Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
Gas alam sering juga disebut sebagai gas bumi atau gas rawa, adalah bahan bakar fosil
berbentuk gas yang terutama terdiri dari metana (CH4). Ia dapat ditemukan di ladang minyak,
ladang gas bumi dan juga tambang batu bara. Ketika gas yang kaya dengan metana diproduksi
melalui pembusukan oleh bakteri anaerobik dari bahan-bahan organik selain dari fosil, maka ia
disebut biogas. Sumber biogas dapat ditemukan di rawa-rawa, tempat pembuangan akhir
sampah, serta penampungan kotoran manusia dan hewan.
Gas alam dewasa ini telah menjadi sumber energi alternatif yang banyak digunakan oleh
masyarakat dunia untuk berbagai keperluan, baik untuk perumahan, komersial maupun industri.
Dari tahun ke tahun penggunaan gas alam selalu meningkat. Hal ini karena banyaknya
keuntungan yang didapat dari penggunaan gas alam dibanding dengan sumber energi lain. Energi
yang dihasilkan gas alam lebih efisien. Tidak seperti halnya dengan minyak bumi dan batu bara,
penggunaannya jauh lebih bersih dan sangat ramah lingkungan sehingga tidak menimbulkan
polusi terhadap lingkungan. Disamping itu, gas alam juga mempunyai beberapa keunggulan lain,
seperti tidak berwarna, tidak berbau, tidak korosif dan tidak beracun
B. Identifikasi Permasalahan
Definisi Gas Alam
Proses pembentukan gas alam
Komponen gas alam
Gas alam cair
Gas Alam Padat
Pemanfaatan Gas Alam
C. Tujuan

Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan pembaca
tentang pentingnya gas alam dan diharapkan bermanfaat bagi kita semua. Makalah ini disusun
dalam rangka memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen pembimbing mata kuliah Pengilangan
Minyak Bumi dan Nabati tentanggas alam.
BAB II
ISI

Gas Alam

Gas alam sering juga disebut sebagai gas bumi atau gas rawa, adalah bahan bakar fosil
berbentuk gas yang terutama terdiri dari metana CH4). Ia dapat ditemukan di ladang minyak,
ladang gas bumi dan juga tambang batu bara. Ketika gas yang kaya dengan metana diproduksi
melalui pembusukan oleh bakteri anaerobik dari bahan-bahan organik selain dari fosil, maka ia
disebut biogas. Sumber biogas dapat ditemukan di rawa-rawa, tempat pembuangan akhir
sampah, serta penampungan kotoran manusia dan hewan.

Asal Mula Gas Alam

Gas alam lebih mudah ditemukan dibanding minyak bumi. Pembentukan gas alam dapat
dibagi menjadi dua jenis yakni proses biologis dan proses thermal.

Proses Biologis

Pada proses awal, gas alam terbentuk dari hasil dekomposisi zat organik oleh mikroba
anaerobik. Mikroba yang mampu hidup tanpa oksigen dan dapat bertahan pada lingkungan
dengan kandungan sulfur yang tinggi. Pembentukan gas alam secara biologis ini biasanya terjadi
pada rawa, teluk, dasar danau dan lingkungan air dengan sedikit oksigen. Proses ini
mmembentuk gas alam pada kedalaman 760 sampai 4880 meter akan tetapi pada kedalaman
dibawah 2900 meter, akan terbentuk wet gas (gas yang mengandung cairan hydrocarbon). Proses
jenis ini menempati 20 persen keseluruhan cadangan gas dunia.

Proses Thermal

Pada kedalaman 4880 meter, minyak bumi menjadi tidak stabil sehingga produk utama
hydrocarbon menjadi gas metan. Gas ini terbentuk dari hasil cracking cairan hydrocarbon yang
ada disekitarnya. Proses pembentukan minyak bumi juga terjadi pada kedalaman ini, akan tetapi
proses pemecahannya menjadi metan lebih cepat terjadi.

