Anda di halaman 1dari 8

NAMA : MARIANA WADU

NIM : 1304062068
FAKULTAS / JURUSAN : PERTANIAN/AGROTEKNOLOGI

Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah salah satu bentuk TriDharma Perguruan Tinggi yakni
pengabdian kepada masyarakat karena mahasiswa diberi kesempatan secara langsung
bersentuhan dengan masyarakat untukmengaplikasikan segala bentuk pengetahuan yang telah
diperoleh di perguruantinggi sekaligus Kuliah Kerja Nyata adalah ruang pembelajaran yang baru
bagimahasiswa untuk pengembangan dirinya. Sebagai implementasi bentuk pengabdian
mahasiswa kepada masyarakat, maka mahasiswa sebagai penyelenggara kegiatan dituntut untuk
menemukan permasalahan serta potensi yang ada di lingkungan masyarakat. Kemudian dengan
kemampuan yang dimiliki, mahasiswa dituntut untuk meyusun program kerja yang mampu
memberikan solusi yang dapat menyelesaikan masalah serta mengangkat potensi yang ada sesuai
dengan bidang ilmu yang digelutinya.
DesaRetraenmerupakansalahsatudesa yang berada di KecamatanAmarasi Selatan,
KabupatenKupang yang ditunjuksebagaisalahsatuwilayahpelaksanaan KKN Universitas Nusa
CendanaKupangperiode semester genap yang berlangsungdaritanggal 23 Marethinggatanggal 23
Mei tahun 2017. Padaawalpenempatanpadalokasi KKN,
mahasiswadituntutuntukmenemukanpermasalahansertapotensi yang
terdapatpadalokasitersebutmelaluikegiatanobservasi.
Setelahmelakukanobservasiselamasatuminggu di DesaRetraen, ditemukanbeberapapersoalan-
persoalanmendasar yang secarakhususmempengaruhipengembangan sector pertanian di
DesaRetraenyaitukurangnyapemanfaatanbiomassatanamanatausispengolahanhasiltanamanpanen
danpascapanen, sertakotoranternak, yang
sebenarnyadapatdigunakansebagaibahandalampembuatanpupuk organic.
Permasalahanlainnyayaitusebagianbesarpekaranganrumahwargadibiarkankosongtanpadimanfaat
kanuntukbudidayatanamanhalinidikarenakankurangnyapemahamanmasyarakatdalammelakukank
egiatanbudidayatanaman.
Berdasarkanpermasalahandanpotensi yang ditemukanselamakegiatanobservasi,
makadisusunlah program kerjadengantujuanuntukmenjawabpermasalahantersebut. Program
kerjatersebutdiuraikansebagaiberikut:
1. Sosialisasi Pemanfaatan Bokashi sebagai Pupuk Organik

Tabel 4.1. Rincian Program Kerja


Tujuan Program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang
pembuatan pupuk bokashi dan kelebihannya sebagai salah satu pupuk
organik kepada Siswa/i SMK Negeri I Amarasi Selatan

Sasaran Sasaran dalam kegiatan ini adalah Siswa/i SMK Negeri I Amarasi
Selatan, yang berjumlah 23 orang

Waktu Program kerja ini dilaksanakan pada hari Selasa, 4 April 2017 pukul
08:00 sampai 10:00

Tempat SMK Negeri I Amarasi Selatan

Media yang digunakan adalah selebaran yang berisikan informasi


Media tentang cara pembuatan pupuk bokashi dan kelebihannya sebagai pupuk
organik

