Anda di halaman 1dari 9

Lobby merupakan salah satu bagian dari ruang publik yang mendapatkan

perhatian pertama bagi pengunjung yang datang. Hotel Golden Tulip DEssential
yang kami observasi memiliki ruang publik, salah satunya yang utama adalah
lobby. Hotel dengan tipe City Hotel ini memiliki lobby untuk melayani tamu hotel
yang terbuka untuk umum. Lobby ini mengambil konsep interior yaitu
Scandinavian style yang bisa dilihat dari perpaduan warna -warna yang
ditampilkan serta furniturenya.
Lobby Hotel Golden Tulip DEssential ini memiliki kapasitas yaitu 55
orang tamu hotel dan 5 orang staff yang bertugas. Civitas yang terkait dengan
lobby di Hotel Golden Tulip adalah tamu hotel, bell boy, dan recepcionist.
Adapun beberapa aktivitas yang dilakukan di lobby adalah untuk reservasi tamu,
pelayanan luggage handling, tempat menitipkan barang sementara, sebagai pusat
informasi bagi tamu, untuk duduk duduk sambil menunggu reservasi atau
menunggu kendaraan yang menjemput, dan sebagai sarana promosi hotel.
Banyaknya aktivitas yang terdapat pada lobby membuat penataan lobby harus
disesuaikan dengan aktivitas dan civitas di dalamnya. Penataan tersebut juga
tentunya berdasarkan standar yang telah ditentukan. Lobby hotel memiliki jam
buka yaitu 24 jam.

Gambar Tampak depan Lobby


Sumber : Observasi, 25 Maret 2017

Gambar Seating area Lobby


Sumber : Observasi, 25 Maret 2017
Gambar Front Office Gambar Meja Display
Sumber : Observasi, 25 Maret 2017 Sumber : Observasi, 25 Maret 2017

Gambar Luggage Handling Gambar Public Toilet


Sumber : Observasi, 25 Maret 2017 Sumber : Observasi, 25 Maret 2017

Berdasarkan kapasitas yang dapat ditampung pada lobby, lobby ini memiliki
luasan yaitu ???? . Sehingga dengan luasan tersebut dapat melayani tamu hotel
berdasarkan daya tampung hotel. Lobby Hotel Golden Tulip DEssential ini
posisinya dapat dikatakan sangat strategis. Posisi dari lobby yaitu berada dekat
dengan parkir pengunjung, restaurant dan coffee shop. Lobby ini juga mudah
terlihat dari pengunjung hotel karena terdapat signage yang jelas dan penataan
area depan lobby yang mengundang pengunjung untuk masuk.

Gambar Signage Penunjuk Posisi Gambar Akses utama menuju Lobby


Lobby Sumber : Observasi, 25 Maret 2017
Sumber : Observasi, 25 Maret 2017
Lobby sebagai ruang publik yang mendapat perhatian utama dalam
menciptakan kenyamanan dan kepuasan bagi pengunjung tentunya dilengkapi
dengan fasilitas yang memadai. Sistem Penghawaan yang digunakan hanya sistem
penghawaan buatan yaitu menggunakan AC Split. Alasan penggunaan AC Split
ini yaitu tidak menghabiskan banyak tempat karena AC menempel pada langit
langit lobby dan tidak merusak tembok karena hanya membutuhkan lubang
lubang kecil saja. Keunggulan lainnya yaitu suara yang ditimbulkan tidak bising,
dan dapat menghemat biaya . Bentuk AC Split yang elegan dan simple membuat
AC ini banyak digunakan.
Selain itu sistem pencahayaan yang digunakan pada lobby yaitu sistem
pencahayaan alami dan buatan. Alami yaitu menggunakan cahaya matahari dari
luar. Kapasitas cahaya dapat memenuhi kebutuhan cahaya yang ada di lobby,
karena dinding dari bagian depan lobby menggunakan full kaca agar menarik dan
dapat memaksimalkan cahaya matahari. Pencahayaan buatan menggunakan lampu
direct light dengan tipe downlight dan lampu gantung dengan kap berwarna
coklat. Lobby juga dilengkapi dengan sistem pemadam, seperti sprinkler, smoke
detector dan alarm yang menandakan kebakaran serta penguat sinyal.

