Anda di halaman 1dari 4

SOP

PENCEGAHAN INFEKSI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


SOP-UKP-KIA-06 00 1/4
Ditetapkan, 23 September
Diajukan oleh, 2013
Kepala Puskesmas

Rawat Jalan
HJ. AMINAH, S.ST
DRG. JUVITA FLORENSIA
SUSILO

Petunjuk atau cara pencegahan infeksi dalam pelayanan asuhan


Pengertian
kesehatan.

Sebagai acuan untuk meminimalkan infeksi yang disebabkan


Tujuan mikroorganisme dan menurunkan risiko penularan penyakit yang
mengancam jiwa seperti hepatitis dan HIV / AIDS di puskesmas

ALAT:
1. Tempat cuci tangan lengkap
2. Sarung tangan DDT
3. Sarung tangan rumah tangga / tebal
4. Penutup kepala
5. Masker dan pelindung mata / wajah
6. Clemek plastik
7. Sepatu tertutup
8. Kain bersih kering
9. Bak instrumen tertutup
10.Alat tulis
11.Kertas etiket
12.Savety box
13.Sterilisator ( oven )
Alat & Bahan 14.Waskom tahan bocor dan anti karat untuk meremdam
peralatan
15.Buku harian sterilisator
16.Handuk bersih dan kering ( pribadi )
17.Sikat halus / sikat gigi
18.Spuit 10 cc

BAHAN:
1. Larutan klorin 0,5 %
2. Deterjen
3. Air mengalir ( dari kran )
4. Sabun anti mikroba untuk cuci tangan
5. Alkohol 70 %
6. Betadine
SOP
PENCEGAHAN INFEKSI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


SOP-UKP-KIA-06 00 2/4
Ditetapkan, 23 September
Diajukan oleh, 2013
Kepala Puskesmas

Rawat Jalan
HJ. AMINAH, S.ST
DRG. JUVITA FLORENSIA
SUSILO

1. Siapkan larutan klorin 0,5 % diawal hari / sebelum melakukan


tindakan
2. Rendam semua peralatan dalam larutan klorin 0,5% selama
10 menit, segera setelah digunakan
3. Kenakan penutup kepala, masker, pelindung wajah & mata,
clemek, dan sepatu tertutup.
4. Cuci tangan, dengan terlebih dahulu lepaskan perhiasan
ditangan dan pergelangan
5. Basahi tangan dengan air bersih yang mengalir
6. Gosok dengan kuat kedua tangan, gunakan sabun biasa atau
yang mengandung anti mikroba selama 15 30 detik
( pastikan menggosok sela-sela jari ) Tangan yang terlihat
kotor harus dicuci lebih lama.
7. Bilas dengan air bersih yang mengalir
8. Biarkan tangan kering dengan diangin anginkan atau
keringkan dengan handuk kering yang bersih dan kering
( pribadi )
9. Pakai sarung tangan rumah tangga / tebal
10.Setelah 10 menit angkat peralatan dari rendaman ( hati hati
bila memegang peralatan tajam, seperti gunting dan jarum )
Standard
untuk dicuci dan dibilas
Operating
11.Pisahkan alat alat yang terbuat dari plastik dan karet,
Procedure
jangan dicuci segara bersaman dengan peralatan yang
terbuat dari logam
12.Mulailah mencuci benda tajam secara terpisah dan hati hati
:
a. Gunakan sikat dengan air dan sabun untuk menghilangkan
sisa darah dan kotoran
b. Buka engsel gunting dan klem
c. Sikat dengan seksama terutama bagian sambungan dan
pojok peralatan
d. Pastikan tidak ada sisa darah dan kotoran yang tertinggal
pada peralatan
e. Cuci setiap benda sedikitnya 3 kali ( atau lebih jika perlu )
dengan air dan sabun / deterjen
f. Bilas benda benda tersebut dengan air
12. Ulangi prosedur tersebut pada benda benda lain
13. Lepaskan penutup lendir ( untuk kateter penghisap lendir )
14. Ambil spuit 10 cc untuk mencuci bagian dalam kateter
sedikitnya 3 kali atau lebih ( jika perlu ) dengan air dan
sabun / deterjen kemudian bilas menggunakan air bersih
SOP
PENCEGAHAN INFEKSI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


