Anda di halaman 1dari 18

STANDAR 2.

TATA PAMONG, KEPEMIMPINAN, SISTEM PENGELOLAAN, DAN


PENJAMINAN MUTU

2.1 Sistem Tata Pamong


Sistem tata pamong berjalan secara efektif melalui mekanisme yang disepakati bersama,
serta dapat memelihara dan mengakomodasi semua unsur, fungsi, dan peran dalam
program studi. Tata pamong didukung dengan budaya organisasi yang dicerminkan
dengan ada dan tegaknya aturan, tatacara pemilihan pimpinan, etika dosen, etika
mahasiswa, etika tenaga kependidikan, sistem penghargaan dan sanksi serta pedoman
dan prosedur pelayanan (administrasi, perpustakaan, laboratorium, dan studio). Sistem
tata pamong (input, proses, output dan outcome sertal ingkungan eksternal yang
menjamin terlaksananya tata pamong yang baik) harus diformulasikan, disosialisasikan,
dilaksanakan, dipantau dan dievaluasi dengan peraturan dan prosedur yang jelas.

Uraikan secara ringkas sistem dan pelaksanaan tatapamong di program studi untuk
membangun sistemtata pamong yang kredibel, transparan, akuntabel, bertanggung
jawab dan adil.

Tata pamong yang Kredibel

Pengelolaan tata pamong Program Studi Teknik Telekomunikasi D4 Politeknik Negeri


Semarang (Polines) mengacu pada pengelolaan tata pamong Polines secara
keseluruhan yang berdasarkan pada sistem penjaminan mutu Polines bidang akademik,
administrasi dan umum untuk mewujudkan visi dan misi dan tujuan Polines secara efektif.
Struktur organisasi Polines menjadi dasar bagi struktur organisasi Jurusan. Organisasi
Polines dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Direktur Polines No.
012/PL4.7.1/SK/2012 sebagai berikut :

STRUKTUR ORGANISASI POLITEKNIK NEGERI SEMARANG

DIREKTUR
DEWAN
PENYANTUN SENAT
WD 1 WD2 WD 3 WD4

PMP
SPI
MR ISO

BAUK BAAK

STU SK SPAK JURUSAN-JURUSAN SAK SMAWA

UPT UPT ULP PROGRAM STUDI- P3AI P3M UKK PTIK


UPT-
PERPUS BHS PP PROGRAM STUDI
Keterangan :
Direktur WD : Wakil Direktur
SPI: Satuan Pengendali Internal PMP : Penjaminan Mutu Pendidikan
MR ISO : Management Representatif BAUK : Bagian Administrasi Umum & Keuangan
implementasi manajemen mutu versi ISO STU : Sub Bagian Tata Usaha
BAAK : Bagian Administrasi Akademik & Kemahasiswaan SK : Sub Bagian Kepegawaian
SAK : Sub Bagian Akademik SPAK : Sub Bagian Perencanaan Anggaran &
Keuangan
SMAWA : Sub Bagian Kemahasiswaan & Alumni UPT BHS: Unit Pelayanan Teknik Bahasa
UPT PERPUS: Unit Pelayanan Teknis Perpustakaan ULP : Unit Layanan Pengadaan
UPT PP : Unit Pelayanan Teknik Perawatan Perbaikan P3AI : Pusat Peningkatan & Pengembangan
P3M : Pusat Penelitian dan PengabdianMasyarakat AktivitasInstruksional
UKK : Unit Kerjasama dan Kehumasan PTIK : Pusat Teknologi Infomasi & Komunikasi

Pengelolaan Program Studi Teknik Telekomunikasi D4 Politeknik Negeri Semarang


(Polines) terdapat dalam struktur Jurusan Teknik Elektro sebagai unsur pelaksana
akademik, seperti dalam gambar berikut :

STRUKTUR ORGANISASI PROGRAM STUDI D4 TEKNIK TELEKOMUNIKASI

Ketua Jurusan
Teknik Elektro

Sekretaris Jurusan
Teknik Elektro

Administrasi Jurusan Ketua Program Studi D4 Gugus Kendali Mutu


Teknik Elektro Teknik Telekomunikasi

Administrasi Prodi D4
Teknik Telekomunikasi

Koordinator Ketua Laboratorium Prodi D4


KBK Teknik Telkom

Dosen Wali Staf Pengajar Staf Laboran

Pengelolaan pamong Program Studi D4 Teknik Telekomunikasi Politeknik Negeri


Semarang diawali dengan pemilihan pimpinan yang mengacu pada SK Direktur Polines
No. 271/N11/SK/2003 tentang Mekanisme Pengangkatan dan Pemberhentian Pimpinan &
Pejabat Lain di Tingkat Jurusan Polines. Tata cara pemilihan Ketua Jurusan Teknik
Elektro dilakukan melalui beberapa tahap. Tahap pertama diawali dengan pendaftaran
bakal calon ke Panitia Pemilihan Ketua Jurusan Teknik Elektro. Tahap kedua bakal calon
Ketua Jurusan Teknik Elektro yang memenuhi persyaratan menyampaikan visi, misi dan
program kerja,dan selanjutnya tahap ketiga pelaksanaan pemilihan. Ketua Jurusan
Teknik Elektro dipilih secara langsung, bebas, dan rahasia oleh seluruh dosen Jurusan
Teknik Elektro dan ditetapkan dengan suara terbanyak. Dengan proses pemilihan melalui
beberapa tahapan yang transparan, akuntabel, dan demokratis tersebut akan dihasilkan
Ketua Jurusan Teknik Elektro yang berkualitas dan kredibel.

Mekanisme pengangkatan Ketua Program Studi D4 Teknik Telekomunikasi Politeknik


Negeri Semarang (KaProdi D4 Teknik Telekomunikasi) mengacu pada SK Direktur
Polines No. 271/N11/SK/2003. Sejak Tahun 2006 Tata cara pemilihan Kepala Program
Studi (Kaprodi) Teknik Telekomunikasi D4 Politeknik Negeri Semarang (Polines)
dilakukan melalui rapat koordinasi Program Studi dan dipilih secara langsung oleh
anggota yang hadir dalam rapat.
Seleksi kaprodi diawali dengan penjaringan bakal calon melalui mekanisme aspirasi
dosen, semua dosen yang hadir dapat dipilih dan tiga suara terbanyak dicalonkan
menjadi Kaprodi dengan membuat pernyataan kesanggupan menjadi Kaprodi.Tiga
nama calon dipilih secara langsung dan Satu nama suara terbanyak diusulkan menjadi
kaprodi pada ketua Jurusan Teknik Elektro. Ketua Jurusan Jurusan Teknik Elektro
mengajukan Pengusulan Kaprodi Telekomunikasi D4 sesuai dengan hasil pemilihan
kaprodi kepada Direktur Polines untuk dapat ditetapkan sebagai Kaprodi dan bekerja
sesuai mekanisme pengangkatan dan pemberhentian pimpinan di tingkat jurusan Polines
dilaksanakan sesuai dengan Surat Keputusan Senat Polines No. 271/N11/SK/2003.

Untuk mengelola laboratorium diperlukan seorang Kepala Laboratorium. Kepala


Laboratorium diangkat dan diberhentikan oleh Direktur Polines berdasarkan SK Direktur
Polines No. 271/N11/SK/2003 dengan usulan Ketua Jurusan Teknik Elektro. Kepala
Laboratorium Program Studi D4 Teknik Telekomunikasi dipilih oleh Ketua Program Studi
D4 Teknik Telekomunikasi dan diajukan ke Ketua Jurusan Teknik Elektro untuk diusulkan
ke Direktur Polines. Kepala laboratorium yang dipilih harus memiliki
keahlian/pengetahuan dan memahami teknologi yang diperlukan dalam pengelolaan
laboratorium.

Untuk pendampingan mahasiswa diperlukan Dosen Wali guna memberikan pengarahan


dan pembimbingan kepada mahasiswa selama mengikuti pendidikan dan pembelajaran
di Polines sehingga diharapkan mahasiswa dapat lulus tepat waktu dan berprestasi
sesuai dengan kebutuhan yang dipersyaratkan oleh industri.Dosen Wali dipilih oleh
KaProdi D4 Teknik Telekomunikasi dan diajukan kepada Ketua Jurusan Teknik Elektro
untuk diusulkan ke Direktur Polines.