Sebenarnya, pembentukan gas alam dari bahan inorganik juga dapat terjadi. Walaupun
ditemukan pada jumlah yang tidak banyak, gas metan terbentuk dari batuan awal lapisan
pembentuk bumi dan jenis meteorit yang mengandung bayak kabon (carbonaceous chondrite
type).

Gas mulia (He dan Ar) yang ditemukan bersama gas alam adalah produk hasil dari
disintegrasi radioaktif alam. Helium berasal dari thorium dan keluarga uranium sedangkan argon
berasal dari potassium. Gas-gas ini kemungkinan besar sama-sama terjebak oleh lingkungan
pada gas alam.

Proses pembentukan gas alam

Minyak dan gas alam yang dihasilkan dari sisa-sisa organisme yang diendapkan dalam
batuan sedimen berbutir halus bersama dengan butir mineral batu-batu. Sebagai sumber batuan
ini dimakamkan oleh sedimen diatasnya, yang bahan organik diubah menjadi minyak dan gas
bumi, pertama melalui proses bakteri dan kemudian oleh suhu tinggi yang terkait dengan
penguburan untuk beberapa ribu meter. Minyak dan gas bumi kemudian keluar dari batuan induk
ke batuan reservoir yang berdekatan berpori. Karena minyak dan gas kurang padat daripada air
yang jenuh pada pori-pori batuan reservoir, mereka bergerak ke atas melalui sistem pori sampai
mereka hadapi batuan kedap air. Pada titik ini, minyak dan gas mengumpulkan dan lapangan
minyak atau gas dibentuk. Selengkapnya silahkan baca ulang ceritanya disini : Proses
pembentukan minyak bumi.Gas alam ini dapat terbentuk secara biogenik dan thermogenik. Gas
biogenik mirip dengan BIOGAS yg dibuat oleh manusia, sedangkan alam membuat gas bio ini di
rawa-rawa, sehingga sering disebut juga gas rawa. Sedangkan gas yang terbentuk akibat tekanan
dan panasbumi disebut gas thermogenik. Gas thermogenik ini terbentuknya mirip dengan minyak
bumi yang pernah dituliskan disini.

Komponen gas alam


Komponen utama dalam gas alam adalah metana (CH4), yang merupakan molekul
hidrokarbon rantai terpendek dan teringan. Gas alam juga mengandung molekul-molekul
hidrokarbon yang lebih berat seperti etana (C2H6), propana (C3H8) dan butana (C4H10), selain
juga gas-gas yang mengandung sulfur (belerang). Gas alam juga merupakan sumber utama untuk
sumber gas helium.
Metana adalah gas rumah kaca yang dapat menciptakan pemanasan global ketika terlepas
ke atmosfer, dan umumnya dianggap sebagai polutan ketimbang sumber energi yang berguna.
Meskipun begitu, metana di atmosfer bereaksi dengan ozon, memproduksi karbon dioksida dan
air, sehingga efek rumah kaca dari metana yang terlepas ke udara relatif hanya berlangsung
sesaat. Sumber metana yang berasal dari makhluk hidup kebanyakan berasal dari rayap, ternak
(mamalia) dan pertanian (diperkirakan kadar emisinya sekitar 15, 75 dan 100 juta ton per tahun
secara berturut-turut).
Komponen (%)

1.Metana (CH4) = 80-95

2.Etana (C2H6) = 5-15

3.Propana (C3H8) and Butane (C4H10) = < 5


Nitrogen, helium, karbon dioksida (CO2), hidrogen sulfida (H2S), dan air dapat juga
terkandung di dalam gas alam. Merkuri dapat juga terkandung dalam jumlah kecil. Komposisi
gas alam bervariasi sesuai dengan sumber ladang gasnya.
Campuran organosulfur dan hidrogen sulfida adalah kontaminan (pengotor) utama dari
gas yang harus dipisahkan . Gas dengan jumlah pengotor sulfur yang signifikan dinamakan sour
gas dan sering disebut juga sebagai "acid gas (gas asam)". Gas alam yang telah diproses dan akan
dijual bersifat tidak berasa dan tidak berbau. Akan tetapi, sebelum gas tersebut didistribusikan ke
pengguna akhir, biasanya gas tersebut diberi bau dengan menambahkan thiol, agar dapat
terdeteksi bila terjadi kebocoran gas. Gas alam yang telah diproses itu sendiri sebenarnya tidak
berbahaya, akan tetapi gas alam tanpa proses dapat menyebabkan tercekiknya pernafasan karena
ia dapat mengurangi kandungan oksigen di udara pada level yang dapat membahayakan.

