Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sporozoa merupakan satu-satunya anggota Protozoa yang tidak memiliki alat
gerak dan bergerak dengan cara meluncurkan tubuhnya dalam medium tempat hidupnya.
Sesuai dengan namanya, dia mempunyai ciri khas, yaitu membentuk spora. Sporozoa
hidup sebagai parasit. Cara mendapatkan makanannya dengan menyerap nutrisi inangnya,
misalnya plasmodium yang merupakan anggota Sporozoa paling terkenal. Pada tubuh
manusia, plasmodium menyebabkan penyakit malaria. Penularannya terjadi melalui
gigitan nyamuk Anopheles betina. Setelah digigit, plasmodium langsung menyebar di
dalam darah dan berkembang biak di dalam hati dan akan menginfeksinya sehingga
menyebabkan kematian.
Plasmodium merupakan genus protozoa parasit. Penyakit yang disebabkan oleh
genus ini dikenal sebagai malaria. Parasit ini sentiasa mempunyai dua inang dalam siklus
hidupnya: vektor nyamuk dan inang vertebra. Setidaknya ada sepuluh spesies yang
menjangkiti manusia. Beberapa spesies lain menjangkiti hewan, termasuk burung, reptilia
dan hewan pengerat.
Jenis inang pada mamalia tidak seragam. Dua puluh spesies menjangkiti primata;
hewan pengerat di luar kawasan tropis Afrika jarang dijangkiti; beberapa spesies diketahui
menjangkiti kelelawar, landak dan tupai; karnivora, pemakan serangga dan marsupial
tidak pernah diketahui bertindak sebagai inang.
Ada empat jenis species plasmodium yang dapat menyebabkan penyakit malaria.
Masing-masing jenis plasmodium menimbulkan gejala-gejala tersendiri pada tubuh
penderitanya.
1. Plasmodium vivax, merupakan penyebab malaria tersiana yang bersifat tidak ganas,
gejalanya adalah suhu badan panas dingin berganti-ganti setiap 2 hari sekali (48 jam).
2. Plasmodium ovale, merupakan penyebab malaria tersiana yang ganas, gejalanya sama
dengan pada malaria tersiana.
3. Plasmodium malariae, penyebab malaria kuartana yang bersifat tak ganas, gejalanya
suhu badan panas dingin setiap 3 hari sekali (72 jam).
4. Plasmodium falciparum, penyebab malaria kuartana yang bersifat ganas, gejalanya
suhu badan panas dingin tak beraturan.
Plasmodium membutuhkan dua organisme untuk menjalani siklus hidupnya, yaitu
vektor nyamuk dan inang vertebrata. Studi ekstensif telah dilakukan pada plasmodium

1
falciparum, sebab protozoa ini menyebabkan penyakit malaria yang sangat mematikan
bagi manusia. Siklus hidup protozoa ini sangat kompleks, dan juga protozoa ini
mengalami perubahan-perubahan selama transmisi.
Plasmodium ini berada di dalam kelenjar ludah nyamuk anopheles betina dalam
bentuk sporozoit. Diketahui 68 spesies nyamuk Anopheles yang dapat menularkan
malaria.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka masalah pokok yang akan dibahas dalam
penulisan ini adalah sebagai berikut :
1. Sejarah dan morfologi plasmodium
2. Klasifikasi plasmodium
3. Ciri-ciri plasmodium secara umum
4. Reproduksi plasmodium
5. Siklus hidup plasmodium
6. Spesies plasmodium yang menyerang manusia

C. Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui tentang sejarah dan morfologi plasmodium
2. Untuk mengetahui tentang klasifikasi plasmodium
3. Untuk mengetahui tentang ciri-ciri plasmodium secara umum
4. Untuk mengetahui tentang reproduksi plasmodium
5. Untuk mengetahui tentang siklus hidup plasmodium
6. Untuk mengetahui tentang spesies plasmodium yang menyerang manusia

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Sejarah dan Morfologi Plasmodium