Untuk membantu mengembangkan minat dosen dan mahasiswa dalam menelaah


ilmu/keahlian yang didalami diperlukan Koordinator KBK (Kelompok Bidang
Keahlian)yang mana anggota dari KBK adalah beberapa dosen yang mengajar mata
kuliah yang berada pada kelompok bidang keahlian tertentu.

Untuk memonitoring dan mengevaluasi pencapaian program-program akademik untuk


peningkatan kinerja akademik dibentuk Gugus Kendali Mutu (GKM) yang dibawah Unit
Penjaminan Mutu Polines.

Program studi juga memiliki Unit Produksi dan Jasa (Projas) di bawah koordinasi Ketua
Jurusan yang bertugas mengenalkan program studi D4 Teknik Telekomunikasi ke dunia
luar Polines, bekerjasama sebanyak mungkin dengan dunia industri, pemerintah, instansi
terkait sehingga Program Studi D4 Teknik Telekomunikasi semakin dikenal sekaligus
mendapatkan penghasilan/dana guna membantu membiayai jurusan/program studi D4
Teknik Telekomunikasi .

Tata pamong yang Transparan dan Akuntabel


Program studi D4 Teknik Telekomunikasi dikelola dengan mengacu pada peraturan,
kebijakan dan prosedur mutu yang ada dan berlandaskan pada nilai yang dikembangkan
untuk disepakati bersama secara transparan dan akuntabel.Dokumen yang dijadikan
acuan meliputi :
a. Renstra Politeknik Negeri Semarang
b. Dokumen Petunjuk Operasional, berisi petunjuk operasional pelaksanaan kegiatan
c. Ketentuan Umum Pengelolaan Keuangan Politeknik Negeri Semarang, berisi tata
laksana operasional kegiatan dan keuangan di Polines
d. Peraturan Akademik, berisi tata laksana proses akademik khususnya pendidikan dan
pengajaran, serta sanksi
e. TOR Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, berisi tata laksana proses
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat
f. Prosedur Mutu berdasarkan ISO-9001-2008
g. Etika bagi dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa
h. Peraturan Laboratorium
i. Peraturan dan kebijakan lain yang terkait

Sistem penyelenggaraan pendidikan pada Polines dijabarkan dalam Renstra Polines


untuk dilaksanakan pemimpin Polines. Rencana strategis tersebut kemudian dijabarkan
dalam Rencana Operasional (Renop) dan selanjutnya dijabarkan lagi dalam Rencana
Kinerja Tahunan (RKT) yang berupa program kegiatan beserta indikator capaian dan
akan dilaksanakan oleh semua jurusan, unit, dan bagian pada Polines pada setiap tahun.

Semua kegiatan dilakukan secara transparan dan hasilnya disampaikan secara


transparan dalam forum/rapat pimpinan, jurusan/prodi, pertemuan/rapat lainnya,
dikarenakan transparansi setiap kegiatan akan memberikan umpan balik yang bersifat
membangun dan mengkritisi atas hal-hal yang belum terlaksana dengan baik.

Pencapaian Kinerja Kegiatan (PKK) dan anggaran atas pelaksanaan kegiatan dilaporkan
pada pertengahan dan akhir tahun oleh semua jurusan, unit, dan bagian. Tindak lanjutnya
yaitu mempertanggungjawabkan pencapaian kinerja dari semua kegiatan berupa Laporan
Akuntatabilitas Kinerja Institusi Pemerintah (LAKIP). Setiap kegiatan yang dilakukan oleh
jurusan, unit, dan bagian akan dipantau dan dievaluasi secara internal oleh Tim Monev-in
Polines pada waktu pertengahan dan akhir tahun, dan dilaporkan kepada pemimpin
Polines. Evaluasi juga dilaksanakan oleh program studi D4 Teknik Telkom yaitu pada
setiap semester untuk mengetahui perkembangan program studi. Hasil tersebut
kemudian dilaporkan melalui sistem Evaluasi Program Studi Berbasis Evaluasi Diri
( EPSBED).

Politeknik Negeri Semarang, termasuk didalamnya Program Studi D4 Teknik Telkom,


telah mendapatkan Sertifikat ISO 9001-2008 yaitu sertifikat sistim penjaminan mutu.
Konsekuensinya semua kegiatan baik akademik maupun administratif wajib mengikuti
prosedur mutu, manual mutu dan instruksi kerja yang telah ditetapkan. Setiap jurusan,
unit dan bagian juga harus menetapkan sasaran mutunya. Pelaksanaan sistim
manajemen mutu dan pencapaian sasaran mutu dievaluasi setiap semester oleh auditor
internal Polines maupun auditor eksternal independen (SGS). Hasil audit mutu internal
(AMI) tersebut kemudian akan dibahas pada kegiatan tinjauan manajemen dalam rangka
perbaikan berkelanjutan.

Unit Penjaminan Mutu Pendidikan Polines membawahi Tim Monitoring dan Evaluasi
internal (Monev-in), Satuan Audit KinerjaInternal (SAKI) dan Audit Mutu Internal (AMI).
Sedangkan di tingkat Program Studi, koordinator penjaminan mutu melekat pada pejabat
(Ketua Program Studi dan Kepala Laboratorium), selain ada tim penjaminan mutu dari
para dosen yang disebut dengan Gugus Kendali Mutu (GKM). Dengan adanya
penjaminan mutu tersebut tata pamong pendidikan yang transparan dan akuntabel dapat
diselenggarakan.

Untuk tata kelola keuangan Polines mengikuti ketentuan yang ditetapkan Pemerintah.
Setelah target penerimaan anggaran ditetapkan, kegiatan berikutnya adalah
merencanakan kegiatan dan anggaran. Tahapan tersebut dimulai dengan usulan kegiatan
dan anggaran dari jurusan maupun unit dan bagian. Pengendalian anggaran dilakukan
pada pertengahan dan akhir tahun melalui pemantauan dan evaluasi keuangan oleh
Satuan Audit KinerjaInternal (SAKI) secara transparan dan akuntabel.
Selain itu audit juga dilakukan oleh pengawas fungsional yaitu Inspektorat Jendral dan
BPKP maupun instansi lainnya.Dengan demikian tata kelola keuangan diselenggarakan
secara tersentral di kantor pusat Polines sedangkan program studi sebatas mengusulkan
anggaran kegiatan kepada jurusan.
Tata pamong yang Bertanggung Jawab

Program studi D4 Teknik Telekomunikasi dikelola dengan tanggung jawab setiap unsur
program studi sesuai dengan tugas dan wewenang yang diberikan. Tugas dan wewenang
unsur program studi dapat dijabarkan sebagai berikut :

a. Ketua Program Studi : selaku unsur pimpinan di program studi memiliki tugas dan
wewenang sebagai berikut :
1. Memimpin penyelenggaraan tugas dan fungsi pokok program studi
2. Bertanggung jawab secara langsung kepada Ketua Jurusan terhadap perencanaan,
pelaksanaan, evaluasi dan pengawasan/pengendalian proses belajar mengajar
3. Mengkoordinasikan penyusunan silabus, SAP, BPKM/modul sesuai dengan kurikulum
yang berlaku.
4. Berwenang dalam menetapkan tata aturan internal program studi yang menyangkut
segala bentuk penyediaan, pemanfaatan dan pemberdayaan serta perawatan dan
pemeliharaan atas semua sumber daya pendidikan dan pengajaran dengan berpedoman
pada ketentuan, peraturan dan perundang-undangan.
5. Berwenang dalam memberikan teguran lisan kepada staf pengajar yang ada di bawah
koordinasinya.

b. Ketua Laboratorium : ketua laboratorium mempunyai tugasdan wewenang sebagai


berikut :
1. Menyusun program kerja laboratorium sebagai pelaksanaan tugas
2. Menyusun jadwal pelaksanaan praktikum bersama KaProdi
3. Mengevaluasi pelaksanaan tugas tim pengajar di laboratorium sesuai dengan bidang
tugasnya.
4. Mengkoordinasi pelaksanaan perawatan peralatan di laboratorium untuk kelancaran
pelaksanaan tugas
5. Mengusulkan pengadaan sarana dan prasarana akademik kepada Kajur, dan
perbaikan sarana dan prasana kepada UPT PP yang ada di bawah koordinasinya
6. Membuat laporan akhir tahun pelaksanaan kegiatan laboratorium kepada Ketua
Jurusan.
7. Berwenang memberikan teguran lisan kepada staf pengajar dan staf laboran yang ada
di bawah koordinasinya.