Gas alam dapat berbahaya karena sifatnya yang sangat mudah terbakar dan menimbulkan
ledakan. Gas alam lebih ringan dari udara, sehingga cenderung mudah tersebar di atmosfer. Akan
tetapi bila ia berada dalam ruang tertutup, seperti dalam rumah, konsentrasi gas dapat mencapai
titik campuran yang mudah meledak, yang jika tersulut api, dapat menyebabkan ledakan yang
dapat menghancurkan bangunan. Kandungan metana yang berbahaya di udara adalah antara 5%
hingga 15%. Ledakan untuk gas alam terkompresi di kendaraan, umumnya tidak
mengkhawatirkan karena sifatnya yang lebih ringan, dan konsentrasi yang diluar rentang 5 - 15%
yang dapat menimbulkan ledakan.

Kandungan energi
Pembakaran satu meter kubik gas alam komersial menghasilkan 38 MJ (10.6 kWh).

Gas alam cair

Gas alam cair (Liquefied natural gas, LNG) adalah gas alam yang telah diproses untuk
menghilangkan ketidakmurnian dan hidrokarbon berat dan kemudian dikondensasi menjadi
cairan pada tekan atmosfer dengan mendinginkannya sekitar -160 Celcius. LNG ditransportasi
menggunakan kendaraan yang dirancang khusus dan ditaruh dalam tangki yang juga dirancang
khusus. LNG memiliki isi sekitar 1/640 dari gas alam pada Suhu dan Tekanan Standar,
membuatnya lebih hemat untuk ditransportasi jarak jauh di mana jalur pipa tidak ada. Ketika
memindahkan gas alam dengan jalur pipa tidak memungkinkan atau tidak ekonomis, dia dapat
ditransportasi oleh kendaraan LNG, di mana kebanyakan jenis tangki adalah membran atau
"moss".

Gas Alam Padat


Pernahkan kita bayangkan, kita mengeluarkan beberapa
bongkahan es dari lemari es, kemudian kita nyalakan api dari
bongkahan es tersebut untuk memanaskan secangkir kopi hangat
di pagi hari? Tidak lama lagi kita akan melakukan hal itu.
Bongkahan itu bukan sembarang es, tetapi es yang didalamnya
berisi gas alam yang telah dipadatkan, yang dalam bahasa
ilmiahnya disebut gas alam padat atau hidrat gas alam (natural
gas hydrate atau NGH). NGH adalah kristal es yang terbentuk
dimana lapisan es menutupi molekul gas yang terjebak
didalamnya.

NGH stabil pada tekanan tinggi dan suhu rendah, dan


terjadi secara alami di dasar laut yang bertekanan tinggi dan
bersuhu rendah pada kedalaman 150-2000 meter dibawah
permukaan air laut. Eksplorasi NGH dari dasar laut masih
memerlukan 30-40 tahun untuk menjadi ekonomis, yaitu pada saat cadangan energi fosil telah
habis. NGH juga terjadi sebagai problem pada pipa saluran gas alam bertekanan tinggi didaerah
yang dingin. Terbentuknya NGH dapat menghamapat aliran gas pada pipa. Pada saat ini
penelitian NGH banyak dilakukan sebagai alternatif sistem pengangkutan dan penyimpanan gas
alam, yang selama ini didominasi oleh sistem pemipaan dan gas alam cair (liquefied natural gas,
LNG)

Metode pemipaan sangat efisien untuk transportasi dalam jarak yang tidak begitu jauh.
Semakin jauh jarak yang akan di tempuh, pemipaan semakin tidak ekonomis. Pemipaan
dilakukan dengan menyalurkan gas alam bertekanan 700-1100 psig melalui pipa.