SOP-UKP-KIA-06 00 3/4
Ditetapkan, 23 September
Diajukan oleh, 2013
Kepala Puskesmas

Rawat Jalan
HJ. AMINAH, S.ST
DRG. JUVITA FLORENSIA
SUSILO

Standard
Operating 15. Tempatkan semua peralatan yang telah dicuci dan dibilas
Procedure dalam wadah yang bersih dan biarkan kering sebelum
memulai proses DTT / sterilisasi
16. Selagi masih memakai sarung tangan, cuci sarung tangan
dengan air dan sabun, kemudian bilas secara seksama
dengan menggunakan air bersih
17. Gantung sarung tangan dan biarkan kering dengan cara
diangin anginkan
18. Cuci tangan ( seperti no. 4 7 )
19. Memulai proses DTT / sterilisasi dengan sterilisasi kering
( oven )
20. Masukkan semua peralatan yang sudah kering ke dalam
wadah besi tertutup ( bak instrumen )
21. Masukkan bak instrumen ke dalam oven dengan rapi
22. Lakukan pengaktifan alat / oven sesuai petunjuk alat atau
atur suhu 160 C selama 2 jam sesudah mencapai suhu yang
diinginkan ( seluruh proses memerlukan waktu 3 3,5 jam )
23. Keluarkan bak instrumen ( jika proses sterilisasi benar
benar sudah selesai ) dan letakkan disuatu tempat
beralaskan kertas / kain jauh dari jendela terbuka / kipas
angin sampai mendingin sesuai suhu ruangan
24. Hindari penanganan yang tidak perlu dari / terhadap benda
yyang sudah steril
25. Apabila telah dingin sesuai suhu ruangan, peralatan siap
digunakan atau disimpan di tempat penyimpanan
26. Beri tanggal kapan disteril dan kapan habis berlakunya
( sampai 1 minggu jika wadah tidak dibuka ) dan juga nama
petugas yang melakukan sterilisasi saat itu
27. Tangani peralatan tajam dengan aman :
- Letakkan benda benda tajam di atas baki steril / DTT
atau dengan menggunakan wadah yang khusus untuk
meletakkan dan mengambil peralatan tajam
- Hati hati saat melakukan penjahitan agar tidak tertusuk
jarum
- Gunakan pemegang jarum dan pinset pada saat menjahit
- Jangan menutup kembali, melengkungkan, mematahkan,
atau melepaskan jarum yang akan dibuang
- Buang jarum dalam savety box dan jika sudah dua per
tiga penuh, segel dengan segel berperekat, kemudian
bakar dalam insenerator ( dengan unit kesehatan
lingkungan )
SOP
PENCEGAHAN INFEKSI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


SOP-UKP-KIA-06 00 4/4
Ditetapkan, 23 September
Diajukan oleh, 2013
Kepala Puskesmas

Rawat Jalan
HJ. AMINAH, S.ST
DRG. JUVITA FLORENSIA
SUSILO

28. Menjaga selalu kebersihan dan kerapian ruangan /


lingkungan

29.Dekontaminasi alat pel, ember, sikat, dan lap pembersih


dengan merendamnya dalam larutan klorin 0,5% selama 10
menit kemudian baru cuci dengan deterjen dan air, kemudian
bilas dengan air bersih, keringkan seluruhnya sebelum
digunakan atau disimpan
30.Cuci tangan ( seperti no. 4 7 )
31.Mencatat hasil kegiatan dalam buku harian sterilisasi

Ruang tindakan, Poli gigi ( tempat sterilisator ), Unit Kesehatan


Unit terkait
Lingkungan, Unit Obat, Poli BP dewasa