Genus plasmodium dinamakan pada tahun 1885 oleh Marchiafava dan Celli.
Terdapat lebih dari 175 species yang diketahui berada dalam genus ini. Jenis inang pada
urutan mamalia tidak seragam. Sekurang-kurangnya 25 species menjangkiti primata.
Hewan pengerat diluar kawasan tropis Afrika jarang dijangkiti. Pada tahun 1898 Ronald
Ross membuktikan keberadaan plasmodium pada dinding perut tengah dan kelenjar liur
nyamuk Culex. Atas penemuan ini, ia memenangkan Hadiah Nobel Kedokteran pada
tahun 1902, meskipun sebenarnya penghargaan itu perlu diberikan kepada professor Italia
yaitu Giovanni Battista Grassi yang membuktikan bahwa manusia hanya bisa disebarkan
oleh nyamuk Anopheles.
Siklus hidup plasmodium amat rumit. Sporozoit dari liur nyamuk betina yang
mengigit akan disebarkan ke darah atau sistem limfa penerima. Penting disadari bahwa
bagi sebagian species vektornya mungkin bukan dari nyamuk. Malaria menular kepada
manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles sp. dalam siklus hidupnya. Plasmodium sp
berproduksi secara seksual (sporogoni) dan aseksual (schizogon) di dalam host yang
berbeda, host dimana terjadi reproduksi seksual, disebut host definitive sedangkan
reproduksi aseksual terjadi pada host intermediate. Reproduksi seksual hasilnya disebut
sporozoite sedangkan hasil reproduksi aseksual disebut merozoite.
Plasmodium termasuk kedalam kelas Sporozoa, kelas sporozoa ini mempunyai
ciri-ciri bersel satu (berukuran mikroskopis) dan berkembangbiak dengan perantaraan
spora-spora, dari anggota kelas sporozoa ini mempunyai sifat yang sama yaitu :
1. Hidup sebagai parasit.
2. Tidak mempunyai alat untuk bergerak.
3. Pembiakan dengan pembentukan spora.
4. Tidak ada Vakuola kontraktil.
Bila dilihat dari ordonya, maka plasmodium ini termasuk kedalam Haemosporodia
yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
1. Mempunyai spora yang hidup didalam darah.
2. Jaringan parenkim pada burung dan mamalia.
3. Tidak membuat spora yang resisten.

3
Plasmodium sp pada manusia dapat menyebabkan penyakit malaria dengan gejala
demam, anemia dan spleomegali (pembengkakan spleen). Dikenal empat jenis
Plasmodium, yaitu :
1. Plasmodium vivax menyebabkan malaria tertiana (malaria tertiana begigna). memiliki
distribusi geografis terluas, mulai dari wilayah beriklim dingin, subtropik hingga
daerah tropik. Demam terjadi setiap 48 jam atau setiap hari ketiga, pada siang atau
sore. Masa inkubasi plasmodium vivax antara 12 sampai 17 hari dan salah satu gejala
adalah pembengkakan limpa atau splenomegali.
2. Plasmodium malariae menyebabkan malaria quartana. Gejala demam setiap 72 jam.
Malaria jenis ini umumnya terdapat pada daerah gunung, dataran rendah pada daerah
tropik, biasanya berlangsung tanpa gejala, dan ditemukan secara tidak sengaja. Namun
malaria jenis ini sering mengalami kekambuhan
3. Plasmodium falciparum menyebabkan malaria topika (malaria tertiana maligna). ecara
klinik berat dan dapat menimbulkan komplikasi berupa malaria celebral dan fatal.
Masa inkubasi malaria tropika ini sekitar 12 hari, dengan gejala nyeri kepala, pegal
linu, demam tidak begitu nyata, serta kadang dapat menimbulkan gagal ginjal
4. Plasmodium ovale menyebabkan malaria ovale. masa inkubasi malaria dengan
penyebab plasmodium ovale adalah 12 sampai 17 hari, dengan gejala demam setiap 48
jam, relatif ringan dan sembuh sendiri
Plasmodium berparasit bukanlah pada organ-organ tubuh, seperti tangan, kaki,
telinga dan organ lainnya, tetapi plasmodium ini berparasit pada darah manusia (eritrosit),
plasmodium ini mempunyai ukuran tubuh yang lebih kurang 5 (mikron), reproduksi yang
dilakukannya bisa terjadi secara generatif dan juga bisa dilakukan secara vegetatif. Secara
vegetatif/aseksual plasmodium berkembangbiak dengan sporulasi dan terjadi pada insekta.
Perkembangan fase sporogoni hampir selalu terjadi pada tubuh nyamuk, tetapi pada
beberapa kadal, ditularkan oleh lalat pasir. Genus Plasmodium dapat dikelompokkan
menjadi 11 sub genus dan beberapa sub spesies terdapat dalam kelompok-kelompok ini,
lebih dari 100 spesies plasmodium hidup sebagai parasit pada vertebrata, terutama
mamalia dan aves (burung).
Plasmodium ini bukan hanya menyerang hewan pada daerah tertentu saja seperti
hanya didaerah sedang saja, di daerah panas saja, ataupun didaerah dingin saja, tetapi
plasmodium ini menyerang orang di semua daerah baik daerah panas, daerah sedang
maupun daerah dingin. Dari hasil penelitian Plasmodium sp yang menyerang orang-orang
didaerah subtropis dan daerah sedang atau daerah dingin ternyata bersifat fatal dari pada
jika menyerang orang-orang dari daerah tropik.