Metode pencairan dilakukan dengan mendinginkan gas pada suhu -162oC. Volume gas
cair setara dengan 600 kali dari volume gas pada suhu ruang. Sistem LNG membutuhkan
instalasi yang rumit dan pendingin khusus untuk transportasinya. Sistem ini banyak di gunakan
untuk transportasi jarak jauh. Pembangunan sistem LNG semakin murah sejak 25 tahun terakhir
setelah ditemukan kemajuan besar dalam efisiensi termodinamika sehingga LNG menjadi pilihan
utama transportasi gas alam di dunia.

Transportasi gas dapat juga dilakukan dalam kontainer bertekanan tinggi, sekitar 1800
psig s- 3600 psig. Biaya investasi yang CNG lebih rendah dari LNG sehingga CNG lebih cocok
untuk ladang gas dengan kapasitas kecil. Kelemahan system CNG diantaranya: memerlukan
kapal khusus dengan container bertekanan untuk mengangkut CNG dan pompa besar serta waktu
yang lama untuk pengisian gas sampai bertekanan 3000 psig. Teknologi ini sedang
dipertimbangkan oleh Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai sistem transportasi untuk dsitribusi
gas alam di Indonesia.

Dalam sistem gas alam padat, NGH diproduksi dari percampuran gas alam dengan air
untuk membentuk kristal es. Gas alam padat terjadi ketika beberapa partikel kecil dari gas seperti
metana, etana, dan propana, menstabilkan ikatan hidrogen dengan air untuk membentuk struktur
sangkar 3 dimensi dengan molekul gas alam terjebak dalam sangkar tersebut.?Sebuah sangkar
terbuat dari beberapa molekul air yang terikat oleh ikatan hidrogen. Tipe ini dikenal dengan
nama clathrates. Gas alam padat diperkirakan akan menjadi media baru untuk penyimpanan dan
transportasi gas, sebab memiliki stabilitas yang tinggi pada suhu dibawah 0oC pada tekanan
atmosfer. Kestabilan tersebut disebabkan lapisen es yang terjadi pada saat hidrat terurai
(terdisosiasi), lapisan es tersebut menutupi hidrat dan mencegah penguraian lebih lanjut. NGH
lebih padat dari gas alam, 1 meter kubik NGH setara dengan 170 meter cubic dari gas alam pada
tekaan 1 atm, pada suhu 25oC.

Sistem gas alam padat meliputi 3 step yaitu, produksi, transportasi dan gasifikasi ulang.
Investasi yang digunakan untuk membangun sistem gas alam padat jauh lebih murah dari pada
gas alam cair. Dengan sistem gas alam padat, ladang-ladang minyak dengan kapasitas kecil yang
tidak memungkinkan diekploitasi dengan sistem gas alam cair dapat dimanfaatkan.

Bahan bakar gas

Bahan bakar gas terdiri dari :

LNG (Liquified Natural Gas) dan LPG (Liquified Petroleum Gas)


Bahan bakar gas biasa digunakan untuk keperluan rumah tangga dan indusri.

Elpiji, LPG (liquified petroleum gas,harfiah: "gas minyak bumi yang dicairkan"), adalah
campuran dari berbagai unsur hidrokarbon yang berasal darigas alam. Dengan menambah
tekanan dan menurunkan suhunya, gas berubah menjadi cair. Komponennya didominasi propana
dan butana . Elpiji juga mengandung hidrokarbon ringan lain dalam jumlah kecil,
misalnya etana dan pentana .

Dalam kondisi atmosfer, elpiji akan berbentuk gas. Volume elpiji dalam bentuk cair lebih
kecil dibandingkan dalam bentuk gas untuk berat yang sama. Karena itu elpiji dipasarkan dalam
bentuk cair dalam tabung-tabung logam bertekanan. Untuk memungkinkan terjadinya ekspansi
panas (thermal expansion) dari cairan yang dikandungnya, tabung elpiji tidak diisi secara penuh,
hanya sekitar 80-85% dari kapasitasnya. Rasio antara volume gas bila menguap dengan gas
dalam keadaan cair bervariasi tergantung komposisi, tekanan dan temperatur, tetapi biasaya
sekitar 250:1.

