Anda di halaman 1dari 135

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna

Page. 0
KATA PENGANTAR

Puji serta syukur Kami panjatkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan Karunia dan Rahmat-Nya, sehingga kami mampu menyelesaikan
Buku panduan LSM LIDIK ini dengan tepat pada waktunya. Buku panduan
LSM LIDIK ini berhasil tersusun berkat kerjasama pengurus DPP LSM LIDIK yang sangat baik, dan
berkat bantuan dari pihak-pihak lain yang senantiasa membantu Kami. Buku panduan LSM LIDIK ini kami
buat untuk dijadikan pegangan dan panduan pengurus LSM LIDIK dalam menjalakan roda organisasi.
Tak lupa juga kami ucapkan terima kasih kepada Dewan Pendiri, Dewan Pembina, Dewan
Pengawas dan Ketua umum LSM LIDIK yang telah memberikan arahan kepada kami sehingga Buku
panduan LSM LIDIK ini dapat terselesaikan dengan baik. Kami ucapkan pula terima kasih sebanyak-
banyaknya kepada teman-teman yang sudah ikut berpartisipasi meluangkan waktunya untuk sekedar
membantu kami. Dan ucapan terima kasih kami untuk semua yang tak bisa kami sebutkan satu per satu.
Penyusun menyadari bahwa masih terdapat kekurangan maupun mungkin kesalahan dalam
penyusunan Buku panduan LSM LIDIK ini sehingga penyusun mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun untuk perbaikan di masa yang akan datang dari seluruh jajaran pengurus maupun anggota
LSM LIDIK.
Akhir kata, penyusun berharap dengan adanya Buku panduan LSM LIDIK ini dapat memberikan
manfaat bagi seluruh jajaran pengurus maupun anggota LSM LIDIK. Penyusun mengucapkan terima kasih
dan mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam penyusunan Buku panduan LSM LIDIK ini.

Bandung, 01 Februari 2014


A.N Tim Penyusun

( Kornelius Sriyanto )
NIA : 01.12.000010 / Sekjend DPP LSM LIDIK

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 1
PRAKATA DEWAN PENDIRI

Puji dan Syukur kita panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan Rahmat dan
Karunia-nya sehingga tim penyusun dapat menyusun buku panduan LSM LIDIK ini dengan baik dan tepat
pada waktunya.

Buku ini dibuat dengan berbagai observasi dan beberapa bantuan dari berbagai pihak untuk membantu
dalam penyusunan buku ini. Oleh karena itu, kami atas nama Dewan Pendiri mengucapkan terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada tim penyusun maupun semua pihak yang telah membantu dalam
penyusunan buku ini.

Akhir kata semoga buku ini dapat menjadi acuan organisasi LSM LIDIK dalam menjalankan roda organisasi
untuk kemajuan. Serta memberikan manfaat bagi kita sekalian.

Bandung, 01 Februari 2014


Dewan Pimpinan LSM LIDIK

A.N Dewan Pendiri LSM LIDIK A.N Dewan Pendiri LSM LIDIK A.N Dewan Pendiri LSM LIDIK

( Esrom, S.H ) ( Paulinus Sarbunan, S.Fa, S.H.) ( Nono Mujianto )


NIA : 01.12.000001 / Ketua I DPP LSM LIDIK NIA : 01.12.000019 / Ketua I DP2O LSM LIDIK NIA : 01.12.000051 / Ketua II DPP LSM LIDIK

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 2
PRAKATA DEWAN PEMBINA

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Segala puji bagi Allah yang telah memberikan
kemudahan sehingga tim penyusun dapat menyelesaikan buku ini. Tanpa pertolongan-Nya mungkin tim
penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik. Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan
kepada baginda tercinta kita yakni Nabi Muhammad SAW.

Tentunya buku ini disusun untuk dijadikan acuan pengurus LSM LIDIK dalam menjalankan roda organisasi,
dalam penyusunan buku ini tentunya banyak hambatan dan kesulitan dalam mengumpulkan materi-materi
pendukung dari berbagai sumber, Dewan Pembina memberikan apresiasi positif terutama buat tim penyusun
atas kerja kerasnya sehingga buku ini bisa terbit

Semoga dengan adanya buku ini para pengurus LSM LIDIK lebih tertata dan terarah dalam melaksankan
tupoksinya untuk kemajuan organisasi.

Akhir kata wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Tetap Semangat dan Jangan Pernah
menyerah dalam menyuarakan kebenaran

Bandung, 01 Februari 2014


Dewan Pimpinan LSM LIDIK

A.N Dewan Pembina LSM LIDIK A.N Dewan Pembina LSM LIDIK A.N Dewan Pembina LSM LIDIK

( RDN. Tubagus Wisnu Hadiningrat ) ( H. Dharma Udaya Nasution ) ( Ir. Agung Sabur, Dipl, HE )
NIA : 01.12.000012 / DPO DPP LSM LIDIK NIA : 01.13.000085 / DPO DPP LSM LIDIK NIA : 01.12.00076 / DPO DPP LSM LIDIK

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 3
PRAKATA KETUA UMUM

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang maha Esa atas terselesainya
penulisan buku Panduan LSM LIDIK.
Buku ini disusun dengan tujuan untuk jadi acuan para pengurus LSM LIDIK di
seluruh Indonesia dalam melaksnakan amanah dari anggota.
Buku panduan ini berisi tentang latar, tujuan serta regulasi LSM LIDIK serta program-program relevan
yang bisa diadopsi sebagai program pengurus LSM LIDIK yang di wilayah-wilayah Indonesia.
Penulis menyadari bahwa penulisan buku ini masih belum sempurna, dan masih banyak kekurangan, oleh
karena itu untuk memperbaikai buku ini penulis mengharapkan kritik-kritik dan saran-saran yang
membangun dari pengurus maupun anggota LSM LIDIK. Disamping itu, saya sebagai ketua umum LSM
LIDIK menghimbau kepada seluruh jajaran pengurus LSM LIDIK, DPW, DPC, PAC dan Ranting agar
senantiasa dalam melaksanakan dan menjalankan organisasi senatiasa berpegang pada aturan, baik aturan
pemerintah maupun aturan yang dikeluarkan oleh organisasi.
Ucapan terima kasih kepada tim penyusun atas kerja kerasnya dalam penyusunan buku ini juga
kepada pihak-pihak yang telah membantu tim penyusun dalam penyusunan buku ini.
Akhirnya kata semoga buku ini ada manfaatnya, terutama bagi pengurus maupun anggota dan masyarakat
luas.

Bilahi taufik walidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Jangan Pernah Merasa Bisa Tapi Harus Bisa Merasakan

Bandung, 01 Februari 2014


Dewan Pimpinan LSM LIDIK
Ketua Umum LSM LIDIK

( Ngadi Utomo, S.Sos, S.H )


NIA : 01.12.000001

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 4
DAFTAR ISI

1. Kata Pengantar
2. Prakata :

Dewan Pendiri

Dewan Pembina

Ketua Umum
3. Daftar Isi
4. Mukadimah
5. Sejarah Umum LSM
6. Sejarah Singkat LSM LIDIK :
Latar Belakang
Visi Dan Misi
Kode Etik
Motto
Struktur
Tujuan
7. Susunan Pengurus DPP
8. Tupoksi DPP
9. Struktur Organisasi :
DPP
Garda Satgas
GMIL
10. AD / ART
11. PO. Adminitrasi Kesekretariatan Dan Keanggotaan
12. PO. Musyawarah Dan Rapat- Rapat
13. PO. Pergantian Antar Waktu
14. PO. Pembinaan Anggota
15. Akta Notaris

Lampiran lampiran ;

Lampiran SK DPW
Lampiran Dokumentasi

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 5
MUKADIMAH

Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, perlu disadari bahwa kita sebagai umat manusia dengan izinNya
kita berada di dunia ini dan dengan kehendakNya kita akan dipanggil kepangkuanNya. Demikian sama
halnya dengan kita para pendiri dan pengurus Lembaga Swadaya Masyarakat LIDIK.

Dengan berdirinya Lembaga Swadaya Masyarakat LEMBAGA INVESTIGASI DAN INFORMASI


KEMASYARAKATAN , ini kepunyaan kita bersama serta mutlak diperlukan hubungan yang sehat dan
harmonis demi tercapainya tujuan bersama. Bahwasannya prestasi kerjasama yang setinggi-tingginya dapat
dicapai atas dasar kerjasama yang baik, saling menghargai, saling mempercayai atas landasan saling
mengerti.

Lembaga Swadaya Masyarakat LIDIK didirikan oleh para pendiri dari berbagai unsur, berbagai lembaga,
berbagai karakteristik, antara pendiri dan pengurus, hal ini tidaklah mengurangi azas kebersamaan, saling
membantu menjalankan fungsi, tugas dan kewajiban dalam merintis kearah tercapainya kepentingan
bersama. Para pendiri dan pengurus dalam membaktikan karyanya untuk kesadaran akan:

- Turut memiliki,
- Turut mengikatkan diri,
- Turut bertanggung jawab,

Terhadap terwujudnya kelangsungan Lembaga Swadaya Masyarakat yang dikelola, maka atas dasar sikap
ini pendiri dan pengurus telah memutuskan bersama hak dan kewajibannya untuk mencapai hubungan yang
sehat agar mempertahankan terus menerus untuk kelestarian dan kelangsungan Lembaga Swadaya
Masyarakat LIDIK serta mawas diri yang mengandung azas kebersamaan dan tanggung jawab bersama.
Hal ini disadari benar dan oleh karena itu untuk mengartikulasikan gagasan-gagasan dan
mengaplikasikannya pada tingkatan kongkrit, operasional dan pelaksanaanya diperlukan tidak saja
kecerdasan akan tetapi dibutuhkan kearifan dan kerendahan hati.

Bahwa oleh karenanya pula, untuk mewujudkan visi dan misi kita tidak punya waktu lagi untuk menunda-
nunda menghadirkan lembaga atau institusi yang secara signifikan berfungsi sebagai suatu sarana interaksi
dan komunikasi serta pusat informasi tentang telah / sedang terjadinya :

- Masalah Pelanggaran Hukum dan HAM,


- Masalah lingkungan Hidup,dan Bencana Alam.
- Masalah kesehatan,
- Masalah pendidikan,
- Masalah sosial dan budaya,

Untuk kepentingan masyarakat serta pihak-pihak lain di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang
peduli akan hal tersebut, untuk melakukan pencegahan, penanggulangan, serta turut serta dalam
pemberantasan tindak korupsi, sehingga pada gilirannya akan tercipta kehidupan bermasyarakat dan
bernegara yang bertanggung jawab, memiliki kesamaan dalam pola pemikiran dan tindakan dalam

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 6
menyelengarakan program-program atau kegiatan serta mampu mengatasi berbagai tantangan dan
hambatan yang dijumpai baik yang bersifat umum maupun yang bersifat situasional. Bahwa wadah dan
sarana yang dianggap cukup memadai untuk kepentingan tersebut adalah berbentuk suatu lembaga
Swadaya Masyarakat yang diberi nama LIDIK

SEJARAH UMUM LSM

Makin meningkatnya pendidikan dan tingkat pendapatan, terutama ketika terjadi ketidakpuasan di lapisan
masyarakat, mulai timbul gejala baru dalam demokrasi, yaitu partisipasi. Dalam sejarah Barat, partisipasi itu
timbul dari bawah, di kalangan masyarakat yg gelisah. Gejala itulah yg dilihat oleh Alexis de Tocqueville
(1805-1859) seorang pengamat sosial Prancis dalam kunjungannya ke Amerika pada tahun 30-an abad ke
19 yakni timbulnya perkumpulan dan perhimpunan sukarela (voluntary association).

Selain menyelenggarakan kepentingan mereka sendiri, dengan melakukan berbagai kegiatan inovatif,
perkumpulan dan perhimpunan itu juga bertindak sebagai pengimbang kekuatan negara (as a counter-
weights to state power). Ada 3 macam peranan yg dijalankan oleh perkumpulandan perhimpunan tersebut
yaitu :

o Pertama, menyaring dan menyiarkan pendapat dan rumusan kepentingan yang jika tidak dilakukan
pasti tidak akan terdengar oleh pemerintah atau kalangan masyarakat umumnya.
o Kedua, menggairahkan dan menggerakkan upaya-upaya swadaya masyarakat daripada
menggantungkan diri pada prakarsa negara.
o Ketiga, menciptakan forum pendidikankewarganegaraan, menarik masyarakat untuk membentuk
usaha bersama (co-operative ventures)dan dengan demikian mencairkan sikap menyendiri (isolatif)
serta membangkitkan tanggung jawab sosial yg lebih luas.

Perkumpulan dan asosiasi itulah yg kemudian menjadi soko guru masyarakat " (civil society).Dan apa yg
disebut oleh Tocqueville itu tak lain adalah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), yg dalam masyarakat
Barat dewasa ini disebut sebagai Non Government Organisation (ORNOP,Organisasi non pemerintah) dan
perkumpulan sukarela (voluntary association).David Korten, seorang aktivis dan pengamat LSM memberikan
gambaran perkembangan LSM.

SEJARAH SINGKAT LSM LIDIK

1. LATAR BELAKANG

Latar belakang berdirinya LSM LIDIK di Indonesia adalah karena adanya keperihatinan sejumlah aktifis
Organisasi terhadap permasalahan lingkungan hidup yang tidak menjadi prioritas dalam kebijakan-kebijakan
pembangunan di Indonesia. Permasalahan lingkungan tersebut terus bergulir walaupun telah banyak kritik
maupun aksi-aksi lain yang dilakukan oleh individu per individu maupun lembaga-lembaga non pemerintah.
Hal itu menyebabkan beberapa aktivis mamandang perlu adanya satu wadah yang dapat mempersatukan
perjuangan tersebut. Sehingga dengan adanya wadah/forum, gerakan yang semula sendiri-sendiri, tidak

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 7
terkoordinasi serta terkadang tumpang tindih dapat teratasi. Bahkan lebih jauh dapat memperkuat gerakan
pelestarian lingkungan berbasis komunitas di Indonesia, maupun dunia Internasional. Tanggal 20 Mei 2012
bertempat di Jl. Sumedang Bandung, Jawa Barat, diadakan pertemuan dengan bentuk dialog mengenai
lingkungan hidup. Dan salah satu out put dari dialog tersebut adalah kebutuhan bersama akan pembentukan
wadah yang dapat mempermudah koordinasi, sharing informasi guna pelestarian lingkungan yang berpihak
kepada rakyat. Dan atas kesepakatan itu pula, terbentuklah konsep dasar dari LSM LIDIK yang kemudian
disempurankan oleh Kornelius Sriyanto untuk selanjutnya disahkan oleh dewan pendiri dan ditindaklanjuti
dengan pengesahan ke notaris untuk dijadikan pedoman organisasi dalam menjalankan roda organisasi.
Tepat tanggal 8 juli 2012 bertempat di Jl. Lodaya Bandung, Jawa Barat LSM LIDIK dideklarasikan acara
deklarasi dihadiri berbagi komunitas, ormas dan LSM yang ada di Jawa Barat.

2. VISI DAN MISI LSM LIDIK

VISI LSM-LIDIK :

1. Lembaga Swadaya Masyarakat LIDIK bertujuan untuk menghasilkan dan melahirkan kader- kader
bangsa yang memiliki ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta berkepribadian Pancasila,
nasionalis, Demokratis, berwatak luhur.
2. Lembaga Swadaya Masyarakat LIDIK untuk menghasilakan dan melahirkan manusia yang
mempunyai kepekaan dan kepedulian terhadap Hukum dan HAM, Lingkungan Hidup dan bencana
alam, Kesehatan, Pendidikan, serta sosial Budaya, yang tumbuh dan berkembang ditengah- tengah
masyarakat,
3. Turut serta mewujudkan masyarakat sadar hukum sehingga dengan sendirinya dapat mengambil
keputusan terhadap kebijakan- kebijakan pemerintah diwilayahnya masing- masing,
4. Turun berperan aktif dalam menjaga kelestaraian alam, ekosistem, baik di laut maupun didarat
diseluruh wilayah Indonesia.

MISI LSM-LIDIK :

1. Membantu terciptanya suatu kehidupanaman tentram, damai,aman,sejahtera serta melakukan


penyuluhan dan pembelaan serta bantuan hukum terhadap masyarakat untuk menegakan hukum
dan keadilan, serta hak azasi mansia,
2. Membantu pemerintah dalam menciptakan keseimbangan alam, habitat hidup, flora, fauna, di
seluruh wilayah Indonesia,
3. Membantu pengusaha, masyarakat,pekerja, pemerintah dalam penyelarasan kepentingan dan hak
dalam bidang perburuhan,
4. Membantu pemerintah dan masyarakat dalam rangka mengembangkan sumber daya manusia dan
generasi muda mendapatkan pendidikan yang layak, berkualitas dan bermoral,
5. Sebagai sosial control yang konstruktif terhadap kebijakan- kebijakan pemerintah,
6. Melakukan study banding serta memberikan masukan serta saran kepada pemerintah,Badan Usaha
Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah, Swasta guna dapat membantu pelaksanaan proyek
pemerintah maupun badan usaha milik pemerimtah maupun swasta secara maksimal,

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 8
7. Membantu anggota masyarakat untuk menumbuh kembangkan semangat dan kehidupan
berwiraswasta melalui koperasi, usaha kecil dan menengah, perdagangan, pertanian,perikanan,
peternakan, perkebunan dan kehutanan,
8. Membantu dan membina masyarakat dalam menumbuhkembangkan kesadaran dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta memiliki semangat nasionalisme dan patriotisme
untuk menuju masyarakat Pancasilais,
9. Membantu masyarakat, pemerintah, maupun swasta dalam bidang- bidang lainnya yang dianggap
perlu dan penting,untuk mencapai tujuan dimaksud,
10. Turut serta membantu pemerintah, badan usaha milik Negara, swasta untuk mengawasi atas jalanya
proyek- proyek, serta penyerapan angaran baik ditingkat pusat maupun daerah, serta badan usaha
baik milik pemerintah maupun swasta,
11. Membantu pemerintah menyelamatkan keuangan Negara dengan melaporkan kepada instansi
terkait dengan terjadinya tindak pidana korupsi sebagaimana yang telah diamanatkan dalam
undang- undang

3. KODE ETIK LSM LIDIK

LSM LIDIK mempunyai Kode Etik PASTI

PATRIOT
Anggota LSM LIDK harus mempunyai jiwa Patriot yang senantiasa siap mempertahankan
keutuhan NKRI dengan titik darah penghabisan

AKAL
Anggota LSM LIDIK Dalam bertindak selalu dengan akal dan pikiran yang sehat

SIGAP
Anggota LSM LIDIK harus selalu sigap dalam bertindak

TANGGUH
Anggota LSM LIDIK harus berjiwa tangguh dalam memperjuangkan kebenaran

IMAN
Anggota LSM LIDIK harus berpegang teguh terhadap iman sesuai dengan agama dan
kepercayaanya masing-masing.

4. MOTTO LSM LIDIK

LSM LIDIK mempunyai Motto :

Jangan Pernah Merasa Bisa Tapi Harus Bisa Merasakan

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 9
5. STRUKTUR DAN SUMBER DAYA LSM LIDIK

LSM LIDIK mempunyai struktur organisasi dari :

Tingkat Nasional ( DPP = Dewan Pimpinan Pusat )


Tingkat Daerah Provinsi ( DPW = Dewan Pimpinan Wilayah ),
Tingkat Kota / Kabupaten ( DPC = Dewan Pimpinan Cabang )
Tingkat Kecamatan ( PAC = Pimpinan Anak Cabang )
Tingkat Kelurahan Ranting ( PR = Pimpinan Ranting ).

Tingkat Daerah Provinsi ( DPW = Dewan Pimpinan Wilayah ) hingga saat ini sudah terbentuk diberbagai
wilayah di Indonesia diantaranya : DPW Jabar, DPW Jateng, DPW Kalsel, DPW Lampung, DPW Babel,
DPW Sulut, DPW Kaltim, DPW Papua, DPW Sumut, DPW Aceh ( Dalam proses ) DPW NTB ( Dalam Proses
) DPW Kepri ( Dalam Proses ), Terbentuknya Kepengurusan di wilayah wilayah Indonesia karena adanya
kesamaan persepsi, visi dan misi

Anggota LSM LIDIK hingga saat sebanyak lebih dari 100.000 orang tersebar di wilayah Indonesia dengan
latar belakang beragam. Bergabungnya anggota. Anggota LSM LIDIK terdiri dari berbagai latar belakang :
hukum, Media, kesehatan lingkungan dan masyarakat, hutan, pertanian, lingkungan perkotaan, buruh,
penegakan demokrasi dan HAM, pemberdayaan masyarakat, menejemen sumberdaya alam, disaster
management, budaya, dan pendidikan, riset serta penggiat alam bebas.
Anggota LSM LIDIK, 70 % memiliki basis community secara riil berupa pendampingan kepada masyarakat,
baik di desa maupun diperkotaan.Dalam menjalankan aktifitas kesekretariatan dan operasional, LSM LIDIK
selain dijalankan oleh DPP ( Dewan Pimpinan Pusat ), juga didukung oleh staf tetap yang membidangi
administrasi kesektariatan, advokasi dan pengelolaan sistem data base. Sedangkan untuk kegiatan-kegiatan
operasional dibagi berdasarkan Departemen-departement dengan tugas pokok dan fungsinya masing-
masing di kepengurusan DPP ( Dewan Pimpinan Pusat ) ada 19 Departemen yang bertugas membantu
pengurus dalam menjalankan roda organisasi.

Dalam rangka untuk pengembangan organisasi, LSM LIDIK membentuk organisasi pendukung sebagai
unsur untuk kemajuan organisasi diantarany yaitu ;

GMIL = Gerakan Muda Intelektual LIDIK


GARDA SATGAS

GMIL ( Gerakan Muda Intelektual LIDIK )

GMIL dibentuk oleh LSM LIDIK yang bertujuan sebagai wadah pergerakan generasi muda terutama
para mahasiswa dan mahasiswi. GMIL mempunyai struktur Organisasi Nasional ( GMIL Pusat ),
Wilayah Provinsi ( GMIL Wilayah ) dan Kordinator Kota / Kabupaten ( Kordinator GMIL
Kota/Kabupaten ), Dalam menjalankan roda organisasi GMIL mempunyai struktur dan topoksi
tersendiri serta independen dibawah komando ketua umum LSM LIDIK.

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 10
GARDA SATGAS

Garda Satgas dibentuk oleh LSM LIDIK yang bertujuan sebagai pasukan pengamanan dalam setiap
kegiatan LSM LIDIK. Garda Satgas mempunyai struktur organisasi Nasional / DPP ( GARDAPHATI )
Tingkat Provinsi / DPW ( GARDA CAKRA ) Tingkat Kota / Kabupaten / DPC ( GARDA NANGGALA )
Tingkat Kecamatan / PAC ( GARDA SATGAS ). Dalam menjalankan roda organisasi GMIL
mempunyai struktur dan topoksi tersendiri serta independen dibawah komando ketua umum LSM
LIDIK.

6. TUJUAN LSM LIDIK

Tujuan LSM LIDIK adalah untuk meningkatkan pengawasan masyarakat sipil terhadap
penyelenggaraan kekuasaan pemerintah daerah, maupun negara. LSM LIDIK sebagai wahana untuk
memperjuangkan pemenuhan keadilan, pemerataan, pengawasan rakyat atas kebijakan pengelolaan
sumberdaya alam. Pengadilan yang bersih dan independen serta penyelenggaraan pemerintahan
Nasional maupun Daerah yang baik dan bersih untuk mendorong pengelolaan yang berkelanjutan
bagi generasi yang akan datang.

