Anda di halaman 1dari 13

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Desain Penelitian

Jenis penelitian ini adalah survei explanatori untuk menganalisis pengaruh

antara variabel independen (faktor predisposisi, faktor pemungkin, dan faktor

pendorong) terhadap variabel dependen (kepemilikan jamban keluarga) di

Kelurahan Rianiate Kecamatan Angkola Sangkunur Kabupaten Tapanuli Selatan

melalui pendekatan cross sectional yaitu suatu jenis penelitian yang berusaha

mempelajari dinamika hubungan-hubungan atau korelasi antara faktor-faktor

risiko dengan dampak atau efeknya. Faktor risiko dan dampak atau efeknya

diobservasi pada saat yang sama, artinya setiap subyek penelitian diobservasi

hanya satu kali saja dan faktor risiko serta dampak diukur menurut keadaan atau

status pada saat observasi. (36)

3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian

3.2.1 Lokasi Penelitian

Penelitian dilakukan di Lingkungan I dan II Kelurahan Rianiate

Kecamatan Angkola Sangkunur Kabupaten Tapanuli Selatan. Alasan pemilihan

lokasi ini karena rendahnya jumlah rumah tangga yang memiliki jamban keluarga,

dan kondisi kejadian diare yang masih tinggi di wilayah tersebut.

3.2.2 Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan selama empat (2) bulan yang dimulai pada bulan

Februari tahun 2017 sampai dengan bulan Maret tahun 2017.

38
39

3.3 Populasi dan Sampel Penelitian


3.3.1 Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh rumah tangga di Lingkungan

I dan II Kelurahan Rianiate Kecamatan Angkola Sangkunur Kabupaten Tapanuli

Selatan yang berjumlah 172 rumah tangga.

3.3.2 Sampel

Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan rumus penentuan jumlah

sampel menurut Lemeshow sebagai berikut : (38)

Z 2 P (1 - P) N
n=
d 2 (N -1) Z 2 P(1- P)

Keterangan : N = Besar Populasi


n = Besar Sampel
d = Galat Pendungaan (0,1)
Z = Tingkat Kepercayaan (95% = 1,960)
P = Proporsi Populasi (0,5)

Berdasarkan rumus sampel diatas, maka diperoleh besar sampel sebagai berikut :

Z 2 P (1 - P) N
n=
d 2 (N - 1) Z 2 P(1- P)

1,960 2 x 0,5 (1-0,5) 172


n=
0,12 (172-1) x 1,9602 0,5(1-0,5)

3,842 x 0,25 x 318


n=
(0,01 x 171)+ 3,842 x0,25

165,12
n=
2,67

n= 61,842 KK = 62 Kepala Keluarga


40

Hasil rumus diatas diperoleh jumlah sampel yang akan diteliti sebanyak 62

rumah tangga. Pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana (simple

random sampling) pada semua kepala keluarga di Lingkungan I dan II. (37),(38)

3.4 Metode Pengumpulan Data


3.4.1 Jenis Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer, data

sekunder dan data tertier. (38),(39)

1) Data primer dalam penelitian ini berupa data identitas responden seperti :

nama, umur, pendidikan, pekerjaan, dan tingkat penghasilan, pengetahuan,

sikap, kebiasaan, ketersediaan sarana, peran petugas kesehatan dan

kepemilikan jamban.

2) Data sekunder pada penelitian ini berupa data deskripstif yang berhubungan

dengan lokasi penelitian, seperti : jumlah penduduk, data penyakit, jumlah

rumah tangga yang memiliki jamban, sarana dan tenaga kesehatan.

3) Data Tertier

Data tertier pada penelitian ini berupa jurnal, text buku, artikel internet, dan

elektronik book (e-book) dan sumber referensi lannya.

3.4.2 Cara Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dibagi atas :

1) Data primer diperoleh melalui wawancara langsung kepada responden pada

saat memperoleh data awal menggunakan kuesioner dari variabel yang ada

dalam penelitian ini.

2) Data sekunder diperoleh melalui penelusuran data Profil Dinas Kesehatan,

Profil Puskesmas Angkola Sangkunur dan data Kelurahan Rianiate.