4
Plasmodium dapat digolongkan kedalam endoparasit dimana terdapat dalam sel
darah merah dalam saluran darah tetapi stadium-stadium tertentu hidup diluar saluran
darah yang tersebut dengan stadium ekstraeritrositer, tetapi masih dalam sel-sel jaringan
tubuh. Kita mungkin mengira hanya kita yang dirugian oleh plasmodium ini, yaitu dengan
perantaraan nyamuk sehingga menyebabkan penyakit malaria, tetapi ternyata nyamuk pun
bisa ikut terkena serangan dari plasmodium ini, Seperti yang dikemukakan oleh Mukayat
D. Brotowidjoyo (1987), bentuk aseksual terdapat sebagai parasit dalam eritrosit manusia
dan burung, bentuk seksual terdapat dalam tubuh nyamuk Anopheles sp, bentuk seksual
itupun hidup sebagai parasit, dan nyamuk dapat mati karena serangan dari plasmodium.
Plasmodium juga disebut parasit stasioner primer, disebut begitu karena
plasmodium selama hidupnya selalu berada dalam tubuh inang. Pada waktu sporulasi suhu
badan penderita malaria meninggi dan menderita malaria bisa terjadi kekurangan darah,
hal ini disebabkan oleh karena plasmodium menyerang dan merusak butir-butir darah
merah, karena itulah maka penderita penyakit malaria kekurangan darah.

B. Klasifikasi Plasmodium
Urutan klasifikasi plasmodium adalah sebagai berikut:
Kingdom : Protista (Eukariot)
Kelompok : Protozoa (protista mirip hewan)
Filum : Apicomplexa
Kelas : Aconoidasida
Ordo : Haemosporida
Familia : Plasmodiidae
Genus : Plasmodium
Dengan demikian berarti, plasmodium adalah organisme sel tunggal yang mirip
hewan, memiliki selubung inti sel, membentuk spora, dapat memasuki sel lain (eritrosit),
dan menyebabkan malaria.

C. Ciri-Ciri Plasmodium Secara Umum


Anggota plasmodium semuanya parasit salah satu contoh adalah plasmodium
falciparum, yang hidup pada manusia dan mengakibatkan penyakit malaria tropika.
Protozoa ini tidak memiliki alat gerak. Sifat yang membedakan adalah pada tahap zigot
maupun bereproduksi membentuk spora. Dalam hidupnya plasmodium mengalami dua
fase siklus hidup yang masing-masing berada di dua organisme yang berbeda. Fase

5
tersebut adalah fase di tubuh manusia dan fase di tubuh nyamuk. Penyebaran plasmodium
yang menyerang manusia hanya dilakukan oleh nyamuk Anopheles.