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 11
SUSUNAN PENGURUS DEWAN PIMPINAN PUSAT
LEMBAGA INVESTIGASI DAN INFORMASI KEMASYARAKATAN

I . DEWAN PEMBINA

NO JABATAN NAMA NIA


1. KETUA RDN. TUBAGUS WISNU HADININGRAT 01.12.000013
2. ANGGOTA MAYJEN TNI ALEXSANDER, S.H., M.H. 01.12.000014
3. ANGGOTA DANDAN KUSDANI, SH 01.12.000003
4. ANGGOTA H.DHARMA UDAYA NASUTION 01.13.000085
5. ANGGOTA AGUNG SABUR, Ir, DipL, HE 01.12.000076
6. ANGGOTA ARDHI HIDAYATULLAH 01.12.000006
7. ANGGOTA A. FERY GUNAWAN,ST. 01.12.000007
8. ANGGOTA GUSTI BELLA PRESIA, S.H 01.12.000080
9. ANGGOTA SAMIJAN 01.12.000016
10. ANGGOTA Drs. SASA SAYUTI, S.H., M.H 01.12.000015
11. ANGGOTA H. ZAENAL
12. ANGGOTA H. M. SOBANDI 01.12.000017
13. ANGGOTA IR. ENDANG KOMARUDIN 01.12.000066

II. DEWAN PENGAWAS

NO JABATAN NAMA NIA


1. KETUA PAULINUS SARBUNAN, S.Fa, S.H. 01.12.000019
2 ANGGOTA HERNI HERYANI, SH 01.12.000004
3. ANGGOTA ACHOENK SUPARDI THEA
4. ANGGOTA TINI GARTINI 01.12.000021
5. ANGGOTA ADHI SURYA, ST, MT 01.13.000123
6. ANGGOTA IR. MAMIK SLAMET SANTOSO
7. ANGGOTA IR. TONI JAYA SUBITA
8. ANGGOTA YAHYA.S

III. BADAN PELAKSANA HARIAN

NO JABATAN NAMA NIA


1. KETUA UMUM NGADI UTOMO S.Sos, S.H 01.12.000001
2. KETUA. I ESROM, S.H. 01.12.000002
3. KETUA. II NONO MUJIANTO 01.12.000051
4. SEKRETARIS JENDERAL KORNELIUS SRIYANTO 01.12.000010
5. SEKRETARIS I AJI KURNIAWAN, S.H 01.12.000005
6. SEKRETARIS II FRIENDLY KUHU, S.H 01.12.000078
7. BENDAHARA UMUM AGUS SUDRAJAT. 01.12.000011
8. WAKIL BENDAHARA SANI AMIRUDIN, SE. 01.12.000012

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 12
IV. LEMBAGA ADVOKASI

NO JABATAN NAMA NIA


1. KETUA RICARD SITORUS, SH 01.12.000025
2. ANGGOTA SONNY FONDA INDRAMELIA,S.H. 01.12.000026
3. ANGGOTA IRAMARGARETHA MAMBO, S.H, M.Hum 01.12.000027
4. ANGGOTA FERRY FERDIAN NALIS, S.H 01.12.000028

V. DEPARTEMEN DEPARTEMEN

A. DEPARTEMEN ORGANISASI, KADERISASI DAN KEMASYARAKATAN

NO JABATAN NAMA NIA


1. KETUA JOKO PRAMONO, SH. MH.Msi 01.12.000022
2. ANGGOTA JEMSAR PANGANJU SITINDJAK, S.H 01.13.000107
3. ANGGOTA ASAN SUMARNA 01.12.000023

B. DEPARTEMEN HUKUM DAN HAM

NO JABATAN NAMA NIA


1. KETUA DEVI HERDIANA, S.H
2. ANGGOTA BRIO DEPIOLA RAMAYUDA, S.H. 01.12.000050
3. ANGGOTA RAENDRA

C. DEPARTEMEN HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA

NO JABATAN NAMA NIA


1. KETUA MAULANA SETIAWAN 01.12.000029
2. ANGGOTA CECE ABDUL GANI 01.12.000030
3. ANGGOTA BENNY JP
4. ANGGOTA ICANG ISKANDAR 01.12.000032
5. ANGGOTA TANTAN HANAFIAH 01.12.000035
6. ANGGOTA ADE SAEPUDIN 01.12.000033
7. ANGGOTA UJANG SUPRIATNA

D. DEPARTEMEN HUBUNGAN LUAR NEGERI

NO JABATAN NAMA NIA


1. KETUA YANTI SUNARYATI 01.13.000325
2. ANGGOTA DR. IRFAN MISWARI 01.12.000036
3. ANGGOTA ALI SATRYO WIBOWO 01.12.000037

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 13
E. DEPARTEMEN HUBUNGAN POLITIK DAN KEAMANAN

NO JABATAN NAMA NIA


1. KETUA IR. RUHIYAT
2. ANGGOTA BENY SURYADI 01.12.000038
3. ANGGOTA KOMARUDIN 01.12.000039
4. ANGGOTA SUKADI BAYU AJI

F. DEPARTEMEN SOSIAL, BUDAYA DAN PENDIDIKAN

NO JABATAN NAMA NIA


1. KETUA ADANG, S.Pd 01.12.000041
2. ANGGOTA IIN DARYANTI 01.12.000043

G. DEPARTEMEN SUMBER DAYA ALAM

NO JABATAN NAMA NIA


1. KETUA ASEP DEDI KUSNAEDI 01.13.000104
2. ANGGOTA OBET JUHANA 01.12.000044
3. ANGGOTA AGUS SETIAWAN 01.12.000045

H. DEPARTEMEN PENANGGULANGAN BENCANA

NO JABATAN NAMA NIA


1. KETUA DRS. H. EDDY SURYANA, S.H.,MSi 01.12.000046
2. ANGGOTA AGUS SURYANA 01.12.000047

I. DEPARTEMEN KESEHATAN

NO JABATAN NAMA NIA


1. KETUA ATANG JUARSA, S.H 01.13.000222
2. ANGGOTA M. NURONI MUCHTAR 01.12.000048
3. ANGGOTA NANANG SURATMAN 01.12.000049
4. ANGGOTA JUJU SUPRIATNA

J. DEPARTEMEN INVESTIGASI

NO JABATAN NAMA NIA


1. KETUA AWAN PURNAMA 01.14.000346
2. ANGGOTA LILI SUKMA 01.13.000103
3. ANGGOTA ACHMAD BASYORI 01.12.000034

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 14
K. DEPARTEMEN USAHA DANA

NO JABATAN NAMA
1. KETUA ACHMAD SODIKIN 01.12.000057
2. ANGGOTA AGUSTABRANI 01.13.000156
3. ANGGOTA ERWIN SANTOSO 01.12.000054
4. ANGGOTA YAYAT HIDAYAT 01.12.000055

L. HUMAS DAN PUBLIKASI

NO JABATAN NAMA
1. KETUA ASEP MULYANA 01.12.000056
2. ANGGOTA RACHMAD 01.12.000058
3. ANGGOTA TEDI SUHARTONO 01.12.000077

M. DEPARTEMEN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

NO JABATAN NAMA
1. KETUA FERNANDUS SARAGIH, S.H 01.13.000117
2. ANGGOTA AGUS SETIAWAN

N. DEPARTEMEN GARDA DAN SATGAS

NO JABATAN NAMA
1. KETUA IJANG PERMANA 01.13.000254
2. ANGGOTA RUHIAT 01.12.000061
3. ANGGOTA UJANG ANWAR 01.12.000062
4. ANGGOTA HENDRA PURNAMA 01.12.000063
5. ANGGOTA SETIAWAN

O. DEPARTEMEN LOGISTIK

NO JABATAN NAMA
1. KETUA ENGKOS NURDIN 01.13.000207
2. ANGGOTA IWAN SETIAWAN 01.12.000064
4. ANGGOTA WIDI S 01.12.000065
5. ANGGOTA AGUS DJUHANA 01.13.0001-5

Bandung, 29 Juni 2013


DEWAN PIMPINAN PUSAT
LEMBAGA INVESTIGASI DAN INFORMASI KEMASYARAKATAN
(LSM- LIDIK)

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 15
TUPOKSI DPP
LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT
LEMBAGA INVESTIGASI DAN INFORMASI KEMASYARAKATAN

KETUA UMUM

Pimpinan tertinggi di dalam tubuh LSM Lidik, yang berkedudukan sebagai penanggung jawab tertinggi dan
terakhir organisasi. Dalam hal ini pemimpin dan pembinaan LSM Lidik secara keseluruhan, Ketua Umum
bertanggung jawab langsung kepada Rapat Anggota LSM Lidik.

TUGAS POKOK

1. Menyelenggarakan kegiatan pembinaan organisasi sesuai dengan AD/ART organisasi LSM Lidik.
2. Menyelenggarakan kegiatan penetapan kebijaksanaan umum tentang pengelolaan organisasi dan
pelaksanaan AD/ART serta Program Kerja organisasi LSM Lidik.

FUNGSI

1. Melakukan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan penilaian


tentang organisasi dan kegiatannya.
2. Melakukan fungsi pengendalian organisasi guna menjamin kelancaran, ketertiban dan
keberhasilan organisasi dan kegiatan-kegiatannya.

KETUA

Pimpinan tertinggi di dalam tubuh LSM Lidik, yang berkedudukan sebagai penanggungjawab utama
pembinaan internal organisasi. Dalam hal pelaksanaan tugas kegiatannya, Ketua bertanggung jawab
langsung kepada Ketua Umum LSM Lidik

TUGAS POKOK

1. Menyelenggarakan kegiatan pembinaan unit-unit organisasi sesuai dengan AD/ART organisasi LSM
Lidik.
2. Menyelenggarakan kegiatan penetapan kebijaksanaan pelaksanaan dan kebijaksanaan teknis
tentang pengelolaan organisasi dan pelaksanaan AD/ART serta Program Kerja organisasi LSM
Lidik.

FUNGSI

1. Melakukan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan penilaian


tentang organisasi dan kegiatannya.
2. Melakukan fungsi pengendalian organisasi guna menjamin kelancaran, ketertiban dan keberhasilan
unit-unit organisasi dan kegiatan-kegiatannya.

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 16
SEKRETARIS JENDERAL

Pimpinan tertinggi di dalam Unit Organisasi Sekretariat, yang berkedudukan sebagai unsur
pelayanan/pembantuan pimpinan. Dalam hal pelaksanaan tugas kegitannya di bidang pembinaan
kesekretariatan organisasi secara keseluruhan, Sekretaris bertanggung jawab langsung kepada Ketua
umum

TUGAS POKOK

1. Memberikan pelayanan teknis dan administratif bidang kesekretariatan kepada Ketua Umum dan
Ketua LSM Lidik.
2. Menyelenggarakan kegiatan pembinaan administrasi persuratan dan kearsipan organisasi LSM
Lidik.
3. Menyelenggarakan pembinaan administrasi personil dan materil organisasi LSM Lidik.
4. Menyelenggarakan kegiatan pengadaan dan penyebaran informasi tentang organisasi dan kegiatan
organisasi, baik untuk keperluan internal maupun eksternal organisasi LSM Lidik

FUNGSI

1. Melakukan fungsi perencanaan administrasi persuratan dan kearsipan serta administrasi personil
dan meteril unit-unit organisasi LSM Lidik.
2. Melakukan fungsi koordinasi dalam perumusan kebijaksanaan/peraturan organisasi dan
penyusunan program kerja organisasi LSM Lidik.
3. Melakukan fungsi pengendalian pelaksanaan administrasi persuratan dan kearsipan, serta
administrasi personil dan materil organisasi LSM Lidik.
4. Melakukan kegiatan pengumpulan dan pengolahan data informasi untuk keperluan unit-unit
organisasi LSM Lidik.
5. Melakukan fungsi produksi informasi berupa barang cetakan, video/audio maupun gambar-gambar
tentang organisasi dan kegiatan organisasi LSM Lidik.

BENDAHARA UMUM

Pimpinan tertinggi di dalam Unit Organisasi Perbendaharaan, yang berkedudukan sebagai unsur
pelayanan/pembantuan pimpinan. Dalam hal pelaksanaan tugas kegiatannya di bidang pembinaan
perbendaharaan organisasi, Bendahara bertanggung jawab langsung kepada Ketua umum.

TUGAS POKOK

1. Memberikan pelayanan teknis dan administratif bidang perbendaharaan kepada Ketua Umum dan
Ketua LSM Lidik.
2. Menyelenggarakan kegiatan pembinaan administrasi keuangan organisasi LSM Lidik.

FUNGSI

1. Melakukan fungsi perencanaan administrasi keuangan organisasi LSM Lidik.


2. Melakukan fungsi koordinasi dalam perumusan kebijaksanaan/peraturan di bidang keuangan
organisasi LSM Lidik.
3. Melakukan fungsi perencanaan/anggaran keuangan organisasi LSM Lidik.

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 17
4. Melakukan fungsi pengendalian di bidang pelaksanaan anggaran dan penatabukuan, penyimpanan,
dan pengamanan keuangan organisasi LSM Lidik.
Melakukan fungsi pelaporan keuangan/pelaksanaan anggaran organisasi LSM Lidik.

Ketua Departemen Hukum dan HAM

Pimpinan tertinggi di dalam Unit Organisasi Hukum dan HAM, yang berkedudukan sebagai unsur
penunjangan/pembantuan tugas pokok organisasi. Dalam hal pelaksanaan tugas kegiatannya di bidang
pembinaan hukum dan HAM, Ketua Departemen Hukum dan HAM bertanggung jawab langsung kepada
Ketua

TUGAS POKOK

1. Menyelengarakan kegiatan perumusan kebijaksanaan/tata peraturan dan keanggotaan organisasi


LSM Lidik.
2. Menyelenggarakan kegiatan pengkajian hukum dan HAM di dalam atau di luar organisasi LSM Lidik.
3. Menyelenggarakan kegiatan penelaan dan pengkajian tata peraturan yang mengatur orangisasi dan
keanggotaan LSM Lidik.

FUNGSI

1. Melakukan fungsi koordinasi dalam penyusunan dan penetapan kebijaksanaan/tata peraturan dan
keanggotan organisasi LSM Lidik.
2. Melakukan fungsi pengawasan dalam pelaksanaan kebijaksanaan/peraturan organisasi LSM Lidik.
3. Melakukan fungsi pelaksanaan upaya hukum dalam mewakili Ketua Umum atau Ketua di luar
organisasi LSM Lidik

Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan

Pimpinan tertinggi di dalam Unit Organisasi Penelitian dan Pengembangan, yang berkedudukan sebagai
unsur penunjangan/pembantuan tugas pokok organisasi. Dalam hal pelaksanaan tugas kegiatannya, Ketua
Bidang Penelitian dan Pengembangan bertanggung jawab langsung kepada Ketua

TUGAS POKOK

1. Menyelenggarakan kegiatan penelitian/pengembangan organisasi.


2. Menyelenggarakan kegiatan penelitian/pengembangan dan kegiatan organisasi.
3. Menyelenggarakan kegiatan penelitian sumber daya manusia dan lingkungan organisasi.

FUNGSI

1. Melakukan fungsi koordinasi dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan


penelitian/pengembangan.
2. Melakukan fungsi perencanaan penelitian/pegembangan organisasi, kegiatan organisasi, sumber
daya manusia, dan lingkungan organisasi.
3. Melakukan fungsi pelaksanaan penelitian/pengembangan organisasi, kegiatan organisasi, sumber
daya manusia, dan lingkungan organisasi.
4. Melakukan fungsi pengumpulan dan pengolahan data penelitian.
5. Melakukan fungsi pelaporan hasil penelitian kepada Ketua atau organisasi.

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 18
Ketua Departemen Humas dan Publikasi

Pimpinan tertinggi di dalam Unit Organisasi Humas dan Publikasi, yang berkedudukan sebagai unsur
penunjangan/pembantuan tugas pokok organisasi. Dalam hal pelaksanaan tugas kegitannya , Ketua
Departemen Humas dan Publikasi bertanggung jawab langsung kepada Ketua.

TUGAS POKOK

1. Menyelenggarakan kegiatan publikasi tentang organisasi dan aspek-aspeknya kepada masyarakat


luas.
2. Menyelenggarakan kegiatan penerangan tentang organisasi dan aspek-aspeknya kepada pihak-
pihak yang memerlukan sesuai ijin Ketua.
3. Menyelenggarakan kegiatan penghimpunan informasi dari pengurus/unit-unit organisasi untuk
keperluan humas atau publikasi organisasi.

FUNGSI

1. Melakukan fungsi koordinasi dalam penyampaian informasi atau publikasi organisasi dan aspek-
aspeknya.
2. Melakukan fungsi pengumpulan dan pengolahan informasi untuk kepentingan masyarakat luas.
3. Melakukan fungsi pengawasan dan pengamanan informasi organisasi dan aspek-aspeknya.

Ketua Departemen Usaha dan Dana

Pimpinan tertinggi di dalam Unit Organisasi Usaha dan Dana, yang berkedudukan sebagai unsur
penunjangan/pembantuan tugas pokok organisasi. Dalam hal pelaksanaan tugas kegiatannya, Ketua
Departemen Usaha dan Dana bertanggung jawab langsung kepada Ketua

TUGAS POKOK

1. Menyelenggarakan kegiatan pencarian dan pengumpulan dana organisasi dan kegiatannya.


2. Menyelenggarakan kegiatan/usaha-usaha ekonomi untuk menciptakan pendapatan organisasi.
3. Menyelenggarakan kegiatan kerjasama ekonomi dengan pihak lain untuk pendapatan organisasi.

FUNGSI

1. Melakukan fungsi koordinasi dalam perencanaan pencarian dan penggalian dana organisasi.
penelitian/pengembangan.
2. Melakukan fungsi perencanaan pencarian dan penggalian dana dan usaha-usaha ekonomi
organisasi.
3. Melakukan fungsi kerjasama ekonomi dengan pihak-pihak lain di luar organisasi.
4. Melakukan fungsi penggalian dana internal organisasi untuk pendapatan organisasi.
5. Melakukan fungsi pengembangan dana organisasi untuk penambahan pendapatan organisasi.

Ketua Departemen Pendidikan / Pelatihan, Kaderisasi dan Sosial Budaya

Pimpinan tertinggi di dalam Unit Organisasi Pendidikan/Pelatihan, Kaderisasi dan Sosial Budaya, yang
berkedudukan sebagai unsur penunjangan/pembantuan tugas pokok organisasi. Dalam hal pelaksanaan

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 19
tugas kegiatannya, Ketua Departemen Pendidikan/Pelatihan, Kaderisasi dan Sosial Budaya bertanggung
jawab langsung kepada Ketua

TUGAS POKOK

1. Menyelenggarakan kegiatan pendidikan pelatihan bagi Pengurus atau Anggota untuk kaderisasi
organisasi LSM Lidik, atau bagi Anggota LSM Lidik untuk memenuhi kebutuhan kualifikasi
organisasi LSM Lidik.
2. Menyelenggarakan kegiatan penyaluran Anggota LSM Lidik kepada kegiatan atau usaha-usaha
tertentu sesuai kebutuhan lingkungan.
3. Menyelengarakan kegiatan penelaan dan pengkajian tentang kondisi sosial-budaya masyarakat
Indonesia yang ada.
4. Menyelenggarakan kegiatan analisa dan perkiraan kondisi sosial-budaya Indonesia masa
mendatang.

FUNGSI

1. Melakukan fungsi koordinasi dalam penyusunan rencana kegiatan pendidikan/pelatihan.


2. Melakukan fungsi perencanaan penyelenggaraan kegiatan pendidikan/pelatihan.
3. Melakukan fungsi pelaksanaan atau pengawasan pelaksanaan kegiatan pendidikan/pelatihan.
4. Melakukan fungsi pendaftaran seleksi dan penerimaan calon Anggota LSM Lidik.
5. Melakukan fungsi penilaian Anggota LSM Lidik yang layak disalurkan kepada kegiatan atau usaha-
usaha tertentu sesuai kebutuhan wilayah/masyarakat lingkungan.
6. Melakukan fungsi kerjasama dengan lembaga diklat yang ada untuk keperluan penyelenggaraan
pendidikan/pelatihan.
7. Melakukan fungsi penilaian dan pelaporan tentang hasil kegiatan pendidikan/pelatihan.
8. Melakukan fungsi pengumpulan dan pengolahan data informasi tentang kondisi sosial-budaya
masyarakat Indonesia yang ada.
9. Melakukan fungsi koordinasi dengan pranata-pranata sosial yang ada dan hidup di masyarakat
dalam mencegah langsung penetrasi budaya asing ke dalam masyarakat Indonesia.
10. Melakukan fungsi penyampaian informasi kepada instansi fungsional terkait tentang kondisi sosial-
budaya yang ada dan berkembang di masyarakat Indonesia sebagai masukan bagi Pemerintah
dalam upaya mencegah/mengurangi dampak penetrasi budaya asing ke Indonesia.

Ketua Departemen Hubungan Antar Lembaga

Pimpinan tertinggi di dalam Unit Organisasi Hubungan Antar Lembaga, yang berkedudukan sebagai unsur
penunjangan/pembantuan tugas pokok organisasi-organisasi. Dalam hal pelaksanaan tugas kegitannya,
Ketua Departemen Hubungan Antar Lembaga bertanggung jawab langsung kepada Ketua

TUGAS POKOK

1. Menyelenggarakan kegiatan hubungan komunikasi dengan lembaga-lembaga fungsional terkait


sesuai lingkup kepentingan organisasi atau kegiatan organisasi.
2. Menyelenggarakan kegiatan hubungan kerjasama untuk mendukung pelaksanaan kegiatan
organisasi di lapangan.

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 20
FUNGSI

1. Melakukan fungsi koordinasi dengan lembaga-lembaga fungsional terkait dalam rangka


perencanaan dan pelaksanaan kegiatan organisasi, atau dalam rangka pembantuan Anggota LSM
Lidik.
2. Melakukan fungsi pelaporan tentang kondisi/temuan lapangan terutama dalam hubungannya
dengan indikasi adanya ancaman tindakan terorisme dan kekerasan di masyarakat.

Ketua Departemen Hubungan Luar Negeri

Pimpinan tertinggi di dalam Unit Organisasi Hubungan Luar Negeri, yang berkedudukan sebagai unsur
penunjangan/pembantuan tugas pokok organisasi-organisasi. Dalam hal pelaksanaan tugas kegiatannya,
Ketua Departemen Hubungan Luar Negeri bertanggung jawab langsung kepada Ketua

TUGAS POKOK

1. Menyelenggarakan kegiatan penelaan dan pengkajian situasi dan kondisi.


2. Menyelenggarakan kegiatan analisa dan perkiraan situasi dan kondisi.

FUNGSI

1. Melakukan fungsi pengumpulan dan pengolahan data/informasi tentang situasi dan kondisi ancaman
tindakan terorisme di dalam negeri.
2. Menyelenggarakan kegiatan koordinasi komunikasi dengan Kedubes/Konsultan/Kantor Perwakilan
Negara Asing di Indonesia tentang kontijensi tindakan terorisme di negara ybs dan di Indonesia, dan
dengan lembaga/badan investigasi nasional dalam rangka mengantisipasi terjadinya
gangguan/ancaman terorisme di wilayah-wilayah tertentu Indonesia.
3. Melakukan fungsi penyampaian informasi kepada instansi fungsional terkait tentang perkiraan
adanya gangguan/ancaman tindakan terorisme berdasarkan laporan lapangan.

Ketua Departemen Politik dan Keamanan

Pimpinan tertinggi di dalam Unit Organisasi Politik dan Keamanan, yang berkedudukan sebagai unsur
penunjangan/pembantuan tugas pokok organisasi-organisasi. Dalam hal pelaksanaan tugas kegiatannya ,
Ketua Departemen Politik dan Keamanan bertanggung jawab langsung kepada Ketua.

TUGAS POKOK

1. Menyelenggarakan kegiatan penelaan dan pengkajian situasi dan kondisi politik dan keamanan
dalam negeri.
2. Menyelenggarakan kegiatan analisa dan perkiraan situasi politik dan keamanan di dalam negeri.

FUNGSI

1. Melakukan fungsi pengumpulan dan pengolahan data informasi tentang situasi dan kondisi politik
dan keamanan dalam negeri.
2. Melakukan fungsi koordinasi dengan lembaga-lembaga politik dan badan-badan keamanan nasional
yang dalam rangka mengantisipasi situasi politik dan keamanan di Indonesia.

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 21
3. Melakukan fungsi penyampaian informasi kepada instansi fungsional terkait tentang perkiraan
adanya gangguan/ancaman keamanan berdasarkan laporan lapangan

Ketua Departemen Kesehatan

Pimpinan tertinggi di dalam Unit Organisasi Kesehatan, yang berkedudukan sebagai unsur
penunjangan/pembantuan tugas pokok organisasi-organisasi. Dalam hal pelaksanaan tugas kegiatannya,
Ketua Departemen Kesehatan bertanggung jawab langsung kepada Ketua.

TUGAS POKOK

1. Menyelenggarakan kegiatan kesehatan terkait sesuai lingkup kepentingan organisasi atau kegiatan
organisasi.
2. Menyelenggarakan kegiatan kesehatan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan organisasi di
lapangan.

FUNGSI

1. Melakukan fungsi kesehatan terkait dalam rangka perencanaan dan pelaksanaan kegiatan
organisasi, atau dalam rangka pembantuan Anggota LSM Lidik.
2. Melakukan fungsi pelaporan tentang kesehatan di lapangan terutama dalam hubungannya di
masyarakat.

Ketua Depatemen Investigasi

Pimpinan tertinggi di dalam Unit Organisasi Investigasi, yang berkedudukan sebagai unsur
penunjangan/pembantuan tugas pokok organisasi-organisasi. Dalam hal pelaksanaan tugas kegiatannya,
Ketua Departemen Investigasi bertanggung jawab langsung kepada Ketua.

TUGAS POKOK

1. Menyelenggarakan kegiatan Investigasi terkait sesuai lingkup kepentingan organisasi atau kegiatan
organisasi.
2. Menyelenggarakan kegiatan Investigasi untuk mendukung pelaksanaan kegiatan organisasi di
lapangan

FUNGSI

1. Melakukan fungsi investigasi terkait dalam rangka perencanaan dan pelaksanaan kegiatan
organisasi, atau dalam rangka pembantuan Anggota LSM Lidik.
2. Melakukan fungsi pelaporan tentang investigasi di lapangan terutama dalam hubungannya di
masyarakat.
Ketua Departemen Lingkungan Hidup

Pimpimpinan Tertinggi didalam Unit Organisasi Departemen Lingkungan Hidup, yang berkedudukan sebagai
unsur penunjang/pembantuan tugas pokok organisasi. Dalam hal pelaksanaan tugas kegiatannya, Ketua
Departemen Lingkungan Hidup bertanggung jawab langsung kepada Ketua

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 22
TUGAS POKOK

1. Menyelenggarakan kegiatan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan yang bersifat spesifik di


bidang lingkungan hidup.
2. Menyelenggarakan dan menyusun rancangan, program dan kebijakan pembangunan di bidang
pengendalian dampak lingkungan, pengkoordinasian, pengendalian, pengawasan dan evaluasi
pelaksanaan tugas bidang Pengendalian Dampak Lingkungan.

FUNGSI

1. Melakukan pemberian dukungan atas penyelenggaraan dibidang lingkungan hidup.


2. Melakukan dan menyusun rancangan, program dan kebijakan pembangunan di bidang
pengendalian dampak lingkungan, pengkoordinasian, pengendalian, pengawasan dan evaluasi
pelaksanaan tugas bidang Pengendalian Dampak Lingkungan.
3. Melakukan dan merumuskan kebijakan operasional pencegahan dan penanggulangan pencemaran,
kerusakan lingkungan dan pemulihan kualitas lingkungan.

Ketua Departemen Organisasi Dan Kaderisasi Kemasyarakatan

Pimpinan Tertinggi di dalam Unit Departemen Organisasi, yang berkedudukan sebagai unsur
penunjang/tugas pokok segabai organisasi. Dalam hal pelaksanaan tugas kegiatannya, Ketua Departemen
Organisasi bertanggung jawab langsung kepada Ketua

TUGAS POKOK

1. Menyelenggarakan dan melaksanakan sebagian tugas dalam penyiapan kebijakan penataan


Kelembagaan, penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pembinaan Kelembagaan,
Ketatalaksanaan, Pembinaan Pendayagunaan.
2. Menyelenggarakan dan melaksanakan urusan Organisasi di bidang sumber daya manusia,
pemberdayaan Organisasi dan manajemen.

FUNGSI

1. Melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyiapan bahan pembinaan penataan
Organisasi.
2. Melakukan pengumpulan dan pengolahan data penyusunan pedoman dan petunjuk teknis
pembinaan Ketatalaksanaan yang meliputi tata kerja, metode kerja dan prosedur kerja dalam
Organisasi.
3. Melakukan dan melaksanakan evaluasi organisasi terhadap Departemen lain sebagai hasil
peninjauan organisasi sebagai bahan untuk penyempurnaan penataan organisasi.

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 23
Ketua Departemen Advokasi

Pimpinan tertinggi di dalam Unit Organisasi Advokasi, yang berkedudukan sebagai unsur
penunjangan/pembantuan tugas pokok organisasi. Dalam hal pelaksanaan tugas kegiatannya, ketua
departemen advokasi bertanggung jawab langsung kepada ketua Umum.

TUGAS POKOK

1. Menyelenggarakan dan mengumpulkan serta merumuskan bahan kebijakan di bidang penyuluhan,


konsultasi dan advokasi didalam organisasi.
2. Memberikan bantuan hukum kepada organisasi juga terhadap anggota yang berhubungan dengan
hukum.

FUNGSI

1. Melakukan fungsi pengolahan dan perumusan bahan kebijakan teknis di bidang penyuluhan,
konsultasi dan advokasi.
2. Melakukan pelaksanaan koordinasi dan fasilitasi sesuai dengan tugas pokok di bidang penyuluhan,
konsultasi dan advokasi.
3. Melakukan pelaksanaan urusan pembinaan hukum dan pelayanan umum di bidang penyuluhan,
konsultasi dan advokasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
4. Melaksanakan penyusunan konsep saran dan pertimbangan kepada organisasi berkenaan dengan
pelaksanaan tugas dan fungsi di bidang penyuluhan, konsultasi dan advokasi.

Ketua Departemen Bencana Alam

Pimpinan tertinggi di dalam Unit Organisasi Bencana Alam, yang berkedudukan sebagai unsur
penunjangan/pembantuan tugas pokok organisasi. Dalam hal pelaksanaan tugas kegiatannya, ketua
departemen Bencan alam bertanggung jawab langsung kepada ketua .

TUGAS POKOK

1. Memberikan pedoman dan pengarahan terhadap usaha penanggulangan bencana yang mencakup
pencegahan bencana, penanganan tanggap darurat, dan rehabilitasi.
2. Mensosialisaikan ketetapan dan regulasi serta kebutuhan penyelenggaraan penanggulangan
bencana berdasarkan peraturan perundang-undangan;
3. Menyampaikan informasi kegiatan penanggulangan bencana kepada masyarakat;
4. Menyampaikan laporan kegiatan penyelenggaraan penanggulangan bencana kepada Ketua Umum
m i n setiap 6 sebulan sekali dalam kondisi normal dan setiap saat dalam pada kondisi darurat
penanggulangan bencana;
5. Menggunakan dan mempertanggungjawabkan sumbangan/bantuan yang digalang oleh LSM LIDIK
baik dana yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri.
6. Mempertanggungjawabkan penggunaan dana yang diterima dari simpatisan, Donatur yang
digalang melalui LSM LIDIK kepada ketua umum melalui bendahara Umum
7. Melaksanakan kewajiban lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan; serta Menyusun
pedoman pembentukan Badan Penanggulangan Bencana di tingkat Daerah / DPW.