c. Koordinator KBK : mempunyai tugas dan wewenang sebagai berikut :


1. Menyusun program kerja dan pengembangan KBK
2. Mengevaluasi pengembangan kurikulum, silabus, SAP pada KBK masing-masing
3. Membuat laporan pelaksanaan kegiatan KBK kepada Ketua Jurusan
4. Berwenang memberikan teguran lisan kepada staf pengajar yang ada di bawah
koordinasinya
5. Berwenang mengevaluasi kinerja anggota KBK dalam pengembangan bidang keahlian

d. Gugus Kendali Mutu (GKM) : beberapa orang dosen pada program studi di bawah Unit
Penjaminan Mutu Polines bertugas :
1. Sebagai auditor internal yang mengaudit kesesuaian pengelolaan proses akademik,
ketersediaan sarana dan prasarana penunjang di program studi
2. Melaksanakan monitoring dan evaluasi pencapaian program-program akademik

e. Dosen Wali : mempunyai tugas dan wewenang sebagai berikut :


1. Membimbing dan membantu dalam mengatasi permasalahan akademik mahasiswa
2. Mengevaluasi keberhasilan studi mahasiswa sesuai dengan ketentuan tahapan
evaluasi serta membuat laporan dan rekomendasi tentang mahasiswa yang perlu
mendapat peringatan akademik dan yang tidak memenuhi persyaratan kelulusan
semester/akhir semester kepada kaprodi/kajur serta membuat laporan dan
rekomendasi tentang mahasiswa yang perlu mendapat peringatan akademik dan yang
tidak memenuhi persyaratan kelulusan semester/akhir semester kepada KaProdi/Kajur,
terutama yang berkaitan dengan kemungkinan pemberhentian mahasiswa.
3. Memeriksa laporan hasil studi tiap akhir semester dan menandatangani KHS serta
dokumen-dokumen yang relevan sebelum melaporkannya kepada kaprodi/kajur.
4. Berwenang menegur mahasiswa yang bermasalah

f. Staf Laboran : mempunyai tugas dan wewenang sebagai berikut :


1. Menyiapkan peralatan, bahan untuk praktikum
2. Merawat peralatan sebelum maupun sesudah proses praktikum
3. Menjaga keberadaan peralatan maupun bahan untuk praktikum
4. Membuat komponen penunjang untuk praktikum sebatas kemampuan/keahlian dan
fasilitas yang ada
5. Berwenang memberi instruksi para-praktikum dalam proses praktikum pelanggan
(mahasiswa), bila instruktur/pengajar belum hadir atau berhalangan
6. Berwenang menegur mahasiswa praktikum bila melanggar proses praktikum
7. Berwenang mengeluarkan mahasiswa praktikum untuk tidak mengikuti praktikum bila
melanggar tata tertib yang berlaku pada laborat yang bersangkutan

g. Administrasi Program Studi : mempunyai tugas sebagai berikut :


1. Membantu ketua program studi dalam proses administrasi program studi
2. Membantu ketua program studi untuk kelancaran proses belajar mengajar

h. Staf pengajar/Dosen : mempunyai tugas sebagai berikut :


1. Menyusun perencanaan perkuliahan, melaksanakan perkuliahan, dan mengevaluasi
perkuliahan
2. Membimbing penyusunan tugas akhir dan karya-karya ilmiah mahasiswa untuk
kegiatan produktif, kreatif, dan inovatif atas nama Polines

Tata pamong yang Adil

Program Studi D4 Teknik Telekomunikasi Polines menerima calon mahasiswa dari


berbagai latar belakang ekonomi, baik dari golongan ekonomi rendah, menengah,
maupun tinggi. Beasiswa disediakan bagi mahasiswa berkategori kurang mampu, selain
juga beasiswa untuk mahasiswa berprestasi. Dengan demikian Prodi D4 Teknik
Telekomunikasi Polines berlaku adil dengan terbuka menerima calon mahasiswa berlatar
belakang semua strata ekonomi.

Program studi D4 Teknik Telekomunikasi berlaku adil terhadap dosen, tenaga


kependidikan, dan mahasiswa, sebagai contoh :
1. Dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa yang berprestasi diberi
kesempatan/diusulkan ke Ketua Jurusan untuk mengikuti pemilihan Akademisi
Berprestasi tingkat Polines dan tingkat Nasional.
2. Dosen dan tenaga kependidikan diberi kesempatan pelatihan dan kegiatan-kegiatan
untuk pengembangan karir dan studi lanjut.
3. Mahasiswa diberi kesempatan untuk melakukan kegiatan yang mendukung
peningkatan kompetensi/softskill diluar jam kuliah ataupun di jam kuliah namun disertai
surat ijin/surat tugas.
4. Dosen, tenaga kependidikan yang tidak melaksanakan tugas/kewajibannya dengan
baik akan diberi teguran lisan, dilakukan pembinaan, hingga pemberian sanksi/hukuman
sesuai peraturan di Polines maupun peraturan umum Pegawai Negeri Sipil, yaitu
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 53 tahun 2010 tentang disiplin Pegawai
Negeri Sipil.
5. Mahasiswa yang melanggar peraturan akademik akan mendapat sanksi secara lisan,
tertulis, skorsing hingga pemberhentian sesuai dengan jenis dan berat atau ringannya
pelanggaran.
2.2 Kepemimpinan
Kepemimpinan efektif mengarahkan dan mempengaruhi perilaku semua unsur dalam
program studi, mengikuti nilai, norma, etika, dan budaya organisasi yang disepakati
bersama, serta mampu membuat keputusan yang tepat dan cepat.
Kepemimpinan mampu memprediksi masa depan, merumuskan dan mengartikulasi visi
yang realistik, kredibel, serta mengkomunikasikan visi kedepan, yang menekankan pada
keharmonisan hubungan manusia dan mampu menstimulasi secara intelektual dan arif
bagi anggota untuk mewujudkan visi organisasi, serta mampu memberikan arahan,
tujuan, peran, dan tugas kepada seluruh unsur dalam perguruan tinggi.Dalam
menjalankan fungsi kepemimpinan dikenal kepemimpinan operasional, kepemimpinan
organisasi, dan kepemimpinan publik.Kepemimpinan operasional berkaitan dengan
kemampuan menjabarkan visi, misi kedalam kegiatan operasional program studi.
Kepemimpinan organisasi berkaitan dengan pemahaman tata kerja antar unit dalam
organisasi perguruan tinggi.Kepemimpinan public berkaitan dengan kemampuan menjalin
kerjasama dan menjadi rujukan bagi publik.

Jelaskan pola kepemimpinan dalam program studi, mencakup informasi tentang


kepemimpinan operasional, kepemimpinan organisasi, dan kepemimpinan publik.

Ketua program studi, ketua laboratorium dan wali kelas merupakan unsur-unsur
kepemimpinan yang ada di program studi dan menjalankan pekerjaan sesuai
dengan tupoksinya.

Ketua Program Studi


Rumusan tugas ketua program studi adalah menyusun konsep pengembangan
dan program kerja prodi. Ketua prodi menyusun rencan kerja tahunan ( RKT)
sebagai realisasi sasaran / target tahunan visi misi prodi. RKT disusun dalam
upaya penguatan Tata Kelola, Implementasi Kurikulum PBE dan kerjasama
dengan stake holder.

