Anda di halaman 1dari 4

NOTULEN SOSIALISASI

PROGRAM BANK SAMPAH

Hari/ Tanggal : Selasa/ 18 April 2017


Pukul : 09.00 WIB s/d Selesai
Tempat : Gedung Pertemuan Baitullah Kel. Jawi-Jawi I Kec. Pariaman Tengah

Narasumber :
1. Dinas Lingkungan Hidup Kota Pariaman, yang diwakili oleh Ibuk. Leni Amin, S.Sos (Kabid
Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup)
2. Dinas Lingkungan Hidup Prov. Sumatera Barat yang diwakili oleh Bpk. Zulkifli, SH (Kasi
Pengelolaan Limbah B3)
3. Jejaring Sampah Ranah Minang, yang diwakili oleh Bpk. Syaifuddin Islami, SP, M.Si
4. Bank Sampah Hanesty Kota Solok (Bank Sampah dengan Aplikasi Komputerisasi), Bpk. Rony
Sy.
Peserta :
Peserta yang diundang sebanyak 20 (dua puluh) orang dari 10 (sepuluh) desa, dimana masing-
masing desa sebanyak 2 (dua) orang yang mewakili perangkat desa dan pengelola bank
sampah. 10 (sepuluh) desa tersebut yaitu : Desa Palak Aneh, Desa Balai Kurai Taji, Desa
Bungo Tanjung, Desa Kampung Baru, Desa Tungkal Selatan, Desa Cubadak Mentawai, Desa
jati Ilir, Desa Taluak, Desa Kampung Kandang, Desa Talago Sariak.
Peserta yang hadir 100% (seratus persen) dari undangan.

Pembahasan :
1. Sambutan Walikota yang disampaikan oleh Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Pariaman
Bpk. Adri, S.Pd
2. Laporan Ketua Panitia yang disampaikan oleh Kabid. Pengendalian Pencemaran dan
Kerusakan Lingkungan Hidup Ibuk. Leni Amin, S.Sos
3. Penyampaian materi oleh narasumber dibagi atas 2 (dua) sesion
Sesion pertama, yaitu : penyampaian materi oleh Ibuk. Leni Amin, S.Sos (Kabid.
Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Kota Pariaman) dan
Bpk. Zulkifli, SH (Kasi Pengelolaan Limbah B3 DLH Prov. Sumbar), dengan moderator :
Innafalia Iferta, ST.
Sesion kedua, yaitu : penyampaian materi oleh Bpk. Syaifuddin Islami, SP, M.Si (Jejaring
Bank Sampah Ranah Minang, Sumbar) dan Bpk. Rony Sy. (Ketua Bank Sampah Hanesty
Kota Solok, Peraih Penghargaan Bank Sampah dengan Program Komputerisasi Tahun
2016), dengan moderator : Mumardi Herman, SP
4. Paparan dari Narasumber :
a. Ibuk. Leni Amin, S.Sos (Kabid. Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan
Hidup DLH Kota Pariaman), dengan tema : Program Bank Sampah di Kota Pariaman
Hal-hal yang disampaikan sebagai berikut :
1. Bank Sampah Sabijuliber (Sampah Bisa Jadi uang Lingkungan bersih) yang dibentuk
dan dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup dapat bekerjasama dengan Bank Sampah
Desa dalam hal pemasaran bahan mentah dan produk daur ulang.