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 24
FUNGSI

1. Perumusan dan penetapan kebijakan LSM LIDIK untuk berpartisipasi aktif dalam
penanganan penanggulangan bencana dan penanganan pengungsi dengan bertindak cepat dan
tepat serta efektif dan efisien; dan
2. Pengkoordinasian pelaksanaan partisipasi aktif dalam kegiatan penanganan
penanggulangan bencana secara terencana, terpadu, dan menyeluruh

Ketua Garda Satgas

Pimpinan tertinggi di dalam Unit Organisasi Garda/Satgas, yang berkedudukan sebagai unsur
penunjangan/pembantuan tugas pokok organisasi-organisasi. Dalam hal pelaksanaan tugas kegiatannya,
Ketua Garda/Satgas bertanggung jawab langsung kepada Ketua umum.

TUGAS POKOK

1. Menyelenggarakan kegiatan pembinaan Anggota LSM Lidik sesuai tugas/kegiatannya di lapangan.


2. Menyelenggarakan kegiatan pemantauan lingkungan sesuai kebutuhan penugasan.
3. Menyelenggarakan pelaporan periodik tentang kondisi dan kegiatan Anggota di lapangan.
4. Menyelenggarakan kegiatan pengkondisian masyarakat lingkungan terhadap rencana/pelaksanaan
kegiatan LSM Lidik.

FUNGSI

1. Melakukan fungsi pengawasan dan pengendalian terhadap anggota di lapangan sesuai dengan
kebutuhan penugasan.
2. Melakukan fungsi koordinasi dan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka pengendalian
dan pengamanan teknis serta pemecahan permasalahan yang terjadi di lapangan.
3. Melakukan fungsi pengumpulan data/informasi lapangan tentang situasi dan kondisi yang terjadi.
4. Menyelenggarakan fungsi pencegahan dan penindakan terhadap Anggota atau kondisi yang
mungkin timbul di lapangan sesuai batas kewenangan dan kepatutan yang ada.
5. Melakukan fungsi pengamanan dan perlindungan masyarakat, sarana/prasarana dan lingkungan
sesuai permasalahan yang ada atau kebutuhan penugasan.
6. Melakukan fungsi pelaporan kegiatan pelaksanaan tugas di lapangan.

KETUA GMIL

GMIL Pimpinan tertinggi di dalam Unit Organisasi GMIL, yang berkedudukan di Pusat DPP GMIL / Provinsi
DPW GMIL / Kota / Kabupaten Koordinator GMIL Kota / Kabupaten dan merupakan Sayap Organisasi LSM
LIDIK, Dalam pelaksanaan tugas kegiatannya, ketua umum GMIL bertanggung jawab langsung kepada
ketua Umum LSM LIDIK.

TUGAS POKOK

1. Memberikan informasi kepada DPP LSM LIDIK terutama yang berkaitan dengan fungsi dan
pencapaian tujuan pergerakan generasi muda / mahasiswa.

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 25
2. Membuat, merancang PO GMIL, Struktur dan Tupoksi DPP GMIL dan diusulkan ke DPP LSM LIDIK
untuk ditetapkan sebagai regulasi GMIL. ( Mengacu ke AD/ART, PO LSM LIDIK dan Kebijakan DPP
LSM LIDIK )
3. Merencanakan dan menetapkan garis-garis besar program kegiatan kepemudaan / kemahasiswaan
di Pusat DPP GMIL / Provinsi DPW GMIL / Kota / Kabupaten Koordinator GMIL Kota / Kabupaten.
4. Melaksanakan pengawasan pada organisasi kepemudaan / kemahasiswaan.
5. Membentuk kepengurusan dan kordinator dalam pengembangan organisasi GMIL di tingkat Provinsi
DPW GMIL / Kota / Kabupaten Koordinator GMIL Kota / Kabupaten.
6. Membuat laporan kinerja dan kegiatan GMIL ke DPP LSM LIDIK melalui Ketua Umum LSM LIDIK
secara periodik / semester 6 bulan.

FUNGSI

1. GMIL adalah Sayap Organisasi LSM LIDIK yang berfungsi sebagai Organisasi perwakilan
pergerakan generasi muda / mahasiswa.
2. Untuk menampung dan menyalurkan aspirasi generasi muda / mahasiswa dalam pegerakan
sebagai kontol sosial kemasyarakatan.

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 26
STRUKTUR DPP LSM LIDIK

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 27
STRUKTUR GARDA SATGAS LSM LIDIK

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 28
STRUKTUR GMIL

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 29
ANGGARAN DASAR

LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT

LIDIK
LEMBAGA INVESTIGASI DAN INFORMASI KEMASYARAKATAN

Jl. Tikukur, No.2, Bandung - Telp : 61669902 - Email : lsm_lidik@yahoo.com Website : www.lsmmlidk.or.id

MUKADIMAH

Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, perlu disadari bahwa kita sebagai umat manusia dengan izinNya
kita berada di dunia ini dan dengan kehendakNya kita akan dipanggil kepangkuanNya. Demikian sama
halnya dengan kita para pendiri dan pengurus Lembaga Swadaya Masyarakat LIDIK.

Dengan berdirinya Lembaga Swadaya Masyarakat LEMBAGA INVESTIGASI DAN INFORMASI


KEMASYARAKATAN, ini kepunyaan kita bersama serta mutlak diperlukan hubungan yang sehat dan
harmonis demi tercapainya tujuan bersama. Bahwasannya prestasi kerjasama yang setinggi-tingginya dapat
dicapai atas dasar kerjasama yang baik, saling menghargai, saling mempercayai atas landasan saling
mengerti.

Lembaga Swadaya Masyarakat LIDIK didirikan oleh para pendiri dari berbagai unsur, berbagai lembaga,
berbagai karakteristik, antara pendiri dan pengurus, hal ini tidaklah mengurangi azas kebersamaan, saling
membantu menjalankan fungsi, tugas dan kewajiban dalam merintis kearah tercapainya kepentingan
bersama.

Para pendiri dan pengurus dalam membaktikan karyanya untuk kesadaran akan:

- Turut memiliki,
- Turut mengikatkan diri,
- Turut bertanggung jawab,

Terhadap terwujudnya kelangsungan Lembaga Swadaya Masyarakat yang dikelola, maka atas dasar sikap
ini pendiri dan pengurus telah memutuskan bersama hak dan kewajibannya untuk mencapai hubungan yang
sehat agar mempertahankan terus menerus untuk kelestarian dan kelangsungan Lembaga Swadaya
Masyarakat LIDIK serta mawas diri yang mengandung azas kebersamaan dan tanggung jawab bersama.
Hal ini disadari benar dan oleh karena itu untuk mengartikulasikan gagasan-gagasan dan
mengaplikasikannya pada tingkatan kongkrit, operasional dan pelaksanaanya diperlukan tidak saja
kecerdasan akan tetapi dibutuhkan kearifan dan kerendahan hati.

Bahwa oleh karenanya pula, untuk mewujudkan visi dan misi kita tidak punya waktu lagi untuk menunda-
nunda menghadirkan lembaga atau institusi yang secara signifikan berfungsi sebagai suatu sarana interaksi
dan komunikasi serta pusat informasi tentang telah / sedang terjadinya :

- Masalah Pelanggaran Hukum dan HAM,

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 30
- Masalah lingkungan Hidup,dan Bencana Alam.
- Masalah kesehatan,
- Masalah pendidikan,
- Masalah sosial dan budaya,
Untuk kepentingan masyarakat serta pihak-pihak lain di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang
peduli akan hal tersebut, untuk melakukan pencegahan, penanggulangan, serta turut serta dalam
pemberantasan tindak korupsi, sehingga pada gilirannya akan tercipta kehidupan bermasyarakat dan
bernegara yang bertanggung jawab, memiliki kesamaan dalam pola pemikiran dan tindakan dalam
menyelengarakan program-program atau kegiatan serta mampu mengatasi berbagai tantangan dan
hambatan yang dijumpai baik yang bersifat umum maupun yang bersifat situasional.

Bahwa wadah dan sarana yang dianggap cukup memadai untuk kepentingan tersebut adalah berbentuk
suatu lembaga Swadaya Masyarakat yang diberi nama LIDIK

BAB I

NAMA,KEDUDUKAN, WAKTU,DAN PENDIRI

Pasal I

1. Lembaga Swadaya Masyarakat ini bernama LEMBAGA INVESTIGASI DAN INFORMASI


KEMASYARAKATAN disingkat LIDIK.
2. LEMBAGA INVESTIGASI DAN INFORMASI KEMASYARAKATAN didirikan pada Tanggal 2 Mei 2012 .
3. LEMBAGA INVESTIGASI DAN INFORMASI KEMASYARAKATAN berkedudukan di Jl. Tikukur No.2
Kota Bandung, Jawa- Barat, serta akan membentuk perwakilan baik ditingkat propinsi, kabupaten dan
kota, kecamatan, kelurahan dan desa diseluruh Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pasal 2
PENDIRI

Lembaga Swadaya Masyarakat LEMBAGA INVESTIGASI DAN INFORMASI KEMASYARAKATAN


didirikan oleh:

1. NGADI UTOMO, S.Sos,SH,


2. DANDAN KUSDANI,SH.MH,
3. SAMIJAN
4. ASEP MULYANA,
5. PAULINUS SARBUNAN, S.Fa,SH,MH.
6. ESROM,SH,
7. ARDHI HIDAYATULLOH,S.Kom.
8. AJI KURNIAWAN,
9. MAULANA SETIAWAN,
10. NONO MUJIYANTO
11. SUGIMAN JOKO PRAMONO, SH. MH.MSi.
12. AGUS SUDRAJAT,
13. RUHIAT,

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 31
Pasal 3

Lembaga Swadaya masyarakat Lembaga Investigasi dan Informasi kemasyarakatan memiliki sifat:

1. Sebagai Lembaga Swadaya masyarakat yang bersifat Independen dan mandiri, memiliki rasa cinta
tanah air dan bangsa Indonesia, mempunyai daya kreasi, berkepribadian dan berbudi luhur,
menjunjung nilai- nilai luhur para pejuang, menjaga dan memelihara lingkungan alam, beroreantasi
pada Pancasila dan Undang- Undang Dasar 1945.
2. Sebagai lembaga Swadaya Masyarakat, tempat untuk :
a. Memberdayakan segala potensi yang ada di masyarakat untuk tujuan menanggulangi
permasalahan;pelangaran Hukum dan HAM, Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan Hidup dan
Bencana Alam, serta Sosial dan Budaya,
b. Membangun dan menumbuh kembangkan penerapan dasar kemanusiaan, kemasyarakatan dan
nilai nilai demokrasi secara nyata dalam kehidupan masyarakat,
c. Membangun dan menyelengarakan sarana informasi dan komunikasi bagi masyarakat umum,
d. Turut serta dalam mensosialisasikan berbagai kebijakan dan program pemerintah khususnya
dalam bidang Hukum dan HAM,Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan Hidup dan bencana alam,
sosial budaya.
e. Membangun dan menyelengarakan berbagai kegiatan guna untuk meringankan beban yang
timbul dan berdampak pada masyarakat luas,
f. Menjalin kerjasama dengan Pemerintah pusat maupun Daerah, BUMN, BUMD,ORMAS,
LSM,TNI, POLRI,organisasi profesi, Mahasiswa, dan seluruh lapisan masyarakat yang berada
diwilayah Negara Kesatuan Republik Indoneisa, maupun dengan pihak lembaga yang berada di
Luar Negri yang memiliki maksud dan tujuan yang sama dengan lembaga ini,
3. Lembaga Swadaya Masyarakat , LEMBAGA INVESTIGASI DAN INFORMASI KEMASYARAKATAN
LIDIK berbentuk kesatuan, tidak membeda- bedakan asal- usul, ras dan agama, bersifat kegiatan
dan independen.

Pasal 4
KEWENANGAN DAN HAK PENDIRI

Kewenangan Pendiri:

1. Mekanisme pemilihan Ketua Umum, Sekretaris Jenderal, dan Bendahara Umum dilakukan pemilihan
secara musyawarah,oleh para pendiri,
2. Dianggap perlu apabila kejadian seperti tersebut ayat 3 pasal 4, serta pendiri menanggap untuk
mengisi Ketua umum, Sekretaris Jendral dan bendahara Umum tidak ada calon dari pendiri, maka
para pendiri mempunyai kewenangan untuk segera melakukan rapat pembentukan sususnan
kepengurusan di tingkat pusat, calon pengurus diambil dari para ketua, bendahara dan sekretaris
untuk menduduki Ketua Umum, Sekretaris Jenderal, dan bendahara Umum,
3. Masa jabatan Ketua Umum, sekretaris Jenderal, bendahara Umum, menyesuaikan sisa periode
kepengurusan, setelah itu maka masa jabatan kepengurusan ditetapkan selama 5 (lima) tahun, serta
mekanisme pemilihan kepengrusan secara musyawarah Nasional

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 32
Hak Pendiri:

1. Para pendiri mempunyai hak mutlak untuk menduduki jabatan sebagai Ketua Umum, Bendahara
Umum dan Sekretaris Jenderal,
2. Pendiri dapat kehilangan haknya untuk menjadi pengurus karena:
Meninggal dunia,
Mengundurkan diri,
Sakit yang berkepanjangan dan tidak dapat menjalankan roda organisasi selama 1 (satu)
tahun berturut- turut,
Menjalani putusan pengadilan yang mempunyai kekuatanhukum tetap selama 5 (lima)
tahun,
Diberhentikan secara tidak hormat berdasarkan keputusan para pendiri, karena melangar
AD/ART.
3. Dianggap perlu apabila kejadian seperti tersebut ayat 3 pasal 4, serta pendiri menanggap untuk
mengisi Ketua umum, Sekretaris Jenderal dan bendahara Umum tidak ada calon dari pendiri, maka
para pendiri mempunyai kewenangan untuk segera melakukan rapat pembentukan sususnan
kepengurusan di tingkat pusat, calon pengurus diambil dari para ketua, bendahara dan sekretaris
untuk menduduki Ketua Umum, Sekretaris Jendral, dan bendahara Umum,

BAB II
AZAS, MAKSUD dan TUJUAN ORGANISASI

Pasal 5
AZAS

Lembaga Swadaya Masyarakat LIDIK berazaskan Pancasila seperti yang terkandung didalam pembukaan
Undang-Undang Dasar 1945.

Pasal 6

MAKSUD

1. Membantu terciptanya suatu kehidupanaman tentram, damai,aman,sejahtera serta melakukan


penyuluhan dan pembelaan serta bantuan hukum terhadap masyarakat untuk menegakan hukum dan
keadilan, serta hak azasi mansia,
2. Membantu pemerintah dalam menciptakan keseimbangan alam, habitat hidup, flora, fauna, di seluruh
wilayah Indonesia,
3. Membantu pengusaha, masyarakat,pekerja, pemerintah dalam penyelarasan kepentingan dan hak
dalam bidang perburuhan,
4. Membantu pemerintah dan masyarakat dalam rangka mengembangkan sumber daya manusia dan
generasi muda mendapatkan pendidikan yang layak, berkualitas dan bermoral,
5. Sebagai sosial control yang konstruktif terhadap kebijakan- kebijakan pemerintah,
6. Melakukan study banding serta memberikan masukan serta saran kepada pemerintah,Badan Usaha
Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah, Swasta guna dapat membantu pelaksanaan proyek
pemerintah maupun badan usaha milik pemerimtah maupun swasta secara maksimal,

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 33
7. Membantu anggota masyarakat untuk menumbuh kembangkan semangat dan kehidupan
berwiraswasta melalui koperasi, usaha kecil dan menengah, perdagangan, pertanian,perikanan,
peternakan, perkebunan dan kehutanan,
8. Membantu dan membina masyarakat dalam menumbuhkembangkan kesadaran dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta memiliki semangat nasionalisme dan patriotisme untuk
menuju masyarakat Pancasilais,
9. Membantu masyarakat, pemerintah, maupun swasta dalam bidang- bidang lainnya yang dianggap perlu
dan penting,untuk mencapai tujuan dimaksud,
10. Turut serta membantu pemerintah, badan usaha milik Negara, swasta untuk mengawasi atas jalanya
proyek- proyek, serta penyerapan angaran baik ditingkat pusat maupun daerah, serta badan usaha baik
milik pemerintah maupun swasta,
11. Membantu pemerintah menyelamatkan keuangan Negara dengan melaporkan kepada instansi terkait
dengan terjadinya tindak pidana korupsi sebagaimana yang telah diamanatkan dalam undang- undang,

Pasal 7

TUJUAN

1. Lembaga Swadaya Masyarakat LIDIK bertujuan untuk menghasilkan dan melahirkan kader- kader
bangsa yang memiliki ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta berkepribadian Pancasila,
nasionalis, Demokratis, berwatak luhur.
2. Lembaga Swadaya Masyarakat LIDIK untuk menghasilakan dan melahirkan manusia yang
mempunyai kepekaan dan kepedulian terhadap Hukum dan HAM, Lingkungan Hidup dan bencana
alam, Kesehatan, Pendidikan, serta sosial Budaya, yang tumbuh dan berkembang ditengah- tengah
masyarakat,
3. Turut serta mewujudkan masyarakat sadar hukum sehingga dengan sendirinya dapat mengambil
keputusan terhadap kebijakan- kebijakan pemerintah diwilayahnya masing- masing,
4. Turun berperan aktif dalam menjaga kelestaraian alam, ekosistem, baik di laut maupun didarat
diseluruh wilayah Indonesia.

BAB III

KEANGGOTAAN, ATRIBUT DAN LAMBANG

Pasal 8

KEANGGOTAAN

1. Anggota Lembaga Investigasi dan Informasi Kemasyarakatan adalah seluruh warga Negara Indonesia
yang dengan suka rela mengajukan permintaan menjadi anggota serta memenuhi persyaratan yang
ditentukan di dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi ini,
2. Warga Negara Indonesia yang menyatakan persetujuannya terhadap azas, tujuan dan haluan
organisasi.

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 34
Pasal 9

ATRIBUT

Atribut dan lambang organisasi terdiri dari:

1. Panji- panji dan lambang,


2. Bendera dan pataka,
3. Papan nama, lencana/ badge, seragam organisasi dan kelengkapannya.

Pasal 10

LAMBANG

1. Merah putih melambangkan keberanian dan kesucian yang konsisten serta kejujuran dalam
pengabdian terhadap bangsa dan Negara,
2. Perisai melambangkan perlindungan diri dari unsur- unsur negatif dari luar diri dan dapat menangkal
kekuatan yang tidak seiring yang akan menghambat kemajuan organisasi,
3. Borgol melambangkan kekuatan untuk tidak melakukan suatu tindakan yang tidak terpuji,
4. Cakra melambangkan kesucian hati, bahwa dalam tindakan dan pergerakan organisasi dijiwai oleh
hati dan pikiran yang bersih, kejujuran untuk mencapai tujuan, serta aktif dan dinamis.
5. Padi dan kapas melambangkan kemakmuran, dihaarapkan dengan berdirinya organisasi LIDIK disetiap
daerah akan membawa kemakmuran bagi daerah tersebut,
6. Jeruji besi melambangkan pengendalian hawa nafsu, supaya berpikir jernih dan arif,dalam melakukan
suatu tindakan.
7. Tulisan Lembaga Investigasi dan informasi kemasyarakatan membentuk lingkaran keatas
mempergunakan font Arial Black mengartikan bahwa organisasi LIDIK dapat menampung dan
membantu penyelesaian permasalahan dan sebagai tempat wadah perjuangan bagi semua anggota
dan masyarakat luas.
8. Stempel berbentuk bulat didalamnya logo organisasi, sesusai dengan Dewan Pimpinan masing-
masing, dengan ukuran 4,5 cm, garis tengah lingkaran dalam.
9. Kartu tanda anggota dan kartu tanda pengurus .
10. Panji- panji dengan perbandingan panjang dan lebar 3 (tiga) dan 2 (dua).

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 35
11. Papan nama dengan ukuran perbandingan panjang dan lebar 3 (tiga) dan 2 (dua)
12. Lencana disesuaikan dengan ukuran perbandingan 3 (tiga) dan 2 (dua)
13. Hal- hal lain untuk lambang yang belum diatur dalam anggaran Dasar akan diatur dalam Anggaran
Rumah Tangga dan peraturan Organisasi.

BAB IV

KEANGGOTAAN, HAK, KEWAJIBAN ANGGOTA

Pasal 11

KEANGGOTAN

1. Beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.


2. Setia pada Pancasila dan UUD 1945.
3. Telah berumur paling rendah 17 tahun.
4. Menjunjung tinggi nama dan kehormatan organisasi,
5. Mentaati dan memegang teguh Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi.
6. Membina dan menjaga serta meningkatkan disiplin organisasi.
7. Aktif melaksanakan program organisasi
8. Senantiasa membina dan memelihara rasa kekeluargaan, kesetiakawanan, dan kegotong royongan
antar sesama anggota.

Pasal 12

HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA

1. Setiap anggota LIDIK mempunyai hak:


a. Memperoleh perlakuan yang sama dari organisasi.
b. Mengeluarkan pendapat dan mengajukan usulan- usulan serta saran- saran baik lisan mapun
tertulis.
c. Dipilih dan memilih untuk menjadi pengurus atau jabatan fungsional lainnya dari organisasi.
d. Memperoleh perlindungan, pembelaan pendidikan, profesi, dan bimbingan dari organisasi.
2. Setiap anggota LIDIK mempunyai kewajiban:
a. Mentaati dan melaksanakan keputusan Munas ataupun keputusan organisasi.
b. Membantu pimpinan dalam melaksanakan tugas organisasi.
c. Membayar iuran yang ditentukan oleh organisasi.
d. Menentang setiap usaha dan tindakan yang merugikan kepentingan masyarakat, pemerintah
dan kepentingan organisasi.
e. Melaksanakan kewajiban- kewajiban lainnya yang ditetapkan oleh organisasi.
f. Senantiasa membina dan memelihara rasa kekeluargaan, kesetiakawanan, dan kegotong
royongan antar sesama anggota.
g. Berani dan bertanggung jawab memperjuangkan cita- cita luhur perjuangan organisasi sesuai
Visi, Misi, dan tujuan organisasi dengan senantiasa mengedepankan sikap dan prilaku

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 36
menjunjung tinggi kebenaran,menjaga kepercayaan, terbuka serta tanggap terhadap setiap
keadaan/ perubahan situasi yang berkembang disekitarnya, demi kebahagiaan, kesejahteraan
dan kejayaan rakyat dan Negara.

BAB VI

SUSUNAN , PIMPINAN DAN MASA JABATAN ORGANISASI

Pasal 13

SUSUNAN

Organisasi LIDIK disusun secara vertical yaitu:

1. Tingkat pusat berkedudukan di Bandung, Jawa- barat.


2. Daerah Tingkat I (Dati I) berkedudukan di Ibukota Propinsi atau yang setingkat dengan itu,
3. Daerah Tingkat II (Dati II) berkedudukan di Ibukota Kabupaten/ kota atau yang setingkat dengan itu,
4. Tingkat Kecamatan berkedudukan di Ibukota kecamatan atau yang setingkat dengan itu,
5. Tingkat Kelurahan/ Desa atau yang setingkat dengan itu.

Pasal 14

SUSUNAN ORGANISASI

A.DEWAN PENASEHAT:
1. Ketua Dewan Penasehat
2. Anggota

B.DEWAN PEMBINA:
1. Ketua Dewan Pembina
2. Anggota

C.BADAN PELAKSANA HARIAN:

1. Ketua Umum
2. Ketua
3. Sekretaris Jendral
4. Wakil Sekretaris Jendral
5. Bendahara Umum
6. Wakil Bendahara Umum
7. Departemen Organisasi, kaderisasi, dan kemasyarakatan
8. Departemen Hukum dan HAM
9. Departemen Hubungan antar lembaga
10. Departemen Hubungan luar Negri
11. Departemen Hubungan Politik dan Keamanan
12. Departemen Sosial, budaya, dan pendidikan

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 37
13. Departemen Sumber daya Alam dan Bencana Alam
14. Departemen Kesehatan
15. Departemen Investigasi
16. Departemen Usaha dan dana
17. Departemen Humas dan publikasi
18. Departemen Penelitian dan pengembangan
19. Departemen Garda dan satgas
Susunan organisasi tingkat Pusat sesuai dengan ketentuan ini, untuk tingkat dibawah menyesuaikan
dengan kebutuhan.

Pasal 15

PIMPINAN

LIDIK dipimpin oleh:

1. Pimpinan Tingkat Nasional : Dewan Pimpinan Pusat.


2. Pimpinan Tingkat Dati I : Dewan Pimpinan Wilayah.
3. Pimpinan Tingkat Dati II : Dewan Pimpinan Cabang.
4. Pimpinan Tingkat Kecamatan : Pimpinan Anak Cabang.
5. Pimpinan Tingkat Desa/ Kelurahan : Pimpinan Ranting.

Pasal 16

1. LIDIK mempunyai Dewan Penasehat Organisasi yang dibentuk ditingkat Pusat, Dati I dan Dati II,
2. LIDIK mempunyai Dewan Pembina organisasi sekaligus merupakan forum komunikasi keluarga besar
LIDIK yang berada di Tingkat Pusat, Dati I, dan Dati II.
3. Tugas dan wewenang Dewan Penasehat dan Dewan Pembina diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

Pasal 17

DEWAN PIMPINAN PUSAT

Dewan Pimpinan Pusat merupakan pelaksanaan kedaulatan tertinggi dan bersifat kolektif, dan
berwenang untuk:

a. Menetapkan kebijaksanaan dan peraturan organisasi sesuai dengan Anggaran Dasar, Anggaran
Rumah Tangga dan putusan- putusan rapat tingkat nasional.
b. Membentuk badan atau lembaga yang dianggap perlu,
c. Mengesahkan susunan Personalia DPW terpilih dan Musda tingkat Propinsi.
d. Dewan Pimpinan Pusat berkewajiban mengadakan Musyawarah Nasional, Musyawarah luar Biasa
bila dikehendaki atau rapat- rapat lainnya ditingkat pusat.
e. Dewan Pimpinan Pusat wajib mempertanggung jawabkan kebijakan yang telah dilaksanakan selama
pengabdiannya kepada Munas pada akhir masa tugasnya sesuai AD/ART.

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 38
Pasal 18

DEWAN PIMPINAN PROVINSI

1. Dewan Pimpinan Wilayah Tingkat I merupakan pimpinan organisasi daerah Tingkat I bersifat kolektif
dan berwenang untuk:
a. Menetapkan kebijaksanaan dan peraturan organisasi di daerah Propinsi sesai dengan Anggaran
Dasar, Anggaran Rumah Tangga,keputusan Munas dan rapat tingkat Nasional, keputusan
Musda tingkat I dan rapat- rapat Daerah Tingkat I.
b. Bertindak untuk dan atas nama organisasi dalam wilayah/ daerah yang bersangkutan.
c. Mengesahkan susunan pengurus cabang terpilih oleh Musda tingkat Kabupaten /Kota.
2. Dewan Pimpinan Wilayah Tingkat I berkewajiban:
a. Melaksanakan segala ketetapan dan keputusan Munas, keputusan- keputusan Tingkat nasional
dan keputusan- keputusan Tingkat propinsi/ daerah tingkat I.
b. Melaksanakan segala ketentuan dan kebijakan organisasi sesuai dengan AD/ ART,
melaksanakan keputusan- keputusan Dewan Pimpinan Pusat, dan tingkat Propinsi/ daerah
Tingkat I.
c. Mempertanggung jawabkan kebijakan yang sudah dilaksanakan pada Musda tingkat I pada akhir
masa jabatannya.

