Anda di halaman 1dari 8

MULAI

PERSIAPAN
Perumusan Masalah
TIDAK
Metodologi

Sesuai dengan KAK


(Kerangka Acuan Kerja )

YA

SURVEI PENDAHULUAN
LAPORAN
PENDAHULUAN

PRESENTASI PNDAHULUAN

MASUKAN
PENGGUNA JASA

SURVEI PENYELIDIKAN SURVEI SURVEI


TOPOGRAFI TANAH HIDROLOGI LINGKUNGAN

GAMBAR ANALISA ANALISA STUDI


TOPOGRAFI MEKTAN HIDROLOGI LINGKUNGAN

A
A

LAPORAN-
LAPORAN SURVEI

PRADESAIN
Pra desain geometrik
Pre desain perkerasan
LAPORAN ANTARA

PRESENTASI ANTARA

MASUKAN
PENGGUNA JASA

DESAIN
desain geometrik
desain perkerasan
Rencana Anggaran Biaya
LAPORAN DESAIN

PRESENTASI AKHIR
MASUKAN
PENGGUNA JASA

DOKUMEN TENDER
Spesifik Teknis
Gambar Rencana
Dokumen Lelang
LAPORAN AKHIR
GAMBAR RENCANA
DOKUMEN TENDER

SELESAI
PEKERJAAN PERSIAPAN
Sebelum pelaksanaan suatu pekerjaan, maka perlu dilaksanakan pekerjaan persiapan,
baikmengenai kelengkapan administrasi, personil pelaksana, sarana transportasi,
peralatan, dansegala aspek dalam kaitan pelaksanaan pekerjaan. Konsultan akan
menyiapkan program kerjauntuk dikoordinasikan dengan pihak pemberi tugas.
Maksud dari koordinasi ini adalah untukmenyamakan pandangan antara konsultan
dengan pihak pemberi sehingga pelaksanaanpekerjaan ini tidak mengalami
hambatan

STUDI PENDAHULUAN
INVENTARISASI DATA DAN STUDI TERDAHULU
Setelah tugas dari masing-masing tenaga ahli dipahami, maka konsultan akan segera
melaksanakan kegiatan pengumpulan data, informasi dan laporan yang ada hubungan-
nya dengan studi untuk mempelajari kondisi daerah proyek secara keseluruhan
gunamempersiapkan rencana tindak lanjut tahap berikutnya. Konsultan akan
mengunjungikantor-kantor instansi pemerintah maupun swasta yang sekiranya
mengelola datayang diperlukan. Untuk kelancaran pekerjaan ini, maka sangat
diperlukan suratpengantar dari pihak Direksi Pekerjaan untuk keperluan tersebut.
Dari hasil studi mejaakan disusun program kerja untuk perencanaan jalan yang
dimaksud.

PENYUSUNAN RENCANA KERJA


Hasil penelaahan data akan dituangkan dalam rencana konsultan yang
meliputirencana kegiatan survai dilapangan maupun kegiatan analisis dan
evaluasi data.Rencana kerja ini meliputi :1. Struktur organisasi serta tenaga pelaksana
penanganan pekerjaan2. Rencana waktu penanganan pekerjaan3. Rencana
penugasan personil serta peralatan yang akan digunakan dalampenanganan
pekerjaan

SURVAI PENDAHULUAN
Survai Pendahuluan meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
1. Menyiapkan peta dasar yang berupa Peta Topografi skala 1:100.000 / 1:50.000dan
peta-peta pendukung lainnya (Peta Geologi, Tata Guna tanah dll).
2. Mempelajari lokasi pekerjaan dan pencapaiaan.
3. Mempelajari kondisi eksisting jembatan secara umum seperti dimensi
jembatan,jenis struktur bawah jembatan, jenis struktur atas jembatan,
kondisiterrain/geometrik jalan, kondisi lalu lintas dan tata guna lahan sekitarnya
.4. Inventarisasi stasiun-stasiun pengamatan curah hujan pada lokasi
pekerjaanmelalui stasiun-stasiun pengamatan yang telah ada ataupun pada
BadanMeteorologi setempat.
5. Membuat foto dokumentasi lokasi jembatan dalam berbagai arah antara lain :
arahpergi, arah pulang, arah hulu dan arah hilir sungai. Serta pada lokasi-lokasi
yangpenting.
6. Mengumpulkan data, berupa informasi mengenai harga satuan bahan dan
biayahidup sehari-hari.
7. Mengumpulkan informasi umum lokasi sumber material (quarry) yang
diperlukanuntuk pekerjaan konstruksi.
8. Membuat laporan lengkap perihal pada butir a s/d h dan memberikan saran-
saranyang diperlukan untuk pekerjaan survai teknis

