Anda di halaman 1dari 3

Lilik Setiawan HP.

Bangunan bertingkat adalah suatu sistem struktur yang mempunyai lapis lantai
lebih dari satu, umumnya bertingkat ke atas walaupun ada juga yang bertingkat ke dalam
tanah. Bila luas lantai atas sama dengan luas lantai dasarnya, disebut bertingkat penuh.
Sedangkan apabila luas lantai atas lebih kecil daripada luas lantai dasarnya, maka disebut
bertingkat sebagian.

Bangunan tidak bertingkat Bangunan bertingkat

Bertingkat Penuh Bertingkat Penuh

Bertingkat Sebagian
Ditinjau dari ketinggian gedung dan spesifikasi perancangan dan syarat-syarat,
bangunan bertingkat dibagi menjadi:
1. Bangunan bertingkat rendah (Low Rise Building): mempunyai 3 4 lapis lantai atau
ketinggian 10 m.
2. Bangunan bertingkat tinggi (High Rise Building): mempunyai lapis lantai lebih dari 4
dan ketinggian lebih dari 10 m.

Pada bangunan bertingkat harus dilakukan analisis pembebanan dan mekanika


gayanya, sehingga dapat diperoleh dimensi struktur yang andal dan proporsional. Gaya-
gaya yang ditimbulkan oleh berat sendiri bangunan dan beban luar bekerja arah vertikal
(gaya gravitasi). Gaya-gaya ini diperlukan untuk menghitung dimensi dari elemen
strukturnya (pelat lantai, balok, kolom, tangga struktur dinding, rangka kuda-kuda,
pondasi, dll) dikomparasi dengan tegangan ijin dari bahan bangunannya.

Mengingat bahwa pada bangunan bertingkat pemilihan jenis dan pendimensian


pondasinya cukup komplek, maka diperlukan juga adanya penyelidikan tanah (soil
investigation). Dari hasil penyelidikan tanah dapat ditentukan jenis dan ukuran pondasi
serta kedalaman letak pondasi yang tepat. Jenis penyelidikan tanah antara lain sebagai
berikut:
1. Sonding investigation.
2. Bouring investigation.

Selain gaya-gaya vertikal, pada bangunan bertingkat juga diperhitungkan adanya


gaya-gaya yang bekerja arah horisontal, yaitu:
1. Tekanan angin.
2. Getaran gempa.

Untuk mengetahui jumlah lantai bertingkat dan nomor urut tingkatnya, maka pada
masing-masing lantai diberi nomor urut sebagai berikut:
1. Lantai 1 (ground floor): lantai dasar terletak di atas tanah dan langsung
berhubungan dengan halaman, diberi peil 0.00.
2. Lantai 2 (first floor): lantai tingkat di atas lantai 1.
3. Lantai 3 (second floor): lantai tingkat di atas lantai 2.
4. Besmen (basement): Ruang di bawah lantai 1 dalam tanah, umumnya digunakan
sebagai tempat parkir, gudang, ruang mesin.

Untuk menghubungkan ruang secara vertikal dapat digunakan tangga (stair),


eskalator (escalator) dan lift (elevator).
Bangunan bertingkat, sebaiknya bentuk denah dibuat sederhana dan simetris,
tanpa mengurangi segi keindahan dan fungsinya. Bentuk sederhana dan simetris sangat
baik untuk tahanan gempa. Sistem strukturnya dapat dipisahkan dengan diberi siar
dilatasi. Hal ini untuk menghindari adanya penurunan bangunan yang tidak sama, adanya
pemuaian dan susut dari bahan konstruksinya. Bentang/panjang maksimum bangunan
adalah 40 m.
Bebrapa macam pemisahan struktur bangunan (dilatasi) antara lain sebagai berikut:
1. Sistem pemisahan dengan menggunakan double kolom.
2. Sistem pemisahan dengan menggunakan klos.
3. Sistem pemisahan dengan menggunakan balok kantilever.
Bentuk struktur portal yang dipisahkan delatasi

Sistem pemisahan struktur bangunan

Doble kolom Kloss

Kantilever