5 Pencahayaan buatan
3 1

Gambar AC Split digunakan di Lobby Pencahayaan alami


Sumber : Observasi, 25 Maret 2017
Gambar Sistem Pencahayaan di Lobby
Keterangan : Sumber : Observasi, 25 Maret 2017
1 : AC Split
2 : Penguat Sinyal
3 : Sprinkler
4 : Smoke detector
5 : Speaker

Selain sistem utilitas yang ada pada Lobby, juga terdapat beberapa elemen
penyusun yang mendukung. Dimulai dari elemen bawah yang digunakan pada
lobby adalah menggunakan lantai granit dengan dimensi 60 cm x 60 cm berwarna
cream. Jenis lantai yang digunakan yaitu lantai anti slip, dengan permukaan yang
halus dan mengkilap. Selanjutnya elemen dinding yang digunakan yaitu sebagian
menggunakan kaca bening dan dinding batu bata yang menggunakan cat berwarna
abu abu yang memberikan kesan hangat. Pada dinding juga terdapat wallpaper
yang unik dan lucu untuk menambah kesan menarik. Elemen penyusun atap yang
digunakan adalah plafon gypsum dengan permainan bentuk. Furniture yang
digunakan juga menggunakan warna warna yang mengusung gaya Scandinavian
beserta artwork yang dipajang pada rak yang menampilkan kesan yang simple.
Lobby berada di lokasi yang sangat strategis. Posisi lobby yang mudah
dilihat memungkinkan pengunjung bisa langsung mengakses lobby. Lounge lobby
ini berada bersebelahan dengan restaurant dan coffee shop serta pool area.
Pengunjung dapat menikmati view sekitar lobby karena dinding bagian depan
menggunakan full kaca, apalagi seating area yang ditata dekat dengan dinding
kaca tanpa mengganggu sirkulasi dari pintu utama.
Penataan seating area pada Lobby ini berada dekat dengan meja front
office yang memudahkan penyampaian informasi serta berada dekat dengan
public toilet sehingga. Pelayanan luggage handling juga tersedia pada Lobby,
yaitu untuk memudahkan pengunjung memindahkan barang barang bawaannya
dengan bantuan bell boy. Barang barang akan dibawa dari drop area, setelah
reservasi akan dibawa menuju kamar. Sirkulasi pada lobby juga dibuat mudah dan
mengalir yaitu pengunjung dari lobby akan melakukan reservasi, setelah itu
melewati restaurant menuju lift untuk menuju kamar atau menuju ruang
conference. Sehingga penataan lobby ini dapat dikatakan sesuai dengan sirkulasi
civitas dan aktivitas pengunjung. Mengingat letaknya yang strategis membuat
lobby mudah dilihat dan memberikan kesan mengundang. Pengunjung pun dapat
melihat view maksimal dari dalam lobby sehingga menambah kesan nyaman.
Hotel Golden Tulip Essential yang merupakan hotel tipe city hotel
memiliki sebuah restaurant yang melayani tamu hotel yang datang dan terbuka
untuk umum. Tamu hotel yang menginap biasanya mengunjungi restaurant untuk
breakfast atau sekedar duduk berbincang sambil menikmati minuman. Untuk
pengunjung yang tidak menginap biasanya datang ke restaurant untuk berbagai
keperluan seperti makan siang bersama, diskusi serta menyelesaikan pekerjaan
sambil menikmati suasana hotel yang nyaman dengan gaya Scandinavian ini.
Restaurant di Golden Tulip Essential hotel dilengkapi dengan meja
prasmanan, area untuk kasir dan meja saji, serta seating area yang terbagi menjadi
dua, yaitu seating area indoor dan seating area outdoor. Keseluruhan seating area
dapat menampung 68 orang yang terbagi menjadi 42 orang pada seating area
indoor serta 24 orang pada seating area outdoor. Restaurant ramai dikunjungi
antara pukul 07.00 09.00 oleh tamu yang akan breakfast.