D. Reproduksi Plasmodium
Plasmodium bereproduksi dengan dua cara yaitu seksual dan aseksual. Reproduksi
aseksual plasmodium terjadi didalam tubuh manusia, sedangkan reproduksi seksualnya
ada didalam tubuh nyamuk Anopheles.
Dalam keadaan baik pembiakan aseksual lebih baik daripada seksual karena
parentalnya beradaptasi dengan baik terhadap lingkungan dan keturunannya mewarisi gen
ini. Berpindah kepada inang baru atau ketika masa sulit, pembiakan seksual biasanya lebih
baik karena menghasilkan pengocokan gen yang rata-rata menghasilkan individu yang
lebih menyesuaikan diri pada habitat baru. Faktor tekanan ini menyebabkan kebanyakan
sel menjadi aktif.

E. Siklus Hidup Plasmodium


Plasmodium mempunyai dua siklus hidup, yaitu pada tubuh manusia dan didalam
tubuh nyamuk Anopheles betina.

Gambar 1. Siklus hidup plasmodium penyebab malaria.

6
1. Siklus didalam tubuh manusia
Pada waktu nyamuk Anopheles sp menghisap darah manusia, sporozoit yang
berada dalam kelenjar ludah nyamuk Anopheles masuk kedalam aliran darah selama
lebih kurang 30 menit. Setelah itu sporozoit menuju ke hati dan menembus hepatosit,
dan menjadi tropozoit. Kemudian berkembang menjadi skizon hati yang terdiri dari
10.000 sampai 30.000 merozoit hati. Siklus ini disebut siklus eksoeritrositik yang
berlangsung selama 9-16 hari. Pada plasmodium falciparum dan plasmodium malariae
siklus skizogoni berlangsung lebih cepat sedangkan plasmodium vivax dan
plasmodium ovale siklus ada yang cepat dan ada yang lambat.
Sebagian tropozoit hati tidak langsung berkembang menjadi skizon, akan tetapi
ada yang menjadi bentuk dorman yang disebut bentuk hipnozoit. Bentuk hipnozoit
dapat tinggal didalam sel hati selama berbulan-bulan bahkan sampai bertahun-tahun
yang pada suatu saat bila penderita mengalami penurunan imunitas tubuh, maka
parasite menjadi aktif sehingga menimbulkan kekambuhan.
2. Siklus didalam tubuh nyamuk Anopheles betina
Apabila nyamuk Anopheles betina mengisap darah yang mengandung
gematosit, didalam tubuh nyamuk gematosit akan membesar ukurannya dan
meninggalkan eritrosit. Pada tahap gematogenesis ini, mikrogamet akan mengalami
eksflagelasi dan diikuti fertilasi makrogametosit. Sesudah terbentuknya ookinet,
parasit menembus dinding sel midgut, dimana parasit berkembang menjadi ookista.
Setelah ookista pecah, sporozoit akan memasuki homokel dan pindah menuju kelenjar
ludah. Dengan kemampuan bergeraknya, sporozoit infektif segera menginvasi sel-sel
dan keluar dari kelenjar ludah.
Masa inkubasi adalah rentang waktu sejak sporozoit masuk kedalam tubuh
sampai timbulnya gejala klinis berupa demam. Lama masa inkubasi bervariasi
tergantung spesies plasmodium. Masa prapaten adalah rentang waktu sejak sporozoit
masuk sampai parasit dapat dideteksi dalam darah dengan pemeriksaan mikroskopik.

Tahapan Siklus Plasmodium


Dalam tahapan siklus plasmodium dapat berlangsung keadaan-keadaan sebagai
berikut:
1) Siklus preeritrositik: periode mulai dari masuknya parasit ke dalam darah sampai
merozoit dilepaskan oleh skizon hati dan menginfeksi eritrosit.
2) Periode prepaten: waktu antara terjadinya infeksi dan ditemukannya parasit didalam
darah perifer.