Sosialisasi dan implementasi visi misi prodi dengan focus pada pelaksanaan
kurikulum Production Base Educations (PBE) terus didengungkan untuk
segenap civitas akademika Prodi D4 Telekomunikasi. PBE diwujudkan dalam
bentuk magang kerja industri minimal 4 bulan pada Dunia kerja dan industri
yang relevan dengan kompetensi lulusan. Dalam rangka penempatan magang
industry mahasiswa maka agenda Kerjasama dan pencarian magang industri
selalu menjadi program kerja tahunan prodi hingga 100 % penempatan magang
industri dibawah control program studi. Sampai saat ini penempatan magang
industri mahasiswa 100 % dan ( by projek ) masih dibawah control
industri.Delegasi yang dibentuk oleh prodi mendapat tugas mengunjungi stake
holder ( Pemda, UKM, Alumni dan Industri ) untuk sosialisasi kompetensi
lulusan, Program Magang industri mahasiswa minimal 4 bulan dan kerjasama
kemitraan. Wujud nyata hasil team ini penempatan magang industri dan
perintisan konsorsium untuk tridarma perguruan tinggi dengan payung hukum
mou antara program studi dan industri.

Kepala program studi menyusun pelaksanaan operasional proses belajar


mengajar( PBM),dan pengusulan bahan habis pakai serta peralatan lab dan
bengkel. Operasional PBM diwujudkan dalam bentuk penjadwalan/penugasan
dosen mengampu mata kuliah sesuai dengan masukan dari kalab dan
kompetensi dosen. Jadwal dibuat sedemikian rupa dengan pertimbangan
balancing antara kebutuhan BKD Dosen, kompetensi, prodi D3 Telekomunikasi
dan Prodi D4 telekomunikasi. Draft jadwal dikomunikasikan melalui koordinasi
prodi dan setelah disepakati bersama maka jadwal dibuat dengan keputusan
akhir dilakukan oleh Kaprodi.
Kaprodi bertanggung jawab atas pelaksanaan PBM dan koordainasi jajaran
(Kalab, KaBengkel, Kastudio, Dosen Wali , Dosen , Staf Teknik/Laburan dan Staf
Administrasi untuk bekerja sesuai dengan tupoksinya.

KetuaLaboratorium/Bengkel/Studio Gambar
Rumusan tugas ketua laboratorium/bengkel/studio gambar adalah menyusun
konsep pengembangan program kerja laboratorium/bengkel/studio, membagi
tugas staf teknik, beban tugas dosen praktik, pengelolaan alat, bahan dan job
sheet praktikum, serta menyusun pemantauan pelaksanaan praktikum sesuai
dengan ketentuan yang berlaku untuk kelancaran pelaksanaan tugas.

DosenWali
Dosen wali (walikelas) bertugas memberikan bimbingan yang bersifat preventif,
akuratif, dan promotif kepada mahasiswa dalam meningkatkan
produktivitasdankualitas lulusan Politeknik Negeri Semarang.Tugas Dosen Wali
selengkapnya dapat dilihat pada buku pedoman Wali Kelas Politeknik Negeri
Semarang.

Dosen
Dosen merupakan unsur pelaksana unit akademik dasar yang mempunyai tugas
melaksanakan tri dharma perguruan tinggimeliputi :pendidikandan pengajaran,
penelitian dan pengabdian pada masyarakat sesuai dengan ketentuan yang
berlaku untuk kelancaran pelaksanaan tugas.

StafTeknik/Laboran
Teknisi atau Laboran berfungsi sebagai pembantu Dosen pada kuliah praktik
dibengkel maupun di laboratorium serta membantu kelancara tugas Ka.
Laboratorium/Bengkel/Studio sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk
kelan caran pelaksanaan tugas.
TenagaAdministrasi
Tenaga administrasi meliputi administrasij urusan dan administrasi PBM sebagai
bawahan langsung Kaur Akademik. Fungsi tenaga administrasi adalah sebagai
pendukung pelayanan administrative bagi kegiatan sebelum, selama, dan
sesudah pelaksanaan PBM.

Kerjasama Kaprodi dan Unit Lainnya


Dalam pengusulan BHP dan peralatan Lab maka kaprodi menerima usulan-
usulan dari kalab, kabengkel dan studio untuk keperluan pelaksanaan praktikum
dan pengembangan kompetensi civitas akademik. Usulan BHP dan peralatan
lab dibuat oleh kaprodi diajukan kepada jurusan dan bersama-sama usulan
kaprodi lainnya dijadikan usulan jurusan ditingkat intitusi polines.

Disamping itu, kaprodi melalui koordinasi wakil direktur I bidang pendidikan


melaksanakan perencanaan dan implementasi PBM. Bersama Unit Biro
Akademik dan Administrasi Kemahasiswaan (BAUK) menentukan kalender
akademik, penjadwalan dosen Mata kuliah Dasar Umum (MKDU), penerimaan
mahasiswa baru dan Evaluasi PBM. Layanan evaluasi PBM secara online
dilakukan dengan kerjasama Unit Pengelola Teknik Komputer (UPT Puskom ),
BAUK dan Program Studi. Kepala program Studi memberikan masukan-
masukan teknis tentang Sistem Informasi Akademik Terpadu ( Simadu) yakni
layanan dan perbaikan-perbaikan yang diperlukan dalam implementasinya.
Sedangkan pengembangan kurikulum dan kompetensi dilakukan koordinasi
dengan Pusat Peningkatan dan pengembangan Aktivitas Intruksional ( P3AI).

Kerjasama lainnya yakni dengan Unit perpustakaan dalam pengusulan buku


referensi dan jurnal yang diperlukan oleh civitas akademik prodi teknik
telekomunikasi, dengan Satuan penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP)
menentuan form-form pada kendali mutu untuk bidang akademik dan
pembentukan gugus kendali mutu. Disamping itu, melaksanakan promosi dan
kerjasama industri melalui Unit Pengembangan dan kerjasama ( UPKS).
Sharing resource Prodi dan UPKS adalah Prodi mencari stake-holder untuk
kerjasama kemitraan dan Mou dilakukan melalui UPKS atau UPKS malakukan
Mou dengan stake holder dan Prodi sebagai pelaksan teknik Mou.

Kepemimpinan Operasional

Kepemimpinan pada Program Studi D4 Teknik Telekomunikasi mengikuti pola


kepemimpinan Jurusan Teknik Elektro yang partisipatif dan terbuka. Pola tersebut
dilakukan dengan koordinasi pimpinan jurusan, prodi, dan laboratorium secara
berkala, untuk menelaah masalah, mengevaluasi hasil dan mengkaji capaian target
mendatang. Rapat koordinasi dilaksanakan rutin, dengan agenda dan output yang
jelas, sehingga partisipasi dan kontribusi tiap peserta dapat
dipertanggungjawabkan. Koordinasi lebih lanjut dilakukan oleh Ka.Prodi dan
Ka.Lab kepada dosen, staf laboran maupun mahasiswa untuk melaksanakan
program dan kegiatan.

Kegiatan-kegiatan program studi merupakan wujud penjabaran dari visi misi


program studi. Kegiatan program studi berupa kegiatan non rutin dan kegiatan
rutin.
a. Kegiatan non rutin, berkaitan dengan pengembangan program studi
Perumusan kegiatan program studi dilakukan pada setiap tahap. Rumusan
kegiatan tersebut dicantumkan ke dalam Rencana Kegiatan Tahunan (RKT)
Jurusan dan selanjutnya diajukan ke Polinesuntuk menjadi RKT Polines.
Sosialisasi kegiatan program studi kepada seluruh dosen melalui mekanisme
Rapat Kerja Jurusan Tahunan. Penentuan personil pelaksana (PIC / task force)
setiap kegiatan untuk melaksanakan kegiatan program studi dibawah koordinasi
Ketua Program Studi. Ketua Program Studi mengkoordinasi, memantau dan
mengendalikan ketercapaian hasil kegiatan dari aspek administrasi dan
substansi. Ketua Program Studi mengevaluasi kegiatan untukperbaikan dan
peningkatan pelaksanaan kegiatan tahun selanjutnya.

b. Kegiatan rutin, berkaitan dengan proses pembelajaran, penelitian dan


pengabdian kepada masyarakat
Ketua Program Studi menyusun rencana pembagian tanggungjawab
perkuliahan yang dikomunikasikan kepada dosen pengampu mata kuliah.
Selanjutnya rencana pembagian tanggung jawab perkuliahan dikomunikasikan
kepada Ketua Laboratorium, Ketua Program Studi lain, Ketua Jurusan dan
Sekretaris Jurusan untuk menentukan pembagian tugas pengampu mata kuliah
dan jadwal mengajar. Pemantauan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan
PBM dilakukan dengan mekanisme sesuai prosedur mutu yang ditetapkan.
Kegiatan ini terdiri dari pemantauan kehadiran mahasiswa dan dosen
berdasarkan rekapitulasi dari administrasi PBM, pengendalian ketercapaian
SAP/Silabus, evaluasi kinerja dosen dan nilai hasil studi mahasiswa.
Ketidaksesuaian dan atau ketidaktercapaian kinerja akan disolusikan secara
berjenjang sesuai aturan yang berlaku dengan batas kewenangan Ketua
Program Studi, Ketua Jurusan, WakilDirektur I dan Direktur.