1
2. Bank sampah hendaknya membangun sirkular ekonomi dari masyarakat oleh
masyarakat dan untuk masyarakat setempat sebagai suatu model usaha kecil dan
menengah baru di suatu komunitas masyarakat.
3. Bank Sampah dapat dibentuk sebagai suatu unit usaha koperasi dan kecil menengah
(UMKM) sebagai suatu wadah kerjasama dalam pengelolaan sampah dengan dinas
koperasi dan UMKM kabupaten/kota.
4. Pihak perbankan dapat melakukan kerjasama dengan bank sampah dalam bentuk
BUMDes sebagai suatu wadah usaha pengelolaan sampah tingkat desa/kelurahan.
5. Kebijakan dan aturan mengenai Pengelolaan Sampah sebagaimana tertuang dalam UU
NO. 18 Tahun 2008, PP No. 81 Tahun 2012 dan PermenLH No. 13 Tahun 2012 dan
diturunkan dalam Perda, PerGub, atau PerWako/PerBup, selanjutnya dituangkan dalam
Jakstranas dan Jakstrada Pengelolaan Sampah di setiap daerah Provinsi dan
Kabupaten/kota.
6. 10 (Sepuluh) Desa Sasaran pembinaan Program Bank Sampah Tahun 2017.
7. 3 (tiga) Bank Sampah Pilot Project, yaitu Dawang Lingsih, Sejahtera, dan Taluak.
b. Bpk. Zulkifli, SH (Kasi Pengelolaan Limbah B3 DLH Prov. Sumbar), dengan tema :
Program Bank Sampah di Provinsi Sumatera Barat
Hal-hal yang disampaikan sebagai berikut :
1. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 2012 Tentang Pedoman
Pelaksanaan 3r Reduce Reuse Recycle Melalui Bank Sampah.
2. Bahwa kabupaten/kota wajib memiliki 1 (satu) bank sampah induk dengan minimal 5
(lima) bank sampah unit sebagai salah satu syarat pengajuan program Adipura (Kota
Bersih).
3. Bank Sampah induk bertanggung jawab mengkoordinir bank sampah unit dalam hal
pemasaran produk dan distribusi bahan mentah hasil pengolahan sampah.
4. Asosiasi Bank Sampah Indonesia sebagai wadah koordinasi dan kerjasama Bank
Sampah di seluruh Indonesia dengan perwakilan masing-masing wilayah provinsi
dengan jejaring kerja bank sampah.
5. Pihak pengusaha dalam hal ini ADUPI dan APDUPI bersedia bekerjasama dengan bank
sampah dalam hal pemasaran produk pengolahan sampah plastik dan daur ulang sampah
plastik dan pelatihan teknik pengolahan sampah plastik menjadi produk bernilai
ekonomi.
6. APDUPI telah merintis bank sampah sampai pada tingkat rumah sakit dengan selain
memanfaatkan sampah Rumah tangga juga memanfaatkan sampah limbah medis sebagai
sumber sampah plastik potensial dalam daur ulang bank sampah.
7. Kebijakan Strategi Nasional dan Kebijakan Strategi Daerah Pengelolaan Sampah
memuat Kebijakan Penanganan Sampah dan Kebijakan Pengurangan Sampah dengan
target per tahun.
8. Revisi PermenLH No. 13 Tahun 2012 dengan memasukan peran Bank sampah induk
dan Bank sampah unit dan Pembuatan PermenLHK baru tentang kebijakan pembatasan
penggunaan kantong plastik menjadi kantong daur ulang bagi pelaku usaha dan
penerapan kantong plastik berbayar.

