Anda di halaman 1dari 4

Kalibrasi Dan Validasi Instrumen

No. Dokumen : /SOP/AKRED/2017


No. Revisi : 0
SOP Tanggal Terbit : /03/2017
Halaman :

UPTD Puskesmas dr. Juni Haryanto


Rawasari 197306152002121005
1.Pengertian Validasi adalah kegiatan untuk menentukan satu atau lebih
karakteristik dari suatu bahan atau instrumen sehingga dapat
dipastikan kesesuaian antara karakteristik dengan spesifikasinya
Kalibrasi adalah suatu kegiatan untuk menstandarisasi alat ukur
laboratorium dengan cara membandingkan alat ukur tersebut dengan
peralatan standar yang dapat di identifikasi dan ditelusuri ke standar
nasional/ internasional
2.Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah langkah untuk menvalidasi dan
kalibrasi instrumen
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas No. /PKM.RWS/AKRED/2017 Tentang
Pengelolaan Dan Penanggung Jawab Peralatan Serta Kalibrasi
Peralatan Di UPTD Puskesmas Rawasari
4.Referensi Permenkes no. 75 Tahun 2014 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat
5.Prosedur/Langkah 1. Petugas pengelola barang berkoordinasi dengan penanggung
-Langkah
jawab ruangan untuk mendata alat yang akan divalidasi dan di
kalibrasi
2. Petugas pengelola barang membuat perencanaan jadwal
validasi dan kalibrasi eksternal setiap satu tahun sekali
3. Petugas validasi dan kalibrasi dilakukan oleh pihak yang
bekerjasama yang sudah ditunjuk dengan bukti catatan
kalibrasinya
4. Petugas pengelola barang menyimpan alat ukur yang sudah di
kalibrasi dan validasi
5. Petugas pengelola barang merencanakan jadwal validasi dan
kalibrasi yaitu setiap bulan sekali
6.Diagram Alir

7. Unit terkait Pengelola Barang


DAFTAR TILIK
Pemantauan Pelaksanaan Kebijakan dan Prosedur Penanganan Limbah Berbahaya

Unit :
Nama Petugas : ....
Tanggal Pelaksanaan : .................................................

NONo Langkah Kegiatan Ya Tidak TB


A. Identifikasi Limbah Berbahaya, Sanitarian dan petugas
terkait

1. Apakah petugas kesling melakukan identifikasi jenis,


jumlah limbah berbahaya yang secara periodik dihasilkan
ke masing-masing unit penghasil limbah berbahaya

2. Apakah petugas kesling menulis hasil identifikasi dalam


buku inventaris limbah berbahaya

B. Pengumpulan limbah berbahaya, petugas laboratorium dan


petugas terkait

1. Apakah petugas mengidentifikasi jenis, jumlah limbah


berbahaya yang secara periodik dihasilkan oleh unit
tersebut
2. Apakah petugas melaporkan kepada sanitarian mengenai
hasil identifikasi tersebut

3. Apakah petugas mengangkut limbah berbahaya dari


unitnya ke tempat sampah khusus pembuangan sementara
limbah berbahaya

4. Apakah petugas laboratorium dan sanitarian


memverifikasi limbah berbahaya yang sudah ditampung
dan memberikan simbol/label (dengan check list inventaris
limbah berbahaya)

5. Apakah petugas melakukan pencatatan masa simpan


sementara adalah maksimal 90 hari sesuai persyaratan atau
bila limbah berbahaya sudah mencapai 50 kg/hari

C. Pengelolaan Limbah Berbahaya Oleh Pihak Ketiga

1. Apakah petugas dari pihak ketiga sebagai


pengumpul/pengelola limbah berbahaya harus memiliki
izin dari Kementrian Lingkungan Hidup Republik
Indonesia

2. Apakah petugas dari pihak transportir harus mempunyai


izin dari Dirjen Perhubungan Darat Kementrian
Perhubungan RI dan mendapat rekomendasi dari
Kementrian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Izin
sesuai dengan jalur transportasi yang dilalui limbah
berbahaya

3. Apakah petugas ada surat bentuk kerjasama antara


puskesmas dengan pihak ketiga perihal pembuangan
limbah berbahaya

4. Apakah petugas ada berita acara serah terima limbah


berbahaya harus selalu dilampirkan setiap pihak ketiga
mengambil limbah berbahaya dari tempat penyimpanan
sementara di puskesmas

Compliance rate (CR) :



Jambi, 2017
Pelaksana / Auditor