7
3) Masa inkubasi: waktu antara terjadinya infeksi dengan mulai terlihatnya gejala
penyakit.
4) Siklus eksoeritrositik: siklus yang terjadi sesudah merozoit terbetuk di skizoit
hepatik, merozoit menginfeksi ulang sel hati dan terulangnya kembali skizogoni.
5) Siklus eritrositik: waktu yang berlangsung mulai masuknya merozoit kedalam
eritrosit, terjadinya reproduksi aseksual didalam eritrosit dan pecahnya eritrosit yang
melepaskan lebih banyak merozoit.
6) Demam paroksismal: Serangan demam yang berulang pada malaria akibat pecahnya
skizoit matang dan masuknya merozoit kedalam aliran darah.
7) Rekuren: Kambuhnya malaria sesudah beberapa bulan tanpa gejala.

F. Spesies Plasmodium Yang Menyerang Manusia


Spesies Plasmodium yang menyerang manusia termasuk:
1. Plasmodium falciparum
Adalah protozoa parasit, salah satu spesies plasmodium yang menyebabkan
penyakit malaria pada manusia. Protozoa ini masuk pada tubuh manusia melalui
nyamuk Anopheles betina. plasmodium falciparum menyebabkan infeksi paling
berbahaya dan memiliki tingkat komplikasi dan mortalitas malaria tertinggi. Penyebab
malaria tersiana maligna. Hospes perantara dari plasmodium falciparum adalah
manusia dan hospes definitifnya adalah nyamuk Anopheles betina. Jenis plasmodium
ini hanya ditemukan di daerah tropis. Merupakan jenis plasmodium yang paling
berbahaya (malaria tropika tertiana maligna atau serebral).
Plasmodium falciparum memiliki beberapa bentuk yaitu:
a. Bentuk trofozoit. Saat tropozoit, badan berbentuk cincin kecil kecil dengan ukuran
1 atau 10 3 atau 10 ukuran dari eritrosit atau sekitar 2 dan berwarna merah.
b. Bentuk Skizon muda mengisi sampai setengah eritrosit berbentuk agak bulat, inti
telah membelah tapi belum diikuti oleh sitoplasma, pigmen malaria mulai tampak.
Skizon tua sitoplasma hampir memenuhi eritrosit hingga tiga per empat. Inti
membelah sebanyak 8-24 buah, tampak merozoit, pigmen malaria menggumpal.
c. Bentuk gemetosit. Saat Mikrogametosit, berbentuk seperti pisang atau ginjal,
tampak lebih gemuk, plasma berwarna merah muda, inti lebih besar dan tidak
padat, pigmen malaria tersebar diantara inti. Saat Makrogamet, berbentuk seperti
pisang ambon, plasma warna biru, inti kecil padat, letak ditengah, pigmen tersebar
disekitar inti.

8
Plasmodium falciparum memiliki masa inkubasi sekitar sembilan hingga
empat belas hari. Gejala awal yang ditimbulkan oleh plasmodium falciparum adalah
sakit kepala, punggung, ekstremitas mual, muntah, dan diare ringan. Jika serangan
berlanjut akan menyebabkan gejala berat yaitu demam tidak teratur, keringat banyak,
gelisah, mual, denyut nadi tidak teratur, limpa dan hati membesar, anemia, gagal
ginjal, serta koma. Gejala demam timbul secara tidak teratur. Penderita mengalami
demam tidak teratur dengan disertai gejala terserangnya bagian otak, bahkan
memasuki fase koma dan kematian yang mendadak.

Gambar 2. Plasmodium falciparum dalam eritrosit

Gambar 3. Siklus hidup Plasmodium falciparum


Keterangan:
1) Fase di tubuh Manusia (Fase Aseksual)
Ketika nyamuk Anophles menggigit, dikeluarkan air liur pencegah
pembekuan darah. Bersama dengan itu, didalam air liur nyamuk terdapat sel-sel
Plasmodium yang pipih bentuknya, bergerak, disebut sporozoit. Sprorozoit masuk
ketubuh, ikut aliran darah hingga mencapai sel-sel hati atau sistem limfa.
Didalam sel-sel hati, prorozoit membelah dengan cepat membentuk banyak
sekali sel-sel baru yang disebut merozoit. Merozoit dapat menginfeksi sel-sel hati