Pasal 19

DEWAN PIMPINAN KABUPATEN /KOTA

1. Dewan Pimpinan Daerah Tingkat II merupakan pimpinan organisasi daerah Tingkat II bersifat kolektif
dan berwenang untuk:
a. Menetapkan kebijaksanaan dan peraturan organisasi didaerah Kabupaten/ Kota sesai dengan
Anggaran Dasar, dan Anggaran Rumah Tangga, keputusan Munas dan rapat tingkat Nasional,
keputusan Musda tingkat I dan rapat- rapat Daerah Tingkat I, rapat- rapat, dan keputusan-
keputusan Daerah Tingkat II,
b. Bertindak untuk dan atas nama organisasi dalam wilayah/ daerah yang bersangkutan.
c. Mengesahkan susunan pengurus cabang terpilih oleh Musda tingkat kecamatan.
2. Dewan Pimpinan Daerah Tingkat II berkewajiban:
a. Melaksanakan segala ketetapan dan keputusan Munas, keputusan- keputusan Tingkat nasional
dan keputusan- keputusan Tingkat propinsi/ daerah tingkat I, dan tingkat II
b. Melaksanakan segala ketentuan dan kebijakan organisasi sesuai dengan AD/ ART,
melaksanakan keputusan- keputusan Dewan Pimpinan Pusat, dan tingkat Propinsi/ daerah
Tingkat I dan tingkat II.
c. Mempertanggung jawabkan kebijakan yang sudah dilaksanakan pada Musda tingkat II pada akhir
masa jabatannya.

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 39
Pasal 20

DEWAN PIMPINAN TINGKAT KECAMATAN

1. Dewan Pimpinan daerah Tingkat kecamatan merupakan pimpinan organisasi daerah Tingkat
kecamatan bersifat kolektif dan berwenang untuk:
a. Menetapkan kebijaksanaan dan peraturan organisasi didaerah Kecamatan sesai dengan
Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, keputusan Munas dan rapat tingkat Nasional,
keputusan Musda tingkat I dan rapat- rapat Daerah Tingkat I, rapat- rapat, dan keputusan-
keputusan daerah tingkat II, dan tingkat kecamatan.
b. Bertindak untuk dan atas nama organisasi dalam wilayah/ daerah kecamatan yang bersangkutan.
c. Mengesahkan susunan pengurus cabang terpilih oleh Musda tingkat Desa/ kelurahan.
2. Dewan Pimpinan Wilayah Tingkat kecamatan berkewajiban:
a. Melaksanakan segala ketetapan dan keputusan Munas, keputusan- keputusan Tingkat nasional
dan keputusan- keputusan Tingkat propinsi/ daerah tingkat I, dan tingkat II, dan tingkat
kecamatan.
b. Melaksanakan segala ketentuan dan kebijakan organisasi sesuai dengan AD/ ART,
melaksanakan keputusan- keputusan Dewan Pimpinan Pusat, dan tingkat Propinsi/ daerah
Tingkat I dan tingkat II dan tingkat kecamatan.
c. Mempertanggung jawabkan kebijakan yang sudah dilaksanakan pada Musda tingkat kecamatan
pada akhir masa jabatannya.

Pasal 21

DEWAN PIMPINAN TINGKAT DESA/ KELURAHAN

Pengaturan wewenang dan kewajiban dewan Pimpinan Desa/ kelrahan dan lain- lain kelompok kerja
ditetapkan oleh pimpinan nasional dalam peraturan organisasi

Pasal 22

Pelaksanaan wewenang, tugas, tanggung jawab serta hak dan kewajiban pimpinan pada tiap jenjang
organisasi, diatur dan ditetapkan oleh mekanisme kerja kepengurusan organisasi dan peraturan- peraturan
organisasi

Pasal 23

MASA JABATAN

Masa jabatan pengurus baik dari Dewan Pimpinan Pusat sampai Dewan pimpinan Ranting paling lama 2
(dua) periode, 5 (lima) tahun dalam 1 (satu) periodenya sesudahnya dapat dipilh kembali.

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 40
BAB VII

MUSYAWARAH DAN RAPAT- RAPAT

Pasal 24

Musyawarah dan rapat- rapat terdiri dari:

a. Musyawarah Besar.
b. Musyawarah Besar Luar Biasa,
c. Musyawarah Pimpinan Paripurna,
d. Musyawarah Wilayah, Musyawarah wilayah luar Biasa, Musyawarah Cabang, Musyawarah Cabang
Luar Biasa, Musyawarah Ranting.
e. Rapat Kerja Nasional (DPP) Rapat Kerja Wilayah (DPW) Rapat Kerja Cabang (DPC) Rapat Kerja
Ranting.

Pasal 25

Kekuasaan tertinggi dalam organisasi adalah Musyawarah Besar.

Pasal 26

1. Pengambilan keputusan pada azasnya dilakukan secara musyawarah untuk mufakat.


2. Apabila keputusan tidak dapat dilakukan melalui musyawarah untuk mufakat, maka pengambilan
keputusan dilakukan dengan berdasarkan suara terbanyak.

Pasal 27

Musyawarah dan rapat- rapat seperti diatur dalam pasal 20 anggaran dasar ini adalah syah apabila dihadiri
oleh lebih (setengah) lebih dari anggota/ utusan.

BAB VIII

KEUANGAN DAN KEKAYAAN ORGANISASI

Pasal 28

Keuangan organisasi diperoleh dari:

a. Iuran anggota,
b. Sumbangan- sumbangan, bantuan yang tidak mengikat,baik dari anggota dan bukan anggota
c. Usaha- usaha lainnya yang syah.

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 41
Pasal 29

Kekayaan organisasi adalah semua barang bergerak dan barang tidak bergerak yang tercatat dan terdaftar
sebagai asset dan inventaris organisasi.

BAB IX

PENUTUP

Pasal 30

1. Hal- hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar ini akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.
2. Anggaran Dasar ini berlaku mulai tanggal 2 Mei 2012.
3. Selambat- lambatnya tanggal 20 Mei 2012 Dewan Pendiri sudah menyusun dan menerbitkan Surat
Keputusan susunan dan perangkat organisasi Tingkat Pusat.

BAB X

KETENTUAN TAMBAHAN

Pasal 31

1. Sebelum munas pertama LIDIK diselengarakan, rapat pendiri mempunyai hak dan wewenang penuh
untuk memberlakukan ketentuan Anggaran Dasar ini sebelum acuan pembentukan, pengembangan
dan konsolidasi organisasi.
2. Masing- masing pendiri mempunyai hak satu suara dalam setiap Munas/ Munaslub atau rapat- rapat
tingkat Nasional.
3. Masing- masing pendiri mempunyai hak duduk dalam tim formatur dalam setiap Munas / Munaslub.
4. Untuk berjalannya kegiatan Organisasi para pendiri akan mengadakan rapat badan pendiri untuk
mengangkat Badan pengrus yang terdiri dari Ketua Umum, Sekretaris Jendral, dan Bendahara Umum
dengan mengeluarkan surat keputusan Badan Pendiri, dan khusus pada awal pendirian surat
keputusan pengangkatan ketiga pengurus tersebut disahkan dalam Akte Notaris.
5. Untuk selanjutnya badan pendiri bersama sama dengan ketiga pengrus sebagai yang disebutkan
diatas melengkapi struktur organisasi dan kemudian pengurus tersebut dapat mengeluarkan Surat
keputusan untuk melengkapi prosedur administrasinya.

Ditetapkan di : Bandung
Pada tanggal : 2 Mei 2012

RAPAT DEWAN PENDIRI


Lembaga Investigas dan Informasi Kemasyarakatan
( LIDIK )

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 42
ANGGARAN RUMAH TANGGA

LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT

LIDIK
LEMBAGA INVESTIGASI DAN INFORMASI KEMASYARAKATAN

Jl. Tikukur, No.2, Bandung - Telp : 61669902 - Email : lsm_lidik@yahoo.com Website : www.lsmmlidk.or.id

BAB I

UMUM

Pasal 1

Anggaran Rumah Tangga ini merupakan uraian/ penjabaran dan atau memuat hal- hal yang tidak atau
belum diatur dalam Anggaran Dasar.

BAB II

LANDASAN DAN PEDOMAN JUANG

Pasal 2

1. Pendidikan nasional yaitu merupakan semangat juang untuk mencerdaskan kehidupan berbangsa dan
bernegara.
2. Kebangkitan Nasional, yaitu merupakan tongak Bangsa Indonesia untuk bangkit dari kepurukan,
Penindasan, yang dialami oleh Bangsa Indonesia oleh penjajahan.
3. Semangat juang 45 merupakan semangat rela berkorban dan pantang menyerah demi bangsa dan
Negara.

BAB III

SUSUNAN, WEWENANG DAN SYARAT- SYARAT MENJADI DEWAN

PENGURUS

Pasal 3

DEWAN PIMPINAN PUSAT

1. Susunan Dewan Pimpinan Pusat adalah:


a. Ketua Umum.
b. Wakil Ketua Umum

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 43
c. Ketua Departemen dan Badan/lembaga.
d. Sekretaris Jendral
e. Wakil sekretaris Jendral.
f. Bendahara umum.
g. Wakil bendahara umum
2. Untuk menjamin daya guna dan hasil guna Dewan Pimpinan Pusat LIDIK dibagi pengurus Pleno dan
pengurus harian.
3. Pengurus Pleno terdiri atas semua anggota Dewan Pimpinan Pusat LIDIK.
4. Pengurus harian terdiri dari:
a. Ketua Umum.
b. Ketua Departemen.
c. Sekretaris Jenderal
d. Wakil sekretaris Jenderal.
e. Bendahara umum.
f. Wakil bendahara umum

Pasal 4

DEWAN PIMPINAN TINGKAT I

1. Susunan Dewan Pimpinan Wilayah adalah:


a. Ketua
b. Wakil Ketua
c. Sekretaris
d. Wakil sekretaris
e. Bendahara
f. Wakil bendahara
2. Untuk menjamin daya guna dan hasil guna diwan Pimpinan Wilayah LIDIK dibagi pengurus Pleno dan
pengurus harian.
3. Pengurus Pleno terdiri atas semua anggota Dewan Pimpinan Wilayah LIDIK.
4. Pengurus harian terdiri dari:
a. Ketua.
b. Wakil Ketua
c. Sekretaris
d. Wakil sekretaris .
e. Bendahara.
f. Wakil bendahara.

Pasal 5

DEWAN PIMPINAN TINGKAT II

1. Susunan Dewan Pimpinan Tingkat II adalah:


a. Ketua

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 44
b. Wakil Ketua
c. Sekretaris .
d. Wakil sekretaris .
e. Bendahara.
f. Wakil bendahara
2. Untuk menjamin daya guna dan hasil guna Dewan Pimpinan cabang LIDIK dibagi pengurus Pleno dan
pengurus harian.
3. Pengurus Pleno terdiri atas semua anggota Dewan Pimpinan cabang LIDIK.
4. Pengurus harian terdiri dari:
a. Ketua
b. Wakil Ketua.
c. Sekretaris
d. Wakil sekretaris .
e. Bendahara.
f. Wakil bendahara.

Pasal 6

DEWAN PIMPINAN TINGKAT KECAMATAN

1. Susunan Dewan Pimpinan kecamatan adalah:


a. Ketua .
b. Wakil Ketua
c. Sekretaris .
d. Wakil sekretaris .
e. Bendahara
f. Wakil bendahara.
2. Untuk menjamin daya guna dan hasil guna Dewan Pimpinan cabang LIDIK dibagi pengurus Pleno dan
pengurus harian.
3. Pengurus Pleno terdiri atas semua anggota Dewan Pimpinan ranting LIDIK.
4. Pengurus harian terdiri dari:
a. Ketua.
b. Wakil Ketua .
c. Sekretaris
d. Wakil sekretaris .
e. Bendahara.
f. Wakil bendahara.

Pasal 7

DEWAN PIMPINAN TINGKAT DESA/ KELURAHAN

1. Sususnan Dewan Pimpinan Tingkat Desa/ Kelurahan adalah:


a. Ketua.

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 45
b. Wakil Ketua
c. Sekretaris.
d. Bendahara.
2. Untuk tingkat Desa/ kelurahan tidak dibentuk pengurus harian dan pengurus Pleno, dengan demikian
rapat- rapat dihadiri oleh seluruh Dewan Pimpinan.

Pasal 8

1. Pembentukan kepengurusan menurut kedudukannya adalah sebagai berikut:


a. Tingkat Nasional debentuk Departemen.
b. Tingkat Provinsi dibentuk Biro.
c. Tingkat Kota / Kabupaten dibentuk bagian.
d. Tingkat kecamatan dibentuk seksi.
e. Tingkat Kelurahan dibentuk kelompok.
2. Biro, bagian, seksi dan kelompok dibentuk berdasarkan kebutuhan.

BAB IV

WEWENANG DAN KEWAJIBAN, SYARAT- SYARAT DEWAN PENGRUS

Pasal 9

Dalam menjalankan kebijaksanaan organisasi secara operasional, departemen di pusat dapat berhubngan
dengan Biro daerah Tingkat I, dan bagian di daerah Tingkat II, secara timbal balik melalui saluran organisasi,

Pasal 10

DEWAN PIMPINAN PUSAT

1. Dewan Pimpinan Pusat adalah lembaga pelaksana LIDIK ditingkat Nasional.


2. Dewan Pimpinan Nasional mempunyai wewenang:
a. Menentukan kebijakan LIDIK ditingkat Nasional berdasarkan ketentuan Angaran Dasar dan
Angaran Rumah Tangga, keputsan Musyawarah dan rapat Tingkat Nasional serta keputusan
DPP.
b. Menerbitkan peraturan organisasi yang diperlukan.
c. Menetapkan dan melantik Dewan pimpinan Wilayah.
d. Membatalkan keputusan Dewan Pimpinan Wilayah, Dewan Pimpinan Cabang, Dewan pimpinan
Ranting dan Dewan Pimpinan kelurahan/Desa yang bertentangan dengan Angaran Dasar dan
Anggaran Rumah Tangga atau keputusan DPP.
e. Membekukan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah, dan Dewan Pimpinan Cabang yang terbukti
merugikan dan mencemarkan nama baik LIDIK.
f. Mengeluarkan dan menandatangani kartu Anggota LIDIK.
g. Menjatuhkan sanksi hukuman.

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 46
3. Dewan Pimpinan Pusat mempunyai kewajiban :
a. Melaksanakan dan mematuhi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, keputusan
Musyawarah dan Rapat Tingkat Nasional serta keputusan DPP.
b. Memberikan pertanggung jawaban pada Musyawarah Tingkat Nasional atau Musyawarah
Nasional luar biasa.
4. Tugas pokok Dewan Pipinan Pusat:
a. Menyususn dan menetapkan system administrasi organisasi ditingkat Pusat, Propinsi, dan
kabupaten/kota.
b. Membina dan mengadakan hubungan kerjasama dengan sesama organisassi kemasyarakatan,
baik didalam maaupun diluar negri, Instansi pemerintah (Departemen/ lembaga) TNI/ Polri,
BUMN, BUMD,Swasta, Perguruan Tinggi / mahasiswa dan organisasi- organisasi
kemasyarakatan lainnya.
c. Membangun dan mewujudkan LIDIK menjadi organisasi yang besar. Solid, tangguh, diseluruh
wilayah Republik Indonesia.
d. Melindungi dan membela kepentingan serta hak- hak anggota.
e. Mencari dan mengelola sumber- sumber dana organisasi.

Pasal 11

DEWAN PIMPINAN WILAYAH

1. Dewan Pimpinan Wilayah adalah lembaga pelaksana LIDIK ditingkat Propinsi.


2. Dewan Pimpinan Wilayah mempunyai wewenang:
a. Menentukan kebijakan LIDIK ditingkat Wilayah berdasarkan ketentuan Angaran Dasar dan
Angaran Rumah tangga, keputusan Musyawarah dan rapat tingkat Nasional serta keputusan
DPP.
b. Ketua Pimpinan Wilayah menyusun dan menetapkan kepengurusan Dewan Pimpinan Wilayah
untuk mendapatkan surat Penetapan Dewan Pengurus Pusat.
c. Menetapkan dan melantik Dewan pimpinan Cabang.
d. Membatalkan keputusan Dewan Cabang, ,yang bertentangan dengan Angaran Dasar dan
Anggaran Rumah Tangga atau keputusan.
e. Menjatuhkan sanksi hukuman.
3. Dewan Pimpinan Wilayah mempunyai kewajiban :
a. Melaksanakan dan mematuhi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, keputusan
Musyawarah dan Rapat Tingkat Nasional, keputusan DPP serta keputusan DPW.
b. Memberikan pertanggung jawaban pada Muayawarah Tingkat Wilayah atau Musyawarah
wilayah luar biasa.
4. Tugas pokok Dewan Pimpinan Wilayah:
a. Menyususn dan menetapkan system administrasi organisasi ditingkat Wilayah dan
kabupaten/kota.
b. Membina dan mengadakan hubungan kerjasama dengan sesama organisasi kemasyarakatan,
baik didalam Negri, maupun diluar Negri atas seijin Dewan Pimpinan Pusat, Instansi

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 47
pemerintah (Dinas/ lembaga) TNI/ Polri, BUMN, BUMD,Swasta, dan organisasi- organisasi
Kemasyarakatan lainnya.
c. Membangun dan mewujudkan LIDIK menjadi organisasi yang besar. Solid, tangguh, diseluruh
wilayah Tingkat I.
d. Melindngi dan membela kepentingan serta hak- hak anggota.
e. Mencari dan mengelola sumber- sumber dana organisasi

Pasal 12

DEWAN PIMPINAN CABANG

1. Dewan Pimpinan Cabang adalah lembaga pelaksana LIDIK ditingkat Kabupaten/ Kota.
2. Dewan Pimpinan Cabang mempunyai wewenang:
a. Menentukan kebijakan BIDIK ditingkat Cabang berdasarkan ketentuan Angaran Dasar dan
Angaran Rumah Tangga, keputsan Musyawarah dan rapat tingkat Nasional serta keputusan
DPP, DPW dan DPC.
b. ketua Dewan Pimpinan Cabang menyusun dan menetapkan kepengurusan Dewan Pimpinan
Cabang untuk mendapatkan ketetapan Dewan Pengurus Wilayah.
c. Menetapkan dan melantik Dewan pimpinan anak cabang.
d. Menjatuhkan sanksi hukum anggota dan Dewan anak cabang.
3. Dewan Pimpinan Cabang mempunyai kewajiban :
a. Melaksanakan dan mematuhi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, keputusan
Musyawarah dan Rapat Tingkat Nasional, keputusan DPP serta keputusan DPW, DPC.
b. Memberikan pertanggung jawaban pada Muayawarah Tingkat Cabang atau Musyawarah
Cabang luar Biasa.
4. Tugas pokok Dewan Pipinan Cabang:
a. Menyususn dan menetapkan system administrasi organisasi ditingkat cabang.
b. Membina dan mengadakan hubungan kerjasama dengan sesama organisassi kemasyarakatan,
baik didalam negri, maaupun diluar negri atas seijin Dewan Pimpinan Pusat, Instansi
pemerintah (Dinas/ lembaga) TNI/ Polri, BUMN, BUMD,Swasta, dan organisasi- organisasi
kemasyarakatan lainnya.
c. Membangun dan mewujudkan LIDIK menjadi organisasi yang besar. Solid, tangguh, diseluruh
wilayah TingkatI II
d. Melindngi dan membela kepentingan serta hak- hak anggota.
e. Mencari dan mengelola sumber- sumber dana organisasi.

Pasal 13

DEWAN PIMPINAN ANAK CABANG

Dewan Pimpinan Anak Cabang adalah lembaga pelaksana LIDIK ditingkat Kecamatan/ yang sederajat.

1. Dewan Pimpinan Anak Cabang mempunyai wewenang:

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 48
a. Menentukan kebijakan LIDIK ditingkat ranting berdasarkan ketentuan Angaran Dasar dan
Angaran Rumah Tangga, keputsan Musyawarah dan rapat tingkat Nasional serta
keputusan DPP, DPW, DPC Dewan Pimpinan ranting.
b. ketua Dewan Pimpinan Anak Cabang menyusun dan menetapkan kepengurusan Dewan
Pimpinan Anak Cabang untuk mendapatkan ketetapan Dewan Pengurus Cabang.
2. Menetapkan dan melantik Dewan pimpinan Ranting.

3. Menjatuhkan sanksi hukum anggota dan Dewan Ranting.


4. Dewan Pimpinan Cabang mempunyai kewajiban :
a. Melaksanakan dan mematuhi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, keputusan
Musyawarah dan Rapat Tingkat Nasional, keputusan DPP serta keputusan DPW, DPC
dan DPAC.
b. Memberikan pertanggung jawaban pada Muayawarah Tingkat Anak Cabang atau
Musyawarah Anak Cabang luar Biasa.
5. Tugas pokok Dewan Pipinan Anak Cabang:
a. Menyususn dan menetapkan system administrasi organisasi ditingkat Anak cabang.
b. Membina dan mengadakan hubungan kerjasama dengan sesama organisassi
kemasyarakatan, Instansi pemerintah (Dinas/ lembaga) TNI/ Polri, BUMN,
BUMD,Swasta, dan organisasi- organisasi kemasyarakatan lainnya.
c. Membangun dan mewujudkan LIDIK menjadi organisasi yang besar. Solid, tangguh,
diseluruh wilayah Tingkat Kecamatan.
d. Melindngi dan membela kepentingan serta hak- hak anggota.
e. Mencari dan mengelola sumber- sumber dana organisasi

Pasal 14

SYARAT- SYARAT DEWAN PENGURUS

1. Syarat- syarat Dewan pengurus organisasi adalah:


a. Mempunyai kepribadian yang baik, prestasi, dedikasi, dan loyalitas yang tinggi terhadap LIDIK.
b. Mampu bekerjasama secara kolektif serta mampu meningkatkan dan mengembangkan peranan
LIDIK sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat yang tangguh, tanggap dan merakyat.
c. Mendapat dukungan dan kepercayaan masyarakat.
d. Mempunyai kemampuan berdiri sendiri.
e. Aktif berjuang dalam jajaran keluarga besar LIDIK.
f. Dapat meluangkan waktu dan sanggup bekerja aktif dalam tugas organisasi.
2. Syarat- syarat lain diatur dalam peraturan organisasi.

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 49
BAB V

SUSUNAN, KEDUDUKAN, TUGAS, WEWENANG


DAN TANGGUNG JAWAB
DEWAN PENASEHAT DAN DEWAN PEMBINA

Pasal 15

Susunan komposisi dan Personalia, Dewan Penasehat dan Dewan Pembina adalah bagi mereka yang
ditokohkan oleh LIDIK yang mempunyai wawasan Kebangsaan, Hukum dan HAM, kewibawaan, dan
pengaruh dimasyarakat, merakyat, berpihak pada persatuan, keadilan serta menaruh perhatian yang besar
pada generasi muda yang pengangkatanya berdasarkan musyawarah Dewan Pendiri untuk tingkat Pusat,
untuk wilayah dan Cabang ditetapkan melalui keputusan Munda Tingkat I dan Musda Tingkat II.

Pasal 16

Dewan Penasehat dan Dewan Pembina merupakan badan yang bersifat kolektif dan mereka bertugas
memberikan pengarahan, petunjuk, pertimbangan, saran dan nasehat kepada Dewan Pimpinan Pusat,
Dewan Pimpinan Wilayah dan dewan Pimpinan Cabang, dalam menjalankan dan mengendalikan segala
aktifitas organisasi.

Pasal 17

Dewan Penasehat dan Dewan Pembina merupakan badan yang bersifat kolektif dan bertugas memberikan
pengarahan, petunjuk, pertimbangan, saran dan nasehat kepada Dewan Pimpinan Pusat, Dewan Pimpinan
Wilayah dan Dewan Pimpinan Cabang LIDIK dalam menjalankan dan mengendalikan segala aktifitas
organisasi.

Pasal 18

Keputusan- keputusan atau saran-saran Dewan Penasehat dan Dewan Pembina diambil dalam satu rapat/
musyawarah dari anggota- anggota Dewan yang bersangktan sehingga mencerminkan cirri kolektif dari
Dewan.

BAB VI

PESERTA MUSYAWARAH DAN RAPAT- RAPAT

Pasal 19

MUSYAWARAH NASIONAL

1. Musyawarah Nasional dihadiri oleh:


a. Dewan Penasehat.
b. Dewan Pembina.
c. Dewan Pimpinan Pusat.

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 50
d. Dewan pimpinan daerah tingkat I
e. Dewan Pimpinan daerah Tingkat II
2. Rincian peserta musyawarah Nasional diatur oleh Dewan Pimpinan Pusat.
3. Musyawarah Nasional Luar biasa adalah sama sebagaimana dimaksud dalam ayat 1.
4. Pimpinan Musyawarah Nasional dipilih oleh dan dari Peserta.
5. Sebelum pimpinan musyawarah Nasional terpilih, Dewan Pimpinan Pusat bertindak sebagai pimpinan
sementara.

Pasal 20

RAPAT PARIPURNA

1. Rapat pimpinan paripurna dihadiri oleh:


a. Dewan Penasehat.
b. Dewan Pembina.
c. Dewan Pimpinan Pusat.
d. Unsur Dewan Pimpinan Daerah Tingkat I
2. Rincian peserta rapat pimpinan paripurna diatur oleh Dewan Pimpinan Pusat.
3. Pimpinan Musyawarah daerah Tingkat I dipilih dan dari peserta.
4. Sebelum pimpinan Musyawarah Daerah Tingkat I dipilih, Dewan Pimpinan Daerah Tingkat I sebagai
pimpinan sementara.

Pasal 21

MUSYAWARAH DAERAH TINGKAT I

1. Musyawarah Daerah Tingkat I dihadiri oleh:


a. Unsur Dewan Pimpinan Pusat.
b. Dewan Penasehat.
c. Dewan Pimpinan Daerah Tingkat I
d. Unsur dewan Penasehat.
e. Unsur Dewan Pimpinan daerah Tingkat II.
2. Rincian peserta Musyawarah Daerah Tingkat I diatur oleh pimpinan Dewan Pimpinan Tingkat I
3. Pimpinan musyawarah Daerah Tingkat I dipilih oleh dan dari peserta.
4. Sebelum pimpinan Musyawarah Daerah Tingkat I terpilih, Dewan Pimpinan daerah Tingkat I bertindak
sebaagai pimpinan sementara.

Pasal 22

MUSYAWARAH DAERAH TINGKAT II

1. Musyawarah Daerah Tingkat Ii dihadiri oleh:


a. Unsur Dewan Pimpinan daerah Tingkat I
b. Dewan Penasehat.

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 51
c. Dewan Pimpinan Daerah Tingkat II
d. Unsur dewan Penasehat.
e. Unsur Dewan Pimpinan daerah Tingkat II.
2. Rincian peserta Musyawarah Daerah Tingkat II diatur oleh pimpinan Dewan Pimpinan Tingkat II
3. Pimpinan musyawarah Daerah Tingkat II dipilih oleh dan dari peserta.
4. Sebelum pimpinan Musyawarah Daerah Tingkat II terpilih, Dewan Pimpinan daerah Tingkat II bertindak
sebaagai pimpinan sementara.

Pasal 23

MUSYAWARAH DAERAH TINGKAT KECAMATAN

1. Musyawarah daerah tingkat kecamatan dihadiri oleh:


a. Unsur Dewan Pimpinan kecamatan.
b. Dewan Penasehat.
c. Dewan Pimpinan Daerah Tingkat II
d. Unsur dewan Penasehat.
e. Unsur Dewan Pimpinan daerah Tingkat II.
2. Rincian peserta Musyawarah Daerah kecamatan diatur oleh pimpinan Dewan Pimpinan Tingkat
kecamatan.
3. Pimpinan musyawarah Daerah Tingkat kecamatan dipilih oleh dan dari peserta.
4. Sebelum pimpinan Musyawarah Daerah Tingkat kecamatanterpilih, Dewan Pimpinan daerah Tingkat
kecamatan bertindak sebaagai pimpinan sementara.