Untuk meningkatkan dan menjaga kestabilan produksi pertanian,khususnya tanaman


pangan, sangat perlu diterapkan teknologi yang murahdan mudah bagi petani. Teknologi
tersebut dituntut ramah lingkungan dandapat memanfaatkan seluruh potensi sumberdaya
alam yang ada di lingkunganpertanian, sehingga tidak memutus rantai sistem pertanian.
Bagi petani yang menuntut pemakaian pupuk, praktis bokashi merupakan pupuk organik
yang dapat dipilih dan dibuat dalam waktu yang singkat. Penggunaan bokashi sangat luas
dan memungkinkan petani untuk bercocok tanam secararamah lingkungan. Berdasarkan
uraian tersebut maka perlu dilakukan sosialisasi sejak dini untuk memperkenalkan tentang
pembuatan bokashi.
Pupuk bokashi merupakan pupuk organic yang dibuat dengan memanfaatkan bahan-
bahan organic seperti biomassa tanaman, sisa pengolahan hasil tanaman dan kotoran ternak
yang diuraikan kedalam bentuk yang tersedia sehingga mampu diserap oleh tanaman.
Bahan-bahan alami tersebut diuaraikan melalui proses fermentasi dengan memanfaatkan
kelompok bakteri tertentu sebagai dekomposer. Pembuatan pupuk organic ini tergolong
mudah dan tidak memerlukan banyak biaya sehingga sangat sesuai untuk diterapkan pada
kalangan petani.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang teknik pembuatan pupuk
bokashi. Sasaran dalam kegiatan ini adalah Guru dan Siswa SMK Negeri I Amarasi
Selatan yang berlangsung pada tanggal 04 April 2017.
Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan diskusi serta media
terkait kegiatan ini yaitu panflet. Proses pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan
pemberitahuan kegiatan di sekolah dan penyedian panflet. Kemudian melakukan sosialisasi
kepada guru dan siswa serta adanya diskusi tanya jawab. Setelah pembagian panflet kepada
guru dan siswa. Dengan di adakan kegiatan sosialisasi ini dapat memberikan pemahaman
dini kepada anak-anak untuk memanfaatkan bahan-bahan sisa hasil tanaman untuk
dijadikan suatu bahan yang berguna.
Hambatan yang ditemui dalam kegiatan ini misalnya rendahnya pengetahuan warga
tentang pemanfaatan sisa hasil pertanian yang begitu melimpah yang ada disekitarnya.
Namun, kegitan ini berhasil berjalan dengan baik sehingga siswa dapat memahami dan
mengetahui tentang teknik pembuatan pupuk bokashi serta para guru. Selain itu, Penulis
dapat membagikan ilmu dan pengetahuan yang didapat saat kuliah serta antusias anak-anak
yang mengikuti sosialisasi pun cukup baik.
Dokumentasi kegiatan 35.

a b

c d
2. Teknik Budidaya Tanaman Tomat dan Sawi

Tabel 4.2. Rincian Program Kerja


Tujuan Program ini bertujuan untuk menambah pemahaman kepada masyarakat
tentang bagaimana membudidaya tanaman hortikultura khususnya
tanaman tomat dan sawi

Sasaran Sasaran dalam kegiatan budidaya tanaman tomat dan sawi ini yaitu
warga Desa Retraen tepatnya di Dusun III pemilik kebun tempat
dilakukan kegiatan budidaya tanaman tomat dan sawi, yang berjumlah 3
orang

Waktu Program kerja ini mulai dilaksanakan pada tanggal 4 April sampai 22
Mei 2017

Tempat Kebun warga Dusun III, Desa Retraen

Benih tomat dan sawi dan perlatan pertanian (seperti pacul, parang,
Alat dan Bahan ember, sekop dll)

Tomat dan Sawi merupakan tanaman hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi.
Hampir semua varietas tomat dan sawi cocok dibudidaya pada daratan tinggi. Pertumbuhan
tanaman tomat dan sawi akan baik jika didukung oleh kondisi lingkungan yang sesuai.
Berdasarkan hasil observasi, masyarakat di Desa Retraen sangat jarang melakukan
budidaya jenis tanaman hortikultura hal ini dikarenakan minimnya pemahaman masyarakat
dalam budidaya tanaman hortikultura juga menjadi hambatan kegiatan budidaya. Melihat
akan hal itu dibuatlah program kerja yaitu melakukan teknik budidaya tomat bersama
warga dengan tujuan memberikan pemahaman mengenai cara melakukan budidaya
tanaman hortikultura. Kegiatan budidaya tanaman merupakan suatu kegiatan menanam
atau merawat suatu tanaman hingga menghasilkan hasil yang maksimal. Untuk
mendapatkan hasil yang maksimal maka diperlukan suatu tindakan yang teratur dan
memperhatikan syarat tumbuh tanaman serta tidak merugikan lingkungan sekitar.
Kegiatan budidaya tanaman tomat dan sawi dilakukan mulai dari tanggal 04 April
2017. Kegiatan ini dilakukan pada salah satu kebun warga di Desa Retraen tepatnya di
Dusun 2. Kegiatan budidaya tanaman tomat dilakukan dalam skala bedengan dengan
ukuran 1 x 2 meter sebanyak 6 bedengan. Budidaya tanaman tomat dan sawi diawali
dengan melakukan pembibitan benih tomat dan sawi. Kemudian kegiatan selanjutnya
adalah melakukan pengolahan lahan diantaranya sanitasi dan penggemburan tanah. Dalam
kegiatan budidaya dimanfaatkan kotoran sapi sebagai pupuk organic. Penanaman hasil
persemaian tanaman tomat dan sawi dilakukan pada tanggal 11 April 2017, kegiatan
b
pemeliharaan terdiri atas penyiraman tanaman yang dilakukan 2 kali sehari dan
pengendalian terhadap organisme pengganggu tanaman yaitu hama dan gulma.

