Anda di halaman 1dari 2

Nama : Dian Octaviani

NIM : 11140182000034
Mata Kuliah : Pendidikan Kewarganegaraan
Tugas : CRS 1

RANKING KEMAJUAN INDONESIA DALAM PERBANDINGAN NEGARA-NEGARA

Indonesia berada di rangking 108 karena masih banyak yang kurang dari Indonesia, mulai
dari pendidikan, sumber daya manusia, pendapatan per-kapita, saling mendukungnya
pemerintah dan masyarakat Indonesia, teknologi yang rendah, serta sarana dan prasarana.

Pendidikan di Indonesia sangat rendah, masih banyak mereka yang putus sekolah dan
banyak dari mereka yang bisa sekolah namun hanya hadir di sekolah. Sehingga pendidikan di
indonesia ini mengalami penurunan yang sangat derastis dibandingkan dengan negara-negara
lain. Dan kecurangan yang terjadi di dunia pendidikan merupakan bentuk korupsi kecil yang
telah menjadi budaya bagi masyarakat Indonesia, seperti halnya cara mencontek yang telah
mendarah daging, itu merupakan korupsi atau kecurangan yang telah di terapkan bagi mereka
yang masih belajar

Lalu biaya yang disalurkan untuk pendidikan itupun tidak merata sehingga masih banyak
diantara mereka yang kurang mampu tidak bisa melanjutkan sekolahnya, korupsi yang terjadi di
dunia pendidikan dapat mengakibatkan pembodohan masal bagi anak-anak bangsa. Sehingga
sumber daya manusia di Indonesia sangat rendah. Akibat dari rendahnya sumber daya manusia
masyarakat tidak bisa menggunakan dan menyeimbangkan kekayaan sumber daya alam yang di
miliki oleh Indonesia.

Dengan begitu, negara asing lebih mudah untuk menguasai dan menikmati kekayaan sumber
daya alam yang dimiliki Indonesia. Dan Indonesia sendiri hanya bisa menjadi pekerja bagi
mereka karena keahlian yang kurang dibanding negara lain. Sehingga mengakibatkan tingginya
angka kemiskinan.

Pendapatan per-kapita di Indonesia juga tidak merata dengan seperti ini puladapat
menagkibatkan angka pengangguran dan kemiskinan. Karena banyak mereka yang memiliki
jabatan dan mendapatkan amanah untuk menyejahterakan bangsa ini telah ke luar jalur. Mereka
hanya berlomba-lomba untuk memuaskan dan memperkaya diri mereka, korupsi yang tinggi
dibanding negara-negara lain yang mengakibatkan masyarakat kecil semakin terbelakang dan
semakin terpuruk.

Negara China juga memiliki angka korupsi yang tinggi namun masih bisa menyeimbangkan
dan menjadi negara dalam rangking tinggi, begitupun malaysia negara tetangga, padahal
malaysia hanya lebih kecil dibanding negara Indonesia namun bisa menempati rangking atas
pula. Karena negara-negara yang ada di tingkat atas itu dapat mengatur dan meratakan
pendapatan per-kapita sehingga tingkat kemiskinan, pendidikan itu tidak rendah.

Selain yang telah di sebutkan di atas \, bagian yang paling penting itu adalah dukungan
antara masyarakat dan pemerintah. Pemerintah bekerja keras untuk menjadikan negara Indonesia
ini menjadi lebih baik dan negara yang sejahtera. Dengan menegakan kedisiplinan dan ketegasan
hukum. Siapa yang salah maka akan diberikan hukuman yang setara tanpa memandang siapa
yang salah. Bukan si miskin dihukum dengan hukuman berat dan si kaya dapat bebas dari
hukuman. Hukum dalam negara itu harus diberikan dengan adil itu salh satu cara untuk
mengurangi angka korupsi yang telah mendarah daging di negara ini.

Kemudian dari masyarakat juga harus bisa mendukung kerja pemerintah seperti tidak
membuang sampah sembarangan untuk mencegah dari bencana banjir. Semua itu di awali
dengan hal yang kecil karena hal yang kecil juga dapat menjadi hal yang akan mengakibatkan
hal yang fatal.

Jika kebanyakan masyarakat belum bisa melakukan perubahan besar seperti itu maka kita
mulai dari diri kita sendiri bagaimana mengatur kegiatan kita sendiri, setidaknya kita telah
berusaha untuk menjadi masyarakat indonesia yang baik.

Teknologi di Indonesia sangat tertinggal dari pada negara-negara lain. sedangkan teknologi
juga berperan penting bagi negara seperti menambah wawasan, memperbanyak link atau relation
antar negara asing, untuk memperbaiki perekonomian negara ini.

Dan yang terakhir adalah sarana dan prasarana. Jika dibandingkan dengan negara Malaysia
dan China, Indonesia memiliki sarana dan prasarana yang rendah. Seperti di dunia pendidikan
yang kurang memadai atau yang lainnya.