Tekanan di mana elpiji berbentuk cair, dinamakan tekanan uap-nya, juga bervariasi
tergantung komposisi dan temperatur; sebagai contoh, dibutuhkan tekanan sekitar 220 kPa (2.2
bar) bagi butana murni pada 20 C (68 F) agar mencair, dan sekitar 2.2 MPa (22 bar) bagi
propana murni pada 55C (131 F).

Sifat elpiji terutama adalah sebagai berikut:

Cairan dan gasnya sangat mudah terbakar


Gas tidak beracun, tidak berwarna dan biasanya berbau menyengat
Gas dikirimkan sebagai cairan yang bertekanan di dalam tangki atau silinder.
Cairan dapat menguap jika dilepas dan menyebar dengan cepat.
Gas ini lebih berat dibanding udara sehingga akan banyak menempati daerah yang
rendah.
Pengolahan Gas Alam

Pada proses pengolahan modern, dilakukan pemisahan untuk menghilangkan impurities.


Beberapa gas hidrokarbon seperti propan (C3H8) dan butan (C4H10) dipisahkan dan dijual secara
terpisah. Setelah diproses, gas alam yang bersih ditransmisikan ke titik-titik penggunaan melalui
jaringan pipa. Gas alam yang dikirim melalui pipa tersebut merupakan gas alam dalam bentuk
metan (CH4).

Gas alam yang dikirim tersebut merupakan dry gas atau gas kering. Metan adalah
molekul yang dibentuk oleh satu atom karbon dan empat atom hidrogen sebagai CH4. Gas metan
mudah terbakar apabila terjadi reaksi antara metan dan oksigen yang hasilnya berupa karbon
dioksida (CO2), air (H2O) ditambah sejumlah besar energi, sebagaimana persamaan berikut :

CH4 + 2 O2 > CO2 + 2 H2O + 891 kJ

Pengolahan Gas Alam Cair (LNG)

Penukar panas (Heat exchanger) merupakan suatu peralatan yang digunakan untuk
memindahkan sejumlah energi panas antara dua atau lebih fluida yang berbeda suhunya. Secara
umum fluida tersebut dipisah oleh suatu dinding atau sekat sehingga terjadi perpindahan panas
secara konveksi dari sisi masing-masing fluida dan konduksi pada dinding. Klasifikasi dari alat
penukar kalor tersebut dibedakan menjadi arah aliran, tipe konstruksi, dan proses perpindahan.
Berdasarkan arah aliran relatif kedua fluida dibedakan menjadi pararel flow, counter flow, cross
flow, dan gabungan dua atau tiga pola aliran tersebut. Heat exchanger berdasar tipe konstruksi
dibedakan menjadi tubes, plates, dan extended surface atau compact sedang menurut proses
perpindahannya dikelompokkan direct dan indirect contact. Dalam proses pengolahan gas alam
cair (Liquid Natural Gas, LNG) Heat exchanger banyak digunakan untuk proses-proses
refrigerasi. Proses pendinginan gas alam menjadi gas alam cair (LNG) terdiri dari beberapa
tahap.

Berikut adalah tahap dari pendinginan gas alam menjadi gas alam cair

a. PLANT 1 - GAS PURIFICATION


Proses di Plant 1 adalah pemurnian gas dengan pemisahan kandungan CO2
(Carbon Dioksida) dari gas alam. Pemisahan CO2 dilakukan dengan proses absorbsi
larutan Mono Ethanol Amine (MEA), yang sekarang diganti dengan Methyl De Ethanol
Amine (MDEA) produksi Ucarsol. Proses ini dapat mengurangi CO2 sampai di bawah 50
ppm dari aliran gas alam. Batas maksimum kandungan CO2 pada proses selanjutnya
adalah 50 ppm.