BAB VII

MUSYAWARAH DAN RAPAT- RAPAT

Pasal 24

Musyawarah terdiri dari:

1. Musyawarah Nasional:
a. Memegang kekuasaan tertinggi.
b. Menetapkan dan mengubah Anggaran Rumah tangga,
c. Menetapkan program organisasi.
d. Menilai pertanggung jawaban Dewan Pimpinan Pusat.
e. Memilih dan menetapkan Dewan Penasehat dan Pembina.
f. Menetapkan keputusan- keputusan lainnya.
g. Bersidang sekali dalam 5 (lima) tahun.
2. Msyawarah Nasional Luar Biasa (MUNASLUB)
a. Mempunyai wewenang dan kekuatan yang sama dengan musyawarah Nasional kecuali
merubah anggaran Rumah tangga.
b. Diadakan apabila organisasi dalam keadaan terancam.

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 52
c. Diadakan oleh Dewan Pimpinan Psat atas permintaan sekurang- kurangnya 2/3 ( Dua
pertiga) jumlah Dewan Pimpinan Tingkat I.
3. Musyawarah Kerja Nasional:
a. Mengevalasi dan mengadakan penilaian terhadap pelaksanaan program kerja sebelimnya,
dan menetapkan kebijakan yang akan dating sesuai dengan program umum organisasi.
b. Diadakan sekurang- kurangnya 2 (DUA)tahun sekali.
4. Musyawarah Daerah Tingkat I (Propinsi):
a. Musyawarah program kerja Dewan Pimpinan Daerah Tingkat I dalam program umum
organisasi.
b. Menilai pertanggung jawaban Dewan Pimpinan Daerah Tingkat I.
c. Menilai dan menetapkan Dewan Pimpinan daerah tIngkat I.
d. Memilih dan menetapkan Dewan Penasehat dan dewan Pembina.
e. Menetapkan keputusan- keputusan lainnya dalam dalam batas wewenangnya.
f. Bersidang sekali dalam 5 (lima) tahun.
5. Musyawarah Daerah Tingkat II (kabupaten/ Kota)
a. Musyawarah program kerja Dewan Pimpinan Daerah Tingkat II dalam program umum
organisasi.
b. Menilai pertanggung jawaban Dewan Pimpinan Daerah Tingkat II.
c. Menilai dan menetapkan Dewan Pimpinan daerah tIngkat II.
d. Memilih dan menetapkan Dewan Penasehat dan dewan Pembina.
e. Menetapkan keputusan- keputusan lainnya dalam dalam batas wewenangnya.
f. Bersidang sekali dalam 5 (lima) tahun.
6. Msyawarah Daerah Tingkat Kecamatan:
a. Musyawarah program kerja Dewan Pimpinan Daerah Tingkat kecamatan dalam program
umum organisasi.
b. Menilai pertanggung jawaban Dewan Pimpinan Daerah Tingkat kecamatan.
b. Menilai dan menetapkan Dewan Pimpinan daerah tIngkat kecamatan.
c. Memilih dan menetapkan Dewan Penasehat dan dewan Pembina.
d. Menetapkan keputusan- keputusan lainnya dalam dalam batas wewenangnya.
e. Bersidang sekali dalam 5 (lima) tahun.
7. musyawarah daerah Tingkat Desa/ Kelurahan:
Musyawarah dan Rapat- rapat Umum anggota serta rapat- rapat tingkat Desa/ Kelurahan,
ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Nasional dalam bentuk peraturan organisasi.

Pasal 25

RAPAT- RAPAT

Rapat- rapat terdiri:

1. Rapat Pimpinan paripurna:


a. Diadakan atas undangan Dewan Pimpinan Pusat.
b. Mengambil keputusan- keputusan yang diluar wewenang Musyawarah Nasional.

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 53
2. Rapat kerja nasional:
a. Berwenang mengadakan penilaian terhadap pelaksanaan program Dewan Pimpinan Daerah
Tingkat I dan menetapkan pelaksanaan selanjutnya.
b. Diadakan minimal sekali diantara 2 (dua) musyawarah nasional.
3. Rapat kerjan Daerah tingkat I
a. Berwenang mengadakan penilaian terhadap pelaksanaan program Dewan Pimpinan Daerah
Tingkat I dan menetapkan pelaksanaan selanjutnya.
b. Diadakan minimal sekali diantara 2 (dua) musyawarah Daerah Tingkat I
4. Rapat kerja daerah Tingkat II
a. Berwenang mengadakan penilaian terhadap pelaksanaan program Dewan Pimpinan Daerah
Tingkat II dan menetapkan pelaksanaan selanjutnya. Berwenang mengadakan penilaian
terhadap pelaksanaan program Dewan Pimpinan Daerah Tingkat II dan menetapkan
pelaksanaan selanjutnya.
b. Diadakan minimal sekali diantara 2 (dua) musyawarah daerah Tingkat II.
5. Rapat kerja Daerah Tingkat Kecamatan:
a. Berwenang mengadakan penilaian terhadap pelaksanaan program Dewan Pimpinan Daerah
Tingkat kecamatan dan menetapkan pelaksanaan selanjutnya. Berwenang mengadakan
penilaian terhadap pelaksanaan program Dewan Pimpinan Daerah Tingkat Kecamatan dan
menetapkan pelaksanaan selanjutnya.
b. Diadakan minimal sekali diantara 2 (dua) musyawarah nasional

BAB VII

HAK BICARA DAN HAK BERSUARA

Pasal 26

Hak berbicara dan hak bersuara para peserta musyawarah dan rapat- rapat diatur sebagai berikut:

1. Hak berbicara pada dasarnya menjadi hak perorangan yang pengunaanya diatur dalam
peraturan organisasi.
2. Hak suara yang dipergunakan dalam pengambilan keputsan pada dasarnya dimiliki oleh
anggota/ peserta yang pengunaanya diatur dalam peraturan organisasi.

BAB VIII

SANKSI ORGANISASI DAN BERHENTINYA ANGGOTA

Pasal 27

Sanksi organisasi dapat diberikan kepada anggota dan pengurus apabila:

1. Yang bersangkutan telah nyata dan terbukti melakukan pelanggaran peraturan organisasi.
2. Terbukti menyalah gunakan hak milik organisasi.

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 54
3. Terbukti menyalah gunakan wewenang, dan atau melakukan perbuatan- perbuatan mencemarkan
nama baik organisasi.

Pasal 28

BENTUK- BENTUK SANKSI

1. Teguran lisan.
2. Teguran tertulis.
3. Skorsing.
4. Pemecatan.

Pasal 29

TEGURAN LISAN

Teguran lisan diberikan kepada anggota maupun pengurus yang terbukti telah merugikan kepentingan
organisasi, menyalahgunakan hak milik organisasi, serta menyalah gunakan wewenang dan atau perbuatan
yang menyemarkan nama baik dan kehormatan organisasi.

Pasal 30

TEGURAN TERTULIS

Teguran tertulis terhadap anggota maupun pengurus apabila telah diberikan teguran lisan sebanyak 2 (dua)
kali, tetapi tetap melakukan pelangaran.

Pasal 31

SKORSING

1. Tindakan skorsing terhadap anggota maupun pengurus dilakukan apabila telah mendapatkan teguran
tertulis sebanyak 2 (dua) tetapi tetap melakukan pelanggaran.
2. Tindakan skorsing secara langsung terhadap anggota maupun pengurus dapat dilakukan apabila
melakukan kesalahan berat sesuai kriteria yang ditentukan dalam rapat pengurus perwakilan pada
masing- masing tingkatan dan mendapat persetujuan Dewan Pimpinan Pusat.
3. Tindakan skorsing dilakukan berdasarkan hasil keputusan rapat pengurus perwakilan setelah mendapat
persetujuan Dewan Pimpinan Pusat.

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 55
Pasal 32

PEMECATAN

1. Tindakan pemecatan terhadap anggota mapun pengurus organisasi LIDIK sebagai peningkatan dari
skorsing karena secara menyakinkan terbukti telah melakukan kesalahan- kesaalahan berat yang
dapat merusak sendi- sendi kehidupan organisasi.
2. Tindakan pemecatan terhadap anggota maupun pengurus dilakukan oleh Dewan Pimpinan Pusat,
melalui rapat pleno Dewan Pimpinan Pusat atas dasar permintaan pengurus dimasing- masing
tingkatan.

Pasal 33

MEKANISME PEMBERIAN SANKSI

1. Bagi pengurus harian LIDIK dilakukan oleh pengurus pusat berdasarkan rapat pleno pengurus pusat.
2. Bagi pengurus perwakilan dilakukan oleh pengurus pusat berdasarkan rapat plenopengurus perwakilan.

Pasal 34

PEMBERHENTIAN ANGGOTA

Anggota berhenti karena:

1. Atas permintaan sendiri.


2. Meninggal dunia.
3. Diberhentikan dengan keputusan pengurus harian pusat atau yang setingkat dibawahnya
sebagaimana diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

KEUANGAN

Pasal 35

Keuangan organisasi bersumber dan diatr sebagai berikut:

1. Iuran anggota yang pelaksanaanya diatur dalam peraturan organisasi.


2. Hal- hal yang menyangkut pemasukan dan pengeluaran keuangan dari dan untuk organisasi wajib
dipertanggung jawabkan dalam forum- forum yang akan ditentukan dalam peraturan organisasi.
3. Khusus dalam penyelengaraan musyawarah Nasional, musyawarah daerah tingkat I/II, semua
pemasukan dan pengeluaran harus dipertanggung jawabkan oleh masing- masing Tingkat
Pimpinan.
4. Pengaturan mengenai pemasukan dan pengeluaran keuangan diatur melalui surat keputusan
Dewan Pimpinan Pusat.

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 56
BAB IX

PENYEMPURNAAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

Pasal 36

Penyemprnaan Anggaran Rumah Tangga dapat dilakukan oleh Rapat Dewan Pimpinan Pusat yang khusus
membicarakan hal tersebut, yang selanjutnya dipertanggung jawabkan kepada Musyawarah Nasional.

BAB X

PENUTUP

Pasal 37

1. Hal- hal yang belum ditetapkan dalam anggaran rumah tangga ini diatur dalam peraturan organisasi
oleh Dewan Pimpinan Pusat.
2. Anggaran Rumah Tangga ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan oleh Dewan Pendiri.

BAB XI

KETENTUAN TAMBAHAN

Pasal 38

Sebelum munas pertama BIDIK terlaksana, untuk kepentingan pembentukan dan konsolidasi LIDIK
pengesahan anggaran rumah tangga organisasi ini dilakukan oleh Rapat pendiri, Anggaran Rumah Tangga
ini mulai berlaku Tanggal 20 Mei 2012

Ditetapkan di : Bandung
Pada tanggal : 2 Mei 2012

RAPAT DEWAN PENDIRI

Lembaga Investigas dan Informasi Kemasyarakatan

( LIDIK )

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 57
SURAT KEPUTUSAN
RAPAT PARIPURNA LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT
LEMBAGA INVESTIGASI DAN INFORMASI KEMASYARAKATAN
Nomor : 004.09.00.PARIPURNA.1213
Tentang
PENGESAHAN PERATURAN ORGANISASI
ADMINITRASI KESEKRETARIATAN DAN KEANGGOTAAN LSM - LIDIK

Rapat Paripurna Dewan Pimpinan Pusat LSM LIDIK


Menimbang : 1. Bahwa perkembangan organisasi LSM LIDIK di seluruh Indonesia telah
meningkat untuk itu perlu diimbangi dengan peningkatan pelayanan
terhadap anggota dan calon anggota sehingga mereka merasa memiliki
LSM LIDIK sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupannya yang
pada akhirnya diharap kan partisipasi mereka akan meningkat pula dalam
mendukung program organisasi LSM LIDIK;
2. Bahwa Penyelenggaraan Administrasi Organisasi LSM LIDIK secara tertib
dan benar akan menjamin terselenggaranya penataan organisasi untuk
mendukung program kerja.
3. Bahwa untuk mewujudkan ketertiban Administrasi Kesekretariatan dan
Keanggotaan yang berlaku di seluruh Indonesia dipandang perlu disahkan
dengan Surat Keputusan ;
Mengingat : 1. UU Nomor 8 Tahun 1985 tentang ORGANISASI KEMASYARAKATAN;
2. PP 18 Tahun 1986 tentang Pelaksanaan UU Nomor 8 Tahun 1985 tentang
ORGANISASI KEMASYARAKATAN Pasal 2;
3. Anggaran Dasar LSM LEMBAGA INVESTIGASI DAN INFORMASI
KEMASYARAKATAN (LIDIK) sesuai dengan Akte Notaris Dr. NETTY
SONGTIAR RISMAULY NAIBORHU, SH., M.Hum di Bandung No. 1
tanggal 01 Juni 2012;
4. Surat Keputusan Dewan Pendiri No.01.09.DEWANPENDIRI.0512 Tentang
Pemberian Mandat Sebagai Ketua Umum, Sekretaris Jenderal dan
Bendahara Umum.
5. Surat Keputusan Dewan Pengurus Pusat No.01.09.00.0512 Tentang
Pengurus Dewan Pimpinan Pusat ( LSM-LIDIK )
6. Hasil pembahasan Materi Rapat Paripurna Dewan Pimpinan Pusat LSM
LIDIK tentang Administrasi Kesekretariatan dan Keanggotaan LSM - LIDIK ;

Memperhatikan :

MEMUTUSKAN
Menetapkan : PERATURAN ORGANISASI ADMINITRASI KESEKRETARIATAN DAN
KEANGGOTAAN LSM - LIDIK

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 58
Pertama : Mengesahkan dan menetapkan Tata cara Administrasi Kesekretariatan dan
Keanggotaan LSM LIDIK, sebagaimana terlampir bersama Surat Keputusan ini
dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Keputusan ini. ;

Kedua : Surat Keputusan ini akan di ajukan kepada pengurus Dewan Pimpinan Pusat
LSM LIDIK agar disosialisasikan sesuai dengan hirarkinya dan untuk
dilaksanakan dalam menjalankan roda organisasi dan Program Kerja LSM LIDIK

Ketiga : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ke tentuan apabila
dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam penetapannya, akan diperbaiki di
Munas/Rakernas LSM LIDIK ;

DITETAPKAN DI : BANDUNG
PADA TANGGAL : 8 DESEMBER 2013

PIMPINAN RAPAT PARIPURNA LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT


LEMBAGA INVESTIGASI DAN INFORMASI KEMASYARAKATAN

Ketua, Sekretaris, Anggota,

( ESROM, S.H ) ( KORNELIUS SRIYANTO ) ( ATANG JUARSHA )


NIA : 01.12.000002 NIA : 01.12.000010 NIA : 01.13.000222

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 59
PO. Nomor : 004.09.00.PARIPURNA.1213
Tentang
PEDOMAN PELAKSANAAN
ADMINITRASI KESEKRETARIATAN DAN KEANGGOTAAN
LEMBAGA INVESTIGASI DAN INFORMASI KEMASYARAKATAN

BAB I

TATA CARA PENGAJUAN DAN PENERBITAN KTA


1. PERSYARATAN ADMINISTRASI

1.1. Warga Negara Indonesia.


1.2. Umur serendah-rendahnya 17 tahun.
1.3. Bertempat tinggal di Indonesia.
1.4. Berkelakuan baik.
1.5. Mengisi formulir Kesediaan Anggota dan Permohonan KTA LSM LIDIK

2. PERSYARATAN UMUM

2.1. SKCK 1 lembar


2.2. Fotocopy KTP 2 lembar
2.3. Pasfoto 2 x 3 6 lembar
2.4. Materai Rp. 6.000 2 lembar
2.5. Biaya Adminitrasi
2.6. Biaya Cetak KTA

3. PENERBITAN KTA

3.1. KTA LSM LIDIK diterbitkan oleh Dewan Pimpinan Pusat dan ditandatangani oleh Ketua Umum.
3.2. Masa berlaku KTA LSM LIDIK adalah 1 (satu) tahun dan bisa diperpanjang kembali.
3.3. KTA diterbitkan setelah pemohon memenuhi persyaratan adminitrasi
3.4. Guna menunjang kontinuitas terbitnya Kartu Tanda Anggota, DPW secara berkala (sebulan sekali)
mengajukan permohonan KTA bagi Anggota baru dan/atau perpanjangan.
3.5. Untuk mendukung peningkatan pelayanan administrasi LSM LIDIK, Dewan Pimpinan Pusat akan
mempertimbangkan saran DPW, yang secara nyata dapat diterapkan secara khusus untuk DPW
tersebut.
3.6. Kententuan ini berlaku dan harus dipatuhi menjadi pedoman bagi Dewan Pimpinan LSM LIDIK
diseluruh Indonesia

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 60
4. PROSES PEMBERIAN NIA.

4.1. Berkas permohonan izin/keanggotaan yang diajukan DPW berupa berkas yang telah memenuhi
semua persyaratan yang telah ditetapkan dengan melalui seksi/biro/bidang dangan dicap institusi
masing-masing tingkatan LSM LIDIK
4.2. Setiap pengajuan berkas keanggotaan wajib disertai surat pengantar/ permohonan yang
ditandatangani oleh Ranting/PAC/DPC/DPW. Surat Pengantar tersebut dilampiri dengan Daftar
Pemohon meliputi : No.urut, nama lengkap, alamat, kode pos.
4.3. DPP akan mengadakan pengecekan pada setiap berkas yang masuk dan akan segera
mengembalikan ke DPW apabila ditemui berkas permohonan yang tidak memenuhi persyaratan
(berkas ajuan ditolak).
4.4. Pemberian alokasi NIA untuk setiap anggota LSM LIDIK akan diatur sepenuhnya oleh DPP, dalam
hal ini dengan memanfaatkan kemampuan Sistem terpadu.
4.5. Apabila ada persyaratan yang belum dipenuhi oleh pemohon KTA maka Sistem terpadu LSM
LIDIK akan menolak untuk proses selanjutnya, dan hal ini berakibat berkas tersebut akan
dikembalikan ke DPW untuk dilengkapi.
4.6. Pemberian Nomor Induk Anggota (NIA) juga akan diatur dan dilakukan oleh DPP dengan sistem
pengelompokan regional.
4.7. Angka yang terdapat pada NIA dengan ketentuan sebagai berikut:
4.8. Jumlah digit : 10 (sepuluh)
Cara penulisan : {XX} titik {XX} titik {XXXXXX}
Kode DPW : 2 (dua) digit pertama
Kode Tahun Masuk Anggota : 2 (dua) digit kedua
Nomor Urut anggota di tingkat DPP : 6 (enam) digit ketiga

5. SURAT KETERANGAN KEANGGOTAA SEMENTARA DAN TANDA TERIMA BERKAS

5.1. Tanda terima berkas Setiap berkas keanggotaan yang diterima oleh Ranting/PAC/DPC/DPW di
berikan tanda terima secara tertulis dan ditandatangani oleh Pengurus Ranting/PAC/DPC/DPW
atau petugas sekertariat yang ditunjuk untuk itu. Tanda terima dibuat dalam rangkap dua, satu
untuk yang menyerahkan dan satu untuk sekertariat/ penerima.
5.2. Masing-masing Ranting/PAC/DPC/DPW maupun DPP harus memiliki arsip keanggotaan untuk
disimpan sebagai arsip organisasi.
5.3. Surat Keterangan keanggota Semantara di keluarkan oleh DPW dan ditandatangani oleh Ketua
dan Sekretaris DPW, setelah permohonan memenuhi segala persyaratan yang telah ditetapkan
dan telah diproses.
5.4. Surat keterangan keanggotaan sementara berlaku selama 3 (tiga) bulan dan dapat diperpanjang
dengan jangka waktu 2 (dua) bulan, sambil menunggu proses penyelesaian KTA dilakukan di DPP.
5.5. Perpanjangan surat keterangan dapat didelegasikan kepada Ketua/Sekretaris DPW.

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 61
FORMULIR PERMOHONAN KTA

No : ................................................

Lampiran : ................................................

Perihal : ................................................ Kepada


Yth. Dewan Pimpinan LSM LIDIK Pusat
Jl. Tikukur, No.02 Bandung,
Jawa Barat

Yang bertanda tangan di bawah ini :

a. Nama lengkap : .
b. Jenis Kelamin : Pria / Wanita (*)
c. Tempat / Tanggal Lahir : .
d. Pekerjaan : .
e. Alamat tempat tinggal : .
.
Dengan ini mengajukan permohonan KTA:

1. Kartu Tanda Anggota ( KTA ), atas dasar :


a. Baru
b. Perpanjangan
c. Penggantian/Pembaharuan
d. Mutasi (*)
sesuai dengan : KTA lama (*)
Nomor . Tanggal ..
2. Untuk bahan pertimbangan dilampirkan :
a. Copy KTP / Tanda Pengenal
b. SKCK
c. Copy / asli KTA
d. Photo 2 x 3 Cm sebanyak 4 lembar
e. Surat Pernyataan kesediaan menjadi Anggota LSM LIDIK

Dibuat di :

Pada tanggal : ...

( ...................................... )

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 62
FORMULIR KESEDIAAN ANGGOTA

No : ................................................
Lampiran : ................................................
Perihal : ................................................ Kepada
Yth. Dewan Pimpinan LSM LIDIK Pusat
Jl. Tikukur, No.02 Bandung,
Jawa Barat

Yang bertanda tangan dibawah ini :

a. Nama Lengkap : ............................................................................


b. Jenis Kelamin : Pria / Wanita (*)
c. Tempat / Tanggal Lahir :
................................................................................................................................
d. A l a m a t :
............................................................................................................................. ...
....................................................................................Kode Pos.........................

e. T e l e p o n : (...........) .............................................................

1. Dengan ini menyatakan dengan sebenarnya bahwa saya secara sukarela bersedia menjadi anggota LSM
LIDIK ( Lembaga Investigasi Dan Informasi Kemasyarakatan ) dan akan mematuhi ketentuan Pemerintah
serta ketentuan Organisasi yang berlaku. Oleh karenanya saya bersedia mendapat sanksi dari
Pemerintah maupun Organisasi bila dikemudian hari saya melanggar ketentuan tersebut.
2. Menyampaikan permohonan Kartu Tanda Anggota Lembaga Investigasi Dan Informasi Kemasyarakatan
a. Ijin Baru b. Perpanjangan c. Penggantian/Pembaharuan d. Mutasi *)

( Diisi oleh Pengurus DPW )

Permohonan : Disetujui / Tidak Disetujui


Dibuat di : Karena :
...................................................................
Pada tanggal : ...
..........................................................................
Pemohon
..........................................................................
..............., .....................20......

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah


Materai
Provinsi ........................
Rp.6000
( ...................................... )

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 63
BAB II
LAPORAN BERKALA DAN KEGIATAN

1. PENDAHULUAN
1.1 Untuk memudahkan penyelenggaraan Laporan Berkala organisasi, diperlukan suatu alat bantu
yang cocok untuk membuat system yang mudah dan dapat dipahami oleh semua Pimpinan LIDIK
Ranting/PAC/DPC/DPW.
1.2 Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota LIDIK bersama-sama masyarakat, peran serta
dalam kegiatan instansi setempat, maupun Bantuan Kamtibmas, perlu didukung dengan adanya
laporan-laporan yang akurat sehingga disamping akan mendapatkan kepuasan dalam
pelaksanaan suatu kegiatan, dokumentasi organisasi tertata dengan benar, serta dapat digunakan
sebagai bahan telaah dan perencanaan kegiatan LIDIK secara nasional.

2. PETUNJUK DAN PELAKSANAAN

2.1 LAPORAN BERKALA


Laporan berkala hendaknya dibuat oleh Dewan Pimpinan LIDIK dari tingkatan bawah keatas
menurut tingkatannya dan diharapkan dalam waktu 6 bulan sekali setiap jenjang
kepemimpinan harus membuat laporan berkala.

Isi dari Laporan berkala itu antara lain :

- Pendahuluan
- Laporan Jumlah Anggota : ........................ Orang
- Anggota yang masih berlaku : ........................ Orang
- Anggota yang kadaluarsa : ........................ Orang
- Anggota yang dalam proses perpanjangan : ........................ Orang
- Anggota Baru : ........................ Orang
- Calon anggota Baru : ........................ Orang
- Total : ........................ Orang
Kendala-kendala yang dihadapi
Format pelaporan, terlampir.

2.2 LAPORAN KEGIATAN


2.2.1 Laporan Kegiatan merupakan laporan kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota LSM
LIDIK dimanapun berada yang diadakan oleh Dewan Pimpinan dan anggota serta Dinas
terkait.
2.2.2 Laporan Kegiatan ini dibuat secara berjenjang menurut tingkatannya dari tingkat Ranting
sampai ke DPP dalam kurun waktu 6 (enam) bulan sekali.
2.2.3 Laporan Kegiatan ini berisi kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota LSM
LIDIK, atau LSM LIDIK ikut serta berpartisipasi, termasuk jumlah peserta, dana untuk
menunjang jalannya kegiatan, isi dari laporan itu dibuat dengan singkat dan padat.

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 64
Laporan kegiatan, berisi :
Pendahuluan
Laporan Kegiatan Kemasyarakatan
Kegiatan sosialisasi dan kaderisasi
Kegiatan Partisipasi
Operasi-operasi SAR
Dll
Laporan Bantuan Bencana Alam
Laporan Kegiatan bantuan terhadap Masyarakat yang membutuhkan

Format pelaporan, terlampir.

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 65
LEMBAGA INVESTIGASI DAN INFORMASI KEMASYARAKATAN

DPW / DPC / PAC / RANTING

LAPORAN BERKALA

1. PENDAHULUAN
Isi tergantung improvisasi dari Dewan Pimpinan LSM LIDIK yang melaporkan
JUMLAH ANGGOTA
- Pendahuluan
- Laporan Jumlah Anggota : ........................ Orang
- Anggota yang masih berlaku : ........................ Orang
- Anggota yang kadaluarsa : ........................ Orang
- Anggota yang dalam proses perpanjangan : ........................ Orang
- Anggota Baru : ........................ Orang
- Calon anggota Baru : ........................ Orang
- Total : ........................ Orang
2. KEBERHASILAN YANG DIPEROLEH
Tulis sesuai dengan kondisi yang dialami oleh anggota, Dewan Pimpinan LSM LIDIK

3. KENDALA-KENDALA YANG DIHADAPI


Tulis sesuai dengan kondisi yang dialami oleh anggota, Dewan Pimpinan LSM LIDIK secara singkat
dan padat

4. LAPORAN KEKUANGAN
Setiap institusi wajib melaporkan keuangan yang ada

5. LAMPIRAN
Lampiran-lampiran yang dierlukan untuk membackup laporan yang diperlukan

Dibuat di : ..

Tanggal : ..

Dibuat rangkap

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 66
LEMBAGA INVESTIGASI DAN INFORMASI
KEMASYARAKATAN
DPW / DPC / PAC / RANTING

LAPORAN KEGIATAN

1. PENDAHULUAN

Isi tergantung improvisasi dari Dewan Pimpinan LSM LIDIK yang melaporkan

2. LAPORAN BANTUAN SOSIAL

Kegiatan Olah Raga

Kepramukaan

Operasi-operasi SAR

(coret yang tidak perlu)

3. LAPORAN BANTUAN SOSIAL

Bencana Alam

Laporan Kegiatan Bantuan Terhadap Masyarakat Yang Membutuhkan

(coret yang tidak perlu)

4. ISI LAPORAN

Isi sesuai dengan Kegiatan yang dilakukan oleh anggota dan Dewan Pimpinan LSM LIDIK secara
singkat dan padat

5. SUMBER DANA

Isi sesuai dengan Kegiatan yang dilakukan oleh anggota dan Dewan Pimpinan LSM LIDIK

6. LAMPIRAN-LAMPIRAN

Lampiran-lampiran yang diperlukan untuk membackup laporan yang diperlu kan

Dibuat di : ..

Tanggal : ..