41

3) Data Tertier diperoleh melalui penelusuran studi kepustakaan buku, jurnal yang

sudah dipublikasikan dan data yang diperloleh dari internet yang berhubungan

dengan variabel yang akan diteliti.

3.4.3 Uji Validitas dan Reliabilitas


1. Uji Validitas

Pengujian Validitas digunakan agar alat ukur yang digunakan dapat

menunjukkan hasil yang sama pada saat penelitian dilakukan berulang kali pada

saat yang berbeda. Uji coba kuesioner ini akan dilakukan pada 30 orang rumah

tangga yang beromisili di Desa Malombu yang bertetangga dengan Kelurahan

Rianiate sebagai lokasi penelitian. Suatu pertanyaan dikatakan valid bila hasil

hitung (rhitung) lebih besar dari angka (r-tabel) pada taraf signifikansi 95% nilai

(rhitung) adalah sebesar 0,361. (39) Setelah dilakukan pengujian Validitas

Terhadap seluruh pertanyaan (34 pertanyaan) diperoleh Nilai Corrected Item-

Total Correlation (rhitung) > 0,361 yang berarti seluruh pertanyaan Valid,

sebagaimana pada (Lampiran 8).

2. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas dilakukan untuk mendapatkan instrumen dengan

keterandalan yang tinggi dalam pengukuran variabel penelitian. Suatu pertanyaan

dikatakan reliabel bila nilai cronbachs alpha berada pada range 0,70 dinyatakan

dapat diterima dan nilai 0,80 adalah baik terhadap seluruh pertanyaan

penelitian.(39) Setelah dilakukan pengujian Reliabilitas Terhadap seluruh

pertanyaan (34 pertanyaan) diperoleh Nilai Cronbach's Alpha > 0,80 yang berarti

seluruh pertanyaan Reliabilitas baik, sebagaimana pada (Lampiran 8).


42

3.5 Variabel dan Defenisi Operasional


3.5.1 Variabel Penelitian

Variabel dalam penelitia ini terbagi menjadi dua yaitu independen dan

dependen sebagaimana di jelaskan berikut :

1) Variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi atau sebab

perubahan timbulnya variabel terikat (dependen). Disebut juga dengan

variabel perlakuan, kausa, atau variabel bebas karena dapat mempengaruhi

variabel lainnya.(37)

2) Variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi, akibat dari adanya

variabel bebas. Dikatakan sebagai variabel terikat karena variabel terikat

dipengaruhi oleh variabel independen (variabel bebas).(37) Variabel

Dependen disebut juga dengan variabel terikat, variabel output.

3.5.2 Definisi Operasional

Variabel independen dalam penelitian ini adalah :

1) Pendidikan adalah derajat tertinggi jenjang pendidikan yang diselesaikan oleh

responden berdasarkan ijazah yang diterima dari sekolah.

2) Penghasilan adalah jumlah pendapatan keluarga dalam setiap bulan yang

ditetapkan berdasarkan SK Gubernur Sumatera Utara Tahun 2016 Tentang

Penetapan Upah Minimun Kabupaten (UMK) Tapanuli Selatan yaitu sebesar

Rp. 1.951.000,-/bulan.

3) Pengetahuan adalah hasil dari tahu yang terjadi setelah orang melakukan

penginderaan terhadap objek tertentu. Tingkat pengetahuan dalam penelitian

ini merupakan segala sesuatu yang merupakan hasil dari penginderaan

responden tentang jamban keluarga.


43

4) Sikap adalah reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap

suatu stimulus atau objek. Sikap dalam penelitian ini adalah suatu

kecenderungan responden untuk memberikan respons baik secara positif

maupun negative terhadap kepemilikan jamban keluarga.

5) Kebiasaan adalah suatu pola bertingkah laku baru yang relatif menetap dan

otomatis. Kebiasaan dalam penelitian ini adalah perbuatan manusia yang tetap

dilakukan berulang-ulang dalam hal yang sama terkait dengan perilaku buang

air besar responden.

6) Ketersediaan sarana air adalah ada/ tersedia atau tidak nya sarana /sumber

air (seperti : sungai, air mengalir dan sumur bor) yang dimiliki responden.

7) Kondis jamban umum adalah keterangan kondisi ketersediaan fasilitas

jamban umum yang dibangun pemerintah dan berada dilingkungan sekitar

tempat tinggal responden.