b. PLANT 2 - GAS DEHYDRATION AND MERCURY REMOVAL

Pada Plant 2, kandungan H2O dan Hg dipisahkan dari gas alam. Pemisahan
kandungan H2O (Gas Dehydration) dilakukan dengan cara absorbsi menggunakan
molecullar sieve hingga kandungan H2O maksimum 0,5 ppm. Pemisahan kandungan Hg
(Mercury Removal) dilakukan dengan cara absorbsi senyawa belerang menggunakan
molecullar sieve hingga kandungan Hg maksimum 0,1 ppm.

c. PLANT 3 FRACTINATION

Sebelum gas alam didinginkan dan dicairkan pada Main Heat Exchanger 5E-1
pada suhu yang sangat rendah hingga menjadi LNG, proses pemisahan (fractination) gas
alam dari fraksi-fraksi berat (C2, C3, C4, dst) perlu dilakukan. Proses fraksinasi tersebut
dilakukan di Plant 3. Setelah dipisahkan dari fraksi beratnya, gas alam didinginkan
terlebih dahulu hingga temperatur sekitar -50C dan selanjutnya diproses di Plant 5 untuk
didinginkan lebih lanjut dan dicairkan. Sedangkan fraksi beratnya dipisahkan lagi sesuai
dengan titik didihnya dengan beberapa alat (Deethanizer, Deprophanizer dan
Debuthanizer) untuk mendapatkan prophane, buthane dan condensate.

d. PLANT 4 REFRIGERATION

Selain penurunan tekanan, proses pencairan gas alam dilakukan dengan


menggunakan sistem pendingin bertingkat. Bahan pendingin yang digunakan: Propane
dan Multi Component Refrigerant (MCR). MCR adalah campuran Nitrogen, Methane,
Ethane, Prophane dan Buthane yang digunakan untuk pendinginan akhir dalam proses
pembuatanLNG. Plant 4 menyediakan pendingin Prophane dan MCR. Baik prophane
maupun MCR sebagai pendingin diperoleh dari hasil sampingan pengolahan LNG.

e. PLANT 5 LIQUEFACTION

Pada Plant 5 dilakukan pendinginan dan pencairan gas alam setelah gas alam
mengalami pemurnian dari CO2, pengeringan dari kandungan H2O, pemisahan Hg serta
pemisahan dari fraksi beratnya dan pendinginan bertahap oleh prophane. Gas alam
menjadi cair setelah keluar dari Main Heat Exchanger 5E-1 dan peralatan lainnya
selanjutnya ditransfer ke storage tank.

Pemanfaatna gas alam


Secara garis besar pemanfaatan gas alam dibagi atas 3 kelompok yaitu :

1. Gas alam sebagai bahan bakar


Antara lain sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Gas/Uap, bahan bakar
industri ringan, menengah dan berat, bahan bakar kendaraan bermotor (BBG/NGV), sebagai gas
kota untuk kebutuhan rumah tangga hotel, restoran dan sebagainya.
Gas alam terkompresi (Compressed natural gas, CNG) adalah alternatif bahan bakar selain
bensin atau solar. Di Indonesia, kita mengenal CNG sebagai bahan bakar gas (BBG). Bahan
bakar ini dianggap lebih bersih bila dibandingkan dengan dua bahan bakar minyak karena
emisi gas buangnya yang ramah lingkungan. CNG dibuat dengan melakukan kompresi metana
(CH4) yang diekstrak dari gas alam.

LPG (liquified petroleum gas), adalah campuran dari berbagai unsur hidrokarbon yang
berasal dari gas alam. Dengan menambah tekanan dan menurunkan suhunya, gas berubah
menjadi cair. Komponennya didominasi propana (C3H8) dan butana (C4H10). Elpiji juga
mengandung hidrokarbon ringan lain dalam jumlah kecil, misalnya etana (C2H6) dan pentana
(C5H12). Sifat elpiji terutama adalah sebagai berikut:
1. Cairan dan gasnya sangat mudah terbakar
2. Gas tidak beracun, tidak berwarna dan biasanya berbau menyengat
3.Gas dikirimkan sebagai cairan yang bertekanan di dalam tangki atau silinder.
4. Cairan dapat menguap jika dilepas dan menyebar dengan cepat.
5. Gas ini lebih berat dibanding udara sehingga akan banyak menempati daerah yang rendah.