PENYUSUNAN LAPORAN PENDAHULUAN


Hasil hasil dari studi pendahuluan serta survai pendahuluan akan dituangkan
dalambentuk laporan pendahuluan.

SURVAI DAN PENYELIDIKAN LAPANGAN

2.5.1. SURVAI TOPOGRAFI


Lingkup PekerjaanLingkup Pekerjaan Pengukuran Topografi untuk
perencanaan jalan terdiri daribeberapa bagian pekerjaan yaitu :
1. Persiapan
2. Pemasangan Patok, Bench mark (BM) dan Control Point (CP).
3. Pekerjaan perintisan untuk pengukuran
4. Pekerjaan pengukuran yang terdiri dari :
Pengukuran titik kontrol horizontal (Polygon) dan vertikal (Waterpass)
Pengukuran situasi/detail
Pengukuran penampang memanjang dan melintang
Pengukuran-pengukuran khusu

Pengukuran Titik Kontrol Horizontal


Metodologi Pengukuran Titik Kontrol Horizontal dilaksanakan sebagai berikut
:Pengukuran titik kontrol dilakukan dalam bentuk poligonSisi poligon atau jarak antar
titik poligon maksimal 100m, diukur dengan pegasukur (meteran) atau alat ukur jarak
elektronisPatok-patok untuk titik-titik poligon adalah patok kayu, sedang patok-patok
untuktitik ikat adalah patok dari betonSudut-sudut poligon diukur dengan alat ukur
Theodolith dengan ketelitian dalamsecon (yang mudah/umum dipakai adalah
Theodolith jenis T2 Wild Zeis atauyang setingkatan)Ketelitian untuk poligon adalah
sebagai berikut :Kesalahan sudut yang diperbolehkan adalah 10 akar jumlah titik
poligonKesalahan azimuth pengontrol tidak lebih dari 5Pengamatan matahari
dilakukan pada titik awal proyek pada setiap jarak 5 Km(kurang lebih 60 titik
poligon) serta pada titik akhir pengukuran.Setiap pengamatan matahari dilakukan
dalam 4 seri rangkap (4 biasa dan 4 luarbiasa
Pengukuran Titik Kontrol Vertikal
Metodologi Pengukuran Titik Kontrol Vertikal dilaksanakan sebagai berikut :Jenis
alat yang dipergunakan untuk pengukuran ketinggian adalah WaterpassOrde
IIUntuk pengukuran ketinggian dilakukan dengan double stand dilakukan 2
kaliberdiri alatBatas ketelitian tidak boleh lebih besar dari 10 akar D mm. Dimana D
adalahpanjang pengukuran (Km) dalam 1 (satu) hariRambu ukur yang dipakai harus
dalam keadaan baik dalam arti pembagian skalajelas dan samaSetiap pengukuran
dilakukan pembacaan rangkap 3 (tiga) benang dalam satuanmilimeterBenang Atas
(BA), Benang Tengah (BT) dan Benang Bawah (BB), Kontolpembacaan :
2BT = BA + BBReferensi levelling menggunakan referensi lokal

Pengukuran Situasi
Metodologi Pengukuran Situasi dilaksanakan sebagai berikut :Pengukuran situasi
dilakukan dengan sistem tachymetriKetelitian alat yang dipakai adalah 30 (sejenis
dengan Theodolith T0)Pengukuran situasi daerah sepanjang rencana jalan
harus mencakup semuaketerangan-keterangan yang ada didaerah sepanjang rencana
jalan tersebutUntuk tempat-tempat jembatan atau perpotongan dengan jalan lain
pengukuranharus diperluas (lihat pengukuran khusus)Tempat-tempat sumber mineral
jalan yang terdapat disekitar jalur jalan perludiberi tanda diatas peta dan difoto (jenis
dan lokasi material