8) Peran Petugas Kesehatan adalah adanya peran petugas kesehatan dalam

memberikan informasi tentang promosi kesehatan tentang penggunaan jamban

keluarga.

Variabel dependen dalam penelitian ini adalah :

1) Kepemilikan jamban keluarga yaitu kepemilikan rumah tangga terhadap

jamban keluarga.

3.6 Metode Pengukuran

Pengukuran variabel adalah suatu proses kuantifikasi atribut dari suatu

obyek yang diteliti sehingga diperoleh hasil menggunakan aturan tertentu yang

merupakan hasil dari penelitian berdasarkan kaidah-kaidah pengukuran variabel


44

yang disusun mengikuti definisi operasional variabel penelitian dalam bentuk

ringkasan dan di sajikan dengan tabel.(38) Keseluruhan pengukuran variabel

penelitian adalah :

1) Pendidikan

Terdapat 4 kategori jawaban dalam kuesioner yaitu Tamat Sekolah Dasar,

Tamat Sekolah Menengah Pertama, Tamat Sekolah Menengah Atas, dan

Tamat Perguruan Tinggi (Diploma dan Sarjana). Kategori jawaban tersebut di

kelompokkan dalam 3 hasil ukur yaitu :

(a) Responden dengan tingkat pendidikan dasar, apabila merupakan lulusan/

tamat sekolah dasar (Tamat SD).

(b) Responden dengan tingkat pendidikan menengah, apabila merupakan

lulusan/ tamatan SMP dan SMA.

(c) Respoden dengan tingkat pendidikan tinggi, apabila merupakan

lulusan/tamatan perguruan tinggi dengan gelar diploma dan sarjana.

2) Penghasilan

Terdapat dua pilihan jawaban responden yaitu < Rp.1.950.000,- dan >

Rp.1.950.000,-. Jawaban responden akan di kelompokkan dalam hasil ukur

sebagai berikut :

(a) Responden dengan penghasilan samadengan atau lebih upah minimum

regional (UMR) Kabupaten apabila memiliki penghasilan >

Rp.1.950.000,-/bulan.

(b) Responden dengan penghasilan lebih kecil upah minimum regional

(UMR) Kabupaten apabila memiliki penghasilan < Rp.1.950.000,-/bulan.


45

3) Pengetahuan

Untuk mengukur pengetahuan dibuat 10 pertanyaan/pernyataan dalam

kuesioner penelitian dengan materi tentang jamban keluarga. Metode pilihan

jawaban mengacu kepada metode Guttmant dengan opsi jawaban benar (B)

dan salah (S). Setiap jawaban benar diberi nilai (1) dan setiap jawaban salah

diberi nilai (0) dengan perhitungn skor teringgi 10 dan terendah 0 (nol). Hasil

dari jawaban responden tersebut kemuadian dikategorikan kedalam skala

pengukuran Ordinal dengan hasil berikut :

(a) Tingkat Pengetahuan Responden BAIK apabila memiliki jumlah total

keseluruhan Skor dari 10 pertanyaan pengetahuan > 75 % atau total skor

antara 8-10 .

(b) Tingkat Pengetahuan Responden KURANG BAIK apabila memiliki

jumlah total keseluruhan Skor dari 10 pertanyaan pengetahuan < 75 %

atau total skor antara 0-7.

4) Sikap

Untuk mengukur sikap responden dibuat 10 pertanyaan/pernyataan dalam

kuesioner penelitian dengan materi tentang jamban keluarga. Metode pilihan

jawaban mengacu kepada metode Likert dengan opsi jawaban sangat setuju

(SS), setuju (S), tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju (STS). Setiap

jawaban diberi nilai berjenjang mulai dari sangat setuju (SS) nilainya 4, setuju

(S) nilainya 3, tidak setuju (TS) nilainya 2, dan sangat tidak setuju (STS)

diberi nilai 1 dengan perhitungan nilai tertinggi adalah 40 dan terendah 10.

Hasil dari jawaban responden tersebut kemuadian dikategorikan kedalam skala


46

pengukuran Ordinal dengan hasil berikut :

(a) Sikap Responden BAIK apabila memiliki jumlah total keseluruhan Skor

dari 10 pertanyaan > 75 % atau total skor antara 33-40.