Dibuat rangkap

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 67
BAB III
PEDOMAN ADMINISTRASI

1. TATA ADMINISTRASI SURAT MENYURAT

1.1. PENDAHULUAN
Surat mempunyai peranan penting dalam kehidupan organisasi. Surat tidak saja berperan sebagai
sarana komunikasi tertulis, bahkan sering berfungsi sebagai Duta Organisasi.
Sebagai upaya mewujudkan Tertib Administrasi, adalah menjadi kewajiban Dewan Pimpinan Pusat
LSM LIDIK untuk menerbitkan Pedoman Administrasi, yang berlaku secara nasional, sehingga dapat
terbina keseraga man bentuk naskah tata persuratan yang mampu mendukung kelancaran tugas
organisasi.

1.2. TATA LAKSANA SURAT ORGANISASI


Surat resmi organisasi harus dilengkapi dengan Nomor Surat yang selalu di catat dengan teratur
dalam Agenda surat. Untuk keperluan pemberian nomor surat, perlu ditata Kodifikasi surat dengan
maksud agar penataan file Arsip lebih praktis dan memudahkan pencarian file-nya bila sewaktu-waktu
dibutuhkan.
Kodifikasi surat organisasi LSM LIDIK terdiri dari empat komponen yakni :
o nomor urut surat keluar dalam jangka waktu satu tahun,
o kode klasifikasi / jenis surat,
o kode lokasi organisasi (DPP, DPW, DPC, PAC dan RANTING),
o bulan dan tahun penerbitannya.
Contoh : No : 001/07/00-DPP/1213 ( 001=No Surat, 07=Kode Surat, 00-DPP = Kode DPP, 1213=Bulan
Tahun )

1.3. NOMOR URUT SURAT


Terdiri atas 3 karakter/digit (001,dst).
Tahun Takwim dimulai tanggal 01 Januari s.d 31 Desember
Setiap tahun dimulai dengan menggunakan nomor urut 01, dst.

1.4. NOMOR KODE KLASIFIKASI


Disusun sesuai dengan pengelompokan golongan / masalahnya.
Nomor Klasifikasi surat terdiri atas dua digit ( 00 ) terdiri atas :
01 : Umum
02 : Kegiatan
03 : Keanggotaan
04 : Keuangan dan Inventaris

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 68
05 : Instruksi/Surat tugas
06 : Pernyataan/Juklak/Jukop/Juknis
07 : Keterangan/Undangan/Pemberitahuan/Ucapan Selamat
08 : Kerjasama
09 : Keputusan
10 : Tanda Penghargaan

1.5. NOMOR KODE LOKASI


Kode Lokasi menunjukkan instansi pembuat surat
Kode lokasi DPP ataupun DPW, terdiri atas 2 digit (00)
Kode lokasi DPC, terdiri atas 4 digit (0000)
Kode lokasi PAC, terdiri atas 6 digit (000000)
Kode lokasi RANTING, terdiri atas 8 digit (00000000)

1.6. NOMOR KODE BULAN DAN TAHUN


KODE BULAN dan TAHUN sesuai dengan waktu pembuatan surat.
Kode Bulan dan Tahun terdiri atas 4 digit dengan ketentuan dua digit pertama
menunjukkan Bulan, dan dua digit berikutnya menunjukkan Tahun.
Nama bulan ditulis dengan menggunakan angka yang lazim digunakan, misalnya :
Januari = 01, Desember = 12 dst.
Contoh : Mei 2013, maka ditulis 0513 dan
Desember 2013, ditulis 1213 dst.

1.7. RINCIAN KODE LOKASI


Kode lokasi DPP dan DPW, terdiri atas 2 digit.

00 : Pusat DPP
01 : Wilayah DPW 01 Jawa Barat
02 : Wilayah DPW 02 Kalimantan Selatan
03 : Wilayah DPW 03 Kalimantan Timur
04 : Wilayah DPW 04 Jawa Tengah
05 : Wilayah DPW 05 Lampung
06 : Wilayah DPW 06 Sulawesi Utara
07 : Wilayah DPW 07 Bangka Belitung
08 : Wilayah DPW 08 Papua
dst : Wilayah DPW dst dst

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 69
Kode Lokasi DPC, terdiri atas 4 digit (0000) dimana dua digit pertama menunjukkan Kode DPW,
dan dua digit berikutnya menunjukkan Kode DPC.
Kode DPC, ditata oleh DPW yang bersangkutan.
Kode PAC, terdiri atas 6 digit (000000) dimana dua digit pertama menunjukkan Kode DPW, dua
digit berikutnya menunjukkan Kode DPC, dua digit terakhir menunjukkan Kode PAC
Kode PAC, ditata oleh DPC dan disesuaikan dengan urutan terbentuknya kepengurusan PAC yang
bersangkutan.
Kode RANTING, terdiri atas 8 digit (00000000) dimana dua digit pertama menunjukkan Kode
DPW, dua digit berikutnya menunjukkan Kode DPC, dua digit berikutnya menunjukkan Kode PAC,
dua digit terakhir menunjukkan Kode RANTING
Kode RANTING, ditata oleh PAC dan disesuaikan dengan urutan terbentuknya kepengurusan
RANTING yang bersangkutan.
Penulisan kode RANTING berada dibelakang kode PAC, DPC dan DPW.
Contoh : 01/01/02/03-RAN/1213 dst.
Ranting 03 Cisaranten Kulon, PAC 02 Arcamanik, DPC 01 Bandung, DPW 01 Jawa Barat
Catatan :
Nama RANTING adalah sama dengan tingkat Kelurahannya Begitu juga PAC , DPC maupun
DPW, kecuali ada perubahan resmi.
Dengan alasan dan pertimbangan tertentu maka PAC dapat dibentuk dari beberapa Ranting
(lebih dari satu), untuk pemberian nama PAC hendaknya menyesuaikan.

1.8. PENULISAN NOMOR SURAT SECARA LENGKAP


Ditulis dengan cara :
(nomor urut surat) . (kode golongan/masalah surat) . [ (kode DPW) (DPC) (PAC} {RANTING} ].
{bulan dan tahun}.

Contoh 1 : Surat Keterangan dikeluarkan oleh DPW Jawa Barat : 001/07/01-DPW/1213


nomor urut surat 001
kode golongan/masalah surat 07
kode DPW 01-DPW
bulan dan tahun 1213

Contoh 2 : Surat tugas dikeluarkan oleh DPC Bandung : 011/05/01/01-DPC/ 1213


nomor urut surat 011
kode golongan/masalah surat 05
kode DPC Bandung dalam surat 01/01-DPC
bulan dan tahun 1213

Contoh 3 : Surat kegiatan yang dikeluarkan oleh PAC Arcamanik DPC Kota Bandung DPW Barat :
012/02/01/01/01-PAC/1213

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 70
nomor urut surat 012
kode golongan/masalah surat 02
kode PAC Arcamanik dalam surat 01/01/01-PAC
bulan dan tahun 1213
Contoh 4 : Surat kegiatan yang dikeluarkan oleh Ranting Cisaranten Kulon, Arcamanik, Kota Bandung
. Jawa Barat : 012/02/01/01/01-RAN/1213
nomor urut surat 012
kode golongan/masalah surat 02
kode Ranting Cisaranten Kulon Arcamanik dalam surat 01/01/01-RAN
bulan dan tahun 1213

1.9. KODE ARSIP SURAT MASUK


Setiap surat masuk perlu dicatat di buku induk surat masuk, selanjutnya di pisahkan penyimpanannya
sesuai dengan kepenting an agar mudah mencari kembali apabila surat tersebut diperlukan. Untuk itu
dipandang perlu diberikan kode nomor agar lebih memudahkan didalam pengelompokannya. Kode
nomor dimaksud dapat dikembangkan lagi sesuai dengan keperluan masing-masing.

01 : Produk hukum (Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Keputusan,


Instruksi dan sejenisnya, pengembangan kode misalnya :
Pemerintah
DPP
DPW
DPC
PAC
RANTING
Kepolisian
Korem/Kodim dst.
02 : Organisasi ( Tata kerja, Prosedur/proses pembentukan kepengurusan dan
sejenisnya )
03 : Personalia (Data anggota/keanggotaan, Data Pengurus, dan sejenisnya
04 : Pembinaan, Pendidikan dan Pengembangan ( Data peserta Santiaji, Pela
tihan, Ketrampilan anggota, Pembi naan dan Pengembangan Anggota
maupun organisasi dan sejenisnya)
05 : Hubungan Masyarakat (Publikasi, Penerangan, kerja sama dan yang
sejenisnya)
06 : Teknik (Informasi teknik, gangguan dan sejenisnya)
07 : Monitoring (Pemantauan frekuensi, pengaduan 10-14 dan sejenisnya)
08 : Operasi (Pengawasan, Penertiban, Bankom dan sejenisnya)
09 : Keanggotaan ( Pengiriman/ pengusulan berkas, prosedur/ proses

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 71
pengajuan, penyerahan, KTA dan sejenisnya)
10 : Keuangan ( Penyusunan Anggaran, Pertanggung Jawaban Anggaran,
Laporan Keuangan, Usaha Dana dan sejenisnya )
11 : Umum ( Undangan, Pemberitahuan, Ucapan Selamat dan sejenisnya )
12 : Sertifikat, Piagam Penghargaan

1.10. KETENTUAN TAMBAHAN

Setiap surat yang dikeluarkan ditanda tangani oleh Ketua dan/atau Sekretaris atau yang diserahi
tugas untuk itu dan surat tersebut harus dicap sesuai dengan kepentingannya.

BAB IV
KEPALA (KOP) SURAT, AMPLOP DAN BENTUK SURAT SERTA WEWENANG PENANDATANGAN
SURAT.

1. KEPALA SURAT

1.1. Untuk Dewan Pimpinan Ranting/PAC/DPC/DPW dan DPP


Kepala surat, amplop harus menggunakan logo LSM LIDIK disebelah kiri.
1.2. Keterangan kepala surat/amplop :
Huruf Kop Atas ( header ) memakai font Arial Black, untuk font dan ukuran tulisan surat
bebas menyesuaikan.dengan arti jelas dan mudah dibaca maupun dimengerti.
Ukuran kertas dapat A4 atau Folio, disarankan memakai ukuran kertas A4 (297 x 210 mm)
yang merupakan standarmetric yang sesuai dengan standar Indonesia.
Ukuran amplop disesuaikan.

2. BENTUK SURAT

2.1. Surat Keputusan


2.2. Kepala Surat terdiri atas :
2.3. Kalimat :

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 72
SURAT KEPUTUSAN
DEWAN PIMPINAN LEMBAGA INVESTIGASI DAN INFORMASI KEMASYARAKATAN
DPP/DPW/DPC/PAC/RANTING

Nomor surat :
Kata : tentang
Judul keputusan :
Sebutan : DEWAN PIMPINAN .

2.3.1. Menimmbang
Memuat pertimbangan, motivasi serta tujuan yang ingin dicapai.
2.3.2. Mengingat
Berisi landasan hukum yang digunakan sebagai dasar penetapan keputusan.
Dasar hukum ini harus disusun menurut hirarki peraturan/perundangan dan ketentuan
organisasi, dengan memperhatikan urutan dan bobotnya.
2.3.3. Memperhatikan
Untuk lebih memperkuat dasar hukumnya, perlu dilengkapi dengan Hasil Musyawarah atau
Rapat intern, atas terbitnya Surat Keputusan ini.
2.3.4. Isi keputusan :
dapat dirumuskan dalam bentuk : amar per amar ( diktum per dikum )
2.3.5. Kaki naskah surat keputusan memuat :
Tempat dikeluarkannya keputusan tersebut (sebelah kanan)
Tanggal penetapan keputusan (sebelah kanan)
diberi garis bawah
Sebutan

DEWAN PIMPINAN
LEMBAGA INVESTIGASI DAN INFORMASI KEMASYARAKATAN
DPP/DPW/DPC/PAC/RANTING ..

Pada baris yang sejajar, sebelah kiri tertera Ketua


sebelah kanan Sekretaris
Diberi jarak untuk tandatangan
Nama jelas Ketua dan Sekretaris
diberi garis bawah
Tulis NIA Ketua dan Sekretaris
Tembusan :
o Instansi terkait

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 73
o Dewan Pimpinan Pusat
o Petikan/Copy Surat Keputusan ini disampaikan kepada yang bersangkutan untuk
dilaksanakan sebagaimana mestinya,
o Arsip

3. INSTRUKSI DAN SURAT TUGAS


Naskah organisasi yang berisi perintah dan cara pelaksanaan suatu keputusan Pengurus atau
peraturan perundang-undangan, ketentuan organisasi, penentuan kebijakan, atau pemecahan
masalah.

4. KEPALA NASKAH terdiri atas :

4.1. Kata / judul naskah: INSTRUKSI atau SURAT TUGAS


4.2. Nomor Instruksi/Surat Tugas :
4.3. Kata : DARI (diisi Pejabat yang mengeluarkan Instruksi)
4.4. Kata : KEPADA (diisi Pejabat yang menerima Instruksi)
4.5 Sebutan : PENGURUS DPW .

4.6 BATANG TUBUH NASKAH INSTRUKSI, memuat


4.7 Pertimbangan seperlunya ;
4.8 Materi yang diinstruksikan, disusun butir per butir ;

4.9 KAKI NASKAH, memuat


4.10. Tempat dikeluarkannya Instruksi
4.11. Tanggal penetapan instruksi
4.12. Diberi garis bawah
Sebutan

DEWAN PIMPINAN
LEMBAGA INVESTIGASI DAN INFORMASI KEMASYARAKATAN
DPP/DPW/DPC/PAC/RANTING ..

4.13. Nama jelas Ketua / Wakil Ketua / Sekretaris


4.14. Diberi jarak untuk tandatangan
4.15. diberi garis bawah
4.16. NIA penandatangan Instruksi
Secara prinsip sama dengan bentuk/format surat keputusan, kecuali pada bagian Penutup :
DIKELUARKAN DI : _____dst._____

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 74
5. NASKAH PENGUMUMAN / PERNYATAAN / EDARAN
Merupakan Naskah organisasi yang berisi pemberitahuan yang sifatnya UMUM.
Dibuat sesuai dengan kebutuhan dan tetap mengacu pada peraturan yang berlaku.
Bentuk dan Susunan Naskah :

5.1. KEPALA NASKAH memuat


o Kata : PENGUMUMAN / PERNYATAAN
o Nomor
o Kata : tentang
o Judul Pengumuman

5.2. BATANG TUBUH NASKAH memuat :


o Pemberitahuan tertulis yang bersifat UMUM.
5.3. KAKI NASKAH
o Tempat dikeluarkannya Pengumuman.
o Tanggal pengeluaran Pengumuman.
o Digaris bawahi

DEWAN PIMPINAN
LEMBAGA INVESTIGASI DAN INFORMASI KEMASYARAKATAN
DPP/DPW/DPC/PAC/RANTING ..

o Ketua / Wakil Ketua / Sekretaris


o Diberi jarak untuk tandatangan
o Nama jelas Ketua / Wakil Ketua / Sekretaris
o Diberi garis bawah
o NIA penandatangan.
o Tembusan
o Instansi terkait
o Dewan Pimpinan Pusat
o Petikan/Copy Surat Keputusan ini disampaikan kepada yang
bersangkutan untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya,
o Arsip

5.3. NASKAH KETERANGAN/UNDANGAN/PEMBERITAHUAN/UCAPAN


SELAMAT

Merupakan pernyataan sebagai tanda bukti kebenaran akan sesuatu masalah, termasuk surat
keterangan pelaksanaan tugas/ kegiatan.

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 75
Bentuk dan susunan Naskah

5.4. KEPALA NASKAH memuat :


o Kata : SURAT KETERANGAN
o diberi garis bawah
o Nomor :
5.5. BATANG TUBUH NASKAH memuat :
o Nama dan Jabatan yang mengeluarkan keterangan
o Nama, Tempat/tgl. Lahir, Nia, Jabatan, Alamat dan Identitas
lain (sesuai keperluannya).
o Maksud
o Kalimat Penutup

5.6. KAKI NASKAH memuat :


o Tempat dikeluarkannya Pengumuman.
o Tanggal pengeluaran Pengumuman.

DEWAN PIMPINAN
LEMBAGA INVESTIGASI DAN INFORMASI KEMASYARAKATAN
DPP/DPW/DPC/PAC/RANTING ..

o Ketua / Wakil Ketua / Sekretaris


o Diberi jarak untuk tandatangan
o Nama jelas Ketua / Wakil Ketua / Sekretaris
o diberi garis bawah
o NIA penandatangan.

5.7. FORMAT NASKAH SURAT secara umum


Naskah organisasi untuk menyampaikan berita secara tertulis dan dituju kan kepada pihak tertentu
yang antara lain berisi pemberi tahuan, pernya taan, permintaan, pertanyaan, jawaban, anjuran,
laporan dan sebagainya.
Bentuk dan susunan naskah :
5.8. KEPALA NASKAH memuat
o Tempat, tanggal-bulan-tahun
o Kata : Kepada Yth.
o Nomor :
o Lampiran :
o Perihal :

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 76
5.9. BATANG TUBUH NASKAH memuat :
o Pendahuluan
o Isi pokok - batang tubuh
o Penutup

5.10. KAKI NASKAH

DEWAN PIMPINAN
LEMBAGA INVESTIGASI DAN INFORMASI KEMASYARAKATAN
DPP/DPW/DPC/PAC/RANTING ..

o Ketua / Wakil Ketua / Sekretaris


o Diberi jarak untuk tandatangan
o Nama jelas Ketua / Wakil Ketua / Sekretaris
o diberi garis bawah
o NIA penandatangan.
o Tembusan :
o Instansi terkait
o Dewan Pimpinan Pusat
o Petikan/Copy Surat Keputusan ini disampaikan kepada yang bersangkutan untuk
dilaksanakan sebagaimana mestinya,
o Arsip

6. KLASIFIKASI DAN SIFAT SURAT

Dalam setiap surat dapat pula dicantumkan klasifikasi maupun sifat surat, pencantuman dapat salah
satu atau keduanya, dan hal ini disesuaikan dengan kebutuhan serta kepentingan surat tersebut.
Format sebagai berikut
Nomor :
Lamp. :
Perihal :
Klasifikasi :
Sifat :

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 77
7. RADIOGRAM

Secara umum, Radiogram adalah berita yang disampaikan melalui sarana telekomunikasi, misalnya,
frekuensi, facximile, Telegram, Telex, dsb.
Format sebagai berikut
Asal :
Nomor :
Kepada :
Perihal :
ISI BERITA

AAA ________________________________________________________
BBB _________________________dst_____________________________

Penanggung jawab berita :____(nama Jelas)_____ NIA ..__.___


Jabatan : _______________________
Tanggal kirim : _________________
Jam ( 10-36 ) : ___.___ Wib.
Dikirim oleh : _________________

Penyambung berita / repeater : ____(nama jelas)______ /NIA .__.___

7. PIAGAM / SERTIFIKAT

Dengan ukuran kertas A4, B5, dengan posisi secara potrait maupun land scape. Format
Piagam/Sertifikat disesuaikan dengan kebutuhan.

8. WEWENANG PENANDATANGANAN SURAT

Penetapan wewenang penandatangan surat organisasi pada dasarnya dilakukan oleh Ketua Umum /
Ketua dan tidak tertutup kemungkinannya didelegasikan kepada yang ditunjuk sesuai dengan fungsi
dan tugasnya.
Ketua Umum / Ketua, Sekretaris Jenderal / Sekretaris bersama-sama menanda tangani Surat
Keputusan yang ditetapkan oleh Pengurus dan Surat-surat keluar ( instansi Pemerintah dan
Organisasi lain )

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 78
10. BENTUK CAP/STEMPEL SURAT ORGANISASI

Disesuaikan Intitusi Kepengurusannya

RANTING/PAC/DPC/DPW

DPW, DPC, PAC Dan RANTING Disesuaikan

11. LAIN-LAIN

Hal-hal lain yang tidak terdapat dalam Petunjuk Pelaksanaan Tata Laksana Perijinan dan Administrasi
ini dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada, dengan tidak menyimpang terhadap
peraturan-peraturan yang berlaku dalam organisasi LSM LIDIK.

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 79
SURAT KEPUTUSAN
RAPAT PARIPURNA LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT
LEMBAGA INVESTIGASI DAN INFORMASI KEMASYARAKATAN
Nomor : 005.09.00.PARIPURNA.1213
Tentang
PENGESAHAN PERATURAN ORGANISASI
MUSYAWARAH DAN RAPAT - RAPAT LSM - LIDIK

Rapat Paripurna Dewan Pimpinan Pusat LSM LIDIK


Menimbang : 1. Bahwa perkembangan organisasi LSM LIDIK di seluruh Indonesia telah
meningkat untuk itu perlu diimbangi dengan peningkatan pelayanan
terhadap anggota dan calon anggota sehingga mereka merasa memiliki
LSM LIDIK sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupannya yang
pada akhirnya diharap kan partisipasi mereka akan meningkat pula dalam
mendukung program organisasi LSM LIDIK;
2. Bahwa dalam era globalisasi informasi serta era reformasi secara bertang
gung jawab, ketentuan penyelenggaraan dan tata tertib Musyawarah dan
Rapat Kerja organisasi, perlu ditata dengan baik sehingga hasilnya
bermanfaat untuk masa depan kehidupan organisasi;
3. Bahwa penyelenggaraan dan tata tertib Musyawarah dan Rapat - rapat
organisasi, perlu ditata dengan baik secara tertib dan benar akan
menjamin terselenggaranya penataan organisasi untuk mendukung
program kerja.
4. Bahwa untuk mewujudkan ketertiban dalam Musyawarah dan Rapat -
rapat organisasi di seluruh Indonesia dipandang perlu disahkannya
Peraturan Organisasi tentang Musyawarah Dan Rapat - rapat dengan
Surat Keputusan ;
Mengingat : 1. UU Nomor 8 Tahun 1985 tentang ORGANISASI KEMASYARAKATAN;
2. PP 18 Tahun 1986 tentang Pelaksanaan UU Nomor 8 Tahun 1985 tentang
ORGANISASI KEMASYARAKATAN Pasal 2;
3. Anggaran Dasar LSM LEMBAGA INVESTIGASI DAN INFORMASI
KEMASYARAKATAN (LIDIK) sesuai dengan Akte Notaris Dr. NETTY
SONGTIAR RISMAULY NAIBORHU, SH., M.Hum di Bandung No. 1
tanggal 01 Juni 2012;
4. Surat Keputusan Dewan Pendiri No.01.09.DEWANPENDIRI.0512 Tentang
Pemberian Mandat Sebagai Ketua Umum, Sekretaris Jenderal dan
Bendahara Umum.
5. Surat Keputusan Dewan Pengurus Pusat No.01.09.00.0512 Tentang
Pengurus Dewan Pimpinan Pusat ( LSM-LIDIK )
6. Hasil pembahasan Materi Rapat Paripurna Dewan Pimpinan Pusat LSM
Memperhatikan : LIDIK tentang Musyawarah Dan Rapat-Rapat LSM - LIDIK ;

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 80
MEMUTUSKAN
Menetapkan : PERATURAN ORGANISASI MUSYAWARAH DAN RAPAT - RAPAT
LSM - LIDIK

Pertama : Menyeragamkan Ketentuan Penyelenggaraan dan Pedoman Pelaksanaan Tata


Tertib Musyawarah dan Rapat - rapat organisasi LSM LIDIK, sebagaimana
terlampir bersama Surat Keputusan ini dan menjadi bagian yang tidak
terpisahkan dari Surat Keputusan ini. ;

Kedua : Surat Keputusan ini akan di ajukan kepada pengurus Dewan Pimpinan Pusat
LSM LIDIK agar disosialisasikan sesuai dengan hirarkinya dan untuk
dilaksanakan dalam menjalankan roda organisasi dan Program Kerja LSM LIDIK

Ketiga : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ke tentuan apabila
dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam penetapannya, akan diperbaiki di
Munas/Rakernas LSM LIDIK ;

DITETAPKAN DI : BANDUNG
PADA TANGGAL : 8 DESEMBER 2013

PIMPINAN RAPAT PARIPURNA LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT


LEMBAGA INVESTIGASI DAN INFORMASI KEMASYARAKATAN

Ketua, Sekretaris, Anggota,

( ESROM, S.H ) ( KORNELIUS SRIYANTO ) ( ATANG JUARSHA )


NIA : 01.12.000002 NIA : 01.12.000010 NIA : 01.13.000222

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 81
PO. Nomor : 005.09.00.PARIPURNA.1213
Tentang
PEDOMAN PELAKSANAAN
MUSYAWARAH DAN RAPAT KERJA
LEMBAGA INVESTIGASI DAN INFORMASI KEMASYARAKATAN

1. UMUM

Lembaga Investigasi Dan Informasi Kemasyarakatan adalah organisasi Lembaga Swadaya


Masyarakat yang merupa kan organisasi kontrol sosial kemasyarakatan
Perkembangan organisasi Lembaga Investigasi Dan Informasi Kemasyarakatan dewasa ini yang telah
merambah sampai tingkat provinsi, disamping patut disyukuri, juga menuntut tanggung jawab lebih
besar dari setiap aktivis dan fungsionaris untuk melaku kan penataan lebih lanjut sesuai dengan
tuntutan perkembangan era globalisasi informasi serta era reformasi secara bertanggung jawab.
Sesuai dengan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang mengamanatkan agar
menerbitkan peraturan organsasi LSM LIDIK untuk hal-hal yang belum tercantum/ terakomodir dalam
AD/ART.

2. MAKSUD DAN TUJUAN


Pedoman Pelaksanaan Musyawarah dan Rapat Kerja ini disusun untuk menjadi panduan
penyelenggaraan sehingga dapat terwujud keseragaman dan pada akhirnya dapat dicapai hasil
maksimal sebagai bagian dari upaya mewujudkan tujuan organisasi LSM LIDIK.

3. PERATURAN UMUM PENYELENGGARAAN


Musyawarah dan Rapat Kerja dalam organisasi LSM LIDIK terdiri dari :
a. Musyawarah Besar/Nasional/DPW/DPC/PAC/RANTING
b. Musyawarah Luar Biasa Besar Nasional/DPW/DPC/PAC/RANTING
c. Rapat Kerja DPP/DPW/DPC/PAC/RANTING
d. Rapat Paripurna DPP/DPW/DPC/PAC/RANTING
e. Rapat Pengurus DPP/DPW/DPC/PAC/RANTING
f. Rapat Koordinasi DPP/DPW/DPC/PAC/RANTING
g. Rapat Panitia DPP/DPW/DPC/PAC/RANTING
Status, wewenang, penyelenggara dan peserta Musyawarah dan Rapat Kerja telah diatur Tata Tertib
Musyawarah dan Rapat Kerja LSM LIDIK terdiri atas:

3.1 PENGERTIAN PESERTA

3.1.1 Peserta Musyawarah, terdiri atas :

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 82
Utusan
Peninjau
Pengamat/Undangan/Pemerhati

3.1.2 Utusan, terdiri atas :


Utusan DPP/DPW/DPC/PAC/RANTING, 3 orang dengan Mandat penuh
Pengurus DPP/DPW/DPC/PAC/RANTING
DPO DPP/DPW/DPC/PAC/RANTING

3.1.3 Peninjau, terdiri atas :


Peninjau DPP/DPW/DPC/PAC/RANTING, 2 orang dengan Mandat penuh
Dewan Kehormatan LSM LIDIK
Panitia Musyawarah/Raker ( OC, SC dan Nara sumber )

3.1.4 Pengamat/Undangan/Pemerhati, terdiri atas :


Instansi terkait
Aktivis dan fungsionaris LSM LIDIK yang dibutuhkan pandangan, pengamatan dan
peransertanya untuk pengembangan LSM LIDIK masa mendatang.