Dalam hal pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, Ketua


Program Studi bersama dosen tetap membuat rancangan kegiatan penelitian
dan pengabdian kepada masyarakat. Ketua Program Studi memotivasi dan
memfasilitasi penyusunan proposal penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat untuk diajukan guna memperoleh dukungan dana lokal Polines dan
Jurusan, Dikti maupun institusi lainnya. Bagi pengusul yang proposalnya didanai
maka Ketua Program Studi memotivasi dan memfasilitasi untuk segera
mengerjakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tanpa harus
menunggu turunnya dana terlebih dahulu agar pelaksanaan sesuai jadwal dan
hasil sesuai dengan yang direncanakan. Bagi pengusul yang gagal maka
didorong untuk merevisi dan membenahi serta mencoba mengajukan lagi ke
sumber dana lain/di periode berikutnya. Ketua Program Studi memantau dan
memotivasi dosen untuk mempublikasikan hasil penelitian/hasil kajian teknologi
ke jurnal ilmiah. Ketua Program Studi memberikan akses yang luas dalam
pengembangan nalar dan keilmuan mahasiswa bersama dosen untuk
melakukan kajian, penelitian serta pengabdian kepada masyarakat.
Ketua Program Studi juga memotivasi dan memfasilitasi dosen dalam memberi
kesempatan untuk mengikuti seminar, pelatihan/workshop untuk meningkatkan
kompetensi dosen yang dapat mendukung proses pembelajaran.

Kepemimpinan Organisasi

Dalam hal kepemimpinan organisasi, Ketua Program Studi dan dosen program
studi D4 Teknik Telekomunikasi memiliki pengalaman organisasi yang baik
sehingga cukup memahami hubungan tata kerja antar unit di Polines.
1. Subuh Pramono, S.T., M.T sebagai Ketua Program Studi D4 Teknik
Telekomunikasi.
2. Abu Hasan, S.T.,M.T. sebagai mantan Kaprodi D4 Teknik Telekomunikasi,
mantan KaPUSKOM Polines, dewan redaksi majalah ilmiah TELE .
3. Sarono Widodo, S.T., M.Kom sebagai Sekretaris UPKS
4. Dr. Amin Suharjono, S.T., M.T sebagai mantan Kaprodi D3 Teknik
Telekomunikasi dan Ketua Jurusan Teknik Eklektro
5. Ir. Endro wasito ,M.Kom sebagai mantan Pembantu Direktur 1.
6. Dr. Sidiq Syamsul H sebagai Kepala P3M
7. Dr. Eni Dwi Wardihani sebagai Kaprodi S2 Tenik Telekomunikasi
8. Muhammad Anif,S.T.,M.Eng sebagai Kepala PTIK dan mantan kaprodi D3
Teknik Telekomunikasi
9. Thomas Agung S,S.T.,M.T. sebagai mantan Kaprodi D3 teknik telekomunikasi
10. Eko Supriyanto, S.T.,M.Eng sebagai ketua prodi D3 teknik telekomunikasi
dan mantan Pembantu Direktur IV

Berdasarkan pengalaman personil/dosen di prodi D4 Teknik Telekomunikasi


tersebut diatas maka pola kepemimpinan organisasional program studi diarahkan
untuk dapat lebih memahami tata kerja antar unit yakni dengan cara pelibatan unit-
unit yang relevan dengan suatu kegiatan program studi sesuai peran fungsinya,
misalnya :
Program studi berhasil melakukan penjajagan kerjasama dengan
industri/institusi yang selanjutnya diteruskan ke UPKS untuk kelanjutan MOU.
Pengiriman delegasi mahasiswa D4 Teknik Telekomunikasi mengikuti PKM,
PMW, PIMNAS, Kontes Robot, kompetisi kemahasiswaan lainnya yang
berkoordinasi dengan bidang III(Kemahasiswaan) untuk mohon arahan,
pendampingan dan dana.

Kepemimpinan Publik
Kepemimpinan publik program studi D4 Teknik Telekomunikasi sudah berjalan
dengan baik, seperti ditunjukan dalam bentuk keberhasilan Program Studi dalam
menjalin kerjasama dengan industri/swasta dan institusi pemerintah. Hasil dari
upaya kerjasama ini adalah sambutan yang apresiatif dari industri/institusi untuk
pelaksanaan magang 4-6 bulan, Hibah alat, penelitian bersama, rekruitmen,
memberikan masukan tentang kurikulum, penerimaan mahasiswa KKL,
narasumber dalam seminar/kuliah umum.
Beberapa dosen di program studi Teknik Informatika juga sebagai anggota
organisasi keilmuan/profesi/organisasi lainnya yaitu :

1. Helmy, S.T,M.Eng, Muh Anif,S.T.M.Eng , Dr. Amin Suharjono, Dr. Eni Dwi
Wardihani sebagai anggota IEEE
2.Ir. Agus Rochadi M.M sebagai anggota PII
3. Sarono Widodo,S.T. M.Kom dan ir. Agus Rochadi M.M sebagai anggota FDI
(forum dosen Indonesia)
4. Eko Supriyanto,S.T., M.Eng sebagai pengurus Radio amatir Jawa Tengah

Salat satu hasil (kemudahan) dari kepemimpinan publik adalah kemudahan


program studi ketika mencari networking untuk tempat manga, narasumber untuk
seminar/kuliah tamu, masukan kurikulum, magang dan kunjungan KKL, rekruitmen
lulusan, kerjasama penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

2.3 Sistem Pengelolaan


Sistem pengelolaan fungsional dan operasional program studi mencakup perencanaan,
pengorganisasian, pengembangan staf, pengawasan, pengarahan, representasi, dan
penganggaran.
Jelaskan sistem pengelolaan program studi serta dokumen pendukungnya.

Sistem perencanaan
Setiap awal tahun, Ketua Jurusan, Sekretaris jurusan dan semua kaprodi di
Jurusan T Elektro merencanakan kegiatan penyusunan anggaran beserta
aktivitasnya dalam rapat rencana kerja tahuan jurusan. RKT merupakan proses
penetapan program dan kegiatan tahunan dan indikator kinerja berdasarkan
program, kebijakan, dan sasaran yang telah ditetapkan dalam rencana strategis
Polines. Disamping itu, RKT Program Studi selama kurun waktu satu tahun
diusulan berdasarkan dari data dukung Kalab, Kabengkel, Kastudio dan Dosen di
lingkungan Prodi. Setelah mendapatkan persetujuan Ditjen Dikti dan Ditjen
Anggaran, tersusunlah Pelaksanaan Operasional (PO) Intern Polines, yang
direalisasikan dalam pelaksanaan kegiatan oleh Program Studi melalui Personal In
Charge ( PIC) masing-masing sesuai dengan perencanaan. Dengan demikian,
akan diketahui keselarasan dan kesinergian program/kegiatan yang dilaksanakan
prodi sesuai dengan tujuan, program, dan kebijakan Polines.

Pengembangan Staf
Jauh sebelum UU Guru dan Dosen (UUGD) No 14/2005, Pasal 46 (2b): yang
memberlakukan dosen wajib memiliki pendidikan minimal S2 untuk mengajar pada
program S1/Diploma dan berpendidikan Doktor mengajar di S2/S3, akademik
atmosfir prodi teknik telekomunikasi telah mengembangkan pendidikan dosen
berpendidikan S1 ke S2 secara mandiri atau beasiswa pasca sarjana dari dikti.
Tahun 2010 pendidikan dosen prodi d4 telekomunikasi 9 orang S2 dan 1 orang S1.
Tahun 2013 semua dosen prodi Telekomunikasi berpendikan S2 dengan 3 orang
sedang melanjutkan S3 dan 1 orang lulusan S3. Saat ini (2016), prodi Telkom telah
memiliki 4 Doktor dan diharapkan tahun 2017/2018 ada 2 dosen melanjutkan
pendidikan program S3.untuk memdorong dosen muda untuk melanjutkan studi S3
diberikan pelatihan Bahasa Inggris dan tes TOEFL untuk persiapan studi lanjut
S3 dan mengikutsertakan dosen prodi D4 Teknik Telekomunikasi dalam program
Talent Scouting.