(b) Sikap Responden KURANG BAIK apabila memiliki jumlah total

keseluruhan Skor dari 10 pertanyaan < 75 % atau total skor antara 10-32.

5) Kebiasaan

Untuk mengkur kebiasaan buang air besar responden disuaun 1 pertanyaan

dalam kuesioner dengan opsi jawaban tempat buang air besar keluarga yaitu a)

di jamban/ WC, b) di sungai, dan c) di pekarangan rumah. Setiap jawaban

responden apabila tempat buang air besar nya di tempat yang benar

(jamban/WC) diberi nilai (1), dan di tempat yang tidak benar (sungai dan

pekarangan) diberi nilai (0). Jawaban responden kemudian di ketegorikan :

(a) Responden dengan Kebiasaan Buang Air Besar Tidak sembarangan

apabila buang air besar di jamban/WC

(b) Responden dengan kebiasaan Buang Air Besar Sembarangan apabila

buang air besar di sungai atau pekarangan belakang rumah.

6) Ketersediaan Sarana Air

Untuk mengukur ketersediaan sarana air responden dibuat 2 pertanyaan

dalam kuesioner dengan opsi jawaban Ya dan Tidak. Setiap jawaban Ya

deberi nilai (1) dan jawaban Tidak, nilainya 0 (nol). Kategorikan hasil :

(a) Responden yang TERSEDIA sarana air apabila memiliki sarana air

di rumah.
47

(b) Responden yang TIDAK TERSEDIA sarana air apabila tidak

memiliki sarana air di rumah.

7) Kondis Jamban Umum

Untuk mengukur kondisi ketersediaan fasilitas jamban umum dalam

penelitian ini dibuat 5 pertanyaan dengan opsi jawaban Ya dan Tidak.

Setiap jawaban Ya diberi nilai (1) dan jawaban Tidak, deiberi nilai (0)

dengan perhitungan skor tertinggi 5 dan terendah 0. Jawaban responden

kemudian di kategorikan dalam hasil ukur sebagai berikut :

(a) Sarana Jamban Umum BAIK apabila skor 4-5.

(b) Sarana Jamban Umum KURANG BAIK apabila skor 0-3.

8) Peran Petugas Kesehatan

Untuk mengukur peran petugas kesehatan dibuat 5 pertanyaan dengan opsi

jawaban Ya dan Tidak. Setiap jawaban Ya diberi nilai (1) dan jawaban

Tidak, deiberi nilai (0) dengan perhitungan skor tertinggi 5 dan terendah 0.

Jawaban responden kemudian di kategorikan dalam hasil ukur sebagai

berikut :

(a) Peran petugas kesehatan BAIK apabila skor 4-5.

(b) Peran petugas kesehatan KURANG BAIK apabila skor 0-3

Variabel dependen dalam penelitian ini adalah :

9) Kepemilikan

Diukur berdasakan pertanyaan kepemilikan dengan opsi jawaban Ya dan Tidak

kemudian dikategorikan menjadi :


48

(a) Rumah tangga MEMILIKI jamban keluarga

(b) Rumah Tangga TIDAK MEMILIKI jamban keluarga

Untuk lebih jelasnya uraian diatas dapat dilihat pada tabel 3.1 di bawah ini:

Tabel 3.1 Metode Pengukuran Variabel Penelitian

Jumlah Cara dan Skala


No Variabel Skor Value
Pertanyaan Alat Ukur Ukur
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
A. Independen
1. Pendidikan 1 Wawancara/ Tamat SD Dasar Ordinal
Kuesioner Tamat SMP-SMA Menengah
Tamat D1-S1 Tinggi
2. Penghasilan 1 Wawancara/ Skor 1 > UMR Ordinal
Kuesioner Skor 0 < UMR
3. Pengetahuan 10 Wawancara/ Skor 8-10 Baik Ordinal
Kuesioner Skor 0-7 Kurang

