Anda di halaman 1dari 6

8/26/2017

Arti Persahabatan

Nama : M. Nur Fahmi


Kelas : XI MIPA 4
No. Absen :25
Arti Persahabatan

Setelah Aldi mengikuti seleksi masuk SMA, akhirnya Aldi bisa diterima sekolah negeri

favorit yakni SMA N 1 Kebomas. Dihari pertama sekolah Aldi menikuti kegiatan MPLS setelah

beberapa hari, kemudian ada pengumuman masuk kelas sesuai jurusan masing masing. Aldi

yang masuk kelas X Mipa 5 merasa senang karena ia masuk sesuai keinginan nya.

Hari pertama, kami semua berkumpul di sekolah dengan membawa alat pembersih

seperti sapu, kain lap, parang dan sebagainya. Maklum, karena sekolah kami baru dibuka dan

penuh dengan debu, kami disuruh untuk membersihkan ruangan kelas yang akan kami gunakan

untuk menempuh pendidikan nanti. Disana ia bertemu beberapa teman yang ternyata sudah

dikenal sebelum masuk kelas ini, antara lain Razi, Deni, dan Yola. Tetapi Aldi ialah orang yang

mudah bergaul dengan siapa saja, jadi ia cepat memiliki banyak teman. Antara lain adalah,

Gino, Joda, Faris, Ali dan Bagus.

Aldi dan teman-temannya cepat akrab terutama yang laki-laki. Biasanya mereka suka

berkumpul bersama membahas hal-hal yang masuk tak akal. Itu yang membuat mereka tidak

bosan dengan pertemenan mereka. Apalagi Bagus, ia anaknya kalau berbicara selalu tidak jelas,

ia sering menjadi bahan candaan anak-anak terutama Razi dan Joda. Selain itu, Mereka tidak

hanya berkumpul ketika di sekolah saja, mereka pun berkumpul di luar sekolah seperti

nongkrong bareng atau melakukan kegiatan lainnya. Seiring berjalannya waktu anak laki-laki

dan anak perempuan pun semakin bertambah akrab biasanya beberapa anak perempuan ikut

berkumpul dengan anak-anak laki. Beberapa anak perempuan itu Yola, Nasa, Atun, Fla, dan

Rifa. Mereka suka apabila berkumpul dengan anak laki-laki dikarenakan anak lelaki jarang ada

masalah selain itu anak laki-laki juga suka bercanda.


Setelah berjalannya waktu Aldi mulai suka kepada salah satu sahabatnya sendiri yakni

Rifa, menurut Aldi Rifa adalah anak yang baik, sopan, pendiam, dan juga memiliki akhlak yang

cukup baik. Itulah yang membuat Aldi mulai suka dengan Rifa setelah itu Aldi mulai

melakukan pendekatan kepada Rifa. Tetapi pada saat fase pendekatan itu, diam-diam

sahabatnya Aldi juga suka kepada Rifa dan ternyata sudah melakukan pendekatan secara diam-

diam kepada Rifa tanpa sepengetahuan Aldi dan sahabat-sahabatnya. Kemudian Rifa juga

menanggapi pendekatan dari Ali, setelah beberapa hari Ali melakukan pendekatan secara diam-

diam kepada Rifa, perilaku Rifa sedikit berbeda terhadap Ali beitu juga sebaliknya. Itu yang

membuat salah satu sahabat Aldi yang bernama Deni menaruh rasa curiga terhadap perilaku

Rifa dan Ali. Kemudian Deni memberitahukan hal itu kepada Aldi, tetapi Aldi tidak langsung

percaya dengan omongan Deni dikarenakan tidak ada bukti yang jelas. Tetapi Deni ingin

membuktikannya kepada Aldi bahwa omongannya itu benar. Selang beberapa hari, pada saat

hari Raya Qurban Deni meminjam HP Rifa dengan alasan ingin bermain game di Hpnya. Dan

ketika ia bermain game, tiba-tiba muncul notif dari Ali, Deni pun penasaran dengan isi pesan

singkat dari Ali dan rasa curiga Deni cukup kuat terhadap hubungan mereka. Kemudian Deni

membuka isi pesan dari Ali yang ternyata mereka sudah lama dekat bahkan melebihi dekatnya

Aldi kepada Rifa. Deni yang tidak terima sahabatnya dikhianati oleh Ali segera memberitahu

Aldi tentang kejadian tersebut, dan pada saat itu Rifa sedang keluar kelas dan Deni pun

menunjukkan isi pesan dari Ali kepada Aldi tanpa sepengetahuan Rifa. Aldi kaget mengetahui

bahwa sahabatnya sendiri telah berkhianat kepadanya, ia pun sangat kecewa dengan Ali dan

juga Rifa.

Keesokan harinya, teman-teman kelas pun mengadakan acara bakar-bakar di rumah

Lisa, semua hadir kecuali Nasa, Rifa, Atun, Ali, Faris, dan Bagus. Mereka tidak ikut

dikarenakan malu kepada Aldi. Terutama Ali dan Rifa yang menjadi penyebab terpecahnya

persahabatan tersebut. Meskipun mereka tidak hadir dalam acara tersebut tetapi acara tersebut
tetap terlaksana dengan damai dan menyenangkan. Acara itu sendiri berlangsung selama

setengah hari dari jam 11 siang sampai pukul 4 sore. Setelah acara selesai, kami pun

membereskan sisa-sisa makanan dan membereskan semua perabotan yang telah dipakai. Kami

pun pulang pada pukul 5 sore menjelang maghrib dengan perasaan yang bahagia meskipun ada

sebagian yang tidak hadir dalam acara tersebut.