Pengukuran Penampang Memanjang dan Melintang


Pengukuran penampang memanjang dan melintang dimaksudkan untuk
menentukanvolume penggalian dan penimbunan. Metodologi pengukuran
dilaksanakan sebagaiberikut :
1. Pengukuran Penampang Memanjang
Pengukuran penampang memanjang dilakukan sepanjang sumbu rencana jalan
Peralatan yang dipakai untuk pengukuran penampang sama dengan
yangdipakai untuk pengukuran titik kontrol vertikal

2. Pengukuran Penampang Melintang


Pengukuran penampang melintang pada daerah yang datar dan landai dibuatsetiap
50m dan pada daerah-daerah tikungan/ pegunungan setiap 25m Lebar pengukuran
penampang melintang 25m ke kiri-kanan as jalan Khusus untuk perpotongan
dengan sungai dilakukan dengan ketentuan khusus(lihat pengukuran khusus)
Peralatan yang dipergunakan untuk pengukuran penampang melintang samadengan
yang dipakai pengukuran situasi
P emasangan Patok
Untuk Pemasangan Patok Pengukuran dilapangan dilaksanakan sebagai berikut
:Patok-patok dibuat dengan ukuran 10 x 10 x 75 cm dan harus dipasang setiap 1Km
dan pada perpotongan rencana jalan dengan sungai (2 buah
seberangmenyeberang). Patok beton tersebut ditanam kedalam tanah dengan
kedalaman 15cmBaik patok-patok beton maupun patok-patok poligon diberi tanda
BM dan nomorurut.Untuk memudahkan pencarian patok pada pohon-pohon disekitar
patok diberi catatau pita atau tanda-tanda tertentu.Baik patok poligon maupun patok
profil diberi tanda cat kuning dengan tulisanhitam yang diletakkan disebelah kiri
kearah jalannya pengukuran.Khusus untuk profil memanjang titik-titiknya yang
terletak disumbu jalan diberipaku dengan dilingkari cat kuning sebagai tanda

SURVAI HIDROLOGI
Lingkup PekerjaanLingkup Pekerjaan Survey Hidrologi untuk perencanaan jalan
terdiri dari beberapabagian pekerjaan yaitu :Menyiapkan peta topografi dengan skala
1:250.000 serta peta situasi dengan skala1:1000
Mencari sumber data iklim yang valid, yaitu dari Badan Meteorologi
danGeofisika (BMG).Memilah dan memilih data iklim terutama data curah hujan,
yang berkesesuaiandengan lokasi proyek.Melakukan survey lapangan dan merekam
hasilnya dalam catatan menyangkutsaluran samping, gorong-gorong dan
jembatan.Saluran samping dicatat kondisi eksistingnya dan kondisi pengembangan
sesuaikebutuhan yang diakibatkan perubahan guna lahanGorong-gorong dicatat
kondisi eksistingnya menyangkut diameter, kondisi fungsi,kondisi terakhir aliran
air.Jembatan eksisting dicatat kondisi dimensi lebar bentang dan kondisi
terakhirstruktur atas dan struktur bawah, dilihat kebutuhan penanganan pemeliharaan
danpeningkatan jika perlu.Data iklim dan curah hujan digunakan sebagai input dalam
perhitungan debitbanjir rencana untuk menentukan ukuran dimensi saluran, gorong-
gorong danaspek struktur serta jagaan jembatan
Mencari sumber data iklim yang valid, yaitu dari Badan Meteorologi
danGeofisika (BMG).Memilah dan memilih data iklim terutama data curah hujan,
yang berkesesuaiandengan lokasi proyek.Melakukan survey lapangan dan merekam
hasilnya dalam catatan menyangkutsaluran samping, gorong-gorong dan
jembatan.Saluran samping dicatat kondisi eksistingnya dan kondisi pengembangan
sesuaikebutuhan yang diakibatkan perubahan guna lahanGorong-gorong dicatat
kondisi eksistingnya menyangkut diameter, kondisi fungsi,kondisi terakhir aliran
air.Jembatan eksisting dicatat kondisi dimensi lebar bentang dan kondisi
terakhirstruktur atas dan struktur bawah, dilihat kebutuhan penanganan pemeliharaan
danpeningkatan jika perlu.Data iklim dan curah hujan digunakan sebagai input dalam
perhitungan debitbanjir rencana untuk menentukan ukuran dimensi saluran, gorong-
gorong danaspek struktur serta jagaan jembatan.
2.5.3. PENYELIDIKAN TANAH
Pemboran Dan Pengambilan SampelPemboran akan dikerjakan sampai kedalaman
yang ditentukan atau setelah didapatinformasi yang cukup mengenai letak lapisan
tanah keras, jenis batuan dan tebalnya.Jika sebelum mencapai kedalaman yang
ditentukan telah ditemukan lapisan tanahkeras/batu, pemboran akan diteruskan
menembus lapisan tanah tersebut sedalamkurang lebih 3 meter, tergantung
jenis batuannya dan beban bangunan substrukturnya.Cara klarififasi jenis
tanah hendaknya dilakukan menurut ASTM/AASHTO atauManual Pemeriksaan
Bahan Jalan (MPBJ). Pada tiap lubang bor yang dikerjakan akandilakukan
pencatatan : lokasi, elevasi permukaan pemboran, tanggal
dimulainyapemboran, tanggal selesai dan alat yang digunakan.

