengurai yang ada dalam drum tidak mati, dan sisa yang belum habis jika akan digunakan kembali kami sarankan
langsung habis diberikan pada ternak.

Berikut ini adalah alat dan bahan yang digunakan untuk pembuatan fermentasi gedebok pisang :
Alat : Bahan-bahan :
15 Kg Gedebok (tercacah)
Parang / Golok
1 sendok gula pasir
Ember / Bak ukuran besar
1 Sachet kecap manis
Gayung
1 tutup botol SOC (Suplement Organik
Alas Terpal Cair)
Drum plastik 5 Kg Bekatul
Pembuatan fermentasi gedebok pisang dimulai dengan memotong kecil-kecil gedebog pisang agar
kambing dapat memakan dan mencerna lebih mudah, selanjutnya kumpulkan jadi satu di plastik/terpal dan
aduk rata dengan bekatul. Tuangkan dan campuran larutan SOC 1 tutup botol, 1 sachet kecap manis, dan 1
sendok makan gula pasir ke dalam wadah plastik aduk hingga rata. Tuangkan larutan SOC yang telah
diaduk rata dengan bahan lainnya ke dalam campuran gedebog dan bekatul. Masukan semua campuran
gedebog pisang, bekatul/dedak yang telah dituang larutan SOC, kecap,dan gula pasir ke dalam ember
besar/wadah plastik dan tutup rapat ember besar/wadah plastiknya. Proses fermentasi paling cepat 2 jam
sampai 4 jam. setelah melalui proses fermentasi maka gedebog pisang siap diberikan ke kambing sebagai
pakan ternak.
Cara mebuat pakan sapi fermentasi dari jerami :
Bahan pakan dipotong-potong kecil, kemudian hamparkan setinggi 10-15 cm.
Campurkan molase, air dan SOC, simpan 30-60 menit, lebih lama lebih baik.
Taburkan dedak secara merata diatas bahan pakan tadi.
Taburkan garam secara merata.
Siram bahan pakan tadi dengan campuran SOC-HCS.
Langkah selanjutnya tutup rapat bahan pakan tersebut 1-3 hari.
Setelah itu bahan pakan yang ditutup tadi selanjutnya dibuka dan diangin-anginkan sebentar agar
dingin sebelum diberikan untuk pakan ternak.
Simpan ditempat yang teduh untuk persediaan pakan sampai beberapa bulan kedepan.

Fermentasi Jerami Padi dan gedebok pisang


Tanda bahawa fermentasi jerami kering behasil adalah aroma harum dan tekstur jerami yang tidak
berubah dari sebelumnya.