Penggunaan Elpiji di Indonesia terutama adalah sebagai bahan bakar alat dapur (terutama
kompor gas). Selain sebagai bahan bakar alat dapur, Elpiji juga cukup banyak digunakan sebagai
bahan bakar kendaraan bermotor walaupun mesin kendaraannya harus dimodifikasi terlebih
dahulu.

2. Gas alam sebagai bahan baku


Antara lain bahan baku pabrik pupuk, petrokimia, metanol, bahan baku plastik LDPE
(low density polyethylene), LLDPE = linear low density polyethylene, HDPE (high density
polyethylen), PE (poly ethylene), PVC (poly vinyl chloride), C3 dan C4-nya untuk LPG, CO2-
nya untuk soft drink, dry ice pengawet makanan, hujan buatan, industri besi tuang, pengelasan
dan bahan pemadam api ringan.

3. Gas alam sebagai komoditas energi untuk ekspor


Gas alam yang paling besar digunakan untuk komoditas ekspor di dunia yaitu LNG
(Liquified Natural Gas) atau gas alam cair.
Gas alam cair Liquefied Natural Gas (LNG) adalah gas alam yang telah diproses untuk
menghilangkan ketidakmurnian dan hidrokarbon berat dan kemudian dikondensasi menjadi
cairan pada tekan atmosfer dengan mendinginkannya sekitar -160 Celcius. LNG ditransportasi
menggunakan kendaraan yang dirancang khusus dan ditaruh dalam tangki yang juga dirancang
khusus. LNG memiliki isi sekitar 1/640 dari gas alam pada Suhu dan Tekanan Standar,
membuatnya lebih hemat untuk ditransportasi jarak jauh di mana jalur pipa tidak ada. Ketika
memindahkan gas alam dengan jalur pipa tidak memungkinkan atau tidak ekonomis, dia dapat
ditransportasi oleh kendaraan LNG. Dibandingkan dengan minyak mentah, pasar gas alam cair
relative lebih kecil.

Saat ini teknologi manusia juga telah mampu menggnakan gas alam untuk air conditioner (AC),
seperti yang digunakan di bandara Bangkok, Thailand dan beberapa bangunan gedung perguruan
tinggi di Australia.
Gas alam di Indonesia

Pemanfaatan gas alam di Indonesia dimulai pada tahun 1960-an dimana produksi gas
alam dari ladang gas alam PT Stanvac Indonesia di Pendopo, Sumatera Selatan dikirim melalui
pipa gas ke pabrik pupuk Pusri IA, PT Pupuk Sriwidjaja di Palembang. Perkembangan
pemanfaatan gas alam di Indonesia meningkat pesat sejak tahun 1974, dimana PERTAMINA
mulai memasok gas alam melalui pipa gas dari ladang gas alam di Prabumulih, Sumatera Selatan
ke pabrik pupuk Pusri II, Pusri III dan Pusri IV di Palembang. Karena sudah terlalu tua dan tidak
efisien, pada tahun 1993 Pusri IA ditutup,dan digantikan oleh Pusri IB yang dibangun oleh
putera-puteri bangsa Indonesia sendiri. Pada masa itu Pusri IB merupakan pabrik pupuk paling
modern di kawasan Asia, karena menggunakan teknologi tinggi. Di Jawa Barat, pada waktu yang
bersamaan, 1974, PERTAMINA juga memasok gas alam melalui pipa gas dari ladang gas alam
di lepas pantai (off shore) laut Jawa dan kawasan Cirebon untuk pabrik pupuk dan industri
menengah dan berat di kawasan Jawa Barat dan Cilegon Banten. Pipa gas alam yang
membentang dari kawasan Cirebon menuju Cilegon, Banten memasok gas alam antara lain ke
pabrik semen, pabrik pupuk, pabrik keramik, pabrik baja dan pembangkit listrik tenaga gas dan
uap.
Selain untuk kebutuhan dalam negeri, gas alam di Indonesia juga di ekspor dalam bentuk
LNG (Liquefied Natural Gas)Salah satu daerah penghasil gas alam terbesar di Indonesia adalah
Nanggre Aceh Darussalam. Sumber gas alam yang terdapat di di daerah Kota Lhokseumawe
dikelola oleh PT Arun NGL Company. Gas alam telah diproduksikan sejak tahun 1979 dan
diekspor ke Jepang dan [[Korea Selatan]. Selain itu di Krueng Geukuh, Nanggre Aceh Barh
(kabupaten Aceh Utara) juga terdapat PT Pupuk Iskandar Muda pabrik pupuk urea, dengan
bahan baku dari gas alam.