Gambar 1. Seating area indoor pada Gambar 2. Seating area outdoor


restaurant pada restaurant
Sumber : Observasi, 25 Maret 2017 Sumber : Observasi, 25 Maret 2017

Gambar 3. Area prasmanan Gambar 4. Meja kasir Gambar 5. Suasana restaurant


Sumber : Observasi, 25 Sumber : Observasi, 25 Sumber : Observasi, 25 Maret
Maret 2017 Maret 2017 2017

Demi mendukung aktivitas civitas yang berada di dalamnya serta untuk


memberikan rasa nyaman kepada tamu di restaurant, penghawaan yang digunakan
pada seating area indoor adalah penghawaan buatan dengan menggunakan AC
split. Untuk pencahayaan yang digunakan adalah pencahayaan buatan langsung
dengan jenis pencahayaan direct light menggunakan downlight dan chandelier
dengan cahaya kuning yang menciptakan kesan hangat pada ruangan. Selain
pencahayaan buatan, seating area restaurant indoor juga memanfaatkan cahaya
matahari sebagai pencahayaan alami dengan memasang jendela lebar disepanjang
sisi luar restaurant, pemasangan jendela disepanjang sisi luar restaurant selain
untuk jalan masuk cahaya juga untuk memperkuat gaya Scandinavian yang
diusung. Elemen bawah pada seating area restaurant indoor dilapisi dengan parket
kayu. Kombinasi material serta komponen penyusun seating area restaurant
indoor ini menciptakan suasana akrab dan nyaman pada ruangan.

Pencahayaan
Buatan dengan
Pencahayaan
Alami dengan

Gambar 6. Penghawaan buatan Gambar 7. Pencahayaan pada


pada seating area seating area
Sumber : Observasi, 25 Maret Sumber : Observasi, 25 Maret 2017
2017

Pada seating area restaurant outdoor pencahayaan yang digunakan adalah


pencahyaan alami serta pencayahayaan buatan. Penggunaan pencahayaan buatan
dilakukan pada malam hari atau pada saat cahaya matahari tidak cukup memadai
untuk melakukan aktivitas visual tertentu pada ruangan. Elemen bawah pada
seating area outdoor dilapisi dengan keramirk beralur yang tidak licin, hal ini
untuk menjaga agar civitas tetap aman saat melintas karena seating area outdoor
berada diluar ruangan yang memungkinkan air hujan tampias ke dalam seating
area. Untuk meminimalisir efek silau dan pantulan panas dari cahaya matahari
maka disekeliling seating area outdoor ditanamani tamanaman hias. Selain untuk
barrier pantulan cahaya, penambahan tanaman disekiling seating area juga
bertujuan untuk memberi penanda batas anatra seating area restaurant dengan
lingkungan sekitar. Penambahan tanaman hias ini juga mencipakan suasana alami
serta menibulkan kesan sejuk pada ruangan.
Gambar 8. Seating area outdoor
Sumber : Observasi, 25 Maret 2017

Jika diperhatikan secara umum, letak restaurant ini cukup strategis karena
berada di bagian tengah tengah, restaurant bersebelahan dengan lounge lobby
dan berada di dekat lift menuju kamar tidur tamu dan berada di dekat meeting
room, sedangkan untuk bagian seating area outdoor terletak di depan akses masuk
menuju hotel dan bersebelahan dengan pool. Penempatan restaurant ini membuat
restaurant menjadi area yang mudah terlihat serta menjadi area yang sering dilalui
sirkulasi civitas didalam area hotel secara umum. Selain itu, penempatan seating
area restaurant bersebelahan dengan seating area lobby memberi suasana menyatu
pada ruangan secara keseluruhan. Tamu yang akan keluar masuk hotel pasti akan
melewati restaurant hotel, hal ini dapat menjadi semacam factor penarik tamu
untuk mencoba mencicipi hidangan yang disediakan restaurant, selain itu juga
dapat menjadi semacam promosi restaurant. Dilihat dari tipe hotel yang
merupakan cityhotel yang bekerjasama dengan pihak travel agent online, tipe
tamu yang datang untuk menginap di hotel ini adalah tipe turis rombongan
ataupun traveler yang tidak begitu menuntut untuk adanya area rekreasi.
Gambar 9. View dari lobby ke arah Gambar 10. View dari restaurant ke arah
restaurant lobby
Sumber : Observasi, 25 Maret 2017 Sumber : Observasi, 25 Maret 2017

Gambar 11. Partisi dan kolom sebaga barrier antara


lobby dan restaurant
Sumber : Observasi, 25 Maret 2017