9
yang lain, membentuk meroziod baru dalam jumlah besar akibatnya sel-sel hati
banyak yang rusak.
Selain itu merozoid juga menginfeksi sel-eritrosit. Di dalam eritrosit ini
merozoid juga membelah dengan cepat membentuk merozoid baru. Akibatnya
eritrosit rusak pecah, mengeluarkan merozoid baru. Saat itu dikeluarkan racun
yang meracuni tubuh, menyebabkan demam malaria. Merozoid yang dikeluarkan
akan mencari eritrosit baru. Demikianlah, siklus pemebntukan merozoid berulang
setiap 48 jam, 72 jam atau tidak tentu sesuai dengan jenis plasmodium.
2) Fase di tubuh nyamuk (fase seksual)
Plasmodium memasuki fase seksual jika merozoid tumbuh menjadi sel
penghasil gamet (gametosit). Ada dua tipe gametosit yaitu mikro gametosit atau
sel penghasil gamet jantan, dan makro gametosit atau sel penghasil gamet betina.
Gametosit tidak mampu menghasilkan gamet jika berada dalam tubuh
manusia atau nyamuk jantan. Gametosit mampu menghasilakn gamet dalam tubuh
nyamuk Anopheles.
Jika tubuh penderita digigit nyamuk anopheles betina, gametosit masuk ke
dalam usus nyamuk. Mikro gametosit menghasilkan mikro gamet, sedangkan
makro gametosit menghasilkan makro gamet. Pelebular mikro gamet dan makro
gamet membentuk zigot, yang menembus dinding usus nyamuk.
Di dalam dinding usus nyamuk, zigot tumbuh menjadi oosit, yakni bentuk
kista yang berdinding tebal untuk perlindungan. Oosit membentuk ribuan
spororzoid, yang bergerak menuju kelenjar liur nyamuk. Sporozoid ini dapat
ditularkan ke orang lain. Sel-sel sporozoid ini masuk ke dalam darah manusia,
mencari mangsa sel-sel eritrosit, demikian seterusnya.

2. Plasmodium vivax
plasmodium vivax adalah salah satu dari empat spesies parasit malaria yang
umumnya menyerang manusia. plasmodium vivax dibawah oleh nyamuk Anopheles
betina. Penyebab malaria tersiana benigna (pernisiosa).
Plasmodium vivax terdapat di daerah sub tropis, tropis, dan dingin. Sehingga
penyebarannya cukup luas. Seperti plasmodium palchiparum, plasmodium vivax juga
memiliki dua hospes yaitu manusia dan nyamuk. Siklus hidup tidak jauh beda dengan
plasmodium falciparum. Ada stadium tidak aktif dalam hati selama beberapa waktu.
Setelah bereplikasi di dalam sel hati, plasmodium vivax akan berkembang biak

10
aseksual di dalam eritrosit. Plasmodium vivax memiliki masa inkubasi antara 12
hingga 17 hari, tapi ada yang lebih dari 9 bulan.
Dalam siklus hidupnya plasmodium vivax memiliki beberapa bentuk:
a. Trofozoit muda:
Eritrosit membesar, plasmodium vivax berbentuk cincin, inti berwarna merah,
sitoplasma berwarna biru, mulai terdapat titik schuffner pada eritrosit.
b. Trofozoit tua :
Sitolasma hampir memenuhi seluruh eritrosit, pigmen menjada semakin nyata.
c. Mikrogametosit:
Sitoplasma hampir memenuhi seluruh eritrosit, inti difus ditengah, pigmen
tersebar.
d. Makrogametozit:
Sitoplasma bulat hampir memenuhi seluruh eritrosit, inti padat biasanya berada
ditepi eritrosit
e. Skizon muda:
Inti telah membelah lebih dari satu, pigmen tersebar pada eritrosit.
f. Skizon tua:
Inti 12-24, pigmen berkumpul ditengah,
Gejala klinis yang ditimbulkan oleh plasmodium vivax adalah demam, suhu
badan mencapai 40,6 oC, menggigil, anemia, splenomegali (perbesaran limpa). Gejala
demam timbul setiap 48 jam atau 72 jam. Gejala dapat timbul secara mendadak.