3.2 KETENTUAN BAGI UTUSAN


1. Peserta adalah Pengurus DPP/DPW/DPC/PAC/RANTING dan KTAnya masih berlaku.
2. Berbadan Sehat. Bagi yang memiliki kondisi kesehatan tertentu harus membawa obat sendiri
serta melapor khusus pada Panitia Pelaksana.
3. Bagi Utusan DPP/DPW/DPC/PAC/RANTING, harus membawa surat mandat dari Pengurusnya.
4. Mendaftarkan diri kepada Panitia Pelaksana dengan menyerahkan surat mandat dan pasfoto
berwarna ukuran 3x4 sebanyak 2 lembar.
5. Aspirasi dan saran DPP/DPW/DPC/PAC/RANTING tertulis agar diserahkan kepada Panitia
Pengarah.
6. Membawa perlengkapan probadi secukupnya.
7. Biaya akomodasi, konsumsi dan fasilitas persidangan ditanggung oleh Panitia sesuai
ketentuan.
Pesanan tambahan, menjadi tanggung jawab pribadi, dan harus dibayar cash.
8. Tunduk pada ketentuan yang ditetapkan oleh Panitia Pelaksana.

3.3 KETENTUAN BAGI PENINJAU


1. Bagi Peninjau DPP/DPW/DPC/PAC/RANTING, harus membawa surat mandat dari Pengurusnya.
2. Bagi Dewan Kehormatan, membawa mandat dari instansinya.
3. Panitia ( OC dan SC ), sesuai amanat yang diembannya.
4. Berbadan Sehat. Bagi yang memiliki kondisi kesehatan tertentu harus membawa obat sendiri
serta melapor khusus pada Panitia Pelaksana.
5. Mendaftarkan diri kepada Panitia Pelaksana dengan menyerahkan surat mandat dan pasfoto
berwarna ukuran 3x4 sebanyak 2 lembar.

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 83
6. Aspirasi dan saran DPP/DPW/DPC/PAC/RANTING tertulis agar diserahkan kepada Panitia
Pengarah.
7. Membawa perlengkapan probadi secukupnya.
8. Membayar Biaya akomodasi, konsumsi dan fasilitas persidangan yang di tetapkan oleh Panitia.
Pesanan tambahan, menjadi tanggung jawab pribadi, dan harus dibayar cash.
9. Tunduk pada ketentuan yang ditetapkan oleh Panitia Pelaksana.

3.4 KETENTUAN BAGI PENGAMAT/UNDANGAN/PEMERHATI


1. Bagi Pengamat utusan instansi, membawa surat mandat dari instansinya berdasarkan Undangan
Pengurus cq. Panitia Pelaksana.
2. Bagi Pengamat unsur fungsionaris dan aktivis LSM LIDIK, membawa Undangan Pengurus cq.
Panitia Pelaksana.
3. Berbadan Sehat. Bagi yang memiliki kondisi kesehatan tertentu harus membawa obat sendiri
serta melapor khusus pada Panitia Pelaksana.
4. Mendaftarkan diri kepada Panitia Pelaksana dengan menyerahkan surat mandat dan pasfoto
berwarna ukuran 3x4 sebanyak 2 lembar.
5. Aspirasi dan saran tertulis agar diserahkan kepada Panitia Pengarah/SC.
6. Membawa perlengkapan probadi secukupnya.
7. Membayar Biaya akomodasi, konsumsi dan fasilitas persidangan yang di tetapkan oleh Panitia.
Pesanan tambahan, menjadi tanggung jawab pribadi, dan harus dibayar cash.
8. Tunduk pada ketentuan yang ditetapkan oleh Panitia Pelaksana.

4. TATA CARA PELAKSANAAN

4.1 TATA TERTIB PENYELENGGARAAN


Penyelenggaraan Musyawarah dan Rapat Kerja meliputi beberapa tahap sebagai berikut :
1. Tahap Persiapan
2. Tahap Upacara Pembukaan ( Seremonial )
3. Tahap Persidangan
4. Tahap Upacara Penutupan ( Seremonial )
5. Tahap Pelaporan

4.2 TATA TERTIB PERSIDANGAN


Tata Tertib Persidangan Musyawarah dan Rapat Kerja, terdiri atas:
1. Umum / Status
2. Waktu dan Tempat
3. Tema
4. Peserta dan Peninjau
5. Hak dan Kewajiban
6. Hak Bicara dan Hak Suara

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 84
7. Penyampaian Pendapat
8. Jenis Persidangan
9. Korum ( Quorum )
10. Pimpinan Sidang
11. Pemilihan Pimpinan Sidang
12. Sidang Formatur
(hanya untuk Musyawarah, pada Rapat Kerja tidak ada Pemilihan Pengurus karena itu tidak
dibentuk Formatur)
13. Tugas dan Wewenang Pimpinan Sidang
14. Pembentukan Pengurus
15. Tata cara pemilihan
16. Pengambilan Keputusan
17. Sanksi bagi Peserta dan Peninjau
18. Lain-lain

5. TATA TERTIB PENYELENGGARAAN

5.1 UMUM
1. Tata Tertib Penyelenggaraan Musyawarah dan/atau Rapat Kerja ini berlaku bagi seluruh Peserta
yakni: Utusan, Peninjau, Pengamat, OC, SC dan Nara Sumber.
2. Setiap Peserta tunduk pada semua ketentuan yang ditetapkan oleh Panitia Pelaksana.
3. Setiap Peserta berkewajiban memenuhi dan menyerahkan seluruh persyaratan dan ketentuan
yang ditetapkan oleh Panitia Pelaksana.
4. Pengurus LSM LIDIK sebagai Penyelenggara Musyawarah dan/atau Rapat Kerja berkewajiban
meneliti dan menyeleksi keabsahan Peserta.

5.2 TATA TERTIB

YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERSIDANGAN


1. Setiap Peserta secara umum mempunyai Hak dan Kewajiban sebagai berikut :
a. Mengikuti seluruh acara dan Sidang Musyawarah dari awal sampai selesai
b. Menghormati Hak dan Kewajiban Pimpinan Sidang
c. Hadir di Ruang sidang 5 (lima) menit sebelum persidangan dimulai
d. Menandatangani Absensi yang tersedia
e. Mengenakan Tanda Peserta selama mengikuti Musyawarah
f. Mengenakan Pakaian Seragam LSM LIDIK atau Batik / Safari dan bersepatu (dilarang
menggunakan sandal dan kaos oblong) pada saat mengikuti persidangan
g. Bersikap santun dan menghormati jalannya persidangan

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 85
h. Berbicara seperlunya (straight to the point) bila diminta dan/atas persetujuan Pimpinan
Sidang, tidak membuat gaduh, dan memberikan perhatian yang sebesar-besarnya untuk
kelancaran persidangan Musyawarah
i. Apabila mendadak terpaksa meninggalkan Ruang sidang, harus mem beri tahu kepada
Pimpinan Sidang
j. Dilarang membawa senjata Api/Tajam pada saat menghadiri acara sidang Musyawarah,
kecuali Petugas dari Panitia

2. Bagi Utusan :
a Menggunakan fasilitas yang disediakan Panitia secara cuma-cuma selama mengikuti
Musyawarah/Rapat Kerja (kecuali Telepon, Loundry dan Pesanan Pribadi lainnya dari Hotel,
harus dibayar Cash).
b Mempunyai Hak Bicara dan Hak Suara yang diatur sebagai berikut :
1) Hak Bicara dimiliki oleh Setiap Peserta
2) Hak Suara hanya dimiliki oleh Utusan
c Pada acara Pandangan Umum dan Pencalonan, setiap DPP/DPW/DPC/PAC/RANTING
memiliki 1 (satu) Suara yang disampaikan melalui Juru Bicara
d Pada acara Pemilihan, setiap Utusan memiliki 1 (satu) Suara
e Penggunaan Hak Bicara, diatur oleh Pimpinan Sidang

3. Bagi Peninjau :
a. Menanggung seluruh biaya selama mengikuti acara Musyawarah/ Rapat Kerja, dan
menyetor kontribusi sesuai ketentuan yang ditetap kan Panitia.
b. Berhak mendapatkan Materi Musyawarah/Rapat Kerja.
c. Hanya memiliki Hak Bicara dan Tidak Memiliki Hak Suara
d. Berhak mengikuti Sidang Paripurna dan Sidang Komisi, dengan cara mendaftar.

4. Bagi Pengamat :
a. Bagi aktivis dan fungsionaris LSM LIDIK, menanggung sendiri seluruh biaya selama
mengikuti Musyawarah/Rapat Kerja, dan menyetor kontribusi sesuai ketentuan yang
ditetapkan oleh Panitia
b. Bagi utusan instansi terkait, seluruh biaya selama mengikuti acara Musyawarah/Rapat
Kerja, ditanggung oleh Pengurus cq. Panitia Pelak sana
c. Berhak mendapatkan Materi Persidangan
d. Tidak memiliki Hak Suara
Hanya memiliki Hak Bicara, atas permintaan Pimpinan Sidang
e. Berhak mengikuti Sidang Paripurna dan Sidang Komisi, dengan cara mendaftar

5. Bagi Pimpinan Sidang :


a. Berkewajiban memimpin sidang berdasarkan Tata Tertib Sidang, dengan arif dan bijaksana
b. Membuka, menskors dan menutup persidangan Musyawarah/Rapat Kerja secara resmi

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 86
c. Mengatur urutan/giliran berbicara secara adil dalam persidangan
d. Mengupayakan semaksimal mungkin agar setiap keputusan sidang merupakan hasil
maksimal pelaksanaan asas musyawarah untuk mufa kat, dari seluruh peserta
e. Memimpin pembahasan Materi yang disajikan Panitia Pengarah
Dalam hal terjadi pengembangan Materi atas usul Peserta:
1) Bila terkait langsung dengan topik bahasan, dapat langsung dibahas
2) Bila merupakan Topik baru / tambahan, dicatat, untuk dibahas setelah seluruh Materi,
rampung
f. Membuat, menandatangani dan membacakan setiap Keputusan Sidang serta Berita Acara
Hasil Sidang
g. Bertanggung jawab atas kelancaran jalannya acara persidangan, agar Musyawarah/Rapat
Kerja dapat selesai dengan hasil yang optimal dan tepat pada waktunya
h. Memberikan Peringatan apabila pembicaraan Peserta dinilai telah menyimpang dan/atau
melakukan tindakan yang dinilai dapat meng hambat kelancaran sidang, dan bila perlu
berwenang memerintahkan peserta keluar dari Ruang Sidang apabila peserta tersebut
secara nyata telah mengganggu dan/atau menghambat kelancaran acara dan persidangan

6. Bagi Nara Sumber :


a. Sesuai penugasannya, berkewajiban mengikuti acara persidangan Musyawarah/Rapat Kerja
dengan seksama dan aktif berusaha mengantisipasi secara positif apabila melihat gejala
pembahasan sidang akan menyimpang dari perencanaan yang digariskan oleh Panitia
Pengarah.
b. Memberikan penjelasan yang diperlukan oleh Pimpinan Sidang atas se gala sesuatu yang
berkaitan dengan Materi Musyawarah/Rapat Kerja
c. Sebelum mengikuti persidangan, wajib menyerahkan surat-tugasnya untuk diparaf Pimpinan
Sidang dan melaporkan perkembangan serta hasil sidang yang diikutinya kepada Ketua
Panitia Pengarah.
d. Mengingatkan Pimpinan Sidang secara arif, baik lisan maupun tertulis agar pembahasan
sidang tidak menyimpang dari materi yang disaji kan Panitia Pengarah.
e. Dalam hal terjadi pengembangan materi atas usul peserta, segera an tisipasi dengan
melakukan kordinasi bersama Ketua Panitia Pengarah.

5.3 TATA TERTIB PEMILIHAN

PIMPINAN SIDANG PARIPURNA, KOMISI DAN FORMATUR

1. Pimpinan Sidang Paripurna :


a. Pimpinan Sidang Paripurna I adalah Pengurus dan/atau Panitia Pengarah selaku Pimpinan
Sidang Paripurna Sementara.
b. Pimpinan Sidang Paripurna terdiri atas 3 (Tiga) orang, yaitu Ketua, Sekretaris, dan anggota.
c. Pemilihan Pimpinan Sidang Paripurna dilakukan dari dan oleh Peserta, dipimpin oleh
Pengurus.
d. Pencalonan dilakukan dengan memperhatikan unsur:

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 87
1) Unsur perwakilan ...
2) Unsur perwakilan ...
3) Unsur perwakilan ...
4) Unsur perwakilan ...
5) Unsur perwakilan ...
e. Penentuan jabatan Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris dan Anggota di atur dari dan oleh
Pimpinan Sidang Paripurna terpilih.

2. Pimpinan Sidang Komisi :


a. Terdiri atas 3 (tiga) orang, yaitu: Ketua, Wakil Ketua dan Sekretaris
b. Pemilihan Pimpinan Sidang Komisi dilakukan dari dan oleh Peserta Sidang Komisi yang
telah terdaftar, secara Langsung, bebas dan (rahasia), dipimpin oleh Pimpinan Sidang
Paripurna.
c. Pencalonan dilakukan dengan memperhatikan unsur :
1) Unsur perwakilan ...
2) Unsur perwakilan ...
3) Unsur perwakilan ...
d. Penentuan jabatan Ketua, Wakil Ketua dan Sekretaris, diatur dari dan oleh Pimpinan Sidang
Komisi terpilih.
e. Pimpinan Sidang Paripurna dapat dipilih menjadi Pimpinan Sidang Komisi.

3. Pimpinan Sidang Formatur :


a. Tim Formatur terdiri atas 7, 5, 3, orang, yang mewakili unsur :
1) Unsur ...
2) Unsur ...
3) Unsur ...
b. Penetapan anggota Formatur dari setiap unsur yang diwakilinya, dilaksanakan secara
musyawarah untuk mufakat dari dan oleh kelom pok unsur yang bersangkutan, (unsur
dimaksud dapat berupa: se-Pulau, se-Keresidenan, Tokoh potensial).
c. Sidang Formatur dipimpin oleh Ketua Terpilih, dimana pemilihannya dilakukan secara
langsung, bebas dan (rahasia) pada Sidang Paripurna.
d. Sekretaris Formatur dipilih dari dan oleh Tim Formatur.

6. TAHAP PENYELENGGARAAN

6.1 TAHAP PERSIAPAN


1. Pembentukan Panitia (Pengarah dan Pelaksana) dengan Surat Keputusan Pengurus.
2. Panitia Pengarah menyusun Materi Musayawah/Rapat Kerja
a. Jadwal Acara
b. Tata Tertib Sidang
c. Materi Komisi :

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 88
A. Organisasi
B. Program Kerja dan Anggaran
C. Umum & Rekomendasi
d. Laporan Pertanggung Jawaban (untuk Musyawarah)
e. Draft Surat Keputusan Sidang, dan
f. Draft Berita Acara Hasil Sidang

3. Panitia Pelaksana, mempersiapkan:


a. Jadwal Acara, Waktu dan Tempat
b. Sarana, Perlengkapan, Daftar Hadir, Tanda Peserta
c. Acara Pembukaan dan Penutupan (seremonial)
d. Undangan (Daftar Peserta, Peninjau dan Pemerhati)
e. Perizinan dan Ketertiban
f. Penggandaan Materi
g. Akomodasi dan Konsumsi

4. Supervisi oleh Pengurus :


Pengurus selaku penanggung jawab kegiatan harus selalu memberi atensi dan bimbingan
kepada Panitia agar tujuan dapat tercapai secara tepat guna dan berdaya guna.

6.2 TAHAP UPACARA PEMBUKAAN


Susunan Acara Pembukaan :
1 Pembukaan MC
a. Indonesia Raya
b. Mengheningkan Cipta
c. Mars LSM LIDIK
2 Laporan Ketua Panitia
3 Sambutan
a. Ketua (jenjang penyelenggara)
b. Ketua (jenjang setingkat diatas penyelenggara)
c. V.VIP (Pejabat tertinggi yang diundang khusus untuk memberi Sambutan)
4 Berdoa.

6.3 TAHAP PERSIDANGAN MUSYAWARAH


Persidangan Musyawarah terdiri atas Sidang Paripurna, Sidang Komisi, Sidang Sub Komisi (bila
perlu), dan Sidang Formatur.
Rangkaian persidangan Musyawarah adalah sebagai berikut :
1. Sidang Paripurna I
Dipimpin oleh Pimpinan Sidang Paripurna Sementara (terdiri dari Pengurus dan/atau Panitia
Pengarah), untuk :

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 89
a. Penetapan Sahnya penyelenggaraan Musyawarah (Korum) dan Pembukaan Persidangan
Musyawarah secara resmi.
b. Pengesahan Jadwal Acara dan Tata Tertib Sidang
c. Pemilihan Pimpinan Sidang Paripurna
d. Penyerahan Pimpinan Sidang Paripurna dari Pimpinan Sidang Paripurna Sementara kepada
Pimpinan Sidang Paripurna Terpilih.

2 Sidang Paripurna II
Informasi perkembangan organisasi dari setiap Peserta Musyawarah.
Catatan :
a. Forum Musyawarah adalah forum kekuasaan tertinggi organisasi pada setiap jenjang.
Forum ini bukan sekedar forum Evaluasi, tetapi juga Forum untuk perumusan strategi
pengembangan organisasi satu periode ke depan.
b. Perkembangan organisasi pada jenjang tersebut terkait langsung dengan perkembangan
organisasi setingkat di bawahnya (Peserta Musyawarah).
c. Sidang Komisi Organisasi maupun Komisi Program Kerja memerlukan data akurat
perkembangan organisasi pada jenjang tersebut dan satu jenjang di bawahnya, untuk dapat
merumuskan Hasil Sidang Komisi.
Oleh karena itu, sebelum Laporan Pertanggung Jawaban Pengurus, didahului dengan
Informasi perkembangan organisasi dari setiap Peserta Musyawarah.

3 Sidang Paripurna III


a. Laporan Pertanggung Jawaban Pengurus.
b. Pandangan Umum Peserta.
(Evaluasi atas kinerja Pengurus satu periode, disertai saran dan harapan untuk Pengurus
periode mendatang).
c. Penjelasan atas Pandangan Umum Peserta, oleh Pengurus.
Penilaian Beleid Pengurus.
Diterima secara Aklamasi.
Diterima dengan Catatan.
Ditolak.
d. Catatan :
Beleid diterima dengan Catatan.
Bilamana penyelesaian Masalah yang menjadi Catatan, memerlu kan waktu tersendiri
dan tidak mungkin diselesaikan pada saat itu, maka Sidang Paripurna membentuk
Panitia AdHock/Panitia Kerja yang bertugas untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Tugas dan masa kerja Panitia AdHock ditetapkan.
Panitia AdHock bertugas untuk merumuskan lebih lanjut Materi Musyawarah yang
belum terselesaikan dan butuh waktu tambah an, misalnya menyangkut Program Kerja.

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 90
Panitia AdHock biasanya ditunjuk dari Panitia Pengarah dan dapat ditambah dengan
Anggota LSM LIDIK yang expert, pakar dan involved/concern/dependent terhadap LSM
LIDIK.
Bila tugasnya menyangkut laporan Keuangan, Panitia AdHock harus terdiri dari Tim
Ahli, Profesional, dan merupakan Tim Indepen dent.
Panitia AdHock bertanggung jawab kepada Pengurus Terpilih.
Beleid Ditolak.
Presidium Pimpinan Sidang Paripurna, otomatis menjadi Pejabat Sementara Pengurus
sampai terbentuknya Pengurus Baru hasil Musyawarah tersebut.
Dibentuk Panitia AdHock yang Indepandent dan Profesional.
Apabila ternyata laporan Panitia AdHock ini menilai bahwa kebijakan Pengurus lama
merugikan organisasi, maka berdasarkan laporan tersebut, Pengurus Baru, dapat
memproses perkara tersebut lebih lanjut ke Pengadilan.
4 Sidang Paripurna IV
Pembentukan Komisi
Komisi A : Organisasi
Komisi B : Program Kerja dan Anggaran
Komisi C : Umum & Rekomendasi
b. Sidang Komisi (Pembahasan Materi Komisi
c. Perumusan Hasil Sidang Komisi

5 Sidang Paripurna V
a. Laporan Hasil Komisi
b. Pembacaan Hasil Sidang Komisi A
c. Amandemen oleh Peserta Komisi B dan C
d. Penjelasan oleh Pimpinan Komisi A
e. Pengesahan Hasil Komisi A
f. Pembacaan Hasil Sidang Komisi B
g. Amandemen oleh Peserta Komisi A dan C
h. Penjelasan oleh Pimpinan Komisi B
i. Pengesahan Hasil Komisi B
j. Pembacaan Hasil Sidang Komisi C
k. Amandemen oleh Peserta Komisi A dan B
l. Penjelasan oleh Pimpinan Komisi C
m. Pengesahan Hasil Komisi C
n. Pengesahan Hasil Musyawarah oleh Pimpinan Sidang Paripurna.
o. Pembacaan Surat Keputusan dan Berita Acara Sidang

6 Sidang Paripurna VI
a. Pemilihan Calon Ketua
b. Pemilihan Ketua (Umum) dilakukan secara langsung, dan pembentukan Pengurus dilakukan
dengan Sistem Formatur. (baca Tata Tertib).

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 91
c. Pemilihan Ketua (Umum) dilakukan dalam 2 (dua) tahap, yakni :
Pencalonan ;
Pencalonan dilakukan oleh Utusan, dimana satu Institusi mempunyai satu suara.
Bila ternyata ada lebih dari satu Calon, maka dilakukan Pemilihan Langsung.
Bila ternyata hanya ada satu Calon, maka Calon tersebut dinyatakan Terpilih secara
Aklamasi.
d. Pemilihan ;
Pemilihan Langsung, dilakukan oleh setiap Utusan institusi pada Sidang Paripurna,
dimana setiap institusi memiliki 3 (tiga) suara, (sesuai dengan jumlah Utusan yang
hadir).
Calon dengan suara terbanyak, otomatis menjadi Ketua Terpilih, dan sekaligus Ketua
Tim Formatur.
e. Pembentukan Tim Formatur ;
Tim Formatur terdiri dari 7 (tujuh) orang yang mewakili unsur:
Utusan institusi yang mewakili unsur-unsur : 4 orang
Pengurus Demisioner 1 orang
Ketua Terpilih 1 orang
Pengurus setingkat diatas jenjang
Pelaksana Musyawarah. 1 orang
f. Sidang Formatur
Penyusunan DPO dan Pengurus dilaksanakan secara Musyawarah untuk Mufakat.
Tim Formatur, terlebih dahulu meneliti dan mempertimbangkan dengan arif bijaksana
Persyaratan Umum Pengurus dan Kriteria Ketua (Umum), dengan memperhatikan
aspirasi Peserta.
Tahap pertama, diupayakan menyusun DPO dan Pengurus Harian.
Tahap kedua, diupayakan menyusun Pengurus Lengkap.
Dalam hal Formatur tidak berhasil menyusun Pengurus Lengkap, maka penyusunan
Pengurus Lengkap diserahkan kepada Pengurus Harian bersama Ketua DPO.

7 Sidang Paripurna VII


a. Pengumuman Hasil Sidang Formatur
b. Pimpinan Sidang Paripurna mempersilahkan Ketua Formatur atau Juru Bicara Formatur
untuk menyampaikan Hasil Sidang Formatur.
c. Pengesahan Hasil Sidang Formatur :
d. Setelah Hasil Sidang Formatur dibacakan, maka Pimpinan Sidang Paripurna langsung
mengesahkan Hasil Sidang Formatur, dengan mengetuk Palu, membacakan Surat
Keputusan Sidang, serta menanda tangani Berita Acara Hasil Sidang.
e. Pada tahap ini, tidak ada Interupsi, pertanyaan atau keterangan lain.
f. Penutupan secara resmi Persidangan Musyawarah
g. Dengan selesainya pengesahan Hasil Sidang Formatur, maka usailah sudah keseluruhan
persidangan Musyawarah.

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 92
h. Pimpinan Sidang merangkum keseluruhan perjalanan dan hasil Musyawarah, dan
selanjutnya menutup secara resmi Persidangan Musyawarah.
i. Acara dikembalikan kepada Panitia Pelaksana
j. Persiapan Upacara Penutupan

6.4 TAHAP PERSIDANGAN RAPAT KERJA


Persidangan Rapat Kerja terdiri atas Sidang Paripurna, Sidang Komisi, Sidang Sub Komisi (bila perlu).
Rangkaian persidangan Rapat Kerja adalah sebagai berikut :
1. Sidang Paripurna I
Dipimpin oleh Pimpinan Sidang Paripurna Sementara (terdiri dari Pengurus dan/atau Panitia
Pengarah), untuk :
a. Penetapan Sahnya penyelenggaraan Musyawarah (Korum) dan Pembu kaan Persidangan
Rapat Kerja secara resmi.
b. Pengesahan Jadwal Acara dan Tata Tertib Sidang
c. Ketua Sidang Paripurna dan Ketua Sidang Komisi Rapat Kerja ditetapkan oleh Pengurus
LSM LIDIK (Penyelenggara). Wakil Ketua dan Sekretaris Sidang Paripurna serta Wakil
Ketua dan Sekretaris Sidang Komisi dipilih dari dan oleh Peserta Sidang yang bersangkutan.
d. Penyerahan Pimpinan Sidang Paripurna dari Pimpinan Sidang Paripurna Sementara kepada
Pimpinan Sidang Paripurna Terpilih.

2. Sidang Paripurna II
Informasi perkembangan organisasi dari setiap Peserta Rapat Kerja.
Catatan :
a. Forum Rapat Kerja adalah forum kekuasaan tertinggi organisasi di bawah Musyawara pada
setiap jenjang. Forum ini bukan sekedar forum Evaluasi, tetapi juga Forum untuk penjabaran
strategi pengembangan organisasi hasil Musyawarah sampai Rapat Kerja dan/atau
Musyawarah berikutnya.
b. Perkembangan organisasi pada jenjang tersebut terkait langsung dengan perkembangan
organisasi setingkat di bawahnya (Peserta Rapat Kerja).
c. Sidang Komisi Organisasi maupun Komisi Program Kerja memerlukan data akurat
perkembangan organisasi pada jenjang tersebut dan satu jenjang di bawahnya, untuk dapat
merumuskan Hasil Sidang Komisi.
Oleh karena itu, sebelum Laporan Pertanggung Jawaban Pengurus, didahului dengan
Informasi perkembangan organisasi dari setiap Peserta Rapat Kerja.
3. Sidang Paripurna III
a. Paparan Kebijakan Pengurus.
b. Pandangan Umum Peserta.
c. Pada Rapat Kerja, pandangan umum peserta berisi tanggapan umum atas Kebijakan
Pengurus dalam upaya merealisasikan Hasil Musyawarah.
d. Pengurus tidak perlu menjawab Pandangan Umum Peserta, akan tetapi Pandangan umum
tersebut langsung menjadi Materi Tambahan dalam Pembahasan Materi Sidang Komisi.