9. Bpk. Syaifuddin Islami, SP, M.Si (Jejaring Bank Sampah Ranah Minang Prov. Sumbar),
dengan tema :

2
Hal-hal yang disampaikan sebagai berikut :
1. Mulai berdayakan masyarakat penghasil sampah, promosi/sosialisasi, capasity building
SDM, teknis pelayanan, sampai kegiatan 3R, dll
2. Rencana Jangka Pendek:
Setiap Kabupaten/kota di Sumatera Barat memiliki satu bank sampah Induk dan
Asosiasi Bank Sampah
3. Rencana Jangka Menengah JPSM RM:
Sesuai dengan Rekomendasi Lokakarya Tahun 2015 dan Tahun 2016, Bank Sampah
sudah ada di tiap tiap kecamatan di Propinsi Sumatera Barat.
4. Rencana Jangka Panjang
Pengembangan jejaring bank sampah berbasis Nagari 648 Nagari yang tersebar di 12
Kabupaten dan berbasis Kelurahan di Kota yang tersebar di 7 Kota.
5. Kebiasaan membuang sampah dan tidak mengelola sampah, bayar bulanan. Anggapan
bank sampah sebagai tempat penumpukan sampah
6. Pembentukan Pengurus Bank Bank Sampah, Pembina, Direktur, Sekertaris, Bendahara,
Bidang Pengembangan Produk , Bidang Pengembangan Pasar, Teller, Penimbang
7. Setelah di produksi, produk 3R tidak terjual, Ketika pemesanan dalam jumlah banyak,
pengrajin tidak bisa memenuhi (belum bisa skala industri), Masih bersifat lokal,
PEMDA Kab/Kota yang menggunakan produk daur ulang untuk seminar Kit, JPSM
RM akan bekerjasama dengan Bank Sampah Induk di Kab/Kota untuk
8. Jenis sampah kertas (koran, HVS, majalah, karton, kardus, kerabang telur), Jenis
sampah botol plastik (gelas plastik air mineral, botol plastik warna dan bening, tutup
botol, PET, ember), Jenis sampah kaleng (kaleng ACC, kaleng biasa), Jenis plastik
kemasan.
9. Penyamaan persepsi tentang pengelolaan bank sampah dan manfaatnya, Melibatkan
peran serta warga masyarakat sebagai pengelola bank sampah, Melakukan kemitraan
dengan pembeli sampah, Konsistensi dalam proses transaksi dan selalu membenahi
manajemen bank sampah. Melakukan koordinasi dengan instansi terkait (seperti BLH,
PU, DKP, Pemerintah Desa).
10. Bapedalda provinsi memfasilitasi kegiatan bank sampah dengan melibatkan CSR
perusahaan mulai dari pembentukan, pelatihan dan pemasaran.
11. Mengagendakan rapat koordinasi daerah bank sampah baik tingkat Kab/Kota secara
berkala minimal 2 kali dalam setahun.
12. KLHK memberikan peran kepada instansi lingkungan hidup provinsi dalam
mendorong pembentukan bank sampah induk di Kab/Kota se-Sumatera Barat.
13. Memberikan ruang dalam acara pertemuan bank sampah tingkat nasional kepada
jejaring bank sampah yang ada di tingkat Provinsi dan Kab/Kota.
14. Mendorong keterlibatan lintas sektoral dalam pengembangan dan pemasaran produk
bank sampah.
15. Mendorong terbentuknya bank sampah kecamatan. (Adanya GSB mendorong
berdirinya bank sampah di kecamatan)
16. Mensinergikan kader lingkungan (nama lainnya) di setiap Kab/Kota guna
pemberdayaan bank sampah
17. Melakukan evaluasi terhadap kinerja bank sampah dengan indikator-indikator yang
harus dipenuhi sesuai dengan gradenya.

3
10. Bpk. Ronny Sy. (Ketua Bank Sampah Hanesty Kota Solok, Bank Sampah dengan sistem
komputerisasi di Kota Solok Tahun 2016), dengan tema : Hal-hal yang disampaikan
sebagai berikut :
1. Sosialisasi ke instansi pemerintahan, perusahaan, dan sekolah jika tanpa dampingan klh
mendapat respons yang kurang positif.
2. Biaya operasional yang cukup tinggi, jika tanpa bantuan pemerintah akan sulit bersaing
dengan teknologi yang ada sekarang.
3. Masih minimnya pengetahuan tentang pengolahan sampah organik.
4. Walaupun pengolahan sampah plastik daunan menjadi bahan bakar bukan hal baru
dalam penanggulangan sampah, namun alat yang kami gunakan merupakan hasil
rakitan sendiri dengan belajar secara otodidak melalui browsing di internet dan melihat
video di youtube. Dengan kemauan dan kerja keras dan memalui banyak percobaan
dan kegagalan akhirnya kami bisa membuat alat penyulingan bahan bakar dengan 4 kg
plastik daunan setelah diolah yang menghasilkan 1 liter bahan bakar. Namun bahan
bakar yang dihasilkan belum sempurna untuk digunakan pada semua mesin, kami
hanya merekomendasikan digunakan pada mesin yang memiliki 1 piston seperti motor
pemotong rumput.
5. Hanasty Plastik merupakan unit kerja yang secara khusus menangani sampah
anorganik berbentuk plastik. Hasil pengumpulan sampah plastik dari nasabah ataupun
pengepul dikelola oleh Hanasty Plastik. Jumlah tenaga kerja yang terserap dari unit
kerja ini berjumlah 16 dengan rincian 1 orang admin, 1 orang operator cacah, 1 orang
helper, dan 13 orang tenaga sortiran.
6. Bank Sampah hanesty merupaka bank sampah yang didirikan oleh generasi muda kota
solok yang bergerak di bidang pecinta Alam dan peduli lingkungan, merupakan salah
satu bank sampah di sumbar yang menerapkan sistem aplikasi komputer untuk
database dan konversi tabungan sampah masyarakat dengan sistem jemput bola dan
diantar ke hanesty.

Mengetahui : Pariaman, 18 April 2017


Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Notulis
Perusakan Lingkungan Hidup

Hj. LENI AMIN, S.Sos MUMARDI HERMAN, SP


NIP. 19622309 198401 2 001 NIP. 19830721 201101 1 004