Program studi juga memotivasi dan memberikan kesempatan dosen prodi D4


Teknik Telekomunikasi untuk mengikuti seminar, pelatihan/workshop yang
berkaitan dengan bidang teknik telekomunikasi maupun bidang lain yang
menunjang untuk meningkatkan kompetensi, baik di dalam negeri maupun ke luar
negeri, diantaranya : mengikuti seminar dan pelatihan penyusunan proposal
penelitian, pengabdian masyarakat, dan penyusunan artikel ilmiah, hasilnya
kecenderungan dalam tiap tahun artikel ilmiah yang ditulis dosen prodi D4 Teknik
Telekomunikasi meningkat jumlahnya,mulai tahun 2013 kecenderungan jumlah
pengajuan proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tiap tahun juga
meningkat, dan jumlah penelitian & pengabdian DIKTI yang diterima terus
meningkat.

Seluruh dosen prodi D4 Teknik Telekomunikasi telah lulus dalam sertifikasi,dan


yang tidak kalah penting adalah pengembangan dosen dalam memperoleh
sertifikasi kompetensi kinerja. Sesuai dengan pengembangan lab/bengkel/studio
untuk pelatihan/pengujian bersertifikasi kompetensi maka Dosen/staf juga
memperoleh pelatihan/pengujian bersertifikasi kompetensi. Sekarang terdapat 5
dosen bersertifikasi instruktur CCNA, 4 Dosen Broadcast engineering dan 8 (D3 &
D4 Prodi T Telekomunikasi) Dosen bersetifikasi kompetensi kerja pada ketinggian.
Dengan demikian di prodi teknik telekomunikasi terdapat 3 lab/studio yang dapat
digunakan untuk pelatihan/ pengujian setifikasi kompetensi, yakni CCNA Cisco
academic, Broadcast Engineering dan Keselamatan Kerja pada ketinggian ( K3
pada Ketinggian).

Disamping itu, dilakukan pengusulan penerimaan staf dosen baru sebagai


persiapan untuk pengembangan pada teknologi content (aplikasi), D2D ( device to
device comm) dan teknologi seluler 4G dan 5G untuk menyongsong paradigma
baru dalam dunia telekomunikasi yang bergeser dari infrastruktur telekomunikasi ke
Informasi dan Telekomunikasi Teknologi (ICT). Minimal penerimaan 1 dosen baru
setiap tahun dengan kompetensi pada content atau devices ICT.

Pengawasan dan pengarahan


Untuk memudahkan pemantauan kegiatan, Prodi di lingkungan Polines membuat
Kartu Kendali (KK) yang berisi waktu pelaksaan, biaya yang ditetapkan, dan
penanggung jawab pelaksanaan. KK ini digunakan sebagai acuan pemantauan
oleh Bidang II bila prodi mengajukan proposal kegiatan. Pertanggungjawaban
terhadap kegiatan tersebut dituangkan dalam Pengukuran Kinerja Kegiatan (PKK)
PKK sebagai bentuk perwujudan pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh
prodi/penanggung jawab kegiatan masing-masing secara nyata sesuai dengan
RKT. PKK ini dibuat secara berkala (triwulan) baik menyangkut hasil dan dampak
kegiatan terhadap program/sasaran mutu/kebijakan Polines sesuai dengan misi
dan tujuan lembaga.

Berdasarkan PKK tersebut, Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah


(LAKIP) Polines disusun sesuai dengan penduan LAKIP yang ditetapkan oleh LAN
dan Kemendikbub. Dalam penyusunan ini tim penyusun LAKIP pun
mempertimbangkan hasil audit kinerja (yang dilakukan SAKI) dan audit mutu
internal (PPMP), dan hasil evaluasi kinerja unit kerja di lingkungan Polines serta
juga mempertimbangkan hasil pengukuran kepuasan pelanggan.

Representasi, dan Penganggaran

Representasi dan pengangaran Prodi D4 Teknik Telekomunikasi diwujudkan dalam


katagori pengangaran untuk tridarma perguruan tinggi ( pendidikan, penelitian dan
pengabdian masyarakat ) dan investasi sarana, prasarana dan pengembangan
sumber daya manusuia ( SDM). Prosentasi penggaran dominan pada inventasi
saran dan prasarana dengan prosentasi meningkat, sedangkan untuk investasi
SDM dengan prosentasi menurun dan tridarma perguruan tinggi dengan prosentasi
menurun.

2.4 Penjaminan Mutu


Jelaskan penjaminan mutu pada program studi yang mencakup informasi tentang
kebijakan, system dokumentasi, dan tindakl anjut atas laporan pelaksanaannya.

Dalam peningkatan mutu pendidikan yang berkelanjutan, standar yang diterapkan adalah
Sistem Penjaminan Mutu Internal Pendidikan Tinggi (SPMI PT). Penerapan SPMI PT di Prodi
D4 Teknik Telekomunikasi dilaksanakan berdasarkan standar yang ditetapkan oleh pemerintah
yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2003 tentang Standar Nasional
Pendidikan (SNP) sehingga Prodi dapat mengembangkan mutu layanannya sesuai dengan
program studi dan keahlian masing masing. Di samping standar tersebut, Prodi juga
menggunakan standar ISO, yaitu 9001:2008. Bahkan, Prodi berupaya untuk menambah ruang
lingkup standar agar dapat meningkatkan kualitasnya dan meningkatkan daya saing bangsa.

Sistem penjamin mutu Polines dilakukan atas dasar penjaminan mutu internal, penjaminan
mutu eksternal dan perizinan penyelenggaraan program. Penjelasan ketiga unsur tersebut
sebagai berikut:
1. Penjaminan Mutu Internal
Polines telah memiliki Sistem ISO 9001:2008 sehingga penjaminan mutu D4 Teknik
Telekomunikasi mengikuti standard ISO 9001- 2008. Untuk mengawal pelaksanaannya
maka terdapat Gugus Kendali Mutu yang bertugas untuk mengawal sistem dan
menumbuhkan partisipasi aktif dalam penjaminan mutu. Dengan menggunakan ISO 9001-
2008 maka sistem dokumentasi harus selalu dilakukan dan selalu terpantau. Kemudian
dengan adanya kegiatan tinjauan manajemen maka tindak lanjut terhadap laporan
pelaksanaan akan dilakukan. Penilaian penjaminan mutu dilakukan oleh Auditor Internal
Polines dan Auditor Eksternal dari SGS sebagai upaya untuk mencapai peningkatan
kualitas berkelanjutan.
2. Penjaminan Mutu Eksternal
seperti BAN-PT. Parameter dan metode pengukuran hasil ditetapkan oleh lembaga
akreditasi yang melakukan. BAN-PT mewakili masyarakat sehingga sifatnya mandiri.
Akreditasi dimaksudkan untuk melakukan evaluasi eksternal untuk menilai kelayakan
program institusi pendidikan tinggi. Selain menilai kelayakan program studi, akreditasi,
dimaksudkan untuk memberikan saran peningkatan dalam mengupayakan peningkatan
kualitas berkelanjutan. Prodi D4 Teknik Telekomunikasi mendapat nilai akreditasi B dari
BAN-PT yang berlaku untuk periode 2015-2019.

3. Perizinan Penyelenggaraan Program


Perizinan penyelenggaraan program diberikan oleh Ditjen Dikti untuk satuan pendidikan
yangmemenuhi syarat penyelenggaraan program pendidikan. Tata cara dan parameter
yang digunakan ditetapkan oleh Ditjen Dikti sesuai ketentuan yang ada. Perizinan selain
dimaksudkan sebagai evaluasi eksternal juga untuk menilai kelayakan kepatuhan
penyelenggaraan program. Dengan demikian, penjaminan mutu Perguruan Tinggi secara
keseluruhan dimaksudkan untuk melakukan peningkatan kualitas institusi pendidikan
tinggi secara berkelanjutan.