Keesokan harinya, Aldi yang biasanya selalu terlihat ceria menjadi terlihat pendiam

kemudian Razi yang melihat perilaku sahabatnya berubah tidak seperti biasanya. Kemudian

razi pun mendekati Aldi dan mencoba untuk bertanya kepada Aldi tentang apa yang membuat

perilaku Aldi berubah.

Di, tumben kamu diam ? biansanya kamu suka bercanda kata Razi.

ya gak apa-apa, lagi males aja bercanda. Kata Aldi dengan muka datar.

Beneran ? kata Razi dengan curiga.

iya Zi, beneran Aldi menjawab dengan terpaksa.

Dan Razi pun meninggalkan Aldi pergi ke kantin. Dan pada saat di kantin ia bertemu

dengan Deni dan bertanya mengapa Aldi hari ini diam. Kemudian Deni menceritakan apa yang

terjadi antara Aldi, Ali dan Rifa. Setelah kembali dari kantin Razi pun mencoba menghibur

Aldi, dan ternyata sahabat-sahabat yang lain pun sudah mengetahui masalah ini. Aldi yang

kecewa dengan sikap sahabatnya yang sebagian mendukung hubungan Ali dengan Rifa tersebut

membuatnya menjauhi sahabat yang mendukung Ali dan Rifa itu.


Aldi, Razi, Deni, Gino dan Yola yang kurang suka dengan sikap sahabat yang lain

tersebut, sehingga membuat mereka memutuskan membuat grup persahabatan sendiri. Dan

mereka sempat saling tidak menyapa antara satu sama lain. Setelah satu bulan kejadian tersebut,

Ali dan sahabat yang lainnya meminta maaf kepada Aldi dan mereka ingin persahabatan ini

kembali seperti dulu lagi. Kemudian Aldi memaafkan para sahabatnya tersebut dan mereka

bersatu kembali. Setelah masalah tersebut selesai mereka memulai kembali persahabatannya

seperti yang dulu. Sekarang mereka sering berkumpul kembali baik di sekolah maupun di luar

sekolah. Rifa yang sebelumnya mempunyai perasaan dengan Aldi kembali mendekati Aldi,

Rifa mendekati Aldi dengan mengajak ngobrol Aldi saat diekolah, Aldi pun juga sebenarnya

masih mempunyai perasaan yang sama terhadap Rifa. Kemudian mereka pun menjadi sahabat

yang sangat dekat bahkan kedekatannya melebihi dari sekedar sahabat.

Seiring berjalannya waktu Joda pun juga mempunyai perasaan suka pada Atun, itu

terlihat saat Joda sering mengoda atun yang terlihat sangat lucu bagi Joda. Setelah melakukan

pendekatan kurang lebih 1 bulan Joda pun berniat untuk mengutrakan perasaan nya pada Atun

dan sahabat-sahabat yang lain pun mendukung Joda. Tiba waktunya saat Joda mengungkapkan

perasaanya pada Atun, Joda pun mengunkapkan perasaanya kepada Atun akan tetapi Atun yang

telah mengetahui perasaan Joda menolaknya secara halus dengan alasan jika hubungannya

suatu saat berakhir mereka tidak bisa lagi bersahabat seperti biasanya. Teman-teman yang lain

pun sedikit tertawa mendengar jawaban dari Atun.meski joda ditolak oleh Atun, Joda tidak

marah dan sekarang ia menjadi sahabat.

Setelah beberapa saat, tepatnya pada liburan Ujian Nasional mereka semua berniat

untuk pergi liburan disuatu tempat. Setelah berdiskusi mereka telah menemukan tempat yang

cukup nyaman yakni liburan di Kota Malang, kebetulan Nasa yang merupakan anak orang kaya
mempunyai beberapa Villa di beberapa daerah di dekat tempat wisata. Setelah direncanakan

dengan matang bereka berniat untuk liburan selama 2 hari 1 malam. Beberapa hari sebelum

berangkat, Rifa dan Yola ternyata tidak diperbolehkan untuk ikut oleh orang tua mereka, alasan

orang tua Rifa melarangnya adalah karena tidak adanya pendamping selain anak-anak tersebut.

Beda dengan Yola ia tidak diperbolehkan karena ia ada acara keluarga yng bertepatan dengan

hari liburan Yola dan teman-temannya. Nasa yang mendengar berita tersebut langsung marah

dan tidak mau berteman dengan mereka lagi.

Setelah 1 minggu kejadian tersebut, teman-teman yang lain berusaha membujuk Nasa

agar mau kembali bergabung. Akhirnya Nasa mau bergabung kembali dengan mereka semua

dan ikut mengobrol dengan mereka semua.

Setelah beberapa waktu mereka naik kelas XI, mereka semua berharap bisa berkumpul

kembali dalam satu kelas. Namun, rupanya takdir berkata lain mereka tidak bisa satu kelas lagi

mereka terpisah dalam kelas masing-masing. Mereka sedih mendengar berita tersebut, mereka

takut apabila mereka tidak bisa berkumpul kembali seperti waktu kelas X. Akhirnya Aldi

mempunyai ide agar tetap bisa berkumpul, yakni mereka harus bisa berkumpul minimal setiap

akhir bulan, mereka pun setuju dengan usul Aldi dan mereka semua berharap persahabatan ini

tidak hanya bisa berjalan terus sampai masa hidup kita didunia tetapi juga sampai di akhirat

kelak.