Bor Mesin
Boring akan dikerjakan dengan alat Bor yang digerakkan dengan mesin yang
mampumencapai kedalaman yang ditentukan. Mata bor akan mempunyai diameter
cukup besar sehingga undisturbed sample yang diinginkan dapat diambil
dengan baik,dengan diameter core 54,70 mm.Untuk tanah clay, slit atau tanah
lainnya yang tidak terlalu padat, dapat dipakaisteelbit sebagai mata bor, bor intan
(diamond bit) atau mata bor tungsten sehinggajuga dapat diambil undisturbed
samplenya dari lapisan tanah tersebut.Pada setiap interval kedalaman 1,5 meter akan
dilakukan Standard Penetration Test(SPT) Standard Penetration Test dilakukan sesuai
ketentuan sebagai berikut :Berat palu 63,50 kgTinggi jatuh75,00 cmPengujian
dilakukan hingga alat masuk 30 cm ke dalam tanah yang jumlahpukulannya
mencapai 50 kali/30 cm. Pelaksanaan dilakukan N/15, N/15, N/15nilai yang
diperhitungkan adalah dua kali nilai pengujian terakhir.Pada setiap kedalaman yang
ditentukan (bila tidak ditentukan lain, maka rata-ratakedalaman diambil kurang
lebih 3,0 meter) pada tanah lunak akan diambilundisturbed sample untuk test
di laboratorium guna mendapatkan harga index danengineering properties lapisan
tanah

Undisturbed sample akan diambil dengan cara sebagai berikut :Tabung sample (yang
dibuat dari baja tipis tetapi keras dan berbentuk silinderdengan diameter rata-rata 7,0
cm, panjang minimal 50 cm) dimasukkan ke dalamtanah pada kedalaman dimana
undisturbed sample akan diambil kemudian ditekanperlahan-lahan sehingga tabung
tersebut dapat penuh terisi tanah.Tanah tersebut akan tetap berada dalam tabung
sample tersebut samapi saatnyauntuk ditest di laboratorium.Tabung yang berisi
contoh tanah tersebut akan segera ditutup dengan paraffinsetelah dikeluarkan dari
dalam lubang bor.Sebagai hasil boring, akan dibuat bor log yang paling sedikit
dilengkapi denganlithologi (geological description) harga SPT, letak muka air tanah
dan sebagainyabeserta letak kedalaman lapisan tanah yang bersangkutan