Secara teknis sistem penjaminan mutu Program D4 Teknik Telekomunikasi terdiri dari:
1. Penjaminan mutu calon mahasiswa
Program studi menetapkan standar nilai masuk ujian yang tinggi bagi calon mahasiswa
melalui seleksi penerimaan mahasiswa baru. Standar nilai untuk program studi D4 Teknik
Telekomunikasi adalah skor minimal 480.
2. Penjaminan mutu dosen
Program studi menetapkan kriteria dosen yang mengajar di program studi D4 Teknik
Telekomunikasi dengan kriteria:
a) Memiliki semangat dan apresiasi positif terhadap pengembangan prodi D4 Teknik
Telekomunikasi dan bidang teknik telekomunikasi.
b) Memahami dan memiliki wawasan yang cukup baik mengenai bidangnyamenurut
penilaian sejawat.
c) Memiliki semangat pengembangan diri yang baik dan kompeten dalam bidang
tugasnya.
d) Berkinerja baik menurut penilaian atasan dan berdasarkan Evaluasi Kinerja Dosen oleh
mahasiswa.

3. Penjaminan mutu tenaga kependidikan: program studi menetapkan kriteria tenaga


administrasi dan staf laboran prodiyang bertugas di program studi D4 Teknik
Telekomunikasi dengan kriteria:
a) Memiliki semangat dan apresiasi positif terhadap pengembangan prodi D4 Teknik
Telekomunikasi.
b) Memahami dan memiliki wawasan yang cukup baik mengenai bidangnya.
c) Memiliki semangat pengembangan diri yang baik dan kompeten dalam bidang
tugasnya.
d) Berkinerja baik menurut penilaian atasan.

4. Penjaminan mutu proses belajar mengajar


a) Kurikulum dirancang dengan melibatkan dosen, alumni dan industri. Evaluasi kurikulum
dilakukan tiap tiga tahun.
b) Penjadwalan kuliah yang baik dan memperhatikan kesanggupan mahasiswa, yakni
setiap hari mahasiswa kuliah tidak lebih dari 8 jam tatap muka.
c) Penyediaan fasilitas pembelajaran dengan ruang kelas dan ruang laboratorium yang
cukup luas dan nyaman sesuai kebutuhan dalam pembelajaran.
d) Adanya pelaksanaan kontrol kegiatan belajar mengajar yaitu pengisian formulir Kontrol
Kegiatan PBM harian yang kemudian divalidasi setiap minggu oleh Ketua Program
Studi. Formulir Kontrol Kegiatan PBM merangkum data kehadiran mahasiswa dan
dosen serta materi yang disampaikan. Fungsi formulir ini untuk:
Memantau kehadiran mahasiswa, selanjutnya bersama dengan daftar hadir
mahasiswa diperiksa-silang untuk menghitung kehadiran dan atau ketidakhadiran
mahasiswa.Rekapitulasi ketidakhadiran mahasiswa selanjutnya digunakan untuk
menghitung jumlah Kompensasi Mahasiswa (hukuman kepada mahasiswa karena
tidak masuk kuliah tanpa surat izin yang diakui).
Memantau kehadiran dosen, selanjutnya rekapitulasinya sebagai dasar
penghitungan honorarium kelebihan jam mengajar dan penilaian kinerja.
Memantau kesesuaian materi yang disampaikan dengan silabi mata kuliah.
Selanjutnya rekapitulasinya digunakan sebagai dasar melakukan pengendalian
tingkat ketercapaian proses belajar mengajar terhadap SAP/Silabi yang ditetapkan.
Memantau kinerja dosen berdasarkan penilaian mahasiswa sebagai dasar
pembinaan dan pemberian penghargaan.

5. Penjaminan mutu soal ujian


a) Penilaian mutu soal ujian dilakukan oleh Koordinator Team Teaching/KBK dan atau
Ketua Program Studi berlandaskan Silabi dan SAP mata kuliah yang bersangkutan.
b) Soal ujian dikalibrasi oleh Ketua Program Studi dengan membubuhkan paraf.

6. Penjaminan mutu nilai


Dilakukan oleh ketua program studi untuk:
1) Memastikan perolehan nilai mahasiswa sesuai dengan kompetensi yang dicapai. Cara
yang dilakukan adalah dengan melihat capaian nilai mahasiswa suatu mata kuliah
dibandingkan dengan perolehan nilai mata kuliah lain dalam satu semester tersebut dan
atau semester sebelumnya. Proses ini dapat melibatkan dosen wali mahasiswa yang
bersangkutan untuk memastikan informasi yang diperoleh valid.
2) Pengendalian capaian nilai dengan target IPK yang dicanangkan. Dilakukan dengan
cara memberikan himbauan kepada dosen pengampu pada tengah semester dan dosen
wali untuk memberikan motivasi belajar kepada anak walinya.
Pemantauan nilai untuk pemberian perlakuan khusus dan uji ulang bagi mahasiswa yang tidak
memenuhi target nilai.

2.5 UmpanBalik

Apakah program studi telah melakukan kajian tentang proses pembelajaran melalui
umpan balik dari dosen, mahasiswa, alumni, dan pengguna lulusan mengenai harapan
dan persepsi mereka? JikaYa, jelaskan umpan balik dan tindak lanjutnya.

UmpanBalikdari Isi UmpanBalik TindakLanjut


(1) (2) (3)
Dosen Kurkulum ( Jejaring mata Revisi kurikulum
Kuliah kurang runtun )
Beberapa matakuliah diberikan
tidak berurutan, sehingga
mahasiswa mengikuti kuliah
dengan bekal yang kurang
memadai
Mahasiswa Perlu dilakukan recovery Pengusulan /Pembuatan
peralatan laboratorium dasar proposal Hibah untuk
Telekomunikasi/Radio Pengembangan Laboratorium
Alumni Pembelajaran di Prodi D4 Perbaikan kurkulum dan
Teknik Telekomunikasi metode pengajaran berbasis
hendaknya mengedepankan kompetensi
kreatif thinking dan soft skill.
Pengguna lulusan Diperlukan Sertifikasi Penyelenggaraan Cisco
Keahlian. Academic dan Pelatihan
Kedewasaan psikologis Keselamatan kerja pada
freesgraduate perlu ketinggian.
ditingkatkan. Wajib magang kerja Industri
Muatan Kurikulum Content , minimal 4 Bulan.
D2D,fiber optik dan seluler 4G Perbaikan kurikulum dengan
perlu ditingkatkan. peningkatan topic pada
teknologi content ,D2D, seluler
4G dan FO.

2.6 Keberlanjutan
Jelaskan upaya untuk menjamin keberlanjutan (sustainability) program studi ini berikut
hasilnya, khususnya dalam hal:

a. Upaya untuk peningkatan animo calon mahasiswa:

Sejak berdiri tahun 2006 animo calon mahasiswa Program Studi D4 Teknik
Telekomunikasi cukup besar, dengan daya tampung 26 mahasiswa memperoleh jumlah
pendaftar sebanyak 71 calon mahasiswa ( Rasio 1:2,7). Namun peningkatkan animo
calon mahasiswa terus diupayakan oleh prodi bersama-sama dengan Unit
pengembangan kerjasama polines. Promosi dilakukan untuk sosialisasi keberadaan dan
pencitraan diri Jurusan Teknik Elektro khususnya Program Studi D4 Teknik
Telekomunikasi , pola pendidikan vokasi dan pencapaian kompetensi lulusan kepada
calon mahasiswa. Promosi pendaftaran mahasiswa baru dilakukan melalui kunjungan-
kunjungan ke SMK/SMU sejawa tengah. Sosialisi dalam program pengabdian
masyarakat dan promosi getok tular mahasiswa , dosen, staf dan alumni prodi Telkom.
Evaluasi terhadap minat pendaftar dilakukan untuk menelaah pemetaan calon
mahasiswa sebagai dasar program promosi tahun berikutnya. Kegiatan pengabdian
kepada masyarakat yang menunjukkan secara langsung eksistensi dan kiprah prodi D4
Teknik Telekomunikasi di masyarakat. Hasil pendaftaran mahasiswa baru Prodi D4
Teknik Telekomunikasi dari tahun ke tahun menunujukan trend meningkat . Tahun
2015/2016 rasio keketaan daya tampung dan pendaftar mahasiswa baru 1:10 data
selengkapnya seperti table berikut ini :

