Anda di halaman 1dari 2

Sepucuk surat untuk para pejuang

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bismillahirrohmanirrohim

Bada tahmid dan shalawat

Saudaraku,
Ingatkah engkau tentang kisah Musa dan Harun?? Sebuah persaudaraan yang terbina saat menjalankan
amanah dakwah. Di saat Musa mendapat amanah dakwah maka Musa meminta kepada Allah agar
Harun menjadi saudaranya. Jadikanlah ia pendamping yang menguatkanku. Dan Allah
mengabulkannya. Mereka pada akhirnya saling menguatkan untuk merubuhkan kedzaliman. Saling
menguatkan untuk menegakkan kebenaran.
Demikian pula Nabi Muhammad yang dikelilingi oleh para sahabat yang menjadi pendukung dan
penolong dalam menegakkan risalah.
Saudaraku,
Itulah pentingnya saudara yang berada disekeliling kita. Bukan untuk saling menyalahkan, bukan untuk
saling menjatuhkan tetapi saling menguatan dan meringankan beban.

Saudaraku,
Namun, jika di saat kita merasa sendiri dalam melaksanakan amanah dakwah ini. Yakinlah Innaallaha
maana.

Intansurullah yansurkum wayutsabit aqdamakum.


Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.
Dikuatkan pula dengan ucapan seorang Umar bin Khaththab Ra :
Jika ada 1000 orang yang membela kebenaran (Islam), aku salah seorang diantaranya. Jika ada 100
orang yang membela kebenaran, aku tetap berada diantaranya. Jika ada 10 orang pembela kebenaran,
kau tetap ada di barisan itu. Dan jika ada 1 orang yang tetap membela kebenaran, akulah orangnya.

Saudaraku,
Itulah perjuangan di jalan dakwah, jalan yang panjang, berliku, dan penuh dengan rintangan yang
senantiasa memerlukan kesungguhan, keikhlasan dan tadhhiyah. Namun, ini adalah sebuah perniagaan
yang dapat menyelamatkan kita dari azab yang pedih (QS As Saff: 10-11). Saudaraku, apakah engkau
tidak tergiur dengan surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai?? Tempat para syuhada
bercengkerama dengan para bidadari. Sebuah tempat terindah yang menjadi hadiah bagi para pejuang
dakwah. Subhanallah.

Saudaraku,
Masih ingatkah sebuah makna dari sebuah doa yang telah menyatukan hati-hati kita. Doa yang sering
kita lantunkan di setiap akhir syuro dan pertemuan kita. Tapi, apakah antum/na masih merasakan
sebuah getaran di hati ketika dibacakan doa tersebut?? Kemanakah getaran hati itu sekarang?? Sebuah
rasa mengharu biru dapat dipertemukan dengan saudara seiman yang diikat dengan tali ukhuwah. Doa
itu adalah Doa Rabithah.

Ya Allah, Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati itu telah berkumpul untuk
mencurahkan mahabbah hanya kepadaMU, bertemu untuk taat kepadaMu, bersatu dalam rangka
menyeru (dakwah di jalan) MU, berjanji setia untuk membela syariatMu, maka kuatkanlah ikatan
pertaliannya, ya Allah, abadikanlah kasih sayang nya, tunjukkanlah jalannya, dan penuhilah dengan
cahayaMU dengan tidak pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan
tawakal kepadaMU. Hidupkanlah dengan marifatMu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalanMU.
Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Amiin.

Saudaraku,
Salah satu kewajiban bagi seorang saudara adalah mengingatkan di kala kita melakukan sebuah
kesalahan. Maka berlapang dadalah ketika ada saudara yang mengingatkan. Keep Ukhuwah..
Karena ikatan paling mahal diantara kaum muslimin adalah ikatan UKHUWAH.

Fastabiqul khoirot..