Distribusi

Karena wujudnya yang berupa gas, gas alam memiliki beberapa cara untuk
didistribusikan. Setidaknya ada empat cara untuk mendistribusikan gas ala mini, yaitu :

Distribusi melalui pipa salur.


Distribusi dalam bentuk Liquefied Natural Gas (LNG), biasanya dilakukan untuk
distribusi jarak jauh

Distribusi dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG)

Distribusi dengan memadatkan gas (hydrate methane), akan tetapi teknologi ini masih
terus dikembangkan karena masih belum ekonomis.

Penyimpanan Gas Alam

Metode penyimpanan (storage) gas alam dilakukan dengan Natural Gas Underground
Storage, yakni suatu ruangan raksasa di bawah tanah yang lazim disebut sebagai salt
dome yakni kubah-kubah dibawah tanah yang terjadi dari reservoir sumber-sumber gas alam
yang telah depleted.

Penyimpanan LNG

Untuk mendukung proses regasifikasi, LNG disimpan dalam tanki bertekanan atmosfer,
dengan tembok ganda, bersekat dengan fitur-fitur inovatif, kemanan tinggi dan desain yang
stabil. Tembok tanki bagian dalam terdiri atas besi baja khusus dengan kandungan nikel
tinggi seperti alumunium dan tahan terhadap temperatur cryogenic. Untuk mencegah
kebocoran, beberapa tanki penyimpanan diperkuat dengan sistem penahan ganda, di mana
tembok bagian dalam dan luar sama-sama dapat dimuat LNG.
BAB III

KESIMPULAN

Dari makalah ini dapat disimpulkan bahwa gas merupakan energy alternative di masa
depan yang ramah lingkungan.Gas alam masih terdapat banyak di bumi jika dibandingkan
dengan minyak bumi yang semakin menipis.oleh karena itu kita harus bersiap-siap melakukan
konversi energy ke gas bumi.
Daftar Pustaka

http://rovicky.wordpress.com/2010/07/22/sumberdaya-gas-alam-1/Sumberdaya Gas Alam 2


: CBM
http://www.energi.lipi.go.id/utama.cgi?cetakartikel&1096194535
http://kuliah.wikidot.com/gas-alam
http://bembyagus.blogspot.com/2010/12/manfaat-gas-alam-bagi-kehidupan-manusia.html
Gas alam - Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia
http://id.wikipedia.org/wiki/Elpiji
http://ivanhadinata.blogspot.com/2010/08/pengolahan-gas-alam-cair-lng.html
www.naturalgas.org diakses pada 20 Oktober 2011
http://id.wikipedia.org/wiki/Gas_alam diakses pada 20 Oktober 2011
http://en.wikipedia.org/wiki/Natural_gas diakses pada 20 Oktober 2011
MAKALAH

PENGILANGAN MINYAK BUMI DAN NABATI


GAS ALAM

Kelompok : 6
Anggota :
Novita Aprilia MS (1007121295)
Novia Azzahra (1007113657)
Ikbal Muhara (1007135281)
Maihendra (1007135537)
Alharis (1007121473)

JURUSAN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2011