No Tahun Daya Pendaftar Diterima Rasio


Akademik Tampung
1 2006/2007 26 71 26 1:2,7
2 2007/2008 26 110 26 1:4,2
3 2008/2009 24 106 24 1:4,1
4 2009/2010 24 210 24 1:8,7
5 2010/2011 24 145 24 1:6
6 2011/2012 48 195 48 1;4
7 2012/2013 48 346 48 1:7,2
8 2013/2014 48 398 48 1: 8,3
9 2014/2015 48 451 48 1:9,4
10 2015/2016 48 482 48 1: 10

b. Upaya peningkatan mutu manajemen:

Dalam memenuhi dan meningkatkan standard manajemen mutu Prodi D4 Teknik


Telekomunikasi menerapan Undang-U ndang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional, PP 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan
melaksanakan SMM sesuai dengan persyaratan ISO 9001:2008, yang meliputi sistem
manajemen mutu, tanggung jawab manajemen, pengelolaan sumber daya, realisasi
produk, dan pengukuran, serta analisis dan perbaikan.

Pelaksanaan penjaminan mutu didasarkan dokumen prosedur mutu dan manual mutu,
yaitu dokumen akademik dan dokumen mutu. Dokumen akademik memuat tentang
arah/kebijakan, visi-misi, standar pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada
masyarakat, serta peraturan akademik. Berbeda dengan dokumen akademik,
dokumen mutu sebagai instrumen untuk mencapai dan memenuhi standar yang telah
ditetapkan, yaitu manual mutu, prosedur mutu, instruksi kerja, dokumen pendukung,
dan borang-borang penilaian mutu pendidikan. Pelaksanaan penerapan dokumen
mutu tersebut dievaluasi secara periodik berupa evaluasi kepuasan pelanggan,
evaluasi pembelajaran, dan evaluasi kinerja pada unit kerja di lingkungan Polines
secara bertahap.

Berdasarkan penerapan SPMI PT dan SMM yang berorientasi pada ISO 9001:2008
Prodi D4 Teknik Telekomunikasi Polines memperoleh penghargaan berupa Piagam
Penghargaan No. 664/D/T/2010 tanggal 3 Juni 2010 atas keberhasilan
mengimplementasikan SPMI PT dari Direktorat Pendidikan Tinggi, Kemendiknas.
Sebelumnya, Polines pun telah memperoleh sertifikat ISO 9001:2000 tanggal 23
Maret 2009 dan Sertifikat ISO 9001:2008 tanggal 29 September 2010 serta lulus
resertification tanggal 21-23 Februari 2012.

c. Upaya untuk peningkatan mutu lulusan:

Sesuai dengan amanat renstra polines 2015 -2020 bahwa polines menerapkan pola
KKNI salah satunya cirinya penerapan Productions base educations (PBE) maka
Prodi D4 Teknik Telekomunikasi menerapkan kurikulum PBE. Ciri khas dari
kurikulum PBE tersebut adalah mewajibkan mahasiswa magang kerja industri 4 s/d 6
bulan dengan mengalokasikan hanya materi kuliah magang industri dan tugas akhir
pada semester ke VIII. Dalam rangka mendorong proses magang industri
mahasiswa telah dilaksanakan kegiatan-kegiatan pencarian magang industri oleh
program studi dengan melibatkan dosen prodi. Disosialisasikan kepada industri
bahwa pola magang kerja industri pada kurikulum PBE Prodi D4 Teknik
Telekomunikasi polines tidak sama dengan Praktek kerja Lapangan( PKL) dan
kompetensi mahasiswa tingkat akhir identik dengan engineer yang belum berijazah
sarjana teknik.Selain itu, mahasiswa dibekali dengan sertifikasi CISCO , serta K3
bekerja pada ketinggian (DepartemenTenaga Kerja Pusat ) sebagai bukti peningkatan
kompetensi mahasiswa untuk mendapatkan pengakuan dari industri.

d. Upaya untuk pelaksanaan dan hasil kerjasama kemitra


Program Studi D4 Teknik Telekomunikasi Polines menyadari pentingnya menjalin
hubungan yang baik dengan stakeholder-nya, yaitu dengan menjalin hubungan
kemitraan dengan berbagai kelompok industri dan intitusi pemerintahan, seperti
industri ICT, industri manufaktur, industri konstruksi, industri jasa teknologi, dan
industri pelayanan dan jasa serta pemerintah daerah maupun pusat untuk bekerja
sama dalam pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.Dalam pelaksanaan
kerjasama kemitraan prodi bersama-sama dengan UPKS dan UP2M sebagai
pelaksana kerjasama kemitraan di tingkat intitusi Polines.

Hasil yang diperoleh dalam kerjasama kemitraan industri melalui UPKS adalah :

1.Bentuk job fair yang diadakan setahun sekali oleh Polines. Dengan kegiatan job fair
akan mempertemukan industri yang mencari tenaga kerja dengan lulusan yang
mencari kerja.
2.Para stakeholder juga dilibatkan dalam kegiatan akademik Polines, seperti sebagai
pembicara pada seminar-seminar yang dilaksanakan jurusan maupun pada level
institusi Polines, memberi masukan terkait kurikulum maupun pengembangan
program studi dan kelembagaan Polines, maupun untuk bekerja sama dalam
penyelenggaraan kelas khusus pendidikan vokasi dan pelatihan keterampilan
teknologi yang diakui.
3.Link and macth dengan industri, dimana industri menghibahkan peralat ke prodi D4
teknik telekomunikasi untuk meningkatkan skill teknik yang berhubungan dengan
peralatan tersebut. Industri akan memakai tenaga mahasiswa melalui program
magang 4 6 bulan untuk menyelesaikan projeknya
3.Kerja sama dengan instansi di luar negeri, yaitu Rajamanggala University Of
Technology Thanyaburi, Thailand untuk kerja sama dalam pengembangan sumber
daya manusia dalam bentuk pertukaran mahasiswa dan dosen. Kerja sama juga
dilakukan dengan Fortune Institute of Technology Taiwan, dalam bentuk
pengembangan program pendidikan. Kemudian dengan ED CO.LTD, Korea untuk
Transfer Teknologi dan pengembangan staf. Di tahun 2012 terdapat dua kerjasama
dengan luar negeri dalam bentuk pengembangan proyek dan pertukaran
mahasiswa dan dosen, yaitu dengan Highline Community College Des Moines WA
USA dan National Polytechnic Institute of Cambodia.

Sasaran prodi dalam kerjasama kemitraan industri dan pemerintah melalui P3M
adalah :
1 Penyelenggaraan penelitian terapan, pengabdian kepada masyarakat, dan
kewirausahaan sebagai landasan untuk meningkatkan mutu pelaksanaan
pendidikan.
2.Riset Bersama dengan industri dengan harapan dapat menambah kandungan
teknologi produksi di industri dan masyarakat sehingga bernilai tambah dan
berdaya saing tinggi.

Hasil yang diperoleh adalah :


1.Anggota Konsorsarium Televisi digital .
2.Konsorsium E-Health dengan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang dan
beberapa industry mitra (PT Mitra aneka Solusi, PT Campus Data Media).
3.Konsorsium RFID dengan PT inti bandung dan LIPI

e. Upaya dan prestasi memperoleh dana selain dari mahasiswa:

Penerimaan atau jumlah dana yang diterima oleh Prodi Teknik Telekomunikasi D-4
sebagian besar berasal dari dana Pemerintah dan Penerimaan yang bersumber dari
PNBP atau dana dari mahasiswa dalam bentuk DIPA Polines
Kebijakan pimpinan Prodi guna peningkatan pendapatan secara garis besar ditempuh
melalui cara :
1.Usaha memperoleh berbagai macam dana hibah kompetisi
2.Peningkatan kerjasama dengan instansi atau perusahaan swasta untuk membantu
pendanaan seperti beasiswa, magang dll.