Gambar 4. Plasmodium vivax dalam darah

3. Plasmodium ovale
Adalah spesies protozoa parasit yang menyebabkan malaria tertian pada
manusia. Spesies ini berhubungan dekat dengan plasmodium falciparum dan

11
plasmodium vivax, yang menyebabkan kebanyakan penyakit malaria. Parasit ini lebih
langka daripada dua parasit lainnya, dan tidak seberbahaya plasmodium falciparum.
Plasmodium ovale hidup di daerah tropis. Hospes dan siklus hidup mirip
dengan plasmodium falciparum. Morfologi saat trofozoit padat dengan kromatin besar,
pigmen coklat gelap. Saat skizon, matang dengan 6-14 merozoit dengan inti besar
berpigmen coklat gelap. Saat gametosit membulat hingga oval, padat memenuhi
eritrosit.

Gambar 5. Plasmodium ovale dalam darah

4. Plasmodium malariae
Adalah protozoa parasit yang menyebabkan penyakit malaria pada manusia
dan hewan. Plasmodium malariae berhubungan dekat dengan plasmodium falciparum
dan plasmodium vivax, yang menyebabkan kebanyakan infeksi malaria. Menyebabkan
malaria kuartana benigna. Plasmodium malariae menyebabkan malaria kuartana
(malaria malariae). Sama dengan plasmodium falciparum, memiliki dua hospes
(definitif nyamuk Anopheles sebagai perantara manusia). Hidup di daerah tropis
maupun sub tropis. Gejala demam setiap 4 hari sekali.
Dalam siklus hidupnya plasmodium malariae memiliki beberapa bentuk:
a. Trofozoit muda
Sel darah merah tidak membesar, berbentuk cincin
b. Bentuk pita
Sitoplasma seperti pita, pita melebar, inti membesar, pigmen kasar tersebar
c. Makrogametosit
Sel darah merah tidak membesar, sitoplasma bulat, inti padat, batas jelas, letak
ditepi

12
d. Mikrogametosit
Sel darah merah tdk membesar, sitoplasma bulat, inti difus ditengah pigmen kasar
terbesar
e. Skizon muda
Inti kurang dari 8, pigmen kasar dan tersebar
f. Skizon tua
Inti berjumlah 8-12 tersusun sperti bunga, pigmen berkumpul ditengah
Gejala klinis, demam setiap 4 hari sekali, spenomegali, anemia, komplikasi
nefrosi (gangguan ginjal).

Gambar 6. Plasmodium malariae pada darah.

13
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa :
Plasmodium adalah organisme sel tunggal yang mirip hewan, memiliki selubung
inti sel, membentuk spora, dapat memasuki sel lain (eritrosit), dan menyebabkan malaria.
Ada empat jenis species plasmodium yang dapat menyebabkan penyakit malaria.
Masing-masing jenis plasmodium menimbulkan gejala-gejala tersendiri pada tubuh
penderitanya.
1. Plasmodium vivax, merupakan penyebab malaria tersiana yang bersifat tidak ganas,
gejalanya adalah suhu badan panas dingin berganti-ganti setiap 2 hari sekali (48 jam).
2. Plasmodium ovale, merupakan penyebab malaria tersiana yang ganas, gejalanya sama
dengan pada malaria tersiana.
3. Plasmodium malariae, penyebab malaria kuartana yang bersifat tak ganas, gejalanya
suhu badan panas dingin setiap 3 hari sekali (72 jam).
4. Plasmodium falciparum, penyebab malaria kuartana yang bersifat ganas, gejalanya
suhu badan panas dingin tak beraturan.

B. Saran
1. Kepada dosen pengasuh mata kuliah agar lebih banyak memberikan tugas yang
bersifat makalah maupun tulisan ilmiah sehingga dapat melatih mahasiswa dalam
penyusunan karya ilmiah di kemudian hari.
2. Kepada dosen pengaruh mata kuliah agar dapat memberikan pemahaman-pemahaman
atau panduan dalam penulisan karya ilmiah.