c d

3. Pemanfaatan Pekarangan Rumah untuk Budidaya Tanaman Cabai, Seledri


danBayam
4. Tabel 4.2. Rincian Program Kerja
Tujuan Program ini bertujuan untuk menambah pemahaman kepada masyarakat
tentang bagaimana membudidaya tanaman hortikultura pada areal
pekarangan rumah

Sasaran Sasaran dalam kegiatan ini yaitu masyarakat Desa Retraen khususnya
warga yang pekarangan rumahnya dijadikan sebagai tempat contoh
untuk dilakukan budidaya tanaman, sebanyak 3 orang

Waktu Program kerja ini mulai dilaksanakan pada tanggal 19 April sampai 11
Mei 2017

Tempat Salah satu rumah warga Desa Retraen tepatnya di Dusun III

Benih cabai, seledri dan bayam dan perlatan pertanian (seperti pacul,
Alat dan Bahan parang, ember, sekop dll)

Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa sebagian besar pekarangan rumah


warga dibiarkan kosong tanpa dimanfaatkan untuk penanaman tanaman yang bermanfaat
misalnya tanaman hortikultura. Penyebab permasalahan ini masih dikarenakan minimnya
pemahaman masyarakat tentang budidaya tanaman khususnya tanaman hortikultura.
Permasalahan lain yang kemudian menghambat kegiatan budidaya tanaman pada areal
pekarangan rumah adalah kondis lingkungan yang kurang menguntungkan.
Hal ini dikarenakan tanah di Desa Retraen umumnya memiliki kedalaman solum
yang dangkal dan didominasi oleh batuan induk sehingga diprediksi kandungan hara
didalam tanah tersebut masih dalam bentuk mineral-mineral yang tidak dapat diserap oleh
perakaran tanaman. Melihat akan hal itu, dibuatlah program kerja dengan memanfaatkan
areal pekarangan rumah untuk budidaya tanaman hortikultura. Kegiatan budidaya tanaman
hortikultura yang terdiri atas tanaman seledri, cabai dan bayam, dan diharapkan dapat
menjadi contoh bagi masyarakat lainnya.
Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 19 April 2017 di salah satu rumah warga Desa
Retraen tepatnya di Dusun 3. Kegiatan ini diawali dengan melakukan pembibitan benih
tanaman cabai, seledri dan bayam. Untuk budidaya seledri dan cabai dilakukan dalam skala
polibag berukuran 2,5 kg. Sedangkan budidaya tanaman bayam dilakukan pada bedengan
dengan ukuran 1 x 1 meter. Media tumbuh tanaman yang digunakan adalah tanah yang
dicampur dengan kotoran ternak untuk meningkatkan kandungan hara didalam tanah.
Untuk pemeliharaan tanaman terdiri atas beberapa kegiatan diantaranya penyiraman
tanaman yang dilakukan 2 kali sehari serta pengendalian terhadap organisme pengganggu
tanaman seperti hama dan gulma.

c d
e f

A. PELAKSANAAN KEGIATAN NON PROGRAM (K3)


Selain kegiatan program kelompok dan program individu, terdapat juga kegiatan non-
program yang dilakukan oleh kelompok KKN. Kegiatan non-program ini bersifat partisipatif dan
disesuaikan dengan situasi. Beberapa kegiatan non-program yang dilakukan yaitu:
Dokumentasi Kegiatan 38.
a b c
d e f
a

g h

Ket. Gambar:
a,b&c: Acara serah terima jabatan sekretaris Desa Retraen
d,e&f: Mengikuti kegiatan panen raya
g&h: Perpisahan mahasiswa KKN dengan masyarakat Desa Retraen