4. Sikap 10 Wawancara/ Skor 33-40 Baik Ordinal


Kuesioner Skor 10-32 Kurang
5. Kebiasaan 1 Wawancara/ Skor 1 BABs Ordinal
Kuesioner Skor 0 Tidak BABs
6. Ketersediaan 2 Wawancara/ Skor 1 Tersedia Ordinal
Sarana air Kuesioner Skor 0 Tidak
7. Kondisi 5 Wawancara/ Skor 4-5 Baik Ordinal
Jamban Umum Kuesioner Skor 0-3 Kurang
8. Peran Petugas 5 Wawancara/ Skor 4-5 Baik Ordinal
Kesehatan Kuesioner Skor 0-3 Kurang
B. Dependen
9. Kepemilikan 1 Wawancara/ Skor 1 Memiliki Ordinal
Jamban Kuesioner Skor 0 Tidak

3.7 Metode Pengolahan Data

Pengolahan data adalah suatu proses dalam memperoleh data ringkasan

atau angka ringkasan dengan menggunakan cara-cara atau rumus-rumus tertentu.

Pengolahan data bertujuan mengubah data mentah dari hasil pengukuran menjadi

data yang lebih halus sehingga memberikan arah untuk pengkajian lebih

lanjut.(39) Teknik pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan

penghitungan komputasi program SPSS (Statistical Product and Service Solution)


49

Versi 22 karena program ini memiliki kemampuan analisis statistik cukup tinggi

serta sistem manajemen data pada lingkungan grafis menggunakan menu-menu

dekriptif yang sederhana sehingga mudah dipahami cara pengoperasiannya.

Pengolahan data meliputi :

a) Collecting (mengumpulkan), adalah proses mengumpulkan dan memastikan

informasi pada subjek yang akan dilakukan uji coba dengan cara sistematis.

b) Editing (pengecekan), adalah pengkoreksian data yang telah dikumpulkan .

Editing dilaksanakan setelah peneliti selesai menghimpun data di lapangan.

c) Coding (pengkodean), adalah kegiatan merubah data berbentuk huruf menjadi

data berbentuk angka/ bilangan.

d) Scoring (pemberian nilai), adalah proses pengubahan jawaban menjadi angka-

angka atau bisa disebut suatu tindakan kuantifikasi terhadap jawaban-jawaban

yang diberikan oleh responden.

e) Tabulating (proses tabulasi), adalah proses menempatkan data dalam bentuk

tabel dengan cara membuat tabel yang berisikan data sesuai dengan

kebutuhan analisis.

Analisis data adalah upaya atau cara untuk mengolah data menjadi

informasi sehingga seluruh informasi yang diperoleh dari hasil pengumpulan data

tersebut bisa dipahami dan bermanfaat untuk solusi permasalahan, tertutama

masalah yang berkaitan dengan penelitian. (39) Metode analisis data pada peneliti

ini menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat :


50

1. Analisis univariat adalah analisa yang dilakukan pada tiap variabel dari

hasil penelitian. Analisa univariat berfungsi untuk meringkas kumpulan

data hasil pengukuran sedemikian rupa seluruh variabel sehingga

kumpulan data tersebut berubah menjadi informasi berupa ukuran statistik,

tabel, dan grafik. Analisis univariat dalam penalitian ini berupa distribusi

frekuensi dari seluruh variabel baik dependen maupun independen yang

sedang diteliti. (39)

2. Analisis bivariat adalah analisis secara simultan dari dua variabel untuk

melihat apakah satu variabel terkait dengan variabel lain. Penelitian

terhadap dua variabel biasanya mempunyai tujuan untuk mendiskripsikan

distribusi data, meguji perbedaan dan mengukur hubungan antara dua

variabel yang diteliti. Analisis bivariat dalam penelitian ini dilakukan

terhadap variabel independen dan variabel dependen menggunakan uji chi-

square dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel

dalam penelitian. Bila hasil perhitungan statistik nilai p<0,05 berarti

terdapat hubungan yang bermakna antara keduanya. (39)

3. Analisis multivariat adalah suatu kajian pada statistika yang mempelajari

pengaruh dan hubungan antara dua atau lebih variabel. Dasar dari kajian

ini adalah analisis korelasi dan analisis regresi untuk dua variabel. Analisis

multivariate dalam penelitian ini menggunakan uji regresi liner berganda

dengan tujuan untuk melihat seluruh variabel independen yang

memengaruhi variabel independen dan variabel mana yang paling

dominan pengaruhnya.(39)