14
DAFTAR PUSTAKA

Anonym. 2014. Ciri-ciri Plasmodium dan Contoh Pasmodium.


http://www.materibiologi.com/ciri-ciri-plasmodium/. Diakses pada tanggal 04 Juni
2014 pukul 20.00 WITA
Anonym. 2014. Plasmodium. http://id.wikipedia.org/wiki/Plasmodium. Diakses pada tanggal
04 Juni 2014 pukul 20.00 WITA
Anonym. 2012. Plasmodium. http://makalahcyber.blogspot.com/2012/05/plasmodium-
parasitologi.html. Diakses pada tanggal 04 Juni 2014 pukul 20.00 WITA
Heldyanisa, Yozi. 2012. Klasifikasi Plasmodium sp (Malaria). http://yoshi-
cha.blogspot.com/2012/05/klasifikasi-plasmodium-sp-malaria.html. Diakses pada
tanggal 04 Juni 2015 pukul 20.00 WITA
Lekiawan, Fandri. 2012. Parasitologi Plasmodium. http://samudra-
fox.blogspot.com/2012/03/parasitologi-plasmodium.html. Diakses pada tanggal 04
Juni 2015 pukul 20.00 WITA
Novifatmasari. 2012. Plasmodium. http://novifatmasari.blogspot.com/2012/01/v-
behaviorurldefaultvmlo.html. Diakses pada tanggal 04 Juni 2015 pukul 20.00 WITA
Purba, Sakti Yonnie, 2011. Siklus Hidup Plasmodium. http://biologi-
sakti.blogspot.com/2011/09/siklus-hidup-plasmodium.html. Diakses pada tanggal 04
Juni 2015 pukul 20.00 WITA
Putra, Mur. 2012. Plasmodium. http://biologi208.blogspot.com/p/blog-page_3268.html.
Diakses pada tanggal 04 Juni 2015 pukul 20.00 WITA
Sridianti. 2014. Siklus hidup Plasmodium sp. http://www.sridianti.com/siklus-hidup-
plasmodium-sp.html. Diakses pada tanggal 04 Juni 2015 pukul 20.00 WITA

15
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas
penyertaan-Nya sehingga makalah Parasitologi dengan judul Plasmodium dapat diselesaikan
tepat waktu.
Penulis menyadari bahwa selama proses penyusunan tidak akan memperoleh hasil
yang memuaskan jika tanpa bantuan dan uluran tangan dari berbagai pihak. Oleh karena itu,
lewat kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam penyusunan makalah ini.
Penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun sehingga dapat
menyempurnakan penulisan makalah dilain kesempatan.
Akhir kata, kiranya Tuhanlah yang dapat membalas budi baik bapak, ibu dan saudara-
saudari sekalian.

Baa, Juni 2015

Penulis

16
i
DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR------------------------------------------------------------------- i
DAFTAR ISI ----------------------------------------------------------------------------- ii
BAB I PENDAHULUAN ----------------------------------------------------------- 1
A. Latar Belakang ---------------------------------------------------------- 1
B. Rumusan Masalah ------------------------------------------------------ 2
C. Tujuan -------------------------------------------------------------------- 2
BAB II PEMBAHASAN ------------------------------------------------------------- 3
A. Sejarah dan Morfologi Plasmodium ---------------------------------- 3
B. Klasifikasi Plasmodium ------------------------------------------------ 5
C. Ciri-Ciri Plasmodium Secara Umum--------------------------------- 5
D. Reproduksi Plasmodium ----------------------------------------------- 6
E. Siklus Hidup Plasmodium --------------------------------------------- 6
F. Spesies Plasmodium Yang Menyerang Manusia ------------------- 8
BAB III PENUTUP -------------------------------------------------------------------- 14
A. Kesimpulan -------------------------------------------------------------- 14
B. Saran ---------------------------------------------------------------------- 14
DAFTAR PUSTAKA ------------------------------------------------------------------- 15

17
ii
MAKALAH PARASITOLOGI

PLASMODIUM

DISUSUN OLEH :

1. WINDA A. BOIK
2. FEBBY BOLLA
3. MARTHA NDOLU
4. BOBBY BERE
5. NURYANI KILLOK

PROGRAM STUDI BIOLOGI


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NUSA LONTAR
ROTE NDAO
2015

18