Anda di halaman 1dari 5

BORANG PORTOFOLIO

Nama Peserta : dr. Andrea Feraldho

Nama Wahana : RSUD Sanjiwani Gianyar

Topik : Infanticide

Tanggal (kasus) : 24 April 2017


Nama Pasien : -- No. RM : 595101

Tanggal Presentasi: 20 Mei 2017 Nama Pendamping: dr. Pande Sri Widnyani

Tempat Presentasi: RSUD Sanjiwani Gianyar

Obyektif Presentasi:

Keilmuan Keterampilan Penyegaran Tinjauan Pustaka

Diagnostik Manajemen Masalah Istimewa

Neonatus Bayi Anak Remaja Dewasa Lansia Bumil

Deskripsi: Visum terhadap jenazah bayi laki-laki yang ditemukan di tanah tegalan dengan kesimpulan bayi cukup bulan, tidak ada

cacat berat dan sudah dilakukan perawatan terhadap orok.

1
Tujuan : menentukan janin lahir hidup, cukup bulan, cacat atau tidak cacat, sudah atau belum dilakukan perawatan

terhadap orok dan penyebab kematian

Bahan bahasan: Tinjauan Pustaka Riset Kasus Audit

Cara membahas: Diskusi Presentasi dan diskusi Email Pos

Data pasien: Nama: -- Nomor Registrasi: 595101

Nama RS: RSUD Sanjiwani Gianyar Telp: (0361) 943020 Terdaftar sejak:
Data utama untuk bahan diskusi:

1. Hasil Pemeriksaan:
Jenazah bayi laki-laki ditemukan oleh warga di atas tanah tegalan pada pukul 10.30 WITA, dilaporkan ke Polsek Payangan dan di bawa
ke UGD RSUD Sanjiwani untuk dilakukan visum pada jam 13.40 WITA. Jenazah dibawa dalam keadaan dibungkus kain jingga, biru, dan
kardus aqua. Jenis kelamin laki-laki, berat badan 2600gram, panjang badan 45 cm, warna kulit putih, warna pelangi mata hitam, rambut lurus,
berwarna hitam, dengan lingkar kepala 33 cm dan tali pusat terpotong sepanjang 30 cm. Pada permukaan kulit lemak sudah dibersihkan dan
tidak ada lumuran darah.
Sudah terdapat lebam mayat pada wajah kanan, tengkuk sampai bahu kanan, lengan atas kanan, lengan bawah kanan, ujung-ujung jari
tangan kanan dan kiri, paha kanan, betis kanan, lutut kiri, berwarna keunguan dan tidak hilang dengan penekanan. Terdapat juga pembusukan
dengan belatung berukuran 2-5 cm.
Pada kepala terdapat luka memar berbentuk bulat, berbatas tegas, warna keunguan, pada batas tumbuh rambut depan sebelah kanan.

2
Terdapat sebuah luka memar bentuk tidak beraturan, batas tidak tegas, pada daerah wajah dengan batas kanan dua sentimeter di bawah
sudut luar mata kanan dan batas kiri dua sentimeter dibawah garis pertengahan alis, berbentuk bulat. Panjang dua sentimeter, lebar lima
sentimeter.
Dada tidak ada kelainan, lingkar dada 30dm, putting susu sudah terbentuk.
Pada perut terdapat tali pusat yang masih menempel pada perut sepanjang 30 cm, diameter 1.5 cm.
Dubur tidak ada kelainan, terdapat mekonium berwarna kehijauan.
Anggota gerak atas kanan dan kiri tidak ada kelainan, kuku dan jaringan di bawahnya kebiruan, kuku melewati ujung jari dan garis
telapak tangan sudah lebih dari 2/3 bagian. Anggota gerak bawah tidak ada kelainan, kuku dan jaringan berwarna kebiruan, kuku sudah
melewati ujung jari, garis telapak kaku sudah lebih dari 2/3 bagian.
Pada mata ditemukan selaput kelopak mata pucat, selaput bening mata keruh.
Pada hidung ditemukan deviasi ke kanan.
Telinga kembali dengan tepat jika ditekuk, bentuk telinga kanan terlipat.
Mulut bibir bawah dan atas berwarna kebiruan, tidak ada kelainan.
Alat kelamin laki-laki, belum disunat, terdapat dua buah biji pelir dalam kantung pelir.

2. Kesimpulan:
Jenazah di bawa oleh Polsek Gianyar dalam keadaan meninggal. Berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan dari hasil pemeriksaan atas
jenazah tersebut maka dapat disimpulkan bahwa jenazah seorang bayi laki-laki, cukup bulan, umur kurang lebih satu hari di luar kandungan,
tidak ada cacat berat, sudah dilakukan perawatan terhadap orok. Penyebab kematian tidak dapat ditentukan dan perlu dilakukan pemeriksaan
dalam.

3
Daftar Pustaka:

1. Hadijah, Siti. 2008. Penegakan Hukum Pidana Dalam Penanggulangan Pembunuhan Bayi Di Wilayah DIY. Available from:
http://eprints.undip.ac.id

2. Idries, A.M. 1997. Pedoman Ilmu Kedokteran Forensik. Jakarta: Binarupa Aksara.

3. Budijanto, dkk. 1988.Pembunuhan Anak Sendiri. Jakarta: Bagian Kedokteran Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

4. Apuranto H, Hoediyanto. 2007. Buku Ajar Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal. Surabaya: Bagian Ilmu Kedokteran Forensik &
Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.

5. Budiyanto, dkk. Ilmu Kedokteran Forensik. 1997. Edisi pertama, cetakan kedua. Jakarta: Bagian Kedokteran Forensik Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia. Hal. 165 176.

6. Hoediyanto. (Last Update: 2008, September 17). Pembunuhan Anak (Infanticide). Available from: http://www.fk.uwks.ac.id

Hasil Pembelajaran:

1. Menentukan anak tersebut lahir hidup atau lahir mati

2. Menentukan tanda-tanda perawatan

3. Menentukan luka-luka yang dapat menyebabkan kematian

4. Menentukan apakah anak lahir cukup bulan


4
5. Menentukan adanya kelainan bawaan

6. Mengetahui saat kematian

7. VER sebagai salah satu alat bukti sah dalam proses pembuktian perkara pidana terhadap kesehatan dan jiwa manusia.