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 93
4 Sidang Paripurna IV
a. Pembentukan Komisi
Komisi A : Organisasi
Komisi B : Program Kerja dan Anggaran
Komisi C : Umum & Rekomendasi
b. Sidang Komisi (Pembahasan Materi Komisi
c. Perumusan Hasil Sidang Komisi
5 Sidang Paripurna V
a. Laporan Hasil Komisi
b. Pembacaan Hasil Sidang Komisi A
c. Amandemen oleh Peserta Komisi B dan C
d. Penjelasan oleh Pimpinan Komisi A
e. Pengesahan Hasil Komisi A
f. Pembacaan Hasil Sidang Komisi B
g. Amandemen oleh Peserta Komisi A dan C
h. Penjelasan oleh Pimpinan Komisi B
i. Pengesahan Hasil Komisi B
j. Pembacaan Hasil Sidang Komisi C
k. Amandemen oleh Peserta Komisi A dan B
l. Penjelasan oleh Pimpinan Komisi C
m. Pengesahan Hasil Komisi C
n. Pengesahan Hasil Musyawarah oleh Pimpinan Sidang Paripurna.
o. Pembacaan Surat Keputusan dan Berita Acara Sidang
p. Acara dikembalikan kepada Panitia Pelaksana
q. Persiapan Upacara Penutupan

6.5 TAHAP UPACARA PENUTUPAN


1. Pembukaan MC
2. Laporan Ketua Panitia
3. Sambutan Ketua LSM LIDIK (jenjang penyelenggara)
4. Sambutan Ketua LSM LIDIK (jenjang diatas penyelenggara)
5. Sambutan Pejabat Instansi, sekaligus Menutup Raker secara resmi.
6. Berdoa
7. Silaturahmi

6.6 TAHAP PELAPORAN


1. Penyusunan Laporan Panitia Pelaksana
2. Penyusunan Laporan Panitia Pengarah
3. Laporan disampaikan kepada Pengurus (penyelenggara)
4. Setelah selesai Musyawarah dan/atau Rapat Kerja, setiap kepanitiaan wajib menyusun Laporan
Pelaksanaan, yang merupakan perwujudan tang gung jawab moral atas amanat yang diterima.
5. Laporan Pelaksanaan memuat rangkaian upaya dan langkah persiapan, tahap pelaksanaan, dan
berbagai kendala serta upaya yang ditempuh untuk mengatasinya.

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 94
6. Dokumen ini sangat berguna sebagai dokumen organisasi, dan akan menjadi acuan bagi
persiapan kegiatan berikutnya.
7. Penyusunan laporan secara tertib dan teratur, merupakan aplikasi komitmen kita mewujudkan
Tertib Administrasi.

7. TATA TERTIB PERSIDANGAN

1. Tata Tertib Persidangan merupakan pedoman bagi terselenggaranya Musyawarah dan/atau


Rapat Kerja.
2. Tata Tertib Persidangan memuat aturan dan ketentuan yang mengatur semua unsur dalam
Musyawarah dan/atau Rapat Kerja agar dapat terselenggara dengan tertib, lancar dan sukses.
3. Tata Tertib Persidangan Musyawarah dan/atau Rapat Kerja terdiri atas:
4. Ketentuan Umum
5. Ketentuan tentang Peserta
6. Ketentuan tentang Hak dan Kewajiban
7. Ketentuan tentang Jenis dan Proses Persidangan
8. Ketentuan tentang Tugas, Kewajiban dan Tanggung Jawab Pimpinan Sidang
9. Ketentuan tentang Tata cara Pemiihan dan Pengambilan Keputusan
10. Ketentuan tentang Sanksi dan Escape Clausula
11. Draft Susunan Acara dan Tata Tertib Persidangan Musyawarah dan/atau Rapat Kerja disiapkan
oleh Panitia Pengarah, dan diputuskan dan diber lakukan pada Persidangan tersebut.

8. LAIN-LAIN

Hal-hal lain yang tidak terdapat dalam Petunjuk Pelaksanaan Musyawarah dan/atau Rapat Kerja
Radio Antar Penduduk Indonesia ini dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada, dengan
tidak menyimpang terhadap peraturan-peraturan yang berlaku dalam organisasi LSM LIDIK.

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 95
SURAT KEPUTUSAN
RAPAT PARIPURNA LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT
LEMBAGA INVESTIGASI DAN INFORMASI KEMASYARAKATAN
Nomor : 006.09.00.PARIPURNA.1213
Tentang
PENGESAHAN PERATURAN ORGANISASI
PERGANTIAN PENGURUS ANTAR WAKTU LSM - LIDIK

Rapat Paripurna Dewan Pimpinan Pusat LSM LIDIK


Menimbang : 1. Bahwa perkembangan organisasi LSM LIDIK di seluruh Indonesia telah
meningkat untuk itu perlu diimbangi dengan peningkatan efektivitas
kepengurusan organisasi dan pada akhirnya diharapkan aktivitas
organisasi akan meningkat dalam mendukung program organisasi ;
2. Bahwa karena tuntutan perkembangan organisasi, pergantian antar waktu
ada lah salah satu alternatif untuk menggerakkan roda organisasi.
3. bahwa untuk mewujudkan LSM LIDIK yang Tertib dipandang perlu
menetapkan Peraturan Organisasi Tata cara Pergantian Antar Waktu LSM
LIDIK yang berlaku di seluruh Indonesia dengan Surat Keputusan ;
Mengingat : 1. UU Nomor 8 Tahun 1985 tentang ORGANISASI KEMASYARAKATAN;
2. PP 18 Tahun 1986 tentang Pelaksanaan UU Nomor 8 Tahun 1985 tentang
ORGANISASI KEMASYARAKATAN Pasal 2;
3. Anggaran Dasar LSM LEMBAGA INVESTIGASI DAN INFORMASI
KEMASYARAKATAN (LIDIK) sesuai dengan Akte Notaris Dr. NETTY
SONGTIAR RISMAULY NAIBORHU, SH., M.Hum di Bandung No. 1
tanggal 01 Juni 2012;
4. Surat Keputusan Dewan Pendiri No.01.09.DEWANPENDIRI.0512 Tentang
Pemberian Mandat Sebagai Ketua Umum, Sekretaris Jenderal dan
Bendahara Umum.
5. Surat Keputusan Dewan Pengurus Pusat No.01.09.00.0512 Tentang
Pengurus Dewan Pimpinan Pusat ( LSM-LIDIK )
6. Hasil pembahasan Materi Rapat Paripurna Dewan Pimpinan Pusat LSM
LIDIK tentang Peraturan Organisasi Tata cara Pergantian Antar Waktu
LSM - LIDIK ;
Memperhatikan :

MEMUTUSKAN
Menetapkan : PERATURAN ORGANISASI PERGANTIAN ANTAR WAKTU
LSM - LIDIK

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 96
Pertama : Menetapkan Tata cara Pergantian Antar Waktu organisasi LSM LIDIK,
sebagaimana terlampir bersama Surat Keputusan ini dan menjadi bagian yang
tidak terpisahkan dari Surat Keputusan ini. ;

Kedua : Setiap Pergantian Antar Waktu, harus mendapat pengukuhan dan atau
pengesahan pengurus setingkat diatasnya, dan ditembuskan secara berjenjang
sampai Pengurus Pusat.

Ketiga : Surat Keputusan ini akan di ajukan kepada pengurus Dewan Pimpinan Pusat
LSM LIDIK agar disosialisasikan sesuai dengan hirarkinya dan untuk
dilaksanakan dalam menjalankan roda organisasi dan Program Kerja LSM LIDIK

Keempat : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ke tentuan apabila
dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam penetapannya, akan diperbaiki di
Munas/Rakernas LSM LIDIK ;

DITETAPKAN DI : BANDUNG
PADA TANGGAL : 8 DESEMBER 2013

PIMPINAN RAPAT PARIPURNA LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT


LEMBAGA INVESTIGASI DAN INFORMASI KEMASYARAKATAN

Ketua, Sekretaris, Anggota,

( ESROM, S.H ) ( KORNELIUS SRIYANTO ) ( ATANG JUARSHA )


NIA : 01.12.000002 NIA : 01.12.000010 NIA : 01.13.000222

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 97
PO.Nomor : 006.09.00.PARIPURNA.1213
Tentang
PERGANTIAN PENGURUS ANTAR WAKTU
LEMBAGA INVESTIGASI DAN INFORMASI KEMASYARAKATAN

I. UMUM

1. Pengertian Pergantian Pengurus Antar Waktu dilingkungan organisasi LSM LIDIK, adalah
upaya peningkatan kinerja organisasi yang menuntut adanya penggantian, dan penambahan
personil dalam masa bakti kepengurusan LSM LIDIK yang semata-mata untuk kepentingan
berjalannya roda organisasi, yang diusulkan kepada tingkatan kepengurusan setingkat
diatasnya untuk mendapatkan persetujuan dengan penerbitan Surat Keputusan.
2. Yang dimaksud dengan kepengurusan LSM LIDIK adalah Pengurus
DPP/DPW/DPC/PAC/RANTING, yang merupakan hasil musyawarah organisasi.
3. Yang dimaksud dengan pergantian personil adalah tindakan yang dilakukan sebagai akibat
adanya personil yang berhalangan tetap, mengudur kan diri, dan peralihan jabatan, untuk
kepentingan peningkatan jalan nya roda organisasi.
4. Yang dimaksud dengan penambahan personil adalah penambahan per sonil dalam
kepengurusan yang tidak menyimpang dengan ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran
Rumah Tangga Radio LSM LIDIK untuk berjalannya kepengurusan, sehingga roda organisasi
dapat berjalan sebagaimana mestinya.
5. Rencana Pergantian Pengurus Antar Waktu harus dibahas dalam Rapat Paripurna/Rapat
Khusus dan hasilnya harus dilaporkan kepada jenjang setingkat diatasnya untuk mendapat
persetujuan dan pengesahan. Laporan tersebut harus disertai Risalah dan resume serta daftar
hadir rapat.
6. Pergantian Pengurus Antar Waktu baru sah berlaku setelah mendapat Surat Keputusan
Pengukuhan/pengesahan dari Pengurus setingkat diatasnya.

II. MAKSUD DAN TUJUAN


1. Pergantian Pengurus Antar Waktu dalam organisasi LSM LIDIK, terjadi sebagai akibat tidak
berjalannya mekanisme kepengurusan, Pengurus mengundurkan diri, atau terjadi alih tugas aki
bat tuntutan organissi/hasil Musyawarah, sehingga untuk tetap berja lannya roda organisasi
perlu diatur perlu dilakukan pengisian jabatan lowong.
2. Maksud ditetapkannya Peraturan Organisasi tentang Pergantian Pengu rus Antar Waktu adalah
upaya peningkatan kinerja organisasi agar roda organisasi dapat berjalan dengan baik, lancar,
aman, tertib dan bertanggung jawab.
3. Tujuannya adalah tertatanya pranata organisasi LSM LIDIK yang menjadi Pedoman bagi
jajaran organisasi seluruh Indonesia.

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 98
III. KETENTUAN PERGANTIAN ANTAR WAKTU
1. Pergantian Pengurus Antar Waktu dapat diusulkan oleh Pengurus kepada jenjang setingkat
diatasnya setelah kepengurusan berjalan minimal enam bulan sejak Musyawarah atau setelah
tanggal penerbitan Surat Keputusan.
2. Usul Pergantian Pengurus dan penambahan personil Pengurus diputus kan melalui Rapat
Paripurna.
3. Pergantian Pengurus Antar Waktu dapat diusulkan bila adanya pengurus yang berhalangan
tetap, mengundurkan diri dengan alasan yang bisa dipertanggung jawabkan dan dapat diterima
didalam rapat paripur na pengurus.
4. Yang dimaksud dengan berhalangan tetap adalah:
4.1. Meninggal dunia
4.2. Pindah alamat ke kota lain.
4.3. Tidak dapat mejalankan tugas sebagaimana mestinya (tidak aktif) sehingga
mengakibatkan terganggunya jalanya organisasi.
4.4. Mendapat promosi jabatan sesuai tuntutan perkembangan organi sasi.
5. Yang dimaksud dengan mengundurkan diri adalah:
5.1. Meletakkan Jabatan.
5.2. Mengundurkan diri atas kehendak sendiri
5.3. Masa berlakunya KTAnya telah habis dan tidak diperpanjang lagi setelah 1 (satu) tahun
sejak berakhirnya masa berlaku KTA nya.
5.4. Dalam hal yang meletakkan jabatan adalah Ketua (Mandataris Mu syawarah) maka harus
diselenggarakan Musyawarah Luar Biasa.
6. Pengertian Jabatan Rangkap adalah Pengurus yang mendapatkan man dat dari Musyawarah,
dan masih menjabat pada kepengurusan yang belum habis masa kepengurusannya.
7. Selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan, Pengurus DPP/DPW/DPC/PAC/RANTING harus
mengadakan koordinasi untuk mengagendakan Pergantian Pengurus Antar Waktu apabila
pada Jajaran Pengurus ada yang menyandang Jabatan Rangkap.
8. Untuk Jabatan Ketua (Top Management) tidak bisa dilakukan Perganti an Pengurus Antar
Waktu. Bila seorang Ketua mendapat promosi pada jenjang lebih tinggi, maka Pergantian
dilakukan melalui Musyawarah (Luar biasa).
9. Untuk mengisi Jabatan lowong pada tingkat Wakil Ketua, diutamakan pengisian dari jajaran
pengurus, tanpa mengurangi hak dan kesempat an anggota yang memenuhi syarat.
10. Pengisian Jabatan lowong dalam kepengurusan, diutamakan secara hi rarki dalam susunan
kepengurusan hasil Musyawarah, tanpa mengu rangi hak dan kesempatan anggota yang
memenuhi syarat.
11. Keputusan Persetujuan terhadap usul Pergantian Pengurus Antar Wak tu oleh Pengurus
setingkat diatasnya diputuskan melalui Rapat Paripur na./Rapat Khusus
12. Apabila dianggap perlu, Pengurus setingkat diatasnya dapat meng undang Pengurus yang
bersangkutan untuk konfirmasi tentang usulannya.
13. Pengurus DPP/DPW/DPC/PAC/RANTING dapat menolak usulan Pergantian Pengurus Antar
Waktu apabila usulan yang diterimanya tidak sesuai dengan ketentuan organisasi.

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 99
IV. TATA CARA USULAN
1. Pengurus dapat mengusulkan Pergantian Pengurus Antar Waktu kepada Pengurus setingkat
diatasnya dengan dilengkapi :
a. Resume hasil Rapat Paripurna/Rapat Khusus
b. Kronologi dan Pertimbangan perlunya Pergantian Pengurus Antar Waktu
c. Surat Pernyataan Pengunduran diri.
d. Keterangan hasil Musyawarah (bagi yang terpilih pada Musyawarah yang baru
terlaksana
e. Surat Pernyataan bersedia menjadi pengurus (bagi calon Pengu rus baru).
f. Surat Keterangan Kematian dari pengurus.
g. Daftar Hadir.
2. Selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan, Pengurus DPP/DPW/DPC/PAC/RANTING harus
mengadakan koordinasi untuk mengagendakan Pergantian Pengurus Antar Waktu apabila
pada Jajaran Pengurus ada yang menyandang Jabatan Rangkap
3. Untuk Jabatan Ketua (Top Management) tidak bisa dilakukan Pergantian Pengurus Antar
Waktu. Bila seorang Ketua mendapat promosi pada jenjang lebih tinggi, maka Pergantian
dilakukan melalui Musyawarah (Luar biasa).
4. Untuk mengisi Jabatan lowong pada tingkat Wakil Ketua, diutamakan pengisian dari jajaran
pengurus, tanpa mengurangi hak dan kesempat an anggota yang memenuhi syarat.

V. WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB

1. Pengurus Pergantian Antar Waktu memiliki kewenangan mengurus dan memimpin kegiatan
organisasi sehari-hari sesuai dengan Diskripsi Tugas masing-masing.
2. Pengurus Pergantian Antar Waktu bertanggung jawab kepada Ketua.

VI. LAIN-LAIN

Hal-hal lain yang tidak terdapat dalam Petunjuk Pelaksanaan Pergantian Pengurus Antar Waktu ini dapat
disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada, dengan tidak menyimpang terhadap peraturan-peraturan
yang berlaku dalam organisasi LSM LIDIK

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 100
SURAT KEPUTUSAN
RAPAT PARIPURNA LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT
LEMBAGA INVESTIGASI DAN INFORMASI KEMASYARAKATAN
Nomor : 008.09.00.PARIPURNA.1213
Tentang
PENGESAHAN PERATURAN ORGANISASI
PEMBINAAN ANGGOTA LSM - LIDIK

Rapat Paripurna Dewan Pimpinan Pusat LSM LIDIK


Menimbang : 1. Bahwa perkembangan organisasi LSM LIDIK di seluruh Indonesia telah
meningkat untuk itu perlu diimbangi dengan peningkatan pembinaan
terhadap anggo ta dan calon anggota sehingga mereka merasa memiliki
LSM LIDIK sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupannya dan
pada akhirnya diharapkan par tisipasi mereka akan meningkat pula dalam
mendukung program organisasi ;
2. Bahwa Pembinaan Anggota merupakan tugas mulia dalam upaya
mendorong partisipasi dan semangat pengabdian anggota, sehingga LSM
LIDIK bisa bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara, dan oleh
karena itu harus ditata secara sistimatis dan terpadu.
3. Bahwa untuk mewujudkan LSM LIDIK yang Tertib dipandang perlu
menetapkan Peraturan Organisasi Pembinaan Anggota yang berlaku di
seluruh Indonesia dengan Surat Keputusan;
Mengingat : 1. UU Nomor 8 Tahun 1985 tentang ORGANISASI KEMASYARAKATAN;
2. PP 18 Tahun 1986 tentang Pelaksanaan UU Nomor 8 Tahun 1985 tentang
ORGANISASI KEMASYARAKATAN Pasal 2;
3. Anggaran Dasar LSM LEMBAGA INVESTIGASI DAN INFORMASI
KEMASYARAKATAN (LIDIK) sesuai dengan Akte Notaris Dr. NETTY
SONGTIAR RISMAULY NAIBORHU, SH., M.Hum di Bandung No. 1
tanggal 01 Juni 2012;
4. Surat Keputusan Dewan Pendiri No.01.09.DEWANPENDIRI.0512 Tentang
Pemberian Mandat Sebagai Ketua Umum, Sekretaris Jenderal dan
Bendahara Umum.
5. Surat Keputusan Dewan Pengurus Pusat No.01.09.00.0512 Tentang
Pengurus Dewan Pimpinan Pusat ( LSM-LIDIK )
6. Hasil pembahasan Materi Rapat Paripurna Dewan Pimpinan Pusat LSM
LIDIK tentang Peraturan Organisasi Pembinaan Anggota LSM - LIDIK ;

Memperhatikan :

MEMUTUSKAN
Menetapkan : PERATURAN ORGANISASI PEMBINAAN ANGGOTA
LSM - LIDIK

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 101
Pertama : Menetapkan Tata cara Pembinaan Anggota LSM LIDIK, sebagaimana terlampir
bersama Surat Keputusan ini dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari
Surat Keputusan ini. ;

Kedua : Setiap Penyelenggaraan Pembinaan Anggota LSM LIDIK, harus di laksanakan


oleh institusi LSM LIDIK dan didukung dengan persiap an administrasi secara
benar..

Ketiga : Surat Keputusan ini akan di ajukan kepada pengurus Dewan Pimpinan Pusat
LSM LIDIK agar disosialisasikan sesuai dengan hirarkinya dan untuk
dilaksanakan dalam menjalankan roda organisasi dan Program Kerja LSM LIDIK

Keempat : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ke tentuan apabila
dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam penetapannya, akan diperbaiki di
Munas/Rakernas LSM LIDIK ;

DITETAPKAN DI : BANDUNG
PADA TANGGAL : 8 DESEMBER 2013

PIMPINAN RAPAT PARIPURNA LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT


LEMBAGA INVESTIGASI DAN INFORMASI KEMASYARAKATAN

Ketua, Sekretaris, Anggota,

( ESROM, S.H ) ( KORNELIUS SRIYANTO ) ( ATANG JUARSHA )


NIA : 01.12.000002 NIA : 01.12.000010 NIA : 01.13.000222

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 102
PO.Nomor : 008.09.00.PARIPURNA.1213
Tentang
PEMBINAAN ANGGOTA LSM - LIDIK

I. UMUM
Tujuan pembentukan organisasi LSM LIDIK adalah sebagai wadah kepedulian sosial dalam
mendukung pembangunan bangsa
Dalam penyusunan Program Kerja Nasional LSM LIDIK, perlu dikenali berbagai ke pentingan,
pengaruh dan saling ketergantungan yang berkaitan dengan LSM LIDIK seperti : Pemerintah,
Pengurus, Anggota, Masyarakat (Umum, pengusaha/ supplier competitor )

II. MAKSUD DAN TUJUAN


Maksud ditetapkannya Peraturan Organisasi tentang Pembinaan Anggota LSM LIDIK adalah untuk
meningkatkan kemampuan anggota sehingga didapatkan sumber daya manusia yang mumpuni
sebagai penerus generasi bangsa.

III. MASALAH PEMBINAAN ANGGOTA


LSM LIDIK dibentuk dengan maksud melindungi kepentingan umum dan melindungi kepentingan
serta hak masyarakat. Untuk mewujudkan maksud pem bentukan LSM LIDIK tersebut perlu disusun
Pola Pembinaan Anggota yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam memberikan tuntunan bagi
anggota dan calon anggota LSM LIDIK.
Anggota LSM LIDIK sebagai generasi penerus perjuangan bangsa seyogianya di arahkan agar
mampu mewujudkan cita-cita nasional serta mampu berperan sebagai insan pembangunan yang
berjiwa Pancasila, beriman, bertaqwa ter hadap Tuhan Yang Esa, berpikiran maju, memiliki idealisme
tinggi, patriotik, berkepribadian, mandiri, bekerja keras, berwawasan masa depan, mampu mengatasi
tantangan baik masa kini maupun masa dating, dengan tetap mem perhatikan nilai sejarah yang
dilandasi oleh semangat kebangsaan serta per satuan dan kesatuan.
Pembinaan Anggota LSM LIDIK ditujukan untuk menumbuh-kembangkan rasa tang gung jawab,
kesetiakawanan social, serta kepeloporan dalam membangun masa depan bangsa dan Negara.

1. Pola Pembinaan anggota dapat dilakukan dalam bentuk :


a. Bimbingan Organisasi / Diklat bagi calon maupun anggota
b. Pembinaan melalui pelatihan-pelatihan
c. Pembinaan melalui aktivitas organisasi

2. Sasaran, Pembinaan Anggota


Guna mewujudkan Anggota LSM LIDIK sebagai insan pembangunan yang berjiwa Pancasila,
beriman, bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berpikiran maju, memiliki idealisme tinggi,
patriotik, berkepribadian, mandiri, bekerja keras, berwawasan masa depan, mampu mengatasi
tantangan baik masa kini maupun masa datang, dengan tetap memperha tikan nilai sejarah yang
dilandasi oleh semangat kebangsaan serta persa tuan dan kesatuan ; maka Sasaran strategis

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 103
yang diharapkan adalah : Terwujudnya Postur Ideal Anggota LSM LIDIK yang memenuhi
kualifikasi.
a. Insan Pancasila yang sejati
b. Mampu berkomunikasi dengan baik, efektif dan efesien
c. Patuh pada peraturan perundangundangan yang berlaku, baik pera turan perundang-
undangan umum, maupun ketentuan Organisasi LSM LIDIK
d. Menjadi Pioner dan Dinamisator dalam menegakkan ( Gerakan ) Disiplin Nasional
e. Mengetahui management organisasi LSM LIDIK

3. Kegiatan Prioritas, Pembinaan Anggota.


a. Pembinaan kesadaran berbangsa, bernegara dan cinta tanah air
d. Pembinaan pengetahuan tentang peraturan perundang-undangan yang berlaku, baik
peraturan perundangan umum, maupun ketentuan organisasi LSM LIDIK
e. Peningkatan ketrampilan tentang penanganan hal-hal yang me nyangkut gawat darurat.
f. Penanaman kesadaran tentang GDN dan peran sebagai Pioner dan Dinamisator dalam
menegakan Gerakan Disiplin Nasional.
g. Peningkatan pengetahuan dan kemampuan untuk memelihara Lingkungan

IV. PROGRAM PENDIDIKAN, PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN


Tujuan Jangka Panjang dari Program Kerja Bidang Pendidikan, Pembinaan dan Pengembangan
LSM LIDK adalah : Menciptakan kondisi organisasi yang me mungkinkan tumbuh dan berkembangnya
rasa ikut memiliki organisasi ( Citra LSM LIDIK ), serta lebih menjiwai LSM LIDIK.

Tujuan Jangka Pendek


1. Meningkatkan disiplin dan pelaksanaan Tertib Administrasi, dan Tertib Organisasi
2. Meningkatnya penyuluhan tentang peranan strategis LSM LIDIK sebagai salah satu potensi
komunikasi nasional.
3. Meningkatnya pelaksanaan penyuluhan, seminar, riset, tehnologi, loka karya, sasarehan, dan
lain-lain
4. Meningkatnya volume kegiatan operasional

Sasaran, Penanggung Jawab, dan Pelaksanaan Program :


1. Sasaran program adalah Anggota dan calon Anggota LSM LIDIK di seluruh Indonesia
2. Penanggung Jawab Program adalah pengurus
3. Pelaksana Program adalah Pengurus DPP, DPW, DPC, PAC dan RANTING

Kegiatan :
1. Kegiatan-kegiatan dalam rangka pencapaian tujuan tersebut diatas, di titik beratkan kepada
kegiatan pembinaan kedalam/intern organisasi.

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 104
2. Sesuai dengan jenis pembinaan yang dipergunakan, kegiatan yang dilaku kan dapat dibagi
dalam kelompok sebagai berikut :

Pembinaan satu arah


Target : Anggota / calon Anggota memperoleh informasi dan mengetahui tentang :
apa, bagaimana, keberadaan/ eksistensi, manfaat LSM LIDIK ; kewajiban,
tugas serta hak Anggota LSM LIDIK.

Sarana : Buku Panduan , bulletin, brosur, selembaran

Pembinaan dua arah


Target : Anggota / calon Anggota memperoleh informasi dan memahami serta
menyadari apa siapa LSM LIDIK

Sarana : Sarasehan, seminar, lokakarya, pelatihan dsb

Materi Pembinaan, Pendidikan dan Pengembangan :


1. Pancasila dan UUD 1945
2. Ketentuan dan peraturan serta produk hukum Pemerintah
3. AD / ART LSM LIDIK
4. Peraturan Organisasi LSM LIDIK.
6. Pengetahuan praktis tentang manajemen dan tata laksana organisasi.
7. Pengetahuan lain yang dianggap perlu dan sesuai dengan kondisi dan situasi Daerah masing-
masing.

Pelaksanaan :
1. Program Pembinaan, Pendidikan dan Pengembangan merupakan program prioritas yang harus
segera dilaksanakan oleh seluruh jajaran organisasi LSM LIDIK.
2. Mengingat bahwa program pembinaan, pendidikan dan pengembangan merupakan program
yang bersifat terus-menerus dan berkesinambung an, diharapkan pelaksanaannya dapat
secara disiplin, luwes dan kekelua rgaan sehingga target training dapat dicapai dengan baik.
3. Dalam pelaksanaannya, diutamakan memanfaatkan nara sumber dari kalangan Anggota LSM
LIDIK yang potensial untuk maksud tersebut.

V. LAIN-LAIN
Hal-hal lain yang tidak terdapat dalam Petunjuk Pelaksanaan Pembinaan Anggota ini dapat disesuaikan
dengan situasi dan kondisi yang ada, dengan tidak menyimpang terhadap peraturan-peraturan yang
berlaku dalam organi sasi Radio Antar Penduduk Indonesia.

Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna


Page. 105
Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna
Page. 106
Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna
Page. 107
Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna
Page. 108
Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna
Page. 109
Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna
Page. 110
Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna
Page. 111
Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna
Page. 112
Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna
Page. 113
Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna
Page. 114
Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna
Page. 115
Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna
Page. 116
Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna
Page. 117
Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna
Page. 118
Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna
Page. 119
Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna
Page. 120
Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna
Page. 121
Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna
Page. 122
Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna
Page. 123
Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna
Page. 124
Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna
Page. 125
Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna
Page. 126
Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna
Page. 127
Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna
Page. 128
Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna
Page. 129
Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna
Page. 130
Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna
Page. 131
Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna
Page. 132
Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna
Page. 133
Buku Panduan LSM LIDIK Edisi hasil Paripurna
Page. 134